Anda di halaman 1dari 12

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

POLTEKKES KEMENKES MATARAM


STASE : KEPERAWATAN ANAK
FORMAT PENGKAJIAN

Nama mahasiswa : Zakaria Ansori Tanggal Praktek : 13 April 2020


NPM : P07120118094 Paraf :
Ruang : Keperawatan Anak (B3)
Tanggal Pengkajian : 13 April 2020

I. IDENTITAS DATA.
Nomer Rekam Medis : P0712011808097 Tanggal masuk RS: 13 April 2020
Nama Klien : An. “O”
Nama Panggilan : Omar
Tempat/tgl lahir : Dasan Sari/20 Februari 2017
Umur : 3 Tahun 2 bulan
Jenis Kelamin :L
Suku : Sasak
Bahasa yang dimengerti : Indonesia

Orang tua / wali : Ayah pasien


Nama Ayah/Ibu/Wali : Tn. “E”
Pekerjaan Ayah/Ibu/wali : Polisi
Pendidikan : S1 (sarjana)
Alamat ayah/ibu/wali : Jln. K. H. Mansyur Dasan Sari.

II. KELUHAN UTAMA


Keluarga pasien mengatakan pasien terlihat pucat
III. RIWAYAT KELUHAN SAAT INI
Keluarga pasien mengatakan pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan pucat dan
tidak ada nafsu makan sudah sejak 2 hari yang lalu, lalu masuk ke poli anak RSU mataram pada
tanggal 13 April 2020 dan dilakukan pengkajian dan didapatkan pasien Nampak begitu lemah,
konjungtiva anemis, mukosa bibir kering dan tampak pucat. Setelah dilakukan pengkajian pasien
lalu dimasukan ke ruang poli anak untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Di ruang anak pasien
mendapatkan terapi transfusi darah sudah yang kedua kali, sebelumnya pernah juga mendapat
transfuse 1 bulan yang lalu. Pasien juga dipasangkan infus dan mendapatkan terapi lanjutan.
IV. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU
a. Prenatal : Keluarga pasien mengatakan selama dalam masa prenatal, ibu sering cepet lelah

letih, pusing, pucat, dan juga janin tidak terlalu aktif dalam bergerak

b. Peri natal dan post natal :

STASE KEPERAWATAN ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM


Pada masa peri natal, setelah kira – kira 1 bulan kelahiran pasien, keluarga pasien
mengatakan pasien terlihat pucat dan juga tidak terlalu banyak meminum ASI seperi bayi –
bayi biasanya. Dan untuk awal – awal mula setelah kelahiran keluarga pasien mengatakan
tanda – tanda kelainan seperti pucat dan sedikit meminum ASI belum Nampak, malah sering
sekali untuk meminum ASI nya.

c. Penyakit yang pernah diderita :


Keluarga pasein mengatakan pasien di diagnose mengidap thalassemia sejak usia 2,5
tahun. Selain itu keluarga pasien mengatakan tidak ada penyakit lain yang pernah dialami
pasien

d. Hospitalisasi/tindakan operasi
Keluarga pasien mengatakan pasien tidak pernah menjalani oprasi sebelumnya.
e. Injury/kecelakaaan
Keluarga pasien mengatakan, pasien tidak pernah mengalami kecelakaan apapun
sebelumnya
f. Alergi
Keluarga pasien mengataka, pasien tidak mempunyai alergi baik pada makanan maupun
obat - oabatan
g. Imunisasi dan tes laboratorium
Keluarga pasien mengatakan pasien rutin dibawa untuk posyandu dan sudah
mendapatkan imunisasi yang lengkap.
Tes laboratorium menunjukan hasil : leukosit 15.000 sel/mm, Hemoglobin : 6,3 g/dl,
hematocrit : 28% dan trombosit : 280.000/mm3
h. Pengobatan
Karna belum ada obat untuk thalassemia, terapi yang diberikan hanyalah transfuse darah
dan obat ferriprox dosis 25mg/kgBB untuk membuang kadar besi (fe) dalam tubuh anak yang
berlebih karna dilakukan transfusi tadi

V. RIWAYAT PERTUMBUHAN
Keluarga pasien mengatakan riwayat pertumbuhan pasien sedikit berbeda dengan teman
sebayannya, pasien terlihat lebih lambat bergerak, lebih lemah, kurang aktif dan terlambat juga
dalam tumbuh dan berkembang.
VI. RIWAYAT SOSIAL
a. Yang mengasuh
keluarga pasien mengatakan kebetulan yang mengasuh pasien langsung adalah
keluarganya sendiri tidak menggunakan pengasuh, jadi untuk hubungan social tentu terjadi
secara positif antara keluarga sebagai pengasuh dengan pasien sebagai anak. Keluarga
menerima dan merawat anaknya dengan sepenuh hati.

STASE KEPERAWATAN ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM


b. Hubungan dengan anggota keluarga
Keluarga pasien mengatakan hubungan antara pasien dengan kakaknya dan keluarga
yang lain itu terjalin baik, sekalipun pasien tubuh dengan agak lambat dan lemah keluarga
yang lain selalu memberikan support dan selalu menjaga pasien dengan baik.
c. Hubungan dengan teman sebaya
Keluarga pasien mengatakan hubungan dengan teman sebaya juga terjalin baik, banyak
teman – teman sebayanya yang sering datang kerumah untuk bermain bersama.
d. Pembawaan secara umum
Keluarga pasien mengatakan sekalipun pasien sedikit lemah dan mudah lelah namun
pasien selalu ceria, sering bertingkah lucu selayaknya anak umur segitu yang lagi masa –
masa lucunya, dan anak juga termasuk aktif dalam bertanya.
VII. RIWAYAT KELUARGA
a. Sosial Ekonomi
Keluarga pasien mengatakan untuk ekonomi termasuk yang pas – pasan,
sederhana lah tidak kaya juga tidak terlalu miskin yang pastinya tercukupi untuk satu
keluarga.
b. Lingkungan rumah
Keluarga pasein mengatakan karna tinggal di rumah BTN, jadi lingkungannya tetap
terjada kebersehinya letak rumahnya juga rapi tidak yang terlalu berdempet, selokan
selalu bersih, timbunan sampah juga tidak terlihat disekitar lingkungan tempat tinggal
dan juga tetangganya baik – baik.
c. Penyakit keluarga
Keluarga pasien mengatakan untuk penyakit keluarga memang ada dari ayahnya yang
positif juga terkena thalassemia, karna itu keluarga juga sudah mampu memahami dan
mempersiapkan untuk merawat pasien.
d. Genogram
Keterangan:
= laki-laki
= perempuan
= garis perkawinan
= garis keturunan
= tinggal serumah

= penyakit sama
= meninggal dunia

VIII. PENGKAJIAN TINGKAT PERKEMBANGAN SAAT INI (gunakan format KPSP)


a. Personal social
Keluarga pasien mengatakan anak mampu mengenakan sepatunya secara mandiri
STASE KEPERAWATAN ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM
b.Adaptif Motorik halus
Keluarga pasien mengatakan anak sudah mulai mencoret – coret kertas tanpa
bantuan, mampu membuat garis lurus, dan juga anak mampu menyusun mainan kubus
balok
c. Bahasa
Keluarga pasien mengatakan anak sudah mampu menggunakan 2 kata secara
bersamaan saat berbicara, anak sudah mampu mengikuti perintah – perinta sederhana
tanpa bantuan dan juga sudah mampu mengenali nama – nama hewan apabila ditunjukan
gambarnya.
d.Motorik kasar
Keluarga pasien mengatakan karna anak sedikit lemah, anak cendrung tidak bisa
mengerjakan pekerjaan fisik yang sedikit berat seperti tidak mampu melempar bola
sejauh lebih 1 meter, belum bisa melompatkan kedua kaki secara bersamaan, dan juga
anak belum mampu menggunakan sepedah.
Inteprestasi
Untuk interprestasi, penilaian nilai YA itu hanya 7 dari 10 berarti massih belum sesuai,
atau bisa dibilang masih agak terlambat.
XI. PENGAKAJIAN POLA KESEHATAN KLIEN SAT INI
a. Pemeliharaan dan persepsi terhadap kesehatan
Keluarga pasien mengatakan karna sudah ada dari ayah yang terkena thalassemia
keluarga sudah mengerti cara merawat dan paham dengan thalassemia mulai dari
penanganan dan perawatannya.
b. Nutrisi
Keluarga pasien mengatakan untuk makanan anak diberikan makanan seperti
biasanya anak usia 3 tahun hanya saja mengurangi makanan yang banyak mengandung
zat besi seperti hati ayam, bayam dan sebagainya. Namun sudah 2 hari ini pasien tidak
ada nafsu makan, yang biasanya makan 3 kali sehari porsi habis berubah jadi 1 kali sehari
dan itu pun porsinya tidak habis
c. Cairan
Keluarga pasien mengatakan untuk cairan semenjak 2 hari yang lalu anak tidak
ada nafsu makan begitu juga dengan minum, sedikit sekali minumnya ya awalnya bisa
sampe 4 gelas atau 5 gelas sehari, sekarang hanya 2 gelas atau 3 gelas saja dan itu pun
perlu dipaksa dulu.
d. Aktivitas
Keluarga pasien mengatakan aktivitas pasien memang sengaja dibatasi semenjak
didiagnosa positif thalassemia
e. Tidur dan istirahat
Keluarga pasien mengatakan untuk tidur tidak ada masalah, selalu tidur 9 jam
sehari
STASE KEPERAWATAN ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM
f. Eliminasi
Keluarga pasien mengatakan karna pasien tidak ada nafsu makan dan juga
minum, jadi untuk pengeluaran juga sedikit, dalam 2 hari ini saja pasien BAB hanya
sekali dan itupun konsentrasinya sedikit, padat dan keras. Untuk BAK pasien selama 2
hari ini saja hanya 2 kali dan itupun tidak terlalu banyak volumenya, warnanya sama
seperti warna urin begitu juga baunya khas bau urin.
g. Pola hubungan
Keluarga pasien mengatakan untuk hubungan dengan keluarga, pasien tetap
positif selalu ada yang menemani, begitu juga keluarga yang datang berkunjung selalu
ada.
h. Koping atau temperamen dan disiplin yang diterapkan
Keluarga pasien mengatakan pasien tidak pernah meronta juga tidak pernah
menolak apapun tindakan yang akan dilakukan perawat maupun dokter. Unuk obat pasien
selalu mengkonsumsi dengan aturan yang diberikan dokter.
i. Kognitif dan persepsi
Keluarga pasien mengatakan, pasien termasuk sedikit cerdas karna mampu
memahami kondisi dia yang saat ini sedang sakit dan mampu menerima dirinya secara
penuh. Tidak jarang pasien juga bertanya kepada perawat yang datang mengecek kondisi
pasien.
j. Seksual dan menstruasi
-
k. Nilai
Keluarga pasien mengatakan untuk penilaian terhadap orang lain dan diri sendiri
pasien selalu memandang positif terbukti dari pasien yang mampu menerima dirinya
secara penuh dan tidak pernah menolak tindakan yang dilakukan kepadanya

X. PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan umum
 Tingkat kesadaran : Compos Mentis
 Nadi : 84 x/menit Suhu : 36,7oC RR : 25 x/menit TD : 110/70 mmHg
 Respon nyeri : Adaptif
 BB : 12 kg TB : 80 cm LLA : 12,5 cm LK : 46 cm

b. Kulit
Inspeksi : kulit terilihat pucat, tidak ada lesi ataupun bengkak
Palpasi : kulit teraba halus, lembab, tidak ada nyeri tekan
c. Kepala
Inspeksi : simetris kiri dan kanan, tidak ada lesi, warna pucat, rambut hitam,
mengkilap, tidak ada ketombe.
STASE KEPERAWATAN ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM
Palpasi : tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembengkakan, rambut teraba lembut
dan lembab, kulit kepala teraba bersih dan tidak ada nyeri tekan/bengkak
d. Mata
Inspeksi : simetris kiri dan kanan, konjuntiva anemis, sclera putih tidak keruh,
warna pupil hitam, tidak ada lesi, respon pupil +, lapang pandang +, visus
20/20, terihat mata sedikit lesu.
Palpasi : tidak ada nyeri tekan dan pembengkakan.
e. Telinga
Inspeksi : simetris kiri dan kanan, bersih, tidak ada lesi, tidak ada tonjolan, tidak
ada cairan dan juga tidak ada warna kemerahan dalam telinga, tidak ada
tuli telinga dan tuli konduksi
Palpasi : tidak ada nyeri tekan dan pembengkakan
f. Hidung
Inspeksi : simetris kiri dan kanan, tidak ada lesi, tidak ada tojolan, tidak ada warna
kemerahan dan juga idak ada akumulasi cairan lendir di rongga hidung.
Palpasi : tidak ada nyeri tekan dan tidak ada pembengkakan
g. Mulut
Inspeksi : simetris kiri dan kanan, mukosa bibir kering, warna pucat, gigi putih dan
tersusun rapi, lidah bersih, dan warna merah muda.
Palpasi : tidak ada nyeri tekan dan juga tidak ada pembengkakan
h. Leher
Inspeksi : simetris, tidak ada lesi, dan reaksi menelan +
Palpasi : tidak ada nyeri tekan dan tidak ada pembengkakan dari kelenjar –
kelenjar yang terdapat di leher.
i. Dada
Inspeksi : simetris kiri dan kanan, tidak ada lesi, respon inspirasi dan ekspirasi
simetris kiri dan kanan, tidak ada penggunaan otot bantu pernafasan, tidak
ada barrier chest dan juga tidak ada pigeon chest.
Palpasi : tidak ada nyeri tekan, pembengkakan, taktil fremitus simetris kiri dan
kanan
j. Payudara
Inspeksi : tidak ada lesi, simetris kiri dan kanan
Palpasi : tidak ada nyeri tekan dan pembengkakan
k. Paru-paru
Auskultasi : suara paru vesikuler, tidak ada suara ronchi, wheezing, dan gurgling
Perkusi : suara perkusi sonor, batas paru normal tidak ada pembessaran maupun
pembengkakan.
l. Jantung

STASE KEPERAWATAN ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM


Auskultasi : suara jantung normal s1 (lup) dan s2 (dup), tidak ada terdengar suara
tambahan, irama jantung normal.
Perkusi : suara perkusi jantung pekak, batas jantung jelas, tidak ada
pembengkakan ataupun kelainan posisi, dan batas jantung jelas.
m. Abdomen
Inspeksi : simetris kiri kanan, perut tidak buncit, tidak ada lesi
Palpasi : tidak ada nyeri tekan, teraba sedikit pembengkakan berisi cairan di atas
simpisis pubis
Auskultasi : suara bising usus terdengar sebanyak 3 x/menit, tidak ada suara bising
pembuluh darah
Perkusi : batas- batas organ jelas tidak ada pembesaran maupun kelainan posisi,
suara perkusi timpani, tidak ada penumpukan cairan.
n. Genetalia
Inspeksi :-
Palpasi :-
o. Anus dan rectum
Inspeksi :-
Palpasi :-
p. Musculoskeletal
Nilai kekuatan otot tangan 3 bisa melawan gravitasi, tapi bila diberikan tekanan akan
langsung jatuh.
Nilai kekuatan otot kaki 3 bisa melawan gravitasi, tapi bila diberikan tekanan akan
langsung jatuh.
Sendi masih berfungsi dengan normal semua.
q. Neurology
Semua saraf berfungsi secara normal, tidak ada gangguan.

XI. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK PENUNJANG


 Hasil laboratorium Nilai normal
Leukosit : 15.000 sel/mm 4.000 – 12.000 sel/mm
Hemoglobin : 6,3 g/dl 11,5 – 13,5 g/dl
Hematocrit : 28% 30 – 40 %
Trombosit : 280.000/mm3 150.000 – 450.000 sel/mm3
XII. INFORMASI LAIN (mencakup rangkuman kesehatan klien dari gizi, fisioterapis,
medis, dll)
Pasien An “O” didiagnosis menderita thalassemia, oleh karna itu ia diberikan makanan
oleh tenaga gizi makanan TKTP, tapi rendah zat besi

XIII. ANALISA DATA


STASE KEPERAWATAN ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM
I. Analisa Data
No Data Penunjang Masalah Diagnosis Keperawatan masalah
Kolaboratif
1. DS : keluarga pasien mengatakan Ketidak efektifan Ketidak efektifan perfusi
pasien pucat sejak 2 hari yang lalu perfusi jaringan jaringan perifer b.d penurunan
DO : perifer darah keorgan fital dan jaringan
1. Kadar Hb : 6,3 g/dl d.d pasien pucat, Hb : 6,3 g/dl,
2. Kadar hematocrit 28% hematocrit : 28%, pasien terlihat
3. Pasien terlihat lemah terbaring lemah, konjungtiva anemis, dan
di tempat tidur mukosa bibir kering.
4. Konjungtiva anemis
5. Mukosa bibir kering
2 DS : keluarga pasien mengatakan Intoleransi Intoleransi aktivitas b.d ketidak
pasien tidak nafsu makan sudah 2 aktivitas seimbangan antara suplai
hari yang lalu oksigen dengan kebutuhan
DO : oksigen tubuh d.d pasien tidak
1. Pasien terlihat lemah terbaring nafsu makan, pasien terlihat
di tempat tidur lemah, kekuatan otot
2. Kekuatan otot ekstremitas atas ekstremitas atas dan bawah 3
dan bawah 3
3 DS : - Resiko infeksi Resiko infeksi b.d ketidak
DO : adekuatan pertahanan tubuh
1. Kadar leukosit 15.000 sel/mm primer imunitas tidak adekuat
2. Kadar Hb 6,3 g/dl d.d penurunan Hb (kadar Hb :
3. Tangan terpasang infus 6,3 g/dl), dan peningkatan
leukosit (kadar leukosit ; 15.000
sel/mm), dan tangan terpasang
infus.
XIV. PRIORITAS MASALAH
1. Ketidak efektifan perfusi jaringan perifer
2. Intoleransi aktivitas
3. Resiko infeksi
XV. RENCANA KEPERAWATAN
Terlampir

XVI. DAFTAR PUSTAKA


1. Dochterman, Joanne McCloskey, dkk. 2004. Nursing Intervention Classification Fourth
Edition. Mosby
2. Editors, Moorhead, Sue, dkk. 2007. Nursing Outcomes Classification Fourth Edition.
Mosby

STASE KEPERAWATAN ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM


3. Herdman, T.H& Kamitsuru, S. 2014. NANDA International Nursing
Diagnose:Definition& Classification, 2015 – 2017. 10nd ed. Oxford: Wiley Blackwell

STASE KEPERAWATAN ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM


PROSES PERAWATAN
NAMA KLIEN : An “O” NAMA MAHASISWA : Zakaria Ansori
RUANG : Keperawatan anak RSU Mataram NPM : P07120118094
DIAGNOSA MEDIS : Thalasemia PARAF :
NO DIAGNOSA TUJUAN DAN KRITERIA HASIL INTERVENSI RASIONAL IMPLEMENTASI EVALUASI
KEPERAWATAN/MASA
LAH KOLABORATIF
1. Ketidak efektifan Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji pengisian kapiler, 1. Untuk mengetahui 1. Mengkaji pengisian S: Keluarga pasien
perfusi jaringan keperawatan selama 3 x 24 warna kulit/ membran keefektifan perfusi kapiler, warna kulit/ mengatakan pasien
perifer b.d jam diharapkan perfusi mukosa, dasar kuku jaringan perifer membran mukosa, dasar sudah tidak pucat lagi
penurunan darah jaringan kembali efektif. 2. Awasi tanda vital 2. Untuk mengetahui kuku O: 1. Hb : 7,5 g/dl
keorgan fital dan kriteria hasil : 3. Rendahkan ekstremitas perkembangan pasien. 2. Mengawasi tanda vital 2. Hematocrit : 30%
jaringan d.d 1. Klien menunjukkan untuk meningkatkan 3. Untuk memfasilitasi 3. Merendahkan ekstremitas 3. Konjungtiva anemis
pasien pucat, Hb : perfusi yang adekuat sirkulasi arteri dengan sirkulasi, sehingga untuk meningkatkan 4. Pasien sudah terlihat
6,3 g/dl, seperti: pengisian tepat darah mampu sirkulasi arteri dengan lebih semangat
hematocrit : 28%, kapiler baik, haluaran 4. Anjurkan pasien untuk mencapai bagian tubuh tepat 5. Mukosa bibir lembab
pasien terlihat urin adekuat, membrane meningkatkan intake perifer 4. Menganjurkan pasien dan merah muda.
lemah, mukosa merah muda, makanan yang adekuat 4. Untuk membantu untuk meningkatkan A: masalah teratasi
konjungtiva akral hangat 5. Kolaborasi pemberian mensuplai intake makanan yang sebagian.
anemis. 2. Hb normal 12 – 16 gr% transfuse darah sesuai pembentukan sel darah adekuat P: intervensi dilanjukan
3. TTV dalam batas instruksi dokter merah 5. Berkolaborasi pemberian untuk transfuse darah
normal 5. Untuk mengembalikan transfuse darah sesuai lagi
kadar Hb darah instruksi dokter
PROSES PERAWATAN
STASE KEPERAWATAN ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM
NAMA KLIEN : An “O” NAMA MAHASISWA : Zakaria Ansori
RUANG : Keperawatan anak RSU Mataram NPM : P07120118094
DIAGNOSA MEDIS : Thalasemia PARAF :
NO DIAGNOSA TUJUAN DAN KRITERIA HASIL INTERVENSI RASIONAL IMPLEMENTASI EVALUASI
KEPERAWATAN/MASA
LAH KOLABORATIF
2. Intoleransi Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji adanya faktor yang 1. Untuk mengetahui apa 1. Mengkaji adanya faktor S: Keluarga pasien
aktivitas b.d keperawatan selama 3 x 24 menyebabkan kelelahan yang membuat pasien yang menyebabkan mengatakan pasien
ketidak jam diharapkan perfusi 2. Monitor nutrisi dan merasa kelelahan kelelahan mulai mau makan lagi
seimbangan jaringan kembali efektif. sumber energi 2. Untuk mengetahu nutrisi 2. Memonitor nutrisi dan O: 1. Pasien terlihat
antara suplai kriteria hasil : 3. Monitor respon yang dibutuhkan pasien sumber energi lebih segar dan kuat
oksigen dengan 1. Mampu melakukan kardiovaskuler terhadap 3. Untuk mengetahui kerja 3. Memonitor respon 2. Kekuatan otot
kebutuhan aktifitas sehari-hari aktifitas jantung sebelum dan kardiovaskuler terhadap ekstremitas atas dan
oksigen tubuh d.d (ADLs) secara 4. Anjurkan pasien makan sesudah beraktifitas aktifitas bawah 4
pasien tidak nafsu mandiri. sedikit, tapi sering 4. Untuk membantu 4. Menganjurkan pasien A: masalah teratasi
makan, pasien 2. Kekuatan otot 5. Bantu pasien memilih meningkatkan intake makan sedikit, tapi sering sebagian
terlihat lemah, ekstremitas kembali aktifitas konsisten yang sehingga membantu 5. Membantu pasien P:intervensi dilanjutkan
kekuatan otot dalam rentang normal sesuai dengan meningkatkan memilih aktifitas dengan memonitor
ekstremitas atas (5) kemampuan fisik, metabolism konsisten yang sesuai nutrisi dan membantu
dan bawah 3 psikologi dan sosial 5. Untuk memberikan dengan kemampuan fisik, melatih melakukan
kenyamanan, dan psikologi dan sosial aktifitas sehari – hari.
melatih pasien bergerak.
PROSES PERAWATAN
NAMA KLIEN : An “O” NAMA MAHASISWA : Zakaria Ansori
STASE KEPERAWATAN ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM
RUANG : Keperawatan anak RSU Mataram NPM : P07120118094
DIAGNOSA MEDIS : Thalasemia PARAF :
NO DIAGNOSA TUJUAN DAN KRITERIA HASIL INTERVENSI RASIONAL IMPLEMENTASI EVALUASI
KEPERAWATAN/MASA
LAH KOLABORATIF
3. Resiko infeksi b.d Setelah dilakukan 1. Ganti letak IV line 1. Untuk mencegah infeksi 1. Mengganti letak IV line S: -
ketidak adekuatan tindakan keperawatan sesuai petunjuk seperti phlebitis sesuai petunjuk
pertahanan tubuh selama 3 x 24 jam 2. Cuci tangan sebelum 2. Untuk mencegah terjadinya 2. Mencuci tangan sebelum O: 1. Kadar Hb : 7,5 g/dl
primer imunitas diharapkan perfusi dan sesudah infeksi nosocomial dan sesudah tindakan 2. Kadar leukosit :
tidak adekuat d.d jaringan kembali efektif. tindakan 3. Untuk membantu keperawatan 11.000 sel/mm
penurunan Hb kriteria hasil : keperawatan meningkatkan daya tahan 3. Meningkatkan intake A: masalah teratasi
(kadar Hb : 6,3 1. Pasien bebas dari 3. Tingkatkan intake tubuh nutrisi sebagian
g/dl), dan tanda dan gejala nutrisi 4. Untuk mencegah dan segera 4. Memonitor tanda infeksi P: intervensi dilanjutkan
peningkatan infeksi 4. Monitor tanda mengatasi apabila ditemukan sistemik dan lokal yaitu transfuse darah.
leukosit (kadar 2. Jumlah leukosit dalam infeksi sistemik dan tanda infeksi 5. Memonitor nilai leukosit
leukosit : 15.000 batas normal lokal 5. Untuk mengetahui kadar 6. Mengajarkan cara
sel/mm) 3. Menunjukkan 5. Monitor nilai leukosit dalam darah menghindari infeksi
perilaku hidup sehat leukosit 6. Agar pasien mampu secara
6. Ajarkan cara mandiri menghindari infeksi
menghindari infeksi

STASE KEPERAWATAN ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM