Anda di halaman 1dari 4

TUGAS 1

1. Bagaimana peranan kewirasuhaan dalam perekonomian bangsa? berikan contoh kasusnya


dan kaitkan dengan teori-teori.
Jawaban :
Hubungan kewirausahaan dengan perekonomian sudah dikenal lama. Hingga tahun 1950-
an sebagian besar definisi dan tulisan mengenai kewirausahaan selalu muncul dari ahli-ahli
ekonomi, seperti Cantillon (1725). Selain Cantillon ada Jean Baptiste Say (1803), seorang
ahli ekonomi Perancis yang terkenalm dan Joseph Schumpeter (1934) ahli ekonomi abad
ke-20. Ahli-ahli ekonomi ini terutama membahas kewirausahaan dan dampaknya terhadap
perkembangan perekonomian. Hingga sekrang masih banyak ahli ekonomi yang mencoba
menjelaskan wirausahawan maupun kewirausahaan, diantaranya sebagai berikut :
a. Wirausaha melaksanakan sesuai dengan cara yang tidak lumrah dibanding kebiasaan
masyarakat umum, dan biasanya cenderung dipengaruhi oleh corak kepemimpinan.
b. Dalam masyarakat demokratis, wirausaha merupakan “jembatan” yang
menghubungkan bagian masyarakat nonekonomi dengan berbagai lembaga pencari
keuntungan dengan cara memuaskan lingkungan ekonomisnya.
c. Para wirausahawan biasanya memiliki ciri perilaku sebagai berikut: merupakan pihak
yang mengambil inisiatif; mengorganisasikan mekanisme sosial ekonomi,
memanfaatkan situasi, dalam mengubah berbagai sumber; dan bersedia menerima
kegagalan maupun risiko.
Dibidang apapun juga kegiatan mereka dilaksanakan, sekarang ini wirausahawan
dipandang sebagai pahlawan usaha bebas. Banyak wirausahawan memanfaatkan
kreativitas maupun inovasi untuk mengubah perusahaan yang sudah hampir pailit menjadi
perusahaan besar yang menguntungkan. Beberapa diantaranya hanya dalam waktu singkat,
kurang dari 10 Tahun!. Para wirausahawan ini menciptakan prosuk ataupun jasa baru, dan
bersedia menanggung risiko berkaitan dengan kegiatan ini. Karena itu, tidak mengherankan
apabila wirausahawan juga sering dipandang sebagai pionir, pelopor yang berada di garis
paling depan dalam dunia usaha.
2. Apa yang Anda ketahui mengenai jenis pendekatan dalam perumusan solusi permasalahan?
Berikan contohnya dan kaitkan dengan teori-teori.
Jawaban :
Jenis pendekatan dalam perumusan solusi permasalahan tercakup dalam dua pandangan
yaitu pandangan Makro dan Mikro.
Pandangan Makro, menunjukkan adanya sejumlah faktor yang berkaitan dengan sukses
atau gagalnya usaha yang dijalankan oleh seorang wirausahawan. Dalam pandangan
bersifat makro ini terdapat tiga pendekatan, diantaranya adalah :
- Pendekatan lingkungan, berkaitan dengan berbagai faktor dari luar yang berpengaruh
terhadap pola hidup seseorang sehingga menyebabkan dia memiliki potensi ataupun
tidak memiliki potensi untuk menjadi seorang wirausahawan. Faktor ini bisa
berpengaruh positif maupun negatif terhadap munculnya keinginan untuk memulai
kegiatan sebagai wirausahawan. Sebagai contoh, karyawan tingkat menengah yang
dalam lingkungan pekerjaannya terbiasa mendapat kebebasan serta dukungan untuk
mengembangkan perjanjian (kontrak) dengan pihak luar, menciptakan gagasan baru,
maka lingkungan kerja semacam itu bisa mendorong munculnya keinginan untuk
memulai usaha sendiri sebagai wirausahawan.
- Pendekatan Keuangan, pendekatan ini memfokuskan perhatian pada penananman dan
menumbuhkan modal atau uang. Contohnya, seseorang memandang kewirausahaan
hanya sebagai porses mengembangkan atau menggandakan uang, sementara pandangan
lain juga ada yang berpendapat bahwa proses keuangan ini hanya salah satu segmen
saja dari kegiatan kewirausahaan.
- Pendekatan Perpindahan, cara pandang ini didasarkan pada fenomena kelompok.
Dikatakan bahwa suasana yang dialami kelompok bisa mendorong ataupun
menghambat munculnya faktor-faktor yang menyebabkan seseorang menjadi
wirausaha. Sebagai contoh warga negara Indonesia keturunan Tionghoa di Indonesia
cenderung lebih banyak dijumpai mengerjakan profesi yang bebas seperti menjadi
pedagang daripada profesi pegawai negeri ataupun menjadi anggota militer.
Pandangan Mikro, terutama membahas faktor-faktor yang khas dari kewirausahaan,
yaitu terutama yang muncul dari dalam diri wirausahawan sendiri. Dalam pandangan mikro
terdapat tiga jenis pendekatan, yaitu :
- Pendekatan Ciri, Banyak penelitian telah dilakukan untuk menemukan ciri-ciri umum
wirausahawan yang dianggap berhasil. Pendekatan semacam ini berusaha mempelajari
ciri-ciri umum orang-orang yang berhasil dalam mengembangkan usaha, sehingga
apabila ciri-ciri itu ditiru maka diharapkan akan dapat meningkatkan peluang peniru
tersebut untuk juga mencapai keberhasilam dalam menjalankan usaha.sebagai contoh,
terdapat empat faktor yang biasanya dianggap terdapat dalam diri wirausahawan yang
sukses, yaitu mempunyai keinginan berprestasi, kreatif, memiliki keteguhan hati
(determinasi) dan memiliki pemahaman teknis yang memadai.
- Pendekatan Peluang Usaha, pendekatan ini memfokuskan perhatian terhadap masalah
peluang dalam tumbuhnya kewirausahaan. Menemukan gagasan usaha, selanjutnya
mengembangkan gagasan tersebut menjadi konsep usaha, dan kemudian memanfaatkan
peluang usaha merupakan bidang-bidang yang dianggap penting dalam pendekatan
ini.oleh karena itu, pendekatan ini menganggap kreativitas serta pemahaman pasar
merupakan dua aspek dasar yang penting. Sebagai contoh, pihak yang memiliki
persiapan memadai, bertemu dengan peluang akan mengalami kemujuran. Semakin
siap seseorang dalam berbagai segmen usaha, akan meningkatkan kemampuannya
untuk menemukan peluang usaha.
- Pendekatan Strategis, pendekatan ini menekankan peran penting proses perencanaan
dalam pengembangan usaha yang sukses. Ronstadt memandang perumusan strategi
sebagai pemanfaatan berbagai elemen yang bersifat unik. Sebagai contoh memiliki
pasar yang khas, tenaga kerja yang khas, produk khas, dan sumber yang khas dan
memanfaatkannya sebagai tumpuan strategi.

3. Gambarkan 4 (empat) tahapan yang terjadi dalam proses munculnya kreativitas dan berikan
contohnya.
Jawaban :
Berikut ini dijelaskan ke-empat tahapan proses kreatif untuk memunculkan inovasi.
Tahapan 1
Akumulasi Pengetahuan
Temuan yang berhasil biasanya didahului oleh proses penjajagan (investigasi) dan
proses pengumpulan informasi. Penjajagan untuk melakukan pengumpulan informasi
dilakukan melalui berbagai jenis cara, misalnya melalui bahan bacaan, atau dengan
melakukan diskusi dengan pihak-pihak yang sudah berpengalaman di bidang sejenis,
atau kadang-kadang juga dengan mengikuti pertemuan ilmiah dimana banyak
berkumpul ahli-ahli yang memiliki pengetahuan serta pengalaman yang berkaitan
dengan permasalahan. Kadang-kadang juga diperlukan informasi yang secara langsung
maupun yang tidak secara langsung berkaitan dengan permasalahan yang dipelajari.
Proses penjajagan biasanya memberikan ragam informasi mengenai permasalahan.
Berbagai ragam informasi ini penting bagi para Enterpreneur, yang memerlukan
pemahaman mendasar mengenai seluruh aspek yang berkaitan dengan pengembangan
suatu produk, jasa, ataupun usaha baru.
Pemahaman tentang latar belakang permasalahan sering kali diperoleh dari (1) bahan
bacaan; (2) kelompok atau asosiasi profesi; (3) mengikuti pertemuan atau seminar
ilmiah; (4) mengunjungi tempat baru; (5) melakukan diskusi dengan berbagai pihak
mengenai permasalahan; (6) majalah, surat kabar, dan jurnal yang memuat artikel yang
berkaitan dengan permasalahan; (7) selalu mencatat informasi yang relevan; dan (8)
mencoba mengembangkan dan mempertanyakan, mempertebal rasa ingin tahu.
Tahapan 2
Proses Inkubasi
Seorang yang kreatif biasanya membiarkan alam bawah sadar mereka memikirikan
kumpulan informasi yang sudah mereka peroleh dari tahapan sebelumnya. Proses
inkubasi, atau menetasnya gagasan, sering kali terjadi pada saat yang tidak diduga,
misalnya pada saat mereka sedang sibu mengerjakan kegiatan yang sebenarnya tidak
berkaitan dengan permasalahan, atau sedang berada di kamar mandi ataupun di jamban.
Mengabaikan permasalahan, dan membiarkan alam bawah sadar kita yang bekerja
menyusun berbagai informasi yang sudah dimiliki menjadi suatu kesimpulan yang
kreatif. Bahkan ada pihak yang mengatakan bahwa proses kreatif itu juha bisa terjadi
disaat seseorang sedang tidur. Karena itu, sering kali nasihat bagi seseorang yang
mengalami frustasi menghadapi permasalahan yang seakan-akan tidak terpecahkan
adalah agar orang tersebut membawa masalah sampai tidur!
Beberapa langkah yang sering kali dianggap merangsang terjadinya proses inkubasu
adalah (1) mengerjakan kegiatan rutin yang tidak memerlukan pemikiran seperti
menyapu halaman, mencuci piring yang kotor dan sebagainya; (2) berlatih dengan
waktu yang teratur; (3) mengikuti berbagai jenis permainan, seperti olahraga; (4)
memikirkan permasalahan sebelum pergi tidur; (5) melakukan meditasi; dan (6) duduk
santai pada waktu-waktu tertentu secara teratur.
Tahapan 3
Memunculkan Gagasan
Tahapan ini sering kali dianggap sebagai periode yang paling menggairahkan, yaitu
tahapan dimana gagasan ataupun jawaban yang dicari seseorang ternyata bisa muncul.
Karena merupakan tahapan dimana gagasan muncul, maka tahapan ini sering disebut
“tahapan eureka.” Banyak pihak yang menganggap tahapan ini sebagai satu-satunya
tahapan kreativitas.
Seperti juga pada proses inkubasi, gagasan baru yang bersifat inovatif sering kali
muncul pada saat yang tidak terduga, misalnya pada saat seseorang sedangan
mengerjakan kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan permasalahan yang sedang
dipikirkan solusinya. Sehingga seakan-akan gagasan itu muncul tiba tiba entah berasal
dari mana.
Sering kali jawaban terhadap sesuatu muncul secara bertahap pada pikiran seseorang,
perlahan tapi pasti seseorang tersebut sebenarnya sedang merumuskan jawaban bagi
permasalahan yang dihadapi. Oleh karena itu, sering kali memang sulit untuk
menentukan kapan tahapan inkubasi berakhir dan dilanjutkan dengan mulainya tahapan
munculnya gagasan.
Untuk mempercepat proses munculnya gagasan ini, perlu rangsangan melalui (1)
mimpi atau berangan-angan mengenai hasil kegiatan yang diharapkan; (2)
mempraktikkan hobby yang relevan dengan permasalahan; (3) bekerja dalam
lingkungan yang tidak tergesa-gesa; (4) menempatkan atau menganggap permasalahan
bukan sebagai sesuatu yang paling penting, (5) menyediakan buku catatan dekat dengan
tempat tidur, sehingga bisa segera mencatat gagasan yang muncul pada saat tengah
malam atapun saat bangun tidur; dan (6) sengaja mengambil masa istirahat pada saat
sedang sibuk bekerja.
Tahapan 4
Evaluasi dan Implementasi
Tahapan ini sering kali dianggap sebagai tahapan yang paling sulit dalam sebuah proses
kreatif karena untuk melaluinya diperlukan keberanian besar, disipling diri, dan juga
daya tahan yang tangguh. Enterpreneur yang berhasil biasnya mampu menemukan
gagasan yang memang memungkinkan untuk dikerjakan karena keterampilan yang
dimiliki Enterpreneur tersebut memang memadai untuk mewujudkan
(mengimplementasikan) gagasan tersebut. Akan tetapi, yang lebih penting bagi
Enterpreneur adalah memiliki daya tahan sehingga mereka tidak menyerah apabila
harus berhadapan dengan hambatan yang bersifat sementara dalam mewujudkan
gagasan. Biasanya, para Enterpreneur mengalami berulang kali kegagalan sebelum
akhirnya berhasil mewujudkan gagasan. Biasanya, para Enterpreneur mengalami
berulang kali kegagalan sebelum akhirnya berhasil mewujudkan gagasan mereka.
Dalam proses tersebut sering kali dijumpai Enterpreneur yang akhirnya ternyata
mengambil arah yang sangat berbeda. Enterpreneur yang akhirnya ternyata mengambil
arah yang sangat berbeda, bahkan berlawanan, dari gagasan mereka semula. Juga bisa
dijumpai Enterpreneur yang menemukan gagasan baru yang lebih memungkinkan
untuk diwujudkan pada saat ia berusaha untuk mewujudkan gagasan yang lebih awal.
Dengan demikian, salah satu bagian penting dari tahapan ini adalah penyempurnaan
gagasan sehingga berhasil menjadi bentuk atau wujud akhir. Karena gagasan biasanya
muncul dari tahapan sebelumnya dalam bentuk yang masih kasar, selanjutnya gagasan
tersebut perlu diperbaiki, dan juga diuji, sebelum akhirnya mencapai wujud akhir.
Ketentuan Pengerjaan Tugas:
1. Tugas harus diketik rapi, dalam MS Word.
2. Tugas harus mencantumkan sumber referensi
3. Tugas tidak boleh plagiasi