Anda di halaman 1dari 8

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Audit Internal

Audit Internal atau Internal Audit memiliki peranan penting dalam keberjalanan perusahaan.
Audit internal digunakan untuk mendukung keberjalanan manajemen perusahaan sebagai
fungsi controlling yang menjamin perusahaan berjalan sesuai dengan perencanaan dan
mengarah kepada tujuan. Biasanya audit internal dilakukan oleh unit yang berada di dalam
perusahaan yang memang ditugaskan untuk melakukan audit terhadap perusahaan yang
bersangkutan. Pelaksana dari audit internal adalah auditor internal. Pelaksana dari audit
internal atau auditor internal biasanya ada pada perusahaan besar dimana perusahaan tersebut
memiliki struktur organsasi yang kompleks dengan berbagai tugas dan fungsi masing-masing.

Adapun tugas internal audit yang dilakukan auditor adalah melakukan audit internal
perusahaan dengan menjamin sistem/manajemen yang ada di perusahaan supaya berjalan
sesuai yang diinginkan. Selain itu dengan adanya audit internal dapat menghindari adanya
resiko kesalahan, penyalahgunaan, dan kendala dengan mengembangkan efisiensi dan
efektivitas perusahaan. Oleh karena itu perusahaan seharusnya menyusun sop audit internal
serta melakukan pengendalian internal audit di dalam perusahaan dnegan tujuan
pengembangan perusahaan.

Melihat pentingnya audit internal bagi perusahaan maka perlu adanya pembahasan mengenai
audit internal secara tersendiri. Pada artikel ini akan dibahas secara terperinci mengenai
pengertian audit internal, tujuan, fungsi, tuang lingkup, tanggung jawab dan aktivitas dalam
audit internal.

Adapun pengertian audit internal menurut beberapa para ahli:

1) Mulyadi (2002)

Internal Audit adalah pelaksana audit/auditor yang menjalankan tugas di dalam perusahaan
untuk mengetahui sejauh mana prosedur dan kebijakan yang telah dibentuk sebelumnya
dipatuhi, menetapkan apakah pengelolaan akan aset organisasi/perusahaan sudah
dilaksanakan dengan baik, menetapkan seberapa efektif dan efisien dari prosedur kegiatan
organisasi/perusahaan, serta menilai keefektivitasan informasi yang diproduksi oleh tiap unit
di dalam organisasi/perusahaan.

2) Sukrisno

Arti internal audit adalah pemeriksanaan yang dijalankan oleh unit audit internal yang
dimiliki perusahaan terhadap finansial report dan laporan akuntansi perusahaan serta
meninjau kepatuhan akan kebijakan yang ditentukan pimpinan puncak, peraturan pemerintan,
dan ketentuan dari perserikatan profesi.

3) Lawrence B.sawyer

Pada buku berjudul “Internal Audit Sawyer” dikemukakan bahwa pengertian audit internal
menjabarkan tentang ruang lingkup audit internal modern yang lebih luas.

Arti internal audit adalah proses penilaian yang dilaksanakan secara berurutan dan bersifat
obyektif yang dilaksanakan oleh auditor internal kepada aktivitas operasional dan kontrol
yang berbeda di dalam organisasi. Audit internal dilaksanakan untuk menetapkan apakah :

1. Informasi mengenai finansial dan operasional perusahaan sudah tepat dan dapat
dipercaya.
2. Kemungkinan hambatan yang akan dihadapi perusahaan telag diketahui dan
diminimalisasi.
3. Peraturan bagi eksternal perusahaan dan kebijakan di internal dapat diteirma dan
dipatuhi.
4. Aktivitas operasional sudah memuaskan.
5. Penggunaan sumber daya perusahaan dipakai secara efektif dan efisien.
6. Tujuan organisasi/perusahaan diraih secara efektif. Hal ini didiskusikan dengan pihak
manajemen dan memberikan bantuan berupa saran kepada anggota untuk menjalankan
tugas seefektif mungkin.

4) Dan Guy

Guy mendeskripsikan audit sebagai proses untuk mengidentifikasi data dan mengevaluasi
bukti dengan sistem yang obyektif dalam rangka memberi penilaian kesesuaian diantara
pernyataan dan kriteria yang ditentukan yang kemudian hasi tersebut disampaikan kepada
pihak yang memiliki kepentingan.

5) Hiro Tugiman

Definisi Audit internal adalah fungsi penilaian secara independen di dalam organisasi untuk
mengetes dan melakukan evaluasi terhadap kegiatan/program yang dijalankan.

Adapun menurut Ikatan Auditor Internal (Insititute of Internal Auditors – IIA) yang
dikutip Messier (2005) mendefinisikan bahwa internal audit adalah kegiatan yang
independen dan objectif beserta konsultasi yang disusun untk meningkatkan nilai dan
operasional organisais/perusahaan. Internal audit dapat mendukung organisasi/perusahaan
dalam pencapaian tujuannya dengan cara pendekatan yang terstruktur dan disiplin.
Pendekatan internal audit tersebut dilakukan dengan cara evaluasi dan meningkatkan
keefektifan manajemen resiko, controlling dan proses tata kelola.

2.2 Tipe Audit

Terdapat beberapa tipe penugasan audit yang dilakukan oleh auditor internal, yaitu sebagai
berikut:

1. Audit keuangan

Audit keuangan adalah audit yang dilakukan terhadap transaksi, catatan akuntansi,
dan laporan keuangan baik di tingkat bagian/departemen atau tingkat laporan
keuangan perusahaan pusat. Pada aspek pengendalian, auditor memasukkan transaksi
tersebut telah diotorisasi, disajikan dalam catatan akuntansi, dan diungkapkan dalam
laporan keuangan secara tepat dan akurat.

2. Audit Nonkeuangan

a. Audit Kepatuhan

Audit kepatuhan dilakukan untuk menentukan apakah aktivitas dan atau entitas
telah mematuhi hukum, peraturan, kebijakkan, dan prosedur yang dibuat oleh
organisasi dan oleh pihak-pihak yang mengikat, misalnya terkait peraturan
pemerintah tentang kepatuhan perpajakkan, upah minimum, dan lainnya.
b. Audit Kinerja

Audit kinerja dilakuakan untuk menentukan bagaimana suatu entitas/unit kerja


mengelola penggunaan sumber daya ekonomis, efektif, dan efisien dalam
memenuhi misi dan tujuan entitas. Pengelolaan sumber daya yang dimaksud
meliputi prosedur, proses, dan kinerja personel yang melaksanakan fungsi
tersebut.

c. Tinjauan sturuktur pengendalian internal

Audit yang bertujuan untuk menilai efektivitas dan efisiensi aktivitas unit kerja,
keandalan proses pelaporan keuangan, kesesuaian dengan peraturan yany berlaku,
dan pengamanan aset unit kerja. Audit ini dilaksanakan seiring dengan
pelaksanaan audit keuangan bagi unit yang sudah membuat laporan keuangan dan
dilaksanakan tersendiri bagi unit yang memiliki kewajiban untuk membuat
laporan keuangan.

d. Audit Pengadaan

Audit pengadaan adalah salah satu fungsi adit internal yang mengawasi
pelaksanaan pengadaan barang dan atau jasa di lingkungan entitas. Pengawasan
yang dilakukan oleh auditor internal meliputi seluruh proses pengadaan
barang/jasa dari pemeriksaan rencana anggaran dan biaya (RAB) sampai dengan
penyerahan barang /jasa yang diminta. Audit fisik merupakan bagian dari audit
kepatuhan dan lebih efektif untuk mencegah timbulnya kecurangan.

e. Audit Sistem Informasi

Audit ini bertujuan untuk menelaah pengendalian internal dari sistem informasi
dan bagaimana orang menggunakan sistem tersebut. Audit yang dilakukan berupa
evaluasi sistem input, output dan proses, backup dan recovery plan, sistem
keamanan dan fasilitas sistem informasi.

3. Audit Tujuan Khusus

a. Follow Up Audit
b. Audit Investigasi
c. Audit Identifikasi

 2.3 Tujuan Audit Internal

Internal audit memiliki tujuan dalam manajemen organisasi/perusahaan. Menurut Hiro


Tugiman (2006) internal audit memiliki tujuan membantu anggota organisasi agar dapat
menjalankan tugas dengan efektif. Dalam aktivitas internal audit berusaha melakukan analisis
dan memberikan berbagai saran dan penilaian. Proses pemeriksaan audit meliputi
pengawasan yang efektif dengan cost yang normal.

Sedangkan Sukrisno Agoes (2004) mengemukakan bahwa tujuan internal audit adalah
membantu manajemen perusahaan menjalankan tugas melalui analisa, penilaian, dan
pemberian saran dan masukan mengenai kegiatan/program (yang masuk dalam pemeriksaan).

Pada pencapaian tujuan dari internal audit maka auditor harus melakukan beberapa hal
sebagai berikut :

1. Memastikan terkait peraturan dan prosedur yang harus dipatuhi oleh seluruh elemen
manajemen.
2. Memberi penilaian baik dan meningkatkan pengawasan efektif dengan biaya
sewajarnya serta mengidentifikasi sistem pengendalian yang diterapkan yang meliputi
pengendalian internal manajemen dan kegiatan operasional yang berkaitan.
3. Memastikan bahwa seluruh aset perusahaan dijaga dengan penuh tanggung jawab dari
penyalahgunaan, kehilangan, korupsi dan hal-hal semisal.
4. Mengajukan berbagai saran dalam rangka memperbaiki sistem operasional
perusahaan agar lebih efektif dan efisien.
5. Memberi nilai terkait mutu dan kualitas kerja kepada setiap bagian yang ditunjuk
manajemen perusahaan. Hal ini disesuaikan dengan standar dari manajemen mutu yang
dilaksanakan.
6. Memastikan bahwa data yang dimiliki dan diolah di dalam perusahaan dapat
dipertanggungjawabkan.

2.4 Fungsi Audit Internal


Sawyer (2005) mengemukakan bahwa internal audit memiliki berbagai fungsi diantaranya :
1. Pengawasan pada seluruh aktivitas yang sulit ditangani oleh pimpinan puncak.
2. Pengidentifikasian dan minimalisasi resiko.
3. Report Validation kepada manajer.
4. Mendukung dan membantu manajemen pada bidang-bidang teknis.
5. Membanti proses decision making.
6. Menganalisis masa mendatang (bukan untuk hal yang telah terjadi).
7. Membantu manajer dalam mengelola perusahaan.

2.5 Ruang Lingkup Audit Internal


Guy dkk mengemukakan ruang lingkup internal audit yang telah dialih bahasakan oleh Paul
A. Rajoe. Pada penjelasannya ruang lingkup internal audit adalah sebagai berikut :

1. Menganalisis keefektifan (Reliabilitas & Integrasi) informasi finansial dan


operasional serta alat yang dipakai untuk mengidentifikasi, mengukur,
mengelompokan, dan melaporkan informasi tersebut.
2. Melakukan pengamatan terhadap sistem yang ada dalam rangka memastikan adanya
kesesuaian antara kegiatan/aktivitas/program yang dijalankan organisasi dengan
kebijakan, peraturan, prosedur, hukum, rencana yang berdampak signifikan pada
kegiatan organisasi.
3. Mengamati berbagai metode yang dipakai dalam menjaga aset/harta perusahaan.
Apabila dibutuhkan maka akan melakukan verifikasi terhadap harta-harta tersebut.
4. Memberi penilaian terhadap efektifitas dan keekonomisan dalam pemakaian sumber
daya.
5. Melakukan pengamatan terhadap kegiatan operasional atau program
organisasi/perusahaan apakah hasil yang diperoleh konsisten dan sesuai dengan tujuan
dan perencanaan yang telah ditentukan sebelumnya.

2.6 Perbedaan Audit Internal dan Eksternal


Sukrisno pada buku “Auditing: (pemeriksaaan Akuntan) mengemukakan perbedaan audit
internal dan eksternal. Perbedaan keduanya adalah sebagai berikut :

1. Internal Audit
a) Dilaksanakan oleh auditor internal yang merupakan bagian dari perusahaan.
b) Auditor internal dianggap tidak independen oleh pihak eksternal perusahaan.
c) Internal audit memiliki tujuan pemeriksaan untuk membantu manajemen dalam
menjalankan tugasnya melalui cara memberikan saran dari analisa, penilaian terkait
aktivitas yang di audit.
d) Internal Audit Report memaparkan mengenai temuan pemeriksaan/audit findings yang
berkaitan dengan adanya penyimpangan dan penyalahgunaan, kekurangan
pengendalian internal yang disertai dengan saran perbaikan.
e) Pelaksanaan internal audit mengacu pada Internal Audit Standards yang ditetapkan
oleh Institute of Internal Auditors atau Norma Pemeriksaan Intern yang ditetapkan oleh
BPKP maupun BPK serta Norma pemeriksaan satuan pengawasan intern
BUMN/BUMD oleh SPI (Standar Pemeriksaan Intern belum disusun oleh Ikatan
Akuntan Indonesia)
f) Keberjalanan pemeriksaan internal dilakukan lebih mendetail dan membutuhkan waktu
sepanjang tahun. Hal ini disebabkan internal auditor memiliki kesediaan waktu yang
lebih untuk perusahaannya.
g) Penanggungjawab internal auditor tidak harus sebagai akuntan yang terdaftar.
h) Gaji maupun tunjangan yang diperoleh internal auditor diperoleh dari perusahaan.
i) Pada tahap penyerahan laporan internal audit tidak perlu disertai dengan “Surat
Pernyataan Langganan”
j) Internal Auditor biasanya tertarik pada kesalahan material dan non-material.
2. Eksternal Audit

a) Audit eksternal dilaksanakan oleh auditor eksternal yang berasal dari luar perusahaan
(Kantor Akuntan Publik).
b) Auditor Eksternal dianggap sebagai pihak yang independen.
c) Tujuan Eksternal audit adalah memberikan masukan terkait kewajaran laporan
finansial yang disusun manajemen perusahaan.
d) Isi dari external audit report yaitu pendapat tentang kewajaran financial report. Selain
laporan tersebut juga disetai management letter yang berisi tentang kelemahan
pengendalian internal dan saran perbaikannya yang akan dilaporkan kepada
manajemen perusahaan.
e) Standar yang digunakan pada audit eksternal adalah Standar Profesional Akuntan
Publik dari Ikatan Akuntan Indonesia.
f) Pelaksanaan audit eksternal dilaksanakan dengan sampling dikarenakan waktu yang
terbatas. Selain itu biaya pemeriksaan akan jauh lebih besar bila dilaksanakan secara
mendetail.
g) Pimpinan dari audit eksternal berasal dari akuntan publik yang terdaftar dan memiliki
register number/registered public accountant.
h) Auditor eksternal memperoleh fee atas jasa audit yang dilakukannya.
i) Sebelum memberikan laporan hasil audit, auditor harus menyertakan “Surat
Pernyataan Langganan/Client Representation Letter.
j) External Auditor hanya fokus dan tertarik pada kesalahan material yang berpengaruh
terhadap kewajaran laporan finansial perusahaan.

Daftar Pustaka

Faiz Zamzami., Ihda Arifin Faiz., dan Mukhlis. 2013. Audit Internal Konsep Dan Praktik.
Yogyakarta: Gadjah Mada Univesity Press.

https://jurnalmanajemen.com/audit-internal/