Anda di halaman 1dari 5

TINJAUAN PUSTAKA

Diagnosis dan Tatalaksana Mioma Uteri


Pika Novriani Lubis
Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia

ABSTRAK
Mioma uteri merupakan tumor jinak yang menyerang otot polos rahim. Nama lainnya adalah fibroid atau leiomioma. Tumorigenesis dididuga
terjadi akibat abnormalitas gen and paparan hormonal. Kasus mioma dapat terjadi pada populasi dengan rentang usia sejak menarche sampai
menopause. Sebagian besar kasus tidak bergejala sehingga sering ditemukan secara tidak sengaja. Tumor ini menjadi salah satu penyebab
subfertilitas. Jika bersamaan dengan kehamilan akan mengganggu perkembangan janin. Diperlukan ultrasonografi (USG) untuk konfirmasi
diagnosis. Penanganan klinis meliputi observasi dan pembedahan, tergantung keluhan dan keinginan hamil.

Kata kunci: Mioma uteri, otot polos rahim, tumor jinak

ABSTRACT
Uterine myomas are benign uterine smooth muscle neoplasms. The synonyms are fibroids or leiomyomas. Tumorigenesis is caused by gen
abnormalities and induced by hormonal interaction. This tumour can be found from menarche until menopause. Most cases are discovered
incidentally. These tumours are contributing factor to subfertility and have negative implication on fetal development. Ultrasonography (USG)
is required for diagnosis. Clinical approach is observation and surgery, depends on symptoms dan fertility consideration. Pika Novriani Lubis.
Diagnosis and Management of Uterine Myoma

Keywords: Benign neoplasm, terine myoma, uterine smooth muscle

PENDAHULUAN Hormonal hormonal inilah yang melatarbelakangi


Mioma uteri atau sering disebut fibroid Mutasi genetik menyebabkan produksi berkurangnya volume tumor pada saat
merupakan tumor jinak yang berasal dari reseptor estrogen di bagian dalam menopause.
otot polos rahim. Sel tumor terbentuk karena miometrium bertambah signifikan. Sebagai
mutasi genetik, kemudian berkembang akibat kompensasi, kadar estrogen menjadi Teori lain yang kurang berkembang
induksi hormon estrogen dan progesteron.1,2 meningkat akibat aktivitas aromatase menjabarkan pengaruh hormon lain seperti
Mengingat sifat pertumbuhannya dipengaruhi yang tinggi. Enzim ini membantu proses paratiroid, prolaktin, dan human chorionic
hormonal, tumor ini jarang mengenai usia pra- aromatisasi androgen menjadi estrogen. gonadotropin (HCG) dalam pertumbuhan
pubertas serta progresivitasnya akan menurun Estrogen akan meningkatkan proliferasi sel mioma.2
pada masa menopause.1,2 Leiomioma uteri dengan cara menghambat jalur apoptosis,
merupakan jenis tumor jinak yang dapat serta merangsang produksi sitokin dan Proses Inflamasi
menyerang segala usia.2 Sebagian kasus platelet derived growth factor (PDGF) dan Masa menstruasi merupakan proses inflamasi
asimptomatis sehingga sering didapati secara epidermal growth factor (EGF).2 Estrogen juga ringan yang ditandai dengan hipoksia
tidak sengaja saat ke dokter karena keluhan akan merangsang terbentuknya reseptor dan kerusakan pembuluh darah yang
lain. Gejala paling sering adalah perdarahan progesteron terutama di bagian luar dikompensasi tubuh berupa pelepasan zat
vagina. Tumor ini sering menjadi penyebab miometrium.1 vasokonstriksi.2 Proses peradangan yang
subfertilitas wanita dan pada kehamilan dapat berulang kali setiap siklus haid akan memicu
menyebabkan abortus dan prematuritas.2 Progesteron mendasari terbentuknya percepatan terbentuknya matriks ekstraseluler
tumor melalui perangsangan insulin like yang merangsang proliferasi sel.2 Obesitas
PATOFISIOLOGI growth factor (IGF-1), transforming growth yang merupakan faktor risiko mioma ternyata
Sejumlah faktor dihubungkan dengan factor (TGF), dan EGF.2 Maruo, dkk. meneliti juga merupakan proses inflamasi kronis;
kejadian mioma uteri yang dikenal dengan peranan progesteron yang merangsang pada penelitian in vitro, pada obesitas terjadi
nama lain leiomioma uteri, yakni: hormonal, proto-onkogen, Bcl-2 (beta cell lymphoma-2), peningkatan TNF-α.2 Selain TNF-α, sejumlah
proses inflamasi, dan growth factor. suatu inhibitor apoptosis dan menemukan sitokin lain juga memiliki peranan dalam
bukti bahwa gen ini lebih banyak diproduksi terjadinya tumor antara lain IL1, IL-6, dan
saat fase sekretori siklus menstruasi. Siklus eritropoietin.2
Alamat Korespondensi email: phiycka@gmail.com

196 CDK-284/ vol. 47 no. 3 th. 2020


TINJAUAN PUSTAKA

Growth Factor penumpukan lemak.6 Studi klinis mengaitkan EPIDEMIOLOGI


Beberapa growth factor yang melandasi pertumbuhan sel tumor dengan konsumsi Data epidemiologi menunjukkan bahwa 70%
tumorigenesis adalah epidermal growth kafein dan alkohol, karena kedua zat akan kasus terjadi pada usia 50 tahun, di mana 30-
factor (EGF), insulin like growth factor (IGF I-II), mempengaruhi kadar hormon namun perlu 40% kasus pada masa perimenopause dan 20-
transforming growth factor-B, platelet derived pembuktian lebih lanjut dengan variasi 25% kasus pada wanita usia reproduksi.5,6
growth factor, acidic fibroblast growth factor demografi.6
(aFGF), basic fibroblast growth factor (bFGF), Global
heparin-binding epidermal growth factor Overweight /Obesitas Mioma uteri dapat mengenai semua ras,
(HBGF), dan vascular endothelial growth factor Setiap pertambahan berat badan sebesar paling banyak pada ras kulit hitam (18%), 10%
(VEG-F).1 Mekanisme kerjanya adalah dengan 10 kg, akan meningkatkan risiko mioma pada wanita Hispanik, 8% menyerang wanita
mencetak DNA-DNA baru, induksi proses uteri sebesar 21%. Penumpukan jaringan kulit putih, dan paling jarang mengenai
mitosis sel dan berperan dalam angiogenesis lemak >30% juga menjadi pemicu karena wanita Asia.5 Sebagian besar kasus tidak
tumor. Matriks ekstraseluler sebagai tempat peningkatan konversi androgen menjadi bergejala sama sekali, hanya 30% kasus yang
penyimpanan growth factor juga menjadi estrogen dan penurunan sex hormone binding simptomatis.1 Sejumlah 80% mioma uteri
faktor pemicu mioma uteri karena dapat globulin (SHBG).7 multipel dan sekitar 10,7% terjadi pada wanita
mempengaruhi proliferasi sel.1 hamil.5,6
Menarche Prematur dan Menopause
ETIOLOGI Terlambat Indonesia
Etiologi mioma uteri adalah abrnomalitas gen Menarche dini pada usia kurang dari 10 Sampai saat ini data statistik nasional mioma
karena mutasi genetik HMG1, HMG1-C, HMG1 tahun dan menopause terlambat akan uteri belum tersedia. Penelitian retrospektif
(Y) HMGA2, COL4A5, COL4A6, dan MEDI2.2 meningkatkan risiko mioma uteri akibat sel di Manado mendapatkan bahwa persentase
Kelainan kromosom terjadi akibat gangguan rahim terus terpapar estrogen.4,6 terbanyak pada rentang usia 36-45 tahun
translokasi kromosom 10, 12, dan 14, delesi dengan status dominan nulipara.8
kromosom 3 dan 7 serta aberasi kromosom Nulipara
6.1,2 Wanita yang belum pernah hamil berisiko Mortalitas
terkena mioma uteri; dikaitkan dengan Mortalitas umumnya karena anemia berat
FAKTOR RISIKO pengaruh paparan hormon seks, estrogen, akibat perdarahan hebat. Mortalitas akibat
Kejadian mioma uteri dilatarbelakangi oleh dan progesteron.6 komplikasi pembedahan 0,4-1,1 per 1000
sejumlah faktor risiko, antara lain: faktor operasi.5
endogen tubuh, misalnya ras, usia, pola hidup Kontrasepsi Hormonal
sedentair, faktor diet dan obesitas, pengaruh Prevalensi mioma uteri akan meningkat DIAGNOSIS
siklus haid, dan status paritas serta penyakit pada penggunaan kontrasepsi hormonal Diagnosis mioma uteri ditegakkan melalui
komorbid. mengandung hormon estrogen baik estrogen anamnesis gangguan siklus haid dan
murni maupun kombinasi.6 pemeriksaan fisik pembesaran perut.
Genetik dan Ras Ultrasonografi merupakan pemeriksaan
Risiko kejadian tumor akan meningkat 2,5 kali Penyakit Komorbid penunjang rutin untuk konfirmasi diagnosis.
lipat pada keturunan pertama pasien mioma Hipertensi, polycystic ovary syndrome (PCOS),
uteri.2 Ras Afrika cenderung lebih sering dan diabetes merupakan tiga penyakit yang Anamnesis
mengalami mioma uteri dengan prevalensi umumnya berasosiasi dengan kejadian Keluhan berupa lama haid memanjang
terbanyak kasus mioma multipel; gejala mioma.6 Peningkatan insulin dan IGF-I serta dan perdarahan vagina di luar siklus haid;
umumnya lebih berat serta lebih progresif.4,6 hiperandrogen menjadi faktor pemicu biasanya lebih berat terutama pada mioma
PCOS dan diabetes, pada hipertensi terjadi tipe submukosa. Gejala lain adalah nyeri perut
Usia pelepasan sitokin yang merangsang proliferasi dan pinggang bawah saat menstruasi, sensasi
Usia di atas 30 tahun meningkatkan risiko jaringan tumor.6 kenyang, sering berkemih, sembelit, dan nyeri
mioma uteri.2 saat berhubungan seksual.2-4 Keluhan penting
Infeksi/Iritasi adalah seringnya abortus spontan atau sulit
Gaya Hidup Infeksi, iritasi, atau cedera rahim akan hamil terutama pada mioma submukosa.
Gaya hidup sedentary menjadi faktor risiko meningkatkan risiko mioma uteri melalui Mioma intramural dengan ukuran >2,5
karena peningkatan risiko obesitas dan induksi growth factor.6 cm dapat mengganggu proses persalinan
pengaruhnya terhadap disregulasi hormonal.6 normal.1
Stres
Diet Pada stres terjadi pelepasan kortisol dan Pemeriksaan Fisik
Makanan indeks glikemik tinggi dan tinggi perangsangan hypothalamo-pituitary- Dijumpai kondisi anemis yang ditandai
asam lemak omega-3 terutama marine fatty adrenal gland axis yang akan menyebabkan konjungtiva, tangan dan kaki pucat.
acid (MFA) akan meningkatkan kejadian peningkatan estrogen dan progesteron.6 Volume tumor akan menyebabkan keluhan
tumor melalui jalur induksi hormonal akibat pembesaran perut.

CDK-284/ vol. 47 no. 3 th. 2020 197


TINJAUAN PUSTAKA

Klasifikasi Mioma paling jarang, merupakan tipe paling invasif Medikamentosa


Berdasarkan lokasinya, mioma diklasifikasikan yang sering mengenai kavum peritoneum Diberikan untuk mengurangi perdarahan,
atas beberapa tipe antara lain:9 dan histopatologis mirip gambaran tumor mengecilkan volume tumor, dan sebagai
„ Tipe 0 - merupakan pedunculated ganas.5 prosedur pre-operatif.
intracavitary myoma, tumor berada
submukosa dan sebagian dalam rongga Kondisi borderline yang jarang, namun masih Agonis Gonadotropine Releasing Hormone
rahim mungkin ganas, adalah smooth muscle tumours (GnRH)
„ Tipe 1 - merupakan tipe submukosa of uncertain malignant potential (STUMP) yang Mekanisme kerjanya adalah melalui down
dengan < 50% bagian tumor berada di memiliki aktivitas mitosis intermediate (5- regulation reseptor GnRH, sehingga terjadi
intramural 10 mitosis per 10 HPF), memilki gambaran penurunan produksi FSH dan LH yang
„ Tipe 2 - tumor menyerang ≥ 50% miksoid, nekrosis, serta terdapat nukleus akan menurunkan produksi estrogen. Obat
intramural atipikal dan sel epiteloid.5 ini direkomendasikan pada mioma jenis
„ Tipe 3 - seluruh bagian tumor berada submukosa. Durasi pemberian yang dianjurkan
dalam dinding uterus yang berdekatan Diagnosis Banding adalah selama 3-6 bulan; pemberian jangka
dengan endometrium „ Kehamilan panjang >6 bulan harus dikombinasi dengan
„ Tipe 4 - tipe tumor intramural yang „ Kehamilan ektopik progesteron dengan atau tanpa estrogen.
lokasinya berada dalam miometrium „ Adenomiosis Pada pemberian awal bisa terjadi perburukan
„ Tipe 5 - tipe serosa dengan ≥ 50% bagian „ Polip endometrium keluhan akibat efek samping obat.1 Analog
tumor berada pada intramural „ Endometriosis GnRH juga dapat digunakan pre-operatif
„ Tipe 6 - jenis subserosa yang mengenai „ Karsinoma endometrium selama 3-4 bulan sebelum pembedahan.5
< 50% intramural
„ Tipe 7 - tipe pedunculated subserous Membedakan mioma uteri dengan Preparat Progesteron
„ Tipe 8 - kategori lain ditandai dengan diagnosis lainnya adalah dengan Preparat progesteron antara lain antagonis
pertumbuhan jaringan di luar miometrium pemeriksaan penunjang, yakni pemeriksaan progesteron atau selective progesterone
yang disebut cervicalparasitic lesion. kehamilan sederhana menggunakan strip receptor modulator (SPRM). Suatu studi
test, laboratorium darah, USG, ataupun prospektif acak menyimpulkan bahwa
Mioma intramural merupakan jenis yang histeroskopi. [4] pemberian mifepristone 25 mg sehari selama 3
paling banyak, sedangkan mioma submukosa bulan akan menurunkan ukuran tumor sebesar
merupakan mioma paling jarang.3 Pemeriksaan Penunjang 40%. Ukuran tumor menurun jauh lebih besar,
Ultrasonografi merupakan pemeriksaan sebesar 50%, pada pemberian ulipristal 10
Secara histologi, satu klon sel tumor dapat penunjang yang paling direkomendasikan mg dengan durasi pengobatan yang sama.10
berdiferensiasi menjadi 4 jenis sel, yakni sel untuk diagnosis mioma uteri.3 Dibanding USG Berdasarkan farmakodinamikanya, golongan
otot polos, sel otot polos vaskular, dan 2 jenis abdominal, USG transvaginal lebih sensitif obat ini juga digunakan pre-operatif.
fibroblas.5 Berdasarkan histopatologi, mioma namun kurang direkomendasikan jika pasien Kemudian, setelah 2-4 siklus pengobatan
uteri bisa diklasifikasikan atas beberapa jenis, belum menikah dan mengalami mioma dianjurkan menggunakan levonorgestrel-
yakni: submukosa. Pada kondisi tersebut lebih intrauterine devices (LNG IUS) untuk mencegah
„ Cellular leiomyoma yang lebih dominan dianjurkan penggunaan histeroskop.4,9 relaps.8 IUD jenis ini juga direkomendasikan
bagian selulernya, tidak ada nukleus atipikal sebagai terapi mioma intramural.5
dan indeks mitosisnya rendah (≤ 4 per 10 high Selain USG, diperlukan pemeriksaan
power field/HPF) laboratorium darah untuk menentukan Aromatase Inhibitor
„ Leiomyoma with bizarre nuclei (atypical/ status anemia. Untuk menyingkirkan potensi Aromatase inhibitor terbagi dua jenis,
symplastic leiomyoma) ditandai dengan maligna, dianjurkan biopsi endometrium dan yaitu aromatase inhibitor kompetitif yakni
bizzare pleomorphic nuclei. Pada jenis tumor MRI.9 anastrazole dan letrozole, dan senyawa
ini, aktivitas mitosisnya juga rendah; adanya inaktivator yakni exemestane. Kerja keduanya
karioreksis bisa disalahartikan sebagai mitosis TATALAKSANA hampir sama yakni menghambat proses
atipikal. Penatalaksaaan mioma uteri atau tumor aromatisasi yang merupakan dasar
„ Mitotically active leiomyoma yang memilki jinak otot rahim mencakup observasi, patogenesis mioma.1 Kelebihan obat ini
gambaran mitosis tinggi (>10 mitosis per medikamentosa, atau pembedahan.3 adalah tidak ada efek tromboemboli yang
10 HPF), tidak memiliki nukleus atipikal dan dapat menjadi kausa mortalitas.1
tidak terdapat nekrosis. Mioma jenis ini sering Observasi
terjadi akibat pengaruh hormonal; paling Observasi dilakukan jika pasien tidak Asam Traneksamat
sering ditemukan pada usia reproduktif. mengeluh gejala apapun karena diharapkan Asam traneksamat berfungsi membantu
„ Dissecting (‘cotyledenoid’) leiomyoma yang saat menopause, volume tumor akan mengatasi perdarahan.4 Durasi pemberian
ditandai dengan adanya perubahan hidrofilik mengecil.1 adalah selama 3-4 hari dalam sebulan.9
pada gambaran sel tumor.
„ Diffuse leiomyomatosis adalah jenis yang

198 CDK-284/ vol. 47 no. 3 th. 2020


TINJAUAN PUSTAKA

NSAID Ultrasound Surgery (MRgFUS). Metode keganasan sangat rendah, hanya sekitar
Golongan NSAID digunakan untuk terakhir menggunakan gelombang ultasonik 10-20% mioma berkembang menjadi
mengurangi nyeri dan perdarahan.3 intensitas tinggi yang diarahkan langsung ke leiomyosarcoma.5 Suatu studi menyimpulkan
sel tumor.9 Gelombang ini akan menembus bahwa transformasi maligna hanya terjadi
Pembedahan jaringan lunak dan menyebabkan denaturasi pada 0,25% (1 dari 400 kasus) wanita yang
Jenis pembedahan mencakup histerektomi protein, iskemia, dan nekrosis koagulatif. telah menjalani pembedahan.9 Keganasan
dan miomektomi. Pilihan operasi disesuaikan Teknik ini tidak direkomendasikan pada umumnya dipicu oleh riwayat radiasi pelvis,
dengan kondisi dan keinginan pasien. mioma uteri saat kehamilan.4,11 riwayat penggunaan tamoksifen, usia lebih
dari 45 tahun, perdarahan intratumor,
Histerektomi PROGNOSIS penebalan endometrium, dan gambaran
Direkomendasikan untuk pasien berusia di Potensi keganasan mioma uteri sangat rendah heterogen pada gambaran radiologis MRI.4
atas 40 tahun dan tidak berencana memiliki tetapi dapat kambuh walau telah dilakukan
anak lagi.8 Histerektomi dapat dilakukan miomektomi.4,6 Mioma dapat menyebabkan EDUKASI DAN PROMOSI KESEHATAN
dengan metode laparotomi, mini laparotomi, infertilitas dan jika terjadi bersamaan dengan Edukasi meliputi anjuran kontrol ulang
dan laparoskopi. Histerektomi vagina lebih kehamilan umumnya meningkatkan risiko berkala pada pasien asimptomatis dan yang
dipilih karena komplikasi lebih rendah serta persalinan sectio casesaria.5 menginginkan fertility sparing. Tindakan
durasi hospitalisasi lebih singkat.4,11 preventif umum berupa pengaturan diet
Komplikasi dan olahraga. Di samping itu, menyusui
Miomektomi Komplikasi mioma yang paling meresahkan dan merokok ternyata dapat menghambat
Miomektomi direkomendasikan pada adalah infertilitas. Berdasarkan data di Amerika tumorigenesis mioma uteri.2,9
pasien yang menginginkan fertility sparing.9 Serikat, infertilitas dapat terjadi pada 2-3%
Miomektomi dapat dengan teknik laparotomi, kasus mioma uteri.2 Edukasi Pasien
mini laparotomi, laparoskopi, dan histeroskopi. Selama tidak ada keluhan, pasien dianjurkan
Teknik laparotomi dan mini laparotomi Pada kehamilan, tumor akan memicu kontrol setiap 6 bulan. Jika telah menopause
adalah tindakan yang paling sering dilakukan, keguguran, gangguan plasenta dan presentasi dan tidak ada pertumbuhan tumor dalam
sedangkan laparoskopi paling jarang janin, prematuritas serta perdarahan pasca- satu tahun maka kontrol dianjurkan hanya jika
dilakukan karena lebih sulit. Histeroskopi persalinan.1 Komplikasi pembedahan meliputi muncul gejala.9
direkomendasikan pada mioma submukosa perdarahan, infeksi, dan trauma pada organ
dengan ukuran tumor <3 cm yang 50%-nya sekitar. Akibat embolisasi dapat terjadi Kehamilan dapat terjadi 4-6 bulan setelah
berada dalam rongga rahim dan pada mioma sindrom pasca-embolisasi yang ditandai penanganan. Kehamilan dapat berjalan lancar
multipel.3,9 Akan tetapi, komplikasi perdarahan dengan keluhan nyeri, demam, dan ekspulsi namun 1/3 kasus mioma dapat menginduksi
pada teknik ini lebih besar dibanding tumor dari vagina. Setelah miolisis dapat abortus dan prematur.9
histerektomi.9 terjadi nyeri dan perdarahan.4,11
Upaya Pencegahan dan Pengendalian
Selain pembedahan, juga digunakan teknik Prognosis Penyakit
non-invasif radioterapi, yakni embolisasi dan Prognosis mioma asimptomatis umumnya Seperti penyakit lainnya, upaya pencegahan
miolisis.4,9,11 baik karena tumor akan mengecil dalam mioma uteri dilakukan dengan pengaturan
6 bulan sampai 3 tahun, terutama saat diet dan olahraga.6 Selain itu, merencanakan
Embolisasi Arteri Uterina menopause. Mioma simptomatis sebagian kehamilan dan memberikan ASI eksklusif,
Metode ini dilakukan dengan embolisasi besar berhasil ditangani dengan pembedahan merokok, dan produk kecantikan ternyata
melalui arteri femoral komunis untuk tetapi rekurensi dapat terjadi pada 15- dapat memberikan efek profilaksis.6,11
menghambat aliran darah ke rahim. Efek 33% pasca-tindakan miomektomi.4 Setelah
yang diharapkan adalah iskemia dan nekrosis 5-10 tahun, 10% pasien akhirnya menjalani Diet
yang secara perlahan membuat sel mengecil. histerektomi.4 Pasca-embolisasi, tingkat Rekomendasi paling penting adalah diet
Teknik ini direkomendasikan pada pasien yang kekambuhan mencapai 15-33% kasus dalam menjaga berat badan ideal untuk mengurangi
menginginkan anak dan menolak transfusi, 18 bulan sampai 5 tahun setelah tindakan.5 faktor risiko obesitas.6 Hal ini karena kejadian
memiliki penyakit komorbid, atau terdapat tumor sering dikaitkan dengan terlalu banyak
kontraindikasi operasi. Di sisi lain, teknik ini Konsepsi spontan dapat terjadi pasca- konsumsi daging merah dan rendahnya
dikontraindikasikan pada kehamilan, jika miomektomi atau setelah radioterapi. Pada konsumsi sayuran hijau atau buah.2,6
terdapat infeksi arteri atau adneksa dan alergi penelitian retrospektif, kejadian sectio caesaria
terhadap bahan kontras.4,9 meningkat pada wanita hamil dengan Fungsi proteksi juga dari vitamin A dan D.6
mioma uteri karena kejadian malpresentasi Penelitian gagal menunjukkan manfaat
Miolisis/Ablasi Tumor janin, ketuban pecah dini, prematuritas, dan kedelai dalam pencegahan tumor;6 namun
Teknik ini bekerja langsung menghancurkan kematian janin dalam kandungan.4 konsumsi susu dan dairy product akan
sel tumor dengan media radiofrekuensi, laser, menurunkan risiko tumor.6
atau Magnetic Resonance Guided Focused Mioma uteri bersifat jinak, risiko menjadi

CDK-284/ vol. 47 no. 3 th. 2020 199


TINJAUAN PUSTAKA

Zat aktif lain seperti lycopene, isoflavone, efek merokok terhadap kesehatan jelas lebih Produk Kecantikan
dan gallactocatechin gallate (EGCG) dari teh buruk.2 Ada hubungan antara phthalate dan kejadian
hijau membantu menurunkan risiko tumor mioma uteri.1 Hal ini karena senyawa
melalui induksi apoptosis dan menghambat Multipara tersebut merupakan antiandrogen, sehingga
proliferasi sel.6 Saat hamil akan terjadi perubahan matriks menyebabkan peningkatan hormon estrogen.
ekstraseluler, growth factor, dan hormon Senyawa lain yang diduga dapat mengganggu
Olahraga seks yang akan menurunkan insidens mioma metabolisme hormonal adalah paraben dan
Olahraga teratur dengan intensitas sedang uteri.2 Makin sering hamil, risiko mioma uteri bisphenol A. Oleh karena itu, ketiga senyawa
membantu menjaga keseimbangan hormonal juga akan menurun karena setelah kehamilan kosmetik ini sebaiknya dihindari.12
dan menjaga agar berat badan tetap stabil.6 jumlah reseptor estrogen dalam endometrium
berkurang.2 SIMPULAN
Merokok Penanganan mioma uteri bergantung pada
Merokok dapat mengurangi risiko mioma Menyusui usia pasien, ukuran, jumlah dan lokasi tumor,
dengan cara menurunkan kadar estrogen Menyusui terutama ASI eksklusif akan serta ada tidaknya keluhan dan keinginan
melalui dua jalur berbeda, yakni: menghambat menghentikan siklus haid dan mengurangi memperoleh keturunan. Metode konservatif
enzim aromatase yang berperan penting pada paparan hormon seks pada sel/jaringan observasi merupakan pilihan jika pasien
proses aromatisasi androgen dan stimulasi rahim.6 tidak ada keluhan, sedangkan pembedahan
jalur 2-hidroksilase yang menurunkan direkomendasikan jika terdapat gejala yang
bioavailabilitas estrogen. Walaupun begitu, membuat pasien tidak nyaman.4

DAFTAR PUSTAKA
1. Rafael FV, Geraldine EE. Pathophysiology of uterine myomas and its clinical implications. New York: Springer; 2015
2. Andrea C, Jacopo DG, Piergiorgio S, Nina M, Stefano RG, Petro L, et al. Uterine fibroids: Pathogenesis and interactions with endometrium and endomyometrial
junction. Obstet Gynecol Int. 2013;2013:173184.
3. Persatuan obstetri dan ginekologi. Standar pelayanan medik obstetri dan ginekologi. 2006 .p. 129-30
4. Maria SD, Edward MB. Uterine fibroids: Diagnosis and treatment. Am Fam Physician. 2017;95(2):100-7
5. Alistair RW. Uterine fibroids-what’s new? Pubmed Central. 2017; 6: 2109.
6. Radmilla S, Ljijiana M, Antonio M, Andrea T. Epidemiology of uterine myomas: A review. Internat J Fertil Steril. 2016;9(4):424-35
7. Andrea T, Antonio M. Uterine myoma, myomectomy and minimally invasive treatments. New York: Springer; 2015
8. Hana A, Freddy WW, Hermine MMT. Karakteristik penderita mioma uteri di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Jurnal Medik dan Rehabilitasi. 2019;1(3):1-6.
9. Aymara M, Marta T, Joana DC, Gloria E, Ignacio C, Javier M. Updated approaches for management of uterine fibroids. Internat J Women’s Health. 2017;9: 607-17
10. Ashish RK. Comparison between miferpristone and uliprostal acetate as an altentative to surgical management of uterine fibroids (leiomyoma) in symptomatic
patients of reproductive age group in Asian population. IJRCOG. 2018;(1):109-13. DOI: http://dx.doi.org/10.18203/2320-1770.ijrcog20175528
11. Georgios A, Georgios D. Uterine myomas: Recent advances in their treatment. J Gynaecol Women’s Health. 2016. DOI: 10.19080/JGWH.2016.01.555560
12. Quaker EH. The burden of uterine fibroids: A search for primary and secondary prevention. 2019;111:150-1. https://doi.org/10.1016/j.fertnstert.2018.10.031

200 CDK-284/ vol. 47 no. 3 th. 2020