Anda di halaman 1dari 2

PETUNJUK BILA KENA MALING

Petunjuk-petunjuk itu antara lain dari Sunan Bonang yang menerangkan bila seseorang


kehilangan barang pada hari minggu. Maka si pencuri adalah sahabat sendiri, kulitnya agak
kemerahan, rumahnya ada disebelah utara rumah koran. selanjutnya barang-barang curian itu
akan di bawa ke arah selatan. Dan agar bisa segera ditemukan, perlu mengadakan selamatan nasi
punar dengan lauk ayam utuh.
Bila kehilangan pada hari senin maka si pencuri biasanya adalah orang serumah, berdaun telinga
panjang, rambutnya lemes, serta berperilaku halus. Agar barang segera bisa ditemukan maka
perlu mengadakan selamatan nasi uduk dengan lauk ikan sungai.
Lalu bila kehilangan pada hari selasa, pencurinya biasanya berwajah manis, kulitnya kemerahan,
hidung pesek, rambunya sedikit pirang. Barang yang dicuri biasanya akan disembunyikan di
halaman rumah. Dan agar bisa diketemukan perlu selamatan ketupat 40 biji dengan lauk sambal
goreng.
Bila hari rabu biasanya pencurinya berkuli kuning, dan barang curiannya disembunyikan
dibawah pohon di barat daya rumah korban. Selamatan yang perlu dilakukan adalah nasi golong
dengan lauk pecel ayam. Sedangkan bila hari kamis, pelakunya biasanya adalah saudara sendiri
yang perilakunya cenderung baik. Agar dapat ketemu perlu selamatan bubur merah, putih, dan
hitam.
Selanjutnya kalau kehilangan pada hari jum’at pencurinya biasanya tinggal di timur laut rumah
korban. Pelakunya orang yang suka bepergian dan barangnya biasanya di sembunyikan di dekat
atau di dalam sumur yang telah mati. Selamatannya adalah nasi dengan lauk daging, bisa
kambing, sapi atau kerbau.
Dan bila terjadi pada hari sabtu maka pencurinya biasanya orang yang tinggal serumah.
Barangnya biasanya akan disembunyikan di dalam rumah di sisi utara. Agar ditemukan perlu
selamatan nasi golong dengan lauk pecel ayam jantan dan sayur menir.
Sedangkan bila menggunakan petunjuk Syeh Siti Jenar, bila terjadi pada hari minggu maka si
pencuri di awali dengan huruf “K”. Dan barangnya biasanya akan di bawa ke arah utara ke
tempat yang ramai. Namun bila hari senin, barangnya akan dibawa ke selatan.
Lalu bila hari selasa nama pencuri diawalai denga huruf ‘S’, yang mana barang curiannya akan
di bawa ke selatan. Pada hari rabu si pencuri biasanya memiliki nama dengan huruf awal ‘R’ dan
akan membawa barangnya ke timur.
untuk hari kamis, pencuri biasanya berawalan huruf ‘G’ dan membawa barangnya ke utara.
Kalau jumat nama pencurinya diawali huruf ‘J’ dan barangnya di bawa ke barat. sedangkan pada
hari sabtu nama pencurinya diawali dengan huruf ‘S’ dan akan membawa barang ke arah timur.
Petunjuk lain diberikan Suan giri yang lebih mendasarkan pada hari pasaran (neptu), dimana bila
kejadiannya pada pasaran Legi, maka pencurinya berkulit putih, tempat tinggalnya di sebelah
Timur. agar bisa ketemu harus selamatan nasi tumpeng dengan ayam putih mulus.
Bila terjadi pada pasaran Pahing, pencurinya biasanya berkulit putih tapi kadang ada juga yang
sedikit kemerahan. Rumahnya di sebelah selatan rumah korban. dan selamatan yang perlu
dilakukan adalah nasi golong denga pecel ayam dan sayur menir.
Kalau pada pasaran Pon, pencurinya berkulit kuning, tinggalnya di Barat. Agar segera
diketemukan prlu diadakan selamatan dengan nasi dan lauk ayam jantan yang berbulu merah.
Pada pasaran Wage pencurinya berkulit hitam. Rumahnya di sebelah utara dan selamatan yang
dilakukan adalah nasi uduk lengkap dengan daging ayam hitam.
Dan yang terakhir, bila terjadi pada pasaran kliwon, maka pencurinya berkulit kemerahan,
rumahnya ditengah-tengah kampung atau desa, dan agar segera ketemu maka selamatan yang
perlu dilakukan adalah nasi punar denga lauk daging ayam jantan blorok madu. inti dari maksud
selamatan ini barangkali, dalam selamatan itu kan ada doa yang tujuannya agar kita diberi
petunjuk. sehingga barang milik kita bisa kembali diketemukan. demikian isi Primbon
Betaljemul Adamakna yang penulis sarikan secara kasar, semua tak lain karena keterbatasan
kosa kata dari penulis itu sendiri. Harapan dari tulisan ini tak lain hanya ‘uri-uri’ khasanah
warisan leluhur tak lebih dari itu. Sembah nuwun