Anda di halaman 1dari 5

RESUME KREATININ KLIRENS

Ditulis Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Individu Mata Kuliah

Kimia Klinik I

Disusun oleh :

Linanda Islamiati

( P17334118025 )

Kelas D3-2A

POLTEKKES KEMENKES BANDUNG


PRODI D3 TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
2020
1. Pengertian Klirens Kreatinin
Klirens suatu zat adalah volume plasma yang dibersihkan dari zat tersebut dalam waktu
tertentu. Klirens kreatinin dilaporkan dalam mL/menit dan dapat dikoreksi dengan luas
permukaan tubuh. Klirens kreatinin merupakan pengukuran glomeruli filtration rate GFR
yang tidak absolut karena sebagian kecil kreatinin direabsorpsi oleh tubulus ginjal dan sekitar
10% kreatinin urin disekresikan oleh tubulus. Namun, pengukuran klirens kreatinin
memberikan informasi mengenai perkiraan nilai glomeruli filtration rate GFR.
Klirens kreatinin adalah parameter penting dalam menentukan laju filtrasi glomerulus.
Nilai ini dapat diukur dengan menggunakan dua cara. Cara yang pertama, kliren kreatinin
diukur dengan perkalian kadar kreatin urin dengan volume urin kemudian dibagi dengan
kadar kreatinin serum. (Sumarny et al. 2006). Kedua, kliren kreatinin dapat diukur dengan
menggunakan rumus Cockroft-Gault (1976). Peningkatan kreatinin klirens terutama pada
penyakit ginjal seperti nefritis glomerulus. Pemeriksaan ini juga lebih baik disertai dengan
pemeriksaan kadar urea N. Pemeriksaan ini memerlukan waktu 12 jam untuk pasien rawat
jalan atau 24 jam untuk pasien rawat inap.

2. Fungsi Pemeriksaan Klirens Kreatinin


a) Pemeriksaan kreatinin klirens bertujuan untuk mengetahui fungsi ginjal.
b) Pemeriksaan kreatinin klirens ini dapat menggambarkan laju filtrasi glomerulus secara
akurat.
c) Sangat baik digunakan untuk menilai fungsi ginjal terutama kecepatan filtrasi glomerulus.

3. Perhitungan Klirens Kreatinin


Berdasarkan rumus Cockroft-Gault, klirens kreatinin sebanding dengan produksi
kreatinin dan berbanding terbalik dengan kreatinin serum (CCr), sedangkan produksi kreatinin
sebanding dengan berat badan (massa otot adalah sumber kreatinin) yang dikurangi umur,
maka kliren kreatinin dapat dihitung dari kreatinin serum menurut rumus dari Cockcroft-
Gault sebagai berikut :

Kreatinin klirens =
Keterangan :
U = kadar kreatinin dalam urine
B = Kadar kreatinin dalam darah
V = Diuresis per menit (jika diuresis > 2 mL/menit),
1,73= Konstanta
A = Luas permukaan tubuh

4. Nilai Normal Klirens Kreatinin


Nilai normal kreatinin klirens adalah 107 – 127 mL/menit.
Berdasarkan referensi dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, nilai rujukan klirens
kreatinin adalah :
 Laki-laki : 97 mL/menit – 137 mL/menit per 1,73 m2
 Perempuan : 88 mL/menit – 128 mL/menit per 1,73 m2

5. Pemeriksaan Klirens Kreatinin


a) Alat dan Bahan :
Alat :
- Fotometer - Tabung sentrifuge
- Tabung reaksi - Mikropipet
- Rak tabung - Tip kuning dan biru
- Gelas ukur - Timer
- Disposable syringe - Wadah urin
- Sentrifuge - Aliquot
Bahan :
- Sampel urin
- Sampel serum
- Pereaksi
- Aquadest

b) Persiapan dan pengambilan sampel


1. 30 menit sebelum percobaan dimulai pasien disuruh minum air sebanyak 400-500 mL
sampai habis.
2. Pasien mengosongkan kandung kemihnya, catat waktunya.
3. Tampung dan kumpulkan urine pasien selama 12 jam untuk pasien rawat jalan.
4. Untuk pasien rawat inap kumpulkan urine selama 24 jam, catat volumenya.
5. Hitung diuresis per menit.
6. Hitung kadar kreatinin dalam urine dengan metode Jaffe.
7. Ambil pula darah venanya, periksa kadar kreatininnya, dengan metode Jaffe.

c) Pemeriksaan kreatinin dengan metode Jaffe


 Prinsip Pemeriksaan :
Kreatinin akan bereaksi dengan asam pikrat dalam suasana alkali membentuk
kompleks yang berwarna kuning jingga dengan salisilat dan klorida. Intensitas warna
yang terbentuk sesuai dengan kadar kreatinin dalam sampel yang diukur pada panjang
gelombang 490 nm.
 Cara Kerja :

Blanko Standar Serum Urine

Aquadest 100µL - - -

Standar - 100µL - -

Serum - - 100µL -

Urine - - - 100µL
(1+19)

Pereaksi 1000µL 1000µL 1000µL 1000µL

Inkubasi selama 2 menit, baca Absorban standard dan


sampel (A1) terhadap blanko pada panjang gelombang
490 nm. Tepat 5 menit kemudian baca kembali
absorban standard dan sampel (A2)

 Interpretasi data klinik :


6. Penyebab gangguan faal ginjal atau penyakit pada ginjal
 Penyakit umum/sistemik, seperti diabetes melitus, hipertensi, kolesterol tinggi dan
dislipidemia, kadar asam urat tinggi (hiperuricemia, gout).
 Penyakit infeksi seperti TBC, Malaria, Hepatitis, Preeklamsia, dan obat-obatan.
 Kehilangan cairan banyak secara mendadak, seperti pada muntaber, perdarahan, atau luka
bakar.
 Penyakit lokal pada ginjal, seperti glomerulonefritis (infeksi pada saringan glomerulus
ginjal).
 Infeksi bakteri, seperti pyelonefritis, uretritis.
 Batu ginjal, kista/polycystic disease, trauma atau keganasan (kanker, malignan)

7. Daftar Pustaka
Program Pendidikan Dokter Spesialis Patologi Klinik. 2016. Pemeriksaan Fungsi Ginjal.
Bandung : Rumah Sakit Hasan Sadikin
Dewi, Maulina. 2016. Makalah Kimia Klinik Kreatinin. Mataram : Poltekkes Kemenkes
Mataram.
Henry, J.B. 2001. Clinical Diagnosis and Management by Laboratory Methods. 20th edition.
WB Saunders Company. Philadelphia.

Anda mungkin juga menyukai