Anda di halaman 1dari 26

RENCANA PELAKSNAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SMP Negeri 1 Sragen


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : VIII/1
Materi Pokok : Teks Berita
Alokasi Waktu :10 jam pelajaran (5 x pertemuan)

A. KOMPETENSI INTI
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab
dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah,
masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat
teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian
tampak mata.
4. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif, produktif, kritis, mandiri,
kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

Kompetensi Dasar Indikator


3.2 Menelaah struktur dan kebahasaan teks 3.2.1 Menemukan isi berita berdasarkan struktur
berita (membanggakan dan memotivasi) teks berita
yang didengar dan dibaca. 3.2.2 Menemukan unsur kebahasaan teks berita
4.2 Menyajikan data dan informasi dalam 4.2.1 Menemukan data dan informasi untuk
bentuk berita secara lisan dan tulis menyusun teks berita.
dengan memperhatikan struktur, 4.2.2 Menyusun dan menyampaikan data atau
kebahasaan, atau aspek lisan (lafal, informasi dalam bentuk teks berita.
intonasi, mimik, dan kinesik) 4.2.3 Menyunting teks berita yang telah disusun
berdasarkan bahasa/isi.
4.2.4 Membacakan teks berita yang sudah disusun.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama
1. Setelah mengikuti pembelajaran tentang teks berita, siswa diharapkan dapat menentukan struktur teks
berita.
2. Setelah mengikuti pembelajaran tentang teks berita, siswa diharapkan dapat menemukan isi teks berita
berdasarkan struktur teks berita dengan baik dan benar.
Pertemuan Kedua
1. Setelah mengikuti pembelajaran tentang teks berita, siswa diharapkan dapat menemukan unsur
kebahasaan teks berita dengan tepat.
Pertemuan Ketiga
1. Setelah mengikuti pembelajaran tentang teks berita, siswa diharapkan dapat menemukan data dan
informasi sebuah berita dengan baik dan benar.
Pertemuan Keempat
Setelah mengikuti pembelajaran tentang teks berita, siswa diharapkan dapat;
1. menyampaikan data dan informasi dalam bentuk teks berita dengan benar,
2. menyusun teks berita dengan baik dan benar.
Pertemuan Kelima
1. Setelah mengikuti pembelajaran tentang teks berita, siswa diharapkan dapat menyunting atau
memperbaiki kesalahan penggunaan kalimat efektif, kata baku, ketepatan ejaan, dan tanda baca dalam
teks berita.
Fokus PPK : religius, kerjasama, percaya diri, dan mandiri.
D. MATERI PEMBELAJARAN
1. Materi Pembelajaran Reguler
a. Struktur Teks Berita.
b. Kaidah – kaidah kebahasaan teks berita (penggunaan bahasa baku, kalimat langsung, konjungsi
bahwa, konjungsi temporal, kata kerja mental, keterangan waktu dan tempat).
c. Menyunting teks berita yang terdapat kesalahan kebahasaan.
d. Menulis teks berita.
e. Tanda baca dan huruf kapital
2. Materi Pembelajaran Pengayaan
Kaidah – kaidah kebahasaan teks berita.
3. Materi Pembelajaran Remidial
Menyunting kesalahan teks berita
E. METODE/MODEL PEMBELAJARAN
1. Pendekatan : Saintifik
2. Model : PBL (Project Based Learning)
F. MEDIA/ALAT DAN BAHAN
1. Media
LCD proyektor, Laptop, Speaker
2. Bahan
Teks berita dari Koran, Televisi, Youtube
G. SUMBER BELAJAR
Darmawati, Uti dan Yustina Budi Artati. 2017. Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VIII. Klaten: Intan
Pariwara.
Kosasih, E.2017.Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan Kementerian, Balitbang, Kemdikbud, Hlm, 3 -25.
Kosasih, E. 2017.Buku Guru Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan Kementerian, Balitbang, Kemdikbud. Hlm, 1 -10.
Permendikbud No 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.30 Novemner 2015.
H. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama
Fase Kegiatan Pembelajaran Waktu

Pendahuluan Orientasi 10’


1. Guru mengucapkan salam, dilanjutkan dengan berdoa bersama peserta didik.
2. Guru memeriksa kehadiran peserta didik serta memeriksa kerapian murid.
3. Guru mengkondisikan peserta didik.
Apersepsi
- Guru menyampaikan KD, indikator, tujuan pembelajaran, dan penilaian
yang akan dilakukan.
- Guru menggali pemahaman awal yang dimiliki siswa dengan bertanya
tentang pengalaman siswa membaca teks berita.
Kegiatan Sintak Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran 60’
Orientasi Kegiatan Literasi
Inti
 Guru menayangkan sebuah video mengenai
berita “Biar Ramah Lingkungan, PDIP
Pakai Tumbler di Kongres Bali”.
 Guru menyampaikan keterkaitan tayangan
berita dengan materi yang akan diajarkan.
 Guru satu teks berita mengenai berita “Biar
Ramah Lingkungan, PDIP Pakai Tumbler di
Kongres Bali”.

 Peserta didik mengamati atau mendengarkan


video yang ditayangkan.
 Siswa menemukan isi informasi berita dari
video yang ditayangkan.
Merumuskan masalah Berpikir kritis
Peserta didik merumuskan beberapa masalah sebagai
berikut.
 Siswa menentukan unsur berita yang terdapat
pada tayangan video “” maupun pada teks
berita berjudul “”.
 Siswa menentukan letak setiap unsur-unsur
berita tersebut.
 Siswa menentukan bagian yang tidak ada
kaitannya dengan berita.
Mengajukan hipotesis Kolaborasi
 Dengan dipandu oleh guru, peserta didik
menemukan bagian struktur teks berita
berdasarkan unsur-unsur berita yang telah
ditelaah pada setiap paragrafnya.
 Siswa menemukan bagian kalimat yang tidak
ada kaitannya dengan isi berita.
Mengumpulka data Kolaborasi
 Peserta didik berdiskusi mengenai struktur
yang terdapat dalam berita melalui buku,
bertanya pada guru, atau sumber lainnya.
Menganalisis data/ Uji Kolaborasi dan Berpikir Kritis
Hipotesis  Dengan dipandu guru, peserta didik
mengaitkan hipotesis mengenai unsur-unsur
berita setiap paragraf dan kalimat yang tidak
ada kaitannya dengan berita pada tayangan
video “” dan teks berita “” untuk dianalisis
strukturnya berdasarkan data/teori yang sudah
ada/didiskusikan sebelumnya.
Menyimpulkan Komunikasi
 Peserta didik mempresentasikan hasil
temuannya mengenai struktur teks berita pada
tayangan video berita “” dan teks berita “”.
 Peserta didik yang lain menanggapi atau pun
menambahkan informasi lain.
Penutup 1. Guru memberi penguatan terkait dengan materi yang telah dipelajari. 10’
2. Peserta didik bersama guru menyimpulkan point-point penting dalam
pembelajaran menentukan struktur pada suatu berita.
3. Guru melakukan refleksi dan umpan balik terhadap proses pembelajaran
yang telah dilaksanakan.
4. Siswa menyimak informasi mengenai rencana kegiatan pembelajaran
untuk pertemuan berikutnya, yaitu kebahasaan teks berita.
5. Guru beserta siswa mengakhiri kegiatan belajar mengajar dengan
mengucap syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.
6. Guru menutup pembelajaran dengan salam.

Pertemuan Kedua
Fase Kegiatan Pembelajaran Waktu

Pendahuluan Orientasi 10’


1.Guru mengucapkan salam, dilanjutkan dengan berdoa bersama peserta didik.
2.Guru memeriksa kehadiran peserta didik serta memeriksa kerapian murid.
3.Guru mengkondisikan peserta didik.
Apersepsi
4.Guru menyampaikan KD, indikator, tujuan pembelajaran, dan penilaian yang
akan dilakukan.
5.Guru mereview materi pertemuan sebelumnya
6.Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan
dilakukan
Kegiatan Sintak Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran 60’
Orientasi Kegiatan Literasi
Inti
 Guru membagi siswa menjadi beberapa
kelompok.
 Guru membagi teks berita yang berbeda-beda
kepada peserta didik.
 Setiap kelompok membaca dan mengamati
teks berita yang telah dibagi.
Merumuskan masalah Berpikir kritis
Dipandu guru, peserta didik merumuskan beberapa
masalah sebagai berikut.
 Siswa menentukan kata kerja mental yang
terdapat dalam masing-masing teks
 Siswa menentukan kata kerja temporal.
 Siswa menentukan kata tidak baku dan
penggunaan kalimat langsung.
Mengajukan hipotesis Kolaborasi
 Dengan dipandu oleh guru, peserta didik
menemukan kaida bahasa yang terdapat
dalam masing-masing teks berita.
Mengumpulka data Kolaborasi
 Peserta didik berdiskusi kaida bahasa yang
terdapat dalam teks berita (kata kerja mental,
konjungsi temporal, kalimat langsung, dan
lainnya).
Menganalisis data/ Uji Kolaborasi dan Berpikir Kritis
Hipotesis  Dengan dipandu guru, peserta didik
mengaitkan hipotesis tentang analisis
kebahasaan pada masing-masing berita
dengan menyesuaikan teori/data yang
ditemukan.
Menyimpulkan Komunikasi
 Masing-masing kelompok mempresentasikan
hasil temuannya mengenai analisis
kebehasaan pada teks berita.
 Peserta didik yang lain menanggapi atau pun
menambahkan informasi lain.
Penutup 1. Guru memberi penguatan terkait dengan materi yang telah dipelajari. 10’
2. Peserta didik bersama guru menyimpulkan point-point penting dalam
pembelajaran menentukan kaidah bahasa pada suatu berita.
3. Guru melakukan refleksi dan umpan balik terhadap proses pembelajaran
yang telah dilaksanakan.
4. Siswa menyimak informasi mengenai rencana kegiatan pembelajaran
untuk pertemuan berikutnya, yaitu menemukan data dan informasi dalam
bentuk berita.
5. Guru beserta siswa mengakhiri kegiatan belajar mengajar dengan
mengucap syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.
6. Guru menutup pembelajaran dengan salam.

Pertemuan Ketiga
Langkah/Taha
Kegiatan Pembelajaran Waktu
p
Pendahuluan - Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan 10’
berdoa.
- Guru menanyakan ketidakhadiran siswa.
- Guru menyampaikan KD, indikator, tujuan
pembelajaran, dan penilaian yang akan
dilakukan.
- Guru mereview materi pertemuan sebelumnya
- Guru menyampaikan garis besar cakupan
materi dan kegiatan yang akan dilakukan
- Guru dan siswa menyepakati langkah-langkah
kegiatan yang akan dilaksanakan untuk
mencapai kompetensi.

- Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang


terdiri dari empat orang.
- Guru memberikan sebuah teks berita ke tiap
kelompok.
- Siswa mengamati teks berita.
- Dengan dipandu guru, setiap kelompok
mencari dan menemukan unsur kebahasaan
teks berita(penggunaan bahasa baku, kalimat
langsung, konjungsi bahwa, konjungsi
Kegiatan Inti temporal, kata kerja mental, keterangan waktu 60’
dan tempat)
- Guru memberikan sebuah teks berita yang
berbeda ke tiap kelompok.
- setiap kelompok mencari dan menemukan
unsur kebahasaan teks berita
- Siswa mempresentasikan hasil kerja diskusi
kelompok di depan kelas.
- Siswa lain diberi kesempatan untuk
menyampaikan tanggapan.
Penutup - Guru memberi penguatan terkait dengan 10’
materi yang telah dipelajari.
- Siswa dibantu oleh guru menyimpulkan hasil
pembelajaran yang telah berlangsung.
- Siswa merefleksi proses KBM yang
berlangsung.
- Guru memberitahu kepada siswa tentang
materi yang akan dipelajari pada pertemuan
berikutnya, yaitu menyunting berita.
- Siswa menerima tugas dari guru untuk
mempelajari cara menyunting berita sebagai
pekerjaan rumah.
- Guru memberi tugas kepada siswa untuk
mencari teks berita dari koran dan dibawa pada
pertemuan berikutnya.
- Guru beserta siswa mengakhiri kegiatan
belajar mengajar dengan mengucap syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.
Pertemuan Keempat
Langkah/Taha
Kegiatan Pembelajaran Waktu
p
- Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan
berdoa.
- Guru menanyakan ketidakhadiran siswa.
- Guru menyampaikan KD, indikator, tujuan
pembelajaran, dan penilaian yang akan
dilakukan.
- Guru mereview materi pertemuan sebelumnya
- Guru menyampaikan garis besar cakupan
Pendahuluan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. 10’
- Guru menggali pemahaman awal siswa tentang
menyunting berita berdasarkan pengetahuan
yang didapat dari tugas yang diberikan guru
pada pertemuan sebelumnya.
- Guru dan siswa menyepakati langkah-langkah
kegiatan yang akan dilaksanakan untuk
mencapai kompetensi.

Kegiatan Inti - Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang 60’


terdiri dari empat orang.
- Guru memberikan sebuah teks berita ke tiap
kelompok.
- Siswa mengamati teks berita.
- Dengan dipandu guru, setiap kelompok
mencari dan menemukan kesalahan
penggunaan kalimat efektif, kata baku,
ketepatan ejaan dan tanda baca dalam teks
berita.
- Guru menyuruh setiap kelompok memilih
berita dari koran yang dibawa siswa untuk
diamati.
- Setiap kelompok mencari dan menemukan
kesalahan penggunaan kalimat efektif, kata
baku, ketepatan ejaan dan tanda baca dalam
teks berita.
- Siswa mempresentasikan hasil kerja diskusi
kelompok di depan kelas.
- Siswa lain diberi kesempatan untuk
menyampaikan tanggapan dan memberi
masukan.
- Guru memberi penguatan terkait dengan
materi yang telah dipelajari.
- Siswa dibantu oleh guru menyimpulkan hasil
pembelajaran yang telah berlangsung.
- Siswa merefleksi proses pembelajaran yang
berlangsung.
- Guru memberitahu kepada siswa tentang
Penutup 10’
materi yang akan dipelajari pada pertemuan
berikutnya, yaitu menyusun berita.
- Siswa diberi tugas rumah dari guru untuk
mempelajari cara menyusun teks berita.
- Guru beserta siswa mengakhiri kegiatan
belajar mengajar dengan mengucap syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.

Pertemuan Kelima
Langkah/
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Tahap
Pendahuluan - Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan 10’
berdoa.
- Guru menanyakan ketidakhadiran siswa.
- Guru menyampaikan KD, indikator, tujuan
pembelajaran, dan penilaian yang akan
dilakukan.
- Guru mereview materi pertemuan sebelumnya
- Guru menyampaikan garis besar cakupan materi
dan kegiatan yang akan dilakukan dan
mengaitkan dengan materi yang telah diterima
pada pertemuan - pertemuan sebelumnya
- Guru dan siswa menyepakati langkah-langkah
kegiatan yang akan dilaksanakan untuk
mencapai kompetensi.
Kegiatan Inti - Guru menanyangkan judul sebuah berita.
- Siswa menuliskan prediksi isi berita berdasarkan
judul tersebut.
- Guru menayangkan video berita yang
disampaikan oleh pembawa berita.
- Siswa menemukan isi, informasi berita dari
video yang telah dilihat.
- Guru meminta salah satu siswa untuk
menyampaikan isi, informasi berita dengan kata-
katanya sendiri.
- Siswa dengan difasilitasi oleh guru membahas
dan menyusun konsep/kerangka teks berita.
- Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang
60’
terdiri dari dua orang.
- Siswa secara berkelompok melakukan
pengamatan terhadap peristiwa yang pernah ada
di sekitar sekolah dan rumah.
- Siswa secara berkelompok menyusun teks berita
sesuai dengan pengamatan dengan
memperhatikan unsur berita, struktur berita dan
kebahasaan.
- Siswa mempresentasikan hasil kerja
diskusiseperti pembawa berita atau presenter di
depan kelas.
- Siswa lain diberi kesempatan untuk
menyampaikan tanggapan.
Penutup - Guru memberi penguatan terkait dengan materi 10’
yang telah dipelajari.
- Siswa dibantu oleh guru menyimpulkan hasil
pembelajaran yang telah berlangsung.
- Siswa merefleksi proses pembelajaran yang
berlangsung.
- Guru memberitahu kepada siswa tentang materi
yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya
- Guru beserta siswa mengakhiri kegiatan belajar
mengajar dengan mengucap syukur kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa.

I.PENILAIAN HASIL BELAJAR

1. Teknik Penilaian
a. Sikap (spiritual dan sosial)
- Observasi (jurnal)
b. Pengetahuan
1) Tes tertulis (Uraian)
2) Penugasan (Lembar Kerja)
c. Keterampilan:
- Praktik (Penilaian Praktik)
- Produk

2. Pembelajaran Remedial
Kegiatan pembelajaran remedial dilakukan dalam beberapa bentuk, antara lain:
• pembelajaran ulang
• bimbingan perorangan
• belajar kelompok
• pemanfaatan tutor sebaya
(Hal ini berlaku bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai dengan hasil
analisis penilaian)

3. Pembelajaran Pengayaan
Berdasarkan hasil analisis penilaian, peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar diberi
kegiatan pembelajaran pengayaan untuk perluasan dan/atau pendalaman materi (kompetensi), antara
lain dalam bentuk tugasmengerjakan soal-soal dengan tingkat kesulitan lebih tinggi, meringkas buku-
buku referensi, dan mewawancarai narasumber.

Mengetahui Kartasura, 15 Juli 2019


Kepala SMP Negeri 3 Kartasura Guru Mata Pelajaran
Sugiyanto, S.Pd., M.Pd. Desti Kurniasari, S.Pd.
NIP. 19590726 198103 1 008 NIP. -

LAMPIRAN MATERI TEKS BERITA

A. STRUKTUR TEKS BERITA


Atar Semi dalam dalam Intan Pariwara, 2017 secara umum, berita mempunyai struktur sebagai berikut.
1. Kepala Berita atau Lead
Lead berita ditulis pada paragraf pertama sebuah berita. Lead merupakan unsur penting sebuah
berita. Lead menentukan isi berita akan dibaca atau tidak. Lead merupakan sari pati berita. Lead
melukiskan seluruh berita secara singkat.
Unsur penting berita 5W+1H pada umumnya ditulis pada paragraf pertama dan kedua.Paragraf
tersebut diperlukan untuk merangkum atau meringkas berita yang disusun.Paragraf tersebut menjadi
jantung dari sebuah berita.
Lead atau teras berita setidaknya mengandung jawaban atas pertanyaan apa, siapa, kapan dan di
mana. Sementara itu, pertanyaan mengapa dan bagaimana dapat ditemukan pada bagian tubuh
berita.
Lead terdiri atas satu ataupun dua kalimat. Jika lead terdiri atas dua kalimat, kalimat pertama
harus berisi kunci pemikiran. Kalimat kedua berisi faktor penting lain. Usahakan kalimat-kalimat
singkat dan mengena pada sasaran.Lead yang baik memudahkan pembaca memahami maksud
berita.
2. Tubuh Berita atau Body
Tubuh berita berisi peristiwa atau kejadian yang dilaporkan.Bahasa dalam berita singkat, padat, dan
jelas. Dengan demikian, tubuh berita merupakan penjelasan lead secara lengkap berita.
3. Ekor Berita
Ekor berita berisi informasi kurang penting.Bagian ini berasa setelah kepala dan tubuh berita.Bagian
ini tidak memiliki kaitan langsung dengan judul beritanya.

B. KAIDAH KEBAHASAAAN TEKS BERITA


Kaidah kebahasaan dalam teks berita antara lain sebagai berikut.
1. Penggunaan bahasa baku. Penggunaan bahasa baku lebih mudah dipahami oleh umum. Bahasa-
bahasa yang bersifat popular atau kedaerahan akan dihindari dalam media-media nasional.
2. Penggunaan kalimat langsung sebagai varian dari kalimat tidak langsung. Kalimat langsung ditandai
dengan tanda petik ganda (“…..”) dan disertai dengan keterangan penyampaiannya. Penggunaan
kalimat langsung terkait dengan pengutipan pernyataan-pernyataan dari narasumber berita.
3. Penggunaan konjungsi bahwa berfungsi sebagai penerang kata yang diikutinya. Konjungsi ini
berkaitan dengan pengubahan bentuk kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.
4. Penggunaan konjungsi temporal atau penjumlahan, seperti kemudian, sejak, setelah, awalnya, dan
akhirnya. Konjungsi ini berkaitan dengan pola penyajian berita yang umumnya mengikuti pola
kronologis (urutan waktu).
5. Penggunaan kata kerja mental atau kata kerja yang terkait dengan kegiatan dari hasil pemikiran.
Kata – kata yang dimaksud antara lain memikirkan, membayangkan, berasumsi berpraduga,
berkesimpulan dan beranalogi.
6. Penggunaan fungsi keterangan waktu dan tanggal sebagai konsekuensi dari perlunya kelengkapan
suatu berita yang mencakup unsur kapan dan di mana.

C. LANGKAH – LANGKAH MENYUSUN TEKS BERITA


1. Paragraf pertama atau biasa disebut dengan teras berita berisi materi yang paling penting. Buatlah
paragraf berisi 2-3 kalimat yang memuat unsur APA kejadiannya, DI MANA kejadiannya, SIAPA
yang terlibat dalam kejadian tersebut dan KAPAN kejadiannya.
Misalnya:
Pemerintah Desa Melung menjadi tuan rumah workshop Desa Membangun. Kegiatan ini
dilaksanakan pada 24-25 Desember 2011 di Balai Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng,
Banyumas. Workshop ini diikuti oleh sejumlah kepala desa, organisasi pemuda, kelompok swadaya
masyarakat, tenaga pendidikan, dan lembaga usaha desa.
Apa kejadiannya : Pememerintah Desa Melung selenggarakan Workshop Desa Membangun
Di mana kejadiannya : Balai Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas
Kapan kejadiannya : 24-25 Desember 201
Siapa yang terlibat : Kepala desa, organisasi pemuda, kelompok swadaya masyarakat, tenaga
pendidikan, dan lembaga usaha desa.
2. Paparkan informasi dalam paragraf pertama dengan satu paragraf lanjutan yang berupa kalimat
pernyataan. Jangan lupa tuliskan identitas narasumber berita dan atributnya di paragraf ini.
Misalnya:
Workshop ini merupakan salah satu tahapan dalam gerakan Desa Membangun di Indonesia.
Menurut A. Budi Satrio (47), Kepala Desa Melung, istilah Desa Membangun muncul sebagai kritik
terhadap konsep “membangun desa” yang latah menjadi slogan politik akhir-akhir ini .
Narasumber: A. Budi Satrio
Atribut : Kepala Desa Melung, umurnya 47 tahun
Inti pikiran : Workshop ini merupakan salah satu tahapan dalam gerakan Desa Membangun di
Indonesia
3. Tulislah pendapat narasumber dengan kutipan langsung.
“Bila kita cermati istilah membangun desa menempatkan desa sebagai objek pembangunan. Maju
mundurnya desa tergantung pada belas kasihan pihak luar. Dalam konsep desa membangun, desa
merupakan subjek atau aktor yang melakukan kegiatan dan inovasi untuk mengangkat desa dari
keterbelakangan. Genderang gerakan desa membangun segera kita tabuh!” ujarnya.
Catatan: Penegasan narasumber atas inti pikiran pada paragraf 2
4. Buatlah paragraf penutup yang berisi kesimpulan atau keterangan tambahan.
Workshop akan difasilitasi oleh para ahli dibidangnya, seperti Budhi Hermanto (Head of
Implementation Program COMBINE Resource Institution dan Staf Pengajar Komunikasi
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Akhmad Safrudin (Senior Hecker/Pengembang BlankOn
Linux, Manajer OSRC Yayasan Air Putih Jakarta), Yana Noviadi (Kepala Desa Mandalamekar,
Tasikmalaya, Peraih Sociology Prize 2011 dari California, USA). Untuk dukungan teknis akan
dilakukan oleh Komunitas BlankOn Banyumas.
5. Buatlah judul berita
Pemdes Melung Tabuh Genderang Gerakan Desa Membangun
Bila ditulis lengkap maka jadilah berita seperti di bawah ini:
Pemdes Melung Tabuh Genderang Gerakan Desa Membangun
Pemerintah Desa Melung menjadi tuan rumah workshop Desa Membangun. Kegiatan ini
dilaksanakan pada 24-25 Desember 2011 di Balai Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng,
Banyumas. Workshop ini diikuti oleh sejumlah kepala desa, organisasi pemuda, kelompok swadaya
masyarakat, tenaga pendidikan, dan lembaga usaha desa.
Workshop ini merupakan salah satu tahapan dalam gerakan Desa Membangun di Indonesia.
Menurut A. Budi Satrio (47), Kepala Desa Melung, istilah Desa Membangun muncul sebagai kritik
terhadap konsep “membangun desa” yang latah menjadi slogan politik akhir-akhir ini.
“Bila kita cermati istilah membangun desa menempatkan desa sebagai objek pembangunan. Maju
mundurnya desa tergantung pada belas kasihan pihak luar. Dalam konsep desa membangun, desa
merupakan subjek atau aktor yang melakukan kegiatan dan inovasi untuk mengangkat desa dari
keterbelakangan. Genderang gerakan desa membangun segera kita tabuh!” ujarnya.
Workshop akan difasilitasi oleh para ahli dibidangnya, seperti Budhi Hermanto (Head of
Implementation Program COMBINE Resource Institution dan Staf Pengajar Komunikasi
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Akhmad Safrudin (Senior Hecker/Pengembang BlankOn
Linux, Manajer OSRC Yayasan Air Putih Jakarta), Yana Noviadi (Kepala Desa Mandalamekar,
Tasikmalaya, Peraih Sociology Prize 2011 dari California, USA). Untuk dukungan teknis akan
dilakukan oleh Komunitas BlankOn Banyumas.
https://pelosokdesa.wordpress.com/2012/01/03/lima-langkah-menulis-berita-bagi-pemula/. Diakses
Rabu, 2 Agustus 2017. Jam 17.00

LAMPIRAN PENILAIAN
1. Penilaian Sikap
Petunjuk:
a. Amati perkembangan sikap siswa menggunakan instrumen jurnal pada setiap pertemuan.
b. Isi jurnal dengan menuliskan sikap atau perilaku siswa yang menonjol, baik yang positif maupun
negatif. Untuk siswa yang pernah memiliki catatan perilaku kurang baik dalam jurnal, apabila telah
menunjukkan perilaku (menuju) yang diharapkan, perilaku tersebut dituliskan dalam jurnal (meskipun
belum menonjol)

Jurnal Perkembangan Sikap Sosial

Nama Sekolah : SMP N 3 Kartasura


Kelas/Semester : VIII/1
Tahun Pelajaran : 2019/2020
Butir Tindak TTD
No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku
Sikap Lanjut Siswa

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan


a. Teknik : tes tertulis
b. Bentuk : uraian
c. Indikator soal/Kisi-kisi:

No Materi Indikator Bentuk tes No.Soal


Disajikan teks berita, siswa mampu: Uraian
1. Menemukan isi berdasarkan struktur Teks 1
teks berita
a. Peristiwa apakah yang
disampaikan dalam teks diatas ?
b. Apa isi/informasi berita yang 1
terdapat di paragraf pertama?
Teks c. Apa isi/informasi berita yang 2
1
Berita terdapat di paragraf kedua
sampai keempat? 3
d. Apa isi/informasi berita yang
terdapat di paragraf kelima?
e. Apakah peristiwa yang 4
disampaikan merupakan
peristiwa yang menarik ? 5
Berikan alasanmu!

No Materi Indikator Bentuk tes No.Soal


Disajikan teks berita, siswa mampu: Uraian
1. Menemukan struktur teks berita
a. Bergabunglah dengan
kelompokmu yang terdiri dari 2
siswa! Kemudian, bacalah 1
kembali teks berita “Peserta
SBMPTN Naik Signifikan,
Teks
1 Mayoritas Siswa Sudah Melek
Berita
Teknologi”!
b. Secara berkelompok temukan
bagian kepala, tubuh, dan ekor 2
berita pada teks berita tersebut!
c. Sajikanlah hasil diskusi
kelompokmu itu dalam bentuk 3
laporan seperti berikut!

No Materi Indikator Bentuk tes No.Soal


Disajikan teks berita, siswa mampu: Uraian
1. Menemukan unsur kebahasaan teks
berita
a. Bacalah kembali teks berita
“BNPB Perkirakan Bencana 1
Alam pada 2017 Tak Sedahsyat
Teks
1 2016”!
Berita
b. Tunjukkan kaidah – kaidah 2
kebahasaan yang menandai
berita tersebut dengan
berdiskusi! 3
c. Gunakan format berikut sebagai
laporannya!

No Materi Indikator Bentuk tes No.Soal


Disajikan teks berita, siswa mampu: Uraian
1. Menyunting teks berita
a. Setiap kelompok mencari dan
menemukan kesalahan
penggunaan kalimat efektif, kata 1
baku, ketepatan ejaan dan tanda
Teks baca dalam teks berita.
1
Berita b. Secara berkelompok lakukan
perbaikan terhadap bagian-
bagian yang dianggap salah di 2
dalam teks tersebut! Gunakan
tabel berikut untuk mengerjakan
tugas tersebut!
3. Penilaian Kompetensi Keterampilan
a. Teknik : kinerja/ praktik
b. Indikator soal/Kisi-kisi:

No Materi Indikator Bentuk tes No.Soal


Disajikan teks berita, siswa mampu: Uraian
1. Menyusun teks berita
a. Buatlah teks berita dengan
memperhatikan struktur dan 1
Teks kebahasaan!
1
Berita b. Presentasikan teks berita yang
telah Anda buat dengan
memperhatikan lafal,intonasi, 2
artikulasi, mimik, dan kinesik!

Pertemuan Pertama
a. Instrumen Penilaian
Teks 1
Buku LKS SD Mengandung Konten Narkoba

TANGERANG SELATAN - Polisi akan memproses secara hukum bagi siapapun yang lalai dan
terlibat atas peredaran buku Lembar Kerja Siswa (LKS) IPA kelas 5 SD berkonten narkoba di Tangerang
Selatan (Tangsel).
Kapolres Tangsel, AKBP Ayi Supardan memastikan, tim gabungan tengah menyelidiki lolosnya LKS
itu ke sekira 32 sekolah yang berada di Ciputat dan Pondok Aren. Jika ada unsur kelalaian, dipastikan sanksi
pidana tengah menanti bagi pihak yang terlibat.
"Tim gabungan sedang menyelidiki, jika ada unsur kelalaian maka akan kita proses hukum," kata Ayi usai
menghadiri deklarasi damai Pilgub Banten 2017 di Ciater, Serpong, Senin (31/10/2016).
Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pendidikan (Disdik), Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK)
dan Polres Tangsel terus menelusuri siapa saja yang terlibat dalam peredaran LKS terbitan Bakti Ilmu (BI) itu.
Keberadaan LKS tersebut diduga turut melibatkan sejumlah oknum dari Disdik Tangsel maupun pihak
sekolah, mengingat peredarannya yang begitu leluasa dan tak mendapat pengawasan ketat sejak tahun lalu.
"Nanti kan penerbitnya juga akan dipanggil, akan kami mintai keterangan siapa saja timnya untuk
mencetak buku itu. Kami juga masih menunggu adanya laporan dari korban ataupun orang tua siswa yang
merasa dirugikan atas konten narkoba tersebut," tuturnya.
http://www.rankingkelas.com/2017/01/12-contoh-teks-berita-singkat-2017-mengenai-pendidikan-dan-
bencana-alam.html#
Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan teks berita tersebut!

No Pertanyaan
1. Peristiwa apakah yang disampaikan dalam teks diatas ?
2. Apa isi/informasi berita yang terdapat di paragraf pertama?
3. Apa isi/informasi berita yang terdapat di paragraf kedua sampai
keempat?
4. Apa isi/informasi berita yang terdapat di paragraf kelima?
5. Apakah peristiwa yang disampaikan merupakan peristiwa yang
menarik ? Berikan alasanmu!

b. Pedoman penskoran

Nomor Soal Skor

1 5 - 20
2 5 - 20
3 5 - 20

4 5 - 20

5 5 - 20

Jumlah 25 - 100

Kunci Jawaban
No Soal Kunci Jawaban
1. Ditemukan buku LKS SD mengandung konten narkoba.
Polisi akan memproses secara hukum bagi siapapun yang
2. terlibat dalam peredaran buku lks kelas 5 sd yang
mengandung konten narkoba di Tangerang Selatan.
Kapolres Tangsel, AKBP Ayi Supardan memastikan, tim
gabungan Dinas Pendidikan (Disdik), Badan Narkotika
Nasional Kota (BNNK) dan Polres Tangsel tengah
3. menyelidiki lolosnya LKS itu ke sekira 32 sekolah yang
berada di Ciputat dan Pondok Aren. Keberadaan LKS
tersebut diduga turut melibatkan sejumlah oknum dari
Disdik Tangsel maupun pihak sekolah
4. Polisi akan memanggil tim penerbit buku tersebut.
5. Menarik, karena peristiwa atau kejadian ini jarang terjadi.
Pertemuan Kedua
a. Instrumen Penilaian
Teks 2

Peserta SBMPTN Naik Signifikan, Mayoritas Siswa Sudah Melek Teknologi

JAKARTA - Ketua Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi
Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 Ravik Karsidi mengatakan, kuota SBMPTN
Computer Based Test (CBT) tahun ini meningkat tajam tidak lepas dari pola pikir mayoritas siswa yang sudah
melek teknologi.
Hal ini,katanya, dibuktikan dari tingginya permintaan CBT tahun lalu sementara panitia belum siap dari
segi sarana prasarana. Ravik menerangkan, keuntungan CBT ialah lebih cepat dan dari sisi kerahasiaan juga
lebih terjaga.
Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret ini menerangkan, masalah infrastruktur CBT sudah tidak ada
persoalan. Sebab semua perguruan tinggi menyatakan siap untuk mendukung ujian computer ini. “Perguruan
tinggi semua siap. Dan kita pun sudah menjajaki kerjasama dengan SMA yang melakukan UN BK. Jadi urusan
infrastruktur sudah tidak ada persoalan,” katanya, Selasa (17/1/2017).
Dia menyampaikan, penerimaan mahasiswa baru harus memenuhi prinsip adil, akuntabel, transparan,
dan tidak diskriminatif dengan tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras, kedudukan sosial, dan
tingkat kemampuan ekonomi. Selain itu juga tetap memperhatikan potensi calon mahasiswa dan kekhususan
perguruan tinggi.
Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Herry Soehardiyanto
menyampaikan, inovasi dan terobosan memang terus dikembangkan setiap tahun demi seleksi mahasiswa baru
yang lebih berkualitas.
Menurut dia, SBMPTN CBT ditingkatkan kuotanya untuk mengantisipasi kecurangan. “Kami terus
menerus berimprovisasi. Dulu yang hanya kertas sekarang CBT untuk mengantisipasi kecurangan agar tidak
terjadi lagi,” terangnya.
http://www.rankingkelas.com/2017/01/12-contoh-teks-berita-singkat-2017-mengenai-pendidikan-dan-
bencana-alam.html#

1. Bergabunglah dengan kelompokmu yang terdiri dari 2 siswa! Kemudian, bacalah kembali teks berita
“Peserta SBMPTN Naik Signifikan, Mayoritas Siswa Sudah Melek Teknologi”!
2. Secara berkelompok temukan bagian kepala, tubuh, dan ekor berita pada teks berita tersebut!
3. Sajikanlah hasil diskusi kelompokmu itu dalam bentuk laporan seperti berikut!
Judul Berita
………………………………………………………..
Bagian – bagian berita Paragraph ke- Paparan Isi
Kepala berita/teras
berita/lead

Tubuh Berita/body

Ekor Berita

b. Pedoman Penskoran

No
Uraian Skor
Soal
1. a. Menentukan struktur kepala berita dalam teks berita 3
dengan tepat.
b. Menentukan struktur kepala berita dalam teks berita 2
kurang tepat.
c. Menentukan struktur kepala berita dalam teks berita tidak 1
tepat.
2. a. Menentukan struktur tubuh berita dalam teks berita dengan 3
tepat.
b. Menentukan struktur tubuh berita dalam teks berita kurang 2
tepat.
c. Menentukan struktur tubuh berita dalam teks berita tidak 1
tepat.
4. a. Menentukan struktur ekor berita dalam teks berita dengan 3
tepat.
b. Menentukan struktur ekor berita dalam teks berita kurang 2
tepat.
c. Menentukan struktur ekor berita dalam teks berita tidak 1
tepat.

skor yang diperoleh


Nilai= x 100
skor maksimal

Kunci Jawaban
Judul Berita
Peserta SBMPTN Naik Signifikan, Mayoritas Siswa Sudah Melek Teknologi
Bagian – bagian Paragraf
Paparan Isi
berita ke-
JAKARTA - Ketua Panitia Seleksi Nasional
Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi
Kepala Paragraf ke Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)
berita/teras 1 2017 Ravik Karsidi mengatakan, kuota SBMPTN
berita/lead Computer Based Test (CBT) tahun ini meningkat tajam
tidak lepas dari pola pikir mayoritas siswa yang sudah
melek teknologi.
Hal ini,katanya, dibuktikan dari tingginya
Paragraf ke permintaan CBT tahun lalu sementara panitia belum siap
Tubuh
2-4 dari segi sarana prasarana. Ravik menerangkan,
Berita/body
keuntungan CBT ialah lebih cepat dan dari sisi
kerahasiaan juga lebih terjaga…
Menurut dia, SBMPTN CBT ditingkatkan
Paragraf ke
kuotanya untuk mengantisipasi kecurangan. “Kami terus
5
Ekor Berita menerus berimprovisasi. Dulu yang hanya kertas
sekarang CBT untuk mengantisipasi kecurangan agar
tidak terjadi lagi,” terangnya.

Pertemuan Ketiga
a. Instrumen Penilaian
Teks 3
BNPB Perkirakan Bencana Alam pada 2017 Tak Sedahsyat 2016

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksikan ancaman bencana


kebakaran hutan dan banjir pada 2017 tidak sedasyat tahun sebelumnya. Bahwa, fenomena alam akibat
perubahan iklim sudah berlalu pada tahun depan.
"Menurut BMKG di 2017 tidak ada fenomena penguatan El Nino atau La Nina, maka diperkirakan
ancaman bencana kemarau atau curah hujan tinggi berstatus normal," ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan
Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Jakarta, Kamis (29/12/2016).
Sutopo menlanjutkan, bencana hidrometrologi tetap mendominasi pada tahun depan. Bencana yang
dimaksud seperti banjir dan longsor."Bencana hidrometrologi mendominasi, diperkiraan sampai 90 persen di
2017, seperti banjir, longsor, dan puting beliung. Puncaknya ada di Januari hingga Maret," imbuh Sutopo.
Kebakaran dan banjir menjadi bencana langganan sepanjang 2016. Penomena perubahan iklim
berpengaruh besar dalam parahnya kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. Begitu pula banjir. Sejumlah
wilayah banjir, Indonesia dikejutkan bencana tersebut seperti di Bandung dan Bima menjelang akhir tahun ini.
http://www.rankingkelas.com/2017/01/12-contoh-teks-berita-singkat-2017-mengenai-pendidikan-dan-
bencana-alam.html#
1. Bacalah kembali teks berita “BNPB Perkirakan Bencana Alam pada 2017 Tak Sedahsyat 2016”!
2. Tunjukkan kaidah – kaidah kebahasaan yang menandai berita tersebut dengan berdiskusi!
3. Gunakan format berikut sebagai laporannya!

Kaidah
No Kutipan
Kebahasaan
1. Kebakuan Bahasa
2. Kalimat Langsung
3. Konjungsi bahwa
4. Konjungsi temporal
atau penjumlahan atau
kronologis
5. Keterangan waktu
6. Kata Kerja Mental

b. Pedoman Penskoran

No
Uraian Skor
Soal
1. Menuliskan penggunaan bahasa baku dengan tepat 5
2. Menuliskan penggunaan kalimat langsung dengan tepat 5
3. Menuliskan penggunaan konjungsi bahwa dengan tepat 5
4. Menuliskan penggunaan konjungsi temporal atau penjumlahan atau 5
kronologis dengan tepat
5. Menuliskan penggunaan keterangan waktu dengan tepat 5
6. Menuliskan penggunaan kata kerja mental dengan tepat 5
skor yang diperoleh
Nilai= x 100
skor maksimal

Kunci Jawaban
Kaidah
No Kutipan
Kebahasaan
1. Kebakuan Bahasa Sedasyat, phenomena, menlanjutkan
2. Kalimat Langsung Menurut BMKG di 2017 tidak ada fenomena penguatan El
Nino atau La Nina, maka diperkirakan ancaman bencana
kemarau atau curah hujan tinggi berstatus normal," ungkap
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo
Purwo Nugroho di kantornya, Jakarta, Kamis (29/12/2016).

Sutopo menlanjutkan, bencana hidrometrologi tetap


mendominasi pada tahun depan. Bencana yang dimaksud
seperti banjir dan longsor."Bencana hidrometrologi
mendominasi, diperkiraan sampai 90 persen di 2017,
seperti banjir, longsor, dan puting beliung. Puncaknya ada
di Januari hingga Maret," imbuh Sutopo.
3. Konjungsi bahwa Bahwa, fenomena alam akibat perubahan iklim sudah
berlalu pada tahun depan.
4. Konjungsi temporal
atau penjumlahan atau
kronologis
5. Keterangan waktu Kebakaran dan banjir menjadi bencana
langganansepanjang 2016. Penomena perubahan iklim
berpengaruh besar dalam parahnya kebakaran hutan di
Sumatera dan Kalimantan. Begitu pula banjir. Sejumlah
wilayah banjir, Indonesia dikejutkan bencana tersebut
seperti di Bandung dan Bima menjelang akhir tahun ini.

Sutopo menlanjutkan, bencana hidrometrologi tetap


mendominasi pada tahun depan. Bencana yang dimaksud
seperti banjir dan longsor."Bencana hidrometrologi
mendominasi, diperkiraan sampai 90 persen di 2017,
seperti banjir, longsor, dan puting beliung. Puncaknya ada
di Januari hingga Maret," imbuh Sutopo.

6. Kata Kerja Mental Memprediksikan, diperkirakan

Pertemuan Keempat
a. Instrumen Penilaian
1. Guru menyuruh ketua kelompok ke perpustakaan untuk mencari teks berita yang terdapat di Koran,
majalah.
2. Setiap kelompok mencari dan menemukan kesalahan penggunaan kalimat efektif, kata baku,
ketepatan ejaan dan tanda baca dalam teks berita.
3. Secara berkelompok lakukan perbaikan terhadap bagian-bagian yang dianggap salah di dalam teks
tersebut! Gunakan table berikut untuk mengerjakan tugas tersebut!
No Aspek Kutipan Kesalahan Saran Perbaikan
1.
Penggunaan kalimat efektif

2.
Kata baku

3.
Ketepatan ejaan

4.
Tanda baca

b. Pedoman Penskoran

No
Uraian Skor
Soal
a. dapat menemukan kesalahan penggunaan kalimata efektif 5
lebih dari 3
1.
b. dapat menemukan kesalahan penggunaan kalimat efektif 3
kurang dari 3
a. dapat menemukan kesalahan penggunaan kata baku lebih 5
dari 3
2.
b. dapat menemukan kesalahan penggunaan kata bakukurang 3
dari 3
a. dapat menemukan kesalahan penggunaan ejaan lebih dari 3 5
3. b. dapat menemukan kesalahan penggunaan ejaan kurang dari 3
3
a. dapat menemukan kesalahan penggunaan tanda baca lebih 5
dari 3
4.
b. dapat menemukan kesalahan penggunaan tanda baca 3
kurang dari 3

skor yang diperoleh


Nilai= x 100
skor maksimal

Kunci Jawaban
No Aspek Kutipan Kesalahan Saran Perbaikan
1.
Penggunaan kalimat efektif

2.
Kata baku

3. Ketepatan ejaan
4.
Tanda baca

Pertemuan Kelima
a. Instrumen penilaian
Soal:
c. Buatlah teks berita dengan memperhatikan struktur dan kebahasaan!
d. Presentasikan teks berita yang telah Anda buat dengan memperhatikan lafal,intonasi, artikulasi,
mimik, dan kinesik!
b. Pedoman Penskoran
Teks Berita (soal nomor 1)
No Aspek Skor Perolehan
Skor
1. Kelengkapan struktur 0 – 20
2. Penggunaan kata baku 0 – 20
3. Penggunaan ejaan dan tanda baca 0 – 20
4. Penggunaan kalimat efektif 0 – 20
5. Kohesi dan koherensi 0 – 20

Jumlah 0 – 100

Presentasi teks laporan (soal nomor 2)


Nilai (0-20) Jumlah
Artikulasi Volume
Nama Siswa Keutuhan Kejelasan Ketepatan
dan Suara dan
Isi Lafal Intonasi
Mimik Kinesti
Wahid

Adit

Anda mungkin juga menyukai