Anda di halaman 1dari 23

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SMAN 1 CAMPALAGIAN


Mata Pelajaran : MATEMATIKA WAJIB
Kelas/Semester : XI/ GANJIL
Materi Pokok : PROGRAM LINIER
Alokasi Waktu : 13 X 45 Menit (5 Pertemuan)

A. Kompetensi Inti (KI)


1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
1.1 Menghayati dan mengamalkan agama yang dianutnya.
Indikator:
1.1.1 Berdo’a sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran
1.1.2 Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan sesuai agama masing-
masing
1.1.3 Memberi salam sesuai agama masing-masing sebelum dan sesudah
menyampaikan pendapat/presentasi
1.1.4 Mengucapkan keagungan Tuhan apabila melihat kebesaran Tuhan sesuai
agama masing-masing
1.1.5 Menambah rasa keimanan akan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat
mempelajari ilmu pengetahuan
1.1.6 Berserah diri kepada Tuhan apabila gagal dalam mengerjakan sesuatu.
1.1.7 Memelihara hubungan baik dengan sesama umat ciptaan Tuhan Yang
Maha Esa
1.1.8 Menghormati orang lain menjalankan ibadah sesuai agamanya.
1.1.9 Menjalankan ibadah tepat waktu.
2.1 Menunjukkan sikap senang, percaya diri, motivasi internal, sikap kritis, bekerja sama,
jujur dan responsif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan nyata.
Indikator:
2.1.1 Bersemangat dalam mengikuti pembelajaran
2.1.2 Menyelesaikan tugas dengan tepat waktu
2.1.3 Mencari posisi duduk yang terdepan
2.1.4 Mampu membuat keputusan dengan cepat
2.1.5 Tidak mudah putus asa
2.1.6 Berani presentasi di depan kelas
2.1.7 Berani berpendapat, bertanya, atau menjawab pertanyaan
2.1.8 Kesadaransiswauntukmendalamimateripelajaran
2.1.9 Kemauansiswamengerjakan PR
2.1.10 Mendiskusikansoal-soalmatematikajikaadawaktuluang
2.1.11 Jeli dalam melihat kesalahan
2.1.12 Mengkonfirmasi penilaian yang diberikan
2.1.13 Menanyakan hal-hala yang kurang jelas
2.1.14 Kesediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan
2.1.15 Bersedia membantu orang lain tanpa mengharap imbalan
2.1.16 Aktif dalam kerja kelompok
2.1.17 Tidak menyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan
2.1.18 Tidak menjadi plagiat (mengambil/menyalin karya orang lain tanpa
menyebutkan sumber) dalam mengerjakan setiap tugas.
2.1.19 Mengemukakan perasaan terhadap sesuatu apa adanya
2.1.20 Mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki
2.1.21 Memperhatikan penjelasan guru/ teman
2.1.22 Menyelesaikan tugas sesuai yang diarahkan
2.1.23 Menjawab pertanyaan yang diajukan

2.2 Memiliki rasa ingintahu yang terbentuk dari pengalaman belajar dalam berinteraksi
dengan lingkungan social dan alam.
Indikator:
2.2.1 Menanyakan hal-hal yang diamati
2.2.2 Antusias mencari jawaban
2.2.3 Perhatian terhadap objek yang diamati
2.2.4 Menanyakan setiap langkah-langkah pembelajaran
2.2.5 Antusias terhadap proses sains

2.3 Berperilaku peduli , bersikap terbuka dan toleransi terhadap berbagai perbedaan di
dalam masyarakat.
Indikator:
2.3.1 Membawa alat belajar yang lengkap
2.3.2 Menegur teman yang ribut dan tidak memperhatikan pelajaran
2.3.3 Menyelesaikan tugas tepat waktu
2.3.4 Memperhatikan penjelasan guru
2.3.5 Mengungkapkan perasaan pada adanya ketika kurang mengerti
2.3.6 Menanyakan hal-hal yang kurang dimenerti
2.3.7 Melaporkan barang yang ditemukan
2.3.8 Melaporkan data atau informasi apa adanya
2.3.9 Tidak mengganggu teman yang berbeda pendapat
2.3.10 Menghormati teman yang berbeda suku, agama, ras, budaya, dan
gender.
2.3.11 Menerima kesepakatan meskipun berbeda dengan pendapatnya
2.3.12 Dapat menerima kekurangan orang lain.
2.3.13 Dapat mememaafkan kesalahan orang lain.

3.2 Menjelaskan program linier dua variabel dan penyelesaiannya dengan menggunakan
masalah kontekstual.
Indikator:
3.2.1 Mendefenisikan pertidaksamaan linier dua variabel.
3.2.2 Membentuk model matematika dari suatu masalah program linier yang
kontekstual
3.2.3 Menentukan penyelesaian suatu pertidaksamaan linier dua variabel.
3.2.4 Mendefenisikan program linier dua variabel.
3.2.5 Mendefenisikan daerah penyelesaian suatu masalah program linier dua
variabel.
3.2.6 Mendefenisikan fungsi tujuan suatu masalah program linier dua
variabel.
3.2.7 Menjelaskan garis selidik.
3.2.8 Menjelsakan nilai optimum suatu masalah program linier.
3.2.9 Menemukan syarat pertidaksamaan memiliki penyelesaian.
3.2.10 Menemukan syarat pertidaksamaan tidak memiliki penyelesaian.

4.2 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan program linier dua
variabel.
4.2.1 Membedakan pertidaksamaan linier dua variabel dari masalah
kontekstual.
4.2.2 Menyusun pertidaksamaan linier dua variabel dari suatu maslah
kontektual.
4.2.3 Menyelesaikan pertidaksamaan linier dua variabel.
4.2.4 Menyajikan grafik pertidaksamaan linier dua variabel.
4.2.5 Membentuk model matematika suatu masalah program linier dua
variabel.
4.2.6 Menyelesaikan masalah program linier dua variabel.
4.2.7 Menerapkan garis selidik untuk menyelesaikan program linier dua
variabel.
4.2.8 Menginterpretasikan penyelesaian yang ditemukan secara kontekstual.
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui pengamatan, tanya jawab, penugasan individu dan kelompok, diskusi kelompok,
dan penemuan diharapkan siswa mampu :
1. Mendefenisikan pertidaksamaan linier dua variabel.
2. Membentuk model matematika dari suatu masalah program linier yang
kontekstual
3. Menentukan penyelesaian suatu pertidaksamaan linier dua variabel.
4. Mendefenisikan program linier dua variabel.
5. Mendefenisikan daerah penyelesaian suatu masalah program linier dua variabel.
6. Mendefenisikan fungsi tujuan suatu masalah program linier dua variabel.
7. Menjelaskan garis selidik.
8. Menjelsakan nilai optimum suatu masalah program linier.
9. Menemukan syarat pertidaksamaan memiliki penyelesaian.
10. Menemukan syarat pertidaksamaan tidak memiliki penyelesaian.
11. Membedakan pertidaksamaan linier dua variabel dari masalah kontekstual.
12. Menyusun pertidaksamaan linier dua variabel dari suatu maslah kontektual.
13. Menyelesaikan pertidaksamaan linier dua variabel.
14. Menyajikan grafik pertidaksamaan linier dua variabel.
15. Membentuk model matematika suatu masalah program linier dua variabel.
16. Menyelesaikan masalah program linier dua variabel.
17. Menerapkan garis selidik untuk menyelesaikan program linier dua variabel.
18. Menginterpretasikan penyelesaian yang ditemukan secara kontekstual.

D. Materi Pembelajaran.
Program Linier Dua Variabel
 Sistem Pertidaksamaan Linier Dua Variabel.
 Program Linier Dua Variabel.
 Nilai Optimum Fungsi Objektif.
 Kasus Daerah Penyelesaian pada Program Linier Dua Variabel.
Fakta:
 Program Linier Dua Variabel.
Konsep:
 Sistem Pertidaksamaan Linier Dua Variabel.
 Program Linier Dua Variabel.
 Nilai Optimum dengan garis selidik
Prinsip:
 Kasus Daerah Penyelesaian pada Program Linier Dua Variabel.
Prosedural:
 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan program linier dua variabel.
 Menyajikan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan program linier dua
variabel.
E. Strategi Pembelajaran
Model Pembelajaran : Discovery Learning, Kooperatif, dan
Problem Based Learning
Pendekatan : Saintifik
Metode : Ceramah, Tanya jawab, Diskusi Kelompok, Presentasi
dan Penugasan Individu.

F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media :Buku Guru dan Buku Siswa
2. Alat/Bahan : Spidol, papan tulis, dan penghapus
3. Sumber Belajar :
- Buku siswa Matematika Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X. EdisiRevisi
2017
- Referensi lain
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan ke-1 (3 x45 menit)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Pendahuluan Orientasi 10 menit
 Kelas dibuka dengan salam, menanyakan kabar
siswa.
 Kelas dilanjutkan dengan doa dipimpin oleh
salah seorang siswa. Siswa yang diminta
membaca doa adalah siswa yang hari itu datang
paling awal ( Menghargai kedisiplinan siswa )
 Siswa diingatkan untuk selalu mengutamakan
sikap disiplin setiap saat dan manfaatnya bagi
tercapainya cita – cita.
 Siswa menyimak penjelasan guru tentang
pentingnya sikap disiplin, kerjasama, dan
mandiri yang akan dikembangkan dalam
pembelajaran.
 Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang
tujuan, dan aktivitas pembelajaran yang akan
dilakukan selama proses pembelajaran.
Apersepsi
 Guru mengaitkan materi/tema/kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan dengan
pengalaman peserta didik dengan
materi/tema/kegiatan sebelumnya.
 Guru mengingatkan kembali materi prasyarat
dengan bertanya.
 Guru mengajukan pertanyaan yang ada
keterkaitannya dengan pelajaran yang akan
dilakukan
Motivasi
 Guru memberikan gambaran tentang manfaat
mempelajari pelajaran yang akan dipelajari y
dalam kehidupan sehari-hari
 Apabila materi tema/projek ini kerjakan
dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai
dengan baik, maka peserta didik diharapkan
dapat menjelaskan tentang materi:
“Konsep Program Linier Dua Variabel”.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada
pertemuan yang berlangsung
Pemberian Acuan
 Guru emberitahukan materi pelajaran yang
akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Guru emberitahukan tentang kompetensi inti,
kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada
pertemuan yang berlangsung.
 Pembagian kelompok oleh guru
 Guru menjelaskan mekanisme pelaksanaan
pengalaman belajar sesuai dengan langkah-
langkah pembelajaran

Inti Fase 1: Stimulation (Stimulasi/pemberian stimulus).


KEGIATAN LITERASI
Siswa diberi rangsangan untuk memusatkan perhatian
pada topik materi yaitu Metode pembuktian langsung
dan tidak langsung dengan cara:
 Guru menayangkan gambar/foto yang relevan.
 Siswa melihat gambar/ foto yang disajikan guru.
 Siswa mengamati lembar kerja materi
Pertidaksamaan Linier Dua Variabel. (mengamati)
 Pemberian contoh-contoh materi Pertidaksamaan
Linier Dua Variabel l untuk dapat dikembangkan
peserta didik, dari media interaktif dan sebagainya
oleh guru
 Siswa melakukan kegiatan literasi di rumah dan di
sekolah dengan membaca materi dari buku paket
atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi
yang berhubungan dengan materi Pertidaksamaan
Linier Dua Variabel
 Siswa menulis resume dari hasil pengamatan dan
bacaan terkait Pertidaksamaan Linier Dua Variabel
 Pemberian materi Pertidaksamaan Linier Dua 110 menit
Variabel oleh guru.
 Siswa menyimak materi Pertidaksamaan Linier
Dua Variabel oleh guru.
 Guru memberikan penjelasan pengantar kegiatan
secara garis besar/global tentang materi pelajaran
mengenai materi Pertidaksamaan Linier Dua
Variabel
 Siswa diajak untuk melatih rasa syukur,
kesungguhan dan kedisiplinan, ketelitian, mencari
informasi

Fase 2 : Problem Statment (Identifikasi Masalah).


CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIS)
 Guru memberikan kesempatan pada peserta didik
untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin
pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang
disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar.
 Siswa mengajukan pertanyaan tentang materi
Pertidaksamaan Linier Dua Variabel yang tidak
dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan
untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa
yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual
sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk
mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu,
kemampuan merumuskan pertanyaan untuk
membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup
cerdas dan belajar sepanjang hayat. (menanya)

Fase 3 : Data collection (Pengumpulan data).


KEGIATAN LITERASI
Siswa mengumpulkan informasi yang relevan untuk
menjawab pertanyan yang telah diidentifikasi melalui
kegiatan:
 Mengamati obyek/kejadian
Siswa mengamati dengan seksama materi sub
Pertidaksamaan Linier Dua Variabel yang sedang
dipelajari dalam bentuk gambar yang disajikan dan
mencoba menginterprestasikannya.
 Membaca sumber lain selain buku teks
Secara disiplin siswa melakukan kegiatan literasi
dengan mencari dan membaca berbagai referensi
dari berbagai sumber guna menambah
pengetahuan dan pemahaman tentang materi :
Pertidaksamaan Linier Dua Variabel yang sedang
dipelajari. (mengeksplorasi)
 Aktivitas
Siswa menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang
belum dipahami dari kegiatan mengmati dan
membaca yang akan diajukan kepada guru berkaitan
dengan materi : Pertidaksamaan Linier Dua
Variabel yang sedang dipelajari.
 Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber
Siswa mengajukan pertanyaan berkaitan dengan
materi : Pertidaksamaan Linier Dua Variabel yang
telah disusun dalam daftar pertanyaan kepada guru.

COLLABORATION (KERJASAMA)
Siswa dibentuk dalam beberapa kelompok untuk:
 Mendiskusikan
 Siswa dan guru secara bersama-sama membahas
contoh dalam buku paket mengenai materi
Pertidaksamaan Linier Dua Variabel
 Mengumpulkan informasi
Siswa mencatat semua informasi tentang materi
Pertidaksamaan Linier Dua Variabel yang telah
diperoleh pada buku catatan dengan tulisan yang rapi
dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan
benar.
 Mempresentasikan ulang
Siswa mengkomunikasikan secara lisan atau
mempresentasikan materi dengan rasa percaya diri
sub tema Pertidaksamaan Linier Dua Variabel
sesuai dengan pemahamannya.
 Saling tukar informasi tentang materi:
Pertidaksamaan Linier Dua Variabel dengan
ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok
lainnya sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru
yang dapat dijadikan sebagai bahan diskusi
kelompok kemudian, dengan menggunakan metode
ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta
didik atau pada lembar kerja yang disediakan dengan
cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur,
sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan
berkomunikasi, menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang
dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan
belajar sepanjang hayat

Fase 4 : Data processing (Pengolahan data).


COLLABORATION (KERJASAMA) dan
CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)
Siswa dalam kelompoknya berdiskusi mengolah data
hasil pengamatan dengan cara :
 Siswa berdiskusi tentang data dari materi
Pertidaksamaan Linier Dua Variabel
 Siswa mengolah informasi dari materi
Pertidaksamaan Linier Dua Variabel yang sudah
dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan
sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan mengamati
dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang
berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan
pada lembar kerja. (mengasosiasi)
 Siswa mengerjakan beberapa soal mengenai materi :
Pertidaksamaan Linier Dua Variabel.

Fase 5 : Verification (Pembuktian).


CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)
Siswa mendiskusikan hasil pengamatannya dan
memverifikasi hasil pengamatannya dengan data-data
atau teori pada buku sumber melalui kegiatan :
 Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada
pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi
dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang
berbeda sampai kepada yang bertentangan untuk
mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat
aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan
prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta
deduktif dalam membuktikan tentang materi
Pertidaksamaan Linier Dua Variabel antara lain
dengan : Siswa dan guru secara bersama-sama
membahas jawaban soal-soal yang telah dikerjakan
oleh siswa.

Fase 6 : Generalization (Menarik kesimpulan)


COMMUNICATION (BERKOMUNIKASI)
 Siswa menyampaikan hasil diskusi tentang materi
Pertidaksamaan Linier Dua Variabel berupa
kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan,
tertulis, atau media lainnya untuk mengembangkan
sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir
sistematis, mengungkapkan pendapat dengan
sopan.(mengkomunikasikan)
 Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok
secara klasikal tentang materi Pertidaksamaan
Linier Dua Variabel
 Siswa mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan tentang materi Pertidaksamaan
Linier Dua Variabel dan ditanggapi oleh kelompok
yang mempresentasikan.
 Siswa bertanya atas presentasi tentang materi
Pertidaksamaan Linier Dua Variabel yang
dilakukan dan siswa yang lain diberi kesempatan
untuk menjawabnya.

CREATIVITY (KREATIVITAS)
 Siswa menyimpulkan tentang point-point penting
yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang
baru dilakukan berupa Laporan hasil pengamatan
secara tertulis tentang materi Pertidaksamaan Linier
Dua Variabel .
 Siswa menjawab pertanyaan tentang materi
Pertidaksamaan Linier Dua Variabel yang terdapat
pada buku pegangan peserta didik atau lembar kerja
yang telah disediakan
 Siswa bertanya tentang hal yang belum dipahami,
atau guru melemparkan beberapa pertanyaan kepada
siswa berkaitan dengan materi Pertidaksamaan
Linier Dua Variabel yang akan selesai dipelajari.
 Siswa menyelesaikan uji kompetensi untuk materi
Pertidaksamaan Linier Dua Variabel yang terdapat
pada buku pegangan peserta didik untuk mengecek
penguasaan siswa terhadap materi pelajaran.
 Siswa bersama guru melakukan refleksi atas
pembelajaran yang telah berlangsung ;
 Apa saja yang telah dipahami siswa?
 Apa yang belum dipahami siswa?
 Bagaimana perasaan selama pembelajaran?
Materi tentang sub tema:
yang baru dilakukan
 Siswa bersama guru menyimpulkan hasil
pembelajaran.
Penutup
 Siswa menyimak penjelasan guru tentang aktivitas 15 menit
pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.
 Guru memberikan pekerjaan rumah untuk materi
Pertidaksamaan Linier Dua Variabel
 Siswa melakukan operasi semut untuk menjaga
kebersihan kelas.
 Guru mengingatkan siswa untuk menghapus papan
tulis dan memastikan ruang belajar tetap bersih.
 Kelas ditutup dengan doa bersama dipimpin salah
seorang siswa.

2. Pertemuan ke-2 (2 x 45 menit)


Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Pendahuluan Orientasi 10 menit
 Kelas dibuka dengan salam, menanyakan kabar
siswa.
 Kelas dilanjutkan dengan doa dipimpin oleh
salah seorang siswa. Siswa yang diminta
membaca doa adalah siswa yang hari itu datang
paling awal ( Menghargai kedisiplinan siswa )
 Siswa diingatkan untuk selalu mengutamakan
sikap disiplin setiap saat dan manfaatnya bagi
tercapainya cita – cita.
 Siswa menyimak penjelasan guru tentang
pentingnya sikap disiplin, kerjasama, dan
mandiri yang akan dikembangkan dalam
pembelajaran.
 Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang
tujuan, dan aktivitas pembelajaran yang akan
dilakukan selama proses pembelajaran.
Aperpepsi
 Guru mengaitkan materi/tema/kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan dengan
pengalaman peserta didik dengan
materi/tema/kegiatan sebelumnya.
 Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya
tentang Pertidaksamaan Linier Dua Variabel
 Guru mengajukan pertanyaan yang ada
keterkaitannya dengan pelajaran yang akan
dilakukan
Fase 1 : Menyampaikan tujuan pembelajaran dan
memotivasi siswa.
Motivasi
 Guru memberikan gambaran tentang manfaat
mempelajari pelajaran yang akan dipelajari
dalam kehidupan sehari-hari
 Apabila materi tema/projek ini kerjakan
dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai
dengan baik, maka peserta didik diharapkan
dapat menjelaskan tentang materi:
“Program Linier Dua Variabel”.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada
pertemuan yang berlangsung
Pemberian Acuan
 Guru memberitahukan materi pelajaran yang
akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Guru memberitahukan tentang kompetensi inti,
kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada
pertemuan yang berlangsung
 Guru menjelaskan mekanisme pelaksanaan
pengalaman belajar sesuai dengan langkah-
langkah pembelajaran

Inti
Fase 2 : Menyajikan Informasi
KEGIATAN LITERASI
Siswa diberi rangsangan berupa informasi untuk
memusatkan perhatian pada topik materi yaitu “Program
Linier Dua Variabel”.
 Guru menayangkan gambar.
 Siswa melihat gambar yang ditayangkan.
 Siswa mengamati lembar kerja yang menyajikan
masalah mengenai materi “Program Linier Dua
Variabel”. (mengamati)
 Guru memberikan beberapa contoh materi Program
Linier Dua Variabel untuk dapat dikembangkan 75 menit
peserta didik, dari media interaktif dan sebagainya.
 Siswa melakukan kegiatan literasi di rumah dan di
sekolah dengan membaca materi dari buku paket
atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi
yang berhubungan dengan materi Program Linier
Dua Variabel
 Siswa menulis resume dari hasil pengamatan dan
bacaan terkait Program Linier Dua Variabel

Fase 3: Mengorganisasikan siswa ke dalam


kelompok-kelompok.
 Guru membentuk siswa dalam beberapa kelompok
kecil secara berpasangan.
CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIS) AND
COLLABORATION (KERJASAMA)
 Siswa berusaha memikirkan, mencari ide-ide,
berdiskusi dengan teman sebangku (kelompok),
mencari pemecahan masalah.

Fase 4 : Membimbing kelompok bekerja dan belajar.


 Guru dan siswa melakukan tanya jawab untuk
menemukan konsep kontradiksi berdasarkan masalah
yang disajikan. (menanya)
CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIS)
 Guru memberikan kesempatan pada peserta didik
untuk menanyakan hal-hal yang kurang dipahami.
 Peserta didik mengajukan pertanyaaan terkait materi
Program Linier Dua Variabel yang tidak dipahami
dari apa yang diamati.
 Guru dan siswa secara bersama-sama merumuskan
konsep kontradiksi melalui pemecahan masalah-
masalah yang diberikan. (mengeksplorasi).

Fase 5 : Evaluasi.
 Siswa menganalisis dan mengasosiasi unsur-unsur
yang terdapat pada materi Program Linier Dua
Variabel. (mengasosiasi)
COMMUNICATION (BERKOMUNIKASI)
 Siswa menyampaikan hasil diskusi tentang materi
Program Linier Dua Variabel berdasarkan hasil
analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya
untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi,
kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan
pendapat dengan sopan.(mengkomunikasikan)

Fase 6 :Memberikan penghargaan


 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok
siswa yang menyampaikan konsep kontradiksi
dengan benar.
CREATIVITY (KREATIVITAS)
 Siswa menyimpulkan tentang point-point penting
yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang
baru saja dilakukan dibimbing oleh guru.
 Siswa menyelesaikan uji kompetensi untuk materi
Program Linier Dua Variabel yang terdapat pada
buku pegangan peserta didik untuk mengecek
penguasaan siswa terhadap materi pelajaran.

 Siswa bersama guru melakukan refleksi atas


Penutup
pembelajaran yang telah dilakukan. 10 menit
 Guru menginformasikan tentang aktivitas
pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.
 Guru memberikan pekerjaan rumah untuk materi
Program Linier Dua Variabel
 Siswa melakukan operasi semut untuk menjaga
kebersihan kelas.
 Guru mengingatkan siswa untuk menghapus papan
tulis dan memastikan ruang belajar tetap bersih.
 Kelas ditutup dengan doa bersama dipimpin salah
seorang siswa.

3. Pertemuan ke-3 (3x45 menit)


Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Pendahuluan Orientasi 10 menit
 Kelas dibuka dengan salam, menanyakan kabar
siswa.
 Kelas dilanjutkan dengan doa dipimpin oleh
salah seorang siswa. Siswa yang diminta
membaca doa adalah siswa yang hari itu datang
paling awal ( Menghargai kedisiplinan siswa )
 Siswa diingatkan untuk selalu mengutamakan
sikap disiplin setiap saat dan manfaatnya bagi
tercapainya cita – cita.
 Siswa menyimak penjelasan guru tentang
pentingnya sikap disiplin, kerjasama, dan
mandiri yang akan dikembangkan dalam
pembelajaran.
 Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang
tujuan, dan aktivitas pembelajaran yang akan
dilakukan selama proses pembelajaran.
Apersepsi
 Guru mengaitkan materi/tema/kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan dengan
pengalaman peserta didik dengan
materi/tema/kegiatan sebelumnya.
 Guru mengingatkan kembali materi prasyarat
dengan bertanya.
 Guru mengajukan pertanyaan yang ada
keterkaitannya dengan pelajaran yang akan
dilakukan
Motivasi
 Guru memberikan gambaran tentang manfaat
mempelajari pelajaran yang akan dipelajarinya
dalam kehidupan sehari-hari
 Apabila materi tema/projek ini kerjakan
dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai
dengan baik, maka peserta didik diharapkan
dapat menjelaskan tentang materi:
“Nilai Optimum dengan garis selidik”.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada
pertemuan yang berlangsung
Pemberian Acuan
 Guru emberitahukan materi pelajaran yang
akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Guru emberitahukan tentang kompetensi inti,
kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada
pertemuan yang berlangsung.
 Pembagian kelompok oleh guru
 Guru menjelaskan mekanisme pelaksanaan
pengalaman belajar sesuai dengan langkah-
langkah pembelajaran

Inti Fase 1: Stimulation (Stimulasi/pemberian stimulus).


KEGIATAN LITERASI
Siswa diberi rangsangan untuk memusatkan perhatian
pada topik materi yaitu Metode pembuktian langsung
dan tidak langsung dengan cara:
 Guru menayangkan gambar/foto yang relevan.
 Siswa melihat gambar yang ditayangkan
 Siswa mengamati lembar kerja materi Nilai
Optimum dengan garis selidik . (mengamati)
 Pemberian contoh-contoh materi Nilai Optimum
dengan garis selidik untuk dapat dikembangkan
peserta didik, dari media interaktif dan sebagainya
oleh guru
 Siswa melakukan kegiatan literasi di rumah dan di
sekolah dengan membaca materi dari buku paket
atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi
yang berhubungan dengan materi Nilai Optimum 110 menit
dengan garis selidik
 Siswa menulis resume dari hasil pengamatan dan
bacaan terkait Nilai Optimum dengan garis selidik
 Pemberian materi Nilai Optimum dengan garis
selidik oleh guru.
 Siswa menyimak materi yang diberikan oleh guru.
 Guru memberikan penjelasan pengantar kegiatan
secara garis besar/global tentang materi pelajaran
mengenai materi Nilai Optimum dengan garis
selidik
 Siswa diajak untuk melatih rasa syukur,
kesungguhan dan kedisiplinan, ketelitian, mencari
informasi

Fase 2 : Problem Statment (Identifikasi Masalah).


CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIS)
 Guru memberikan kesempatan pada peserta didik
untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin
pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang
disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar.
 Siswa mengajukan pertanyaan tentang materi Nilai
Optimum dengan garis selidik yang tidak dipahami
dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang
diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke
pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk
mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu,
kemampuan merumuskan pertanyaan untuk
membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup
cerdas dan belajar sepanjang hayat. (menanya)

Fase 3 : Data collection (Pengumpulan data).


KEGIATAN LITERASI
Siswa mengumpulkan informasi yang relevan untuk
menjawab pertanyan yang telah diidentifikasi melalui
kegiatan:
 Mengamati obyek/kejadian
Siswa mengamati dengan seksama materi sub
Nilai Optimum dengan garis selidik yang sedang
dipelajari dalam bentuk gambar yang disajikan dan
mencoba menginterprestasikannya.
 Membaca sumber lain selain buku teks
Secara disiplin siswa melakukan kegiatan literasi
dengan mencari dan membaca berbagai referensi
dari berbagai sumber guna menambah
pengetahuan dan pemahaman tentang materi :
Nilai Optimum dengan garis selidik yang sedang
dipelajari. (mengeksplorasi)
 Aktivitas
Siswa menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang
belum dipahami dari kegiatan mengmati dan
membaca yang akan diajukan kepada guru berkaitan
dengan materi : Nilai Optimum dengan garis selidik
yang sedang dipelajari.
 Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber
Siswa mengajukan pertanyaan berkaitan dengan
materi : Nilai Optimum dengan garis selidik l yang
telah disusun dalam daftar pertanyaan kepada guru.

COLLABORATION (KERJASAMA)
Siswa dibentuk dalam beberapa kelompok untuk:
 Mendiskusikan
 Siswa dan guru secara bersama-sama membahas
contoh dalam buku paket mengenai materi Nilai
Optimum dengan garis selidik
 Mengumpulkan informasi
Siswa mencatat semua informasi tentang materi
Nilai Optimum dengan garis selidik yang telah
diperoleh pada buku catatan dengan tulisan yang rapi
dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan
benar.
 Mempresentasikan ulang
Siswa mengkomunikasikan secara lisan atau
mempresentasikan materi dengan rasa percaya diri
sub tema Nilai Optimum dengan garis selidik
sesuai dengan pemahamannya.
 Saling tukar informasi tentang materi:
Nilai Optimum Fungsi Objektif dengan ditanggapi
aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya
sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang
dapat dijadikan sebagai bahan diskusi kelompok
kemudian, dengan menggunakan metode ilmiah
yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau
pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat
untuk mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan,
menghargai pendapat orang lain, kemampuan
berkomunikasi, menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang
dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan
belajar sepanjang hayat

Fase 4 : Data processing (Pengolahan data).


COLLABORATION (KERJASAMA) dan
CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)
Siswa dalam kelompoknya berdiskusi mengolah data
hasil pengamatan dengan cara :
 Siswa berdiskusi tentang data dari Nilai Optimum
dengan garis selidik
 Siswa mengolah informasi dari materi Nilai
Optimum dengan garis selidik yang sudah
dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan
sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan mengamati
dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang
berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan
pada lembar kerja. (mengasosiasi)
 Siswa mengerjakan beberapa soal mengenai materi :
Nilai Optimum dengan garis selidik.

Fase 5 : Verification (Pembuktian).


CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)
Siswa mendiskusikan hasil pengamatannya dan
memverifikasi hasil pengamatannya dengan data-data
atau teori pada buku sumber melalui kegiatan :
Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada
pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi
dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang
berbeda sampai kepada yang bertentangan untuk
mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat
aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan
prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta
deduktif dalam membuktikan tentang materi Nilai
Optimum dengan garis selidik
antara lain dengan : Siswa dan guru secara
bersama-sama membahas jawaban soal-soal yang
telah dikerjakan oleh siswa.

Fase 6 : Generalization (Menarik kesimpulan)


COMMUNICATION (BERKOMUNIKASI)
 Siswa menyampaikan hasil diskusi tentang materi
Nilai Optimum dengan garis selidik berupa
kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan,
tertulis, atau media lainnya untuk mengembangkan
sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir
sistematis, mengungkapkan pendapat dengan
sopan.(mengkomunikasikan)
 Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok
secara klasikal tentang materi Nilai Optimum
dengan garis selidik
 Siswa mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan tentang materi Nilai Optimum
dengan garis selidik dan ditanggapi oleh kelompok
yang mempresentasikan.
 Siswa bertanya atas presentasi tentang Nilai
Optimum dengan garis selidik yang dilakukan dan
siswa yang lain diberi kesempatan untuk
menjawabnya.

CREATIVITY (KREATIVITAS)
 Siswa menyimpulkan tentang point-point penting
yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang
baru dilakukan berupa Laporan hasil pengamatan
secara tertulis tentang materi Nilai Optimum dengan
garis selidik
 Siswa menjawab pertanyaan tentang materi Nilai
Optimum dengan garis selidik yang terdapat pada
buku pegangan peserta didik atau lembar kerja yang
telah disediakan
 Siswa bertanya tentang hal yang belum dipahami,
atau guru melemparkan beberapa pertanyaan kepada
siswa berkaitan dengan materi Nilai Optimum
dengan garis selidik yang akan selesai dipelajari.
 Siswa menyelesaikan uji kompetensi untuk materi
Nilai Optimum dengan garis selidik yang terdapat
pada buku pegangan peserta didik untuk mengecek
penguasaan siswa terhadap materi pelajaran.

 Siswa bersama guru melakukan refleksi atas


pembelajaran yang telah berlangsung ;
 Apa saja yang telah dipahami siswa?
 Apa yang belum dipahami siswa?
 Bagaimana perasaan selama pembelajaran?
Materi tentang sub tema:
yang baru dilakukan
 Siswa bersama guru menyimpulkan hasil
pembelajaran.
Penutup
 Siswa menyimak penjelasan guru tentang aktivitas 15 menit
pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.
 Guru memberikan pekerjaan rumah untuk materi
Metode Nilai Optimum Fungsi Objektif
 Siswa melakukan operasi semut untuk menjaga
kebersihan kelas.
 Guru mengingatkan siswa untuk menghapus papan
tulis dan memastikan ruang belajar tetap bersih.
 Kelas ditutup dengan doa bersama dipimpin salah
seorang siswa.

4. Pertemuan ke-4 (2 x 45 menit)


Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Pendahuluan Orientasi 10 menit
 Kelas dibuka dengan salam, menanyakan kabar
siswa.
 Kelas dilanjutkan dengan doa dipimpin oleh
salah seorang siswa. Siswa yang diminta
membaca doa adalah siswa yang hari itu datang
paling awal ( Menghargai kedisiplinan siswa )
 Siswa diingatkan untuk selalu mengutamakan
sikap disiplin setiap saat dan manfaatnya bagi
tercapainya cita – cita.
 Siswa menyimak penjelasan guru tentang
pentingnya sikap disiplin, kerjasama, dan
mandiri yang akan dikembangkan dalam
pembelajaran.
 Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang
tujuan, dan aktivitas pembelajaran yang akan
dilakukan selama proses pembelajaran.
Apersepsi
 Guru mengaitkan materi/tema/kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan dengan
pengalaman peserta didik dengan
materi/tema/kegiatan sebelumnya.
 Guru mengingatkan kembali materi prasyarat
dengan bertanya.
 Guru mengajukan pertanyaan yang ada
keterkaitannya dengan pelajaran yang akan
dilakukan
Motivasi
 Guru memberikan gambaran tentang manfaat
mempelajari pelajaran yang akan dipelajari y
dalam kehidupan sehari-hari
 Apabila materi tema/projek ini kerjakan
dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai
dengan baik, maka peserta didik diharapkan
dapat menjelaskan tentang materi:
Kasus Daerah Penyelesaian pada Program
Linier Dua Variabel.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada
pertemuan yang berlangsung
Pemberian Acuan
 Guru memberitahukan materi pelajaran yang
akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Guru memberitahukan tentang kompetensi inti,
kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada
pertemuan yang berlangsung.
 Guru menjelaskan mekanisme pelaksanaan
pengalaman belajar sesuai dengan langkah-
langkah pembelajaran

Inti Fase 1: Orientasi siswa pada masalah.


KEGIATAN LITERASI
Siswa diberikan masalah untuk memusatkan perhatian
pada topik materi yaitu dengan cara:
 Guru mengajukan masalah terkait materi Kasus
Daerah Penyelesaian pada Program Linier Dua
Variabel.
 Siswa mengamati masalah yang disajikan oleh guru
terkait materi Daerah Penyelesaian pada Program
Linier Dua Variabel. (mengamati)
75 menit
 Siswa melakukan kegiatan literasi di rumah dan di
sekolah dengan membaca materi dari buku paket
atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi
yang berhubungan dengan materi Daerah
Penyelesaian pada Program Linier Dua Variabel.
 Guru meminta siswa menuliskan informasi yang
terdapat pada masalah tersebut terkait materi Daerah
Penyelesaian pada Program Linier Dua Variabel.
 Siswa menulis informasi yang terdapat pada
masalah tersebut terkait materi Penerapan Program
Linier Dua Variabel
CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIS)
 Guru memberikan kesempatan pada peserta didik
untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin
pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang
disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar.
 Siswa mengajukan pertanyaan tentang materi
Daerah Penyelesaian pada Program Linier Dua
Variabel. yang tidak dipahami dari apa yang diamati
atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi
tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari
pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang
bersifat hipotetik) untuk mengembangkan
kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan
pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang
perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang
hayat. (menanya)

Fase 2 : Mengorganisasikan siswa dalam belajar


 Guru membentuk siswa kedalam beberapa
kelompok yang heterogen (dari sisi kemampuan,
gender, budaya, maupun agama).
 Guru membagikan Lembar Aktivitas Siswa (LAS)
yang berisikan masalah dan langkah-langkah
pemecahan.
COLLABORATION (KERJASAMA) AND
CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIS)
 Guru meminta siswa berkolaborasi/ bekerja sama
dengan kelompok masing-masing untuk
menyelesaikan masalah.
 Siswa berdiskusi dengan kelompok masing- masing
untuk menyelesaikan masalah yang diberikan oleh
guru pada Lembar Aktivitas Siswa (LAS).
 Guru berkeliling mencermati siswa bekerja,
mencermati dan menemukan berbagai kesulitan yang
dialami oleh siswa.
 Guru memberikan siswa kesempatan untuk bertanya
hal-hal yang belum dipahami.

Fase 3 : Membimbing penyelidikan individu


maupun kelompok
 Guru meminta siswa untuk melihat hubungan-
hubungan berdasarkan data atau informasi yang
terdapat dalam permasalahan tersebut.
 Siswa melihat hubungan-hubungan berdasarkan data
atau informasi yang terdapat dalam permasalahan
tersebut.
 Guru meminta siswa agar mendiskusikan proses
penyelesaian permasalahan yang diberikan. Bila
siswa belum mampu meneyelesaikannya, guru
kemudian memberikan scaffolding (bantuan) agar
siswa memiliki ide untuk menyelesaikan masalah
tersebut.
COLLABORATION (KERJASAMA)
 Guru dan siswa secara bersama-sama merumuskan
cara memperoleh penyelesaian masalah yang
disajikan. (mengeksplorasi).

Fase 4 : Mengembangkan dan menyajikan hasil.


 Siswa mengasosiasi unsur-unsur yang terdapat pada
penyelesaian masalah terkait materi Daerah
Penyelesaian pada Program Linier Dua Variabel.
(mengasosiasi)
 Guru meminta siswa untuk menyiapkan laporan hasil
diskusi kelompok secara rapi, rinci, dan sistematis.
 Siswa menentukan perwakilan kelompok masing-
masing untuk menyajikan / mempersentasikan hasil
diskusi mereka di depan kelas.
COMMUNICATION (BERKOMUNIKASI)
 Siswa mempersentasikan hasil diskusi kelompok
masing-masing di depan kelas.
(mengkomunikasikan)

Fase 5 : Menganalisa dan mengevaluasi proses


pemecahan masalah.
CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIS)
COMMUNICATION (BERKOMUNIKASI)
 Guru memberikan kesempatan kepada siswa dari
kelompok lain untuk memberikan tanggapan dengan
sopan.
 Siswa memberikan tanggapan dengan sopan.
 Guru memberikan kesempatan kepada siswa
mengevaluasi jawaban dari kelompok penyaji serta
masukan dari siswa yang lain dan membuat
kesepakatan, bila jawaban yang disampaikan sudah
benar.
 Siswa mengevaluasi jawaban dari kelompok lain
serta memberikan masukan dan membuat
kesepakatan, bila jawaban yang diberikan sudah
benar.
 Guru memberikan kesempatan kepada kelompok
yang lain yang mempunyai pendapat atau jawaban
yang berbeda
 Siswa mengungkapkan pendapat jika jawaban yang
dimiliki berbeda dengan kelompok penyaji.
 Guru mengumpulkan semua laporan hasil diskusi
tiap kelompok.
CREATIVITY (KREATIVITAS)
 Siswa menyimpulkan tentang kegiatan pembelajaran
mengenai Daerah Penyelesaian pada Program
Linier Dua Variabel.

 Siswa bersama guru melakukan refleksi atas


pembelajaran yang telah berlangsung ;
 Apa saja yang telah dipahami siswa?
 Apa yang belum dipahami siswa?
 Bagaimana perasaan selama pembelajaran?
Materi tentang sub tema:
yang baru dilakukan
 Siswa bersama guru menyimpulkan hasil
Penutup
pembelajaran. 10 menit
 Siswa menyimak penjelasan guru tentang aktivitas
pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.
 Siswa melakukan operasi semut untuk menjaga
kebersihan kelas.
 Guru mengingatkan siswa untuk menghapus papan
tulis dan memastikan ruang belajar tetap bersih.
 Kelas ditutup dengan doa bersama dipimpin salah
seorang siswa.
5. Pertemuan ke-5 (2 x 45 menit)
Ulangan Harian

H. Penilaian
Penilaian dilakukan selama kegiatan pembelajaran, yaitu Penilaian sikap, pengetahuan
dan keterampilan.
Instrumen penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan terlampir
 Aspek Religius (KD 1.1)
Jenis/teknik : Observasi
Bentuk Instrumen : Daftar Check
Instrumen : Non Tes
 Aspek Sikap (KD.2.1, KD 2.2, KD 2.3)
Jenis/teknik : Observasi
Bentuk Instrumen : Daftar Check
Instrumen : Non Tes
 Aspek Pengetahuan (KD.3.2)
Jenis/teknik: Penugasan
Bentuk Instrumen : Essay
Instrumen : Tes Individu
Pedoman penskoran :
 Aspek Keterampilan (KD.4.2):
Jenis/teknik : Tugas Kelompok
Bentuk Instrumen : Pemecahan Masalah
Instrumen : PenyelesaianKelompok
Pedoman penskoran :

Campalagian, 20 November 2019

Mengetahui
Kepala SMA Negeri 1 Campalagian Mahasiswa

Drs. Subriadi, M.M Hajriani


NIP. 19631231 198803 1 312 NIM. H0217004