Anda di halaman 1dari 3

KASUS KELOMPOK 2

Tn. J 41 tahun, dirawat karena kesadaran menurun disertai demam, batuk, sesak nafas, dan diare.
Dari status diketahui pasien HIV+ dan pernah dirawat 2x dengan keluhan serupa. Saat ini kondisi
alat tenun kotor oleh feses diare pasien. Pasien tidak terurus karena tidak ada keluarga yang
menunggu (mendampingi) selama pasien dirawat.

1. Data apa saja yang harus didapat oleh perawat saat melakukan pengkajian pada Tn. J
2. Masalah keperawatan apa saja yang mungkin muncul pada Tn. J
3. Sebutkan tindakan (termasuk pengobatan) beserta rasional dari masalah yang teridentifikasi
oleh keompok
4. Karena pasien tidak ada keluarganya dan cenderung tidak terurus, perawat enggan untuk
merawat pasien / datang ke ruangan pasien. Diskusikan dalam kelompok mengapa muncul
perasaan enggan dari perawat untuk merawat Tn. J dan bagaimana cara meminimalkan ke-
enggananan tersebut?
1. Data yang didapat saat pengkajian adalah
a. Batuknya sudah berapa lama, dan berdahak atau tidak?
b. Demam sudah berapa hari?
c. Diare berapa kali dalam sehari?

2. Masalah keperawatan yang muncul


a. Bersihan jalan nafas tidak efektif
b. Hipertermi
c. Kekurangan volume cairan
d. Defisit perawatan diri

3. Intervensi

No. Diagnosa Keperawatan Intervensi Rasional


Dx
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif 1) Kaji pola pernafasan pada pasien 1) Mengetahui tindakan
2) Auskultasi suara nafas pasien yang tepat untuk
3) Posisikan pasien pada posisi dilakukan kepada pasien
semifowler atau fowler untuk 2) Mengetahui suara nafas
memaksimalkan ventilasi pada pasien
4) Monitor respirasi dan 3) Memberikan kenyamanan
pertahankan terapi oksigen pada pasien
5) Ajarkan untuk batuk efektif 4) Pemberian oksigen
sebanyak 3 lpm
5) Mengeluarkan sputum
2. Hipetermi 1) Observasi keadaan umum pasien 1) Mengetahui
2) Observasi tanda-tanda vital perkembangan keadaan
pasien umum dari pasien
3) Anjurkan pasien untuk banyak 2) Mengetahui perubahan
minum tanda-tanda vital pasien
4) Anjurkan pasien untuk banyak 3) Mencegah terjadinya
istirahat dehidrasi sewaktu panas
5) Anjurkan pasien untuk memakai 4) Meminialisir produksi
pakaian yang tipis panas yang diproduksi
6) Beri kompres hangat dibeberapa oleh tubuh
bagian tubuh 5) Membantu mempermudah
7) Beri health education ke pasien penguapan panas
dan keluarganya mengenai 6) Mempercepat dalam
pengertian, penanganan dan penurunan produksi panas
terapi yang diberikan tentang 7) Meningkatkan
penyakitnya pengetahuan dari pasien
8) Kolaborasi/delegatif dalam dan keluarganya
pemberianobat sesuai indikasi. 8) Membantu dalam
penurunan panas
3. Kekurangan volume cairan 1)

4. Defisit Perawatan Diri 1) Observasi kebersihan pasien 1) Mengetahui status


2) Monitor pasien dalam kebersihan diri pasien
melakukan kebersihan diri 2) Mengetahui kemampuan
pasien dalam melakukan
3) Edukasi pasien dan keluarga
kebersihan diri
untuk selalu menjaga kebersihan 3) Mempertahan kan
4) Beri bantuan sampai pasien dan kebersihan pasien
keluarga dapat melakukan secara 4) Memfasilitasi pasien
mandiri dalam melakukan
5) Kaji keadaan umum pasien kebersihan diri
5) Untuk menentukan
intervensi selanjutnya

4. Bagaimana cara meminimalkan ke-engganan tersebut?


Karena hygiene dan karena penyakit yang berisiko menular sehingga membuat enngan
merawat dan untuk meminimalisirkannya diskusikan untuk dilakukan perawatan pola
hygiene dan prosedur tentang penularan penyakit serta fasilitasi perawat untuk APD
lengkap.