Anda di halaman 1dari 10

Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 1

BAB I

PASAR KEUANGAN

1. SISTEM FINANSIAL
System finansial merupakan mekanisme Lalu-lintas keuangan dalam perekonomian Negara.
System finansial memiliki tugas utama menggerakkan dana dari penabung (phak masyarakat yag
surplus) ke pihak yang memerlukan dana (pihak yang deficit) untuk keperluan konsumsi dan
investasi (Herman Darmawi, 2006). Dengan demikian, pola kerja system keuangan adalah
mempertemukan antara demand dan supply dana. Di situ, terjadi interaksi antara unsur-unsur
dari suatu system (sub system) yaitu lembaga, individu, pasar, hukum, peraturan, teknik,
maupun instrument finansial. Melalui system finansial akan terjadi :
a. Perdagangan surat berharga ekuitas (saham) surat hutang (obligasi) dan bentuk sekuritas
lainnya;
b. Pemberlakuan keuntungan lewat penetapan tingkat bunga;
c. Instrument (sekuritas) tersebut diproduksi dan dijual-belikan jasa finansial.

Dalam tata-perekonomian nasional, pasar keuangan dalam satu system ekonomi Negara
meliputi :

a. Lembaga-lembaga finansial (financial institution);


b. Pasar finansial beserta pelaku pasar (financial market);
c. Instrument financial (financial instrument).

2. PERANAN LEMBAGA FINANCIAL DALAM PEREKONOMIAN


Konotasi system perekonomian sering diungkapkan banyak pihak, meskipun sering
kurang tepat esensinya. System perekonomian berarti di dalamnya terdapat sub system-sub
system yang saling terkait dalam rangka menjaga dan meningkatkan perekonomian satu Negara.
System perekonomian umumnya didasarkan satu falsafah tertentu yang dijadikan pijakan untuk
merumuskan kebijakan perekonomian satu Negara. System perekonomian tidak lain adalah
mekanisme keterhubungan antara proses produksi berikut pembiayaan serta distribusi yang
merupakan satu-kesatuan saling terkait (Herman Darmawi, 2006).
System perekonomian membutuhkan kelancaran dan keseimbangan antar sector,
seperti sector riil dan keuangan. Sector riil membutuhkan dana dari sector keuangan sebagai
sumber pembiayaan dalam rangka proses produksi. Begitu juga sebaliknya, sector finansial
membutuhkan sector riil sebagai media untuk melempar dana yang tersedia (Sukirno Sadono,
1998). Dengan demikian sulit dinafikkan peran lembaga keuangan (financial institution) sebagai
lembaga intermediasi dalam lalu-lintas keuangan.
Terdapat dua mekanisme yang digunakan untuk menjaga lalu lintas keterhubungan
antara para peminjam dan pemberi pinjaman dalam system keuangan. Kedua mekanisme
tersebut adalah mekanisme langsung dan mekanisme tidak langsung. Mekanisme langsung,
bahwa surplus fund langsung dapat berhubungan dengan pihak yang membutuhkan dana.
Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 2

Mekanisme tidak langsung, bahwa transaksi antara surplus fund dengan pihak yang
membutuhkan dana dilakukan dengan melibatkan perantara (lembaga perantara finansial) yaitu
dengan menerbitkan surat berharga.
Untuk memberikan gambaran kedua mekanisme lalu-lintas keuangan tersebut
dijelaskan dalam diagram berikut ini :

Pembelanjaan tidak langsung


Dana
Dana Lembaga-lembaga
finansial

Unit-unit Unit-unit Masyarakat


surplus fund : Defisit :
Sektor rumah tangga Dana Sektor rumah tangga
Sektor Perusahaan Sektor Perusahaan
Pemerintah Pemerintah
Luar Negeri Luar Negeri

Pasar Financial
Dana (Financial Market) Dana
Pembelanjaan langsung

Sumber : Herman Darnawi, 2006


Gambar 1.1. Arus Dana Lewat Sistem Financial

Gambar tersebut memberikan petunjuk arah sirkulasi hubungan antara surplus fund
dengan deficit fund. Pada bagan diatas menunjukkan bahwa arah hubungan surplus fund ke
deficit fund bersifat tidak langsung. Di situ, proses arah aliran dana dari surplus fund ke deficit
fund lewat lembaga-lembaga finansial seperti : Bank, dana pension, dan lain sebagainya.
Sementara, pada bagan bagian bawah menunjukkan sirkulasi dana dari surplus fund ke
deficit fund bersifat langsung. Di situ, pihak (unit) surplus fund dapat mengalirkan dana dengan
secara langsung tanpa lembaga finansial sebagai intermediasi. Pemilik dana dapat melakukan
investasi secara langsung tanpa lembaga-lembaga intermediasi.

3. KOMPONEN SISTEM FINANSIAL


System finansial memiliki sub system yang saling terkait satu sama lain dalam
menjalankan perannya. Masing-masing komponen memiliki peran dan fungsi serta mekanisme
operasional yang berbeda, namun memiliki muara sama yaitu menjamin terbentuk mekanisme
transaksi keuangan dari surplus fund kepada deficit fund dengan sebaik-baiknya. System
finansial dibangun dari komponen-komponen antara lain :
1) Lembaga finansial;
Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 3

2) Sekuritas finansial;
3) Pasar finansial;
4) Kesepakatan perdagangan;
5) Peraturan, dan
6) Pelaku-pelaku pasar finansial

4. ASET FINANSIAL
Aset dalam pengertian luas adalah setiap kepemilikan yang mempunyai nilai tukar atau
harga (Tandeliling, Eduardus, 2011). Asset dapat digolongkan ke dalam dua jenis yaitu asset riil
dan asset finansial.
Asset riil merupakan asset yang memiliki bentuk fisik tertentu dan nilainya terkait
dengan sifat fisiknya, seperti bangunan, tanah, mesin dan sejenisnya. Sementara, asset finansial
merupakan klaim khusus atas sejumlah manfaat di masa depan. Nilai asset finasial tidak
tergantung pada bentuk fisiknya, karena asset finansial dilihat dari bentuk wujudnya tidak
tampak yaitu berupa bukti transaksi dan kepemilikan. Asset finansial nilainya berupa klaim uang
tunai di masa dating.
Asset finansial terbentuk dari system finansial melalui saluran dana tidak langsung oleh
perantara-perantara finansial. Asset finansial (financial asset) memiliki karakteristik, antara lain :
1) Ditunjukkan dalam bentuk selembar kertas atau informasi yang disimpan dalam computer,
sehingga :
a. Sebagai komoditi, asset finansial tidak memiliki nilai fisik;
b. Tidak menyediakan jasa bagi pemiliknya, tetapi hanya menjanjikan penghasilan dan
cadangan sebagai simpanan nilai atau daya beli;
c. Biaya perawatan atau penyimpanan rendah sekali.
2) Kondisi atau bentuk fisiknya tidak ada kaitannya dalam penentuan harga asset finansial.
3) Asset finansial dapat dengan mudah diperuntukkan dengan asset lain, misalnya saham yang
dengan mudah dapat dikonversikan oleh pemiliknya dalam bentuk asset lain.

Melihat peran penting asset finansial dalam sirkulasi ekonomi suatu Negara serta
karakteristiknya, asset finansial memiliki fungsi antara lain :

1) Sebagai alat untuk memindahkan dana dari masyarakat yang kelebihan (surplus) dana
kepada mereka yang membutuhkan (deficit) dana untuk diinvestasikan dalam asset
berwujud.
2) Sebagai alat untuk membagi-bagi resiko melalui pemindahan dana antara surplus fund ke
deficit fund, maupun antara surplus fund ke surplus fund dalam kerangka memperoleh
return investasi.

5. PENGERTIAN PASAR KEUANGAN


Instrumen perekonomian makro satu Negara pada prinsipnya ditunjukkan dua sector,
yaitu sector keuangan dan sector riil. Kedua sector tersebut merupakan mata rantai yang saling
terkait satu sama lain, gangguan pada salah satu sector mempengaruhi kelangsungan dan
stabilitas ekonomi.
Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 4

Sector keuangan dalam perekonomian agregat berarti lalu-lintas penawaran dan


permintaan antar sector keuangan, maupun antara sector keuangan ke sector riil begitu pula
sebaliknya. Permintaan dan penawaran sector keuangan sering disebut pasar keuangan. Pasar
keuangan adalah mekanisme di mana peminjam-peminjam bertemu dan melakukan jual dan beli
instrument keuangan. Dengan demikian, pasar finansial meliputi pasar uang dan pasar modal.
Pasar uang mempunyai kegiatan berupa pembelian dan penjualan instrument kredit
dengan jangka waktu yang pendek/kurang dari satu tahun. Pasar modal mempunyai kegiatan
menyediakan media (system) pembelian dan penjualan instrument dengan jangka waktu yang
panjang. Dengan demikian, pasar keuangan cakupannya lebih luas bukan hanya mekanisme
perdagangan dalam bentuk instrument keuangan jangka pendek juga instrument keuangan
jangka panjang.
Melihat karakter sebagaimana tersebut di atas, pasar keuangan dapat berarti :
1) Suatu system pasar yang memfasilitasi terjadinya perdagangan antar produk dan turunan
keuangan, seperti Bursa Efek yang memfasilitasi perdagangan saham, obligasi, opsi,
Reksadana, Right, dan waran.
2) Pertemuan antara pembeli dan penjual untuk memperdagangkan produk keuangan dalam
berbagai cara termasuk penggunaan Bursa Efek, maupun pertemuan langsung antara
penjual dan pembeli di luar bursa (over the counter).
Melihat cakupan luas pasar keuangan maka komponen pasar keuangan meliputi :
a. Sector Investasi
 Bisnis
 Pemerintah
 Rumah Tangga
b. Pialang Keuangan
 Banker Sekuritas
 Bankir Hipotik
c. Pasar Sekunder
 Pertukaran Sekuritas
 Pertukaran Saham Tidak Resmi
d. Sektor Tabungan
 Rumah Tangga
 Bisnis
 Pemerintah
e. Perantara Keuangan
 Bank Komersial
 Institusi Tabungan
 Perusahaan Asuransi
 Dana Pensiun
 Perusahaan Pensiun
 Dana Mutual
f. Lembaga Keuangan
g. Instrumen Keuangan
Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 5

6. JENIS-JENIS PASAR KEUANGAN


Pasar Keuangan dilihat dari cakupannya cukup luas, yaitu bukan hanya sekedar pasar
instrument keuangan jangka pendek, namun juga instrument keuangan keuangan jangka
panjang. Adapun jenis pasar keuangan meliputi :
1) Pasar Uang
Satu kelompok pasar yang memperjual-belikan instrument kredit jangka pendek yang
umumnya berkualitas tinggi diperjual-belikan. Jangka waktu instrument pasar uang biasanya
memiliki masa jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun.
2) Pasar Modal dalam Artian Sempit
Merupakan tempat yang terorganisasi, dimana efek-efek yang diperdagangkan adalah efek
jangka panjang. Pasar Modal merupakan system yang terorganisir mempertemukan antara
penjual dan pembeli surat berharga (sekuritas) baik secara langsung maupun tidak langsung
melalui Wakil Perantara Efek (WPE). Fungsi bursa efek adalah menjaga komunikasi pasar dan
menciptakan harga surat berharga (sekuritas) terjadi secara wajar melalui mekanisme
permintaan dan penawaran.
3) Pasar Derivatif
Merupakan pasar konkrit dan abstrak di mana mempertemukan antara pihak yang
menawarkan dan yang memerlukan dana jangka panjang (jangka waktu lebih dari satu tahun
ke atas).

7. INSTRUMEN PASAR KEUANGAN


Kurun decade terakhir perkembangan pasar keuangan baik dalam instrument keuangan
jangka pendek maupun jangka panjang mengalami perkembangan cukup pesat. Hal itu karena,
dorongan kebutuhan dana yang semakin meningkat dalam rangka investasi di berbagai sector
industry akhirnya memicu pertumbuhan instrument keuangan semakin diversifikatif, baik di
pasar uang maupun pasar modal. Adapun jenis instrument keuangan yang diperdagangkan
dalam pasar keuangan selama ini, antara lain :
1) Instrument pasar uang yang diperdagangkan secara internasional :
a. Treasury Bills (T-Bills)
b. Commercial Paper (CP)
c. Negociable Certificate of Deposits (CDs)
d. Bankers Acceptence
e. Bill of Exchange
f. Repurchase Agreement (Repos)
g. Fed Funds (di Amerika Serikat)
2) Instrumen keuangan yang diperdagangkan dipasar Indonesia saat ini :
a. Sertifikat Bank Indonesia (SBI);
b. Surat Berharga Pasar Uang (SPBU);
c. Sertifikat Deposito;
d. Commercial Paper;
e. Call Money;
f. Repurchase Agreement (Repos);
g. Bankers Acceptence;
h. Promisorry Notes.
Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 6

7.1. Treasury Bill (T-Bill)


Treasury Bill (T-Bill) merupakan instrument utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau
Bank Sentral atas unjuk tertentu yang akan dibayarkan kepada pemegang pada tanggal yang
telah ditetapkan.
Sebagai surat utang yang dikeluarkan oleh Negara dalam hal ini adalah Bank Sentral atas
unjuk tertentu, Treasury Bill (T-Bill) memiliki karakteristik, antara lain :
1) Memiliki jangka waktu jatuh tempo 1 (satu) tahun atau lebih;
2) Dianggap sebagai instrument yang sangat aman, karena yang mengeluarkan adalah
pemerintah (Bank Sentral) sebagai bersifat risk free;
3) Dijadikan sebagai cadangan likuiditas sekunder oleh lembaga-lembaga keuangan dan
perusahaan;
4) Tidak memberikan bunga secara langsung, tetapi dijual atas dasar diskonto dengan jumlah
diskonto ditetapkan melalui proses pelelangan;

Treasury Bill (T-Bill) dapat dijadikan sebagai sarana investasi, karena memiliki kelebihan
antara lain :

1) Tidak berisiko (risk free);


2) Memiliki pasar sekunder, sehingga memiliki likuiditas tinggi;
3) Kemungkinan terjadinya kerugian sangat kecil.

7.2. Comercial Paper (CP)


Comercial Paper (CP) merupakan promes yang tidak disertai dengan jaminan (unsecured
promissory note) yang diterbitkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana jangka pendek dan
dijual kepada investor dalam pasar uang. Promis, dimana penerbit berjanji akan membayar
sejumlah uang tertentu pada saat jatuh tempo. Waktu jatuh tempo Comercial Paper (CP)
berkisar mulai beberapa hari sampai 270 hari.
Penerbitan Comercial Paper (CP) dapat dilakukan secara langsung (direct placement)
maupun dengan menggunakan jasa perantara. Kelebihan penerbitan Comercial Paper (CP) baik
bagi investor maupun penerbit antara lain :
1) Penerbit
a. Tingkat bunga diperkenankan bagi Comercial Paper (CP) lebih rendah dari pada prime
rate (tingkat bunga kredit yang diperkenankan oleh bank kepada nasabah utamanya,
sehingga cost of capital akan rendah);
b. Penerbit Comercial Paper (CP) tidak perlu menyediakan jaminan dalam bentuk apapun;
c. Biaya penerbitan relative lebih murah karena hanya melibatkan penerbit dan investor;
d. Jangka waktu jatuh-temponya relative lebih fleksibel, dapat diperpanjang atas
persetujuan investor.
2) Investor
a. Comercial Paper (CP) menawarkan penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan Sertifikat
Deposito, Deposito Berjangka, maupun treasury bill.
b. Comercial Paper (CP) dapat dijual kembali (didiskontokan) tanpa menunggu jatuh
tempo.
Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 7

c. Tingkat keamanan relative tinggi karena penerbit Comercial Paper (CP) umumnya adalah
perusahaan yang memiliki rating kinerja tinggi.
d. Bagi perusahaan penerbit, Comercial Paper (CP) merupakan sumber dana jangka pendek
sehingga perusahaan kurang leluasa untuk dijadikan sebagai modal investasi
(investment expenditure).

7.3. Sertifikat Deposito (CD)


Sertifikat Deposito (CD) merupakan instrument keuangan yang diterbitkan oleh suatu
bank atas unjuk dan dinyatakan dalam suatu jumlah, jangka waktu dan tingkat bunga tertentu.
Sertifikat Deposito memiliki karakter berbeda dengan instrument sebelumnya. Adapun karakter
Sertifikat Deposito, antara lain :
1) Merupakan deposito berjangka, yang mana, bukti simpanannya dapat diperdagangkan.
2) Sertifikat deposito dapat dipindah tangankan atau diperdagangkan sebelum jangka waktu
jatuh tempo tiba.
3) Sertifikat deposito diterbitkan oleh bank umum atas dasar diskonto (discounted basis).
Formula untuk menghitung nilai tunai (proceeds) instrument pasar uang ini adalah :

7.4. Banker’s Acceptance (BA)


Banker’s Acceptance (BA) adalah time draft (wesel berjangka) yang ditarik oleh seorang
eksportir atau importir atas suatu bank untuk membayar sejumlah barang atau membeli valuta
asing. Banker’s Acceptance (BA) memiliki karakteristik, antara lain :
1) Memberikan alternative untuk memperoleh kredit;
2) Jangka waktu akseptasi biasanya berkisar 30 sampai 270 hari, di mana jangka waktu 90 hari
yang paling umum;
3) Merupakan pasar uang yang berkualitas tinggi dan dapat diuangkan;
4) Dipergunakan untuk perdagangan ekspor-impor.

Goods
Shipped
Purchase or Seller or Eksporter
Importer of Goods Of Goods

Cash Shipping Document Cash


Time Draft Banker’s
Acceptance
Accepting Bank

Cash
Investor in
Money Market
Matured Acceptance
Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 8

Gambar 1.2. Proses terciptanya Banker’s Acceptance

Banker’s Acceptance juga merupakan instrument yang membantu mempermudah proses


transaksi internasional (eksport-import). Sebagaimana kemanfaatannya. Banker’s Acceptance
mempunyai kelebihan, antara lain :

1) Eksportir dapat menerima uangnya segera tanpa ada penundaan.


2) Importer dapat menunda pembayarannya sesuai dengan jangka waktu credit line yang
disepakati dengan bank.
3) Issuing bank yang memegang Banker’s Acceptance (BA) (didiskonto dari dari eksporter)
merupakan instrument keuangan yang sangat likuid yang dapat dijual sebelum jatuh tempo
melalui dealer bila membutuhkan likuiditas.
Formula untuk menghitung transaksi jual-beli Banker’s Acceptance (BA) dengan cara
diskonto dapat menggunakan rumus, sebagai berikut :

7.5. Bill of Exchange


Bill of Exchange atau wesel adalah surat perintah tertulis tidak bersyarat yang ditujukan
oleh seseorang kepada pihak lain untuk membayar sejumlah uang pada saat diperlihatkan pada
tanggal tertentu kepada penarik atau order atau pembawa. Dalam Bill of Exchange berisi
tentang hal-hal sebagai berikut :
1) Perintah bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu;
2) Nama orang yang harus membayar (tertarik dan pembayar);
3) Penetapan hari bayarnya;
4) Penetapan tempat di mana pembayaran dilakukan;
5) Nama orang atau pihak lain yang ditunjuk untuk dilakukan pembayaran;
6) Tanda tangan orang yang mengeluarkannya (penarik).
Sebagaimana peran dan kemanfaatannya, Bill of Exchange memiliki karakteristik, antara
lain :
1) Sifatnya liquid;
2) Umumnya digunakan untuk perdagangan;
3) Jangka waktu jatuh tempo umumnya berkisar 6 (enam) sampai 180 (seratus delapan puluh)
hari;
4) Dapat diperjual belikan secara diskonto.

7.6. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)

Surat Berharga Pasar Uang adalah surat-surat berharga berjangka pendek yang dapat
diperjual-belikan secara diskonto dengan Bank Indonesia atau lembaga diskonto yang ditunjuk
Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 9

oleh Bank Indonesia (BI). Ditinjau dari jenis transaksi dan warkatnya, Surat Berharga Pasar Uang
(SBPU) dapat dibagi sebagai berikut :

1) Surat sanggup/aksep promis yang dapat berupa :


a. Surat sanggup yang diterbitkan oleh nasabah dalam rangka penerimaan kredit dari bank
untuk membiayai kegiatan tertentu;
b. Surat sanggup yang diterbitkan oleh bank dalam rangka pinjaman antar bank.
2) Surat Wesel, dapat berupa :
a. Surat wesel yang ditarik oleh satu pihak dan diaksep oleh pihak lain dalam rangka
transaksi tertentu. Penarik dan/atau tertarik adalah nasabah bank.
b. Surat Wesel yang ditarik oleh nasabah bank dan diaksep oleh bank dalam rangka
pemberian kredit untuk membiayai kegiatan tertentu.

SEKURITAS YANG DIPERDAGANGKAN DI INDONESIA

Sertifikat Bank
Pasar Uang Indonesia
(Money Market) Commercial Paper
Promissory Notes
Pasar untuk sekuritas Call Money
Sekuritas jangka pendek yang Repurchase Agreement
dikeluarkan oleh bank, Banker’s Acceptance
perusahaan umum
Atau surat berharga maupun pemerintah
Merupakan Financial Asset Saham Biasa

Pasar Modal Sekuritas di Saham preferen


Yang dapat diperdagangkan (Capital Market) Pasar Ekuitas
di Financial Market Bukti Right
Merupakan Financial Asset Pada dasarnya Waran
merupakan sekuritas
jangka panjang, baik
Obligasi
berbentuk hutang
Sekuritas di
maupun ekuitas (modal
sendiri) Pasar Obligasi Obligasi
Konversi

Kontrak
Sekuritas di Berjangka
Pasar Derivatif
Kontrak Opsi

Reksa Dana

Gambar 1.3. Sekuritas yang diperdagangkan di Indonesia


Materi Pasar Modal dan Pasar Uang – STIE Semarang 10

PERTANYAAN :
1. Jelaskan pengertian system keuangan, dan sebutkan elemen-elemennya!
2. Jelaskan secara singkat apa yang dimaksud dengan pasar keuangan, pasar uang, dan pasar
modal?
3. Jelaskan pengertian asset finansial, sebutkan jenisnya, serta jelaskan karakteristiknya!
4. Sebutkan jenis-jenis instrument yang diperjual-belikan di Pasar Keuangan!
5. Apa yang anda ketahui tentang Treasury Bill, dan sebutkan karakteristiknya?
6. Apa yang anda ketahui tentang Comercial Paper dan apa manfaatnya baik bagi penerbit maupun
investor?
7. Apa yang anda ketahui tentang Banker’s Acceptance?, dan sebutkan karakteristiknya!
8. Jelaskan proses terjadinya Banker’s Acceptance!
9. Apa yang anda ketahui tentang Bill of Exchange, dan sebutkan karakteristiknya!
10. Apa yang anda ketahui tentang surat berharga pasar uang? Dan sebutkan jenisnya!