Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

LABA PER SAHAM /EARNING PER SHARE (EPS)

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 5
Ilman Yazid (131120001159)
Putri Dewi S N (131120001183)
Melly Fitri A (14112000 )

STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA’
(UNISNU) JEPARA
2016/2017
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayahNya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang limbah dan
manfaatnya untuk masyarakat.

Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai
pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk
masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Jakarta, Juni 2016

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................................................i
DAFTAR ISI....................................................................................................................................ii
BAB 1 PENDAHULUAN..............................................................................................................1
1.1 LATAR BELAKANG...........................................................................................................1
1.2 IDENTIFIKASI MASALAH.................................................................................................2
1.3 TUJUAN PENELITIAN..............................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................................3
2.1 PENGERTIAN LABA PER SAHAM (EPS).......................................................................3
2.2 PENGERTIAN DEVIDEN....................................................................................................3
2.3 SAHAM PREFEREN KONVERTIBEL...............................................................................5
2.4 WARRAN SAHAM..............................................................................................................6
2.5 Penilaian Laba Perlembar Saham ( EPS)...............................................................................6
2.6 Hubungan Laba perlembar Saham Terhadap Perubahan Harga Saham................................7
2.7 Perhitungan dan Analisis.......................................................................................................7
2.8 Struktur Modal Sederhana.....................................................................................................7
2.9 Struktur Modal Yang Kompleks............................................................................................8
2.10 Perhitungan Dasar................................................................................................................8
2.11 Hak Untuk Memesan Saham Tambahan..............................................................................9
2.12 Program Kompensasi Saham...............................................................................................9
2.13 Penyajian dan Pengungkapan Laba per Saham.................................................................10
2.14 Saham Terbatas..................................................................................................................10
2.15.1 SARs-Imbalan Ekuitas Berbasis Saham (Share-Based Equity Awards)............................11
2.15.2 SARs-Imbalan Kewajiban Berbasis Saham......................................................................11
BAB III PENUTUP.......................................................................................................................12
3.1 KESIMPULAN....................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................13

2
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Laporan Keuangan Adalah hasil dari proses atau kegiatan akuntansi. Laporan keuangan berisi
tentang informasi keuangan perusahaan yang terdiri dari : Neraca, laporan laba-rugi, laporan arus
kas, laporan perubahan modal, dan catatan atas laporan keuangan.

Informasi yang terdapat pada laporan keuangan sangat berguna bagi pihak-pihak yang
mempunyai kepentingan di perusahaan tersebut, contohnya manajemen sebagai pihak intern
perusahaan menggunakan laporan keuangan sebagai dasar pengukuran kinerja perusahaan. Bagi
pihak ekstern, seperti investor menggunakan laporan keuangan untuk membantu kegiatan
investasi di pasar modal. Pasar modal merupakan wahana bagi pihak yang memerlukan dana
(borrower) dengan pihak yang kelebihan dana (Lender).

Pasar modal bagi perusahaan merupakan alternative penghimpun dana dengan biiaya rendah
selain daya tarik aspek likuiditas. Bagi investor, pasar modal menyediakan berbagai pilihan
investasi yang sesuai dengan preferensi investor.

Harga saham mencerminkan juga nilai dari suatu perusahaan. Jika perusahaan mencapai prestasi
yang baik, maka saham perusahaan tersebut akan banyak diminati oleh para investor. Prestasi
yang baik yang di capai perusahan dapat di lihat di dalam laporan keuangan yang di publikasikan
oleh perusahaan (emiten). Emiten berkewajiban untuk mempublikasikan laporan keuangan pada
periode tertentu. Laporan keuangan ini sangat berguna bagi investor untuk membantu dalam
pengambilan keputusan investasi, seperti menjual, membeli, atau menanam saham.

Sebagian investor sebelum berinvestasi mereka terlebih dahulu mel;akuakan analisa terhadap
informasi keuangan emiten. Dalam melakukan analisa, investor sering kali menggunakan
informasi laba bersih, karena laba bersih di pandang sebagai indikator kemampuan perusahaan
dalam membayar deviden. Namun demikian laporan laba bersih belum mencerminkan keadaan
yang sebenarnya dari perusahaan. Faktor-faktor lain ayng juga penting adalah ketersediaan kas

1
dalam perusahaan. Laporan laba rugi hanya menyajikan perubahan keuangan yang terjadi karena
kegiatan perusahaan. Laporan arus kas merupakan laporan yang dapat memberikan informasi
yang lebih lengkap, yaitu mengenai jumlah kas yang tersedia dalam perusahaan. Laporan arus
kas menyajikan posisi keuangan dari segi aliran kas keluar dan lairna kas masuk pada suatu
periode. Dengan laporan arus kas, maka informasi arus kas dapat membantu melengkapi
keberadaan sebagai indikator keadaan keuangan perusahaan.

Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakuakan penelitian. Penelitian
ditujukan untuk memberikan informasi kepada investor. Informasi tersebut adalah mengenai “
Pengaruh Laba Perlembar Saham Terhadap Perubahan Harga Saham Pada PT. XYZ“.

1.2 IDENTIFIKASI MASALAH


Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penulis merumuskan masalah dalam penelitian ini,
sebagai berikut:

1. Bagaimana perhitungan EPS pada PT. XYZ ?


2. Bagaimana perubahan harga saham pada PT. XYZ?
3. Apakah terdapat hubungan antara EPS dengan Perubahan Harga saham pada PT. XYZ?

1.3 TUJUAN PENELITIAN

Tujuan Penelitian ini adalah :


1. Untuk mengetahui perhitungan EPS pada PT. XYZ.
2. Untuk mengetahui perubahan harga saham pada PT. XYZ Untuk mengetahui seberapa besar
pengaruh EPS terhadap Perubahan Harga saham pada PT. XYZ.

2
BAB II PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN LABA PER SAHAM (EPS)


Laba per saham (EPS) adalah komponen utama yang harus diperhatikan dalam analisis
perusahaan. Atau Earning per share / laba per lembar saham adalah suatu analisis yang penting di
dalam laporan keuangan perusahaan. Earning per share memberikan informasi kepada para pihak
luar (ekstern) seberapa jauh kemampuan perusahaam menghasilkan laba untuk tiap lembar yang
beredar Dalam informasi EPS perusahaan menunjukkan laba bersih perusahaan yang akan
dibagikan kepada pemegang saham perusahaan. EPS merupakan rasio yang menunjukkan
seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh oleh investor atau pemegang saham dalam
perlembar saham .

2.2 PENGERTIAN DEVIDEN


Deviden sendiri adalah saham kepada pemilik saham yang sebanding dengan jumlah
lembar yang dimiliki. Deviden biasanya dibagikan dengan interval waktu yang tepat namun akan
diadakan pembagian deviden tambahan pada waktu tertentu. Apabila deviden yang dibagian
bukan berbentuk selain uang tunai maka akan dicatat dengan judul yang sesuai atau deviden kas .
Adapun pembagian deviden pada pemegang saham dapat berakibat sebagai berikut :
 Pembagian aktiva perusahaan dan penurunan dalam jumlah modal peusahaan seperti
dalam hal dibiden kas, aktiva selain kas, atau dividen likuidasi.
 Timbulnya suatu utang dan suatu penurunan dalam jumlah modal perusahaan seperti
dalam hal dividen utang atau dividen kas yang sudah diumumkan tetapi belum dibayar.
 Tidak ada perubahan dalam aktiva, utang atau jumlah modal PT, tetapi hanya
menimbulkan perubahan komposisi masing-masing elemen dalam modal PT seperti
dalam hal dividen saham.
Dividen yang dibagi oleh perusahaan bisa mempunyai beberapa bentuk sebagai berikut:
1. Deviden kas yang paling umum dibagikan oleh Perusahaan adalah dividen dalam bentuk
kas. Yang perlu diperhatikan oleh pimpinan perusahaan sebelum membuat pengumuman
adanya dividen kas ialah apakah jumlah uang kas yang ada mencukupi untuk pmbagian
dividen tersebut.

3
2. Dividen aktiva selain kas (property dividends)
Aktiva yang dibagikan bisa berbentuk surat-surat berharga perusahaan lain yang
dimiliki oleh perusahaan, barang dagang atau aktiva-aktiva lain. Pemegang saham akan
mencatat dividen yang diterimanya ini sebesar pasar aktiva tersebut. Akan tetapi PT yang
membagi property dividends akan mencatat dividen ini sebesar nilai buku aktiva yang
dibagikan.
3. Dividen utang (scrip dividends)
Utang dividen timbul apabila laba tidak dibagi itu saldonya mencukupi untuk
pembagian dividen, tetapi saldo kas yang ada tidak cukup. Oleh karena itu PT akan
mengeluarkan scrip dividends yaitu janji tertulis untuk membayar jumlah tertentu
diwaktu yang akan datang. Scrip dividends ini mungkin berbunga, mungkin juga tidak.
4. Dividen likuidasi
Dividen likuidasi adalah dividen yang sebagian merupakan pengembalian modal.
Dividen likuidasi ini dapat dicatat dengan mendebit rekening pengemba\lian modal yang
dalam neraca dilaporkan sebagai pengurang modal saham. Dalam perusahaan yang
memiliki wasting assets yang tidak akan diganti, bisa membagi dividen likuidasi secara
periodik. Biasanya modal yang dikembalikan adalah sebesar deplesi yang diperhitungkan
untuk pertiode tersebut. Apabila perusahaan membagi saham likuidasi, maka para
pemegang saham harus diberitahu mengenai berapa jumlah pembagian laba dan berapa
yang merupakan pengembalian modal, sehingga para pemegang saham dapat mengurangi
rekening investasinya.
5. Dividen saham
Dividen saham adalah pembagian tambahan saham, tanpa dipunggut pembayaran
kepada para pemegang saham, sebanding dengan saham-saham yang dimilikinya.

Pada umumnya pemegang saham biasa dan calon pemegang saham sangat tertarik pada
earning per share (EPS) , itu menggambarkan jumlah rupiah yang diperoleh untuk setiap lembar
saham biasa dan menggambarkan prospekearning perusahaan dimasa yang akan datang .
Dalam penanaman modal investor mengharapkan manfaatyang akan dihaslkan dalam
bentuk laba per saham (EPS). jumlah laba per lembar yang didistribusikan kepada para investor
tergantung pada kebijakan perusahaan dalam pembayaran deviden. Laba er saham dapat
menunjukan kesukksesan peusahaan itu sendiri karena dapat dilihan apabila Laba per lembar

4
saham (EPS) yang dibagikan kepada investor tinggi maka sudah dipastikan perusahaan tersebut
mampu mencapai kemajuan yang tinggi , sebaliknya apa bila perusaaan memberikan laba per
lembar saham rendah kepada investor menandakan bahwa perusahaan gagal dalam pencapaian
kemajuan perusahaan tersebut.
Menurut Larson dkk ( 2000:579 ) laba per lembar saham ( EPS ) adalah :“Earning Per
Share, also called net income per share, is the amount of income earned per each share of
company’s outstanding common stock.” (Laba Per Saham, juga disebut laba bersih per saham,
adalah jumlah pendapatan yang diterima per setiap saham biasa yang beredar perusahaan).
Menurut Besley dan Brigham ( 2000:83 ) laba per lembar saham (EPS), adalah : “Earning
Per Share is called ‘the bottom line’, denoting that of all the items of on the income statement.”
(Laba Per Saham disebut garis bawah yang menunjukkan bahwa dari semua item pada laporan
laba rugi).

2.3 SAHAM PREFEREN KONVERTIBEL


Saham Preferen Konvertibel mencakup opsi bagi pemegang saham untuk mengkonversi
saham preferen menjadi saham biasa dengan jumlah tetap. Perbedaan utama akuntansi untuk
obligasi konvertibel dan saham preferen konvertibel adalah pada tanggal penerbitannya. Obligasi
konvertibel dianggap sebagai kewajiban, sedangkan saham preferen konvertibel dianggap
sebagai bagian dari ekuitas pemegang saham.
Di dalam akuntansi untuk saham preferen konvertibel. Perusahaan menggunakan nilai
buku. Saham preferen didebet bersamaan dengan setiao hal yang berhubungan dengan Tambahan
Modal Disetor, sementara Saham Biasa dan Tambahan Modal Disetor dikredit. Perlakuan yang
berbeda dikembangkan apabila nilai pari saham biasa yang diterbitkan melebihi nilai buku saham
preferen, biasanya Laba didebet sebesar pendapatan.
2.4 WARRAN SAHAM
Warran atau surat jaminan adalah sertifikat yang memberikan hak kepada pemegangnya
untuk memeproleh saham pada harga tertentu selam periode yang telah ditetapkan. Masalah
akuntansi warran yang sangat rumit dan beberapa belum terpecahkan.
Warran yang diterbitkan sengan sekuritas lainnya pada dasarnya merupakan opsi jangka
panjang untuk membeli saham biasa dengan harga tetap. Meskipun bebrapa warran perpetual

5
telah diperdangkan, namun umumnya hanya bertahan 5 tahun atau 10 tahun. Ada dua metode
alokasi yang tersedia :
 Metode Prorposional
 Metode Inkremental

2.5 Penilaian Laba Perlembar Saham ( EPS)


Angka laba per lembar saham (EPS) diperoleh dari laporan keuangan yang disajikan oleh
perusahaan. Karena itu langkah pertama yang dilakukan adalah memahami laporan keuangan
yang disajikan perusahaan. Ada dua laporan keuangan yang utama yaitu neraca dan laporan rugi
laba.
Neraca menunjukan posisi kekayaan, kewajiban financial dan modal sendiri pada waktu
tertentu. Laporan rugi laba menunjukan berapa penjualan yang diperoleh, berapa biaya yang
ditanggung dan berapa laba yang diperoleh perusahaan pada periode waktu tertentu (biasanya
selama 1 tahun).Alasan mengapa laba per lembar saham (EPS) disajikan di laporan laba rugi
menurut penelitian :
 Niswonger dkk ( 2000:14 ) adalah : “Jumlah absolute laba bersih sulit untuk dipakai
mengevaluasi profitabilitas perusahaan jika jumlah modal pemegang saham banyak
berubah. Dalam kasus seperti itu profitabilitas perusahaan dapat dinyatakan dengan laba
per lembar sahm (EPS).”
 Niswonger dkk ( 2001:15 ) adalah : “Jika sebuah perusahaan hanya memiliki saham biasa
yang beredar, maka laba per lembar saham biasa ditentukan dengan membagi laba bersih
dengan jumlah saham biasa yang beredar. Jika ada saham preferen sebelum di bagi
dengan jumlah saham biasa yang beredar.”
2.6 Hubungan Laba perlembar Saham Terhadap Perubahan Harga Saham
Penelitian di Indonesia mengenai factor-faktor yang berhubungan dengan harga saham
sudah banyak dilakukan. Menurut (Triyono dan Jogiyanto,2004:24) tentang pentingnya laporan
keuangan menghasilkan bahwa 52,86% repsonden mengandalkan laporan keuanagn. Hasil yang
lain menyatakan bahwa informasi terpenting bagi investor dan analisis sekuritas adalah laba
perlembar saham

6
Triyono (1998) menguji informasi arus kas dari aktivitas pendanaan, investasi, operasi,
dan laba akuntansi dengan harga dan return saham. Sampel pada penelitian yang di lakukan
adalah 34 perusahaaan manufaktur yang Go Public di BEJ, hasil penelitian menyatakan bahwa
tidak terdapat hubungan antara arus kas, maupun ketiga komponen adalah return saham.
Dalam prakteknya, para investor di pasar modal mempunyai beberapa motif atau tujuan
dalam membeli saham bank yang telah melakukan emisi sahamnya. Motif-motif tersebut adalah
sebagai berikut:
1. Memperoleh deviden berdasarkan keputusan RUPS.
2. Mengejar Capital Gain jika bermain di bursa efek.
3. Menguasai perusahaan melalui pencapaian mayoritas saham.

2.7 Perhitungan dan Analisis


Laba per saham (earnings per share-EPS) sangat banyak digunakan dalam mengevaluasi
kinerja operasi dan profitabilitas suatu perusahaan. Dilusi (dilution) merupakan pengurangan
laba per saham atau peningkatan kerugian per saham yang berasal dari efek dilutive yang
dikonversi menjadi laba per saham, eksekusi opsi dan waran, atau pengeluaran saham tambahan
sesuai dengan kontrak tertentu.

2.8 Struktur Modal Sederhana


Struktur Modal Sederhana hanya terdiri atas saham biasa dan efek yang tidak dapat
dikonversi dan tidak memiliki efek dilusi yang potensial. Untuk perusahaan dengan struktur
modal sederhana, diwajibkanpenyajian satu laba per saham yang dihitung sebagai berikut : EPS
= laba operasional – deviden saham

Rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar


2.9 Struktur Modal Yang Kompleks
Perusahaan dianggap memiliki struktur modal yang kompleks jika perusahaan memiliki efek
berpotensi dilusi seperti efek yang dapat dikonversi, opsi dan waran, dan perjanjian pengeluaran
saham sejenisnya. Lebih dari 25% perusahaan yang sahamnya diperdagangkan untuk umum
memiliki efek berpotensi dilusi. Untuk perusahaan dengan struktur modal yang kompleks,

7
diwajibkan penyajian dua laba per saham yaitu EPS basic dna EPS diluted. Rumus perhitungan
EPS basic sama dengan rumus pada EPS basic struktur modal sederhana. Sedangkan untuk EPS
diluted : Pembilang untuk EPS diluted menyesuaikan laba bersih terhadap dampak berikutefek
yang dapat dikonversi atau opsin dieksekusi :
 Jika saham preferen yang dikonversi menjadi saham biasanya, maka dividen saham
preferen harus dikeluarkan karena diasumsikansaham preferen tidak lagi beredar.
 Jika obligasi yang dikonversi, beban sahambiasa, maka dividen saham bersih. Ini
dilakukan dengan menambahkan kembali jumlah bunga yang terjadi setelah dikurangi
pajak.

2.10 Perhitungan Dasar


Earning per share pada dasarnya dihitung melalui perhitungan berikut ini:

EPS = Laba operasi - Dividen saham prioritas

Rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar

Contoh:
Pada tanggal 1 januari 19X1, PT "HISAM" mempunyai saham beredar 10.000 lembar saham
biasa dan 2.000 lembar saham prioritas kumulatif, tidak partisipatid 10% nominal Rp 100,00.
Setiap tahun dibayarkan dividen sahan prioritas. Pada tanggal 1 juli 19X1, dijual saham baru
1.500 lembar saham biasa dan pada 1 oktober 19X1 dibeli sebagai saham treasury 1.000 lembar
saham biasa. Laba tahun 19X1 adalah Rp 125.000,00.

EPS = Rp 125.000,00 - Rp 20.000,00 *)

10.500 lembar **)


EPS = Rp 10,00

*) Rp 100,00 x 2.000 lembar x 10% = Rp 20.000,00.


**) 1 januari - 30 juni = 10.000 X 6/12 = 5.000

8
1 juli - 30 september = 11.500 x 3/12 = 2.875
1 oktober - 31 desember = 10.500 x 3/12 = 2.625
Rata-rata saham beredar = 10.500 lembar

2.11 Hak Untuk Memesan Saham Tambahan


Jika dewan direksi memutuskan untuk menerbitkan saham baru, maka pemegang saham
lama secara keseluruhan akan memiliki hak preemptive privilege (hak istimewa untuk membeli
terlebih dahulu) untuk membeli saham yang baru diterbitkan dengan proporsi yang mereka
miliki. Privilege ini, yang disebut sebagai hak saham, menyelamatkan pemegang saham yang ada
dari kerugian dilusi hak suara tanpa persetujuan mereka dan memperkenankan mereka untuk
membeli saham dibawah nilai pasarnya. Warran yang diterbitkan dalam situasi ini nersifat
berjangka pendek, tidak seperti warran yang diterbitkan dengan sekuritas lainnya.

2.12 Program Kompensasi Saham


Bentuk lain dari warran muncul dalam program kompensasi saham yang digunakan untuk
membayar dan memotivasi karyawan. Warran ini merupakan opsi saham di mana para karyawan
terpilih diberi opsi untuk membeli saham biasa pada harga tertentu selama periode waktu yang
diperpanjang. Program kompensasi jangka panjang berusahan untuk memperkuat loyalitas
eksekutif perusahaan. Cara yang efektif untuk mencapai tujuan ini adalah dengan memberikan
karyawan “a piece of the action” yaitu suatu kepentingan ekuitas. Pada dasarnya program ini
memberikan kepada eksekutif perusahaan untuk menerima saham jika kinerja perusahaan khusus
perfokus pada perbaikan jangka panjang yang dapat dukur dan manfaat kepada perusahaan secra
keseluruhan seperti kenaikan laba per saham, penetapan harga saham atau pangsar pasar.
2.13 Penyajian dan Pengungkapan Laba per Saham
Struktur modal kompleks dan penyajian ganda laba per saham memerlukan
pengungkapan tambahan berikut dalam bentuk catatan :
1. Uraian tentang hak dan keistimewaan atau privilege dari berbagai sekuritas yang beredar
2. Rekonsiliasi pembilang dan pembagi dalam perhitungan laba per saham dasar dan
didilusi, termasuk pengaruh laba individual dan julah saham dari semua sekuritas yang
mempengaruhi laba per saham

9
3. Penngaruh divideb saham preferen tertentu dalam menentukan laba yang tersedia untuk
pemegang saham biasa ketika menghitung laba per saham dasar
4. Sekuritas yang secara potensial dapat mendilusi laba per saham yang tidak dimasukkan
dalam perhtiungannya karena dapat menjadi antidilutif
5. Pengaruh konversi sesudah akhir tahun. Tetapi sebelum laporan diterbitkan.

2.14 Saham Terbatas


Program saham terbatas adalah program mentransfer lembar saham kepada karyawan
tetapi dengan perjanjian bahwa saham tersebut tdak dapat dijual, ditransfer atau dijaminkan
hingga terjadi pengalihan hak. Keuntungan utama program saham terbatas adalah :
1. Saham terbatas tidak pernah bernilai nol.
2. Saham terbatas biasanya mengakibatkan dilusi yang lebih kecil bagi para pemegang
saham yang sudah ada.
3. Saham terbatas akan lebih menyelaraskan insentif bagi karyawan dengan insentif
perusahaan.

2.15 Hak Apresiasi Saham(SARs)


Hak apresiasi saham adalah hak yang diberikan untuk eksekutif untuk menerima
kompensasi yang sama dengan jumlah apresiasi saham, yang didefinisikan sebagai kelebihan
harga pasar saham pada tanggal penggunaan atas harga yang telah ditetapkan sebelumnya.
Apresiasi saham ini bisa diberikan dalam bentuk tunai, dengan saham atau kombinasi keduanya.
Keunggulan utama dari SARs ini adalah bahwa eksekutif sering kali tidak perlu melakukan
pemgeluaran tunai pada tanggal penggunaan, tetapi menerima pembayaran untuk apresiasi
saham.
2.15.1 SARs-Imbalan Ekuitas Berbasis Saham (Share-Based Equity Awards)
Perusahaan menggolongkan SARs sebagai penghargaan ekuitas jika pada tanggal
penggunaan, pemegang saham menerima lembaran saham dari perusahaan pada saat
penggunaan. Intinya SARs ekuivalen dengan opsi saham. Perbedaan utamnya adalah pada
bentuk pembayaran. Denagn opsi saham, pemegang saham memebayar penggunaan dan
kemudian menerima sahamnya.

10
Dalam SARs ekuitas, pemegang menerima saham dalam jumlah yang sama dengan
apresiasi harga saham (selisih harga pasar dengan harga yang telah ditetapkan sebelumya).
Perlakuan akuntansi untuk SARs sebagai imbalan ekuitas adalah seperti akuntansi yang dipakai
untuk opsi saham. Pada tanggal hibah, perusahaan menentukan nilai wajar SARs dan kemudian
mengalokasikan jumlah ini pada beban kompensasi selama masa kerja karyawan.

2.15.2 SARs-Imbalan Kewajiban Berbasis Saham


Perusahaan menggolongkan SARs sebagai penghargaan kewajiban jika pemegang
menerima pembayaran uang tunai pada tanggal penggunaannya. Sebuah perusahaan memakai
pendekatan berikut ini untuk mencatat imbalan berbasis saham :
1. Mengukur nilai wajar imbalan itu pada tanggal hibah dan mengakrualkan komoensasi
selama masa kerja
2. Mengukur kembali nilai wajar pada setiap periode pelaporan, hingga imbalan itu tetap,
dan menyesuaikan biaya kompensasi setiap periode jika ada perubahan dalam nilai wajar
prorate selama bagian masa kerja yang sudah dipenuhi
3. Setelah masa kerja dijalani sepenuhnya, tentukan beban kompensasi pada masing-masing
periode setelahnya dengan melaporkan perubahan penuh harga pasar sebagai penyesuaian
pada beban kompensasi
BAB III PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Laba per saham (EPS) adalah komponen utama yang harus diperhatikan dalam analisis
perusahaan. Atau Earning per share / laba per lembar saham adalah suatu analisis yang
penting di dalam laporan keuangan perusahaan. Earning per share memberikan informasi
kepada para pihak luar (ekstern) seberapa jauh kemampuan perusahaam menghasilkan
laba untuk tiap lembar yang beredar Dalam informasi EPS perusahaan menunjukkan laba
bersih perusahaan yang akan dibagikan kepada pemegang saham perusahaan.

Deviden sendiri adalah saham kepada pemilik saham yang sebanding dengan jumlah
lembar yang dimiliki. Deviden biasanya dibagikan dengan interval waktu yang tepat

11
namun akan diadakan pembagian deviden tambahan pada waktu tertentu. Apabila
deviden yang dibagian bukan berbentuk selain uang tunai maka akan dicatat dengan judul
yang sesuai atau deviden kas .
Bentuk lain dari warran muncul dalam program kompensasi saham yang digunakan untuk
membayar dan memotivasi karyawan. Warran ini merupakan opsi saham di mana para
karyawan terpilih diberi opsi untuk membeli saham biasa pada harga tertentu selama
periode waktu yang diperpanjang. Program kompensasi jangka panjang berusahan untuk
memperkuat loyalitas eksekutif perusahaan. Cara yang efektif untuk mencapai tujuan ini
adalah dengan memberikan karyawan “a piece of the action” yaitu suatu kepentingan
ekuitas. Pada dasarnya program ini memberikan kepada eksekutif perusahaan untuk
menerima saham jika kinerja perusahaan khusus perfokus pada perbaikan jangka panjang
yang dapat dukur dan manfaat kepada perusahaan secra keseluruhan seperti kenaikan
laba per saham, penetapan harga saham atau pangsar pasar
DAFTAR PUSTAKA

Baridwan, Zaki, 2004, Intemediate Accounting Edisi 8, Yogyakarta:BPFB-Yogyakarta.


http://hotmanpohan.blogspot.com/2010/10/bab-iii-analisis-aktivitas-operasi.html
http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/03/engaruh-laba-perlembar-saham-terhadap.html
http://sashaannisa18.blogspot.co.id/2015/03/sekuritas-dilutif-dan-laba-per-saham.html

12