Anda di halaman 1dari 10

MATA KULIAH: PENGANTAR EKONOMI MAKRO

KONSEP EKONOMI MAKRO

DOSEN PENGAMPU :
Dr. M. Nasir, M.Si
DISUSUN OLEH :
JUNETTINA Z.SIAGIAN (NIM) 7193141016

PENDIDIKAN EKONOMI B 2019


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN 2020
PEMBAHASAN
1.1 Sejarah Ekonomi Makro

Menurut sejarah, kemunculan ilmu ekonomi makro dipicu oleh sebuah peristiwa ekonomi
yang disebut Great Depression (Depresi Besar) yang terjadi di Amerika Serikat medio 1929
sampai 1933. Peristiwa ini memicu serangkaian permasalahan di bidang ekonomi, seperti
pengangguran, investasi merosot, dan hasil dari perekonomian berkurang.

Sebagaimana diketahui peristiwa Depresi Besar diawali dari penerapan liberasi ekonomi.
Jangka waktu empat tahun, peristiwa ini memunculkan berbagai keragu-raguan atas hipotesis
dari ilmu ekonomi klasik, yang menyebutkan “invisible hand” akan bergerak
menyeimbangkan keadaan pasar. Hipotesis dari teori ini tidak terbukti dalam peristiwa ini.

Hal ini memicu seorang ekonom Inggris revolusioner, John Maynard Keynes, merilis sebuah
buku The General Theory of Employment, Interest and Money (1936). Dimana buku ini
berisi tentang kritik terhadap teori ilmu ekonomi klasik mengenai pasar yang terlalu
menekankan perekonomian dari sisi penawaran. Ia juga menawarkan solusi yang mampu
memulihkan keadaan ekonomi negara dengan bantuan negara (pemerintah) itu sendiri di
bidang ekonomi untuk memberikan rangsangan dari sisi permintaan.

Dua ide radikal Keynes dalam buku tersebut memberikan angin segar bagi dunia
perekonomian. Ada tiga hal pembaruan yang perlu dilakukan. Pertama, ilmu ekonomi perlu
memperhatikan dimensi global / agregat (MAKRO) – inilah yang memunculkan ilmu
ekonomi makro seperti yang kita kenal sekarang ini. Kedua, pemerintah berperan aktif dalam
analisis ekonomi, sehingga memberikan asumsi terhadap pentingnya peranan analis kebijakan
ekonomi. Ketiga, perlunya dilakukan studi-studi empiris terkait kebijakan ekonomi makro.

1.2 Pengertian Ekonomi Makro


Ekonomi makro merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mengkhususkan dan memperlajari
mekanisme bekerjanya perekonomian sebagai suatu keseluruhan.Dengan demikian hubungan yang
ingin dipelajari oleh ekonomi makro pada pokoknya ialah hubungan-hubungan antara variabel
ekonomi aggregative. Diantara itu banyak dipersoalkan dalam ekonomi makro antara lain: tingkat

2
pendapatan nasional, tingkat pendapatan kerja, pengeluaran konsumsi rumah tangga, saving,
investasi nasional, jumlah uang yang beredar, tingkat harga, tingkat bunga.
1.3 Konsep Dasar Ekonomi Makro

Makroekonomi meliputi berbagai konsep dan variabel, tetapi selalu ada tiga topik utama untuk penelitian
makroekonomi. Teori-teori makroekonomi biasanya terhubung dengan fenomena keluaran, pengangguran
dan inflasi. Di luar teori makroekonomi, topik-topik tersebut juga sangatlah penting untuk semua agen
ekonomi termasuk pekerja, konsumen dan produsen.

Pengeluaran dan Pendapatan


Keluaran nasional ialah total nilai seluruh produksi negara pada masa yang sudah ditentukan. Semua yang
diproduksi dan dijual menghasilkan pendapatan. Maka dari itu, keluaran dan pendapatan biasanya
dianggap setara dan dua istilah tersebut sering digunakan berganti-gantian. Keluaran bisa diukur sebagai
jumlah pendapatan, atau, bisa dilihat dari sisi produksi dan diukur sebagai jumlah nilai barang jadi dan jasa
atau bisa juga dari penjumlahan seluruh nilai tambah di dalam negeri.[2]

Keluaran ekonomi makro biasanya diukur dengan Produk Domestik Bruto (PDB) atau salah satu akun
nasional. Ekonom yang tertarik dengan kenaikan keluaran jangka panjang akan mempelajari pertumbuhan
ekonomi. Kemajuan teknologi, akumulasi mesin dan modal lainnya, serta pendidikan yang lebih baik
dan modal manusia semuanya akan berujung pada keluaran ekonomi lebih besar di selama berjalannya
waktu. Tetapi, keluaran tidak selalu naik secara konsisten. Siklus bisnis bisa menyebabkan penurunan
keluaran jangka pendek yang disebut resesi. Ekonom mencari kebijakan ekonomi makro yang bisa
mencegah ekonomi anjlok ke jurang resesi dan akhirnya bisa memacu pertumbuhan jangka panjang
dengan lebih cepat.

Pengangguran

Sebuah diagram menggunakan data dari AS menunjukkan hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan pengangguran
yang diekspresikan oleh Hukum Okun. Hubungan ini mendemostrasikan pengangguran siklikal. Pertumbuhan
ekonomi berujung pada rasio pengangguran yang lebih rendah.

3
Jumlah pengangguran di sebuah ekonomi diukur dengan angka pengangguran, yaitu persentase pekerja-
pekerja tanpa pekerjaan yang ada di dalam angkatan kerja. Angkatan kerja hanya memasukan pekerja yang
aktif mencari kerja. Orang-orang pensiunan, mengejar pendidikan atau yang tidak mendapat dukungan
mencari kerja karena ketiadaan prospek kerja, tidaklah termasuk di dalam angkatan kerja.

Pengangguran sendiri bisa dibagi menjadi beberapa tipe yang semuanya berkaitan dengan sebab-sebab
yang berbeda pula. Pengangguran klasikal terjadi ketika gaji karyawan terlalu tinggi sehingga pengusaha
tidak berani memperkerjakan karyawan lebih dari yang sudah ada. Gaji bisa menjadi terlalu tinggi karena
peraturan upah minimum atau adanya aktivitas serikat pekerja. Sama halnya dengan pengangguran
klasikal, pengangguran friksional terjadi apabila ada lowongan pekerjaan untuk pekerja tetapi waktu untuk
mencarinya menyebabkan adanya periode di mana si pekerja tersebut menjadi pengangguran. [3]

Pengangguran struktural meliputi beberapa jenis penyebab pengangguran termasuk ketidakcocokan antara


kemampuan pekerja dan kemampuan yang dicari oleh pekerjaan yang ada.[4] Pengangguran besar-besaran
bisa terjadi ketika sebuah ekonomi mengalami masa transisi industri dan kemampuan para pekerja menjadi
tak terpakai. Pengangguran struktural itu juga cukup mirip dengan pengangguran friksional karena dua-
duanya berkutat pada permasalahan ketidakcocokan kemampuan pekerja dengan lowongan pekerjaan,
tetapi pengangguran struktural berbeda karena meliputi juga kebutuhan untuk menambah kemampuan diri,
tidak hanya proses pencarian jangka pendek.[5]

Walaupun ada beberapa jenis pengangguran yang selalu ada saja mau bagaimanapun kedaaan ekonomi
pada saat itu, pengangguran siklikan terjadi ketika pertumbuhan ekonomi menjadi stagnan. Hukum
Okun menunjukan hubungan empiris antara pengangguran dan pertumbuhan ekonomi. [6] Versi asli dari
Hukum Okun menyatakan bahwa 3% kenaikan keluaran ekonomi akan mengakibatkan 1% penurunan
angka pengangguran.

Pengangguran

Kenaikan harga umum disebuah ekonomi disebut dengan inflasi. Ketika harga menurun, maka
terjadi deflasi. Ekonom mengukur perubahan harga ini menggunakan indeks harga. Inflasi bisa terjadi
ketika suhu ekonomi menjadi terlalu panas dan tumbuh terlalu cepat. Mirip dengan ini, ekonomi yang
merosot bisa mengakibatkan deflasi.

Bank Sentral yang mengatur ketersediaan uang suatu negara, selalu mencoba menghindari adanya
perubahan tingkat harga menggunakan kebijakan moneter. Dengan menaikan tingkat suku bunga atau

4
menurunkan ketersediaan uang di dalam sebuah ekonomi akan menurunkan inflasi. Inflasi bisa
mengakibatkan bertambahnya ketidakpastian dan konsekuensi negatif lainnya. Deflasi bisa menurunkan
keluaran ekonomi. Bank sentral akan mengusahakan stabilnya harga untuk melindungi ekonomi dari akibat
negatif atas fluktuasi harga.

Perubahan di tingkat harga bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. Teori kuantitas uang menyatakan
bahwa pergerakan tingkat harga itu berhubungan langsung dengan penawaran uang. Fluktuasi jangka
pendek bisa juga berhubungan dengan faktor moneter, tetapi perubahan pada permintaan agregat dan
penawaran agregat bisa juga mempengaruhi tingkat harga. Contohnya, penurunan di permintaan karena
adanya resesi bisa mengakibatkan indeks harga yang rendah dan deflasi. Syok penawaran negatif, seperti
krisis minyak, akan menurunkan penawaran agregat dan menyebabkan inflasi.

1.4 Permasalahan dalam Ekonomi Makro


Berikut ini adalah beberapa permasalahan yang sering terjadi pada ekonomi makro
A.    Inflasi
Inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk meningkat secara umum dan
terus menerus.Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi
kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan) kepada barang
lainnya.Kebalikan dari inflasi disebut deflasi.

TIMBULNYA INFLASI
“inflasi” semata-mata suatu gejala ekonomi, dimana kecenderungan harga-harga
untuk naik secara bersamaan. Sebab-sebab timbulnya inflasi khusus dari segi ekonomi; dan
penentuan sebab-sebab “ekonomis obyektif” ini mungkin bukanlah tugas yang paling
sukar.Biasanya kita harus melampaui batas-batas ilmu ekonomi dan memasuki bidang ilmu
sosiologi dan ilmu politik.

Masalah inflasi dalam arti yang lebih luas bukan semata-mata masalah ekonomi,
tetapi masalah sosio-ekonomi-politis. Ilmu ekonomi membantu kita ntuk mengidentifikasikan
sebab-sebab obyektif  dari inflasi, misalnya saja karena pemerintah mencetak uang terlalu
hanyak. Kalau kita mempertanyakan mengapa pemerinlah harus mencetak uang, meskipun

5
mereka tahu bahwa tindakan tersebu mengakibatkan inflasi .seringkali jawabannya terletak di
bidang sosial politik.

B.     Kebijakan Fiskal
Kebijakan Fiskal adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka
mendapatkan dana dan kebijaksanaan yang ditempuh oleh pemerintah untuk membelanjakan
dananya dalam rangka melaksanakan pembangunan. Atau, kebijakan fiscal adalah kebjakan
pemerintah yang berkaitan dengan penerimaan atau pengeluaran Negara.Dari semua unsur
APBN dan pajak yang dapat diatur oleh pemerintah dengan kebijakan fiscal.
Contoh kebijakan fiscal adalah apabila perekonomian nasional mengalami inflasi,
pemerintah dapat mengurangi kelebihan permintaan masyarakat dengan cara memperkecil
pembelanjaan dan menaikkan pajak agar tercipta kestabilan lagi. Cara demikian disebut
dengan pengelolaan anggaran.
Tujuan kebijakan fiscal adalah untuk mempengaruhi jalannya perekonomian. Hal ini
dilakukan dengan jalan memperbesar dan memperkecil pengeluaran komsumsi pemerintah
(G), jumlah transfer pemerntah (Tr), dan jumlah pajak (Tx) yang diterima pemerintah
sehingga dapat mempengaruhi tingkat pendapatan nasional (Y) dan tingkat kesempatan kerja
(N).
Kebijakan fiskal bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara
optimal. Kebijakan fiskal sangat berhubungan dengan pemasukan atau pendapatan negara,
diantara pendapatan negara antara lain misalnya : bea dan cukai, devisa negara, pariwisata,
pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, impor, dan lain-lain. Macam-macam Kebijakan
Fiskal :
         Functional finance : Pembiayaan pemerintah yang bersifat fungsional
         The managed budget approach : Pendekatan pengelolaan Anggaran
         The stabilizing budget : Stabilisasi anggaran yang otomatis, apabila model ini gagal, maka
pemerintah dapat meningkatkan pengeluarannya seperti dengan menaikkan gaji PNS atau
subsidi
         Balance budget approach : Pendekatan Anggaran Belanja berimbang, namun bila terlambat
penyesuaian (Perubahan Anggaran Keuangan), maka kepercayaan masyarakat akan hilang.

C.    Uang

6
Dari zaman ke zaman uang terus berkembang diseluruh negara di belahan dunia,
dikarenakan uang adalah alat transaksi dan alat tukar suatu produk barang atau jasa.Namun
dalam pembahasan ini adalah masalah uang dalam ekonomi makro.
      Fungsi uang, yaitu antara lain : Uang sebagai satuan nilai, yang maksudnya sebagai
satuan moneter yang berfung si sebagai nilai suatu barang atau jasa. Uang sebagai alat tukaar,
uang sebagai alat yang mempermudah masyarakat dalam urusan pertukaran. Uang sebagai
gudang nilai, yang maksudnya adalah uang sebagai alat tukar baik sepanjang waktu maupun
sewaktu-waktu
Dalam  motif seseorang memegang uang keynes mencetuskan dalam teori preferensi
likuidasi menjelaskan bahwa ada 3 motif masyarakat dalam memegang uang, yaitu :
1.      Motif transaksi, Keynes menekankan komponen permintaan uang di tentukan oleh tingkat
transaksi setiap orang. Oleh karena itu semakin tinggi pendapatan seseorang maka semakin
tinggi pula permintaan barang atau jasa seseorang tersebut.  Permintaan tersebut di pengaruhi
oleh tinggi rendahnya pendapatan nasional.
2.      Motif berjaga-jaga, uang di gunakan sebagai alat untuk menghadapi ketidakpastian akan
kebutuhan di masa mendatang. Keynes percaya bahwa jumlah uang yang digunakan berjaga-
jaga tergantung pada ekspektasi transaksi di masa mendatang.
3.      Motif spekulatif, Keynes juga sependapat bahwa uang merupakan alat ukur kekayaan
.sehingga salah satu alasan seseorang memegang uang adalah alasan spekulatif.

Pandangan Keynes
Teori ekonomi makro berkembang setelah J.M Keynes menunjukan kelemahan-
kelemahan pandangan para ahli ekonomi klasik mengenai penentuan tingkat perekonomian
suatu negara yang di dasari oleh penggunaan tenaga kerja penuh. Pandangan Keynes yaitu
penggunaan tenaga kerja penuh (full employment) adalah keadaan yang jarang terjadi , dan
hal itu disebabkan karena kekurangan permintaan agregat yang wujud dalam perekonomian.
Keadaan ini menyebabkan pertambahan dalam tingkat kegiatan ekonomi dan penggunaan
tenaga kerja dan faktor-faktor produksi.
D.    Pengangguran
Pengangguran merupakan masalah pokok yang dihadapi bangsa Indonesia.
Terbatasnya jumlah lapangan kerja sementara jumlah penduduk semakin berkembang
pesat akan sangat memicu tingginya angka pengangguran. Salah satu upaya pemerintah
dalam mengurangi angka pengangguran adalah dengan menciptakan lapangan

7
pekerjaan.Pemerintah juga melakukan pelatihan tenaga kerja sehingga tenaga kerja
memiliki keahlian yang dibutuhkan dalam lapangan kerja.
Pengangguran di Indonesia disebabkan antara lain pendidikan lebih banyak
memberikan kompetensi kepada para peserta didik dalam bentuk koqnitif (teori), sedangkan
kompetensi yang bersifat psikomotor (praktek) yang bisa menjadi bekal jika peserta didik
sudah lulus dan terjun dimasyarakan sangat kecil. Sehingga sumber daya manusia yang
dihasilkan pendidikan kurang mampu bersaing di dunia kerja dan masyarakat Indonesia
lebih cenderung mencari pekerjaan bukan menciptakan lapangan pekerjaan.

1.5 Tujuan Ekonomi Makro


a. Tingkat kesempatan kerja yang tinggi.

Suatu negara di dunia ini pastilah tidak menginginkan adanyanya


pengangguran di dalam negaranya, karena pengangguran ini mempunyai
dampak yang sangat  buruk bagi sendi kehidupan sosial masyarakat dan
juga beban ekonomi negara yang harus ditanggung oleh negara baik
secara ekonomi maupun politik dan hal ini merupakan amanat dari UUD
1945. Namun kenyataan suatu negara sulit untuk menghindari adanya
pengangguran. Oleh karena itu hal yang dapat dilakukan adalah
mengurangi tingkat penganguran sampai pada tingkat full employment
dimana semua lapangan pekerjaan yang disediakan oleh negara (swasta
dan pemerintah) telah terisi penuh oleh pencari kerja.

b. Produksi nasional yang tinggi

Tinggi rendahnya kapasitas produksi tergantung dari tinggi rrendahnya


investasi, sedangkan investasi dalam negeri tergantung tingkat tabungan
dalam negeri, tingkat tabungan dalam negeri tergantung tingkat bunga
dan pendapatan masyarakat, Dengan demikian untuk meningkatkan
kapasitas produksi dalam negeri maka peningkatan pendapatan
masyarakat perlu di lakukan dengan meningkatkan produktivitas
masyarakt.

c. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi

Tidak ada suatu ukuran standar mengenai bagaimana tinggi pendapatan


suatu naegara yang harus dicapai, akan tetapi berdasarkan perbandingan

8
pada negara lain tentu saja dapat diketahui apakah pendapatan nasional
suatu negara lebih besar atau lebih kecil dari negara lainnya.
Membandingkan tingkat pendapatan nasional suatu negara dengan
negara lain adalah ukuran relatif. Sedangkan untuk mendapatkan
gambaran absolut adalah dengan membandingkan pendapatan perkapita
suatu negara dengan negara lain.

d. Keadaan perekonomian yang stabil

Kestabilan yang diharapkan dalam perekonomian adalah kestabilan dalam


hal tingkat pendapatan, kesempatan kerja dan terutama kestabilan pada
tingkat harga-harga barang secara umum. Dalam pengertian yang lebih
realistis perekonomian yang stabil bukanlah berarti suatu perekonomian
yang kondisinya selalu mengalami masa-masa booming, akan tetapi suatu
kondisi yang fluktuasi variabel ekonomi terutama harga-harga komoditi
secara umum dan tingkat pendapatan berubah dalam kondisi yang wajar.

e.  Neraca pembayaran yang seimbang

Neraca pembayaran yang seimbang adalah ikhtisar sistematis dari semua


transaksi ekonomi dengan luar negeri selama jangka waktu tertentu
dinyatakan dalam uang. Dalam neraca pembayaran tersebut beberapa hal
penting yang perlu diketahui adalah neraca perdagangan, transaksi
berjalan dan lalu lintas moneter.

f.  Distribusi pendapatan yang merata

Keadilan pembagian rezeki dari hasil pengelola sumber daya baik alam
maupun manusia dari suatu negara adalah di mana pendapatan yang
diperoleh dapat dinikmati secara merata oleh rakyatnya dalam arti
distribusi pembagian pendapatan yang relatif adil. Artinya bahwa
sebagian besar pendapatan negara dinikmati oleh sebagian besar
golongan masyarakat dalam perekonomian tersebut. Dengan meratanya
pembagian pendapatan diharapkan tingkat konsumsi masyarakat juga
relatif lebih baik, pada gilirannya diharapkan akan terjadi kehidupan yang
tidak bertendensi pada keresahan dan kerusuhan sosial. Untuk mengukur
tingkat distribusi ini biasanya digunakan indes Gini atau Gini koefisien.

9
10