Anda di halaman 1dari 13

Pengendalian dalam Starbucks

OLEH:

Ade Pratama (170420109)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

PRODI AKUNTANSI

UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

2019
A. Sejarah Singkat Starbucks Coffee

Starbucks adalah sebuah jaringan kedai kopi dari Amerika Serikat yang dikenal sebagai tempat
bersosialisasi terutama bagi masyarakat urban. Perusahaan ini berpusat di Seattle, Wasington. Starbucks
Coffee pertama kali dibuka pada 1971 di Seattle oleh Jerry Baldwin, Zev Siegel, dan Gordon Bowker.
Howard Schultz bergabung dengan perusahaan ini pada tahun 1982. Beberapa saat setelah pemilik
aslinya membeli Peet’s Coffee and Tea, Starbucks dijual kepada Howard Schultz yang kemudian
mengganti nama II Giornale dengan nama Starbucks pada tahun 1987. Nama Starbucks diambil darisalah
satu karakter dalam novel Moby Dick dengan logonya yang berupa putri duyung berekor dua yang biasa
disebut Siren. Schultz kemudian mengubah Starbucks menjadi bar espresso dengan gaya Italia.

Berawal dari empat gerai kecil di Seatlle, Starbucks kini telah tumbuh dan berkembang menjadi
sebuah perusahan dengan lebih 1600 gerai di dunia dan sampai hari ini masih terus berkembang
membuka gerai baru. Starbucks pertama kali membuka gerai di luar Amerika Utara adalah di Tokyo,
Jepang yang dibuka pada tahun 1996.

Starbucks coffee merupakan perusahaan yang pada dasarnya bergerak dalam bidang coffee retail,
dimana mereka membeli dan memanggang secara utuh biji kopi berkualitas tinggi dan menjualnya
melalui aneka lini produk minuman espresso ala Italia yang segar dan bercita rasa tinggi. Starbucks
Coffee juga menyediakan berbagai makanan ringan berua kue kering dan basah, peralatan dan aksesori
yang berkaitan dengan minum kopi, serta permen dan gula-gula.

Tujuan perusahaan secara umum adalah untuk menempatkan Starbucks sebagai merek dalam
pasar coffee bars yang paling terkenal. Ketika Howard Schultz memegang jabatan tertinggi sebagai
Direktur operasional ritel dan marketing. Starbucks mengembangkan budaya menkmati hidangan kopi di
coffe bar. Budaya ini diadopsi oleh Schultz dari bar – bar kecil yang menyediakan hidangan kopi dan teh
di Milan, Italia. Eksperimen ini pada akhirnya menjadi ciri khas perusahaan dalam mendistribusikan
pelayanannya.

Tidak hanya berdiri sendiri sebagai kedai kopi, tetapi Starbucks juga membuka kedai kopi di
tempat – tempat yang cukup strategis seperti di bandara, mall maupun hotel berbintang. Hingga saat ini
(2014) total kedai Starbucks Coffee yang tersebar di seluruh dunia telah mencapai 20.100. Dari jumlah
tersebut 11.500 kedai terdapat di Amerika Serikat, sisanya tersebar di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Di Indonesia, PT Sari Coffee Indonesia (anak perusahaan PT Mitra Adi Perkasa) merupakan
pemegang lisensi Starbucks Coffee International, dengan membuka coffee shop pertama Starbucks di

2
Jakarta pada tanggal 17 Mei 2002, berlokasi di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat. PT Sari Coffee Indonesia
merupakan pemegang hak tunggal untuk memperkenalkan dan memasarkan Starbucks di Indonesia.

Lisensi Starbucks yang dipegang PT Sari Coffee Indonesia dapat dicabut oleh licensor apabila
tidak memenuhi persyaratan yang tertera pada kontrak yang menyangkut hal pendirian dan pengelolaan.
Syarat – syarat tersebut meliputi standarisasi kualitas produk, pelayanan, kebersihan, penempatan lokasi
(coffee shop harus berada di pojok), desain ruangan, peralatan yang digunakan, strategi pemasaran,
laporan keuangan dan pelatihan pegawai-pegawai yang bekerja di Sarbucks, khusus untuk bahan dasar
yang digunakan dalam semua produk Starbucks dan perlengkapan outlet dari kursi, meja, hingga ornamen
– ornamen di dinding di impor langsung dari Amerika. Bahan dasar yang tidak di impor hanya susu dan
air.

B. Visi dan Misi Starbucks Coffee

Sebagai perusahaan penjual kopi berkelas dunia. Starbucks mengutamakan pelayanan demi
kenyamanan pelanggannya serta menciptakan komunikasi yang efektif antara semua partner dan customer
(pelanggan). Menjadi “third place” bagi para pelanggan merupakan salah satu visi dan misi Starbucks
Coffee. Perusahaan menginginkan kedai kopinya sebagai tempat ketiga bagi seluruh pelanggannya
setelah rumah dan kantor mereka.

Para partners (sebutan untuk barista yang bekerja di Starbucks) harus dapat menciptakan
komunikasi yang efektif dengan para pelanggan maupun dengan para patner lainnya, menghargai
perbedaan yang ada di dalam masing-masing individu, tanpa membeda – bedakannya. Sehingga setiap
pelanggan yang datang ke dalam Starbucks Coffee dapat merasakan atmosfir rumah ketiga

Starbucks Coffee memiliki Visi dan Misi dalam menjalankan aktivitas melayani pelanggannya
agar selalu dapat memuaskan keinginan para pelanggannya. Berikut Visi dan Misi Starbucks Coffee :

Visi :

1) Membangun nilai dasar perusahaan sebagai perusahaan yang hanya menggunaan bahan
dan menghasilkan yang terbaik.
2) Menciptakan image yang cemerlang yang melekat didalam pikiran pelanggan.
3) Membentuk Starbucks sebagai suatu merek yang terkenal, walaupun orang tidak
mengetahui secara jelas bidang usaha yang dijalankan, tetapi masyarakat merasa familiar
dengan merek Starucks.

3
4) Menjadikan Starbucks sebagai merek terkenal dan dihargai.
5) Menjadiakn nomor satu atau diatas brand lainnya dalam jangka waktu tak terbatas.

Misi :

1) Memahami tentang masalah lingkungan hidup dan berbagai informasi dengan mitra
usaha.
2) Menciptakan solusi yang inovatif dan fleksibel dalam menghadapi perubahan.
3) Bekerja keras untuk membeli, menjual dan menggunakan produk yang ramah
lingkungan.
4) Memahami tanggung jawab itu sebagai hal yag penting untuk lingkungan hidup.
5) Menanamkan tanggug jawab lingkungan hidup sebagai nilai dasar perusahaan.
6) Mengukur dan memonitor kemajuan setiap proyek terhadap dampak kepada lingkungan
hidup.
7) Mendorong seluruh mitra untuk ikut serta dalam memperjuangkan misinya.

C. Struktur Organisasi Perusahaan

Fungsi dari struktur organisasi adalah untuk membagi tugas, wewenang dan tanggung jawab
setiap posisi jabatan secara jelas, sehingga dapat terjadi kerja sama setiap anggota organisasi tersebut.
Selain itu, pembagian tersebut dimaksudkan untuk menghindari ketimpangan pekerjaan.

Oleh karena itu perusahaan dalam menjalankan aktifitas bisnisnya harus selalu dilengkapi dengan
struktur organisasi perusahaan yang ditetapkan sesuai dengan kebutuhan. Struktur organisasi yang
ditetapkan oleh PT. Sari Coffee Indonesia mengacu pada bentuk struktur organisasi fungsional yaitu
desain organisasional yang mengelompokan pekerjaan yang mirip atau berhubungan. Struktur ini
merupakan pendekatan departementalisasi yang fungsional yang diterapkan pada keseluruhan organisasi.
Keuntungan menggunakan struktur ini adalah penghematan biaya yang muncul karena adanya spesialisasi
(skala ekonomi, duplikasi sumber daya mansia dan peralatan yang minimal) dan karyawa yang
dikelompokkan dengan karyawan lain yang memiliki tugas yang sama

4
Berkut deskripsi kerja, wewenang dan tanggung jawab dari masing –masing jabatan :

1. District Manager

Mengevaluasi kegiatan yang berjalan di dalam toko dan menerima laporan dari pihak menajemen toko
dan mengawasi operasional para barista yang ada di setiap toko ritel

2. Store Manager

Pemimpin manajemen tertinggi di dalam toko serta mengawasi jalannya operasional di toko. Store
manager bertugas membuat target penjualan dan membuat seluruh laporan yang berkaitan dengan
operasional toko. Store manager juga bekerja sama dengan seluruh barista yang ada di toko dan dikantor
pusat, dalam melaksanakan kegiatannya.

3. Assistant Store Manager

Membantu seluruh tugas store manager dan membuat jadwal kerja para barista di dalam toko. Assistant
manager juga ikut mengawasi jalannya operasional toko.

4. Supervisor

Mengatur segala kebutuhan barang sebagai persediaan dalam toko, mengawasi dan membantu para
barista dalam melakukan kegiatan operasionalnya.

5. Barista

Melaksanakan tugas operasional dengan melayani pelanggan memberikan penjelasan mengenai produk-
produk, promosi dan membantu seluruh pihak manajemen toko dalam menjalankan kegiatannya

E. Manajemen Sumber Daya Manusia Starbucks

Starbucks telah menyatakan diri sebagai dealer terkemuka di dunia, roaster dan merek kopi
special dengan lebih 13.000 gerai di 39 negara. Hal ini menciptakan bisnis dari karyawan berkualitas,
koneksi kemitraan yang andal, keterlebitan masyrakat, tanggung jawab publik dan layanan superior.

Starbucks hanya memperkejakan karyawan yang baik. Bagi Starbucks karyawan sangat penting,
mereka bisa mematahkan atau membuat perusahaan. Oleh karena itu perusahaan hanya merekrut orang
yang tepat, melatih mereka dengan baik, memotivasi mereka untuk mencoba yang terbaik dan
mempertahankannya untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Manajemen Starbucks menekankan
petingnya memuaskan pelanggan, maka dari itu Starbucks memperlakukan karyawannya layaknya raja.

5
Mereka percaya kepuasan karyawan sesungguhnya merupkan kunci dari kepuasan pelanganTanpa happy
employees, Anda pasti tidak mampu menciptakan happy cutumer.

Maka Starbucks menerapkan lima prinsip ini kepada para karyawannya :

1. Achievement Factor
Starbucks dalam menjalankan bisnisnya berorientasi pada kepuasan karyawanm sehingga
dalam menjalankan bisnis karyawannya menjalankan bisnis seuai dengan cara mereka
sendiri, dengan harapan konsumen akan puas dan akan kembali. Keuntungan lain yang
diperoleh oleh karyawan adalah mendapatkan bonus untuk libur dan diskon pada saat
membeli Starbucks bagi karyawan yng bekerja lebih dari 20 jam, pembagian hasil
keuntungan melalui saham kepada karyawannya sebagai reward atas kerja mereka
terhadap perusahaan,
2. Recognition
Karyawan diberikan kebebasan dalam memberikan saran dan kritik terhadap perusahaan.
Perusahaan menghargai kritikan dan saran lalu menyikapi untuk kemajuan perusahaan.
Starbucks menghargai karyawan sebagai mitra .
3. Work Itself
Karyawan Starbucks dalam menjalani rutinitas kerjanya memunculkan kebersamaan
sebagai tim. Manajer adalah pimpinan tetapi karyawan bisa melakukan pengambilan
keputusan sejauh itu menguntungkan pelanggan dan berdampak pada kepuasan
pelanggan. Karyawan dalam menjalankan bisisnya harus berpatokan bahwa semua aspek
di Starbucks adalah penting yaitu konsumen, pengendalian mutu, bahan baku dan bekerja
harus menonjolkan quality service .
4. Responsibility
Starbucks memberikan kebebasan kepada karyawannya namun harus disertai tanggung
jawab atas apa yang telah dilakukan. Manajer memberikan kesempatan kepada barista
untuk memberikan masukan dan jam kerja yang flekibel namun menuntut tanggung
jawab agar memberikan yang terbaik untuk kepuasan konsumen (quality service).
5. Advancement
Starbucks dalam pengembangan karyawan dengan memberikan kemungkinan
berkembang kepada karyawan sehingga menjadi mitra suatu saat nanti sehingga
pengalaman bekerja di Starbucks adalah menyenangkan. Dalam pengembangan

6
karyawan, Starbucks memberikan training kepada karyawan dalam pembuatan kopi,
pemilihan bahan baku kopi, hingga pengembangan bisnis.
6. Growth
Karyawan termotivasi dengan Starbucks memberikan kompensasi berupa pembagian
keuntungan kepada karyawan. Motivasi karyawan tercipta dengan mereka bekerja dengan
lingkungan yang menciptakan kenyamanan dan disertai dengan penambahan bonus
berupa pendapatan atas hasil bagi saham.

F. Manajemen Pemasaran

Starbucks Berawal dari kedai kopi kecil di Amerika kini Starbucks mejadi sebuah perusahaan waralaba
terkemuka di dunia. Keberhasilan sebuah bisnis tak lain dipengaruhi oleh strategi pemasaran yang
dilakukan oleh perusahaan. Berikut strategi Starbucks menjangkau pelanggannya :

1. Menjaga Cita Rasa Kopi


Sejarah Starbucks menunjukkan bahwa mereka menempatkan penekanan yang besar
pada kualitas produk kopi mereka, bahkan jika harga sedikit lebih mahal dari yang
diharapkan, sangat sebanding untuk memuaskan pelanggan dengan kaya rasa, lezat dan
aroma.
2. Tempat Ketiga
Strategi pemasaran Starbucks telah berfokus pada menciptakan “tempat ketiga” bagi
setiap orang untuk pergi antara ke rumah dan bekerja. Starbucks ingin menciptakan
“pengalaman” untuk bagi pelanggan mereka yang menggabungkan padatya jadwal
mereka, serta sebagai tempat untuk bersantai. Adanya “suasana” berbeda dalam
Starbucks membuat orang orang terkesan, sangat penting bagi Starbucks karena mereka
telah menyadari bahwa ini adalah salah satu konsep kuat yang melekat pada Starbucks,
untuk pelanggan.
3. Menciptakan Masyarakat Starbucks
Strategi pemasaran Starbucks diperluas untuk menciptakan sebuah masyarakat sekitar
mereka. Pada situs web mereka, individu didoronguntuk mengekspresikan pengalaman
mereka dengan sejarah Starbucks, dan perusahaan berusaha “secara pribadi” bergabung
dalam diskusi.
4. Pemasaran Merek

7
Strategi pemasaran Starbucks selalu berfokus pada word of mouth yaitu perkataan mulut.
Iklan dan menjaga kualitas tinggi dari produk dan layanan mereka yang berbicara sendiri.

G. Manajemen Opersari Starbucks

Manajemen operasional adalah usaha pengelolaan secara optimal penggunan faktor produksi seperti :
tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan faktor produksi lainnya dalam proses
transformasi menjadi berbagai produk barang dan jasa. Berikut adalah analisis rantai nilai Starbucks
Coffee Indonesia berdasarkan primary activities dan support activities

1. Primary Activities Starbucks Coffee Indoensia


Analisis primary activities meliputi logistik masuk, operasi, logistik keluar, penjualan,
pemasaran dan pelayanan terhadap pelanggan.
a. Logistik masuk
Logistik masuk meliputi kegiatan untuk memperoleh bahan baku dari pemasok.
Bahan baku tersebut adalah biji kopi, untuk memilih bahan baku Starbucks memiliki
tim yang melakukan penelitian mengenai kopi tim ini disebut “Starbucks Coffee
Buyer”. Tim ini bertugas mengevaluasi ribuan sampel yang dikirim oleh para petani
kopi tiap tahunnya. Tim ini menghabiskan waktu 18 minggu dalam 1 tahun untuk
mengelilingi dunia agar mendapatkan biji kopi dengan kualitas yang terbaik. Selain
itu tujuan dari penelitian ke penjuru duia adalah untuk mempelajari lebih lanjut
mengenai kopi dan menjalin hubungan baik dengan para pemasok biji kopi. Sampel
biji kopi dikirimkan oleh para pemasok akan dicek, dengan mengambil 10–20% biji
yang telah dikirim untuk diproses, apabila hasil pemrosesan tersebut memenuhi
standar, maka Starbucks akan menjalin kerjasama dengan pemasok.
b. Operasi
Starbucks akan memproses biji kopi terseut agar menjadi kopi yang berkualitas.
Starbucks memiliki proses pemanggangan kopi khusus yang disebut dengan
Starbucks Roast. Dalam memproses biji kopi Starbucksbahkan dapat membuang
sekitar 18–25% dari biji kopi, hal ini dikarenakan dalam setiap 100kg yang
dimasukan kedalam mesin pemanggang kopi, yang keluar dengan hasil kualitas baik
hanya 75-82kg. Hal ini dilakukan Starbucks karena bagi Starbucks proses
pemanggangan yang dilakukan Starbucks untuk mendapatkan kopi yang terbaik.

8
Pengemasan yang dilakukan untuk menjada kualitas kopi Starbucks disebut dengan
flavorlock. Flavorlock adalah pengemasan yang digunakan Starbucks untuk menjaga
kesegaran dari kopi.
c. Logistik keluar
Barang yang telah dipesan oleh toko Starbucks akan dikirimkan langsung ke toko.
Setelah penerimaan barang dari pemasok, selanjutnya pihak toko akan menangani
produk yang diterima untuk diolah sesuai dengan standarisasi yang ditetapkan
perusahaan agar menjadi bahan dasar pembuat minuman yang siap disajikan. Produk-
produk yang telah diolah dan produk yang didapatkan dari pemasok akan langsung
didistribusikan kepada pelanggan.
d. Penjualan dan pemasaran
Dalam melakukan penjualan perusahaan akan melakukan penetapan harga terhadap
produk yang disesuaikan dengan biaya produksi dan pengiriman barang dari
pemasok. Penjualan dan pemasaran produknya Starbucks sering mengadakan
kerjasama dengan berbagai pihak, diantaranya promo buy 1 get 1 free,promo ini
dilakukan atas kerjasama antara Starbucks dengan bank. Selain itu mengadakan
mobile sampling , diamana Starbucks memberikan sampel dari minuman di tempat-
tempat ramai seperti pertokoan dan perkantoran. Sampel yang diberikan tidak hanya
dilakuan melalui mobile sampling tapi di gerai Starbucks juga sering mengadakan
sampel dalam gerai. Hal ini dilakukan untuk mempromosikan produk minuman
terbaru. Strategi pemasaran yang dilakukan Starbucks adalah menjadikan gerainya
sebagai “third place”, yaitu menjadikan Starbucks sebagai tempat ketiga selain rumah
dan tempat kerja. Starbucks merancang gerainya secara khusus agar dapat
menghasilkan suasana yang nyaman. Setiap gerainya selalu disediakan sofa dan
meyediakan sarana ampe electrical yang disediakan bagi pelanggan yang ingin
menggunakan notebook atau peralatan listrik. Starbucks juga menyediakan wireless
akses internet.
e. Pelayanan
Starbucks selalau berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada para
pelanggannya, untuk itu Starbucks selalu berusaha melayani pelanggan dengan batas
waktu selama 3 menit mulai dari proses pemesanan hinga minuman yang dipesan

9
sampai ke tangan pelanggan. Untuk dapat memuaskan para pelanggan, Starbucks
memberikan customer comment card kepada para pelanggan untuk mendapatkan
saran dan kritik mengenai pelayanan yang diberikan Starbucks
Sistem pelayanan yang dilakukan Starbucks adalah system self service, dimana
pelanggan dapat langsung datang ke kasir untuk memesan minuman atau makanan
dan pelanggan langsung membayarnya. Lalu makanan dan minuman akan dibuatkan
oleh barista, selama minuman sedang dibuat pelanggan dapat menunggu di pick-up
bar , setelah minuman jadi pelanggan dapat mengambil minuman dan dapat
menikmati minumannya.

2. Support Activities Starbucks Coffee Indonesia


Support Activities Starbucks meliputi administrative coordination and support service,
human resources management, technology development dan procurement of resource
yang mendukung kegiatan utama Starbucks dalam menjalankan bisnisnya, untuk
menghasilkan competitive advantage.
a. Administrative coordination and support service
Merupakan pengaturan perusahaan meliputi infrastruktur perusahaan yang
mempengaruhi semua aktifitas utama secara umum. Pengaturan organisasi secara
umum dilakukan oleh PT Sari Coffee Indonesia. Aktivitas yang dilakukan PT sari
Coffee Indonesia adalah mendukung para karyawan dan lingkungan yang terkait
langsung dengan aktifitas utama Starbucks. Dukungan yang diberikan sebagai
berikut:
(1) Panduan dan pelatihan pengelolaan biji kopi
Panduan dan pelatihan pengelolaan biji kopi ini tidak hanya diberikan
kepada para karyawan tetapi diberikan kepada para petani penghasilkopi yang
tergabung dalam Coffee and Farmer Equity (CAFÉ). Agar mereka mendapat
pandauan untuk mengolah biji kopi untuk hasil kopi dengan kualitas yang terbaik.
(2) Pengendalian akan standarisasi penanganan produk
Pengendalian ini merupakan pengendalian atas penanganan produk yang
dikirim oleh pemasok. Starbucks memiliki standarisai khusus untuk menangani

10
produk dari pemasok. Penangan ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas dari
produk, agar dapat memuaskan pelanggan.
(3) Pengendalian pelaksanaan operasional
Starbucks memiliki alat pengukuran dari store performance, alat
pengukuran tersebut meliputi :
a. Store audit Merupakan pengevaluasian toko ritel Starbucks atas
hasil kerja dan kondisi kebersihan toko. Dilaksanakan sekali dalam
sebulan.
b. Customer snapshot Bertujuan untuk mengukur produk yang
dihasilkan tiap toko Starbucks agar sesuai dengan standarisasi yang
telah ditetapkan. Program ini dilakukan dengan mempekerjakan
seseorang dari luar perusahaan untuk berpura-pura sebagai
pelanggan. Orang tersebut akan dilatih mengenai pengetahuan
tentang Starbucks. Lalu orang tersebut akan datang ke toko ritel
dengan berpura-pura sebagai pelanggan untuk menilai pelayanan
yang diberikan oleh para karyawan dan menilai produk yang
dihasilkan berdasarkan standar yang ditetapkan. Hasil penelitian
akan diberikan ke toko ritel dan apabila toko mendapat nilai baik
maka seluruh karyawan akan mendapatkan intensif.
c. Customer comment card Brosur yang dapat diisi oleh para
pelanggan untuk mengisi saran dan kritik dari aktifitas pelayanan
toko ritel ataupun produk yang dihasilkan.
(4) Pembalajaran Karyawan
Dukungan yang diberikan perusahaan agar tiap karyawan dapat
memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan adalah dengan memberikan
pelatihan bagi karyawan baru, agar dapat melakukan aktifitas operasional dalam
melayani pelanggan dengan baik.
b. Human Resources Management
Meliputi perekrutan karyawan yang sesuai dengan kualifikasi perusahaan, sistem
reward yang diberikan perusahaan kepada para karyawan yang berpartisipasi dalam
melakukan kegiatan operasionalnya. Sistem reward tidak hanya diberikan kepada

11
para karyawan, tetapi juga diberikan kepada para pemasok kopi yang selalu menjaga
kualitas dari biji kopinya.

c. Technology Development
Dukungan perusahaan dari pengembangan teknologi yang diterapkan meliputi
system pemesanan barang secara onine, system perusahaan berbasis internet dengan
SAP system yang memudahkan perusahaan dalam menjalankan aktifitas bisnisnya,
system e-payment yang dimiliki perusahaan untuk memberikan informasi kepada
para pelanggannya.
d. Procurement of resources
Dukungan perusahaan dalam pengadaan barang meliputi biji kopi mentah yang
didapatkan Starbucks dari para petani kopi, mesin kopi untuk memproses biji kopi
agar menjadi kopi Starbuks, pengadaan berbagai jenis kopi Starbucks dari berbagai
penjuru dunia, peralatan promosi, dan merchandise dengan brand Starbucks Coffee.

H. Manajemen Lingkungan

Kami berbagi komitmen pelanggan kami terhadap lingkungan dan kami percaya akan pentingnya
merawat planet kita dan bekerja bersama dan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama.
Sebagai perusahaan yang mengandalkan produk pertanian, itu masuk akal bisnis yang baik. Dan sebagai
orang yang hidup di dunia, itu adalah hal yang benar untuk dilakukan.

 Daur Ulang & Mengurangi Limbah

Ini tantangan besar dan kami membuat kemajuan besar. Kami berusaha mengembangkan lebih banyak
cangkir yang ramah lingkungan dan bekerja keras untuk memperluas program daur ulang kami dalam
upaya mengurangi limbah yang kami buat.

 Konservasi Energi

Kami bangga dengan pekerjaan yang kami lakukan untuk menjadi lebih hemat energi dan kami
berkomitmen untuk lebih meminimalkan konsumsi energi kami dan menggunakan sumber energi
terbarukan untuk menurunkan dampak kami pada planet ini.

12
 Konservasi Air

Kita semua harus bekerja dengan hati-hati dengan salah satu sumber daya alam kita yang paling berharga
dan kita sedang mengevaluasi desain, peralatan, dan operasi toko kita untuk mengidentifikasi cara untuk
terus mengurangi jumlah air yang kita gunakan.

 Membangun Toko yang Lebih Hijau

Kami membuat toko kami sehijau mungkin dengan menggunakan bahan bangunan yang bertanggung
jawab dan desain hemat energi untuk mengurangi jejak lingkungan kami.

 Menangani Perubahan Iklim

Perubahan iklim merupakan ancaman serius bagi daerah penghasil kopi dunia dan kami secara agresif
mengejar strategi untuk mengatasi masalah ini dan membantu petani mengurangi dampaknya.

Kegiatan-kegiatan CSR berperspektif lingkungan hidup yang dilakukan perusahaan-perusahaan di atas


merupakan sedikit dari aksi menjaga kelestarian alam yang harus terus dilakukan seluruh pemangku
kebijakan, termasuk kalangan pengusaha. Bagaimanapun bumi yang kita tempati hanyalah satu. Jika bumi
ini rusak, maka musnahlah kehidupan yang ada di dalamnya

13