Anda di halaman 1dari 6

1.

Perbedaan reaksi anabolisme dengan katabolisme

 Reaksi Anabolisme mengubah senyawa sederhana menjadi senyawa organik yang lebih
kompleks. Contohnya adalah reaksi fotosintesis.
 Reaksi Katabolisme adalah sebaliknya, mengubah senyawa organik kompleks menjadi
senyawa yang lebih sederhana. Contohnya adalah reaksi fermentasi.
 Katabolisme akan menghasilkan energi, Anabolisme akan melepaskan/memerlukan
energi.
 Anabolisme lebih fungsional selama tidur atau beristirahat, Sedangkan Katabolisme
secara fungsional pada tingkat yang lebih tinggi selama kegiatan, yang membutuhkan
energi untuk kontraksi otot.
 Proses katabolik cenderung ke arah sampai menggunakan makanan yang disimpan untuk
menghasilkan energi, sedangkan proses anabolik mungkin untuk
perbaikan, membentuk dan memberikan jaringan dan organ.
 Katabolisme : reaksinya menimbulkan panas (eksoterm ) ; Anabolisme: reaksinya
menimbulkan panas (endoterm)

2. Lemak tak jenuh tunggal lebih mudah dicerna oleh tubuh Anda daripada lemak tak
jenuh ganda. Lemak jenis ini terbukti dapat mengecilkan perut lebih baik daripada diet
karbohidrat ketat. Sama seperti lemak tak jenuh ganda, dikarenakan Asam lemak tak
jenuh mempunyai ikatan rangkap. asam lemak ini disebut juga asam lemak esensial,
artinya asam lemak yang tidak dapat disintesissendiri. #umber asam lemak ini berasal
dari tumbuhan. biasanya ditemukan dalam bentuk cair misalnya asam linoleat, asam
oleat, dan asam arakhidonat. senyawa-senyawa ini dibutuhkantubuh kita dan
berperan dalam berbagai fungsi fisiologis

3. Insulin dan glukagon adalah hormon yang membantu tubuh dalam mengatur kadar gula
darah (glukosa). Kedua hormon ini berfungsi dalam mengatasi masalah kadar glukosa
yang tinggi (hiperglikemia) dan kadar glukosa yang rendah (hipoglikemia). Cara kerja
dan fungsi hormon insulin dan glukagon bagaikan yin- yang dalam mengatur kadar
glukosa darah. Hormon ini bekerja bersama untuk menyeimbangkan gula darah Anda,
menjaganya agar tetap berada pada tingkat yang dibutuhkan oleh tubuh.Ketika Anda
makan, pankreas Anda mengeluarkan insulin untuk membantu menurunkan gula darah.
Di antara waktu makan tersebut, pankreas juga mengeluarkan glukagon untuk menjaga
kadar gula darah agar seimbang. Bila Anda menderita diabetes atau pradiabetes, tubuh
Anda tidak bisa menggunakan insulin, tidak memproduksi cukup insulin,atau tidak
memproduksi sama sekali. Sebagai gantinya, jumlah glukagon yang tidak sesuai
dikeluarkan dari tubuh. Ketika sistem kehilangan keseimbangan, kondisi ini bisa
mengarah pada kadar glukosa darah yang berbahaya.

insulin adalah hormon utama yang diproduksi oleh sel dalam pankreas Anda. Fungsi hormon
insulin adalah bekerja dengan memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel sebagai energi
atau penyimpanan energi untuk nanti.

Selama proses pencernaan, makanan yang mengandung karbohidrat dicerna dan diubah
menjadi glukosa. Hal ini menyebabkan peningkatan glukosa dalam darah. Peningkatan gula
ini tanda bagi pankreas untuk mengeluarkan insulin, agar gula darah cepat dibawa ke dalam
sel-sel dan tidak menumpuk di aliran darah. 

Ketika insulin diproduksi, hormon glukagon ditekan. Insulin merangsang sel di seluruh tubuh
Anda untuk mengambil glukosa dari aliran darah Anda. Sel-sel tersebut kemudian
mengubahnya glukosa sebagai energi.

Untuk membantu menjadikannya sumber tenaga di antara waktu makan, glukosa lebih akan
disimpan dalam sel hati dan otot sebagai glikogen. Saat glukosa diubah menjadi energi atau
disimpan di hati dan otot, tingkatnya dalam darah Anda berkurang.

Apa fungsi hormon glukagon?

Kebalikan dari fungsi hormon insulin, glukagon adalah hormon protein yang diproduksi
dalam pankreas. Glukagon merupakan penyeimbang insulin.

Kurang lebih empat sampai enam jam setelah Anda makan, tingkat glukosa dalam darah
berkurang. Hal ini memicu produksi glukagon dalam pankreas. Ketika pankreas
mengeluarkan glukagon, insulin akan ditekan.

Fungsi hormon glukagon adalah memberi tanda pada hati dan otot untuk memecah glikogen
menjadi glukosa dan mengeluarkannya kembali ke dalam aliran darah. Hal ini menjaga kadar
gula darah Anda agar tidak turun terlalu rendah.
6. Proses penumpukan atherom pada lapisan endotel pembuluh darah. Akibatnya
pembuluh darah menebal, mengeras dan menyempit.

o Aterosklerosis pada tangan dan kaki; menimbulkan nyeri saat berjalan


(klaudikasio).
o Aterosklerosis pada ginjal; menyebabkan gagal ginjal dan tekanan darah tinggi.
 Aterosklerosis pada jantung; menyebabkan nyeri dada (angina).
 Aerosklerosis pada otak; mengakibatkan tangan dan kaki lemah atau kaku, kesulitan
bicara, otot wajah melemah, atau kehilangan penglihatan sementara pada salah satu mata.
Gejala dapat bertambah berat dan menyebabkan terjadinya stroke.
Penyebab pasti aterosklerosis belum diketahui, namun penyakit ini dimulai saat terjadi kerusakan
atau cedera pada lapisan dalam arteri (endothelium). Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh:

 Kadar kolesterol, trigliserida, serta tekanan darah yang tinggi. Oleh karena itu,
aterosklerosis bisa disebut sebagai salah satu akibat dari bahaya kolesterol.
 Diabetes atau resisten terhadap insulin.
 Penyakit yang menyebabkan peradangan, seperti artritis, infeksi, atau lupus.
 Kebiasaan merokok.
 Obesitas.

7. Metabolisme Umum Vitamin


Vitamin yang larut lemak atau minyak, jika berlebihan tidak dikeluarkan oleh, tubuh, melainkan
akan disimpan. Sebaliknya, vitamin yang larut dalam air, yaitu vitamin B kompleks dan C, tidak
disimpan, melainkan akan dikeluarkan oleh sistem pembuangan tubuh. Akibatnya, selalu
dibutuhkan asupan vitamin tersebut setiap hari. Vitamin yang alami bisa didapat dari sayur, buah
dan produk hewani. Seringkali vitamin yang terkandung dalam makanan atau minuman tidak
berada dalam keadaan bebas, melainkan terikat, baik secara fisik maupun kimia. Proses
pencernaan makanan, baik di dalam lambung maupun usus halus akan membantu melepaskan
vitamin dari makanan agar bisa diserap oleh usus. Vitamin larut lemak diserap di dalam usus
bersama dengan lemak atau minyak yang dikonsumsi.
            Vitamin diserap oleh usus dengan proses dan mekanisme yang berbeda. Terdapat
perbedaan prinsip proses penyerapan antara vitamin larut lemak dengan vitamin larut air.
Vitamin larut lemak akan diserap secara difusi pasif dan kemudian di dalam dinding usus
digabungkan dengan kilomikron (lipoprotein) yang kemudian diserap sistem limfatik, baru
kemudian bergabung dengan saluran darah untuk ditransportasikan ke hati. Sedangkan vitamin
larut air langsung diserap melalui saluran darah dan ditransportasikan ke hati. Proses dan
mekanisme penyerapan vitamin dalam usus halus diperlihatkan pada Tabel 1.
Tabel 1. Proses dan Mekanisme Penyerapan Vitamin dalam Usus Halus
Jenis Vitamin Mekanisme Penyerapan
Vitamin A, D, E, K dan Dari micelle, secara difusi pasif, digabungkan
beta-karoten dengan kilomikron, diserap melalui saluran
limfatik.
Vitamin C Difusi pasif (lambat) atau menggunakan
Na+ (cepat)
Vitamin B1 (Tiamin) Difusi pasif (apabila jumlahnya dalam lumen
usus sedikit), dengan bantuan Na+ (bila
jumlahnya dalam lumen usus banyak).
Vitamin B2 (Riboflavin) Difusi pasif
Niasin Difusi pasif (menggunakan Na+)
Vitamin B6 (Piridoksin) Difusi pasif
Folasin (Asam Folat) Menggunakan Na+
Vitamin B12 Menggunakan bantuan faktor intrinsik (IF) dari
lambung.
   Sumber : Muchtadi, 2009

9. perbedaan Lipolisis dan Lipogenesis


Lipolisis adalah proses dimana lemak dipecah dalam tubuh kita melalui enzim dan air, atau
hidrolisis Lipolisis terjadi di tempat jaringan adiposa kits, yang merupakan jaringan lemak yang
melindungi dan melapisi tubuh dan organ kita.lalui enzim dan air, atau hidrolisis. 
Lipase ini akan terjadi untuk secara berurutan menghidrolisa trigliserida ke dalam komponen
gliserol dan asam lemak mereka sampai kita mendapat gliserol tunggal, dan ini terjadi dengan
tiga reaksi enzim. Penguraian lemak disebut oksidasi beta, atau oksidasi “asam lemak” karena
trigliserida teroksidasi menjadi bagian fungsionalnya yang paling dasar.
10. Enzim Adalah sekelompok protein yang berfungsi sebagai katalisator untuk berbagai
reaksikimia dalam sistim biologic. Hampir semua reaksi kimia dalam sistim biologis dikatalis
oleh enzim.Sisnteis enzim terjadi di dalam sel dan sebagian nesar enzim dapat diekstraksi dari
sel tanpamerusak fungsinya. Enzim biasa juga disebut sebagai suatu protein yang mempunyai
struktur tiga dimensi yangmampu mengkatalisis reaksi-reaksi biologis. Semua enzim pada
hakekatnya adalah protein. Beberapa diantaranya mempunyai strukturagak sederhana, sedangkan
sebagian besar lainnya memiliki struktur rumit. Oleh karena enzimadalah protein, maka interaksi
antara enzim dengan molekul lain, sama halnya dengan proteinditentukan oleh asam amino-asam
amino yang ada dalam permukaan yang berhubungan denganmedium. Sifat-sifat permukaan
enzim dipengaruhi oleh larutan disekitarnya. Gugus-gugusfungional enzim menggambarkan sifat
asam-basa dan kelarutannya

11. Perbedaan utama antara Glikolisis dan Glikogenolisis: Glikolisis adalah proses memecah
molekul glukosa menjadi piruvat, ATP dan NADH sementara Glikogenolisis adalah proses
memecah glikogen menjadi glukosa.
Glikolisis adalah tahap awal produksi energi atau respirasi. Karena itu, ketika glukosa berlebih,
glukosa diubah menjadi glikogen dan disimpan di jaringan otot dan hati. Di sisi lain,
glikogenolisis adalah proses pemecahan glikogen kembali menjadi glukosa selama energi rendah
dan kadar glukosa rendah.
Glukoneogenesis mensintesis molekul glukosa baru sementara glikolisis memecah glukosa
menjadi piruvat, ATP dan NADH.  glikolisis terjadi di sitoplasma sel sedangkan tempat
terjadinya glikogenolisis di sel otot dan jaringan hati