Anda di halaman 1dari 26

KESEHATAN DAN RAHASIA

BANK
FALSAFAH RAHASIA BANK

 Hak setiap orang / badan hukum untuk tidak


diikut-campuri masalah yang bersifat pribadi
(personal privacy) atau privacy right (dhi
financial privacy right).Hak yang timbul dari
hubungan perikatan antara bank dengan
nasabahnya.Kebiasaan dan kelaziman dalam
dunia perbankan.Karakteristik kegiatan usaha
bank sebagai lembaga kepercayaan.Atas dasar
peraturan perundang-undangan.
FALSAFAH PENGATURAN RAHASIA BANK
Untuk meyakinkan dan menenangkan nasabah
ketika iamenyerahkan keterangan pribadinya yang
bersifat rahasiakepada bank yang mempunyai
hubungan kontraktualdengannya;Agar nasabah mau
menyimpan uangnya di bank, makarahasia pribadi
tentang nasabah dan simpanannya
haruslahdirahasiakan;Pengaturan rahasia bank di
dalam UU suatu negara biasanyadidasarkan pada
pola berpikir dikotomis (negarasebagai penguasa vs
rakyat sebagai yang dikuasai)dimana perlu untuk
membatasi campur tangan negara pada ]kehidupan
pribadi rakyat
DASAR HUKUM RAHASIA BANK

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang


Nomor 23 Tahun 1960 tentang Rahasia
BankUndang-Undang Nomor 14 Tahun 1967
tentang Pokok-pokok PerbankanUndang-Undang
Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan
sebagimana diubah dg Undang-Undang Nomor
10 Tahun 1998UU No. 21 Th 2008 ttg Perbankan
Syariah
RUANG LINGKUPRAHASIA BANK
Perpu No. 23 Tahun 1960 :Keterangan-
keterangan tentang keadaan keuangan
langganannya yang tercatat padanya dan hal-hal
lain yang harus dirahasiakan oleh bank menurut
kelaziman dalam dunia perbankanUU No. 14
Tahun 1967 :Keterangan-keterangan tentang
keadaan keuangan nasabahnya yang tercatat
padanya dan hal-hal lain yang harus dirahasiakan
oleh bank menurut kelaziman dalam dunia
perbankan
UU NO. 7 TAHUN 1992

Keterangan-keterangan tentang keadaan


keuangan nasabahnya yang tercatat padanya
dan hal-hal lain yang harus dirahasiakan oleh
bank menurut kelaziman dalam dunia perbankan
RUANG LINGKUP

UU No. 7 Th 1992 sebagaimana diubah dg UU


No. 10 Th 1998segala sesuatu yg berhubungan
dg keterangan mengenai nasabah penyimpan
dan simpanannya (ps1.28)UU No. 21 Tahun
2008Segala sesuatu yg berhubungan dg
nasabah penyimpan dana dan Simpanannya
serta nasabah investor dan investasinya(Ps1.14)
RUANG LINGKUP RB (SEKARANG)

Nasabah Penyimpan dana dan Simpanannya


UUP No. 10/98 Pasal 1 angka 28 Investor dan
Investasinya UUP Syariah Pasal 1 angka 14 Ada
Proses Dekriminalisasi Rahasia Bank
RUANG LINGKUP RAHASIA BANK
Ruang Lingkup RB belum lengkap ataubelum
mengatur secara jelas Rahasia Bank bagi:
 Mantan Nasabah
 Mantan Pegawai (KUHP Pasal 322)
 Mantan Direksi & Komisaris
 Perkara di PTUN
 Perkara di Peradilan Militer
 Perkara di Peradilan Agama
PENGECUALIAN RAHASIA BANK

Perpu 23 Tahun 1960 dan UU No Tahun 1967 :


1) Untuk kepentingan perpajakan(diajukan oleh
Kepala Jawatan Pajak kepada Menteri
Keuangan)
2) Untuk kepentingan peradilan dalam perkara
tindak pidana(diajukan oleh Jaksa Agung dan
Ketua MA kepada Menteri Pertama)
PENGECUALIAN RAHASIA BANK

UU No. 7 Tahun 1992 :


1) untuk kepentingan perpajakan;

2) untuk kepentingan peradilan dalam perkara


pidana;
3) dalam perkara perdata antara bank dengan
nasabahnya;
4) dalam rangka tukar menukar informasi antar
bank
PENGECUALIAN RAHASIA BANK
UU No. 10 Tahun (Ps 41-44A)
1) untuk kepentingan perpajakan (Ps. 41);
2) untuk penyelesaian piutang bank yang sudah
diserahkan kepada BUPLN/PUPN (Ps. 41A);
3) untuk kepentingan peradilan dalam perkara pidana
(Ps. 42);
4) dalam perkara perdata antara bank dengan
nasabahnya (Ps. 43 );
5) dalam rangka tukar menukar informasi antar bank
(Ps. 44);
6) atas permintaan, persetujuan atau kuasa dari
nasabah penyimpan (Ps. 44A ayat (1))
7) permintaan ahli waris (Ps. 44A ayat (2))
PENGECUALIAN UU NO. 21/2008
(PASAL 42-48)
1) untuk penyidikan perpajakan;
2) untuk kepentingan peradilan dalam perkara
pidana;
3) dalam perkara perdata antara bank dengan
nasabahnya (PN dan PA);
4) dalam rangka tukar menukar informasi antar
bank;
5) atas permintaan, persetujuan atau kuasa
nasabah penyimpan/investor) permintaan ahli
waris yg sah
PENGECUALIAN RAHASIA BANK ( DI LUAR UU
PERBANKAN)
1) UU No. 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Perpu No. 1
Tahun 2002 tentang Pembertasan Tindak Pidana
Terorisme menjadi UU (4 April 2003)
2) Pasal 29 UU No. 31 Tahun 1999 tentang TIPIKOR (dg
Izin Gub BI).
3) Pasal 12 ayat (1) huruf C UU No. 30 Tahun 2002
tentang KPK
4) Pasal 28, 45 dam 72 UU No. 8 Tahun 2010 tentang
Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana
Pencucian Uang.
5) Pasal 80 ayat (1) huruf (c) UU no. 35 Tahun 2009
tentang Narkotika
6) Pasal 14 UU No. 9 Th tentang Pencegahan dan
Pemberantasan Terorisme
PERATURAN PELAKSANAAN KETENTUAN
RAHASIA BANK
 SK DIR BI No. 31/182/KEP/DIR tentang
Persyaratan dan Tata Cara Pemberian izin atau
Perintah Membuka Rahasia Bank
 PBI No.2/19/PBI/2000 tentang Persyaratan
dan Tata Cara Pemberian Perintah atau izin
Tertulis Membuka Rahasia Bank
MEKANISME PEMBUKAAN RAHASIA BANK
1) Dengan perintah / izin pimpinan BI (untuk
kepentingan perpajakan, untuk penyelesaian
piutang bank yang sudah diserahkan kepada
BUPLN/PUPN, untuk kepentingan peradilan
dalam perkara pidana)
2) Tanpa perintah / izin pimpinan BI (dalam perkara
perdata antara bank dengan nasabahnya, dalam
rangka tukar menukar informasi antar bank, atas
permintaan, persetujuan atau kuasa dari
nasabah penyimpan, dan permintaan ahli waris)
FORMAT PEMBUKAAN RAHASIA BANK

 Surat Perintah dari Pimpinan BI untuk


kepentingan perpajakan
 Surat Izin dari Pimpinan BI untuk penyelesaian
piutang bank yang sudah diserahkan kepada
BUPLN/PUPN, dan untuk kepentingan
peradilan dalam perkara pidana
PERSYARATAN PEMBERIAN PERINTAH / IZIN
MEMBUKA RAHASIA BANK
untuk kepentingan perpajakan:
 Surat permohonan membuka rahasia bank diajukan
oleh Menteri Keuangan kepada Pimpinan BI;
 Menyebutkan nama pejabat pajak;
 Menyebutkan nama nasabah penyimpan wajib pajak
yang dikehendaki keterangannya;
 Nama kantor bank tempat nasabah mempunyai
simpanan;
 Keterangan yang diminta;
 Alasan diperlukannya keterangan.
PERSYARATAN PEMBERIAN IZIN MEMBUKA
RAHASIA BANK
untuk penyelesaian piutang bank yang sudah
diserahkan kepada BUPLN/PUPN:
 Surat permohonan izin membuka rahasia bank
diajukan oleh Kepala BUPLN/Ketua PUPN kepada
Pimpinan BI;
 Menyebutkan nama dan jabatan pejabat
BUPLN/PUPN;
 Menyebutkan nama nasabah debitur;
 Nama kantor bank tempat nasabah debitur
mempunyai simpanan;
 Keterangan yang diminta;
 Alasan diperlukannya keterangan.
PERSYARATAN PEMBERIAN IZIN MEMBUKA
RAHASIA BANK
untuk kepentingan peradilandalam perkara pidana:
 Surat permohonan membuka rahasia bank diajukan
oleh Kapolri, Jaksa Agung, atau Ketua MA kepada
Pimpinan BI;
 Menyebutkan nama dan jabatan polisi, jaksa atau
hakim;
 Menyebutkan nama tersangka atau terdakwa;Nama
kantor bank tempat tersangka atau terdakwa
mempunyai simpanan;
 Keterangan yang diminta;
 Alasan diperlukannya keterangan;
 Hubungan perkara pidana ybs dengan keterangan
yang diperlukan
Jangka waktu proses penerbitan surat
perintah atau surat izin membuka rahasia
bank oleh BI :
Dilakukan selambat-lambatnya 14 hari
setelah dokumen permintaan diterima
secara lengkap, kecuali untuk kepentingan
peradilan dalam perkara tindak pidana
korupsi proses dilakukan dalam waktu
selambat-lambatnya 3 hari kerja terhitung
sejak dokumen permohonan diterima
secara lengkap
TINDAK LANJUT ATAS SURAT PERINTAH ATAU
SURAT IZIN MEMBUKA RAHASIA BANK
Bank wajib memberikan keterangan lisan maupun
keterangan tertulis, memperlihatkan bukti-bukti
tertulis, surat-surat, dan hasil cetak data elektronis
tentang keadaan keuangan nasabah penyimpan
yang disebutkan dalam surat perintah atau izin
tertulis.
Pengertian keterangan tertulis : pemberian foto copy
bukti tertulis, foto copy surat dan hasil cetak data
elektronis yang telah dinyatakan / diberi tanda
‘sesuai dengan aslinya’ (certified) oleh pejabat yang
berwenang pada bank.
PIHAK-PIHAK YANG DIWAJIBKAN ATAS RAHASIA
BANK
1. Bank
2. Pihak Terafiliasi PIHAK TERAFILIASI : Anggota
Dewan Komisaris, Pengawas, Direksi atau
Kuasanya, pejabat atau karyawan bank Anggota
pengurus, pengawas, pengelola atau kuasanya,
pejabat, atau karyawan bank Pihak yang
memberikan jasanya kepada bank Pihak yang
menurut penilaian BI turut serta mempengaruhi
pengelolaan bank a.l. PS dan keluarganya,
keluarga pengurus bank
SANKSI PIDANA TERKAIT DENGAN KETENTUAN
RAHASIA BANK
Pasal 47 :
1) Setiap pihak yang memaksa bank dan pihak
terafiliasi untuk meminta keterangan mengenai
rahasia bank tanpa membawa perintah atau izin
tertulis dari Pimpinan BI, diancam pidana penjara
< 2 tahun dan > 4 tahun serta denda < Rp. 10
milyar dan > Rp. 200 milyar
2) Komisaris, Direksi, pegawai atau pihak terafiliasi
yang sengaja membuka rahasia bank diancam
pidana penjara < 2 tahun dan > 4 tahun serta
denda < Rp. 4 milyar dan > Rp. 8 milyar
Pasal 47A :
Pengurus dan pegawai bank yang sengaja tidak
memberikan keterangan yang wajib dipenuhi
sebagaimana dimaksud Pasal 42A dan Pasal
44A, diancam pidana penjara < 2 tahun dan > 7
tahun serta denda < Rp. 4 milyar dan > Rp. 15
milyar
BEBERAPA PERMASALAHAN DALAM PRAKTEK

 Permintaan berasal dari pejabat di bawah


Kapolri
 Nasabah penyimpan bukan sebagai tersangka

 Nasabah penyimpan berupa badan hukum

 Permintaan tidak menyebutkan nama kantor


bank
 Permintaan hanya menyebutkan nomor
rekening