Anda di halaman 1dari 8

PENGARUH MATERI DAN METODE PELATIHAN TERHADAP KINERJA

KARYAWAN
(Studi pada Karyawan Kantor Pusat PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Surabaya)

Leni Martina Jonet


Mochamad Djudi Mukzam
Fakultas Ilmu Administrasi
Universitas Brawijaya
Malang
E-mail: lenimartina15@yahoo.com

ABSTRACT

This research aims to know the significant effect training between materials and methods on the
performance of head office employees of PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) located in of Surabaya citu
of East Java Province. Type of research used in this research is quantitative research and the nature of this
study is explanatory research.The population of employees included in this study were 351 people are then
taken as many as 78 samples. This research, in taking samples using proportionate stratified random
sampling technique, namely by selecting a sample when the population has members who are not
homogeneous and stratified proportionally. Data collection techniques used were interviews,
questionnaires, and documentation. The data in this study were analyzed by multiple linear regression with
the help of SPSS 20.0 for windows software.The results in this study are training materials, and training
methods significantly affect the performance of employees of PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)
Surabaya. According t test result, the most influential variable on employee performance of PT Pelabuhan
Indonesia III (Persero) Surabaya is variable Training Method.

Keyword: Training Material, Training Method, and On Job Performance Employee

ANSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan antara materi dan metode pelatihan terhadap
kinerja karyawan kantor pusat PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) yang terletak di kota Surabaya Provinsi
Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan sifat dari
penelitian ini adalah penelitian eksplanatori. Populasi karayawan yang terdapat dalam penelitian ini yaitu
sebanyak 351 orang yang kemudian di ambil sampel sebanyak 78 orang. Penelitian ini dalam mengambil
sampel menggunakan teknik proportionate stratified random sampling, yaitu dengan memilih sample
apabila populasi mempunyai anggota yang tidak homogen dan berstrata secara proposional. Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, kuisioner, dan dokumentasi. Data dalam penelitian
ini dianalisis dengan regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS 20.0 for windows. Hasil dalam
penelitian ini yaitu materi pelatihan dan metode pelatihan secara signifikan mempengaruhi kinerja karyawan
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Surabaya. Menurut hasil uji t, pada penelitian ini variabel yang paling
berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Surabaya adalah variabel
Metode Pelatihan.

Kata Kunci: Metode Pelatihan, Materi Pelatihan dan Kinerja Karyawan

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)| Vol. 54 No. 1 Januari 2018| 215


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
PEDAHULUAN karyawannya dalam meningkatkan kinerjanya
Perusahaan merupakan suatu sistem dimana yaitu dengan mengadakan program pelatihan.
terdapat berbagai elemen yang memiliki peran Pelatihan merupakan salah satu kegiatan yang
yang berbeda dalam sebuah perusahaan. Elemen- penting bagi karyawan baru maupun karyawan
elemen tersebut saling berinteraksi sesuai dengan lama dalam memperbaiki, mengembangkan, dan
kebutuhannya masing-masing untuk mencapai meningkatkan kesiapan karyawan untuk
tujuan perusahaan. Salah satu dari elemen tersebut melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang
yaitu sumber daya manusia/karyawan yang dimilikinya. Secara umum, pelatihan merupakan
merupakan elemen utama dalam perusahaan. pengembangan sumber daya manusia untuk
Dalam mencapai tujuan perusahaan, sumber daya meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan
manusia memiliki potensi yang besar karena kertampilan, serta meningkatkan kinerja karyawan
sumber daya manusia memiliki kemampuan, fisik, sesuai tugas dan tanggung jawab yang
pengetahuan, ketrampilan, serta pengalaman dimilikinya. Perusahaan perlu untuk mengadakan
hidup. Sumber daya manusia juga sangat program pelatihan, karena melalui pelatihan akan
berpengaruh terhadap peningkatan kualitas menjamin tersedianya tenaga kerja dalam
perusahaan di dalam visi dan misi perusahaan perusahaan yang memiliki keahlian, terlatih, dan
seperti; berguna dalam penguasaan teknologi, terdidik dengan begitu para karyawan akan dapat
menggunakan modal, mengatur dana, dan menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya tidak
menghasilkan produk yang berkualitas. Dengan bisa dilakukannya serta dapat bekerja secara
kata lain, sumber daya manusia/karyawan lebih efektif, sehingga kinerja karyawan meningkat.
berperan dalam melaksanakan fungsi manajerial Atau lebih singkatnya perusahaan perlu untuk
(menggerakan) sumber daya lainnya dan mengadakan program pelatihan karena perusahaan
membantu seluruh kegiatan yang ada di dalam harus mengatasi tuntutan-tuntutan baru yang akan
perusahaan dengan cara yang penting. terjadi di dalam perusahaan , baik secara
Perusahaan memiliki berbagai macam tujuan teknologi, pengetahuan maupun keterampilan.
dalam melakukan setiap kegiatan di dalamnya, Selain pelatihan, untuk menjawab berhasil
salah satunya adalah untuk mendapatkan tidaknya perusahaan mencapai tujuan yang telah
keuntungan yang besar sehingga dapat membantu ditetapkan, kinerja juga merupakan hal yang
mensejaterakan karyawan dan mengembangkan penting bagi suatu perusahaan. Karena kinerja
perusahaan agar mampu mempertahankan merupakan hasil kerja secara kualitas dan
kelangsungan hidup perusahaan. Karena untuk kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai
mempertahankan kelangsungan hidupnya, akan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan
banyak tantangan yang dihadapi oleh perusahaan, tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Salah
misalnya perkembangan teknologi, perubahan tren satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja
dan pesaing. Karyawan yang berkualitas akan karyawan yaitu pelatihan kerja. Apabila kinerja
dapat membantu perusahaan, maka perusahaan karyawan tidak dikembangkan, diperbaiki, dan
akan lebih membantu untuk mempertahankan diri. dipersiakan akan berdampak bagi terjaminnya
Dengan kata lain, apabila seorang karyawan kelangsungan hidup perusahaan. Maka dapat
kurang memadai dari segi kualitas, maka tujuan dikatakan bahwa antara pelatihan dan kinerja
yang telah ditetapkan oleh perusahaan akan sulit saling berhubungan dalam sebuah perusahaan.
untuk dapat dicapai. PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau
Karyawan di dalam suatu organisasi atau lebih dikenal dengan sebutan Pelindo III
perusahaan tidak hanya merupakan unsur produksi merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara
dalam menjalankan suatu perusahaan, tetapi juga (BUMN) yang bergerak dalam jasa layanan
unsur investasi masa depan. Melihat peran operator terminal pelabuhan. Saat ini, PT
karyawan yang sangat penting bagi perusahaan, Pelabuhan Indonesia III (Persero) mengelola 43
maka perusahaan perlu selalu meningkatkan pelabuhan dengan 17 kantor cabang yang tersebar
kualitas karyawan dan mengembangkan di tujuh propinsi di Indonesia. Keberadaan PT
karyawan. Perusahaan dalam meningkatkan Pelabuhan Indonesia III (Persero) tak lepas dari
kualitas dan mengembangkan karyawan, dapat wilayah Indonesia yang terbentuk atas jajaran
dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya pulau-pulau dari Sabang sampai Merauke.
seperti memberikan perhatian lebih kepada Pelayanan terbaik dan maksimal merupakan
karyawan melalui sesuatu yang dapat komitmen Pelindo 3 untuk menjaga kelancaran
meningkatkan kinerja karyawan. Salah satu hal arus logistik nasional.
yang dapat diberikan oleh perusahaan kepada
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)| Vol. 54 No. 1 Januari 2018| 216
administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) juga mengatakan bahwa, “Pelatihan adalah
memiliki beberapa anak perusahaan dan pengembangan keterampilan, baik keterampilan
perusahaan afiliasi yang turut serta mendukung teknik maupun non teknik yang mampu
kinerja dari perusahaan. Dimana perusahaan- menjadikan seseorang menjadi terampil dalam
perusahaan tersebut turut memberikan peran untuk bidang tertentu yang diinginkan dan mengerti tata
mencapai tujuan dan visi misi perusahaan. Dari cara dan peraturan kerja, keselamatan kerja serta
penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa PT diselenggarakan dalam waktu yang singkat dan
Pelabuhan Indonesia III (Persero) merupakan lebih mengutamakan praktek daripada teori”.
perusahaan besar, yang dalam kegiatannya Handoko (2010:104), menyatakan bahwa,
diperlukan sumber daya manusia yang tepat dan “Pelatihan dimaksudkan untuk memperbaiki
berkualitas, terutama pada Kantor Pusat. Tentunya penguasaan berbagai keterampilan dan teknik
karena dalam kantor pusat sulit untuk mengatur pelaksanaan pekerjaan tertentu, terperinci dan
perusahaan yang memiliki sumber daya manusia rutin”. Berdasarkan beberapa pendapat mengenai
dan usaha yang banyak. Maka, ketika diperlukan pelatihan di atas, dapat disimpukan bahwa,
karyawan yang dapat menjalankan perusahaan pelatihan merupakan suatu kegiatan yang dibuat
besar dengan baik, diperlukan pula kegiatan yang oleh perusahaan untuk karyawan yang bertujuan
dapat mendorong sumber daya manusia/karyawan untuk meningkatkan dan memperbaiki sikap,
menjadi lebih berkualitas. tingkah laku, keterampilan, kemampuan dan
Sebagai perusahaan yang besar, PT Pelabuhan pengetahuan karyawan yang menyangkut tugas
Indonesia III (Persero) tentunya memiliki cara dan tanggung jawab yang dimiliknya. Selain itu,
yang baik dalam cara mengelola sumber daya pelatihan juga dapat membantu mengarahkan
manusia dengan cara memberikan program karyawan dalam melakukan pekerjaan sesuai
pelatihan. Dalam pengelolaan PT Pelabuhan dengan tugasnya. Sehingga dapat membantu
Indonesia III (Persero), terdapat berbagai macam karyawan untuk melakukan pekerjaannya lebih
bentuk pelatihan yang diadakan PT Pelabuhan baik lagi.
Indonesia III (Persero) dalam rangka lebih
memajukan perusahaannya. PT Pelabuhan Proses Pelaksanaan Pelatihan
Indonesia III (Persero) melaksanakan 3 (tiga) Dalam implementasinya pada sebuah
pelatihan pada Kantor Pusat yaitu In-house perusahaan, pelatihan merupakan hal yang penting
training, Ex-house training, dan Pendidikan S2 karena membantu karyawan dalam memperbaiki
Luar Negeri. Penulis memilih melaksanakan kemampuan dan pengetahuan yang dimilikinya
penelitian di kantor pusat PT Pelabuhan Indonesia dan berpengaruh terhadap keberhasilan
III (Persero), alasannya karena dalam satu tahun pekerjaannya. Tetapi dalam implementasinya,
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) pelatihan juga dapat tidak berpengaruh terhadap
menyelenggarakan banyak pelatihan baik dari in- pekerjaan karyawan, karena pelatihan yang ada
house training maupun ex-house training yang dipengaruhi hal-hal yang kurang sesuai. Oleh
diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai karena itu, terdapat banyak hal yang perlu
direktorat yang ada di Kantor Pusat PT Pelabuhan diperhatikan oleh pihak penyelenggara agar
Indonesia (Persero) serta di ikuti pula oleh program pelatihan sesuai dengan kebutuhan
karyawan yang berasal dari berbagai cabang yang karyawan dalam melakukan tugas dan tanggung
dimiliki oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero). jawab yang dimiliki. Hal tersebut dilakukan untuk
Dari alasan tersebut membuat peneliti tertarik menghindari adanya ketidaksesuaian program
untuk mengambil judul “Pengaruh Materi dan pelatihan yang diberikan dengan pekerjaan yang
Metode Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan dimiliki peserta pelatihan, perusahaan harus
(Studi pada Karayawan Kantor Pusat PT mempersiapkan dan memperhatikan program
Pelabuhan Indonesia III (Persero) Surabaya)”. pelatihan agar sesuai dengan yang dibutuhkan.
Melaksanakan atau membuat kegiatan
KAJIAN PUSTAKA pelatihan, terdapat beberapa hal yang harus
Pelatihan dilakukan agar kegiatan pelatihan menjadi efektif.
Agusta dan Suwanto (2013:1), menyatakan Hariandja (2002:174) menyatakan bahwa, terdapat
bahwa, “Pelatihan adalah proses mengajarkan 4 (empat) proses yang harus dilakukan dalam
karyawan baru atau yang ada sekarang, upaya mengembangkan pelatihan yang efektif,
keterampilan dasar yang mereka butuhkan untuk yaitu:
menjalankan pekerjaan mereka”. Sedangkan a. “Menganalisa kebutuhan pelatihan
Torrington dalam Priyono dan Marnis (2008:112) organisasi
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)| Vol. 54 No. 1 Januari 2018| 217
administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
b. Menentukan sasaran dan materi program pengukuran seberapa baik
pelatihan penyelesaiannya.
c. Menentukan metode pelatihan dan prinsip- 2. Kuantitas, yaitu jumlah yang harus
prinsip belajar yang digunakan diselesaikan atau dicapai. Dalam
d. Mengevaluasi program pelatihan” pengukuran kuantitatif melibatkan
perhitungan keluaran dari proses atau
Kinerja pelaksanaan kegiatan
Setiap individu atau organisasi tentu 3. Ketepatan waktu, yaitu sesuai tidaknya
memiliki tujuan yang akan dicapai dengan dengan waktu yang direncanakan.
menetapkan target atau sasaran. Keberhasilan
suatu individu atau organisasi dalam mencapai Hipotesis
target atau sasaran tersebut dapat dikatakan Saworno (2006:26) mengatakan bahwa,
sebagai kinerja. Kinerja merupakan hal yang “Hipotesis merupakan jawaban sementara dari
penting dalam berjalannya suatu perusahaan. persoalan yang kita teliti”. Dari pengertian di atas,
Karena kinerja yang memiliki peran penting dapat diambil kesimpulan bahwa jawaban
dalam kelansungan hidup perusahaan. sementara belum merupakan jawaban akhir dan
Mangkunegara (2002:67) mengatakan bahwa, masih perlu dilakukan pembuktian. Hipotesis
“Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan dikatakan jawaban sementara karena jawaban baru
kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai didasarkan pada teori dan belum berdasarkan pada
dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan fakta-fakta yang ada di lapangan dan belum
tanggung jawab yang diberikan kepadanya”. diperoleh dari pengumpulan data. Berikut ini
Simanjuntak (2005:1) mengatakan bahwa, merupakan model hipotesis yang digunakan dalam
“Kinerja adalah tingkat pencapaian hasil atas penelitian ini, yaitu:
pelaksanaan tugas-tugas tertentu”. Sedangkan
Samsudin dalam (Rahadi, 2010:1) mengatakan
“Kinerja adalah tingkat pelaksanaan tugas yang Materi Pelatihan (X1)
dapat dicapai seseorang, unit atau divisi dengan
menggunakan kemampuan yang ada dan batasan- Kinerja Karyawan (Y)
batasan yang telah ditetapkan untuk mencapai
Metode Pelatihan (X2)
tujuan organisasi/perusahaan”. Adapun Rivai
dalam Rahadi (2010:4), mendefinisikan “Kinerja
adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang Gambar 1. Model Hipotesis
secara keseluruhan selama periode tertentu di
dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan Keterangan:
berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, = Pengaruh variabel X1 secara
target atau sasaran atau kriteria yang telah simultan terhadap Y
ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati = Pengaruh variabel X2 secara
bersama”. Berdasarkan definisi-definisi di atas parsial terhadap Y
dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil Berdasarkan model konsep dan hipotesis
secara keseluruhan yang dapat dicapai dengan pengaruh pelatihan terhadap kinerja di atas, maka
menggunakan kemampuan yang ada dan batasan- dapat dijelaskan dalam hipotesis berdasarkan pada
batasan yang telah ditetapkan dalam suatu kajian teoritis yang telah dilakukan sebagai
perusahaan sesuai dengan kesepakatan bersama. berikut:
a. Diduga terdapat pengaruh yang
Indikator Kinerja signifikan antara materi pelatihan dan
Dalam sebuah kinerja, terdapat beberapa hal metode pelatihan secara simultan
yang menjadi tolok ukur untuk mengukur kinerja terhadap kinerja karyawan.
karyawan. Darma (2003:355) menyatakan bahwa b. Diduga terdapat pengaruh yang
terdapat beberapa indikator yang dapat digunakan signifikan antara materi pelatihan dan
untuk mengukur kinerja karyawan secara individu metode pelatihan secara parsial
adalah sebagai berikut: terhadap kinerja karyawan.
1. Kualitas, yaitu mutu yang harus
dihasilkan (baik tidaknya). Pengukuran
kualitatif keluaran mencerminkan

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)| Vol. 54 No. 1 Januari 2018| 218


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
METODE PENELITIAN HASIL DAN PEMBAHASAN
Jenis Penelitian a. Analisis Regresi Linier Berganda
Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk a) Persamaan Regresi
mengetahui bagaimana pengaruh materi dan Persamaan regresi digunakan mengetahui
metode pelatihan terhadap kinerja karyawan, bentuk hubungan antara variabel bebas dengan
maka jenis penelitian yang digunakan dalam variabel terikat. Dengan menggunakan bantuan
penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Jenis SPSS for Windows ver 20.00 didapat model
penelitian kuantitatif karena data yang digunakan regresi, akan didapatkan nilai hasil regresi seperti
digunakan dalam penelitian ini, akan menganalisis pada tabel 1 dibawah ini:
bagaimana hubungan antar variabel yang akan
dinyatakan dengan angka. Adapun sifat dari Tabel 1: Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
penelitian ini adalah penelitian eksplanatori Unstandardized Standardize
Variabel Coefficients Coefficients
(eksplanatory research). Umar (1999:83) t Sig.
Bebas
menyatakan bahwa, “Eksplanatori (explanatory B Std. Error Beta
research) adalah penelitian yang bertujuan untuk (Constant) 5,559 5,774 0,963 0,339
menganalisis hubungan-hubungan antara satu X1 0,853 0,203 0,384 4,209 0,000
variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana X2 1,293 0,249 0,473 5,185 0,000
suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya”. Sumber : Data primer diolah, 2017
Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan
dijelaskan bagaimana pengaruh materi dan metode Adapun persamaan regresi yang didapatkan
pelatihan terhadap kinerja karyawan yang terdapat berdasarkan tabel 13 di atas adalah sebagai
pada kantor pusat PT Pelabuhan Indonesia III berikut:
(Persero). Y = b0 + b1X1 + b2X2 + e
Teknik Pengumpulan Data Y = 5,559 + 0,853 X1 + 1,293 X2
Teknik pengumpulan data yang dilakukan
dalam penelitian ini, yaitu dengan cara: Dari persamaan di atas dapat
a. Wawancara, yaitu dialog atau tanya jawab diinterpretasikan sebagai berikut:
yang dilakukan dengan pihak perusahaan
 b1 = 0,853 , artinya Kinerja Karyawan akan
secara langsung untuk memperoleh data
meningkat sebesar 0,853 satuan untuk setiap
mengenai hal-hal yang berkaitan dengan
tambahan satu satuan X1 (Materi Pelatihan).
masalah yang sedang diteliti. Dalam
Jadi apabila Materi Pelatihan mengalami
penelitian ini wawancara, dilakukan dengan
peningkatan 1 satuan, maka Kinerja Karyawan
pihak perusahaan untuk mendapatkan data-
akan meningkat sebesar 0,853 satuan dengan
data yang dibutuhkan oleh peneliti.
asumsi variabel yang lainnya dianggap
b. Kuesioner, yaitu cara pengumpulan data yang
konstan.
dilakukan dengan cara memberikan
 b2 = 1,293, artinya Kinerja Karyawan akan
pertanyaan atau pernyataan tertulis kepadan
meningkat sebesar 1,293 satuan untuk setiap
responden. Bentuk kuesioner dengan
tambahan satu satuan X2 (Metode Pelatihan),
memberikan responden pertanyaan atau
Jadi apabila Metode Pelatihan mengalami
pernyataan yang didalamnya terdapat
peningkatan 1 satuan, maka Kinerja Karyawan
alternatif pilihan jawaban dan menetapkan
akan meningkat sebesar 1,293 satuan dengan
skor dengan menggunakan skala likert.
asumsi variabel yang lainnya dianggap
c. Dokumentasi, yaitu dilakukan dengan cara
konstan.
mengumpulkan data dan mempelajari data-
Berdasarkan interpretasi persamaan di atas,
data pendukung berupa sejarah singkat
dapat diketahui bahwa apabila Materi Pelatihan
perusahaan, struktur organisasi, pelaksanaan
dan Metode Pelatihan meningkat maka akan
program pelatihan, dan beberapa data lain
diikuti peningkatan Kinerja Karyawan.
yang dianggap dapat mendukung penelitian
yang dilakukan dan diperoleh secara langsung
b) Koefisien Determinasi (R2)
dari PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).
Untuk mengetahui besar kontribusi variabel
bebas (Materi Pelatihan (X1) dan Metode
Pelatihan (X2)) terhadap variabel terikat (Kinerja

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)| Vol. 54 No. 1 Januari 2018| 219


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
Karyawan) digunakan nilai R2, nilai R2 seperti dipengaruhi secara signifikan oleh variabel bebas
dalam tabel dibawah ini: (Materi Pelatihan (X1), Metode Pelatihan (X2)).
b) Hipotersis II (t test/Parsial)
Tabel 2: Koefisien Korelasi dan Determinasi t test digunakan untuk mengetahui apakah
b
Model Summaryb
Model Summary masing-masing variabel bebas secara parsial
Adjusted Std.Adjus
Error ofted Durbin-
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
Std. Error of Durbin-
Model
Model R RR Square R RSquare
Square theREstimate
Square Watson
the Es tim ate variabel
Watsonterikat. Dapat juga dikatakan jika t hitung
11 .761 a .761.580a .569
.580 5.08124
.569 2.024
5.08124 > t tabel2.024
atau -t hitung < -t tabel maka hasilnya
a. Predictors:
a. Predictors
(Constant), X2, X1tant), X2, X1
: (Cons signifikan dan berarti H0 ditolak dan H1 diterima.
b. Dependent
b. Dependent
Variable:Variable:
Y
Sedangkan jika t hitung < t tabel atau -t hitung > -t
Y
Sumber : Data primer diolah, 2017 tabel maka hasilnya tidak signifikan dan berarti H0
diterima dan H1 ditolak. Hasil dari uji t dapat
Koefisien determinasi digunakan untuk dilihat pada tabel 16 dibawah ini:
menghitung besarnya pengaruh atau kontribusi
variabel bebas terhadap variabel terikat. Dari Tabel 4: Hasil Uji t / Parsial
Variabel Varaibel t t
analisis pada tabel 2 diperoleh hasil adjusted R 2 Terikat bebas hitung tabel
Sig. Keterangan
(koefisien determinasi) sebesar 0,569. Artinya Kinerja X1 4,209 1,992 0,000 Signifikan
bahwa 56,9% variabel Kinerja Karyawan akan Karyawan
dipengaruhi oleh variabel bebasnya, yaitu Materi (Y) X2 5,185 1,992 0,000 Signifikan
Pelatihan(X1) dan Metode Pelatihan (X2). Sumber: Data primer diolah, 2017
Sedangkan sisanya 43,1% variabel Kinerja
Karyawan akan dipengaruhi oleh variabel-variabel Berdasarkan tabel 4 diperoleh hasil sebagai
yang lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. berikut :
Selain koefisien determinasi, juga di dapat  t test antara X1 (Materi Pelatihan) dengan Y
koefisien korelasi yang menunjukkan besarnya (Kinerja Karyawan) menunjukkan t hitung =
hubungan antara variabel bebas yaitu Materi 4,209. Sedangkan t tabel (α = 0,05 ; db
Pelatihan dan Metode Pelatihan dengan variabel residual = 75) adalah sebesar 1,992. Karena t
Kinerja Karyawan, nilai R (koefisien korelasi) hitung > t tabel yaitu 4,209 > 1,992 atau nilai
sebesar 0.761, nilai korelasi ini menunjukkan sig t (0,000) < α = 0,05 maka pengaruh X1
bahwa hubungan antara variabel bebas yaitu (Materi Pelatihan) terhadap Kinerja
Materi Pelatihan (X1) dan Metode Pelatihan (X2) Karyawan adalah signifikan. Hal ini berarti
dengan Kinerja Karyawan termasuk dalam H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat
kategori kuat karena berada pada selang 0,6 – 0,8. disimpulkan bahwa Kinerja Karyawan dapat
dipengaruhi secara signifikan oleh Materi
b. Hasil Pengujian Hipotesis Pelatihan atau dengan meningkatkan Materi
a) Hipotesis I (F test / Serempak) Pelatihan maka Kinerja Karyawan akan
mengalami peningkatan secara nyata.
Tabel 3: Hasil Uji F/Serempak  t test antara X2 (Metode Pelatihan) dengan Y
Sum of Mean (Kinerja Karyawan) menunjukkan t hitung =
Model Df F Sig.
Squares Square 5,185. Sedangkan t tabel (α = 0,05 ; db
Regression 2670,919 2 1335,459 51,724 0,000 residual = 75) adalah sebesar 1,992. Karena t
Residual 1936,428 75 25,819 hitung > t tabel yaitu 5,185 > 1,992 atau nilai
Total 4607,346 77 sig t (0,000) < α = 0,05 maka pengaruh X2
Sumber: Data primer diolah, 2017 (Metode Pelatihan) terhadap Kinerja
Karyawan adalah signifikan pada alpha 5%.
Berdasarkan tabel 3 nilai F hitung sebesar Hal ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima
51,724. Sedangkan F tabel (α = 0.05 ; db regresi = sehingga dapat disimpulkan bahwa Kinerja
2 : db residual = 75) adalah sebesar 3,119. Karena Karyawan dapat dipengaruhi secara signifikan
F hitung > F tabel yaitu 51,724 > 3,119 atau nilai oleh Metode Pelatihan atau dengan
sig F (0,000) < α = 0.05 maka model analisis meningkatkan Metode Pelatihan maka
regresi adalah signifikan. Hal ini berarti H0 ditolak Kinerja Karyawan akan mengalami
dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan peningkatan secara nyata.
bahwa variabel terikat (Kinerja Karyawan) dapat Dari hasil keseluruhan dapat
disimpulkan bahwa variabel bebas

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)| Vol. 54 No. 1 Januari 2018| 220


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
mempunyai pengaruh yang signifikan Hasil dari penelitian ini menyatakan
terhadap Kinerja Karyawan secara simultan bahwa materi pelatihan dan metode
dan parsial. Dan dari sini dapat diketahui pelatihan memiliki pengaruh signifikan
bahwa kedua variabel bebas tersebut yang terhadap kinerja karyawan dapat dikatakan
paling dominan pengaruhnya terhadap bahwa variabel bebas mempunyai pengaruh
Kinerja Karyawan adalah Metode Pelatihan yang signifikan yaitu F hitung sebesar
karena memiliki nilai koefisien beta dan t 51,724. Sedangkan F tabel (α = 0,05 ; db
hitung paling besar. regresi = 2 : db residual = 75) adalah sebesar
3,119. Karena F hitung > F tabel yaitu
1. Pengaruh Materi Pelatihan terhadap Kinerja 51,724 > 3,119 atau nilai sig F (0,000) < α =
Karyawan 0,05 maka model analisis regresi adalah
Berdasarkan uji yang telah dilakukan signifikan. Hal ini berarti H0 ditolak dan H1
menunjukkan bahwa variabel materi diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa
pelatihan memiliki pengaruh yang signifikan variabel terikat (Kinerja Karyawan) dapat
terhadap kinerja karyawan yang didapatkan dipengaruhi secara signifikan oleh variabel
dijelaskan dari t test antara X1 (Materi bebas (Materi Pelatihan (X1), Metode
Pelatihan) dengan Y (Kinerja Karyawan) Pelatihan (X2).
menunjukkan t hitung = 4,209. Sedangkan t Dari keseluruhan analisis dapat
tabel (α = 0,05 ; db residual = 75) adalah disimpulkan bahwa Materi Pelaatihan (X1)
sebesar 1,992. Karena t hitung > t tabel yaitu dan Metode Pelatihan (X2) memiliki
4,209 > 1,992 atau nilai sig t (0,000) < α = pengaruh signifikan terhadap Kinerja
0,05 maka pengaruh X1 (Materi Pelatihan) Karyawan (Y) secara simultan dan parsial.
terhadap Kinerja Karyawan adalah
signifikan. Hal ini berarti H0 ditolak dan H1
diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa KESIMPULAN DAN SARAN
Kinerja Karyawan dapat dipengaruhi secara Kesimpulan
signifikan oleh Materi Pelatihan atau dengan Berdasarkan analisis data dan pembahasan
meningkatkan Materi Pelatihan maka hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan berikut
Kinerja Karyawan akan dapat mengalami ini:
peningkatan. 1. Berdasarkan hasil yang didapatkan bahwa
variabel Materi Pelatihan (X1), Metode
2. Pengaruh Metode Pelatihan terhadap Pelatihan (X2) memiliki pengaruh yang
Kinerja Karyawan signifikan secara simultan terhadap Kinerja
Berdasarkan uji yang telah dilakukan Karyawan (Y), sehingga dapat disimpulkan
menunjukkan bahwa variabel metode bahwa dengan selalu memperbaiki dan
pelatihan memiliki pengaruh yang signifikan mengembangkan Materi dan Metode
terhadap kinerja karyawan yang didapatkan Pelatihan mengikuti perkembangan yang
/dijelaskan dari t test antara X2 (Metode sudah ada, maka akan dapat meningkatkan
Pelatihan) dengan Y (Kinerja Karyawan) Kinerja Karyawan.
menunjukkan t hitung = 5,185. Sedangkan t 2. Berdasarkan pada hasil uji t secara parsial,
tabel (α = 0,05 ; db residual = 75) adalah didapatkan bahwa Materi Pelatihan dan
sebesar 1,992. Karena t hitung > t tabel yaitu Metode Pelatihan memberikan pengaruh yang
5,185 > 1,992 atau nilai sig t (0,000) < α = signfikan secara parsial terhadap Kinerja
0,05 maka pengaruh X2 (Metode Pelatihan) Karyawan.
terhadap Kinerja Karyawan adalah 3. Berdasarkan pada hasil uji t didapatkan
signifikan pada alpha 5%. Hal ini berarti H0 bahwa variabel Metode Pelatihan mempunyai
ditolak dan H1 diterima sehingga dapat nilai t hitung dan koefisien beta yang paling
disimpulkan bahwa Kinerja Karyawan dapat besar. Sehingga variabel Metode Pelatihan
dipengaruhi secara signifikan oleh Metode mempunyai pengaruh yang paling kuat
Pelatihan atau dengan meningkatkan dibandingkan dengan variabel yang lainnya
Metode Pelatihan maka Kinerja Karyawan maka variabel Metode Pelatihan mempunyai
akan dapat mengalami peningkatan. pengaruh yang dominan terhadap Kinerja
Karyawan.
3. Pengaruh Metode Pelatihan, Materi
Pelatihan terhadap Kinerja Karyawan
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)| Vol. 54 No. 1 Januari 2018| 221
administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
Saran Rahadi, Dr Dedi Rianto. 2010. Manajemen
Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti Kinerja Sumber Daya Manusia. Malang:
dapatkan, dapat dikemukakan beberapa saran yang Tunggal Mandiri.
diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan Simanajuntak, Payaaman J. 2001. Manajemen
maupun bagi pihak-pihak lain. Adapun saran yang Perkantoran Modern. Bandung: Mandar
diberikan, antara lain: Maju.
1. Melihat hasil deskriptif jawaban responden
menunjukkan bahwa responden dalam Umar, Husein. 2005. Metode Penelitian Untuk
kategori setuju yaitu dengan nilai variabel Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: PT Grafindo
materi pelatihan dengan jawaban rata-rata Persada.
sebesar 4,02, metode pelatihan dengan Dharma, Agus. 2003. Manajemen Supervisi.
jawaban rata-rata sebesar 3,91, serta kinerja Cetakan Kelima. Jakarta: Raja Grafindo.
karyawan dengan jawaban rata-rata sebesar
3,95. Hasil tersebut menunjukkan bahwa
ketiga variabel tersebut tergolong baik dalam
pelaksanaan perusahaan. Dari hasil tersebut
disarankan untuk lebih memperhatikan
metode pelatihan seperti mencari metode
pelatihan yang lebih tepat dan sesuai karena
dapat dihat dari ketiga variabel tersebut,
metode pelatihan menunjukkan rata-rata
paling rendah.
2. Mengingat variabel bebas dalam penelitian ini
merupakan hal yang sangat penting dalam
mempengaruhi Kinerja Karyawan diharapkan
hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai
acuan bagi peneliti selanjutnya untuk
mengembangkan penelitian ini dengan
mempertimbangkan variabel yang sudah
masuk dalam penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA
Hariandja, Marihot Tua Effendi. 2002.
Manajemen Summber Daya Manusia:
Pengadaan, Pengembangan,
Pengkompensasian, Peningkatan
Produktivitas Pegawai. Jakarta: Grasindo.
Handoko, T. Hani. 2010. Manajemen Personlia
dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta:
BPFEE-Yogyakarta.
Priyono dan Marnis, 2008. Manajemen Sumber
Daya Manusia. Sidoarjo:ZIFATAMA
PUBLISHER.
Mangkunegara, A. A. Anwar Prabu. 2002.
Manajemen Sumber Daya Manusia
Perusahaan. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Peneitian
Kuantitatif & Kualitatif. Yogyakarta: Graha
Ilmu.

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)| Vol. 54 No. 1 Januari 2018| 222


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id