Anda di halaman 1dari 10

Laporan Praktikum Kimia Dasar

“Termokimia”

Nama : Luthfi Kamil


NIM : 16410115
Kelompok : P
Shift : Senin pagi
Tanggal percobaan : 18 Oktober 2010
Tanggal pengumpulan laporan : 25 Oktober 2010
Asisten Praktikum : Firna

Program Studi Kimia


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
2010
Percobaan 3
Termokimia

I. Tujuan Percobaan
 Dalam setiap percobaan selalu terjadi perubahan energi
 Perubahan kalor dapat dihitung dengan percobaan sederhana
 Menentukan tetapan kalorimeter
 Penentuan kalor reaksi, kalor pelarutan, dan kalor penetralan

II. Teori dasar


Dalam Hukum Termodinamika 0 menyebutkan bahwa jika dua sistem dalam
keadaan setimbang dengan sistem ketiga, maka ketiganya dalam saling
setimbang satu dengan yang lain. Saat terjadi perubahan energi dalam suatu
sistem termodinamika tertutup, berlaku Hukum Termodinamika I dimana
perubahan energi dalamnya sama dengan total jumlah kalor yang disuplai ke
dalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem.

Besar perubahan kalor dalam reaksi dijabarkan dalam asas black yang
menyatakan jika dua benda berbeda yang suhunya dicampurkan, benda yang
memiliki suhu lebih tinggi akan memberi kalor kepada benda yang suhunya
lebih rendah. Besarnya kalor yang terlibat adalah sama. Asas ini dirumuskan
dengan Q = kalor yang terlibat ∆t = perubahan suhu sistem
Q=mc∆t
m = massa benda
c = kalor jenis
Pada kalori meter, besarnya kalor telibat dinyatakan dalam rumus
K = tetapan kalorimeter
Q=k∆t

III. Cara kerja


3.1 Penentuan tetapan kalorimeter
 Dimasukan 25 cm3 air ke dalam buret
 Dipanaskan 25 cm3 air lainnya hingga suhu ± 10oC diatas suhu kamar
 Air diatas dicampurkan dalam kalorimeter, amati temperaturnya
selama 10 menit dengan selang waktu 1 menit
3.2 Penentuan kalor reaksi Zn(s)+CuSO4(aq)
 Dimasukan 50 cm3 CuSO4(aq) ke dalam kalorimeter, catat waktu selama
2menit dengan selang waktu ½ menit
 Dimasukan 3-3,1 gr bubuk Zn
 Catat temperatur selama 10 menit dengan selang waktu 1 menit
3.3 Penentuan kalor pelarutan etanol dalam air
 Dimasukan air ke dalam buret, ukur suhu selama 2 menit dengan
selang waktu ½ menit
 Dimasukan etanol ke dalam buret, ukur suhu\
 Campurkan dalam kalorimeter, ukur suhu selama 2 menit, selang ½
menit
 Ulangi dengan komposisi berbeda

3.4 Penentuan kalor penetralan


 Dimasukan HCl 25 cm3 ke dalam kalorimeter, hitung temperatur
 Diambil 25 cm3 NaOH (temperatur dibuat sama dengan HCl)
 Campurkan keduanya ke dalam kalorimeter
 Catat temperatur selama 5 menit, selang ½ menit
 Ulangi percobaan dengan memakai NaOH-NH4OH dan NaOH-
CH3COOH

IV. Data Percobaan


4.1 Penentuan tetapan kalorimeter
- Temperatur air dingin (T1) = 23oC
- Temperatur air panas (T2) = 33oC
- Temperatur campuran (T3) = 26.75oC
t
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
(menit)
T (°C) 27.7 27.5 27.3 27.2 27 27 26.9 26.9 26.7 26.7

4.2 Penentuan kalor reaksi Zn(s)+CuSO4(aq)


- Temperatur awal CuSO4 (T4) = 26oC
- Temperatur campuran (T5) =

t
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
(menit)
T (°C) 29.5 30.5 31 31 31 31.5 31.5 32 32 32

4.3 Penentuan kalor pelarutan etanol dalam air


- Tair = °C -Tetanol = °C
- Vair = cm3 -Vetanol = cm3
Temperatur awal air Temperatur awal etanol
3
Vair (cm ) 1829 27 19.3
3 36 14.53 11.6
45 5.8 4.8
6 6
Tawal (oC) 25 26 2 27 2 27
6 7
Vetanol(cm3)
Tawal (oC) 23.5 23 23 26 25 26

t(oC) 0.5’ 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4


Vair Vetanol
18 29 31 31 30.9 30.9 30.7 30.7 30.5 30.5
27 19.3 31.5 31.3 31.2 31.2 31 31 30.8 30.8
36 14.5 30.2 30.1 30 30 30 29.9 29.9 29.9
36 11.6 33 33 33 33 33 33 32 32
36 5.8 31 31 31 31 31 31 31 31
45 4.8 30.5 30.5 30.5 30.5 30 30 30 30
ρ 0,789 g/cm3
Volume Massa (g) ∆Tmula-mula ∆Takhir ∆T ∆H / mol Mol air/mol
air Etanol air etanol etanol
18 29 18 22.99 30.5 30.5 25 23.5 5.5 7 2372 2
27 19.3 27 19.3 31 31 25.5 23 5.5 8 2713.6 5
36 14.5 36 11.49 29.9 29.9 26.9 23 3 6.9 1942.3 8
36 11.6 36 9.19 32 32 27 26 5 6 2535.52 10
36 5.8 36 4.59 31 31 27 25 4 6 2053 20
45 4.8 45 3.80 30 30 27 26 3 4 1708.92 30

4.4 Penentuan kalor penetralan HCl dan NaOH


THCl = 25.5°C TNaOH =25.5 °C
VHCl = 25cm3 VNaOH = 25cm3
t
0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5 5
(menit)
T (°C) 32 32.5 32.5 32.5 32.5 32.5 32.5 32.5 32 32

4.5 Penentuan kalor penetralan HCl dan NH4OH


THCl = 25°C TNH4OH = °C
VHCl = 25cm3 VNH4OH = 25cm3
t
0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5 5
(menit)
T (°C) 34 34.5 34.5 34.5 34.5 34 34 34 34 34

4.6 Penentuan kalor penetralan CH3COOH dan NaOH


TCH3COOH = °C TNaOH =25.5 °C
3
VCH3COOH = 25cm VNaOH =25cm3
t
0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5 5
(menit)
T (°C) 32.5 32.5 32.5 32.5 32.5 32 32 32 32 32

V. Pengolahan data
5.1 Penentuan tetapan kalorimeter
∆tpanas-campuran= 26.7-23 = 3.7oC ρ air = 1 gr cm-3
∆tcampuran-dingin=33-26.7 = 6.3oC c = 4.2 J/g-1K-1
- Kalor dari air dingin , Q1=mc∆t
Q1=25x4.2x3.7=388.5J
- Kalor dari air panas, Q2=mc∆t
Q2=25x4.2x6.3=661.5J
- Kalor yang diterima kalorimeter, Q3=Q2-Q1
Q3=661.5-388.5=273J
Q
- Tetapan kalorimeter k=
∆t
273
K= =41163J/mol
3.7

5.2 Penentuan kalor reaksi Zn(s)+CuSO4(aq)


∆t = 32-26 = 6oC
- Kalor kalorimeter Q4=k∆t
Q4=73.78x6=442.68J
- Kalor larutan Q5=mc∆t
Q5=50x1.14x3.52x6=1203.84J
- Kalor yang dihasilkan reaksi Q6=Q4+Q5
Q6=442.68+1203.84=1646.52J
Q
- Kalor reaksi ∆Hr=
mol
1646.52
∆Hr = = 41163 J mol-1
0.04
5.3 Kalor pelarutan etanol dalam air
∆tair=30.5-25=5.5oC
∆tetanol=30.5-23.5=7oC
Cetanol = 1.92 J g-1K-1
1. 18cm3 air + 29cm3 etanol
- Kalor air Q7 = mc∆t
Q7=18x4.2x5.5=415.8J
- Kalor etanol Q8=mc∆t
Q8=22.99x1.92x7=309.08J
- Kalor kalorimeter Q9=k∆t
Q9=73.78x6.25=461.125J
- Kalor yang dihasilkan Q10=Q7+Q8+Q9
Q10= 415.8+309.08+461.125=1186.005J
Q
- Kalor pelarutan ∆H=
mol
∆H=2372J mol-1
2. 27cm3 air + 19.3cm3 etanol
- Kalor air Q7 = mc∆t
Q7=27x4.2x5.5=623.7J
- Kalor etanol Q8=mc∆t
Q8=15.3x1.92x8=235.08J
- Kalor kalorimeter Q9=k∆t
Q9=73.78x6.75
- Kalor yang dihasilkan Q10=Q7+Q8+Q9
Q10=1356.79
Q
- Kalor pelarutan ∆H=
mol
∆H=2713.6
3. 36cm3 air + 14.5cm3 etanol
- Kalor air Q7 = mc∆t
Q7=36x4.2x5=756J
- Kalor etanol Q8=mc∆t
Q8=9.19x1.92x6=105.97J
- Kalor kalorimeter Q9=k∆t
Q9=73.78x5.5=405.79
- Kalor yang dihasilkan Q10=Q7+Q8+Q9
Q10=1267.76J
Q
- Kalor pelarutan ∆H=
mol
∆H=2535.52J
4. 36cm3 air + 11.6cm3 etanol
- Kalor diserap air Q7 = mc∆t
Q7=36x4.2x3=453.6J
- Kalor etanol Q8=mc∆t
Q8=11.49x1.92x6.9=152.331J
- Kalor kalorimeter Q9=k∆t
Q9=73.78x4.95=365.21J
- Kalor yang dihasilkan Q10=Q7+Q8+Q9
Q10=971.14J
Q
- Kalor pelarutan ∆H=
mol
∆H=1942.3J
5. 36cm3 air + 5.8cm3 etanol
- Kalor air Q7 = mc∆t
Q7=36x4.2x5=4=604.8J
- Kalor etanol Q8=mc∆t
Q8=4.59x1.92x6=52.98J
- Kalor kalorimeter Q9=k∆t
Q9=73.78x5=368.9J
- Kalor yang dihasilkan Q10=Q7+Q8+Q9
Q10=1026.68J
Q
- Kalor pelarutan ∆H=
mol
∆H=2053J mol-1
6. 45cm3 air + 4.8cm3 etanol
- Kalor air Q7 = mc∆t
Q7=45x4.2x3=567J
- Kalor etanol Q8=mc∆t
Q8=3.8x1.92x4=29.23
- Kalor kalorimeter Q9=k∆t
Q9=73.78x3.5=258.23J
- Kalor yang dihasilkan Q10=Q7+Q8+Q9
Q10=854.46J
Q
- Kalor pelarutan ∆H=
mol
-1
∆H=1708.92J mol

5.4 Kalor penetralan HCl dan NaOH


∆t3=32-25.5=6.5oC V=50cm3
MolNaCl = 0.04 mol m=51.5 gr
- Kalor NaCl Q11=mc∆t
Q11=51.5x3.96x6.5=1325.61J
- Kalor kalorimeter Q12=k∆t
Q12=73.78x6.5=479.57J
- Kalor yang dihasilkan reaksi Q13=Q11+Q12
Q13=1325.61+479.57=1805.18 J
Q
- Kalor penetralan ∆Hn=
mol
1805.18
∆Hn= =45129.5 J mol-1
0.04
5.5 Kalor penetralan HCl dan NH4OH
∆t4=34-25 = 9oC ρ = 1.015 gr cm-1
NH4OH = 2.05 M
- Kalor NaCl Q11=mc∆t
Q11=51.5x3.96x6.5=1325.61J
- Kalor kalorimeter Q12=k∆t
Q12=73.78x6.5=479.57J
- Kalor yang dihasilkan reaksi Q13=Q11+Q12
Q13=1325.61+479.57=1805.18 J
Q
- Kalor penetralan ∆Hn=
mol
1805.18
∆Hn= =45129.5 J mol-1
0.04

5.6 Kalor penetralan NaOH-CH3COOH


∆t5= 32-25.5=6.5oC
m = ρV = 1.098x50 = 54.9 gr
- Kalor dihasilkan Q11=mc∆t
Q11=54.9x4.02x6.5 = 1434.54J
- Kalor kalorimeter Q12=k∆t
Q12=73.78x6.5=479.57J
- Kalor reaksi Q13=Q11+Q12
Q13=1914.11J
Q
- Kalor penetralan ∆Hn ==
mol
1914.11
∆Hn == =47852.75 J mol-1
0.04

Kurva

5.1.1 Percobaan I (suhu terhadap waktu)

27.8
27.6
27.4
27.2
27
26.8
26.6
26.4
26.2
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

5.2.1 Percobaan II (suhu terhadap waktu)


32.5
32
31.5
31
30.5
30
29.5
29
28.5
28
I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

5.3.1 Percobaan III (suhu terhadap waktu)

31.1
31
30.9
30.8
30.7
30.6
30.5
30.4
30.3
30.2
1 2 3 4 5 6 7 8

5.3.2 Percobaan III (∆H terhadap mol air per mol etanol)

3000
2500
2000
1500
1000
500
0
1 2 3 4 5 6

5.4.1 Percobaan IV (suhu terhadap waktu)

32.5
32.3
32.1
31.9
31.7
0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5

5.5.1 Percobaan V (suhu terhadap waktu)


34.6
34.5
34.4
34.3
34.2
34.1
34
33.9
33.8
33.7
0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5

5.6.1 Percobaan VI (suhu terhadap waktu)

32.6
32.5
32.4
32.3
32.2
32.1
32
31.9
31.8
31.7
0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5

VI. Pembahasan
6.1 Penetapan kalorimeter
Tetapan kalorimeter merupakan jumlah Joule yang terlibat dalam reaksi yang
terjadi dalam kalorimeter untuk merubah suhu campuran tersebut tiap oC nya.
Tetapannyan bernilai positif karena sistem menyerap kalor. Untuk perbedaan
temperatur yang dibuat 10oC, berguna agar perbedaan temperaturnya tidak terlalu
besar
6.2 Penentuan kalor reaksi
Dalam percobaan didapatkan bahwa sistem yang melepas kalor adalah larutan
campuran, sedangkan spesi yang menyerap kalor adalah kalorimeter dan ZnSO4.
Kerja (W) diabaikan karena perubahan sistem yang dipelajari hanya menyangkur
zat padat dan zat cair saja. Sehingga perubahan volume sangat kecil. Reaksi ini
temasuk rekasi endotem karena ∆H reaksi bernilai positif
6.3 Penentuan kalor pelarutan
Dari hasil percobaan dan pengamatan, didapat bahwa kalor jenis adalah
perbandingan antara massa dengan volume. Kalor jenis air lebih besar daripada
kalor jenis etanol. Kalor lepas berasal dari campuran. Sedangkan spesi yang
menerima kalor adalah etanol, air, dan kalorimeter. Reaksi dalam pecobaan
termasuk reaksi endoterm karena ∆H yang dihasilkan bernilai positif.
6.4 Penentuan kalor penetralan I
Reaksi penetralan yang berlansung adalah
HCl(aq) + NaOH(aq) NaCl(s) + H2O(l)
Kalor penetralan adalah perubahan kalor yang terbentuk dari reaksi penetralan
(asam dan basa). Kalor dilepaskan oleh larutan campuran. Kalor diterima oleh
larutan HCL dan NaOH, serta kalorimeter. Reaksi ini termasuk reaksi endoterm
karena ∆H reaksi bernilai positif. Pada reaksi ini, kalor yang diserap larutan paling
besar. Karena dipengaruhi massa jenis dan perubahan suhu yang besar.
6.5 Kalor penetralan II
Reaksi penetralan yang terjadi adalah
NH4OH(aq) + HCl(aq) NH4Cl(aq) + H2O(l)
Kalor penetralan adalah perubahan kalor yang terbentuk dari reaksi penetralan
(asam dan basa). Kalor dilepaskan oleh larutan campuran. Kalor diterima oleh
larutan HCL dan NaOH, serta kalorimeter. Reaksi ini termasuk reaksi endoterm
karena ∆H reaksi bernilai positif. Pada reaksi ini, kalor yang diserap larutan paling
besar. Karena dipengaruhi massa jenis dan perubahan suhu yang besar.
6.6 Kalor penetralan III
Reaksi penetralan yang terjadi adalah
NaOH(aq) + CH3COOH (aq) NaCH3COOH(aq) + H2O(l)
Kalor penetralan adalah perubahan kalor yang terbentuk dari reaksi penetralan
(asam dan basa). Kalor dilepaskan oleh larutan campuran. Kalor diterima oleh
larutan HCL dan NaOH, serta kalorimeter. Reaksi ini termasuk reaksi endoterm
karena ∆H reaksi bernilai positif. Pada reaksi ini, kalor yang diserap larutan paling
besar. Karena dipengaruhi massa jenis dan perubahan suhu yang besar.

VII. Simpulan
 Reaksi akan menghasilkan kalor yang timbul akibat adanya perbedaan
suhu awal dan suhu akhir
 Kalorimeter yang merupakan sistem terisolasi mempunyai tetapan untuk
menentukan jumlah Joule yang terlibat dalam merubah suhu
 Kalor yang terlibat dalam reaksi berfungsi merubah suhu tiap mol zat
 Reaksi tergolong 2; endoterm jika ∆H positif, eksoterm jika ∆H negatif.
VIII. Daftar pustaka
- Achmad, Hiskia.2001. Stoikiometri dan Energitika Kimia. PT Citra Aditia
Bakti : Bandung. Hal : 103-105
- http://id.wikipedia.org/wiki/Termodinamika (diakses tanggal 23 Oktober
2010)