Anda di halaman 1dari 3

Firial Afifah

021340971
Akuntansi (83)

Tugas 1
No Tugas Tutorial
1 Menjelaskan mengenai perkembangan akuntansi yang ada di Indonesia secara singkat

2. Menjelaskan perbedaan antara auditing dengan jasa assurance

3. Menjelaskan mengenai penjelasan dan perbedaan utama dari pendekatan saintifik dan
naturalis dalam penelitian akuntansi
4. Menyebutkan dan Menjelaskan dampak jika sebuah perusahaan tidak melakukan
aktivitas pertanggungjawaban sosial

5. Menjelaskan hubungan antara akuntansi internasional dengan International Financial


Standar Reporting Statement (IFRS)

Jawaban :
1. Praktik akuntansi di Indonesia sejak zaman VOC (1642). Akuntan – akuntan Belanda itu
kemudian mendominasi akuntan di perusahaan – perusahaan yng juga di monopoli
penjajahan hingga abad 19. Pada masa pendudukan Jepang, pendidikan akuntansi hanya
diselenggarakan oleh Departemen Keuangan berupa kursus ajun akuntansi di Jakarta.
Persertanya saat itu 30 orang termasuk Prof.Sumardjo dan Prof.Hadibroto. Bersama 4
akuntan lulusan pertama FEUI dan 6 lulusan Belanda, Prof.Sumardjo merintis pendirian
Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) tanggal 23 Desember 1957. Pada tahun yang sama
pemerintah melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan – perusahaan milik Belanda.
Hal ini menyebabkan akuntan – akuntan Belanda kembali ke negrinya dan pada saat itu
akuntan Indonesia semakin berkembang. Perkembangan itu semakin pesat setelah
Presiden meresmikan kegiatan pasar modal 10 Agustus 1977 yang membuat peranan
akuntansi dan laporan keuangan menjadi penting. Bulan Januari 1977 Mentri Keuangan
mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 43/1977 Tentang Jas Akuntan menggantikan
Kepmenkeu 763/1968. Selain mewajibkan akuntan publik memiliki sertifikat akuntan
publik, juga akuntan publik asing diperbolehkan praktik di Indonesia sepanjang
memenuhi syarat.
Akuntansi masa kini telah berkembang dalam tahap masa kedewasaan menjadi suatu
aspek integral dari bisnis dan keuangan global. Keputusan yang berasal dari data-data
akuntansi, pengetahuan mengenai isu-isu akuntansi internasional menjadi sangat penting
untuk mendapatkan interpretasi dan pemahaman yang tepat dalam komunikasi bisnis
internasional.
Sejarah akuntansi dan akuntan, memperlihatkan perubahan yang terus menerus secara
konsisten. Pada suatu waktu, akuntansi lebih mirip sistem pencatatan bagi jasa-jasa
perbankan tertentu dan bagi rencana pengumpulan pajak. Kemudian muncul pembukuan
double entry untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan usaha perdagangan. Saat ini
akuntansi beroperasi dalam lingkungan perilaku, sektor publik dan Internasional.
Akuntansi menyediakan informasi bagi pasar modal-pasar modal besar, baik domestik
maupun internasional.

2. Jasa Audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu
organisasi, sistem, proses, atau produk. Sedangkan, Jasa Assurance adalah pelayanan
atau jasa professional independen yang dapat meningkatkan kualitas informasi bagi para
pembuat keputusan.

3. PERBEDAAN METODA SAINTIFIK DENGAN METODA NATURALIS


PENDEKATAN SAINTIFIK PENDEKATAN NATURALIS

Menggunakan struktur teori Tidak menggunakan struktur teori karena lebih


bertujuan menemukan teori bukan
memverifikasi teori, kecuali jika tujuan
penelitiannya ingin membuktikan atau
menemukan keterbatasan dari suatu teori.
Struktur teori digunakan untuk Hipotesis jika ada sifatnya implisit tidak
membangun satu atau lebih hipotesis- eksplisit
hipotesis
Pendekatan ilmiah melakukan Pendekatan naturalis menolak bentuk
setting  artifisial, misalnya dengan metoda terstruktur dari riset. Pendekatan naturalis juga
eksperimen dengan memanipulasi menolak pengaturan riset secara artifisial.
beberapa Penelitian pendekatan naturalis lebih
menggunakan dan menjaga setting alamiah
(natural) di mana fenomena atau perilaku yang
akan diamati terjadi.
Pendekatan saintifik menolak bahwa teori Sejalan dengan konsep grounded theory yang
membumi (grounded) datanya dan dikembangkan oleh di Glaser dan Straus
berargumentasi bahwa "facts do not (1967) yang per caya bahwa cara terbaik untuk
speak for themselves" (Blalock, 1969). menjelaskan dan membangun teori adalah
dengan menurunkannnya dari data. Pendekatan
ini menganggap bahwa teori grounded di
datanya
Pendekatan saintifik membu tuhkan Pengikut grounded theory termasuk yang
pengujian secara kuanti   tatif dan mengembangkan metoda. Penelitian
statistik eksplorasi yang tidak menggunakan data
kuantitatif dan teknik statistik untuk
menyimpulkan hasil yang diobservasi. Metoda
naturalis dan metoda eksplorasi bersifat kuali-
tatif menggunakan data kualitatif.
4. CSR (Corporate Sosial Responsibility) adalah tanggung jawab perusahaan terhadap
dampak yang timbul karena keputusan dan aktivitasnya. Dampak di sini bisa berupa
dampak negatif maupun positif. Ketika dampak negatif tidak diurus dengan benar,
perusahaan akan berhadapan dengan hukum, yang memiliki batasan-batasan kinerja
minimal pengelolaan. Perusahaan juga akan berhadapan dengan masyarakat sekitar yang
merasa dirugikan oleh perusahaan karena banyaknya dampak negatif yang
muncul.Pemangku kepentingan lain juga akan menunjukkan sentimen negatif terhadap
perusahaan. Secara umum, perusahaan yang tidak mengurus dampak negatifnya dengan
benar akan mendapat kesulitan dalam beroperasi. Kalau dampak negative operasinya
tidak dikelola dengan baik (dalam hal ini: dimaksimumkan), maka perusahaan akan
kehilangan banyak sekali peluang untuk mendapatkan dukungan pemangku kepentingan
(investor, pekerja, masyarakat sekitar, organisasi masyarakat sipil, pemerintah,
konsumen, dsb.). Misalnya, perusahaan seharusnya bisa memberikan peluang kerja dan
bisnis untuk masyarakat sekitar, namun memutuskan untuk memberikannya kepada
mereka yang lebih jauh. Maka, perusahaan akan gagal mendapatkan dukungan
masyarakat sekitar.

5. Isu IFRS telah lama mempengaruhi berbagai aspek ekonomi di dunia. Tidak hanya aspek
ekonomi, sejak direncanakan perubahan PSAK dan dilakukan konvergensi PSAK ke
IRFS, berbagai aspek ekonomi, sosial dan politik mengalami perubahan yang semakin
kompleks. Penyusunan standar keuangan baru dipengaruhi berbagai unsur politik, sosial,
ekonomi, dsb yang saling terkait satu sama lain dan tentunya juga berpengaruh pada
fenomena yang akan terjadi setelah standar-standar keuangan tersebut diaplikasikan pada
praktek akuntansi. Dalam aspek ekonomi, standar Akuntansi yang disusun oleh para
akuntan cenderung mengarah pada dunia bisnis atau perekonomian dunia. Begitu juga
IFRS yang disusun oleh IASB masih terfokus pada dunia bisnis dan perekonomian
dunia. Bagaimana tidak, pada IFRS Chapter 2, mengenai presentation of financial
statements, dijelaskan bahwa setiap investor membutuhkan informasi entitas yang dapat
membantu investor dan pengguna-pengguna laporan keuangan lainnya dalam membuat
keputusan ekonomi. Artinya dalam penyajian laporan keuangan hanya ditujukan untuk
keputusan ekonomi dan mengatasi permasalahan-permasalahan ekonomi tanpa melihat
aspek-aspek lainnya yang akan dipengaruhi oleh IFRS itu sendiri. Dengan kata lain,
IFRS disusun dan diadopsi lebih tertuju pada para investor atau pemegang saham.
Karena selain manajer perusahaan yang mengambil keputusan ekonomi, pemegang
saham merupakan salah satu stakeholder yang paling membutuhkan data informasi
keuangan yang relevan dengan keadaan ekonomi yang setiap saat mengalami perubahan.