Anda di halaman 1dari 26

Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.

I Sihatunggal

BAB I.

PKERJAAN PERSIAPAN DAN PENDAHULUAN


1. Latar Belakang
Pelaksanaan pekerjaan merupakan implementasi tahap perencanaan
berupagambar kerja menjadi sebuah bangunan yang memenuhi syarat kuat, indah,
danfungsional. Agar dapat melaksanakan pekerjaan bangunan dengan baik, diperlukan
pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman sehingga bila timbul permasalahan di
lapangan akan dapat teratasi.
Di samping itu diperlukan adanya koordinasi yang baik antara pihak-pihak
terkait dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut.Dalam pekerjaan konstruksi ketersediaan
bahan bangunan dan peralatan kerja merupakan faktor penting, sebab kedua faktor
tersebut mempengaruhi keberhasilan suatu pekerjaan. Selain itu adanya pengawasan
juga mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan pekerjaan.
Pengawasan bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana prestasi kerja
yang dilakukan, dan mengecek kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam
pelaksanaan pekerjaan. Oleh karena itu bila terdapat ketidaksesuaian antara kondisi di
lapangan dengan perencanaan, melalui fungsi pengawasan akan dapat diketahui dan
segera dicari sebabnya guna pengambilan tindakan koreksi. Koreksi yang dilakukan
harus cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan dari segi teknis dan non teknis.

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal


2. Maksud dan Tujuan
Melakukan Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal Tahun 2019
3. Lokasi
Peta Lokasi
1. BENDUNG LUBIS

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal


2. REHAB BENDUNG SIMARMIHIM

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal


4. Lingkup Pekerjaan
Ruang Lingkup Pekerjaan ini adalah Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal
Tahun 2019
Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal

Satuan
No Jenis Barang/Jasa Volume
Unit

I PEKERJAAN PERSIAPAN DAN PELAPORAN


1 Sewa Kantor, Lahan, serta Furniture Ls 1.00
2 Fasilitas Kesehatan dan Keselamatan Kerja Ls 1.00
3 Papan nama proyek Unit 1.00
Gambar kerja dan gambar purna bangun (as-built
4 LS 1.00
drawing)
5 Laporan dan foto dokumentasi LS 1.00

II BENDUNG LUBIS
A Pekerjaan Tanah
1 Pembersihan dan striping/kosrekan M2 200.00
2 1 m3 Galian tanah biasa sedalam 1 m s.d 2 m M3 259.57
3 Timbunan tanah kembali M3 27.60

B Pekerjaan Pasangan
1 Pasangan batu mortar (1PC 4PP) M3 169.85
2 Pelesteran camp 1 2 M2 225.00

C Pekerjaan Beton (Plat Pelayanan)


1 Beton K-175 M3 0.08
2 Pemasangan Bekisting M2 1.20
3 Pembesian Kg 3.60

D Pekerjaan Beton (Rumah Pintu)


1 Beton K-225 M3 4.74
2 Pemasangan Bekisting M2 41.02
3 Pembesian Kg 237.07

E Pekerjaan Blok Beton ukuran 40 x 40 x 40 cm


1 Blok beton Bh 570.00

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal


F Pekerjaan Pintu
1 Pintu B = 650 mm ( Pintu sorong ) Ls 1.00
2 Pintu B = 800 mm ( Pintu sorong ) Ls 1.00

III REHAB BENDUNG SIMARMIHIM


A Pekerjaan Tanah
1 Pembersihan dan striping/kosrekan M2 100.00
2 1 m3 Galian tanah biasa sedalam 1 m s.d 2 m M3 278.47
3 Timbunan tanah kembali M3 181.43

B Pekerjaan Pasangan
1 Pasangan batu mortar (1PC 4PP) M3 354.20
2 Pelesteran camp 1 2 M2 397.00

C Pekerjaan Beton (Plat Pelayanan)


1 Beton K-175 M3 0.50
2 Pemasangan Bekisting M2 7.42
3 Pembesian Kg 25.00

D Pekerjaan Beton (Rumah Pintu)


1 Beton K-225 M3 4.17
2 Pemasangan Bekisting M2 68.45
3 Pembesian Kg 208.30

E Pekerjaan Blok Beton ukuran 40 x 40 x 40 cm


1 Blok beton Bh 782.00

F Pekerjaan Pintu
1 Pintu B = 650 mm ( Pintu sorong ) Ls 1.00
2 Pintu B = 800 mm ( Pintu sorong ) Ls 1.00

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal


BAB I.

METODE PELAKSANAAN

FLOWCHART TAHAPAN PELAKSAAN PEKERJAAN

Pekerjaan Persiapan

Pekerjaan Saluran Sesuai Barchat

A. PEKERJAAN PERSIAPAN/PENDAHULUAN
1. PEMBERSIHAN LAHAN
Melakukan pembersihan lahan yang akan dikerjakan. Mulai dari pembersihan
sampah-sampah, tanaman/pohon, bekas galian, dan lainnya yang ada dilokasi/lahan
pekerjaan. Pembersihan juga dilakukan disaat selesai pekerjaan.

Stripping

a. Permukaan dasar/tanah dibawah tanggul-tanggul yang dipadatkan untuk saluran-


saluran irigasi dan drainase dan dibawah tanggul-tanggul untuk jalan-jalan saluran,
dan untuk jalan- jalan yang dipindahkan dan dibangun kembali harus distripping
sebagaimana yang diminta dari semua tanggul-tanggul, akar-akar, bahan-bahan
sayuran dan bahan-bahan lain yang mengganggu, seperti yang ditentukan oleh
Direksi. Daerah-daerah yang menuntut adanya stripping akan ditentukan oleh Direksi.
b. Bahan yang dikeluarkan harus dibuang ditempat buangan yang ditunjuk oleh
Direksi.

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal


Stripping dari pada daerah pembuang tidak akan diminta. c. Ukuran dan pembayaran
d. Semua stripping yang dibutuhkan harus dimasukkan dalam harga satuan pekerjaan
didalam rencana anggaran biaya sesuai dengan spesifikasi. Harga satuan pekerjaan
mengikuti dan tidak terbatas pada pengupasan lapisan atas dari tanah dasar dengan
tebal sesuai dengan petunjuk Direksi, pembersihan akar-akar dan bahan-bahan lain
yang mengganggu, buangan, dan syarat-syarat lain yang sesuai dengan spesifikasi.

2. SEWA GUDANG BAHAN


Tahap Kedua adalah sewa gudang bahan/Gudang. Direksi Keet/Gudang ini adalah
bangunan sementara dari kayu yang dibangun sebagai tempat penyimpanan
bahan/material yang akan digunakan, tempat rapat/koordinasi lapangan antara
pelaksana, konsultan perencana, konsultan pengawas dan instansi terkait baik rutin
ataupun koordinasi yang sifatnya mendadak dan sebagai tempat peristirahatan para
pekerja.

3. PEMBELIAN DAN PENGADAAN BAHAN


 Pembelian Bahan
Mengingat tingginya harga nilai biaya bahan dalam suatu proyek , yaitu rata-rata
mencapai 70 % dari seluruh biaya pelaksanaan proyek, maka setiap usaha untuk
meningkatkan cas flow tergantung pada efisiensi kegiatan pembelian bahan.
 Menetapkan kapan harus mulai membeli bahan material.
 Jadwal pembelian bahan merujuk pada jadwal pelaksanaan pekerjaan.
 Jarak dan waktu transportasi yang diperlukan dari lepalansir/sumber
material ke lokasi proyek.
 Formula pembelian, maksudnya adalah menentukan cara pembelian
apakah akan dilakukan pemesanan bertahap atau keseluruhan kaerna
memperhitungkan efesiensi biaya (uang muka bank, garansi dll)
 Mebuat fasilitas gudang material dan fasilitas pendukung lainya seperti
fasilitas penyimpanan alat.
 Menentukan jumlah bahan yang akan di pesan

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal


Dalam menentukan jumlah bahan yang akan di pesan perlu menganalisa
beberapa pertimbangan dan kemungkinan diantaranya adalah:
1. Kuantitas persediaan bahan yang bersinergi dengan kontinuitas
produksi lapangan.
Maksudnya adalah menjamin ketersediaan bahan nantinya di lapangan ,
karena terhambatnya sebuah proyek disebabkan oleh tidak
ketersediaannya bahan dilapangan (non in stock) tidak bias ditolerir
.namun sebaliknya jika terjadi penumpukan bahan material di lapangan
(Over stoc) akan merugikan adpun kerugian yang dapat di alami adalah
sbb:
a. Merugikan Cash flow perusahaan.
b. Kadalwarsa
c. Kerusakan
d. Kehilangan (loss)
e. Mebutuhkan biaya inventory
2. Ketersediaan persediaan penyimpanan dan handeling.
 Gudang tertutup untuk bahan yang mudah rusak. (semen,cat dll)
 Gudang terbuka untuk (besi beton, pasir,koral.batu belah dll)
 Gudang peralatan ( scaffolding, molen stamper dll)
 Menerapkan prinsip hubungan kerjasama dengan pemasok//supplier
a. Berorientasi pada mutu bahan.
b. Independen dan saling menghargai.
c. Tidak berkonfrontasi
d. Partnership.
e. Sepakat tentang jalan keluar yang damai jika terjadi perselisihan (
dispute)
f. Profesionalisme.
 Pengadaan Bahan
Kegiatan ini mencakup beberapa aktifitas penting yaitu:
a. Jadwal pendatangan material berdasarkan time schedule pekerjaan.

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal


b. Permintaan pengadaan bahan dari unit pekerjaan yang dinyatakan dengan
Surat Permintaan Pembelian (SPP)
 Tahap Seleksi
 Spesifikasi bahan yang digunakan sesuai dengan sfesifikasi teknis pekerjaan
 Kemampuan produksi dan pasokannya.
 Harga satuan bahan yang ditawarkan
 Tahap Pembelian Bahan
Adapun diskripsi sfesifikasi mutu yang dikehendaki dalam pembelian bahan
adalah sbb:
a. Sfesifikasi yang jelas dan terinci yang di kehendaki direksi.
b. Sfesifikasi yang bisa di penuhi secara continuitas oleh produsen/suplayer.
c. Standarisasi produk (SNI,ASTM, JIS dll)
d. Metode dalam surfe yang akan di terapkan.
 Tahap Penerimaan Bahan
Pada tahapan ini kegiatan penerimaan bahan dapat berfungsi antara lain sebagai
pengendalian materialkarena aktifitas penerimaan bahan menyangkut hal-hal sbb:
a. Kedatangan bahan
b. Penerimaan .
c. Penyimpanan
d. Pencatatan/administrasi.
e. Pengiriman/ distribusi loksi

4. PEMBUATAN & PEMASANGAN PAPAN NAMA KEGIATAN

Papan nama kegiatan dibuat untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa
sedang ada pekerjaan pembuatan/perbaikan jalan oleh perusahan terkait. Ukuran,
informasi yang tercantum, dan bahan yang digunakan dalam pembuatan papan nama
yang akan dipasang mengikuti aturan yang sudah ditetapkan pada spesifikasi teknis.
Pemasangan papan nama kegiatan harus terletak pada area pekerjaan, tidak mengganggu
aktifitas pekerjaan, dan dapat dilihat khalayak umum agar tujuan utama pembuatan

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal


papan nama kegiatan yakni memberikan informasi pekerjaan yang sedang dikerjakan
bisa tercapai.

5. PENYELENGGARAAN K3
Dalam melaksanakan pekerjaan peningkatan jalan setiap tahapan pekerjaan yang
akan dilaksanakan mulai dari awal. Pelaksanaan pekerjaan sampai dengan akhir
kegiatan di lapangan diusahakan tidak mengganggu arus lalu lintas. Aktifitas arus
lalu lintas yang terhambat akibat adanya kegiatan proyek akan merugikan pengguna
jalan raya.
Agar dalam pelaksanaan pekerjaan tidak terjadi kerugian dipihak pengguna jalan,
maka manajemen lalu lintas dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :
Menyiapkan perlengkapan keselamatan jalan selama periode kontruksi sesuai
ketentuan.

Membuat rencana kerja manajemen lalu lintas sesuai schedule pekerjaan dan
koordinasikan dengan seluruh personil yang terkait.
Mengatur secara tepat jadwal pelaksanaan setiap jenis pekerjaan di lapangan.
Memasang rambu-rambu di sekitar lokasi pekerjaan, dan menempatkannya secara
tepat dan benar.
Menempatkan petugas pengatur lalu lintas untuk mengatur dan mengarahkan arus
lalu lintas.
Peralatan Keselamatan Lalu Lintas
Rambu penghalang lalu lintas jenis plastik
Rambu peringatan
Peralatan komunikasi dan lainnya
Tenaga yang terdiri dari:
Pekerja
Koordinator

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal


Pada saat pekerjaan, rambu-rambu diletakkan sepanjang daerah galian, tujuannya
agar lalu lintas tidak masuk atau terperosok ke dalam daerah galian.Rambu-rambu
yang dipasang haruslah mempunyai cat dengan pantulan cahaya, guna menghindari
kecelakaan di malam hari.

B. PEKERJAAN DRAINASE

1 m3 Galian tanah biasa sedalam 1 m s.d 2 m


Penggalian tanah harus dilakukan sesuai dengan gambar kerja dan harus cukup lebar
untuk memperoleh medan kerja yang baik bagi para pekerja, sehingga pekerjaan
dapat berlangsung dengan lancar, dan tanah galian tidak mudah longsor. Semua
bekas akar pohon yang terdapat di bagian pondasi yang akan dilaksanakan harus
dibuang.
Peralatan sederhana: cangkul, benang,meteran, pengki,shop drawing, dll
Peralatan modern : Excavator
Metode Pembuatan Galian

1. Siapkan alat-alat uang dibutuhkan.


2. Gali tanah dengan yang sudah tetapkan (sesuai Gambar)
3. Gali sisi miring sesuai yang gambar.
4. Buang sisa galian ke tempat yang sudah di tentukan.
5. Cek posisi, lebar kedalaman dan kerapian sesuai gambar.

PEKERJAAN GALIAN TANAH BIASA


• Penggalian harus dilaksanakan menurut kelandaian, garis, dan elevasi yang
ditentukan.
• Pekerjaan galian harus dilaksanakan dengan gangguan yang seminimal
mungkin terhadap bahan di bawah dan di luar batas galian.
• Bilamana bahan yang terekspos pada garis formasi atau tanah dasar atau
pondasi dalam keadaan lepas atau lunak atau kotor atau tidak memenuhi
syarat, maka bahan tersebut harus seluruhnya dibuang dan diganti dengan

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal


timbunan yang memenuhi syarat.
• Bilamana batu, lapisan keras atau bahan yang sukar dibongkar dijumpai pada
garis formasi untuk selokan yang diperkeras, pada tanah dasar untuk
perkerasan maupun bahu jalan, atau pada dasar galian pipa atau pondasi
struktur, maka bahan tersebut harus digali 15 cm lebih dalam sampai
permukaan yang mantap dan merata. Tonjolan-tonjolan batu yang runcing
pada permukaan yang terekspos tidak boleh tertinggal dan semua pecahan
batu yang diameternya lebih besar dari 15 cm harus dibuang. Profil galian
yang disyaratkan harus diperoleh dengan cara menimbun kembali dengan
bahan yang memenuhi syarat dan dipadatkan.
• Peledakan sebagai cara pembongkaran batu hanya boleh digunakan jika tidak
praktis menggunakan alat bertekanan udara atau suatu penggaru (ripper)
hidrolis berkuku tunggal. Peledakan dilarang dan penggalian batu dilakukan
dengan cara lain, jika, peledakan tersebut berbahaya bagi manusia atau
struktur di sekitarnya.
• Kontraktor harus menyediakan anyaman pelindung ledakan (heavy mesh
blasting) untuk melindungi orang, bangunan dan pekerjaan selama penggalian.
Jika dipandang perlu, peledakan harus dibatasi waktunya.

• Penggalian batu harus dilakukan sedemikian, apakah dengan peledakan


atau cara lainnya, sehingga tepi-tepi potongan harus dibiarkan pada kondisi
yang aman dan serata mungkin. Batu yang lepas atau bergantungan
dapat menjadi tidak stabil atau menimbulkan bahaya terhadap
pekerjaan atau orang, harus dibuang, baik terjadi pada pemotongan batu
yang baru maupun yang lama.

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal


1. Pasangan batu mortar (1PC 4PP)
1. Pasangan Batu Kosong
Pemasangan batu kosong harus dilaksanakan sebelum seluruh pekerjaan yang
menggunakan dengan speci dilakukan.
2. Pasangan Batu Kali 1 : 4
Pekerjaan pasangan batu kali dilaksanakan setelah proses penggalian,
hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya keruntuhan pada lokasi penggalian.
Material yang digunakan seperti semen, batu kali, pasir dan air akan ditempatkan
pada lokasi kerja. Mortal semen atau adukan untuk pasangan batu akan diproduksi
dengan menggunanakan beton mollen dengan komposisi campuran 1 pc : 4 ps.
Untuk lokasi yang tidak dapat dilalui kendaraan, maka mortal semen akan
diangkut secara manual didalam kotak adukan yang kedap air. Dan sebelum
melakukan pemasangan bahan yang akan dipasang benar-benar sudah bersih dari
segala macam kotoran.
3. Plesteran Dinding 1 : 4
Setelah pasangan batu selesai dilaksanakan, maka pada lapisan muka akan
dipasang plesteran dengan komposisi campuran 1 pc : 4 ps. Pekerjaan tersebut
dilaksanakan menurut petunjuk direksi dan yang disyaratkan pada dokumen.
4. Plesteran Dinding 1 : 2
Pekerjaan plesteran dinding 1 pc : 2 ps dimaksudkan untuk melapisi tanah dengan
antara semen dan pasir, agar pada pelaksanaan plesteran berjalan lancar
dengan mutu baik.
5. Pekerjaan Acian Dinding
Pekerjaan acian dinding dimaksudkan untuk melapisi plesteran dinding, agar
seluruh hasil plesteran mencapai mutu yang baik.
2. Pekerjaan Beton Mutu setara K 175 )
Pekerjaan ini untuk Pekerjaan Struktur bangunan bawah Jembatan,Abutmen,
Retaining wall atau sesuai gambar kerja. Pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
Agregat Kasar dipilih sedemikian sehingga ukuran partikel terbesar tidak lebih dari

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal


¾ dari jarak minimum antara baja tulangan dengan kayu acuan. Penggunaan bahan
campuran harus sesuai dokumen spesifikasi .
 Beton K-175 dilaksanakan untuk pekerjaan Struktur Badan Jalan.
 Bahan material yang digunakan adalah agregat kasar, agregat halus dan
air.
 Lokasi pekerjaan disesuiakan dengan gambar rencana.

 Prosedur pekerjaan :
 Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dahulu request dan
diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
 Menyerhakan hasil pengujian material (mix design) Beton K-175
yang akan digunakan dan harus sesuai dengan Spesifikasi Teknik
yang disyaratkan.
 Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan.
1. Tahapan Pekerjaan :
 Bahan material yang akan digunakan Agregat Kasar, Agregta Halus dan
Semen.
 Material tersebut dicampur dengan menggunakan concrete mixer dan
diberi air yang telah disediakan dengan alat water tank truck.
 Komposisi campuran sesuai dengan spesifikasi teknik
 Sebelum pemasangan harus dibuatkan bekisting dengan menggunakan
kayu perancah dan profil terlebih dahulu untuk memudahkan pemasangan
sesuai dengan gambar.
 Setelah bekisting dan tulangan ssudah dipasang, maka pengecoran
dilaksanakan dan pemadatannya menggunakan alat concrete vibrator agar
beton padat dan karakteristik (kuat tekan) beton tercapai.
 Dalam proses pengecoran harus dibuatkan benda uji kubus beton untuk
dilakukan pengetesan dilaboratorium.

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal


3. Pekerjaan Beton Mutu f'c 19.3 Mpa ( setara K 225 )
Pekerjaan ini untuk Lantai Kerja atau sesuai gambar kerja. Pelaksanaannya
adalah sebagai berikut : Agregat Kasar dipilih sedemikian sehingga ukuran partikel
terbesar tidak lebih dari ¾ dari jarak minimum antara baja tulangan dengan kayu
acuan.
 Beton K-125 dilaksanakan untuk Lantai Kerja.
 Bahan material yang digunakan adalah agregat kasar, agregat halus dan
air.
 Lokasi pekerjaan disesuiakan dengan gambar rencana.
 Prosedur pekerjaan :
 Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dahulu request dan
diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
 Menyerhakan hasil pengujian material (mix design) Beton K-125
yah akan digunakan dan harus sesuai dengan Spesifikasi Teknik
yang disyaratkan.
 Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan
1. Tahapan Pekerjaan :
 Bahan material yang akan digunakan Agregat Kasar, Agregta Halus dan
Semen.
 Material tersebut dicampur dengan menggunakan concrete mixer dan
diberi air yang telah disediakan dengan alat water tank truck.
 Komposisi campuran sesuai dengan spesifikasi teknik
 Sebelum pemasangan harus dibuatkan bekisting dengan menggunakan
kayu perancah dan profil terlebih dahulu untuk memudahkan pemasangan
sesuai dengan gambar.
 Setelah bekisting dan tulangan ssudah dipasang, maka pengecoran
dilaksanakan dan pemadatannya menggunakan alat concrete vibrator agar
beton padat dan karakteristik (kuat tekan) beton tercapai.
 Dalam proses pengecoran harus dibuatkan benda uji kubus beton untuk
dilakukan pengetesan dilaboratorium.

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal


4. Pekerjaan Baja Tulangan Polos
Merupakan baja tulangan polos (bukan ulir) dengan baja mutu sedang yang
memiliki tegangan leleh karekteristik 2.400 kg/cm2. Pekerjaan ini mencakup
pengadaan dan pemasangan baja tulangan pada acuan cetakan sesuai dengan
Spesifikasi dan Gambar.
Pekerjaan dilakukan secara manual dengan urutan pekerjaan sebagai berikut :
 Besi dipotong dan dibengkokan sesuai dengan kebutuhan, kemudian
disusun sedemikian rupa sesuai dengan gambar kerja, dan setiap
pertulangan diikat dengan menggunakan kawat beton.
 Peralatan yang digunakan adalah : alat bantu

Syarat Pelaksanaan PBI’71

Tulangan harus dipasang sedemikian rupa diikat dengan kawat baja, hingga
sebelum dan selama pengecoran tidak berubah tempatnya.

1. Tulangan pada dinding dan kolom – kolom beton harus dipasang pada posisi yang
benar dan untuk menjaga jarak bersih digunakanspacer/penahan jarak.
2. Tulanganpada balok - balok footing dan plat harus ditunjang untuk memperoleh
lokasi yang tepat selama pengecoran beton dengan penjaga jarak, kursi penunjang
dan penunjang lain yang diperlukan. c) Tulangan-tulangan yang langsung diatas
tanah dan diatas agregat (seperti pasir, kerikil) dan pada lapisan kedap air harus
dipasang/ditunjang hanya dengan tahu beton yang mutunya paling sedikit sama
dengan beton yang akan dicor.
3. Perhatian khusus perlu di curahkan terhadap ketepatan tebal penutup beton. Untuk
itu tulangan harus dipasang dengan penahan jarak yang terbuat dari beton dengan
mutu paling sedikit sama dengan mutu beton yang akan dicor. Penahan – penahan
jarak dapet berbentuk blok – blok persegi atau gelang – gelang yang harus dipasang
sebanyak minimum 4 buah tiap m2 cetakan atau lantai kerja. Penahan- penahan
jarak ini harus tesebar merata.

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal


4. Pada pelat – pelat dengan tulangan rangkap, tulangan atas harus ditunjang pada
tulangan bawah oleh batang - batang penunjang atau ditunjang langsung pada
cetakan bawahatau lantai kerja oleh blok – blok beton yang tinggi. Perhatian khusus
perlu dicurahkan tarhadap ketapatan letak dari tulangan – tulangan pelat yang
dibengkokkan yang harus melintasi tulangan balok yang berbatasan.
5. Toleransi pada Pemasangan Tulangan
 Terhadap selimut beton ( selimut beton ) : ± 6 mm
 Jarak terkecil pemisah antara batang : ± 6 mm
 Tulangan atas pada pelat dan balok :
 Balok dengan tinggi sama atau lebih kecil dari 200mm : ± 6mm
 Balok dengan tinggi lebih dari 200 mm tapi kurang dari 600 mm : ± 12 mm.
 Balok dengan tinggi lebih dari 600 mm : ± 12 mm.
 Panjang batang : ± 50 mm.

5. Pekerjaan Bekesting
Tekanan Horizontal Pada Begesting

1. Beton Mortar
Karena berat Volume beton (2400 Kg/m3) 2,4 kali lebih berat dari volume air (1000
kg/m3) maka tekanan Vertikal juga harus 2.4 kali lebih besar.untuk beton dengan nilai
slum yang tinggi ( Beton Encer), nilai tekanan Horiszontal (H) per meter tinggi +/-
24x10 kN/m2, dan juga Beton dengan nilai yang rendah memberikan nilai tekanan
Horizontal yang lebih rendah.
2. Penuangan
Cara memadatkan/ menuangkan campuran beton harus di perhatikan, tinggi
penuangan bebas beton mortar setara atau berbanding lurus dengan kecepatan
penambahan beton di dalam begesting,
Contoh: Pengecoran di lakukan dengan jarak 3 meter dalam waktu 1 jam, ini akan
menghasilkan tekanan horizontal yang lebih besar dari pada yang di cor dari keinggian

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal


2 meter dengan durasi waktu 4 jam, karena akan mengakibatkan beton cor di bagian
bawah sudah mulai mengeras.
3. Tulangan
Batang tulangan dengan jarak tulangan S.K.S 50 mm akan memberikan reduksi
tekanan Horizontal (Begesting) yang lebih besar dari pada dengan tulangan dengan
jarak 250 mm
Tahap Pemeriksaan Begesting.

Selama pengecoran, begesting di periksa oleh pengawas lapangan, untuk menghindari


seandainya ada kerusakan yang akan mengakibatkan perbaikan dengan biaya yang
tinggi.dapun hal-hal yang harus di perhatikan dalam pelaksanaan pengecoran adlah.

1. Perubahan bentuk begesting yang tidak di duga.


2. Sambungan yang berubah atau terlepas, tumpuan retakan rusak atau petunjuk
patahan lain yang membahayakan.
3. Tinggi jatuh beton, kecepatan penuangan campuran, penurunan mortar dan
cara pemadatan yang benar.
4. Peluapan air semen.

Tahap Pembongkaran Begesting

Pembongkaran dilakukan setelah di setujui oleh direksi pengawas,papan begesting


sebisa mungkin di jaga (agar dapat di pakai untuk pengecoran selanjutnya)

1. Bagian yang kecil: baut, baji, pen senter dll dikumpulkan dan di simpan dengan baik.
2. Skrup ulir maupun pen di bersihkan dari mortar bagian yang sudah rusak tidak di
gunakan lagi.
3. Hindari kerusakan papan/triplek saat pembongkaran
1. Pekerjaan Pasangan Plesteran dan Acian
Pekerjaan plesteran dilaksanakan setelah pasangan batu belah selesai dilaksankan,
pasangan batu belah terbebas dari kotoran dan disiram dengan air, ketebalan plesteran 1,5
cm rata lurus dan tidak bergelombang, campuran adukan 1 Pc : 4 Psr untuk plesteran
transraam dan 1 Pc : 4 Psr untuk plesteran batu belah atasnya . Penyelesaian akhir
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal
plesteran batu belah harus diaci dengan semen kental sedemikan rupa sehingga permukaan
batu belah menjadi rata, halus dan tidak retak. Untuk mendapatkan hasil plesteran yang
baik atau rata dan siku harus dibuatkan kepala plesteran serta cara meratakan plesterannya
dengan menggunakan mistar aluminium atau kayu yang lurus dan rata. Untuk
menyelesaikan sudut-sudut, sponing ( benangan ) acian dilaksankan dengan lurus dan
tajam.

- Alat yang digunakan ; molen, kotak adukan, ember, sekop, cangkul,


keranjang/kotak takar, cetok, benang, waterpas
- Tenaga yang dipakai ; pekerja, Tukang batu dan mandor
- Bahan yang digunakan ; pasir semen dan air.
1. Untuk semua pekerjaan plesteran tidak diperkenankan memakai kapur

2. Plesteran batu belah tebalnya tidak boleh kurang 0,8 cm atau lebih dari 2 cm, kecuali
ditetapkan lain batu belah yang akan diplester harus dibasahi dahulu dengan air yang
bersih sesuai dengan ketentuan

3. Pekerjaan plesteran akhir harus lurus, sama rata, datar maupun tegak lurus.

4. Pada dasarnya plesteran lapis pertama adalah dengan adukan pasangan 1 PC : 2 PS


untuk Trasram dimana pekerjaan tersebut dilaksanakan ( plesteran batu belah ).

5. Jika hasil plesteran memungkinkan hasil yang tidak memuaskan seperti tidak rata,
tidak lurus, adanya pecahan atau retak, maka bagian tersebut harus dibongkar kembali
untuk diperbaiki.

6. Pada permukaan beton yang halus / rata hendaknya dibuat kasar permukaannya atau
diberi adukan semen baru dilakukan pekerjaan plesteran ( 1 pc : 2 ps ).

4. PEKERJAAN BLOK BETON

Ruang Lingkup Pekerjaan

Semua pekerjaan blok beton yang dibuat dalam persyaratan teknik ini dan untuk keperluan
yang berhubungan dengannya, dan yang mungkin ditentukan oleh Direksi, terdiri dari
bahan yang dipersyaratkan disini dan harus dicampur sesuai dengan kegunaanya, dibuat
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal
dan dipasang sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang dinyatakan disini. Ketentuan
dan persyaratan disini lebih lanjut harus diterapkan untuk semua pekerjaan batu, kecuali
jika ada yang secara khusus untuk jenis pekerjaan tertentu diubah oleh direksi.

Bahan

Blok beton yang dibutuhkan dalam persyaratan teknik ini merupakan beton dengan mutu
K-
225 tanpa tulangan, dimana syarat dan ketentuan terhadap bahan harus sesuai dengan
ketentuan dan sepenuhnya memenuhi persyaratan dalam bab I “Bahan Umum” dan bab II
“Pekerjaan Beton”.

Ukuran

Ukuran blok beton yang ditentukan dalam persayaratan teknis ini adalah blok beton kubus,
yang dicetak memiliki berat untuk satu blok adalah 1 (satu) ton dengan ukuran tebal = 50
cm, lebar
= 800 cm dan panjang 120 cm. Syarat dan ketentuan pencetakan blok beton harus sesuai
dan
sepenuhnya memenuhi persyaratan dalam bab I “Bahan Umum” dan bab II “Pekerjaan
Beton”.

Pemasangan

a. Blok beton yang akan dipasang harus sudah benar-benar kering dan bersih dan
dapat dipasang pada lokasi pekerjaan apabila umur beton telah mencapai 7 hari dan telah
disetujui oleh Direksi.
b. Blok beton yang disusun secara berlapis harus diletakkan secara selang-seling (tidak
segaris secara vertical).

PEKERJAAN PINTU

Pintu Roda Tetap, Sorong dan Pintu Romijn

Pintu-pintu harus direncanakan dan dibuat seperti ketentuan berikut :

1) Syarat Perencanaan
a. Pintu masuk mampu menahan muatan :
 Muatan air yang berkembang karena ketinggian air seperti ditentukan dalam
gambar
 Muatan yang disebabkan oleh naik atau turunnya pintu termasuk mulai
gesekan maksimum dari dukungan permukaan pintu.
 Berat sendiri.
b. Rangka kemudi harus bisa menahan muatan tubruk karena dudukan pintu.
Rangka kemudi harus mampu memindahkan muatan pintu ke-pasangan beton.
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal
c. Tangan pengangkat harus mampu menaikkan atau menurunkan pintu termasuk
semua muatan gesakan dan gaya tarikan bawah selama waktu banjir.
2) Tegangan Rencana
a. Rangka baja bangunan, tegangan yang diizinkan untuk rangka baja bangunan
harus mengikuti :
 Axial tensile stresses. (perluas penampang bersih) 120 N/mm2
 Kekuatan tekan axial. (perluas penampang kotor)
0 < L/r = < 110 110 - 0,0048 (L/r )2
N/mm
L/r > 110 635000 (L/r)2 N/mm
Dima
na :
L = panjang rangka
buckling
r = jari-jari putaran luas penampang rangka
kotor

 Tegangan tensile bengkok. (per luas penampang bersih) 120 N/mm2


Tegangan tekan bengkok 110 – 0,5 (1/b)2 N/mm2 (perluas penampang kotor)
untuk keadaan 1/b = < 30.
Dima
na :
1 = panjang dukungan
flens. b = lebar flens

Apabila flens tekan langsung dilas atau dipaku


seperti plat kulit 110 N/mm2
Tegangan geser 70
N/mm2
(perluas penampang
kotor)

Apabila tebal dari rangka baja lebih dari 40 mm tegangan ini akan menjadi 0.92
kali nilai tersebut diatas.
Tebal minimum rangka utama harus 6 mm, rasio kelangsungan dari rangka
tekan tidak akan kurang 120 dan dari rangka sekunder harus kurang dari 150.

b. Tegangan beton, tengans geser dan dukung beton yang diizinkan tidak akan
melebihi
0,70 N/mm2 dan 4,5 N/mm2.
c. Bagian mesin, semua bagian pintu mekanik dan pengangkat dikenakan syarat
muatan normal atau muatan kapasitas rata-rata harus direncana-kan atau
berdasarkan hal berikut:
 Tegangan tensile
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal
Faktor keamanan berikut harus dipakai untuk kekuatan yield atau kekuatan
ultimate bahan yang digunakan, dimana memberikan tegangan yang diizinkan
yang lebih rendah :

Tegangan tekan
Tegangan tekan yang diizinkan harus sama dengan tegangan tekan yang
diizinkan untuk besi cor adalah tiga kali tegangan tensile yang diizinkan.
 Tegangan geser
Tegangan geser yang diizinkan harus ¾ kali tegangan tensile yang diizinkan
untuk semua bahan yang digunakan, kecuali tegangan geser yang diizinkan
untuk besi cor harus sama dengan tegangan tensil yang diizinkan.
d. Tegangan kayu : Tegangan kayu harus sesuai Standard Indonesia Peraturan
Kontruksi kayu SNI.7973.2013 atau Standard lain yang disetujui oleh direksi.

3) Syarat Detail
a. Pintu : Pintu harus dibuat dari besi atau kayu, baja las atau baja cor. Syarat detail
dalam pelekasanaan pintu, tidak ditentukan disini, untuk itu kontraktor harus
mengusulkan untuk mendapat persetujuan Direksi. Pembengkakan maximum pintu
yang kena muatan kurang dari 1/300 bentang bersih pintu.
b. Rangka kemudi : Tiap kemudi terdiri dari rangka penutup, plat dukung balok
penutup/ atau balok penyanggah dan semua komponen lain yang perlu. Apabila
rangka kemudi sudah dipasang, permukaan penutup harus lurus, sebidang dan
dengan toleransi kurang lebih 1 mm. Balok penutup harus lurus dan benar yang
memberikan tepat/dekat dengan bagian bawah pintu dan membawa berat pintu.
c. Pengangkat : Tiap pengangkat harus ditempatkan seperti pada gambar. Batang
pengangkat harus merupakan type skrup tunggal yang dioperasikan dengan tenaga
manusia. Tenaga kerja yang dibutuhkan untuk gaya pengangkat harus kurang dari
35 kg pada keliling roda putar. Tiap batang pengangkat harus dileng-kapi petunjuk
pintu mekanis.

4) Pemeriksaan Pemasangan di bengkel


Tiap pintu, rangga kemudi, batang pengangkat dan perlengkapannya harus dipasang
dan dicoba dibengkel. Saat dipasang harus diperiksa ukurannya, toleransi dan ketelitian
arah. Apabila ada kesalahan dan salah ditemukan harus segera dibetulkan.

5) Pengecatan
Pengecatan pintu dan perlengkapannya harus dibuat berdasarkan syarat-syarat yang
diberikan.

6) Pemasangan
a. Rangka kemudi : Rangka kemudi harus dipasang pada balok sesuai dengan gambar
yang disetujui, dibawa kegaris batas dan mutu batas toleransi yang ditentukan dan
dijamin kuat pada tempatnya. Hubungan antara rangka kemudi, bahan yang
diangker dan alat pelurus harus dikunci dengan kuat pada tempatnya. Hubungan
antara rangka kemudi bahan yang diangker dan alat pelurus harus dikencangkan
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal
dengan kuat untuk memegang rangka dikencangkan dengan kuat untuk memegang
rangka kemudi pada kedudukannya pada saat beton sedang dicor pada balok.
Perhatian khusus harus diambil untuk meyakinkan kemudi, pendukung dan
permukaan penutup terletak pada bidang yang benar didalam batas toleransi yang
ditentukan untuk seluruh panjangnya. Selama pengecoran beton, toleransi arah
ahrus diperiksa dan perbaikan dilakukan apabila ada kesalahan penempatan.
b. Pintu : Pintu lengkap dengan penutup harus diatur dan dipasang sesuai dengan
detail pada gambar yang telah disetujui sesuai dengan petunjuk Direksi. Pintu harus
diatur dan dipasang batas toleransi bengkel. Setelah pemasangan selesai, pintu
harus diperiksa
terhadap kekedapan air, permukaan kontak antara pintu dan rangka
kemudi ditempatnya.
c. Pengangkat : Batang pengangkat harus diatur dan dipasang sesuai dengan gambar
yang telah setujui. Setelah pintu sorong dan perlengkapannya sudah betul-betul
dipasang, tiap pintu harus dicoba untuk menaikkan dan menurunkan sepenuhnya
oleh kontraktor. Bila ada perubahan dan penyesuaian harus dilakukan sampai pintu
berfungsi dengan baik dan disetujui oleh Direksi.

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal


BAB III.

PEKERJAAN AKHIR
1. Pekerjaan Pembuatan Laporan dan Dokumentasi
A. Administrasi dan Pelaporan
Administrasi dan pelaporan ini merupakan hal-hal yang mencakup semua pekerjaan
administrasi, namun selalu mengikuti aturan yang tertera dalam kontrak yang ada,
administrasi ini meliputi :

a. Ijin Memasuki Lokasi, dilampiri :


 Struktur Organisasi.
 Time Schedule
Ijin ini disampaikan kepada direksi teknis lapangan dan pemberi tugas,
untuk dimintakan persetujuaannya sebelum pekerjaan fisik lapangan
dimulai.

b. Ijin Pelaksanaan, dilampiri :


 Shop drawing
 Hasil Pengukuran Lapangan dengan potongan melintang per 50 m, dan
setiap elevasi-elevasi dan ukuran-ukuran yang diperlukan
 Ijin Material
Ijin ini disampaikan kepada direksi teknis lapangan dan pemberi tugas, untuk
dimintakan persetujuaannya.

c. Laporan Harian, berisi :


 Jenis dan volume pekerjaan yang akan dilaksanakan
 Jenis dan volume material yang akan digunakan
 Jumlah tenaga kerja, yang terdiri dari Pekerja, Tukang. Kepala Tukang,
Mandor dan Staff Kantor Lapangan.
 Jumlah dan Jenis peralatan yang digunakan
 Kondisi cuaca.
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal
Laporan ini disampaikan kepada direksi teknis lapangan dan pemberi tugas,
untuk dimintakan persetujuaannya.

d. Laporan Mingguan, berisikan dan dilampiri :


 Kemajuan pekerjaan mingguan
 Bar Chart dan Curve S
 Struktur Organisasi
 Photo Dokumentasi
 Cuaca
 Kendala dan Solusi masalah lapangan.
Laporan ini disampaikan kepada kepada direksi teknis lapangan atau pemberi
tugas, untuk dimintakan persetujuaannya, dalam bentuk buku.

e. Laporan Serah Terima Pertama dan Kedua, dilampiri :


 Kemajuan pekerjaan mingguan
 Bar Chart dan Curve S
 Struktur Organisasi
 Photo Dokumentasi
 Kendala dan Solusi masalah lapangan
 Hasil Testing yang dilakukan
 Shop drawing dan As-built drawing yang telah disetujui
Laporan ini disampaikan kepada direksi teknis lapangan atau pemberi tugas
pada saat PHO dan FHO dilaksanakan

2. Pekerjaan Pembersihan Akhir


Pekerjaan pembersihan meliputi pembersihan Akhir lokasi dari pohon-pohon/semak,
sampah, sisa bangunan dan sisa sisa bongkaran serta sisa material yang tertinggal dan
lain-lain yang sekiranya dapat mengganggu pemandaangan agar pekerjaan tersebut
terlihat rapi. .

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal


BAB IV.

PENUTUP

1. Jangka waktu pelaksanaan dari masing-masing pekerjaan sudah termuat dalam time
schedule pekerjaan.
2. Perusaan kami sanggup/mampu melaksanakan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I
Sihatunggal ini sesuai spesifikasi teknis dan gambar yang telah ditetapkan dalam
Dokumen Pengadaan.
3. Hal yang tidak tercantum dalam Uraian Metode Pelaksanaan Pekerjaan ini akan
ditentukan lebih lanjut oleh Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan atau Konsultan Pengawas,
untuk di adakan perbaikan.

Balige, 16 September 2019


Dibuat Oleh,
CV.JUVENTUSDAY

GUSNADI SIMANJUNTAK
Direktur

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sihatunggal