Anda di halaman 1dari 19

CRITICAL BOOK REPORT

“ANTI DERIVATIF (INTEGRAL TAK TENTU)


Disusun untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah : Kalkulus Integral
Dosen Pengampu : Hanna Dewi Marina Hutabarat, S.Si., M.Si.

Diajukan Sebagai Salah Satu Pemenuhan Tugas pada Mata Kuliah Kalkulus Integral
OLEH :

Laskar Rindang Gulo (4191250008)


Agi Satya Pananda Simanjuntak (4191250009)
Khatrin Evaliana Sembiring (4191250010)
Wahyu Hidayat (4192550007)

Akbar Hasadi Putra Siregar (4193250003)


Kelas : Ilmu Komputer 19C

PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER


JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019 - 2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya
penulis dapat menyelesaikan Critical Book Report untuk mata kuliah Fisika Umum.
Terwujudnya Critical Book Report ini tidak terlepas dari bimbingan dan dorongan serta
arahan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka dengan
kesempatan ini, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Hanna Dewi Marina
Hutabarat, S.Si., M.Si. selaku dosen mata kuliah Kalkulus Integral yang telah banyak
membantu dalam penyelesaian Critical Book Report ini.
Penulisan Critical Book Report ini bertujuan agar pembaca dapat lebih memahami
materi yang telah penulis sajikan. Penulis sadar bahwa dalam penulisan Critical Book Report
ini banyak sekali kekurangannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik dari
pembaca agar penulisan Critical Book Report ini dapat lebih baik lagi.

Akhirnya penulis mengucapkan semoga Critical Book Report ini bermanfaat bagi
para pembaca dan dapat lebih mengerti tentang materi yang telah penulis sajikan.

Medan, Maret 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................................... i

DAFTAR ISI ...................................................................................................................... ii


BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 3
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................... 3
1.2 Tujuan ........................................................................................................................... 3
1.3 Manfaat ......................................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................................... 4

2.1 Identitas Buku ............................................................................................................... 4


2.2 Ringkasan Buku ............................................................................................................ 5
2.2.1 Ringkasan Buku I (Utama)................................................................................... 5
2.2.2 Ringkasan Buku II (Pembanding) ........................................................................ 7
2.2.3 Ringkasan Buku III (Pembanding) ....................................................................... 9
2.3 Analisa Perbandingan Buku......................................................................................... 15

BAB III PENUTUP .......................................................................................................... 18


3.1 Kesimpulan ................................................................................................................. 18
3.2 Saran ........................................................................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 19

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Buku adalah sarana pembelajaran bagi setiap manusia. Buku sebagai gudang
informasi dan jembatan ilmu bagi setiap kalangan yang membacanya serta sebagai referensi
untuk mengkomunikasikan dengan ilmu pengetahuan.
Buku juga sebagai penunjang siswa dalam proses pembelajaran. Siswa tidak hanya
dituntut untuk mendengarkan apa yang telah diterangkan oleh guru tetapi harus mencari
sebuah referensi berkaitan tentang pembelajaran tersebut. Dari sebuah buku itulah referensi
yang bisa siswa belajar dan ulang kembali pembahasannya. Cara mencari buku untuk
membandingkannya dengan buku lain bisa dengan menggunakan critical book report ini.
Dalam cricital book report ini disuruh membandingkan sebuah buku atau lebih untuk
mengetahui buku mana yang lebih pantas dipakai dalam proses pembelajaran ataupun
digunakan dalam menambah wawasan.

1.2 TUJUAN

1. Mengetahui identitas dari kedua buku yang dibandingkan


2. Mengetahui analisis kelebihan dan kekurangan dari kedua buku yang dibandingkan

1.3 MANFAAT
Penulis berharap dengan membuat critical book report ini dapat memberi manfaat kepada
pembaca sekalian. Dimana critical ini bukan untuk membandingkan sebuah buku saja tetapi
dapat mengetahui buku amana yang bisa dipakai dalam proses pembelajaran dan mana yang
dapat dipakai oleh pemula yang ingin mengetahui tentang psikologi perkembangan, juga
critical book report ini berguna untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam psikologi
perkembangan.

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 IDENTITAS BUKU


1. Identitas Buku

A. Identitas Buku I (sebagai buku utama)


1. Judul buku : KALKULUS INTEGRAL
2. ISBN :-
3. Pengarang : Tim Dosen Kalkulus Integral
4. Penerbit : FMIPA Universitas Negeri Medan
5. Tahun terbit : 2020
6. Kota terbit : Medan
7. Tebal : v + 229 halaman
B. Identitas Buku II (sebagai buku pembanding)
1. Judul buku : Kalkulus Dasar Untuk Perguruan Tinggi
2. ISBN : 978-979-756-619-7
3. Pengarang : Kumala Indriati
4. Penerbit : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
5. Tahun terbit : 2019
6. Kota terbit : Yogyakarta
7. Tebal : v + 268 halaman
C. Identitas Buku III (sebagai buku pembanding)
1. Judul buku : Kalkulus
2. ISBN :-
3. Pengarang : Drs. Setiawan, M.Pd.
4. Penerbit : DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
5. Tahun terbit : 2010
6. Kota terbit : Jakarta
7. Tebal : v + 79 halaman

4
2.2 RINGKASAN BUKU

2.2.1 Ringkasan Buku Utama

1. ANTI DERIVATIF (INTEGRAL TAK TENTU)

Tabel 1.1 Contoh Fungsi Aljabar dan Turunannya

Fungsi Turunan Fungsi


1
𝐹1 (𝑥 ) = 𝑥 4 + 2𝑥 𝑓 (𝑥 ) = 𝑥 3 + 2
4
1 4
𝐹2 (𝑥 ) = 𝑥 + 2𝑥 + 1 𝑓 (𝑥 ) = 𝑥 3 + 2
4
1 4
𝐹3 (𝑥) = 𝑥 + 2𝑥 − 𝜋 𝑓 (𝑥 ) = 𝑥 3 + 2
4
1
𝐺1 (𝑥 ) = − cos(2𝑥) + 1 𝑔(𝑥 ) = sin(2𝑥)
2
𝐺2 (𝑥) = 𝑠𝑖𝑛2 (𝑥 ) − 𝜋 𝑔(𝑥 ) = sin(2𝑥)
𝐺3 (𝑥) = 3 − 𝑐𝑜𝑠2 (𝑥 ) 𝑔(𝑥 ) = sin(2𝑥)

Berdasarkan sifat turunan fungsi aljabar, maka dengan mudah diketahui bahwa
fungsi 𝐹1 (𝑥 ), 𝐹2 (𝑥 ) 𝑑𝑎𝑛 𝐹3 (𝑥) masing-masing jika diturunkan akan menghasilkan
fungsi yang sama. Demikian halnya dengan fungsi 𝐺1 (𝑥), 𝐺2 (𝑥 ) 𝑑𝑎𝑛 𝐺3 (𝑥 ),
berdasarkan sifat turunan fungsi trigonometri dan memanfaatkan identitas fungsi
trigonometri, maka dengan mudah diketahui bahwa fungsi 𝐺1 (𝑥 ), 𝐺2 (𝑥) 𝑑𝑎𝑛 𝐺3 (𝑥)
masing-masing jika diturunkan akan menghasilkan fungsi yang sama.

 Definisi Anti Derivatif


Sebuah fungsi F dikatakan anti derivative dari suatu fungsi f, jika turunan fungsi F
adalah fungsi f.

Tambahannya fungsi-fungsi itu berbeda hanya pada konstantanya. Perhatikan


penejelasan berikut ini.
1
 Untuk 𝐺1 (𝑥 ) = − 2 cos(2𝑥) + 1 Konstanta 𝑐1
 Untuk 𝐺2 (𝑥) = 𝑠𝑖𝑛2 (𝑥 ) − 𝜋
1
= 2 [1 − cos(2𝑥)] − 𝜋
1 1
= − 2 cos(2𝑥 ) + 2 − 𝜋 Konstanta 𝑐2
 Untuk 𝐺3 (𝑥) = 3 − 𝑐𝑜𝑠 2 (𝑥 )
1
= 3 − 2 [1 − cos(2𝑥)]
1 5
= − cos(2𝑥 ) + Konstanta 𝑐3
2 2
Berdasarkan ilustrasi tersebut, maka kita dapat memberi klaim bahwa jika
fungsi F(x) merupakan anti derivative dari fungsi f(x), maka menambahkan
5
sembarang konstanta C dengan F(x) menghasilkan fungsi lain (dalam hali nin,
F(x) + c) yang juga merupakan anti derivative dari fungsi f (x). Proses
penentuan anti derivative dari suatu fungsi disebut anti differensiasi atau
𝑑
Integrasi. Jika [F(x)] = f(x) maka fungsi-fungsi dalam bentuk F(x) + adalah
𝑑𝑥
Anti derivative dari f (x) yang dinotasikan dengan:
∫ 𝑓 (𝑥 )𝑑𝑥 = 𝐹 (𝑥 ) + 𝐶
 Aplikasi Integral Tak Tentu
Misalkan s(t) adalah sebuah fungsi posisi dari sebuah benda yang bergerak pada
garis koordinat maka kecepatan benda bergerak saat waktu t didefenisikan dengan:
𝑑𝑠
v (t) = s’(t) = 𝑑𝑡
catatan :
a. Jika v (t) > 0 maka kurva kecepatan bergerak naik (arah positif)
b. Jika v (t) < 0 maka kurva kecepatan bergerak turun (arah negatif)
c. Jika v (t) = 0 maka benda dalam keadaan berhenti

𝑑𝑠
Perhatikan, Karena v (t) = s’(t) = 𝑑𝑡 , maka diperoleh ds=v(t) dt.
Untuk menentukan pesamaan dari s (fungsi posisi/jarak yang bergantung pada
Waktu t), dapat dicari dengan melakukan proses pengintegralan pada masing-
masing ruas kiri-kanan dari ds = v(t) dt. Sehingga diperoleh :
𝑠 (𝑡) = ∫ 𝑣 (𝑡)𝑑𝑡
2.2.2 Ringkasan Buku Pembanding I

Anti Derivatif (Integral Tak-tentu)

Bila f adalah integral tak tentu dari suatu fungsi F maka F'= f. Proses untuk
memecahkan antiderivatif adalah antidiferensiasi Antiderivatif yang terkait dengan pasti
integral melalui Teorema dasar kalkulus, dan memberikan cara mudah untuk
menghitung integral dari berbagai fungsi.
Anti turunan (anti pendiferensialan) atau yang biasa kita sebut integral
merupakan suatu operasi balikan (invers) dari pendiferensialan (penurunan).
Definisi :
Kita sebut F suatu anti turunan dari f pada selang I jika DF = f pada I – yakni, jika F’(x) =
f(x) untuk semua x dalam I. (jika x suatu titik ujung dari I, F’(x) hanya perlu berupa turunan
satu sisi).

B. NOTASI UNTUK ANTI TURUNAN


Jika dalam suatu turunan kita gunakan lambang Dx, maka dalam integral pada awalnya
digunakan lambang Ax. Misalnya :
Ax (5x4) = x5 + C
Kemudian, terjadi perubahan pemakaian lambang dan itu digunakan sampai sekarang
yaitu dengan menggunakan notasi Leibniz. Lambangnya adalah ∫ f(x) dx. Leibniz memakai
istilah integral tak-tentu, dengan ∫ disebut tanda integral dan f(x) disebut integran. Misalnya :
∫ 5x4 dx = x5 + C
6
Dimana ∫ disebut tanda integral dan 5x4 disebut integran.
Teorema A
(Aturan Pangkat). Jika r adalah sebarang bilangan rasional kecuali -1, maka
Contoh Soal : Carilah Integral dari !
Jawab :

Teorema B
∫ sin x dx = – cos x + C ∫ cos x dx = sin x + C

Contoh Soal : Carilah Integral dari : a) sin 30̊ b) cos 30̊


Jawab : a) ∫ sin 30̊ dx = – cos 30̊ + C = – +C
b)∫ cos 30̊ dx = sin 30̊ + C = +C

C. Integral Tak-Tentu Adalah Linier


Dari pasal 3.3 bahwa Dx adalah suatu operator linier. Ini berarti dua hal.
1. Dx
2.
3.

Teorema C
(Kelinearan dari ∫ . . . dx). Andaikan f dan g mempunyai anti turunan (integral tak tentu) dan
andaikan k suatu konstanta. Maka :
i. ∫ k f(x) dx = k ∫ f(x) dx ;
ii. ∫ [ f(x) + g(x)] dx = ∫ f(x) dx + ∫ g(x) dx;
iii. ∫ [ f(x) - g(x)] dx = ∫ f(x) dx – ∫ g(x) dx.

Contoh Soal : Carilah Integral dari : a) 3(4x+5)


b)(3x²+2x+5) + (4x³+2)
c)(3x⁴+2x²+5) - (4x²-5)
Jawab : a) ∫ 3(4x+5) dx = 3 ∫(4x+5) dx
3( 4x²+ 5x)
3(2x²+5x)
6x²+15x
b)∫ [(3x²+2x+5) + (4x³+2)]dx = ∫(3x²+2x+5)dx + ∫ (4x³+2)dx
( 3x³ + x² + x) + ( x⁴ + 2x) + C
(x³+x²+5x) + (x⁴+2x)+C
x⁴+x³+x²+7x+C

c)∫ [(3x⁴+2x²+5) + (4x²-5)] dx = ∫(3x⁴+2x²+5) dx – ∫(4x²-5)dx


= ( +C
= ( x⁵+ x³+5x ) - ( x³-5x ) + C
= x⁵- x³+C
7
Bukti untuk memperlihatkan i dan ii, kita cukup mendiferensiasikan ruas kanan dan amati
bahwa kita memperoleh integran dari ryas kiri.
=

D. Aturan Pangkat Yang Diperumum


Teorema D
(Aturan Pangkat Yang Diperumum). Andaikan g suatu fungsi yang dapat didiferensialkan
dan r suatu bilangan rasional yang bukan -1.

2.2.2 Ringkasan Buku Pembanding II

KALKULUS INTEGRAL

Kegunaan integral sebagai ilmu bantu dalam geometri, teknologi, biologi dan
ekonomi tak dapat disangkal lagi. Orang yang tercatat dalam sejarah pertama kali
mengemukakan ide tentang integral adalah Archimedes seorang ilmuwan bangsa Yunani
yang berasal dari Syracusa (287 – 212 SM). Archimedes menggunakan ide integral
tersebut untuk mencari luas daerah suatu lingkaran, daerah yang dibatasi oleh parabola
dan tali busur dan sebagainya. Sejarah mencatat orang yang paling berjasa dalam hal
pengembangan kalkulus integral adalah Georg Friederich Benhard Riemann (1826 –
1866).
A. Integral Taktentu
1. Integral sebagai operasi invers dari turunan. Misalkan
fungsi f adalah turunan dari fungsi F, yang berarti F(x)  dF(x)
 f(x) dx
Pandanglah pendiferensialan fungsi-fungsi di bawah ini
F(x) = x3  F(x) = f(x) = 3x2
F(x) = x + 5  F(x) = f(x) = 3x2
3

F(x) = x2  17  F(x) = f(x) = 3x 2


F(x) = x3 + c (c = konstanta)  F(x) = f(x) = 3x 2
Sekarang timbul pertanyaan apakah dari hubungan F(x) = f(x) ini jika f(x) dikethui
maka f(x) pasti dapat ditentukan ?
Suatu operasi mencari F(x) jika f(x) diketahui yang merupakan invers dari operasi
pendiferensialan disebut operasi anti derivatif, anti diferensial, anti turunan yang
biasa disebut Operasi integral.
Dari contoh di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa anti turunan dari f(x) = 3x2 adalah
F(x) = x3 + c , c = konstanta.
Dari pengertian bahwa integral adalah invers dari Operasi pendiferensialan, maka
apabila terdapat fungsi F(x) yang diferensial pada interval [a, b] sedemikian hingga
df(x)
dx
 F' (x)  f(x) maka anti turunan dari f(x) adalah F(x) + c, dan biasa kita tulis
dengan notasi.
Notasi  adalah notasi integral tak tentu.
 f(x)dx   F(x)  c
Catatan :

8
Orang yang pertama kali memperkenalkan lambang  sebagai lambang
integral adalah Leibniz, yang disepakati sebagai slah seorang penemu dari
Kalkulus.
Dari contoh di atas diperoleh hasil 3x2 dx  x3  c
Dengan memperhatikan diferensial-diferensial di bawah ini:
F(x) = x + c  F(x) = 1
F(x) = ax + cn1  F(x) = a n x
(n 1) n
c
F(x) = 1
x  F(x) = 1
x1
n1 n1
n
n1 (n1) x n

c
F(x) = a
n1
x  F(x) = a
n1
 ax

9
maka diperoleh integral fungsi-fungsi aljabar :

Dari integral adalah invers diferensial maka


(5)

Contoh 1. Tentukan
3  x13 2xdx
Jawab: x  2xdx  x4  2. 1 x2  c
 4 2

= 14x 4  x 2  c

Contoh 2. Integralkanlah 3x 3  4


2

 3x  4 dx   gx 6  24x 3 16dx


3 2
Jawab:
= 9. 1 x7  24. 1 x4 16x  c
7 4

= 97x7  6x4 16x  c

Mengingat pendiferensialan fungsi-fungsi yang lain; yaitu:


Jika f(x) sin x maka f(x) = cos x
Jika f(x) cos x maka f(x) = -sin x
Jika f(x) tg x maka f(x) = sec2 x
Jika f(x) cotg x maka f(x) = -cosec2 x
Jika f(x) sec x maka f(x) = sec x tgx
Jika f(x) cosec x maka f(x) = -cosec x cotg x
Jika f(x) ex maka f(x) = ex
1
Jika f(x) ln x maka f(x) = x

Dengan mengingat integral adalah operasi invers dari pendiferensialan, maka akan
diperoleh rumus-rumus pengintegralan.

10
(14)

Contoh 3. Gradien pada titik (x,y) dari suatu kurva y = f(x) diketahui memenuhi
hubungan dy  2x  3 dan melalui (3, 5).
dx
Tentukan persamaan kurvanya.
Jawab:
Gradien kurva y = f(x) adalah dxdy  2x  3
Sehingga y =
2x  3dx
y = 2. 21 x2  3x  c
 y = x2 – 3x + c
Melalui (3, 5)  5 = 32 – 3.3 + c
5=c
Jadi persamaannya : y = x2 – 3x + 5
Jika suatu soal integral tak dapat diselesaikan dengan integral langsung,
mungkin dengan mensubstitusi variabel baru soal tersebut dapat
dipecahkan.

2. Pengintegralan Dengan Substitusi


Menentukan integral fungsi yang dapat disederhanakan menjadi bentuk

 f (x) df(x) .
n

1
Mengacu pada rumus pengintegralan bentuk x n dx  xn1  c, n  -1,
 n 1
1
u dx  u  c,
n n1

maka pengintegralan n  -1
n 1

Contoh 1.
Tentukan  x3  2 x 2 dx

11
Jawab : Misalkan u = x3 + 2 maka du = 3x2  x2dx = 1
du .
3
Sehingga  1
x3  2 x2dx  
. du
3
1

1
3
= u 2 du
1

1 2 2
= . u c
3 3
9

2
= (x3  2) 2  c.
9

(x  3)dx
Contoh 2. :
 1

(x 2  6x) 9
Jawab : Misalkan u = x2 + 6x  du = (2x + 6)dx
1
 (x + 3)dx = du.
2
1 du
(x  3)dx
Sehingga :  1
  2u 1
(x  6x) 9
2
3

1 1
= u
2 9 du
11
2

= . 2 u 9 c
2 3
2

3
= (x 2  6x) 9  c.
4
Contoh 3.
Integralkanlah  sin 3x dx
5

Jawab :  sin5 3x dx   (sin2 3x)2 sin 3x dx

Misalkan u = cos 3x  du = -3 sin 3x dx

12
1
sin 3x dx =  du
3
Sehingga  (sin2 3x)2 sin 3x dx   (1- cos2 3x)2 sin 3x dx
1
(1 u 2 )2 ( du)
=

1
=   (1 2u 2  u 4 )du
3
1 2 1
=  cos 3x  cos3 3x  cos5 3x  c.
3 9 15
Contoh 4.

 sin
5
5x cos35x dx

Jawab : Misalkan u = sin 5x  du = 5 cos 5x dx


1
du  cos 5x dx
5

 sin 5x cos35x dx   sin 6 5x . (1  sin 2 6x).cos 5x dx


6

sin 6 5x . (1- sin 2 6x) . cos 5x dx




u 6 (1  1

u 2 ) . du
5

1
 6
 u 3 )du
5  (u
1 1
1 u 7  u9 )  c

5
 7 9

1
 sin 7 5x 
1
sin9 5x  c
45

13
2.3 ANALISA BUKU
2.3.1 Analisis Buku Utama

 Keunggulan Buku

1. Buku I (buku utama) memuat lebih banyak teori dibandingkan buku pembanding.
2. Buku I memuat lebih banyak gambar ilustrasi dalam rangka menjelaskan teori
dibanding buku pembanding.
3. Bahasa yang digunakan pada buku I (buku utama) dapat dipahami dengan mudah.
4. Unsur tata letak pada buku ini disusun dengan baik sehingga terlihat rapi dan tidak
membosankan.
5. Buku ini juga didukung dengan pewarnaan pada font atau gambar yang tertera di
dalam buku sehingga terlihat lebih menarik untuk dibaca.
6. Catatan-catatan kecil juga diselipkan di dalam buku ini sebagai tambahan informasi
bagi pembaca.
7. Sesuai dengan judul bukunya, buku ini “interaktif” dengan pembaca.

 Kelemahan Buku

1. Buku ini lebih tebal dan lebih berat untuk di bawa dibandingkan buku pembanding II
yang lebih ringan.
2. Gambar yang dimuat di buku ini tercetak dengan keadaan greyscale (hitam-putih)
atau tidak berwarna.
3. Buku memuat terlalu banyak tulisan yang tidak begitu penting sehingga dapat
membuat pembaca cepat bosan.
4. Banyak inti dari materi pembahasan yang tidak disampaikan dalam buku ini.
5. Buku ini terlalu fokus pada rumus-rumus dan contoh soal serta pembahasan, sehingga
kurang memuat teori-teori secara lebih mendalam.

2.3.2 Analisis Buku Pembanding I

 Keunggulan Buku

1. Buku pembanding tebal dibandingkan buku utama.


2. Buku pembanding memiliki isi yang sesuai dengan judul buku yaitu Buku Praktis
3. Pembahasan teori disampaikan dengan dukungan dari gambar ilustrasi yang
mumpuni.
4. Buku ini disusun dengan singkat, padat, dan jelas.
5. Bahasa yang digunakan cukup mudah untuk dimengerti oleh kalangan pelajar ataupun
umum.
6. Cover buku ini terlihat lebih sederhana.

 Kelemahan Buku

1. Pembahasan teori pada buku ini terlalu singkat


2. Buku ini memiliki unsur gambar yang tercetak dengan greyscale (hitan-putih) atau
tidak berwarna.

1
2.3.2 Analisis Buku Pembanding II

 Keunggulan Buku

1. Buku pembanding lebih ringan dan lebih tipis dibandingkan buku utama.
2. Buku pembanding memiliki isi yang sesuai dengan judul buku yaitu Buku Praktis
3. Pembahasan teori disampaikan dengan dukungan dari gambar ilustrasi yang
mumpuni.
4. Buku ini disusun dengan singkat, padat, dan jelas.
5. Bahasa yang digunakan cukup mudah untuk dimengerti oleh kalangan pelajar ataupun
umum.
6. Cover buku ini terlihat lebih sederhana.

 Kelemahan Buku

1. Pembahasan teori pada buku ini terlalu singkat


2. Tampilan Buku Kurang menarik.

2.4 PERBANDINGAN TIGA BUKU

Berdasarkan hasil perbandingan yang telah dibuat pada identitas buku utama dan identitas
buku pembanding bahwa kedua buku tersebut memiliki perbedaan cukup jauh. Berikut akan
diuraikan persamaan dan perbedaan dari kedua buku tersebut adalah sebagai berikut :

1) Persamaan
 Memiliki topik pembahasan yang sama yaitu mengenai Anti Derivatif
 Memuat teori-teori Integral
 Membahas tentang contoh contoh mengenai Kalkulus Integral
 Dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran bagi siswa SMA.
 Disusun dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami.

2) Perbedaan

BUKU BUKU
NO PEMBANDING BUKU UTAMA
PEMBANDING I PEMBANDING II
Buku pembanding
Buku utama memiliki
memiliki cover yang Cover Buku
1. Cover Buku cover yang lebih kaya
lebih modern dan sangat sederhana
dan nyata
sederhana
2. Tahun terbit Tahun 2020 Tahun 2019 Tahun 2010
Anti Derivatif Anti Derivatif
3. Topik Anti Derivatif
4. Subtopik Integral Tak Tentu Integral Tak Tentu Integral Tak Tentu
Buku pembading
buku utama Buku pembading
membahas
membahas teori dan membahas mengenai
5. Pembahasan mengenai teori
pengaplikasian secara teori anti derivative
anti derivative
rinci. secara rinci.
secara rinci.
6. Gambar / tabel buku utama Buku pembanding Menampilkan

2
melengkapinya melengkapinya gambar atau table
dengan sebuah dengan sebuah secara kompleks
gambar dan tabel agar gambar dan tabel dan disertai
pembaca lebih mudah agar pembaca lebih dengan penjelasan
memahaminya. mudah
memahaminya
bahasa pada buku bahasa pada buku
bahasa pada buku
pembanding dapat utama dapat
7. Bahasa utama dapat dipahami
dipahami dengan dipahami dengan
dengan jelas.
jelas. jelas.
banyak terdapat banyak terdapat
8. Teorema Hanya sedikit
teorema teorema
Lebih rapi dan enak
9. Tata Letak Rapi Rapi
dilihat atau dibaca
10. Contoh soal Ada Ada Ada

3
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Dari pembahasan dan analisis di atas dapat disimpulkan bahwasanya, buku utama dan
buku pembanding memiliki perbedaan yang cukup signifikan adanya. Salah satu perbedaan
yang paling mencolok adalah tujuan dan kegunaan dari kedua buku tersebut. Buku pertama
ditujukan sebagai bahan pembelajaran teorema sedangkan buku pembanding ditujukan untuk
membahas dan sebagai panduan bagi siswa SMA .
.
3.2 SARAN

Untuk lebih memahami suatu pembelajaran Kalkulus Integral sebaiknya dan


seharusnya menggunakan ketiga buku ini sebagai referensi. Sebab, buku utama dapat
dijadikan sebagai rujukan teori dan buku pembanding dapat dijadikan sebagai rujukan,
sehingga kita dapat memperdalam lebih ilmu dan wawasan kita.

4
DAFTAR PUSTAKA

Indrianti, K. (2019). Kalkulus Dasar Untuk Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Universitas


Katolik Indonesia Atma Jaya.

Setiawan,. (2010). Kalkulus. Jakarta : DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL.


Tim Dosen,. (2020). Kalkulus Integral. Medan : FMIPA Universitas Negeri Medan.

Beri Nilai