Anda di halaman 1dari 25

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Judul Artikel

Judul Artikel ini yaitu Pengaruh Pemahaman Akuntansi, Pemanfaatan Sistem


Informasi Akuntansi Dan Sistem Pengendalian Intern Terhadap Kualitas Laporan
Kuangan.

1.2 Nomor, Volume, Dan Tahun Penerbitan

Artikel ini memiliki vol. 11, no. 2 dan tahun terbit yaitu januari 2020

1.3 Nama Jurnal

Nama jurnal artikel ini yaitu Jurnal KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi

1.4 Penulis

Nama penulis dalam artikel ini yaitu Ni Luh Wayan Tiya Lestari dan Ni Nyoman
Sri Rahayu Trisna Dewi
BAB II PEMBAHASAN

2.1 Tujuan Artikel

Tujuan dari penulisan artikel ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemahaman
akuntansi, pemanfaatan sistem informasi akuntansi, dan sistem pengendalian intern
terhadap kualitas laporan keuangan.

2.2 Deskripsi Inti Dari Artikel/Jurnal

Masyarakat mendorong pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk


meningkatkan akuntabiitas publik. Dalam rangka untuk mewujudkan tata kelola yang
baik, pemerintah daerah harus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
pengelolaan keuangan daerah. Pemerintah harus mampu menyajikan laporan
keuangan yang mengandung informasi yang berkualitas. Dalam Standar Akuntansi
Pemerintahan (SAP) dijelaskan bahwa laporan keuangan yang berkualitas harus
memenuhi karakteristik relevan, andal, dapat dibandingkan, dan dapat dipahami.

Penelitian ini berlokasi pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah
(BPKAD) Kabupaten Badung, hal ini dikarenakan BPKAD merupakan entitas
akuntansi yang mempunyai kewajiban melakukan pencatatan atas transaksi-transaksi
pendapatan, belanja, dan aset yang terjadi di lingkungan SKPD. Dalam dunia
pemerintahan, setiap bagian harus diisi oleh sumber daya manusia yang memiliki
kompetensi dan pemahaman akuntansi. Selain pemahaman akuntansi, pemahaman
teknologi informasi juga dapat meningkatkan kualitas lapran keuangan. Tingginya
kualitas laporan keuangan juga ditentukan oleh seberapa baik sistem pengendalian
intern yang dimiliki pemerintah daerah. Pengendalian intern menyebabkan sulitnya
mendeteksi kecurangan proses akuntansi. Berdasarkan uraian tersebut, motivasi
peneliti untuk melakukan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh variabel
pemahaman akuntansi, pemanfaatan sistem informasi akuntansi, dan sistem
pengendalian intern terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.

Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pegawai pada Badan Pengelola
Keuangan Daerah (BPKAD) Kabupaten Badung yang berjumlah 108 responden.
Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 responden. Metode pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa kuesioner. Teknik pengambilan sampel
yang digunakna yaitu teknik urposive sampling dimana sampling dipilih atas kriteria
tertentu yaitu pekerja pada bagian pengelolaan keuangan dan pekerja yang lebih dari
satu tahun. Berdasarkan data hasil penelitian maka hasil penelitian menunjukkan
bahwa pemahaman akuntansi berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan di
BPKAD Kabupaten Badung. Hasil penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa
pemanfaatan sistem informasi akuntansi berpengaruh terhadap kualitas laporan
keuangan di BPKAD Kabupaten Badung. Hasil penelitian yang terakhir
menunjukkan bahwa sistem pengendalian intern berpengaruh terhadap kualitas
laporan keuangan di BPKAD Kabupaten Badung. Hal ini mempunyai arti bahwa
kualitas laporan keuangan dipengaruhi oleh pemahaman akuntansi yang dimiliki oleh
pegawai, selain itu untuk dapat mempermudah suatu pekerjaan diperlukan
pemanfaatan sistem informasi akuntansi dan diperlukan suatu sistem pengendalian
intern dalam mencegah suatu kecurangan dan mengidentifikasi resiko-resiko yang
mungkin saja terjadi.

2.3 Teori Yang Digunakan Dalam Artikel/Jurnal


Penelitian ini menggunakan teori kegunaan-keputusan informasi akuntansi
merupakan bagian dari teori normatif. Orang pertama yang menggunakan paradigma
kegunaan keputusan (decision-usefulness theory) adalah Chambers. Pendekatan
model keputusan ditujukan untuk mengetahui informasi apa yang diperlukan untuk
membuat keputusan. Teori kegunaan-keputusan mencakup mengenai syarat dari
kualitas informasi akuntansi yang berguna dalam keputusan yang akan diambil oleh
pengguna informasi akuntansi. Kegunaan-keputusan informasi akuntansi
mengandung komponen-komponen yang perlu dipertimbangkan oleh penyaji
informasi akuntansi agar cakupan yang ada dapat memenuhi kebutuhan para
pengambil keputusan yang akan menggunakannya.
Premis dari teori kegunaan-keputusan meliputi tujuan akuntansi untuk
menyediakan informasi keuangan mengenai organisasi guna pengambilan keputusan.
Tujuan akuntansi dikaitkan dengan stakeholder yaitu menyediakan informasi
keuangan mengenai suatu organisasi yang akan digunakan dalam pembuatan
keputusan. Sikap manajemen terhadap penerapan standar akuntansi berhubungan
dengan kepentingannya terhadap pengungkapan informasi akuntansi yang
menggambarkan kinerja finansial dalam bentuk pelaporan keuangan. Teori kegunaan-
keputusan informasi akuntansi tercermin dalam bentuk kaidah-kaidah yang harus
dipenuhi oleh komponen-komponen pelaporan keuangan agar dapat bermanfaat
dalam rangka pengambilan keputusan ekonomi.

2.4 Simpulan Artikel/Jurnal


Berdasarkan hasil pengolahan data dan pembahasan yang telah diuraikan
sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman akuntansi terhadap kualitas
laporan keuangan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Badung
berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan dengan nilai signifikan
0,000. Pemanfaatan sistem informasi akuntansi berpengaruh signifikan terhadap
kualitas laporan keuangan dengan nilai signifikan 0,000. Sistem Pengendalian Intern
berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan dengan nilai signifikan
0,001. Pemahaman akuntansi, pemanfaatan sistem informasi akuntansi, dan sistem
pengendalian intern berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan
dengan nilai signifikan 0,000.
2.5 Pendapat Atas Relevansi Teori Dengan Simpulan Pada Artikel

Pada penelitian ini penulis menggunakan teori kegunaan-keputusan (decision-


usefulness theory) dimana pendekatan dari teori ini untuk mengetahui informasi apa
yang digunakan untuk membuat keputusan. Teori kegunaan-keputusan mencakup
mengenai syarat dari kualitas informasi akuntansi yang berguna dalam keputusan
yang akan diambil oleh pengguna informasi akuntansi. Pada simpulan yang terdapat
dalam penelitian ini dijelaskan bahwa pemahaman akuntansi, pemanfaatan sistem
informasi akuntansi, dan sistem pengendalian intern berpengaruh signifikan terhadap
kualitas laporan keuangan. Jika manajemen mengungkapkan informasi akuntansi
yang menggambarkan kinerja finansial dalam bentuk laporan keuangan maka hal
tersebut dapat bermanfaat dalam pengambilan keputusan. Menurut pendapat saya
teori yang digunakan sudah relevan terhadap penelitian ini karena untuk
menghasilkan kualitas laporan keuangan yang baik harus didukung oleh pemahaman
akuntansi, pemanfaatan sistem informasi akuntansi dan sistem pengendalian inter
yang baik. Kualitas laporan keuangan yang baik dapat membantu stakeholder dalam
pengambilan keputusan.
BAB III PENUTUP

3.1 Pendapat Atas Relevansi Teori Dengan Simpulan Pada Artikel

3.2 Saran

Adapun saran yang dapat diberikan yaitu untuk meningkatkan kualitas laporan
keuangan pemerintah, sebaiknya dinas lebih memperhatikan pegawainya untuk bisa
memahami akuntansi, pemanfaatan sistem informasi akuntansi, dan sistem
pengendalian intern dengan memberikan sosialisasi, pendidikan, dan pelatihan yang
intensif bagi pegawai yang bertanggungjawab langsung atas penyusunan dan
penyajian laporan keuangan, sehingga mampu membuat laporan keuangan yang
berkualitas.
Jurnal KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi; Vol. 11, No. 2 Januari 2020, pp. 170-178

ISSN: 2301-8879

E-ISSN: 2599-1809

Available Online At: https://ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/krisna

PENGARUH PEMAHAMAN AKUNTANSI,


PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN
SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP
KUALITAS LAPORAN KEUANGAN
Ni Luh Wayan Tiya Lestari* dan Ni Nyoman Sri Rahayu Trisna Dewi
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Triatma Mulya Badung, Bali-Indonesia

*tiyalestari5@gmail.com
DiPublikasi: 01/01/2020
http://dx.doi.org/10.22225/kr.11.2.1435.170-
Abstract 178

This research aims to test the influence of understanding of accounting, the accounting information system utilization, and
internal control systems on the quality of finansial statement. The grand theory used in this research is decision-usefulness
theory. The population in this research were all employees at the Regional Financial and Asset Management Agency (BPKAD)
of Badung. This research uses non-probability sampling technique that is purposive sampling with the respondents totaled 60
people. The data used were the primary data. The data were collected through questionnaire. The data were analyzed using
the multiple linear regression analysis assisted with the SPSS 20 software for windows. The result of this research indicated
that the influence of understanding of accounting, the accounting information system utilization, and internal control systems
have a partial and simultaneous effect on the quality of finansial statement.

Keywords: Understanding of accounting; utilization of accounting information systems; internal control systems; quality of

financial statements

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemahaman akuntansi, pemanfaatan sistem informasi akuntansi, dan
sistem pengendalian intern terhadap kualitas laporan keuangan. Grand theory yang digunakan dalam penelitian ini adalah
teori kegunaan-keputusan (decision-usefulness theory). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Badan
Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Badung. Penelitian ini menggunakan teknik non probability
sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 60 orang. Data yang digunakan adalah data primer.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan
software SPSS 20 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman akuntansi, pemanfaatan sistem informasi
akuntansi, dan sistem pengendalian intern berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap kualitas laporan keuangan.

Kata Kunci: Pemahaman akuntansi; pemanfaatan sistem infor masi akuntansi; sistem pengendalian inter n; kualitas laporan
keuangan

I. PENDAHULUAN lingkungan SKPD. Dalam dunia


pemerintahan, setiap bagian harus diisi oleh
Meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap orang yang tepat. Begitu juga pada bagian
penyelenggaraan pemerintahan yang baik, keuangan yang harus diisi oleh sumber daya
telah mendorong pemerintah pusat dan manusia yang memiliki kompetensi dalam
pemerintah daerah untuk menerapkan memahami akuntansi dan ilmu-ilmu
akuntabilitas publik. Dalam rangka keuangan yang terkait lainnya. Pemahaman
mewujudkan tata kelola yang baik, akuntansi berpengaruh signifikan positif
pemerintah daerah harus terus melakukan terhadap kualitas laporan keuangan
upaya untuk meningkatkan transparasi dan pemerintah daerah (Diani, 2014). Selain
akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. pemahaman akuntansi, pemanfaatan
Laporan keuangan merupakan media bagi teknologi informasi juga dapat meningkatkan
sebuah entitas, dalam hal ini pemerintah kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.
untuk mempertanggungjawabkan kinerja
keuangannya kepada publik. Pemerintah Dalam rangka mewujudkan
harus mampu menyajikan laporan keuangan akuntabilitas dan transparasi dalam
yang mengandung informasi yang berkualitas. pengelolaan keuangan daerah, penggunaan
Dalam Standar Akuntansi Pemerintahan teknologi informasi merupakan suatu
(SAP) dijelaskan bahwa laporan keuangan kebutuhan yang harus dipenuhi, untuk
yang berkualitas itu harus memenuhi membantu pengelolaan data yang lebih cepat,
karakteristik relevan, andal, dapat efektif, dan efisien. Tingginya kualitas
dibandingkan, dan dapat dipahami. laporan keuangan pemerintah daerah juga
ditentukan oleh seberapa baik sistem
Struktur pemerintahan daerah, pengendalian intern yang dimiliki pemerintah
khususnya Badan Pengelola Keuangan dan daerah. Pengendalian intern yang lemah
Aset Daerah (BPKAD) merupakan entitas menyebabkan sulitnya mendeteksi
akuntansi yang mempunyai kewajiban kecurangan/ketidakakuratan proses akuntansi
melakukan pencatatan atas transaksi-transaksi sehingga bukti audit yang diperoleh dari data
pendapatan, belanja, dan aset yang terjadi di
melakukan penelitian ini adalah untuk
menguji pengaruh variabel pemahaman
akuntansi menjadi tidak kompeten akuntansi, pemanfaatan sistem informasi
(Winidyaningrum & Rahmawati, 2009). akuntansi, dan sistem pengendalian intern
Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) terhadap kualitas laporan keuangan
mengungkapkan pengawasan internal di pemerintah daerah. Berdasarkan latar
pemerintahan provinsi maupun kabupaten/kota belakang yang telah disampaikan, penelitian
di Bali oleh inspektorat masing-masing, ini menganalisis pemahaman akuntansi
dirasakan masih sangat lemah. Akibatnya, berpengaruh terhadap kualitas laporan
banyak penyimpangan dalam pengelolaan keuangan, pengaruh pemanfaatan sistem
anggaran yang lolos begitu saja. Contohnya informasi akuntansi terhadap kualitas laporan
dalam kasus pengadaan barang dan jasa di keuangan, pengaruh sistem pengendalian
Porprov Bali. Banyak yang menjadi temuan intern terhadap kualitas laporan keuangan dan
kemahalan oleh Badan Pemeriksaan Keuangan pemahaman akuntansi, pemanfaatan sistem
(BPK), tetapi malah hal itu tidak menjadi informasi akuntansi, dan sistem pengendalian
temuan dan atensi pencegahan inspektorat. intern berpengaruh secara simultan terhadap
BPK juga mengkritisi lemahnya pengawasan kualitas laporan keuangan di Badan Pengelola
internal oleh jajaran inspektorat di Bali. Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten
Padahal, inspektorat berperan penting dalam Badung.
mengawasi dan mencegah penyimpangan
dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun II. TINJAUAN PUSTAKA
pelaksanaan APBD.
Kabupaten Badung merupakan salah satu Teori Kegunaan-Keputusan (Decision-Usefulness
kabupaten di Provinsi Bali yang mendapat Theory)
opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Teori kegunaan-keputusan informasi
Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Badan akuntansi merupakan bagian dari teori
Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan normatif. Orang pertama yang menggunakan
Bali telah melaksanakan pemeriksaan entrim I paradigma kegunaan keputusan (decision-
dan entrim II terhadap Laporan Keuangan usefulness theory) adalah Chambers.
Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Pendekatan model keputusan ditujukan untuk
Badung pada Tahun 2016. Dalam mengetahui informasi apa yang diperlukan
pemeriksaan tersebut, Badung meraih opini untuk membuat keputusan. Teori kegunaan-
WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK. keputusan mencakup mengenai syarat dari
Namun, opini wajar tanpa pengecualian yang kualitas informasi akuntansi yang berguna
diberikan BPK terhadap laporan keuangan dalam keputusan yang akan diambil oleh
tersebut bukan berarti bebas dari kesalahan pengguna informasi akuntansi. Kegunaan-
dan kelemahan. BPK perwakilan Bali keputusan informasi akuntansi mengandung
menemukan beberapa permasalahan yakni komponen-komponen yang perlu
dalam pencatatan dan pelaporan asset yang dipertimbangkan oleh penyaji informasi
belum jelas, pendapatan restribusi daerah, akuntansi agar cakupan yang ada dapat
pendapatan atas sewa belum diatur, memenuhi kebutuhan para pengambil
penerimaan daerah, penatausahaan aset tetap, keputusan yang akan menggunakannya.
realisasi belanja dan BPK juga menekankan Premis dari teori kegunaan- keputusan
agar perangkat daerah melaksanakan meliputi tujuan akuntansi untuk menyediakan
kepatuhan terhadap aturan yang berlaku serta informasi keuangan mengenai organisasi guna
melaksanakan sistem pengendalian internal. pengambilan keputusan. Tujuan akuntansi
Berdasarkan fenomena tersebut dapat dikaitkan dengan stakeholder yaitu
dinyatakan bahwa laporan keuangan menyediakan informasi keuangan mengenai
pemerintah daerah masih belum seluruhnya suatu organisasi yang akan digunakan dalam
memenuhi karakteristik kualitatif yang pembuatan keputusan. Sikap manajemen
disyaratkan, sehingga diperlukan pembenahan terhadap penerapan standar akuntansi
terhadap sistem kerja pada pegawai berhubungan dengan kepentingannya
pemerintah daerah terutama pada bagian terhadap pengungkapan informasi akuntansi
penatausahaan keuangan agar kualitas yang menggambarkan kinerja finansial dalam
informasi laporan keuangan yang dihasilkan bentuk pelaporan keuangan.
bermanfaat serta bernilai akurat. Berdasarkan Teori kegunaan-keputusan informasi
uraian tersebut, motivasi peneliti untuk akuntansi tercermin dalam bentuk kaidah-
kaidah yang harus dipenuhi oleh komponen- konsep sistem, konsep
komponen pelaporan keuangan agar dapat informasi, konsep organisasi dan konsep
bermanfaat dalam rangka pengambilan pengambilan keputusan (Afifah, 2009).
keputusan ekonomi.
Sistem Pengendalian Intern
Kualitas Laporan Keuangan
Pengendalian intern didefinisikan sebagai
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor suatu proses yang dipengaruhi oleh sumber
71 Tahun 2010, laporan keuangan merupakan daya manusia dan sistem teknologi informasi
laporan terstruktur mengenai laporan posisi yang dirancang untuk membantu organisasi
keuangan dan transaksi-transaksi yang mencapai suatu tujuan tertentu. Menurut
dilakukan oleh suatu entitas pelaporan. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008,
Peraturan Pemerintah No 8 Tahun 2006, sistem pengendalian intern pemerintah adalah
tentang pelaporan keuangan dan kinerja instansi proses yang integral pada tindakan dan
pemerintah, menyatakan bahwa laporan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus
keuangan adalah bentuk pertanggungjawaban oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk
pengelolaan keuangan negara dan daerah memberikan keyakinan memadai atas
selama satu periode. Laporan keuangan yang tercapainya tujuan oraganisasi melalui
berkualitas menunjukkan bahwa kepala daerah kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan
bertanggungjawab sesuai dengan wewenang pelaporan keuangan, pengamanan aset
yang dilimpahkan kepadanya dalam Negara, dan ketaatan terhadap peraturan
pelaksanaan tanggungjawab mengelola perundang-undangan.
organisasi. Laporan keuangan daerah
merupakan pertanggungjawaban pelaksanaan Pengembangan Hipotesis
anggaran pendapatan belanja daerah. Suatu
laporan keuangan dapat memberi manfaat bagi Pengaruh Pemahaman Akuntansi Terhadap
para pemakainya maka laporan keuangan Kualitas Laporan Keuangan
tersebut harus mempunyai nilai informasi yang
berkualitas dan berguna dalam pengambilan Seseorang dikatakan paham terhadap akuntansi
keputusan. Kualitas laporan keuangan dapat apabila pandai dan mengerti bagaimana proses
tercermin dari karakteristik kualitatif. akuntansi itu dilakukan sampai menjadi suatu
laporan keuangan dengan berpedoman pada
Pemahaman Akuntansi prinsip dan standar penyusunan laporan
keuangan yang diterapkan. (Yuliani, Nadirsyah,
Pemahaman berasal dari kata paham yang & Bakar, 2010) telah melakukan penelitian
mempunyai arti mengerti benar, sedangkan pada pemerintah kota Banda Aceh, menyatakan
pemahaman merupakan proses pembuatan cara bahwa untuk dapat menghasilkan laporan
memahami atau memahamkan. Paham menurut keuangan yang berkualitas maka kualitas
Kamus Umum Bahasa Indonesia orang-orang yang melaksanakan tugas dalam
(Poerwadaminta, 2006) mempunyai pengertian menyusun laporan keuangan harus menjadi
pandai dan mengerti benar, sedangkan perhatian utama yaitu para pegawai yang
pemahaman adalah proses, cara, perbuatan terlibat dalam aktivitas tersebut harus mengerti
memahami atau memahamkan. Orang yang dan memahami bagaimana proses dan
memiliki pemahaman akuntansi adalah orang pelaksanaan akuntansi itu dijalankan dengan
yang pandai dan mengerti benar tentang berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Hal
akuntansi. tersebut didukung oleh penelitian (Diani, 2014)
yang menyatakan pemahaman akuntansi
Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh signifikan positif terhadap kualitas
Sistem informasi akuntansi merupakan laporan keuangan. Jadi dapat disimpulkan
seperangkat komponen yang saling bahwa semakin baik pemahaman akuntansi
berhubungan yang berfungsi mengumpulkan, maka semakin baik kualitas laporan keuangan
memproses, menyimpan, dan medistribusikan pemerintah daerah tersebut. Sehingga hipotesis
informasi untuk mendukung pembuatan dalam penelitian ini adalah:
keputusan dan pengawasan dalam organisasi H1 : Pemahaman akuntansi berpengaruh
(Laudon & Laudon, 2000). Akuntansi dan terhadap kualitas laporan keuangan.
sistem informasi akuntansi bertolak dari suatu
landasan yang terdiri dari berbagai konsep,
yaitu konsep mengenai akuntansi itu sendiri,
Pengaruh Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi keuangan pemerintah.
Terhadap Kualitas Laporan Keuangan
Penelitian (Silviana, 2014) menunjukkan
Untuk terselenggaranya proses penyampaian bahwa penerapan sistem informasi akuntansi
informasi yang cepat dan akurat sehingga dapat
berpengaruh terhadap kualitas laporan
menghasilkan laporan keuangan yang baik,
keuangan pemerintah daerah.
pemerintah pusat dan daerah berkewajiban
untuk mengembangkan dan memanfaatkan H4 : Pemahaman akuntansi, pemanfaatan
kemajuan teknologi informasi. Semakin baik sistem informasi akuntansi, dan sistem
pemanfaatan sistem informasi akuntansi, maka pengendalian intern berpengaruh terhadap
kualitas laporan keuangan yang dihasilkan akan kualitas laporan keuangan.
semakin meningkat. Dalam penelitian
(Silviana, 2014) pada pemerintah kabupaten di III. METODE
seluruh Jawa Barat, menunjukkan bahwa
sistem informasi keuangan daerah berpengaruh Tempat, Populasi dan Metode Penentuan Sampel
signifikan positif terhadap kualitas laporan
keuangan. Sehingga hipotesis dalam penelitian Penelitian ini dilakukan pada Badan
ini adalah: Pengelola Keuangan dan Aset Daerah
(BPKAD) Kabupaten Badung. Populasi
H2 : Pemanfaatan sistem informasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai
akuntansi berpengaruh terhadap kualitas pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset
laporan keuangan. Daerah (BPKAD) Kabupaten Badung yang
Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Terhadap berjumlah 108 responden. Alasan pemilihan
Kualitas Laporan Keuangan
sampel di BPKAD Kapupaten Badung adalah
karena BPKAD merupakan satuan kerja yang
Pengendalian intern merupakan suatu cara melakukan konsolidasi laporan keuangan
untuk mengarahkan, mengevaluasi, dan semua SKPD dalam lingkup kabupaten/kota
mengukur sumber daya yang dimiliki suatu dan menghasilkan output akhir berupa laporan
organisasi, serta berperan penting dalam keuangan pemerintah kabupaten/kota dalam
pencegahan dan pendeteksian adanya rangka pelaksanaan dan pertanggungjawaban
penggelapan dan kecurangan. Penelitian APBD Kabupaten Badung. Sampel dalam
(Artana, 2016) membuktikan secara empiris penelitian ini berjumlah 60 responden.
bahwa pengendalian intern berpengaruh Metode pengumpulan data yang digunakan
signifikan positif terhadap kualitas laporan adalah dengan menggunakan kuesioner.
keuangan. Hasil penelitian (Saputra, Satriawan, Teknik pengambilan sampel dalam penelitian
& Supriono, 2015) pada satuan perangkat ini menggunakan teknik Purposive sampling
daerah kabupaten Kambar menunjukkan bahwa dimana sampel dipilih atas kriteria-kriteria
sistem pengendalian intern berpengaruh tertentu. Adapun kriteria-kriteria pengambilan
terhadap kualitas laporan keuangan. Sehingga sampel dalam penelitian ini adalah pekerja
hipotesis dalam penelitian ini adalah: pada bagian pengelolaan keuangan dan
pekerja yang lebih dari satu tahun.
H3 : Sistem pengendalian intern berpengaruh
terhadap kualitas laporan keuangan. Definisi Operasional Variabel dan Pengukurannya
Pengaruh Pemahaman Akuntansi, Pemanfaatan
Sistem Informasi Akuntansi, dan Sistem Pemahaman Akuntansi (X1)
Pengendalian Intern Terhadap Kualitas Laporan
Keuangan Paham terhadap akuntansi yaitu pandai
dan mengerti bagaimana proses akuntansi itu
Rendahnya kualitas laporan keuangan dapat dilakukan sampai menjadi suatu laporan
disebabkan oleh pemahaman akuntansi keuangan dengan berpedoman pada prinsip
penyusun laporan keuangan itu sendiri, belum dan standar penyusunan laporan keuangan
diterapkannya secara optimal sistem informasi yang telah ditetapkan. Variabel ini
akuntansi keuangan daerah dan lemahnya menggunakan 10 item pernyataan dengan
peran internal audit. Dalam penelitian menggunakan instrumen yang dikembangkan
(Mardiana & Fahlevi, 2017) menunjukkan oleh (Artana, 2016).
bahwa pemahaman akuntansi dan
pengendalian intern secara bersama-sama
berpengaruh terhadap kualitas laporan
Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi (X2) Keterangan:
Sistem informasi akuntansi merupakan Y = Kualitas laporan
seperangkat komponen yang saling
berhubungan yang berfungsi mengumpulkan, keuangan X1 = Pemahaman
memproses, menyimpan, dan mendistribusikan Akuntansi
informasi untuk mendukung pembuatan X2 =Pemanfaatan sistem informasi
keputusan dan pengawasan dalam organisasi. akuntansi
Variabel ini menggunakan 10 item pernyataan
dengan menggunakan instrumen yang X3 = Sistem pengendalian
dikembangkan oleh (Artana, 2016). intern a = Nilai konstan
Sistem Pengendalian Intern (X3) Β = Koefisien regresi
Pengendalian intern merupakan suatu cara E = Kesalahan pengganggu
untuk mengarahkan, mengevaluasi, dan (disturbance’s error)
mengukur sumber daya yang dimiliki suatu
organisasi, serta berperan penting dalam Uji Statistik t
pencegahan dan pendeteksian adanya
penggelapan dan kecurangan. Variabel ini Uji statistik t bertujuan untuk menguji
menggunakan 20 item pernyataan dengan seberapa jauh pengaruh satu variabel
menggunakan instrumen yang dikembangkan independen secara individual dalam
oleh (Artana, 2016). menerangkan variasi variabel dependen
(Sudaryono, 2017). Adapun kriteria
Kualitas Laporan Keuangan (Y) pengujiannya adalah sebagai berikut; 1)
Tingkat probabilitas (sig.) t ≤ α/2 = 0,025; Hi
Laporan keuangan merupakan laporan diterima dan H0 ditolak dan 2) Tingkat
terstruktur mengenai laporan posisi keuangan probabilitas (sig.) t > α/2 = 0,025; Hi ditolak
dan transaksi-transaksi yang dilakukan oleh dan H0 diterima.
suatu entitas pelaporan. Laporan keuangan
yang berkualitas menunjukkan bahwa kepala Uji Statistik F
daerah bertanggungjawab sesuai dengan
wewenang yang dilimpahkan kepadanya dalam Uji statistik F dilakukan dengan tujuan
pelaksanaan tanggungjawab mengelola untuk menguji apakah semua variabel
organisasi. Variabel ini menggunakan 9 item independen yang dimaksud dalam model
pernyataan dengan menggunakan instrumen mempunyai pengaruh secara bersama-sama
yang dikembangkan oleh (Artana, 2016). terhadap variabel dependen (Ghozali, 2013).
Adapun kriteria pengujiannya adalah sebagai
Teknik Analisis Data berikut; 1) Tingkat probabilitas (sig.) F ≤ α =
0,05; Hi diterima dan H0 ditolak dan
Penelitian ini menggunakan metode analisis 2)Tingkat probabilitas (sig.) F > α = 0,05; Hi
data Regresi Linier Berganda dengan bantuan ditolak dan H0 diterima.
software SPSS 20 for Windows. Sebelum Koefisien Determinasi
dilakukan analisis regresi linier berganda,
terlebih dulu dilakukan uji kualitas data yang Koefisien determinasi mengukur seberapa
terdiri dari uji validitas dan reliabilitas, jauh kemampuan model dalam menerangkan
kemudian dilanjutkan dengan uji asumsi klasik variasi variabel dependen (Ghozali, 2013).
yang terdiri dari uji normalitas, uji Nilai koefisien determinasi ditunjukkan
multikolinieritas dan uji heteroskedastisitas. dengan nilai adjusted R Square bukan R
Analisis Regresi Linier Berganda Square dari model regresi karena R Square
bias terhadap jumlah variabel dependen yang
Analisis regresi linier berganda adalah dimasukkan ke dalam model, sedangkan
hubungan secara linier antara dua atau lebih adjusted R Square dapat naik turun jika suatu
variabel independen (X1,X2, X3,…Xn) dengan variabel independen ditambahkan dalam
variabel dependen (Y). Dengan persamaan: model (Ghozali, 2013).
Y= a + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 +
e............................(1) IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Responden


Pengembalian Kuesioner sebanyak 20 pegawai atau 34% memiliki masa
kerja 6-10 tahun, dan sekitar 14 pegawai atau
Penyebaran kuesioner dilakukan pada 23% memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun
seluruh pegawai bagian keuangan di BPKAD dan seluruh responden sebanyak 60 pegawai
Kabupaten Badung. Keseluruhan kuesioner atau 100% berstatus PNS.
yang disebar adalah sebanyak 60 kuesioner.
Dari seluruh kuesioner yang disebar oleh Uji Kualitas Data
peneliti, jumlah kuesioner yang kembali
adalah berjumlah 60 kuesioner atau 100% dan Uji Validitas
kuesioner yang tidak kembali 0 atau 0%.
Kuesioner yang dapat diolah berjumlah 60 Berdasarkan uji validitas yang telah
kuesioner atau 100% dan kuesioner yang dilakukan hasil perhitungan nilai korelasi
tidak dapat diolah berjumlah 0 atau 0%. yang ditunjukkan dengan nilai Pearson
Correlation dari tiap butir pernyataan
diperoleh hasil seluruhnya > 0,30. Hal ini
berarti bahwa instrumen yang digunakan
Karakteristik Responden
dalam penelitian ini adalah valid.
Dari hasil pengumpulan sampel dapat Uji Relabilitas
dijelaskan bahwa responden responden dalam
penelitian ini sebagian besar berjenis kelamin Untuk uji reliabilitas yang ditunjukkan
perempuan yaitu berjumlah 38 orang atau dengan nilai Cronbach Alpha dari masing-
sebesar 63% dan yang berjenis kelamin laki- masing variabel diperoleh hasil yang besarnya
laki berjumlah 22 orang atau sebesar 37%. > 0,6. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen
Mayoritas responden yang bekerja pada yang digunakan dalam penelitian ini adalah
BPKAD Kabupaten Badung berusia 41-50 reliabel.
tahun yaitu sebanyak 25 responden atau 42%.
Mayoritas responden dalam penelitian ini Uji Asumsi Klasik
sebanyak 26 pegawai atau 43% memiliki masa
Uji Normalitas
kerja sekitar 11-20 tahun, sedangkan sisanya
Tabel 1
Hasil Pengujian Normalitas

Asymp. Sig
Variabel (2-tailed) Keterangan
Pemahaman Akuntansi (X1) 0,709 Normal
Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi (X2) 0,600 Normal
Sistem Pengendalian Intern (X3) 0,596 Normal
Kualitas Laporan Keuangan (Y) 0,497 Normal

Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 1 disimpulkan bahwa data yang digunakan dalam
diketahui bahwa nilai Asymp Sig (2-tailed) penelitian ini berdistribusi normal.
seluruh variabel lebih dari 0,05, sehingga dapat
Uji Multikolinearitas

Tabel 2
Hasil Pengujian Multikolinearitas

Variabel Tolerance VIF Keterangan


Pemahaman Akuntansi (X1) 0,826 1,211 Tidak terjadi multikolinearitas
Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi (X2) 0,832 1,202 Tidak terjadi multikolinearitas
Sistem Pengendalian Intern (X3) 0,860 1,163 Tidak terjadi multikolinearitas

Berdasarkan Tabel 2, dapat dilihat bahwa nilai tidak terjadi multikolinearitas antar variabel yang
tolerance dari masing-masing variabel digunakan dalam penelitian ini.
independen berada diatas 0,10 dan nilai VIF
berada di bawah 10, sehingga disimpulkan bahwa Uji Heteroskedastisitas
Tabel 3
Hasil Pengujian Heteroskedastisitas
Variabel Sig Keterangan
Pemahaman Akuntansi (X1) 0,396 Tidak terjadi heteroskedastisitas
Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi (X2) 0,901 Tidak terjadi heteroskedastisitas
Sistem Pengendalian Intern (X3) 0,424 Tidak terjadi heteroskedastisitas
Analisis Regresi Linier Berganda

Hasil uji heteroskedastisitas menunjukkan Analisis regresi linier berganda adalah


bahwa masing-masing variabel mempunyai hubungan secara linier antara dua atau lebih
nilai signifikan berada diatas atau sama dengan variabel independen dengan variabel dependen
0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data (Y). Hasil pengolahan data dengan bantuan
yang digunakan dalam penelitian ini bebas dari software SPSS 20.0 for windows.
heteroskedastisitas.

Tabel 4
keuangan (Y) akan meningkat sebesar 0,280

dengan asumsi variabel lainnya konstan.


Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Koefisien regresi X2 sebesar 0,358,
Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menyatakan bahwa jika pemanfaatan sistem
SPSS maka persamaan regresi linier berganda informasi akuntansi (X2) naik 1 satuan, maka
yang didapatkan adalah sebagai berikut: kualitas laporan keuangan (Y) akan meningkat
Y= 2,397 + 0,280 X1 + 0,358 X2 + 0,114 X3 + sebesar 0,358 asumsi variabel lainnya konstan.
e Koefisien regresi X3 sebesar 0,114,
menyatakan bahwa jika sistem pengendalian
Persamaan regresi linier berganda di atas intern (X3) naik
dapat diartikan bahwa Konstanta sebesar 2,397 1 satuan, maka kualitas laporan keuangan (Y)
menyatakan bahwa apabila tidak ada perubahan akan meningkat sebesar 0,114 asumsi variabel
nilai variabel bebas yaitu pemahaman lainnya konstan.
akuntansi, pemanfaatan sistem informasi
akuntansi, sistem pengendalian intern maka Uji Statistik t (t-test)
variabel terikat yaitu kualitas laporan keuangan
akan mengalami kenaikan sebesar 2,397. Uji statistik t bertujuan untuk menguji
Koefisien regresi X1 sebesar 0,280, seberapa jauh pengaruh satu variabel
menyatakan bahwa jika pemahaman akuntansi independen secara individual dalam
(X1) naik 1 satuan, maka kualitas laporan menerangkan variasi variabel dependen
(Sudaryono, 2017). Berdasarkan hasil analisis
pada Tabel 4, menunjukkan bahwa nilai
koefisien dari variabel pemahaman akuntansi
(X1) bernilai positif yaitu 0,280 dengan nilai
signifikan 0,000. Hal ini berarti bahwa
hipotesis pertama yang menyatakan
pemahaman akuntansi berpengaruh terhadap
kualitas laporan keuangan diterima. Nilai
koefisien variabel pemanfaatan sistem
informasi akuntansi (X2) bernilai positif
sebesar 0,358 dengan nilai signifikan 0,000.
Hal ini berarti bahwa hipotesis kedua yang
menyatakan pemanfaatan sistem informasi
akuntansi berpengaruh terhadap kualitas
laporan keuangan diterima. Nilai koefisien
variabel sistem pengendalian intern (X3)
bernilai positif sebesar 0,114 dengan nilai
signifikan 0,001. Hal ini berarti bahwa
hipotesis ketiga yang menyatakan sistem
pengendalian intern berpengaruh terhadap
kualitas laporan keuangan diterima.
Uji Statistik F (F-test)

Uji statistik F dilakukan dengan tujuan


untuk menguji apakah semua variabel
independen yang dimaksud dalam model
mempunyai pengaruh secara bersama-sama
terhadap variabel dependen (Ghozali, 2013).

Tabel 6
Hasil Uji Determinasi

Model Summary
Adjusted R Std. Error of the
Model R R Square
Square Estimate
a
1 ,861 ,741 ,727 1,919
a. Predictors: (Constant), Sistem Pengendalian Intern, Pemanfaatan SIA,
Pemahaman Akuntansi

Berdasarkan Tabel 6, diketahui bahwa nilai informasi akuntansi, dan sistem pengendalian
adjusted-R2 sebesar 0,727, yang mengandung intern. Sedangkan sisanya 27,3% dipengaruhi
arti bahwa 72,7% variasi besarnya kualitas oleh variabel dari luar model.
laporan keuangan dapat dijelaskan oleh variasi
pemahaman akuntansi, pemanfaatan sistem Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan data hasil penelitian melalui bahwa semakin baik sistem pengendalian
berbagai pengujian, maka dapat dihasilkan intern dilaksanakan maka semakin baik pula
pembahasan data sebagai berikut: kualitas laporan keuangan yang dihasilkan.
Pengaruh Pemahaman Akuntansi terhadap Kualitas Hasil ini sejalan dengan penelitian (Artana,
2016) yang menyatakan bahwa sistem
Laporan Keuangan di BPKAD Kabupaten Badung pengendalian intern berpengaruh signifikan
terhadap kualitas laporan keuangan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah.
pemahaman akuntansi berpengaruh terhadap
kualitas laporan keuangan di BPKAD
Kabupaten Badung, sehingga hipotesis pertama
diterima. Pemahaman akuntansi berpengaruh
positif terhadap kualitas laporan keuangan di Pengaruh pemahaman akuntansi, pemanfaatan
BPKAD Kabupaten Badung mempunyai arti sistem informasi akuntansi, dan sistem
bahwa semakin baik pemahaman akuntansi pengendalian intern terhadap kualitas laporan
yang dimiliki oleh pegawai maka semakin baik keuangan di BPKAD Kabupaten Badung
pula kualitas laporan keuangan yang akan
dihasilkan. Hasil ini sejalan dengan hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penelitian (Yuliani et al., 2010) dan (Diani, pemahaman akuntansi, pemanfaatan sistem
2014) yang menyatakan bahwa pemahaman informasi akuntansi, dan sistem pengendalian
akuntansi yang dimiliki oleh pegawai intern berpengaruh terhadap kualitas laporan
berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan di BPKAD Kabupaten Badung
keuangan pemerintah daerah. diterima. Hal ini mempunyai arti bahwa
kualitas laporan keuangan dipengaruhi oleh
Pengaruh Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi pemahaman akuntansi yang dimiliki oleh
terhadap Kualitas Laporan Keuangan di BPKAD pegawai, selain itu untuk dapat
Kabuaten Badung mempermudah suatu pekerjaan diperlukan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sistem informasi akuntansi dan
pemanfaatan sistem infromasi akuntansi diperlukan suatu sistem pengendalian intern
berpengaruh terhadap kualitas laporan dalam mencegah suatu kecurangan dan
keuangan di BPKAD Kabupaten Badung, mengidentifikasi resiko-resiko yang mungkin
sehingga hipotesis kedua diterima. Pemanfaatan saja terjadi. Maka dapat disimpulkan bahwa
sistem informasi akuntansi berpengaruh positif semakin baik pemahaman akuntansi,
terhadap kualitas laporan keuangan di BPKAD pemanfaatan sistem informasi akuntansi, dan
Kabupaten Badung mempunyai arti bahwa sistem pengendalian intern yang dimiliki
semakin tinggi pemanfaatan sistem informasi pemerintah, semakin baik pula kualitas
akuntansi maka semakin baik pula kualitas laporan keuangan yang dihasilkan.
laporan keuangan yang dihasilkan. Hal ini Menurut (Mardiana & Fahlevi, 2017)
menunjukkan bahwa pemanfaatan sistem menunjukkan bahwa pemahaman akuntansi
informasi akuntansi pada BPKAD Kabupaten dan pengendalian intern secara bersama-sama
Badung sudah dimanfaatkan secara maksimal. berpengaruh terhadap kualitas laporan
Hasil ini sejalan dengan penelitian (Silviana, keuangan pemerintah. Menurut (Antika,
2014) dan (Rahayu, 2015) yang menyatakan 2013) pemahaman akuntansi, pemanfaatan
bahwa pemanfaatan sistem informasi akuntansi sistem akuntansi keuangan daerah,
beperngaruh positif terhadap kualitas laporan kompetensi sumber daya manusia dan
keuangan pemerintah daerah. efektivitas pengendalian internal berpengaruh
Pengaruh Sistem Pengendalian Intern terhadap secara simultan terhadap kualitas laporan
Kualitas Laporan Keuangan di BPKAD Kabupaten keuangan.
Badung.
V. SIMPULAN
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sistem pengendalian intern berpengaruh Berdasarkan hasil pengolahan data dan
terhadap kualitas laporan keuangan di pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya,
BPKAD Kabupaten Badung, sehingga maka dapat disimpulkan bahwa Pemahaman
hipotesis ketiga diterima. Sistem akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan
pengendalian intern berpengaruh positif di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah
terhadap kualitas laporan keuangan di Kabupaten Badung berpengaruh signifikan
BPKAD Kabupaten Badung mempunyai arti terhadap kualitas laporan keuangan dengan
nilai signifikan 0,000. Pemanfaatan sistem Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah
informasi akuntansi berpengaruh signifikan Daerah (Studi Empiris pada Satuan Kerja
terhadap kualitas laporan keuangan dengan Perangkat Daerah di Kota Pariaman). Jurnal
Akuntansi, 2(1), 1–23. Retrieved from
nilai signifikan 0,000. Sistem Pengendalian http://ejournal.unp.ac.id/students/index.php/akt
Intern berpengaruh signifikan terhadap kualitas / article/view/897
laporan keuangan dengan nilai signifikan
0,001. Pemahaman akuntansi, pemanfaatan
sistem informasi akuntansi, dan sistem

pengendalian intern berpengaruh signifikan


terhadap kualitas laporan keuangan dengan Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan
nilai signifikan 0,000. Adapun, untuk Program SPSS. Jakarta: Salemba Empat.
meningkatkan kualitas laporan keuangan Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2000).
pemerintah, sebaiknya dinas lebih Management Information Systems,
memperhatikan pegawainya untuk bisa organization and Technology in The Networked
memahami akuntansi, pemanfaatan sistem Enterpise. New Jersey: Prentice- Hall.
informasi akuntansi, dan sistem pengendalian
intern dengan memberikan sosialisasi, Mardiana, R., & Fahlevi, H. (2017). Pengaruh
Pemahaman Akuntansi, Pengendalian Internal
pendidikan, dan pelatihan yang intensif bagi dan Efektivitas Penerapan Sap Berbasis Akrual
pegawai yang bertanggungjawab langsung atas terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Studi
penyusunan dan penyajian laporan keuangan, pada Satuan Perangkat Kerja Kota Banda Aceh).
sehingga mampu membuat laporan keuangan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi
yang berkualitas. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Syiah
Kuala, 2(2), 30–38. Retrieved from
https://doi.org/10.24815/jimeka.v2i2.3167

DAFTAR PUSTAKA Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010. Standar


Akuntansi Pemerintah. www.google.com.
Afifah, N. N. (2009). Akuntansi Pemerintah: Implementasi Diunggah tanggal 22 September 2017.
Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah. Jakarta:
Kencana Prenada Media Group. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005, tentang
Sistem Informasi Keuangan Daerah.
Antika, Y. R. N. (2013). Pengaruh Pemahaman Akuntansi, www.google.com. Diunggah tanggal 22
Pemanfaatan Sistem Akuntansi Keuangan September 2017.
Daerah, Kompetensi Sumber Daya Manusia dan
Efektivitas Pengendalian Internal Poerwadaminta. (2006). Kamus Umum Bahasa
Terhadap Efektivitas Indonesia. Pusat Bahasa Departemen
Pengelolaan Keuangan Daerah Pemerintah Pendidikan Nasional. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai
Provinsi Kepualuan Riau. Universitas Maritim Raja Pustaka.
Ali Haji. Retrieved from
http://jurnal.umrah.ac.id/wp-content/ Rahayu, M. W. (2015). Pengaruh Penerapan Sistem
uploads/gravity_forms/1- Informasi Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan
ec61c9cb232a03a96d0947c6478e525e/2017/08/ Keuangan. Universitas Pendidikan Indonesia.
JURNAL10.pdf Retrieved from http://repository.upi.edu

Artana, A. S. (2016). Pengaruh Pemahaman Standar Saputra, A., Satriawan, R. A., & Supriono. (2015).
Akuntansi Pemerintah, Pemanfataan Sistem Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi
Informasi Akuntansi Keuangan Daerah Dan Pemerintahan, Sistem Pengendalian Intern Dan
Sistem Pengendalian Internal Terhadap Kualitas Kompetensi Sumber Daya Manusia Terhadap
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah . Program Kualitas Laporan Keuangan (Studi Pada Satuan
Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Kampar).
Bisnisuniversitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Fakultas
Jakarta. Retrieved from Ekonomi Universitas Riau, 2(2), 1–

15. Retrieved from


http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/ https://jom.unri.ac.id/index.php/
bitstream/123456789/33210/1/ARLIA JOMFEKON/article/view/8834
SARI ARTANA.pdf
Silviana, A. E. (2014). Pengaruh Penerapan Sistem
Diani, D. I. (2014). Pengaruh Pemahaman Akuntansi, Informasi Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan
Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah Survey Pada
Keuangan Daerah Dan Peran Internal Audit Pemerintah Kabupaten Di Seluruh Jawa Barat.
Jurnal Nasional Dosen Universitas Widyatama ,
6(1), 24–36. Retrieved from
http://repository.widyatama.ac.id/
xmlui/handle/123456789/7301

Sudaryono. (2017). Metodologi Penelitian. Jakarta:


Rajawali Pers.

Winidyaningrum, C., & Rahmawati. (2009). Pengaruh


Sumber Daya Manusia Dan Pemanfaatan
Teknologi Informasi Terhadap Keterandalan
Dan Ketepatwaktuan Pelaporan Keuangan
Pemerintah Daerah Dengan Variabel
Intervening Pengendalian Intern Akuntansi
(Studi Empiris Di Pemda Subosukawonosraten).
In Simposium Nasional Akuntansi XIII. Retrieved
from http://stiepena.ac.id/ wp-
content/uploads/2011/11/ASP_18.pdf

Yuliani, S., Nadirsyah, & Bakar, U. (2010). Pengaruh


Pemahaman Akuntansi, Pemanfaatan Sistem
Informasi Akuntansi Keuangan Daerah Dan
Peran Internal Audit Terhadap Kualitas Laporan
Keuangan Pemerintah Daerah (Studi pada
Pemerintah Kota Banda Aceh). Jurnal Telaah
Riset Akuntansi, 3(2), 206–220. Retrieved from
http://jurnal.unsyiah.ac.id/
TRA/article/view/340
Pengaruh Pemahaman Akuntansi, Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi dan Sistem Pengendalian
Intern terhadap Kualitas Laporan Keuangan

Jurnal KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi Volume 11, Nomor 2 2020 CC-BY-SA 4.0 License Page
Pengaruh Pemahaman Akuntansi, Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi dan Sistem Pengendalian
Intern terhadap Kualitas Laporan Keuangan

Jurnal KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi Volume 11, Nomor 2 2020 CC-BY-SA 4.0 License Page
Pengaruh Pemahaman Akuntansi, Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi dan Sistem Pengendalian
Intern terhadap Kualitas Laporan Keuangan

Jurnal KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi Volume 11, Nomor 2 2020 CC-BY-SA 4.0 License Page
Pengaruh Pemahaman Akuntansi, Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi dan Sistem Pengendalian
Intern terhadap Kualitas Laporan Keuangan

Jurnal KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi Volume 11, Nomor 2 2020 CC-BY-SA 4.0 License Page