Anda di halaman 1dari 12

Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 60

BAB IV

PROSES GO PUBLIK

4.1. MAKNA GO PUBLIK

Pasar Modal merupakan wadah dan mekanisme yang dibuat untuk mempertemukan
antara pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang kelebihan dana. Keberadaan Pasar
Modal memberikan ruang dan peluang mobilisasi modal dalam suatu Negara.

Pasar Modal bersama-sama dengan sector perbankan menjadi satu system keuangan
nasional yaitu berperan aktif menjamin siklus keuangan antara lembaga keuangan dengan
industry sector riil berjalan secara sinergis. Manfaat keberadaan Pasar Modal tidak hanya
dirasakan oleh pihak swasta (perusahaan/emiten), tapi juga oleh pemerintah yang telah
beberapa kali berhasil menawarkan Surat Utang Negara (Obligasi Negara) guna mendukung
Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN).

Kendatipun Pasar Modal dapat dijadikan wadah oleh perusahaan untuk mencari sumber
dana jangka panjang dengan cost of capital, namun tidak semua perusahaan dapat
memanfaatkan Bursa Efek sebagai sumber pendanaan. Perusahaan yang bermaksud mencari
dana lewat Pasar Modal harus terlebih dahulu terdaftar di Bursa Efek lewat go public
(penawaran umum).

Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering) atau disebut juga sebagai go public
dapat definisikan sebagai kegiatan untuk pertama kalinya suatu surat berharga (saham atau
obligasi) perusahaan ditawarkan/dijual kepada public/masyarakat (Robert, Ang, 1997).

Jay R. Ritter dalam tulisannya Initial Public Offering (1998) dinyatakan bahwa “An initial
public offering (IPO) occurs when a security is sold to the general public for the first time, with
the expectation that a liquid market will developed Althoughan IPO can beof any debt or equity
security.

Definisi tersebut mengandung makna bahwa penawaran umum perdana (IPO) adalah
Cara atau proses untuk pertama kali satu sekuritas dijual kepada public, yang mana, diharapkan
pasar menjadi liquid. Sekuritas yang diperdagangkan (dijual) lewat go public (IPO) dapat berupa
sekuritas ekuitas maupun sekuritas hutang.

Dalam undang-undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal tidak terdapat definisi
dan penjelasan khusus mengenai istilah go public. Adapun yang dijelaskan adalah mengenai
Penawaran Umum efek dan mekanismenya, dimana saham dan obligasi termasuk dalam
kategori efek. Perusahaan yang akan melakukan Penawaran Umum Perdana (initial public
offering) harus mengajukan Pernyataan Pendaftaran kepada Bapepam-LK (sekarang OJK) untuk
memperoleh pernyataan efektif (Robert, Ang, 1997).

Beberapa definisi lain mengenai istilah go public didapat dari sumber lainnya, seperti
dari www.financial-dictionary.com yang menjelaskan bahwa go public adalah “The process by
Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 61

which a privately held company sells a portion of its ownership to the general public through a
stock offering”.

Selain itu, dari www.bitpipe.com didapatkan informasi bahwa “In the United States, an
IPO (Initial Public Offering) is a first and one-time only sale of publicly tradable stock shares in a
company that has previously been owned privately”.

Beberapa definisi tersebut di atas mengandung kesamaan makna bahwa pada


prinsipnya go public (IPO) merupakan tindakan perusahaan untuk pertama kali menjual
sekuritas baik sekuritas utang maupun sekuritas ekuitas untuk pertama kali kepada public
dengan proporsi tertentu. Dengan initial public offering maka perusahaan tersebut menjadi
perusahaan public yang sahamnya (kepemilikannya) menjadi terdiversifikasi.

4.2. MANFAAT GO PUBLIK

Perusahaan yang telah go public berarti telah menjual sebagian dari saham kepada
masyarakat akan memunculkan manfaat dan konsekuensi yang harus ditanggung oleh emiten
(perusahaan yang mengambil tindakan go public). Bagi perusahaan yang go public maka
kepemilikannya terdiversifikasi, sehingga operasi perusahaan bersangkutan banyak yang
mengawasi dan mengevaluasi. Untuk itu, profesionalisme manajemen perusahaan harus dijaga.
Manfaat yang dapat dipetik atas keputusan go public, antara lain:

1. Memperoleh Sumber Pendanaan Baru.


Perusahaan memperoleh dana untuk pengembangan, baik untuk penambahan modal kerja
maupun untuk ekspansi usaha. Perusahaan public, umumnya mampu mengatasi berbagai
kendala pendanaan, serta mudah diselesaikan, seperti :
a. Perolehan dana melalui hasil penjualan saham kepada public. Perusahaan dapat
memperoleh dana dalam jumlah yang besar dan diterima sekaligus dengan cost of fund
yang relative lebih keci; dibandingkan jika memperoleh dana melalui perbankan. Selain
itu, di masa mendatang dengan menjadi perusahaan public, perusahaan dapat
melakukan secondary offering tanpa batas.
b. Memperoleh akses kepada perbankan. Hal itu terkait image positif dampak dari go
public, dengan menjadi perusahaan public yang sahamnya diperdagangkan di Bursa,
kalangan perbankan akan dapat lebih mengenal dan percaya kepada perusahaan. Bank
dapat dengan mudah mengetahui kondisi keuangan perusahaan melalui berbagai
keterbukaan informasi yang diumumkan perusahaan melalui Bursa. Dengan kondisi
demikian, proses pemberian pinjaman baru akan lebih murah dibandingkan pemberian
pinjaman kepada perusahaan yang belum go public.
c. Mempermudah akses perusahaan untuk masuk ke pasar keuangan melalui penerbitan
surat hutang, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Umumnya, pembeli surat
hutang akan lebih menyukai dan percaya terhadap surat hutang yang diterbitkan
perusahaan public. Dengan menjadi perusahaan public, citra dan nama perusahaan
dengan status Tbk (Terbuka) akan lebih dikenal di komunitas keuangan. Kondisi
demikian sangat membantu mempermudah penerbitan surat hutang, termasuk juga
Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 62

penerbitan surat hutang dengan tingkat bunga yang bersaing, karena adanya tingkat
kepercayaan pasar terhadap bond issuer yang sudah go public disbanding bond issuer
yang belum go public.
2. Memberikan competitive advantage untuk pengembangan usaha.
Perusahaan go public yang kepemilikannya terdiversifikasi memiliki konsekuensi baik
terkait akuntabilitas, responsibilitas, keterbukaan serta jaminan melaksanakan good
corporate governance. Di situ, terdapat seperangkat prasyarat yang harus diikuti dan
ditepati sehingga perusahaan memiliki keunggulan baik yang muncul dari internal factors
maupun eksternal factors. Keunggulan kompetitif yang dimiliki perusahaan yang telah go
public dalam rangka pengembangan usaha di masa akan datang, antara lain :
a. Melalui penjualan saham kepada public, perusahaan berkesempatan untuk mengajak
para partner kerjanya seperti : pemasok, dan pembeli turut serta menjadi pemegang
saham perusahaan. Dengan demikian, hubungan yang akan terjadi tidak hanya sebatas
hubungan bisnis tetapi berkembang menjadi hubungan yang lebih tinggi kualitas dan
loyalitasnya. Hal itu, disebabkan karena mereka sebagai salah satu pemegang saham
akan memberikan komitmen yang lebih tinggi untuk turut serta membantu
pengembangan perusahaan dimasa depan.
b. Dengan menjadi perusahaan public, perusahaan dituntut oleh banyak pihak dapat
selalu meningkatkan kualitas kinerja operasional. Dengan demikian akan tercapai satu
kondisi yang senantiasa memacu perusahaan dan seluruh karyawan untuk dapat selalu
memberikan hasil yang terbaik kepada stakeholder. Bila kondisi ini tercapai, maka
perusahaan dari waktu ke waktu akan menjadi lebih baik dalam menyajikan produknya
sehingga akan membuka peluang untuk pengembangan operasi selanjutnya.
3. Melakukan merger atau akuisisi perusahaan lain dengan pembiayaan melalui penerbitan
saham baru. Saham perusahaan public yang diperdagangkan di bursa memiliki nilai pasar
tertentu. Dengan demikian, bagi perusahaan public yang sahamnya diperdagangkan di
Bursa pembiayaan untuk merger atau akuisisi mudah dilakukan yaitu melalui penerbitan
saham baru sebagai alat pembiayaan merger dan akuisisi tersebut.
4. Peningkatan kemampuan going concern.
Going Concern merupakan kemampuan perusahaan untuk tetap dapat bertahan (survive)
dalam kondisi apapun termasuk dalam kondisi yang dapat mengakibatkan bangkrutnya
perusahaan, seperti terjadinya kegagalan pembayaran hutang kepada pihak ketiga,
perpecahan di antara para pemegang saham pendiri, atau bahkan karena adanya
perubahan dinamika pasar yang dapat memengaruhi kemampuan perusahaan untuk tetap
dapat bertahan di bidang usahanya. Perusahaan yang telah go public, umumnya memiliki
kemampuan mempertahankan kelangsungan hidupnya akan jauh lebih baik dibandingkan
dengan perusahaan tertutup, seperti dalam hal :
a. Perusahaan keluarga, jika terjadi perbedaan cara pandang di antara pendiri rentan
terjadi perpecahan yang dapat mengganggu stabilitas usaha perusahaan (going
concern). Hal itu, tentu berbeda dengan perusahaan public, yang mana, perbedaan
pandangan dapat diselesaikan tanpa mengakibatkan perusahaan harus dilikuidasi. Pada
perusahaan public, pemecahan perbedaan dan perpecahan antar pemilik lebih mudah
diselesaikan karena perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek, setiap
saat pihak pendiri dapat menjual seluruh atau sebagian porsi kepemilikannya kepada
Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 63

pihak lain melalui Bursa. Selain itu, basis harga penawarannya juga dapat dengan
mudah diperoleh secara objektif karena harga pasar saham setiap saat dapat diperoleh
di lantai Bursa.
b. Perusahaan go public, berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi perusahaan
untuk bertahan dan berkembang tidak lagi semata hanya menjadi persoalan pendiri
perusahaan, tetapi juga menjadi permasalahannya banyak pihak selaku pemegang
saham.
c. Jika terjadi kegagalan pembayaran hutang kepada pihak ketiga sehingga diperlukan
suatu restrukturisasi tertentu, maka proses restrukturisasi dapat menjadi mudah. Hal
tersebut dimungkinkan karena perusahaan terbuka yang sahamnya diperdagangkan di
Bursa, akan tersedia jalan keluar bagi kreditur yaitu melalui konversi hutang menjadi
saham, saham hasil konversi tersebut selanjutnya dapat dijual kepada public melalui
mekanisme perdagangan saham di Bursa.
5. Meningkatkan citra perusahaan
Secara manajerial, terdapat persepsi bahwa perusahaan yang telah go public lebih
professional dibandingkan dengan perusahaan private. Hal itu dapat dilihat bahwa
sebelumnya go public terdapat persyaratan menurut peraturan perundangan, yang di
dalamnya termasuk adalah tata kelola perusahaan yang sehat (good corporate
governance). Dengan demikian, perusahaan go public selalu mendapat perhatian media
dan komunitas keuangan. Perusahaan tersebut mendapat publikasi secara Cuma-Cuma,
sehingga dapat meningkatkan citranya. Peningkatan citra bagi perusahaan public tersebut
memberikan dampak positif bagi pengembangan usaha di masa depan.
6. Meningkatkan nilai perusahaan
Dengan menjadi perusahaan public yang sahamnya diperdagangkan di bursa, setiap saat
dapat diperoleh evaluasi terhadap nilai perusahaan. Setiap peningkatan kinerja operasional
dan kinerja keuangan umumnya akan mempunyai dampak terhadap harga saham di Bursa,
yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan.

4.3. KONSEKUENSI GO PUBLIK

Di samping kandungan manfaat, go public juga terdapat berbagai konsekuensi. Berbagai


konsekuensi go public tersebut antara lain :

1. Berbagi kepemilikan
Perusahaan go public yang menjual saham di pasar bursa, berarti telah merelakan sebagian
dari sahamnya yang semula hanya dimiliki oleh pendiri kini sebagian dimiliki oleh public. Hal
itu berarti bahwa proses kepemilikan para pendiri menjadi berkurang. Banyak perusahaan
yang hendak go public merasa enggan karena khawatir akan kehilangan control/kendali
perusahaan. Sebenarnya, hal itu tidak perlu dikhawatirkan karena jumlah minimum saham
yang persyaratannya untuk dijual kepada public melalui proses penawaran umum (Initial
Public Offering) tidak akan mengurangi kemampuan pemegang saham pendiri untuk tetap
dapat mempertahankan kendali perusahaan dengan cara mempertahankan kepemilikan
mayoritas (pemegang saham pengendali).
Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 64

2. Mematuhi peraturan Pasar Modal yang berlaku


Pasar Modal memang menerbitkan berbagai peraturan. Namun semua ketentuan tersebut
pada dasarnya justru akan membantu perusahaan untuk dapat berkembang dengan cara
yang baik dimasa mendatang. Para Pemegang Saham, pendiri dan manajemen perusahaan
tidak perlu khawatir dengan berbagai pemenuhan peraturan tersebut, karena cukup
banyak pihak professional yang dapat dimanfaatkan jasanya untuk membantu.
3. Biaya laporan yang meningkat
Sebagai perusahaan yang sebagian kepemilikannya dipegang oleh public atau
memanfaatkan masyarakat sebagai sumber dana untuk pengembangan usaha maka
perusahaan harus taat azas sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku. Satu
kewajiban yang harus diikuti adalah melakukan pengungkapan secara luas (extent of
disclosure), akurat, benar dan akuntable baik yang terkait financial maupun non financial.
Dengan demikian, terdapat konsekuensi logis yang harus ditanggung perusahaan yang go
public, yaitu tambahan biaya dalam rangka keterbukaan laporan perusahaan.
4. Ketakutan untuk diambil-alih
Sesungguhnya ketakutan ini tidak boleh terjadi, karena seagaimana peraturan perundangan
yang berlaku bahwa yang di jual untuk public hanya sebagian dari saham yang dikeluarkan
perusahaan. Untuk itu, pemegang saham pendiri tetap memiliki potensi untuk
mengendalikan perusahaan. Kecuali, jika pemegang saham pendiri bermaksud menjual
keseluruhan porsi saham yang dimiliki.
5. Proses go public mengorbankan tenaga dan pengorbanan waktu
Hal itu merupakan satu keniscayaan, karena proses go public membutuhkan jaminan
kepastian kesehatan perusahaan, asset, hutang, modal, manajemen serta aspek lain. Go
Publik berarti menjual saham ke masyarakat yang membutuhkan kepastian keamanan
investasi. Untuk itu, perusahaan yang berkehendak melakukan menjual saham ke public
lewat go public harus menanggung konsekuensi biaya profesi dan lembaga penunjang Pasar
Modal untuk membantu proses go public.

4.4. PROSES UNTUK MENJADI PERUSAHAAN GO PUBLIK

Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah proses untuk menjadi perusahaan public
yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek adalah merupakan proses yang sulit? Jawabannya
sudah barang tentu tidak.

Ketentuan yang berlaku memang mensyaratkan beberapa persyaratan untuk dapat


menjadi perusahaan public, namun pada dasarnya persyaratan tersebut bukanlah hal yang sulit
untuk dipenuhi, bahkan oleh perusahaan kecil sekalipun. Secara keseluruhan, setiap perseroan
Terbatas (PT) yang telah beroperasi sekurang-kurangnya 12 bulan, memiliki Aktiva Bersih
Berwujud sekurang-kurangnya Rp. 5.000.000.000 (lima milyar rupiah) dengan laporan keuangan
auditan tahun terakhir memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Akuntan Publik yang
terdaftar di Bapepam-LK, menjual sekurang-kurangnya 50.000.000 (lima puluh juta) saham atau
35% (tiga puluh lima persen) dari jumlah saham yang diterbitkan (mana yang lebih kecil) dan
Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 65

jumlah pemegang saham public sekurang-kurangnya (lima ratus) pihak, dapat menjadi
perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di Bursa.

Untuk membantu menyiapkan berbagai dokumen yang diperlukan, termasuk proses


penawaran umum saham kepada public, calon perusahaan public dapat menunjuk Penjamin
Emisi yang bertugas membantu semua persiapan yang diperlukan hingga saham perusahaan
dapat diperdagangkan di Bursa. Calon perusahaan terbuka dapat memilih satu atau lebih
Penjamin Emisi untuk menunjang proses go public.

4.5. HAL-HAL YANG HARUS DIPERSIAPKAN CALON EMITEN DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM

Jika perusahaan berkehendak mencari sumber dana dari Pasar Modal, lewat go public,
terdapat beberapa persiapan yang harus dilakukan sebagai persiapan pendahuluan, antara lain:

1. Memperoleh persetujuan pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS).
2. Menunjuk Penjamin Emisi untuk membantu penyiapan semua dokumen yang diperlukan,
termasuk upaya pemasaran agar penawaran umum tersebut sukses.

Dengan koordinasi dan dibantu oleh Penjamin Emisi (Underwriter), perusahaan


menyiapkan berbagai dokumen yang diperlukan, antara lain :

a. Laporan keuangan yang diaudit akuntan public yang terdaftar di Bapepam-LK (sekarang
OJK).
b. Anggaran dasar berikut amandemennya yang disiapkan notaris dan disahkan oleh instansi
yang berwenang.
c. Legal audit konsultan hokum yang terdaftar di Bapepam-LK (sekarang OJK).
d. Laporan penilai independen, jika ada
e. Prospectus Penawaran Umum
f. Beberapa dokumen lain sebagaimana yang diatur dalam ketentuan yang berlaku.

4.6. PROSES GO PUBLIK

Teori keuangan secara tegas menjelaskan bahwa perusahaan dapat memanfaatkan


berbagai sumber pencarian dana dalam rangka pengembangan usaha. Sumber dana dalam
rangka untuk pembiayaan perusahaan dapat diperoleh dari pasar uang lewat kredit bank
misalnya, maupun dapat lewat Pasar Modal. Khusus untuk sumber dana dari Pasar Modal,
perusahaan harus go public (Initial public offering).

Go Public (Initial public offering) adalah kegiatan penjualan saham (sekuritas)


perusahaan terhadap public (masyarakat luas) untuk yang pertama kali (di pasar primer)
(Robert, Ang, 1997). Pola transaksi di pasar primer sistemnya dengan menggunakan metode
“pesanan dan penjatahan” yang dilakukan oleh Underwriter.
Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 66

Dalam proses pengajuan go public, terdapat prosedur yang berlaku, sesuai dengan
standard an aturan yang berlaku, tanpa sedikitpun manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI)
terlibat didalamnya. Proses GO Publik, pintu pertama yang harus dilewati adalah Badan
Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) yang sekarang perannya diambil oleh
Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Proses Go Publik, secara sederhana dikatakan sebagai kegiatan penawaran saham atau
efek lainnya yang dilakukan oleh emiten untuk menjual saham atau efek kepada masyarakat
berdasarkan tata cara yang diatur dalam UU Pasar Modal dan Peraturan Pelaksanaannya. Oleh
karena itu, penawaran umum merupakan sebuah aktivitas dari sebuah perusahaan, setidaknya
ada tahapan-tahapan yang mesti dikerjakan oleh perusahaan yang akan melakukan penawaran
umum ini. Terlebih lagi penawaran umum tersebut mencakup penjualan saham di Pasar
Perdana, penjatahan saham dan pencatatan di Bursa Efek.

Tahapan dalam proses go public meliputi :

1. Tahap Persiapan;
2. Tahap Pengajuan Pernyataan Pendaftaran;
3. Tahap Penjualan Saham (pemasaran dan penawaran umum);
4. Tahap Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Untuk memberikan gambaran secara lebih rinci tentang proses go public, dijelaskan
dalam gambar sebagai berikut :

Emisi Setelah
Sebelum
Emisi
Emisi

Intern Bapepam-LK Primary Secondary


Pelaporan
Perusahaan Market Market

1. Rencana Go Publik 1. Emiten 1. Penawaran 1. Emiten 1. Laporan


2. RUPS menyampaikan oleh sindikasi mencatatkan berkala,
3. Penunjukan : pernyataan Penjamin Emisi efeknya di misalnya
- Underwriter pendaftaran dan Agen Bursa. Laporan
- Profesi Penunjang 2. Expose terbatas Penjual 2. Perdagangan Tahunan dan
- Lembaga di OJK 2. Penjatahan Efek di Bursa. Laporan
Penunjang 3. Evaluasi : kepada Tengah
4. Mempersiapkan - Kelengkapan pemodal oleh Tahunan.
dokumen-dokumen dokumen sindikasi 2. Laporan
5. Konfirmasi sebagai - Kecukupan dan Penjamin Emisi kejadian
Agen Penjual oleh kejelasan dan Emiten penting dan
Penjamin Emisi. informasi 3. Penyerahan relevav,
6. Kontrak Pendahuluan - Keterbukaan efek kepada misalnya :
dengan Bursa Efek (dari aspek pemodal akuisisi,
7. Publik Expose hukum, pergantian
8. Penandatanganan akuntansi, direksi.
perjanjian-perjanjian keuangan dan
manajemen)
Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 67

4. Komentar
tertulis dalam 45
hari
5. Pernyataan
pendaftaran
dinyatakan
efektif
Gambar 4.1. Proses Initial Public Offering (IPO)

Tahap Persiapan

Tahapan ini merupakan tahapan awal dalam rangka mempersiapkan segala sesuatu yang
berkaitan dengan proses go public. Pada tahapan persiapan ini yang paling utama harus dilakukan
perusahaan yang akan go public adalah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). RUPS
bagi sebuah perusahaan merupakan hal penting dan merupakan kaidah yang diatur dari UU
Perseroan Terbatas. Go Publik harus disetujui terlebih dahulu oleh pemegang saham lama. Karena,
go public akan melibatkan modal baru dari luar pemegang saham yang ada dan akan mengubah
masing-masing kepemilikan para pemegang saham lama. Berapa modal yang harus dibutuhkan, dan
berapa modal yang mesti disetor masing-masing pemegang saham harus terjawab dan memperoleh
persetujuan pemegang saham lama. Mekanisme RUPS yang dilakukan perusahaan yang akan go
public ini merupakan mekanisme RUPS sebagaimana yang ditetapkan oleh Undang-undang
Perseroan Terbatas (UU PT).

Setelah memperoleh persetujuan go public, perusahaan segera menghubugi dan memilih


Penjamin Emisi (underwriter) yang akan menjamin efek saat IPO. Underwriter adalah perusahaan
efek yang nantinya akan menjembatani perusahaan tersebut ke Pasar Modal. Sebagai penjamin
maka underwriter akan menyiapkan dokumen dan bersama dengan perusahaan menunjuk pihak-
pihak, seperti akuntan public, konsultan hukum, notaris, perusahaan penilai (appraisal), dan factor-
faktor lain yang sifatnya administrative.

Selain itu, pada tahap ini emiten juga menunjuk akuntan public. Penunjukan Akuntan Publik
dimaksudkan untuk membantu menilai berbagai pernyataan keuangan yang dikeluarkan oleh
perusahaan. Di samping itu, juga menunjuk konsultan hokum guna melakukan audit hokum atas
aspek hokum dari bisnis, asset dan berbagai produk hokum yang pernah dikeluarkan dan yang akan
dikeluarkan oleh perusahaan. Sedangkan notaris ditunjuk antara lain untuk mencatat setiap
keputusan yang diambil perusahaan dalam rangka proses go public. Tugas notaris antara lain
berkaitan dengan perubahan modal disetor. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Appraisal atau perusahaan penilai bertugas untuk menilai asset perusahaan khususnya dari sisi nilai.
Dengan adanya appraisal ini dapat dijadikan rujukan untuk menentukan nilai dan harga saham yang
layak bila perusahaan itu akan go public.

Praktis dalam tahap persiapan ini, yang melakukan pengolahan data-data perusahaan tidak
lagi manajemen atau direksi, apalagi pemegang saham pendiri, akan tetapi sudah melibatkan pihak-
pihak diluar perusahaan, seperti : Underwriter, konsultan hokum, akuntan, appraisal dan notaris.
Mereka itu merupakan pihak-pihak yang sudah memahami tugas dan fungsinya bagi perusahaan.
Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 68

Karena itu, guna kelancaran proses go public sebuah perusahaan disarankan menggunakan profesi
penunjang Pasar Modal yang memperoleh izin dari Bapepam-LK (sekarang OJK).

Tahap Pengajuan Pernyataan Pendaftaran

Dalam tahap ini, perusahaan bersama underwriter membawa dokumen yang terangkum dalam
prospectus ringkas perusahaan ke Bapepam-LK (sekarang OJK). Prospectus ringkas merupakan
keterangan ringkas mengenai perusahaan minimal dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Prospectus harus secara ringkas dan padat memuat berbagai informasi terkait dengan perusahaan,
mulai dari company profile, kinerja operasional perusahaan seperti, neraca dan rugi laba, proyeksi
kinerja perusahaan serta untuk kepentingan apa dana dari masyarakat tersebut dibutuhkan.

Pada tahap ini, jangan heran kalau perusahaan beserta penjamin emisi, konsultan hokum,
notaris dan akuntan public serta appraisal, akan sering mondar-mandir ke Bapepam-LK (sekarang
OJK). Sebab, pada tahap ini seluruh pernyataan para profesi pendukung Pasar Modal itu (notaris,
konsultan hokum dan akuntan), termasuk appraisal dan penjamin emisi mulai diperiksa secara detil
satu per satu lengkap dengan dokumen pendukungnya. Pada tahap inilah seleksi tersebut
berlangsung. Kalau penjamin emisi memperkirakan harga jual sahamnya Rp. 6.000 per saham, maka
dokumen pendukung tentang itu harus ada, jelas dan transparan. Aspek full disclosure akan mulai
terungkap disini. Jadi dapat dipastikan para profesi penunjang Pasar Modal tidak akan main-main
dalam memberikan pendapatnya. Melesat sedikit saja, atau berbeda dengan kaidah yang berlaku
ancaman bagi para professional Pasar Modal itu cukup berat, dan harus dibayar mahal. Adapun
sanksinya bisa berupa denda hingga sanksi pidana atau pencabutan izin.

Pada tahap ini, sambil menunggu proses yang ada di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
perusahaan bersama Underwriter dapat mengadakan perjanjian pendahuluan dengan Bursa Efek
untuk mencatatkan saham perseroan guna diperdagangkan di Pasar Sekunder. Pernyataan
pendaftaran yang diajukan kepada Bapepam-LK (sekarang OJK) tersebut harus meliputi sebagai
berikut :

1. Surat Pernyataan Pendaftaran;


2. Prospektus final;
3. Jadwal Rencana Emisi;
4. Spesimen Surat Kolektif Saham (SKS);
5. Rencana Penggunaan Dana Hasil Emisi;
6. Proyeksi Laporan Keuangan;
7. Legal Audit dan Legal Opinion;
8. Riwayat hidup Dewan Komisaris dan Dewan Direksi;
9. Penjaminan Pendahuluan;
10. Tax elearance.

Bapepam-LK (sekarang OJK) akan melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen,


mengadakan penelitian keabsahan seluruh dokumen, meneliti keterbukaan (disclosure) seluruh
aspek legal, akuntansi, keuangan dan manajemen. Bila dalam waktu 30 hari Bapepam-LK (sekarang
Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 69

OJK) tidak ada tanggapan, maka pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh Bapepam-LK
(sekarang OJK). Masa 30 hari dihitung dari hari saat penyerahan dokumen yang terakhir, jika masih
ada dokumen yang diminta Bapepam-LK (sekarang OJK).

Selagi pengajuan pernyataan pendaftaran tersebut telah dilakukan oleh perusahaan,


sementara masa pendaftaran belum efektif, maka perusahaan (emiten) yang sedang mengajukan
proses go public tersebut dapat mengambil langkah-langkah strategis, antara lain :

1. Due diligence meeting


Due diligence meeting merupakan pertemuan dengar pendapat antara calon emiten dengan
underwriter baik lead underwriter maupun underwriter. Dalam hal ini mengandung unsur
pendidikan yaitu mendidik emiten untuk dapat menghadapi pernyataan-pernyataan yang
nantinya diajukan oleh calon investor.
2. Public expose dan roadshow
Public expose merupakan tindakan pemasaran kepada masyarakat pemodal dengan
mengadakan pertemuan untuk mempresentasikan kinerja perusahaan, prospek usaha, risiko dan
sebagainya sehingga timbul daya tarik dari para pemodal untuk membeli saham yang
ditawarkan. Rangkaian public expose yang diadakan secara berkesinambungan dari satu lokasi
ke lokasi lain (roadshow), khususnya penawaran saham kepada investor asing. Di dalam public
expose ini emiten dapat menyebar info memo dan prospectus awal.
3. Book building
Dalam proses roadshow, para pemodal akan menyatakan minat mereka atas saham yang
ditawarkan. Didalam roadshow dinyatakan dalam satu kisaran harga saham, sehingga para
pemodal akan menyatakan kesediaan mereka untuk membelinya, misalnya jika dinyatakan harga
saham sekian, maka akan membeli sekian unit saham dan seterusnya. Proses mengumpulkan
jumlah saham yang diminati oleh pemodal disebut book building.
4. Penentuan harga perdana
Setelah seluruh rangkaian expose dan book building selesai, langkah selanjutnya yang dapat
ditempuh adalah menentukan harga final atau harga perdana saham. Ini dilakukan antara lead
underwriter da calon emiten. Penentuan harga perdana ini mempertimbangkan berbagai factor,
antara lain : factor kebutuhan emiten, fundamental emiten, rata-rata industry, demand
masyarakat pemodal dari book building, dan sebagainya.

Tahap Penjualan Saham


Dipastikan kurang dari 45 hari Bapepam-LK (sekarang OJK) sudah memberikan jawaban atas
pernyataan pengajuan pendaftaran perusahaan yang akan go public. Kalau setelah melakukan
pendaftaran dan tidak ada koreksi, maka pada periode waktu tersebut, pernyataan tersebut
otomatis menjadi efektif. Apabila perusahaan itu sudah dinyatakan efektif, berarti saham dari
perusahaan sudah bisa dijual. Penjualan dilakukan melalui penawaran umum (initial public
offering/IPO).
Setelah pendaftaran dinyatakan efektif oleh Bapepam-LK (sekarang OJK), langkah
selanjutnya adalah menerbitkan prospectus ringkas di 2 (dua) media cetak yang berbahasa
Indonesia. Dalam proses penawaran umum, aktivitas yang dilakukan adalah penyebaran prospectus
lengkap final, penyebaran Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS), menerima pembayaran,
Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 70

melakukan penjatahan, refund dan akhirnya penyerahan Surat Kolektif Saham (SKS) bagi yang
mendapatkan jatah. Semua itu diatur oleh Lead Underwriter, yang juga menunjuk manajer
penjatahan dan pihak independen (akuntan public) untuk mengaudit proses penjatahan, yang
laporannya harus diserahkan kepada Bapepam-LK (sekarang OJK) paling lambat 30 hari setelah
tanggal penjatahan.
Inial Publik Offering disebut dengan penjualan saham di Pasar Perdana, atau biasa juga
disebut dengan Pasar Perdana berarti untuk yang pertama saham emiten dijual kepada public.
Penjualan saham dalam Pasar Perdana mekanismenya diatur oleh penjamin emisi. Penjamin emisi
yang akan melakukan penjualan kepada investor dibantu oleh agen penjual. Agen penjual adalah
perusahaan efek atau pihak lain yang ditunjuk sebelumnya dan tercantum dalam prospectus ringkas.
Penjualan saham dalam Initial Public Offering ini waktunya relative terbatas, dua atau tiga hari saja.
Tapi bagi perusahaan yang setelah menjual sahamnya tidak mencatatkan di Bursa Efek Indonesia,
maka penjualan sahamnya bisa lebih lama lagi. Dan tentunya akan sangat tergantung dari
prospectus yang diajukan pada pernyataan pendaftaran.
Hingga tahap Initial Public Offering ini, perusahaan sudah bisa dinyatakan sebagai
perusahaan public. Gelar di belakang perusahaan menjadi Tbk (Kependekan dari Terbuka).
Sebagaimana diungkap sebelumnya, perusahaan bisa langsung mencatatkan sahamnya di Bursa Efek
Indonesia setelah Initial Public Offering bisa juga tidak. Jadi setelah menjadi perusahaan public sama
sekali tidak ada keharusan bagi saham sebuah perusahaan untuk langsung tercatat (listed).

Tahap Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI)


Setelah melakukan penawaran umum, perusahaan yang sudah menjadi emiten itu akan langsung
mencatatkan sahamnya, maka yang perlu diperhatikan adalah apakah perusahaan yang melakukan
IPO tersebut memenuhi ketentuan dan persyaratan yang berlaku di Bursa Efek Indonesia (listing
requirement). Kalau memenuhi persyaratan, maka perlu ditentukan papan perdagangan yang
menjadi papan pencatatan emiten itu.

JADWAL PENAWARAN UMUM SESUAI DENGAN PERATURAN BAPEPAM NO. IX.A.2


Pencatatan &
Laporan
PP Efektif
Penjatahan
Perubahan/ Penjatahan Ke Bapepam
Keterangan Efek
Laporan Pengumuman Masa Refund &
Tambahan PR
Keuangan PR Penawaran Distribusi
Umum Efek

≤ 2 HK

≤ 2 HK ≥ 3 HK ≤ 3 HK ≤ 5 HK
≤ 2 HK

180 Hari

Keterangan :
≤ 15 Hari
HK : Hari Kerja
PP : Pernyataan Pendaftaran
Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 71

Gambar 4.2 Jadwal Initial Public Offering

Dewasa ini papan pencatatan Bursa Efek Indonesia terdiri dari dua papan : Papan Utama
(Main Board) dan Papan Pengembangan (Development Board). Sebagaimana namanya, papan
utama merupakan papan perdagangan bagi emiten yang volume sahamnya cukup besar dengan
kapitalisasi pasar yang besar, sedangkan papan pengembangan adalah khusus bagi pencatatan
saham-saham yang tengah berkembang. Kendati terdapat dua papan pencatatan namun
perdagangan sahamnya antara papan utama dan papan pengembangan sama sekali tidak berbeda,
sama-sama dalam satu pasar.
Papan perdagangan ini hanya untuk membedakan ukuran perusahaan saja. Papan Utama
ditujukan untuk emiten yang mempunyai ukuran (size) besar dan lamanya menjalankan usaha utama
sekurang-kurangnya 36 bulan berturut-turut. Sementara papan pengembangan dimaksudkan untuk
perusahaan-perusahaan yang belum dapat memenuhi persyaratan pencatatan di Papan Utama,
termasuk perusahaan yang prospektif, namun belum menghasilkan keuntungan. Pembahasan
tentang Papan Pencatatan Saham dibahas secara lebih lanjut dalam bagian bab di buku ini.

PERTANYAAN :

1. Apa yang anda ketahui tentang go public?


2. Mengapa perusahaan perlu go public, dan apa manfaat perusahaan melakukan go public?
3. Jika perusahaan mengambil dana dengan cara go public, apa konsekuensi yang harus dilakukan
perusahaan?
4. Jelaskan tahapan-tahapan melakukan go public!
5. Jelaskan kegiatan yang harus dilakukan perusahaan ketika tahap persiapan go public!
6. Jelaskan kegiatan yang harus dilakukan oleh perusahaan pada tahap pengajuan pernyataan
pendaftaran!
7. Jelaskan kegiatan yang harus dilakukan pada tahap penjualan saham!
8. Jelaskan kegiatan yang harus dilakukan perusahaan ketika tahap pencatatan di Bursa Efek!
9. Jelaskan peran sentral underwriter pada proses go public!
10. Selama pendaftaran go public belum dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan, langkah-
langkah apa saja yang dapat dilakukan oleh perusahaan calon emiten bersangkutan?