Anda di halaman 1dari 5

FORUM KE IV

MATA KULIAH : SMK3


TOPIK BAHASAN : PENGAWASAN NORMA SMK3
DIKERJAKAN : ALI MURTADHO
NIM : 55718120032

1 PENGERTIAN SMK3
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya disebut SMK3 adalah
bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi,
perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan prosedur, proses dan sumberdaya yang dibutuhkan
bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan
keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan
kegiatan kerja, guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. (Peraturan
Menteri Tenaga Kerja Nomor 05 Tahun 1996)

Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya disingkat K3 adalah segala kegiatan untuk
menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan
kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. (PP Republik Indonesia No.50 tahun 2012)

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya disingkat SMK3 adalah
bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian
risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien
dan produktif.(PP Republik Indonesia No.50 tahun 2012)

Kewajiban Penerapan SMK3 di Perusahaan

Penerapan SMK3 dipertegas dalam Undang undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang


Ketenagakerjaan Pasal 87 yang menyatakan:

a Setiap  perusahaan  wajib  menerapkan  sistem  manajemen  keselamatan  dan kesehatan
kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan.

b Ketentuan mengenai penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja


diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja, setiap perusahaan wajib menerapkan SMK3 di perusahaannya. Kewajiban
penerapan SMK3 berlaku bagi perusahaan:

1
a Mempekerjakan pekerja paling sedikit 100 orang, atau

b Mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi, antara lain perusahaan yang bergerak di
bidang pertambangan, minyak, dan gas bumi.

Fungsi dan tujuan Sistem Manajemen K3

Fungsi dan tujuan utama penerapan SMK3 adalah untuk mengurangi atau mencegah
kecelakaan yang mengakibatkan cedera atau kerugian materi.

Tujuan penerapan SMK3 yaitu:

 Meningkatkan efektivitas perlindungan K3 yang terencana, terukur, terstruktur, dan


terintegrasi.
 Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan
unsur manajemen, pekerja, dan/atau serikat pekerja.
 Menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan efisien untuk mendorong produktivitas.

Fungsi Sistem Manajemen K3

a Sebagai alat manajemen


b Sebagai agen pemenuhan persyaratan
c Sebagai Konsultan keselamatan
d Sebagai Pengendali rugi
(Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja OHSAS 18001, Soehatman Ramli, 2010)

Tujuan Sistem Manajemen K3

a meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana,


terukur, terstruktur, dan terintegrasi.
b mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan
unsur manajemen, pekerja/buruh, dan/atau serikat pekerja/serikat buruh.
c menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan efisien untuk mendorong
produktivitas.
(Sumber: PP Republik Indonesia No.50 tahun 2012 Tentang Penerapan Sistem Keselamatan
dan Kesehatan Kerja, Bab I, pasal 2)

2 UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN SMK3

Dasar Hukum Penerapan Sertifikat SMK3 di Indonesia

a Undang-Undang No.1 tahun 1970, tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3);
b Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003, tentang Tenaga Kerja
c Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012, Tentang Penerapan Sistem Manajemen
Keselamatan Dan Kesehatan Kerja;
2
d Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 04 Tahun 1993, tentang Jaminan Kecelakaan Kerja;
e Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 05 Tahun 1996, tentang Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
f Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 09 tahun 2008, tentang Sistim Manajemen K3;
g Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 01 Tahun 1980, tentang Keselamatan dan
Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan;
h Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 8 Tahun 2009 tentang SMK3 di Pekerjaan
Umum;
i Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja Dan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: KEP.
174/MEN/1986 dan NOMOR: 104/KPTS/1986 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja
pada Tempat Kegiatan Konstruksi.

Spesifik untuk Dasar Hukum Penerapan Sertifikat SMK3 di Indonesia

a Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945.


b Undang-Undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
c Undang-Undang Nomor 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi.
d Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
e Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa
Konstruksi.
f Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.
g Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa
Konstruksi.
h Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2000 tentang Standarisasi Nasional.
i Keputusan Presiden Nomor 80 tahun 2003 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah.
j Peraturan Presiden Nomor 9 tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan
Organisasi dan Tata kerja Kementrian negara Republik Indonesia.
k Surat Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum Nomor:
174/MEN/1986 &104/KPTS/1986 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Tempat
Kegiatan Konstruksi.
l Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER.02/MEN/1992 tentang Tata Cara Penunjukkan,
Kewajiban dan Wewenang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
m Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen
Kesehatan dan keselamatan Kerja.
n Keputusan Menteri Kimpraswil Nomor 384/KPTS/M/2004 tentang Pedoman Teknis
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Tempat Kegiatan Konstruksi Bendungan.
o Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 43/PRT/M/2007 tentang Standar dan Pedoman
Pengadaan Jasa Konstruksi.
p Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Departemen Pekerjaan Umum.

3 PERBEDAAN SMK3 DAN ISO 45000

3
OHSAS 18001 adalah Sistem Manajemen K3 yang berlaku secara internasional, sedangkan
SMK3 PP No.50 Tahun 2012 berlaku secara nasional dan merupakan perundangan yang dibuat
pemerintah Indonesia melalui Kementerian Tenaga Kerja RI..

OHSAS atau singkatan dari Occupational Health and Safety Assessment Series (OHSAS
18001) adalah suatu standard internasional untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja di tempat kerja/ perusahaan. Banyak organisasi di berbagai Negara telah
mengadopsi  OHSAS 18001 untuk mendorong penerapan keselamatan dan kesehatan kerja
dengan melaksanakan prosedur yang mengharuskan organisasi secara konsisten
mengidentifikasi dan mengendalikan resiko bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan di
tempat kerja; serta memperbaiki kinerja dan citra perusahaan.

Persamaan dan Perbedaan Antra OHSAS 18001 dan SMK3

Persamaan

SMK3 (PP NO. 50 TAHUN 2012) OHSAS 18001:2007

Penetapan kebijakan K3 Plan (perencanaan) : menentukan tujuan dan


proses yang diperlukan untuk memberikan hasil
yang sesuai dengan kebijakan K3 perusahaan.

Perencanaan penerapan K3 Do (pelaksanaan) : mengimplementasikan


proses yang telah direncanakan.

Penerapan K3 Check (pemeriksaan) : memantau dan menilai


pelaksanaan proses berdasarkan kebijakan K3,
tujuan, standar serta perysaratan lainnya, dan
melaporkan hasilnya.

Pengukuran, pemantaun dan evaluasi kinerja Act (pengambilan tindakan): mengambil


K3 tindakan untuk meningkatkan performansi K3
secara terus menerus.

Peninjaun secara teratur untuk meningkatkan Peningkatan berkelanjutan


kinerja K3 secara berkesinambungan

Perbedaan

SMK3 (PP NO. 50 TAHUN 2012) OHSAS 18001:2007


4
Penerapannya bersifat wajib bagi perusahaan Penerapan bersifat optional
yang telah memenuhi syarat sesuai ketentuan

Dokumen acuan K3 yang dikeluarkan oleh Dokumen acuan pertama kali yang diterbitkan
Pemerintah RI British Standard Institute (BSI)

Berlaku secara Nasional (Indonesia) Berlaku secara internasional

Sertifikat pemenuhan diberikan keapada Sertifikat pemenuhan diberikan kepada badan


Badan Audit yang ditunjuk Pemerintah audit yang ditunjuk oleh perusahaan

Selain sertifikat, perusahaan akan Sertikat akan diberikan kepada perusahaan lolos
memperloeh bendera K3 audit sertifikasi

Ada pemberian sangsi apabila tidak Tidak ada ketentuan sangsi apabila tidak
menerapkan peraturan ini. menerapkan

Anda mungkin juga menyukai