Anda di halaman 1dari 8

Nama : Nurfajar Rahayu

Nim : 50200118016

Kelas : BPI A

Mata kuliah : Psikologi Klinis

Prinsip penyuluhan terhadap aspek tingkah laku

Penyuluhan adalah turunan dari kata exstension yang dipakai secara luas dan umum
dalam bahasa Indonesia penyuluhan berasal dari kata dasar suluh yang berarti pemberi terang
ditengah kegelapan.Dalam bahasa Belanda penyuluhan disebut Voorlichting yang berarti
memberi penerangan untuk menolong seseorang menemukan jalannya, dalam bahasa Inggris dan
jerman mengistilahkan penyuluhan sebagai pemberian saran atau Beratung yang berarti
seseorang dapat memberikan petunjuk bagi seseorang tetapi seseorang tersebut yang berhak
untuk menentukan pilihannya.

Prinsip-Prinsip Bimbingan Dan Konseling

Prinsip bimbingan dan konseling menguraikan tentang pokok – pokok dasar pemikiran
yang dijadikan pedoman program pelaksanaan atau aturan main yang harus di ikuti dalam
pelaksanaan program pelayanan bimbingan dan dapat juga dijadikan sebagai seperangkat
landasan praktis atau aturan main yang harus diikuti dalam pelaksanaan program pelayanan
bimbingan dan konseling di sekolah.

Prayitno mengatakan bahwa prinsip merupakan hasil kajian teoritik dan telaah lapangan
yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan. Jadi dari pendapat
diatas dapat disimpulkan bahwa prinsip–prinsip bimbingan dan konseling merupakan pemaduan
hasil–hasil teori dan praktik yang dirumuskan dan dijadikan pedoman sekaligus dasar bagi
penyelenggaraan pelayanan.

Dalam memberikan layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah ada beberapa prinsip yang
harus diperhatikan. Prinsip-prinsip tersebut dikelompokan menjadi :

1. Prinsip Umum
a. Sikap dan tingkah laku seseorang merupakan refleksi dari kepribadian seseorang,
b. Layanan Bimbingan dan Konseling yang berhasil diawali dengan telaah kebutuhan dan
kesulitan individu,
c. Bimbingan dan Konseling adalah bantuan yang pada akhirnya klien dapat memecahkan
masalahnya sendiri dengan kemampuannya sendiri,
d. Dalam proses Bimbingan dan Konseling, klien harus aktif, dinamis, banyak ide,
sehingga proses Bimbingan dan Konseling berpusat pada klien,
e. Apabila permasalahan individu tidak dapat ditangani oleh petugas Bimbingan dan
Konseling, maka diperlukan reveral,
f. Program Bimbingan dan Konseling tidak boleh bertentangan dengan program
pendidikan,
g. Petugas Bimbingan dan Konseling hendaknya memiliki kemampuan professional
sebagai konselor,
h. Dalam program Bimbingan dan Konseling hendaknya dilakukan evaluasi secara
terprogram untuk mengetahui keberhasilannya. Rumusan prinsip-prinsip bimbingan dan
konseling pada umunya juga berkenaan dengan sasaran pelayanan, masalah klien, tujuan
dan proses penangan masalah, program pelayanan, penyelanggaran pelayanan tingkah.

PengertianTingkahLaku

Secara biologis, tingkah laku adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme yang
bersangkutan, yang dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan secara
operasional, tingkah laku dapat diartikan sebagai suatu respons organisme atau seseorang
terhadap rangsangan dari luar subjek tersebut. Sedangkan menurut ensiklopedia Amerika,
tingkah laku adalah suatu reaksi aksi organisme terhadap lingkungan. Tingkah laku timbul
apabila ada sesuatu yang dapat menimbulkan reaksi, yakni rangsangan.

Menurut Ribert Kwick (1974), tingkah laku adalah tindakan atau perilaku suatu organisme
yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari. Secara umum, perilaku manusia, pada
hakikatnya adalah proses interaksi individu dengan lingkungan sebagai manifestasi hayati bahwa
dia adalah makhluk hidup. Menurut Drs. Sunaryo M.Kes., tingkah laku adalah aktivitas yang
timbul karena adanya stimulus dan respons serta dapat diamati secara langsung maupun tidak
langsung. Tingkah laku itu mempunyai beberapa dimensi:
1. Fisik : Ini dapat diamati, digambarkan dan dicatat baik frekuensi, durasi dan
intensitasnya.
2. Ruang : Ini adalah suatu perilaku yang mempunyai dampak kepada lingkungan (fisik
maupun sosial), dimana perilaku itu terjadi.
3. Waktu : Ini adalah suatu perilaku yang mempunyai kaitan dengan masa lampau
maupun masa yang akan datang.

Hakikat Tingkah Laku

Konseling behavioral berpandangan, bahwa tingkah laku manusia pada dasarnya:

1. Tingkah laku manusia diperoleh melalui belajar dan kepribadian adalah hasil proses
belajar. Belajar merupakan suatu perubahan perilaku yang relative permanen sebagai
hasil dari latihan atau pengalaman.
2. Tingkah laku manusia tersusun dari respons-respons kognitif, motorik dan emosional
terhadap stimulus yang datang baik dari internal maupun eksternal.
3. Tingkah laku manusia dipengaruhi oleh variabel-variabel kompetensi, strategi dan
susunan pribadi, harapan-harapan, nilai stimulus, sistem dan rencana pengaturan diri.

Langkah-Langkah Penyuluhan Terhadap Tingkah Laku :

1. Assesment, yaitu langkah awal yang bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika


perkembangan klien (untuk mengungkapkan kesuksesan dan kegagalannya, kekuatan dan
kelemahannya, pola hubungan interpersonal, tingkah laku penyesuaian, dan area
masalahnya) Konselor mendorong klien untuk mengemukakan keadaan yang benar-benar
dialaminya pada waktu itu. Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau
teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah.
2. Goal setting, yaitu langkah untuk merumuskan tujuan konseling. Berdasarkan informasi
yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan klien menyusun dan merumuskan
tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. Perumusan tujuan konseling dilakukan
dengan tahapan sebagai berikut:
a. Konselor dan klien mendifinisikan masalah yang dihadapi klien.
b. Klien mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling.
c. Konselor dan klien mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan klien, misalnya,
apakah merupakan tujuan yang benar-benar dimiliki dan diinginkan klien, apakah
tujuan itu realistik, kemungkinan manfaatnya, dan kemungkinan kerugiannya serta
konselor dan klien membuat keputusan apakah melanjutkan konseling dengan
menetapkan teknik yang akan dilaksanakan, mempertimbangkan kembali tujuan
yang akan dicapai, atau melakukan referal.
3. Technique implementation, yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang
digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling.
4. Evaluation termination, yaitu melakukan kegiatan penilaian apakah kegiatan konseling
yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling.
5. Feedback, yaitu memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan
meningkatkan proses konseling.

Teknik konseling behavioral didasarkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari
(yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang, dengan demikian respon-
respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk.

Prinsip Penyuluhan Terhadap Tingkah Laku

Prinsip yang berasal dari asal kata ” PRINSIPRA” yang artinya permulaan dengan suatu
cara tertentu melahirkan hal–hal lain, yang keberadaanya tergantung dari pemula itu, prisip ini
merupakan hasil perpaduan antara kajian teoritik dan teori lapangan yang terarah yang digunakan
sebagai pedoman dalam pelaksanaan yang dimaksudkan (Halaen,2002,: 63 ). Prinsip adalah
suatu pernyataan tentang kebijaksanaan yang dijadikan pedoman dalam pengambilan keputusan
dan melaksanakan kegiatan secara konsisten (Mathews, 1995). Prinsip berlaku umum, dapat
diterima secara umum, dan telah diyakini kebenarannya dari berbagai pengamatan dalam kondisi
yang beragam. Prinsip dapat dijadikan sebagai landasan pokok yang benar bagi pelaksanaan
kegiatan.

Prinsip Bimbingan dan Konseling menguraikan tentang pokok – pokok dasar pemikiran
yang dijadikan pedoman program pelaksanaan atau aturan main yang harus di ikuti dalam
pelaksanaan program pelayanan bimbingan dan dapat juga dijadikan sebagai seperangkat
landasan praktis atau aturan main yang harus diikuti dalam pelaksanaan program pelayanan
bimbingan dan konseling di sekolah. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

1) Mengerjakan, artinya kegiatan penyuluhan harus sebanyak mungkin melibatkan


masyarakat untuk mengerjakan/menerapkan sesuatu. Dengan mengerjakan, mereka
akan mengalami proses belajar (menggunakan pikiran, perasaan, dan keterampilannya)
yang akan terus diingat untuk jangka waktu yang lebih lama.
2) Akibat, artinya kegiatan penyuluhan harus memberikan akibat atau pengaruh yang baik
atau bermanfaat. Sebab perasaan senang/puas atau tidak senang/kecewa akan
mempengaruhi semangatnya untuk mengikuti kegiatan belajar di masa mendatang.
3) Asosiasi, artinya setiap kegiatan penyuluhan harus dikaitkan dengan kegiatan lain.
Setiap orang cenderung mengaitkan/menghubungkan nya dengan kegiatan/ peristiwa
lain. Misalnya melihat cangkul orang  ingat tentang persiapan lahan yang baik. Melihat
tanaman yang kerdil/subur akan mengingatkannya kepada usaha-usaha pemupukan.
Sedangkan prinsip penyuluhan menurut Dahama dan Bhatnagar mencakup:
1. Minat dan kebutuhan; Penyuluhan akan efektif jika selalu mengacu kepada minat dan
kebutuhan masyarakat. Harus dikaji, apa yang benar-benar menjadi minat dan
kebutuhan setiap individu maupun segenap warga masyarakatnya, sesuai dengan
sumberdaya, serta minat dan kebutuhan yang perlu mendapat prioritas dipenuhi terlebih
dahulu.
2. Keragaman budaya masyarakat; Penyuluhan akan efektif jika mampu
melibatkan/menyentuh organisasi masyarakat bawah, sejak dari keluarga/kekerabatan.
3. Keragaan budaya; Penyuluhan harus memperhatikan keragaman budaya. Perencanaan
penyuluhan harus selalu disesuaikan dengan budaya lokal. Perencanaan penyuluhan
yang seragam untuk seluruh wilayah akan menemui hambatan pada keragaman budaya.
4. Perubahan budaya; Setiap kegiatan penyuluhan akan mengakibatkan perubahan budaya.
Kegiatan penyuluhan harus dilaksanakan dengan bijak dan hati-hati agar perubahan
yang terjadi tidak menimbulkan kejutan-kejutan. Penyuluh perlu memperhatikan nilai-
nilai budaya lokal seperti tabu, kebiasaan-kebiasaan, dll.
5. Kerjasama dan partisipasi; Penyuluhan akan efektif jika mampu menggerakkan
partisipasi masyarakat untuk selalu bekerja sama dalam melaksanakan program
penyuluhan yang dirancang.
6. Demokrasi dalam penerapan ilmu; Penyuluh harus memberi kesempatan pada
masyarakat untuk menawar setiap ilmu alternatif yang ingin diterapkan, penggunaan
metode penyuluhan, dan pengambilan keputusan yang akan dilakukan masyarakat
sasarannya.
7. Belajar sambil bekerja; Penyuluhan harus diupayakan agar masyarakat dapat belajar
sambil bekerja atau belajar dari pengalaman yang ia kerjakan. Penyuluhan
menyampaikan informasi atau konsep-konsep teoritis dan memberi kesempatan pada
sasaran untuk mencoba memperoleh pengalaman melalui pelaksanaan kegiatan secara
nyata.
8. Penggunaan metode yang sesuai; Penyuluhan harus dilakukan dengan penerapan
metode yang selalu disesuaikan dengan kondisi (lingkungan fisik, kemampuan
ekonomi, dan nilai sosial budaya) sasarannya. Suatu metode tidak efektif dan efisien
diterapkan untuk semua kondisi sasaran.
9. Kepemimpinan; Penyuluhan harus mampu menumbuhkan dan mengembangkan
kepemimpinan lokal atau memanfaatkan pemimpin lokal yang telah ada untuk
membantu kegiatannya.
10. Spesialis yang terlatih; Penyuluh harus benar-benar orang yang telah memperoleh
latihan khusus tentang sesuatu yang sesuai dengan fungsinya sebagai penyuluh.
Penyuluh yang disiapkan untuk menangani kegiatan khusus akan lebih efektif
dibanding  yang disiapkan untuk melakukan beragam kegiatan (meski masih terkait
dengan pertanian).
11. Segenap keluarga; Penyuluhan harus memperhatikan keluarga sebagai satu kesatuan
dari unit sosial. Dalam hal ini terkandung pengertian-pengertian: (1) Penyuluhan harus
dapat mempengaruhi segenap anggota keluarga, (2) Setiap anggota keluarga memiliki
peran/pengaruh dalam pengambilan keputusan, (3) Penyuluhan harus mampu
mengembangkan pemahaman bersama. (4) Penyuluhan mengajarkan pengelolaan
keuangan keluarga, (5) Penyuluhan mendorong keseimbangan antara kebutuhan
keluaga  dan kebutuhan usaha tani, (6) Penyuluh harus mampu mendidik anggota
keluarga yang masih muda, (7) Penyuluh harus mengembangkan kegiatan-kegiatan
keluarga, (8) Memperkokoh kesatuan keluarga, baik masalah sosial, ekonomi, maupun
budaya, dan (9) Mengembangkan pelayanan keluarga terhadap masyarakatnya.
12. Kepuasan; Penyuluhan harus mampu mewujudkan tercapainya kepuasan. Kepuasan
akan sangat menentukan keikutsertaan sasaran pada program-program penyuluhan
selanjutnya.
13. Dalam memberikan layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah ada beberapa prinsip
yang harus diperhatikan.

Membuat 2 soal pilihan ganda dari materi prinsip penyuluhan terhadap aspek tingkah
laku.

1. Penyuluhan disebut Voorlichting yang berarti memberi penerangan untuk menolong


seseorang menemukan jalannya, dari pernyataan tersebut temasuk pengertian penyuluhan
dalam bahasa…..
a. Belanda
b. Inggris
c. Yunani
d. Latin
e. Jerman

i. Goal setting
ii. Feedback
iii. Evaluation termination
iv. Assessment
v. Technique implementation
2. Dari beberapa pernyataan diatas , urutan langkah-langkah penyuluhan terhadap tingkah laku yang
benar adalah?
a. i,iii,ii,v, dan iv
b. ii,i ,iii,iv, dan v
c. iii,ii,iv,v dan i
d. iv,i,v,iii, dan ii
e. iv,v,i,ii, dan iii