Anda di halaman 1dari 11

Mata Kuliah : Penyusunan Kelayakan Industri Pangan

Hari/Tanggal : 12 September 2013


Responsi ke: 2

ANALISIS SWOT

Oleh:
SJMP BP2 / Kelompok 2

Pinta Anggraini Simanjuntak J3E112007


Prawira Adjie J3E112029
Nurul Aisya J3E112033
Ishma Hanifah J3E112076
Risa Adila Maulidina J3E212133

SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN

PROGRAM DIPLOMA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2013
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk
mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang
(opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi
bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT
(strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan
penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan
mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak
dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara
menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya,
kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya
adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan
(advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi
kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang
(opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu
menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara
mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats)
menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.

1.2 Tujuan
Mengetahui strategi dan peluang untuk memasarkan sebuah produk baru.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Hasil
Faktor Internal Kekuatan (Strenghts) Kelemahan (Weaknesses)
1. Pembuatan 1. Pembuatan tempe
tempe dan yang membutuhkan
produk waktu cukup lama
inovasinya yang 2. Bahan baku tempe
relatif mudah (kedelai) yang masih
2. Tempe diimpor
merupakan 3. Kurangnya SDM
masakan khas 4. Sangat sedikit hak
Indonesia paten tentang tempe .
3. Tempe
tergolong
memiliki nilai
gizi yang baik

Faktor Eksternal
Peluang S-O W-O
(Opportunities)  Menjadikan  karyawan dilatih dan
1. Peminat tempe tempe sebagai diberi sosialisasi agar
yang masih trend kudapan konsumen tidak
banyak sehat (S1, S3: kecewa (W3: O1)
2. Pemasaran tidak O1)  Peningkatan stok dari
terlalu sulit pemasok (W1,W3:
karena semua O3)
masyarakat  Membudidayakan
telah mengenal
tempe kacang kedelai di
3. Banyaknya Indonesia agar lebih
pemasok tempe
banyak (W2:O2)
 Meningkatkan
teknologi dalam
pembuatan tempe,
agar tidak agar tidak
menghambat
produksi tempe
(W1:O1)
Ancaman (Threats) S-T W-T
1. Bahan baku  Tetap  Memperoleh P-IRT
utama krisis mempertahanka dari dinas kesehatan
2. Kenaikan harga n kualitas dan dan sertifikat halal
bahan baku harga terjangkau dari MUI
berdampak pada (S3:T1, T2) (W1:T3)
kenaikan produk  Pemerintah harus
3. Isu tempe mendaftarkan hak
dengan pewarna paten tentang tempe
tekstil (W4 : T4)
4. Tempe dapat
diklaim oleh
negara lain.

3.2. Pembahasan
Tempe merupakan makanan  yang asli berasal dari Indonesia. Bahan
utama pembuatan tempe adalah kacang kedelai .Tempe banyak dikonsumsi di
Indonesia, tetapi sekarang telah mendunia. Kaum vegetarian di seluruh dunia
banyak yang telah menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya
sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia.
Berbagai penelitian di sejumlah negara, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika
Serikat. Indonesia juga sekarang berusaha mengembangkan galur (strain) unggul
Rhizopus untuk menghasilkan tempe yang lebih cepat, berkualitas, atau
memperbaiki kandungan gizi tempe.

Terdapat berbagai metode pembuatan tempe. Teknik pembuatan tempe di


Indonesia secara umum terdiri dari tahapan perebusan, pengupasan, perendaman
dan pengasaman, pencucian, inokulasi dengan ragi, pembungkusan, dan
fermentasi menyebabkan senyawa-senyawa kompleks di dalam kedelai
terhidrolisis menjadi komponen zat yang jauh lebih mudah untuk dicerna tubuh
manusia. Kapang tempe, memegang peranan yang sangat penting dalam
pembentukan butir kedelai menjadi tempe yang padat. Rhizopus oligosporus
(kapang tempe) menghasilkan enzim pencernaan selama proses fermentasi
berlangsung, itulah yang membuat tempe lebih nyaman di lambung

Tempe juga memiliki kandungan yang cukup tinggi, 100 gr mengandung


serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Kandungan antibiotika dan
antioksidan di dalamnya dapat menyembuhkan infeksi serta mencegah penyakit
degeneratif. Dalam 100 gram tempe mengandung protein 20,8 gram, lemak 8,8
gram, serat 1,4 gram, kalsium 155 miligram, fosfor 326 miligram, zat besi 4
miligram, vitamin B1 0,19 miligram, karoten 34 mikrogram sehingga cocok
dijadikan menu harian. Selain itu, baik dikonsumsi oleh anak-anak untuk
mengoptimalkan pertumbuhan atau menjaga fungsi organ tubuh bagi orang
dewasa. Namun agar semua nutrisi tempe dapat bermanfaat dan berkhasiat bagi
tubuh, maka masaklah tempe dengan cara direbus, dibacem, disemur atau sebagai
campuran sayur sup. Jika tempe dimasak dengan digoreng maka akan
menghilangkan berbagai kandungan nutrisi di dalamnya.

Untuk membangun usaha pembuatan tempe langkah pertama adalah


menganalisis dengan analisis SWOT. Terdapat dua faktor yaitu faktor internal dan
faktor eksternal. Faktor internalnya yaitu kekuatan dan kelemahan sedangkan
faktor eksternalnya yaitu peluang dan ancaman. Analisis kekuatan yang dimiliki
tempe ini menurut kami adalah pembuatan tempe dan inovasi produk yang relatif
mudah contohnya seperti keripik tempe, nugget tempe, es krim tempe dan lain-
lain. Tempe juga merupakan masakan khas Indonesia dan tergolong memiliki
nilai gizi yang baik karena bahan baku utamanya kedelai yang kandungan
proteinnya yang lebih tinggi dari daging. Sedangkan kelemahannya adalah
pembuatan tempe yang membutuhkan waktu cukup lama ±4 hari, bahan baku
tempe (kedelai) yang masih diimpor, kurangnya SDM dalam perusahaan yang
akan kami bentuk dan sedikit sekali hak paten tentang tempe. Namun kami
berencana melakukan training kepada SDM (sumber daya manusia) kami
seoptimal mungkin.

Peluang membuka usaha ini adalah karena penikmat tempe yang cukup
banyak serta pemasaran tempe yang tidak terlalu sulit dikarenakan semua
masyarakat telah mengenal tempe. Selain peluang ada juga ancaman yang dapat
mengganggu keberlangsungan usaha ini yang telah kami analisis, yaitu apabila
bahan baku utama krisis pembuatan tempe akan terhambat, kenaikan harga bahan
baku berdampak pada kenaikan produk, berbagai isu pencemaran makanan oleh
non-BTP contohnya isu tempe dengan pewarna tekstil yang bertujuan untuk
mempercepat waktu fermentasi tempe menjadi semalam saja dan membuat warna
tempe menjadi lebih cerah dan hak paten tempe dapat diklaim oleh negara lain.

Dengan menggabungkan strategi antara kekuatan dan peluang, kekuatan


dan ancaman, kelemahan dengan peluang, dan kelemahan dan ancaman kami
berharap usaha ini dapat berlangsung dengan baik. Strategi antara kekuatan dan
peluang adalah menjadikan tempe sebagai trend kudapan sehat (S1, S3: O1) dan
pendistribusian keluar daerah (S2:S3). Kebanyakan kudapan adalah junk food,
karena tempe merupakan makanan bergizi dan cukup banyak peminatnya. Strategi
kelemahan dan peluang adalah karyawan diberi training agar konsumen tidak
kecewa dan menjadi loyal (W3: O1) lamanya pembuatan tempe membutuhkan
stok kedelai lebih banyak dari pemasok (W1,W3: O2). Sedangkan dari kekuatan
dan ancaman menciptakan strategi untuk tetap mempertahankan kualitas dan
harga terjangkau (S2,S3:T1:T2). Strategi tersulit adalah antara ancaman dan
kelemahan, untuk selalu mendapat kepercayaan dari konsumen kami harus
mendapatkan beberapa label bahwa kami bersih dari bahan bahan berbahaya yaitu
dengan memperoleh P-IRT dari dinas kesehatan dan sertifikat halal dari MUI
(W1:T3) dan strategi selanjutnya adalah membuat hak paten tentang tempe di
Indonesia (W4:T4) karena makanan khas Indonesia ini dapat di ambil alih oleh
negara lain sebagai contoh negara Amerika serikat yang telah mempunyai 35 hak
paten tentang tempe.

Inovasi dari tempe yang akan menjadi produk kami adalah “Tempe
Lapis Saus Asam Manis”. Tempe ini berbentuk bulat dengan ketebalan ± 0.8 cm
dan diisi dengan nasi ayam pedas yang dicetak mengikuti bentuk tempe dengan
ketebalan ± 0.5 cm. selanjutnya dibalut dengan bungkus risol dan ditambah saos
asam manis. Tempe lapis saus asam manis ini dapat dinikmati masyarakat usia 6
tahun sampai 55 tahun. Tempe lapis saus asam manis ini juga memerlukan
beberapa bahan baku dan bahan tambahan, berikut adalah bahan-bahan yang
diperlukan serta cara pembuatannya.

1. Bahan
a. Bahan utama (2 porsi)
 250 g tempe
b. Bahan isian (2 porsi)
 50 g nasi ketan
 25 g ayam suwir
 5 g bawang merah halus
 Garam secukupnya
 Gula secukupnya
 10 g keju
 Cabai bubuk secukupnya

c. Bahan saus asam manis (2 porsi)


 10 g bawang bombai cincang halus
 2 sendok makan kacang polong
 2 sendok teh tepung kanji larutkan dengan sedikit air
 3 sendok makan saus tomat
 1 sendok teh gula pasir
 2 sendok makan saus cabai
 1 sendok teh garam
 1 siung bawang putih cincang halus
 15 g nanas potong kecil

d. Bahan Pembungkus tempe


 2 sendok makan margarin
 4 sendok makan tepung terigu
 Garam secukupnya
 Gula secukupnya
 1 butir telur
 200 ml susu cair
 Tepung roti
2. Cara membuat
a. Cara membuat pembungkus :
 campurkan tepung terigu dan susu cair hingga tepung homogen
 tambahkan telur, garam, gula, dan margarin
 aduk hingga merata

b. Cara membuat saus asam manis: 


 tumis bawang putih dan bawang bombai hingga harum
 masukkan saus sambal, saus tomat, gula pasir, garam dan larutan kanji
 masak hingga kuah kental
 tambahkan potongan nanas segar

c. Cara membuat tempe lapis saus asam manis


 tempe dipotong horizontal menjadi 4
 tempe direbus bumbu kuning
 cetak isian yang telah dibuat
 siapkan tempe
 taruh isian di atas tempe
 tutup dengan tempe
 balut dengan pembungkus
 lumuri telur kemudian tepung roti
 goreng
 sajikan ditemani saus asam manis

Teknologi yang dipakai untuk pengolahan tempe ini adalah deep fat frying
yang berfungsi menggoreng olahan tempe secara cepat dan tidak merusak warna
tempe tersbut. Selanjutnya tempe yang sudah jadi akan disajikan di piring, jika
konsumen ingin menikamati tempe tersubut di restoran kami. Sementara jika
konsumen ingin membawa pulang, tempe tersebut akan dikemas dengan kotak
yang dilapisi plastik. Pada kotak akan diberi cap label nama restoran kami.
Kami akan memasarkan produk ini dekat dengan sekolah ataupun
perkantoran yang banyak dikunjungi orang-orang. Sistem pemasaran yang kami
gunakan adalah dengan cara pemasaran langsung, serta dengan member informasi
menggunakan media online atau brosur.
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat kita ketahui bahwa analisis SWOT sangat
berpengaruh terhadap usaha yang kita kembangkan. Antara kekuatan, kelemahan,
peluang, dan ancaman dapat menciptakan strategi yang baik agar suatu usaha
yang sedang dikelola dapat bertahan dan tidak gulung tikar. Tempe merupakan
makanan khas Indonesia yang dapat diinovasikan sedemikian rupa dan hampir
semua orang di Indonesia menyukai tempe dalam menu sehari-hari mereka
menjangkau kalangan atas dan kalangan bawah.

4.2 Saran
Untuk membangun suatu usaha diperlukan strategi. Salah satu caranya
adalah dengan analisis SWOT.
DAFTAR PUSTAKA

http//www.AnalisisSWOT-Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm


(02 Oktober 2013)
http//www.Tempe-Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm (02
Oktober 2013)
http://khameswara.com/2013/04/hak-paten.html ( 02 Oktober 2013)