Anda di halaman 1dari 4

Nama : Fadya Azzahra Herlambang

NIM : 191210007

1. Integrasi nasional umumnya dianggap tugas penting suatu negara, apalagi negara-
bangsa (nation-state) yang baru merdeka. Mengapa demikian? Apa pentingnya
Jawab : Integrasi untuk semua negara sangatlah penting. Apalagi untuk suatu negara yang
baru merdeka. Integrasi yang terwujud dalam suatu masyarakat yg baru merdeka
merupakan langkah yang penting untuk mewujudkan suatu negara merdeka. Jika suatu
negara memiliki masyarakat yang mampu mewujudkan integrasi dengan segala perbedaan
yang ada di masyarakat maka negara tersebut akan tertib dan damai.
Intergrasi nasional merupakan salah satu cara untuk menyatukan berbagai macam
perbedaan yang ada di Indonesia,dimana salah satu contohnya yaitu antara pemerintah
dengan wilayahnya. Integrasi itu sendiri dapat dikatakan sebagai suatu langkah yang baik
untuk menyatukan sesuatu yang semula terpisah menjadi suatu keutuhan yang baik bagi
bangsa Indonesia, misal menyatukan berbagai macam suku dan budaya yang ada serta
menyatukan berbagai macam agama di Indonesia.
Adanya upaya mengintegrasikan Indonesia, perbedaan-perbedaan yang ada tetap harus
diakui dan dihargai sehingga Indonesia menjadi negara yang dapat mencapai tujuannya.
Selain menghargai dan mengakui berbagai macam perbedaan di Indonesia, masyarakat
Indonesia harus memliki rasa toleransi terhadap sesama sehingga tidak terjadi konflik
yang berkepanjangan yang dapat merugikan Indonesia.
Integrasi nasional penting untuk diwujudkan dalam kehidupan masyrakat Indonesia
dikarenakan Indonesia merupakan negara yang masih berkembang atau dapat dikatakan
negara yang masih mencari jati diri. Selain itu, integrasi nasional sangat penting untuk
diwujudkan karena integrasi nasional merupakan suatu cara yang dapat menyatukan
berbagai macam perbedaan yang ada di Indonesia

2. Berdasar gambar terlampir, apakah perbedaan yang terjadi dalam diri bangsa
Indonesia sebelum dan setelah Proklamasi 17 Agustus 1945? Apakah faktor-faktor
yang menjadikan bangsa Indonesia bersedia berintegrasi sebagai satu negara-
bangsa?
Jawab : 1. Faktor sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan masyarakat
Indonesia
2. Keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa Indonesia yang dinyatakan dalam Sumpah
Pemuda padatanggal 28 Oktober 1928.
3. Rasa cinta tanah air di kalangan bangsa Indonesia, yang dibuktikan perjuangan merebut,
menegakkan, dan mengisi kemerdekaan bangsa
4. Rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara, yang dibuktikan oleh
banyak pahlawan bangsa yang gugur di medan perjuangan
5. Kesepakatan atau konsensus nasional dalam perwujudan Proklamasi Kemerdekaan,
Pancasila dan UUD 1945, bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, bahasa
kesatuan bahasa Indonesia.
6. Adanya simbol kenegaraan dalam bentuk Garuda Pancasila, dengan semboyan
Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda tetapi tetap satu.
7. Pengembangan budaya gotong royong yang merupakan ciri khas kepribadian bangsa
Indonesia secara turun temurun.

3. Jawab 4 pertanyaan dibawah ini yang menurut kalian paling mudah :


a. Apakah integrasi bisa berarti pembauran atau penyatuan?
b. Apakah istilah nasional bisa disamakan dengan istilah bangsa?
c. Dalam hal integrasi bangsa, sebenarnya hal-hal apakah yang diintegrasikan itu?
d. Mengapa setiap bangsa memerlukan integrasi?
e. Apa yang terjadi seandainya negara tidak berintegrasi?
f. Seperti apakah negara yang tidak mampu berintegrasi?
g. Adakah contoh–contoh negara yang tidak mampu melakukan integrasi? dan
sertakan alasannya.
h. Adakah contoh-contoh negara yang telah mampu melakukan integrasi? dan
sertakan alasannya.
Jawab :
a. Integrasi bisa diartikan sebagai pembauran hal ini didasarkan oleh kata integrasi yang
berasal dari bahasa inggris yang berarti pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh
dan bulat. Menurut istilah, integrasi diartikan sebagai penyatuan atau pembaruan sehingga
menjadi kesatuan yang utuh dan bulat. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan
bahwa integrasi adalah suatu proses pembauran atau penyatuan berbagai aspek sosial
budaya ke dalam suatu wilayah yang membentuk identitas nasional suatu bangsa.

b. Nasional adalah suatu pencerminan dari wilayah yang berbeda atau memiliki berbagai
perbedaan baik etnisitas, sosial budaya, maupun latar belakang ekonomi yang membentuk
suatu kesatuan. Bangsa adalah suatu kelompok yang dianggap nasional memiliki identitas
bersama dan mempunyai kesamaan bahasa, agama, ideologi, budaya dan sejarah.
Berdasarkan pengertiannya, maka kedua istilah tersebut tidak bisa disamakan.

c. Hal-hal yang diintegrasikan dalam integrasi bangsa adalah suku, kelompok budaya,
sosial, agama dan ras. Integrasi bangsa merujuk pada proses penyatuan berbagai kelompok
budaya dan sosial dalam satu kesatuan wilayah.

d. Setiap bangsa memerlukan integrasi untuk menyatukan berbagai kelompok sosial dan
buadaya yang berbeda guna mencapai tujuan nasional.

e. Suatu Negara yang tidak berintegrasi akan lebih lemah persatuan dan pertahanannya
jika dibandingkan dengan Negara yang berintegrasi. Hal ini disebabkan karena tidak
adanya penyatu untuk berbagai kelompok sosial dan budaya yang berbeda-beda pada
negara tersebut. Negara tersebut tidak menutup kemungkinan akan terbentukanya negara-
negara kecil yang terbentuk berdasarkan agama, suku, rasa dan golongan bangsanya
masig-masing

f. Suatu negara yang tidak mampu berintegrasi akan cenderung lebih mudah terjadi
perselisihan dan perpecahan. Negara tersebut akan menjadi negara yang tertutup dan lebih
mengedepankan suku, ras dan agamanya masing-masing.
g. Contoh negara yang tidak mampu melakukan integrasi adalah India yang saat ini
terpecah menjadi dua negara, yaitu India dan Pakistan. Contoh lainnya adalah Yugoslavia
yang setelah kemenangan komunis dalam Perang Dunia Kedua didirikan sebagai negara
federal dan terbagi menjadi enam republik di antaranya, Kroasia, Slovenia, Bosnia dan
Herzegovina, Serbia, Montenegro, dan Makedonia. Pembubaran Yugoslavia disebabkan
oleh serentetan gejolak dan konflik poltik pada awal tahun 1990-an.

h. Indonesia adalah salah satu contoh negara yang telah mampu melakukan integrasi.
Wujud integrasi tersebut berupa sikap toleransi antarumat beragama yang tercermin oleh
bangsanya. Selain itu, bangsa Indonesia juga memiliki sikap menghargai dan merasa ikut
memiliki kebudayaan yang ada di Indonesia meskipun berasal dari daerah lain

4. Berikan satu contoh kasus bahwa ancaman yang datang ke suatu negara dapat
mengintegrasikan masyarakat negara itu. Mengapa bisa?
Jawab : Hoax adalah merupakan berita bohong dan tak terbukti kebenarannya. Hoax bisa
mengakibatkan salah tangkap, adu domba, salah faham hingga bisa menimbulkan
pertikaian antar manusia. Hoax adalah salah satu strategi negara asing untuk memecah
belah suatu negara yang ingin dikuasai, umumnya hoax lebih sering menyusupi dunia
politik, ekonomi, pendidikan dll.

5. Berikan satu contoh tokoh atau pemimpin yang Anda anggap mampu menyatukan
masyarakat bangsanya. Mengapa bisa?
Jawab : Raja Wisnu
Dapunta Hyang Sri Jayanasa adalah maharaja Sriwijaya pertama dan dianggap sebagai
pendiri kerajaan Sriwijaya. Namanya sering disebut-sebut pada beberapa prasasti awal
Sriwijaya dari akhir abad VII yang menceritakan perjalanan sucinya mencari berkah dan
menaklukan wilayah di sekitarnya. Menurut catatan-catatan ini, Sriwijaya mengalahkan
Jambi, Palembang, Selatan Lampung, Pulau Bangka, bahkan melancarkan serangan di
pulau Jawa, yang kemungkinan menyebabkan runtuhnya kerajaan Tarumanegara di Jawa
Barat.
Selanjutnya pada kekuasaan Raja Wisnu, kekuasaan Sriwijaya semakin meluas hingga ke
Thailand dan Kamboja. Pada abad ke-7. pelabuhan Champa di timur Indochina membuat
banyak kapal pedangan beralih dari Sriwijaya. Untuk mencegah hal itu, Maharaja
Dharmasetu atau Raja Wisnu melancarkan serangan ke kota-kota pantai di Indochina
sehingga kota Indrapura di tepi sungai Mekong berada di bawah kendali Sriwijaya.
Karena kekuasaannya yang luas inilah kerajaan Sriwijaya sering disebut sebagai kerajaan
yang luas dan menyatukan nusantara. Meski begitu, kekuaasaan terbesar Sriwijaya pada
masa keemasannya hanya meliputi Sumatera, Jawa Barat hingga Jawa Tengah,
Semenanjung Malaya, Thailand dan Kamboja.
6. Cobalah Anda jelaskan mengapa sebuah lembaga politik bisa menciptakan
persatuan orang-orang yang ada didalamnya?

Jawab : Pengertian Lembaga Politik secara umum adalah suatu badan khusus yang
mengatur pelaksanaan kekuasaan dan wewenang menyangkut kepentingan masyarakat
pada umumnya agar tercapai suatu keteraturan dan tata tertib dalam kehidupan
bermasyarakat.

Definisi lain dari lembaga politik adalah pembentukan peraturan sosial untuk mengatur
sekelompok orang yang memiliki kuasa (pemerintah) dengan sekelompok orang yang
dikuasai (rakyat).

Lembaga politik diwujudkan melalui berbagai kegiatan sekelompok masyarakat dalam


wilayah suatu negara yang terkait dengan proses-proses perencanaan, penentuan dan
pelaksanaan di kehidupan bernegara.

Di Indonesia, lembaga politik sesuai dengan peraturan UUD 1945 menangani


permasalahan administrasi dan tata tertib secara umum untuk kepentingan mencapai
ketentraman dan keamanan masyarakat.