Anda di halaman 1dari 7

MATA KULIAH: PENGANTAR EKONOMI MAKRO

Konsumsi Tabungan dan Investasi

DOSEN PENGAMPU :
Dr. M. Nasir, M.Si
DISUSUN OLEH :
JUNETTINA Z.SIAGIAN (NIM) 7193141016

PENDIDIKAN EKONOMI B 2019


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN 2020
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Konsumsi
            Konsumsi merupakan tindakan pelaku ekonomi, baik individu maupun kelompok,
dalam menggunukan komoditas berupa barang maupun jasa untuk memenuhi
kebutuhannya.Secara agregat, konsumsi merupakan penjumlahan dari pengeluaran seluruh
rumah tangga yang ada dalam suatu perekonomian.Dengan mengetahui total pengeluaran dari
suatu perekonomian, maka akan dapat mengetahui beberapa masalah penting yang muncul
dalam perekonomian, seperti pemerataan pendapatan, efisiensi penggunaan sumber daya
dalam suatu perekonomian, dan masalah-masalah lainnya. Dengan demikian, dapat dianalisis
dan ditentukan kebijakan ekonomi guna memperbaiki atau menungkatkan kesejahteraan
masyarakat.
            Secara umum, pengeluaran konsumsi terbagi menjadi konsumsi pemerintah dan
konsumsi rumah tangga.
1.      Konsumsi rumah tangga memiliki porsi yang lebih besar dalam pengeluaran agregat jika
dibandingkan dengan konsumsi pemerintah.
2.      Konsumsi rumah tangga bersifat endogen, dalam arti besarnya konsumsi rumah tangga
berkaitan erat dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhinya. Keterkaitan ini akan
menghasilkan teori dan model ekonomi sendiri untuk konsumsi.
3.      Perkembangan masyarakat yang begitu cepat menyebabkan perilaku konsumsi juga berubah
cepat sehingga pembahasan tentang konsumsi rumah tangga akan tetap relevan.
1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumsi
            Faktor-faktor yang mempengaruhi keseluruhan konsumsi rumah
tangga  diklasifikasikan ke dalam tiga bagian, antara lain faktor ekonomi, demografi, dan
faktor non-ekonomi.
a. Faktor Ekonomi.Paling tidak ada empat faktor ekonomi yang dapat mempengaruhi
tingkat konsumsi. Empat faktor itu antara lain pendapatan rumah tangga, kekayaan rumah
tangga, tingkat bunga, dan perkiraan akan masa depan. Pendapatan rumah tangga akan sangat
mempengaruhi tingkat konsumsi seseorang. Semakin tinggi tingkat pendapatannya, maka
kemampuan rumah tangga untuk membeli aneka kebutuhannya akan semakin besar.
b. Faktor Demografi.Jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh pada besarnya
tingkat konsumsi. Jumlah penduduk yang semakin banyak akan memperbesar pengeluaran
konsumsi secara menyeluruh, meskipun pengeluaran rata-rata per orang atau  per keluarga
relative rendah.
            Komposisi penduduk juga mempengaruhi tingkat konsumsi. Semakin banyak
penduduk usia produktif dari suatu Negara dan semakin tinggi tingkat pendidikannya, maka
akan semakin banyak jumlah barang atau jasa yang dikonsumsi  dalam Negara tersebut.
c. Faktor Non-Ekonomi. Faktor-faktor non-ekonomi yang banyak berpengaruh terhadap
besarnya konsumsi adalah faktor social budaya masyarakat.Misalnya, orang saat ini
menyukai segala sesuatu yang praktis dan siap gaji. Perubahan pola pikir dan gaya hidup ini
akan merubah tingkat konsumsi masyarakat pula.
2. Teori Konsumsi
            Teori konsumsi yang dikenal luas antara lain teori konsumsi dari J. M. Keynes, Irving
Fisher, Franco Modigliani, dan Milton Friedman.

2
a. J. M. Keynes. Keynes berpendapat dalam teorinya, Keynesian
ConsumptionFunction, bahwa yang menentukan besarnya pengeluaran rumah tangga saat ini,
baik perorangan maupun keseluruhan, adalah pendapatan (pendapatan disposable) saat ini.
            Pendapatan dapat digunakan untuk keperluan konsumsi dan sebagian lagi
ditabung.Seacar sistematis, hal ini dapat ditulis sebagai berikut.
Y=C+S
Di mana:
Y= pendapatan
C = konsumsi
S = tabungan
b. Irving Fisher. Menurut Irving Fisher, seseorang akan memutuskan berapa banyak
pendapatan yang dikonsumsi dan berapa banyak yang ditabung dengan mempertimbangkan
kondisi pada saat ini dan dimasa depan. Semakin banyak yang ia konsumsi saat ini, maka
semakin sedikit yang dapat ia konsumsi dimasa depan.
            Untuk itu mereka harus memutuskan berapa yang harus dikonsumsi saat ini dan
berapa yang harus ditabung, mereka menghadapi apa yang disebut intertemporal budget
constraint.
c.Franco Modigliani. Ia berpendapat bahwa kegiatan konsumsi adalah kegiatan seumur
hidup. Oleh karena itu, ia membuat hipotesis tentang berapa banyak jumlah yang dikonsumsi
seseorang tergantung pada tingkat pendapatan yang berubah secara teratur (regular pattern)
sepanjang kehidupan seseorang, dan tabungan juga mengikuti perubahan pendapatan
tersebut. Hal ini disebut Modigliani sebagai life-cycle hypothesis.
d. Milton Friedman.Dalam hipotesisnya dikemukakan bahwa konsumsi tergantung dari
pendapatan permanent seseorang. Yang dimmaksud pendapatan permanen ini adalah tingkat
pendapatan rata-rata yang diharapkan akan diperoleh dalam jangka panjang. Sumber
pendapatan permanen ini bisa berasal dari pendapatan upah/gaji, maupun dari non-upah
(misalnya uang sewa, dsb) Pendapatan permanen akan meningkat bila individu menilai
kualitas dirinya baik dan mampu bersaing dengan orang lain untuk memperoleh pendapatan.
Dengan demikian, secara matematis pendapatan seseorang dapat ditulis sebagai berikut.
Y = Yp + Yt
Di mana:
Y = pendapatan yang dapat dibelanjakan (pendapatan diposabel)
Yp = pendapatan permanen
Yt = pendapatan transitory
            Sementara itu, fungsi konsumsi menurut Friedman adalah sebagai berikut.
C = Yp
Di mana:
C =Konsumsi
 = konstanta
B.Pengertian Investasi
            Investasi merupakan pengeluaran atau pembelanjaan para penanam modal atau
perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi
untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam
perekonomian. Produksi barang-barang dan jasa-jasa ini akan memungkinkan perekonomian
menghasilkan barang dan jasa yan lebih banyak di masa yang akan dating, dan juga untuk
menggantikan barang-barang modal yang telah habis masa gunanya dan perlu
didepresiasikan.

3
            Investasi sebuah perusahaan tergantung pada ketersediaan barang dan jasa bagi
konsumen sekarang dan untuk masa depan. Berapa banyak pekerja yang dibbutuhkan untuk
melakukan suatu pekerjaan dan beraapa banyak modal yang akan dipakai adalah
permasalahan investasi yang akan dihadapi perusahaan.
1.        Jenis Investasi
Investasi merupakan komponen PDB yang paling mudah berubah apabila terjadi
penurunan terhadap pengeluaran barang dan jasa.Jika pengeluaran itu menurun maka
investasi juga menurun.
            Investasi dapat dibedakan ke dalam dua jenis sebagai berikut.
1.      Investasi Riil. Investasi riil adalah investasi terhadap barang modal seperti untuk pembelian
pabrik, mesin-mesin, peralatan produksi, atau gedung yang baru.
2.      Investasi Persediaan. Investasi persediaan yaitu investasi dalam bentuk persediaan baik
bahan baku produksi maupun barang jadi yang digunakan sebagai cadangan, dengan tujuan
meningkatkan keuntungan masa mendatang.
3.      Investasi Residensial. Investasi residensial adalah investasi dalam bentuk tempat tinggal,
seperti rumah, kantor, dan apartemen.
Jumlah dari ketiga jenis investasi di atas dinamakan investasi bruto, antara lain meliputi
investasi untuk menambah kemampuan memproduksi dan mengganti barang modal yang
telah didepresiasikan. Apabila investasi dikurangi dengan depresiasi, maka hasilnya adalah
investasi neto.
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Investasi
            Pada umumnya, tingkat investasi lebih dipengaruhi oleh tingkat bunga.Ini berkaitan
dengan pilihan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
            Bila tingkat bunga tinggi, maka tingkat investasi akan berkurang, sebaliknya jika
tingkat bunga rendah, maka tingkat investasi akan tinggi. Sesuai dengan  keinginan untuk
mendapatkan keuntungan yang lebih besar tadi, maka seseorang(pengusaha) akan melihat
tingkat bunga sebagai tolak ukur perilakunya dalam investasi.
            Hal lain yang perlu disadari adalah perbedaan yang cukup mendasar antara konsumen
dan investor. Maka kita perlu mengerti bahwa ada motivasi yang berbeda pada saat investor
melakukan investasi.Investor tidak berkeinginan mendapatkan barang sebanyak mungkin,
namun ia lebih berkepentingan pada bagaimana mendapat keuntungan semaksimal mungkin.
Dengan demikian, ia akan memperhatikan dan mempertimbangkan banyak hal sebelum
akhirnya memutuskan untuk melukukan investasi.  Faktor-faktor itu antara lain:
1. Tingkat keuntungan investasi yang diramalkan akan didapat.
2. Tingkat bunga.
3. Ramalan mengenai keadaan ekonomi di masa depan.
4. Kemajuan teknologi.
5. Tingkat pendapatan nasional dan perubahan-perubahannya.
6. Keuntungan yang diperoleh perusahaan.

C. Hubungan Antara Konsumsi, Tabungan, dan Investasi


          Dengan bahasa yang sederhana dapat kita katakana bahwa jika kita memiliki
pendapatan sedikit, maka konsumsi yang kita lakukan juga sedikit.Begitu juga dengan
sebaliknya.Hubungan dari ketiganya dapat kita simpulkan yaitu sebagai berikut.

4
1. Pada pendapatan rendah, tabungan akan dipakai untuk membiayai konsumsi. Kita bias
melihat bahwa tabungan tetap minus hingga mencapai pendapatan Rp500.000. Ini
menunjukkan bahwa pengeluaran untuk konsumsi dibiayai oleh tabungan atau pendapatan
masa lalu yang disimpan.
2. Peningkatan pendapatan akan meningkatkan konsumsi. Pada pendapatan
Rp600.000,  jumlah konsumsinya adalah Rp550.000. Konsumsi juga meningkat menjadi
Rp800.000 pada saat pendapatan Rp900.000. Hali inilah yang kita saksikan setiap hari.
3. Rumah tangga akan menabung pada pendapatan lebih tinggi.Saat rumah tangga
mendapatkan pendapatan tinggi, sebuah keluarga mampu untuk menabung. Jumlah tabungan
juga akan meningkat sejalan dengan meningkatnya pendapatan.

Marginal Prospensity to Consume (MPC) dan Average Prospensity to Consume (APC)


            Hubungan antara konsumsi dan tabungan dengan pendapatan dapat dilihat lebih jauh
dengan melihat kecondongannya, baik dari konsumsi maupun tabungan. Pada konsumsi, ada
dua konsep yang perlu kita pahami: (1) MPC, dan kita sebut sebagai kecondongan
mengkonsumsi marjinal dan (2) APC atau kecondongan mengkonsumsi rata-rata.
§  Marginal Prospensity to Consume (MPC). Merupakan perbandingan antara pertambahan
konsumsi dengan pertambahan pendapatan yang diperoleh. Dengan kata lain, MPC dipakai
untuk mengukur rasio perubahan konsumsi terhadap perubahan pendapatan. Berapa
banyakkonsumsi akan bertambah jika pendapatan seseorang untuk dibelanjakan meningkat.
MPC dapat diformulasikan sebagai berikut.
MPC = ∆C/∆Yd
Di mana:
∆C       = pertambahan konsumsi
∆Yd    = pertambahan pendapatan disposable.
§  Average Prospensity to Consume (APC). Merupakan perbandingan antara tingkat pengeluaran
konsumsi dengan tingkat pendapatan disposable pada saat konsumsi tersebut dilakukan.
Rumusnya adalah sebagai berikut
APC = C/Yd.
Di mana:
C    = tingkat konsumsi
Yd  = tingkat pendapatan disposable
Marginal Prospensity to Save (MPS) dan Average Prospensity to Save (APS)
            Pada tabungan, terdapat dua konsep yang perlu kita pahami yaitu MPS atau
kecondongan menabung marjinal dan APS atau kecongongan menabung rata-rata.
§  Marginal Prospensity to Save (MPS). Merupakan perbandingan antara pertambahan tabungan
dengan pertambahan pendapatan disposabel. Dengan kata lain, MPS dipakai untuk mengukur
rasio perubahan tabungan terhadap perubahan pendapatan. Rumusnya adalah sebagai berikut.
MPS = ∆S/∆Yd
Di mana :
∆S       = pertambahan tabungan
∆Yd    = pertambahan pendapatan disposable
§  Average Prospensity to Save (APS). Merupakan perbandingan antara tingkat tabungan dengan
tingkat pendapatan disposable pada saat konsumsi tersebut dilakukan. Rumusnya adalah
sebagai berikut.

5
APS = S/Yd
Di mana :
S = Tingkat tabungan
Yd = tingkat pendapatan disposable
Fungsi Konsumsi dan Tabungan
            Dalam pembahasan fungsi konsumsi dan tabungan ini, konsumsi merupakan
pengeluaran konsumsi dari semua rumah tangga dalam perekonomian yang disebut dengan
konsumsi agregat. Begitu juga dengan tabungan yang merupakan seluruh tabungan dalam
perekonomian, maka kita akan menyebutnya sebagai tabungan agregat.
§  Fungsi Konsumsi. Yaitu suatu kurva yang menggambarkan hubungan di antar tingkat
konsumsi rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional perekonomian
tersebut.
§  Fungsi Tabungan. Yaitu suatu kurva yang menggambarkan hubungan di antara tingkat
tabungan rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional perekonomian
tersebut.
D. Investasi dan Tingkat Bunga
            Bagi seorang investor, di antara faktor-faktor di atas, yang paling penting adalah
keuntungan yang diramalkan dan tingkat bunga. Hal ini karena dengan mengetahui
keuntungan yang diperoleh, ia dapat membuat rencana jenis investasi apa yang harus
dilakukan, bagaimana prospeknya, berapa besar investasi yang harus ditanam, dan lain lain.
Tingkat bunga juga penting bagi investor karena dapat menentukan jenis jenis investasi yang
menguntungkan pengusaha. Para pengusaha hanya akan menanam modal bila pengembalian
modal lebih besar daripada tingkat bunga. Karena itulah, analisis mengenai investasi lebih
difokuskan pada peranan tingkat bunga dalam menentukan tingkat investasi dan dampaknya
pada pendapatan nasional.
            Tingkat pendapatan nasional yang tinggi tentu menggambarkan tingkat pendapatan
masyarakat yang tinggi pula.Karena tingkat pendapatan nasional juga dipengaruhi oleh
agregat tingkat pendapatan masyarakat. Tingkat pendapatan masyarakat yang tinggi akan
berpengaruh pada meningkatnya permintaan barang barang dan jasa jasa hasil produksi.
Ketika hal ini terjadi, maka keuntungan perusahaan akan semakin naik sehingga mendorong
terciptanya investasi baru.
            Konsumsi, tabungan, dan investasi memiliki pengaruh yang cukup besar pada
pendapatan Negara (PDB).Penghitungan konsumsi, tabungan, dan investasi secara agregat
dapat menggambarkan besaran pendapatan Negara dan begitu juga peningkatannya.

6
Soal:

1. Diketahui fungsi konsumsi C = 60 miliar + 0,7Y. Jika pendapatan nasionalnya Rp500.000 miliar,
maka besarnya tabungan masyarakat adalah …..
Pembahasan
Jika Y = 500.000 miliar, maka
C = 60 + 0,7 (500.000) = Rp350.060 miliar
S = Rp500.000 miliar – Rp350.060 miliar = Rp149.940 miliar
2. Kalau C adalah konsumsi dan MPC adalah Marginal Propencity to Consume = 0,80. Apabila
pendapatan bertambah dengan 50 satuan, maka tabungan akan bertambah dengan … satuan.
Pembahasan
∆S = ∆Y (1 – MPC)
∆S = ∆50 (1 – 0,80) = 10 satuan 

3. Faktor yang memengaruhi tabungan adalah ….


Pembahasan
Faktor yang memengaruhi tabungan, antara lain sebagai berikut
1. tingkat suku bunga
2. sikap berhemat
3. distribusi pendapatan
4. motivasi masyarakat untuk menabung
5. kebutuhan seseorang