Anda di halaman 1dari 2

Macam sitokin individual

 
1.      Interleukin-1
       Interleukin-1 atau IL-1 dikenal sebagai leucocyte activating factor atau LAF, B cell
activating factor (BAF), mononuclear cell factor (MCF), leucocyte endogenous mediator
(LEM), homopoetin-1 dan sejumlah nama lain, tetapi dengan ditemukannya antibodi terhadap
IL-1 dan rekombinan IL-1, saat ini IL-1 diberikan kepada substansi ini. Monosit atau
makrofag teraktifasi baik makrofag yang disebut sel kupfer, sel langerhans, sel dendritik,
maupun makrofag yang terdapat dalam paru-paru, limfa atau tempat lain merupakan sumber
utama IL-1. IL-1 juga dapat disintesis oleh hampir semua sel berinti yang lain, tetapi tidak
oleh eritrosit. Fungsi utama IL-1 adalah mediator respon inflamasi pejamu pada imunitas
bawaan atau nonspesifik.
2.      Interleukin-2
Merupakan faktor pertumbuhan untuk sel T yang teraktifasi oleh antigen dan
bertanggung jawab atas ekspansi klonal sel T setelah pengenalan antigen. IL-2 ditemukan
pada tahun 1976 dan semula dikenal dengan nama T cell growth factor atau TCGF,
thymocyte mitogenic factor (TMF). IL-2 dapat menginduksi proliferasi sel T dan terutama
menginduksi sel T yang memproduksinya sehingga ia berfungsi sebagai faktor pertumbuhan
autokrin.
3.      Interleukin-3
  Dikenal dengan nama multi-CSF, burst promoting activity, mast cell growth factor dan
thy-1 inducing factor. IL-3 diproduksi oleh sel T (Th1 maupun Th2), sel NK dan mastosit,
dan mempunyai pengaruh yang jelas pada pertumbuhan dan diferensiasi semua liniage sel
homopoitik.
4.      Interleukin-4
  Diproduksi oleh sel T, mastosit dan sel B CD5. IL-4 memegang peran penting pada
proses class-switching imunoglobin, memudahkan class-switch menjadi IgG-1 dan IgE,
sementara menekan pembentukan IgM, IgG-3, IgG-2a dan IgG-2b.
5.      Interleukin-5
  Sebagai faktor pertumbuhan sel B pada mencit karena mampu merangsang pertumbuhan
dan produksi antibodi oleh sel B. Sitokin ini diproduksi oleh Th-2 dan sel mastosit yang
teraktifasi. Fungsi utama IL-5 adalah merangsang pertumbuhan dan diferensiasi iosinofil dan
mengaktifasi iosinofil.
6.      Interleukin-6
  Dahulu dikenal sebagai IFN-β2, hepatocyte stimulating factor dan plasmocytoma growth
factor dan merupakan sitokin yang berfungsi pada imunitas bawaan maupun didapat. Sumber
utama IL-6 adalah makrofag, walaupun limfosit didaerah inflamasi juga dapat mensekresikan
sejumlah besar IL-6.
7.      Interleukin-7
  Diproduksi oleh sel-sel stroma dan berperan dalam poliferasi sel progenitor limfosit B
dan T.
8.      Interleukin-8
  Merupakan sitokin yang termasuk golongan peptida dengan berat molekul rendah yang
mempunyai sifat kemotaktik dan dapat meningkatkan adesi PMN pada endotel vaskular.
Sitokin ini meningkatkan adesi leukosit pada endotel vaskuler dan mempercepat rekuitmen
leukosit ketempat inflamasi.
9.      Interleukin-9
  Ada 2 substansi dengan sifat berbeda yang diduga merupakan IL-9 yaitu leukemia
inhibitori factor (LIF) dan P 40. LIF dapat menyebabkan sel leukemia mieloid M1
berdiferensiasi menjadi makrofag. P 40 adalah suatu substansi yang diproduksi oleh sel T
CD4.
10.  Interleukin-10
  Fungsi utama IL-10 adalah menghambat produksi beberapa jenis sitokin (TNF, IL-1,
chemokine, dan IL-12), dan menghambat fungsi makrofag dan sel dendritik dalam memantu
aktifasi sel T sehingga bersifat imunosupresi.
11.  Interleukin-12
  Dikenal sebagai aktifator fungsi sitolitik sel NK yang diproduksi oleh makrofag tetapi
sekarang diketahui bahwa IL-12 merupakan penginduksi yang poten untuk produksi IFN γ
oleh sel T dan sel NK.
12.  Interleukin-15
  Diproduksi oleh berbagai jenis sel khususnya sel epitel dan monosit, fungsinya adalah
merangsang poliferasi sel T sitotoksik dan memudahkan pembentukannya, serta
meningkatkan aktifasi sel LAK.

13.  Tumor Necrosis Factor (TNF)


  Merupakan mediator utama pada respon inflamasi akut terhadap bakteri gram negatif dan
berperan dalam respon imun bawaan tehadap berbagai mikroorganisme penyebab infeksi
yang lain serta bertanggung jawab atas banyak komplikasi sistemik yang disebabkan infeksi
berat.