Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dewasa ini dengan semakin berkembang dan meningkatnya konsumsi
masyarakat turut mempengaruhi kehidupan sebuah organisasi. Maraknya perusahaan-
perusahaan yang mulai muncul dengan produk-produk yang sejenis membuat beberapa
perusahaan lainnya terpaksa gulung tikar karena tidak mampu bersaing dalam produknya.
Manajemen di tuntut untuk selalu siaga dan kreatif dalam melaksanakan fungsinya baik
dengan menetapkan cara-cara pengendaliannya hingga penekanan atas biaya guna
memperoleh produk yang berkualitas dan berdaya guna serta dengan biaya yang murah
untuk memperoleh keuntungan dan melanjutkan kehidupan entitas.
Dalam penentuan biaya baik dari pengakumulasian dan pengendaliannya tidak
terlepas dari peran atas aspek perilaku seseorang. Oleh karena itu, pentingnya untuk
diketahui lebih lanjut aspek-aspek keperilakuan yang mendasari pada pengakumulasian
serta pengendalian biaya yang dilakukan oleh entitas tersebut dalam mempertahankan
kegiatan organisasinya. Selain itu, penulisan ini dilatarbelakangi oleh tugas yang
diberikan kepada kelompok guna untuk dibahas lebih lanjut pada mata kuliah Akuntansi
Keperilakuan yang diberikan oleh dosen yang bersangkutan.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalahnya yaitu sebagai berikut:
1. Biaya-biaya apa saja yang terkandung didalam fungsi manajemen suatu perusahaan?
2. Jelaskan pentingnya manajemen biaya?
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sistem biaya tradisional dan sistem biaya standar?
4. Bagaimana perhitungan dalam menentukan biaya langsung atau variabel?
5. Bagaimana pengaruh pengendalian biaya dalam perusahaan?
6. Apa yang dimaksud dengan pengambilan keputusan?
7. Bagaimana pengaruh aspek keperilakuan dalam langkah akuntansi biaya yang dipilih?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan materi ini adalah agar dapat menjelaskan serta
mengetahui biaya yang terkandung didalam fungsi manajemen suatu perusahaan,

1
pentingnya manajemen biaya, sistem biaya tradisional dan sistem biaya standar,
menentukan biaya langsung atau variabel, pengaruh pengendalian biaya dalam
perusahaan, dapat mengetahui apa itu pengambilan keputusan, dan aspek keperilakuan
dalam langkah akuntansi biaya yang dipilih. Serta untuk pemenuhan nilai salah satu mata
kuliah Akuntansi Keperilakuan sehingga dapat mengimplementasikan teori kepada
praktek.

1.4 Manfaat

Adapun manfaat yang dapat diterima dari penulisan ini yaitu:

1. Dapat mengetahui biaya-biaya yang terkandung di dalam fungsi manajemen sebuah


perusahaan
2. Dapat mengetahui pentingnya manajemen biaya bagi suatu perusahaan
3. Dapat memahami sistem dari biaya tradisional dan sistem biaya standar
4. Dapat menentukan biaya langsung atau variabel
5. Dapat mengetahui pengendalian biaya dalam perusahaan
6. Dapat mengetahui apa saja dalam pengambilan keputusan
7. Dapat mengetahui dari dan aspek keperilakuan dalam langkah akuntansi biaya yang
dipilih

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Biaya dengan Fungsi Manajemen

2.1.1 Kategori Biaya

Dalam suatu perusahaan manufaktur, biaya dibagi menjadi dua kategori


utama berdasarkan aktivitas fungsionalnya menjadi biaya manufaktur dan biaya non-
manufaktur yang juga sering disebut biaya beroperasi. Biaya manufaktur merupakan
seluruh biaya yang berhubungan dengan aktivitas pabrikasi perusahaan. Biaya
manufaktur dibagi lagi menjadi tiga kategori, yaitu bahan baku langsung, tenaga
kerja langsung, dan overhead pabrik.

a. Bahan Baku Langsung


Bahan baku langsung adalah semua bahan baku yang menjadi satu bagian
integral dari produk jadi. Contohnya adalah baja yang digunakan untuk membuat
rangka mobil dan kayu yang digunaka untuk membuat furniture..
b. Tenaga Kerja Langsung
Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang dilibatkan secara langsung
dalam pembuatan produk. Contohnya gaji dari pekerja perakitan pada suatu lini
perakitan dan gaji dari operator alat-alat mesin pada suatu pabrik.
c. Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik didefinisikan sebagai seluruh biaya manufaktur, kecuali
bahan baku langsung dan kerja langsung.

Biaya kulitas merupakan biaya yang terjadi karena mutu produk yang rendah
atau untuk mencegah agar mutu yang rendah tidak terjadi. Biaya ini nilanya cukup
signifikan, yaitu sering mencapai 20 sampai 25 persen dari nilai penjualan.
Subkategori dari biaya kualitas adalah biaya pencegahan, biaya penialian, dan biaya
kegagalan. Selain itu, Biaya non-manufaktur (biaya operasi) dibagi lagi menjadi
biaya penjualan serta biaya umum dan administrasi.

3
2.2 Pentingnya Menejemen Biaya

Kebanyakan pendapat penjualan dalam suatu perusahan dihasilkan dengan


mengeluarkan biaya. Oleh karena itu, menejemen biaya adalah penting. Anggaran biaya
dan analisis biaya adalah salah satu cara mengendalikan dan mengatur biaya guna
memperbaiki laba bersih. Cara lain untuk memperbaiki laba bersih adalah mengurangi
biaya, tanpa memedulikan konsekuensinya. Tindakan ini mungkin tidaklah bijaksana.
Barangkali, cara yang paling baik adalah meninjau setiap biaya (beban) dan melihat
kontribusinya terhadap laba bersih, sementara jika tidak beriklan juga akan menciptakan
masalah, maka sebaiknya dilakukan pemotongan terhadap biaya iklan. Satu dari cara
terbaik untuk mengatur biaya adalah memahami bahwa terdapat banyak jenis biaya. Jika
satu biaya dapat dikenali dari jenis biaya yang sedang dipertimbangkan, keputusan yang
lebih baik dapat dibuat.

2.3  Sistem Biaya Tradisonal Vs. Biaya Standar

            2.3.1 Sistem Biaya Tradisional (Historis)

Istilah tradisional (historis) mengacu pada sistem biaya yang membatasi input
pada biaya historis dan mengusahakan penyerapan penuh atas biaya tetap dan variabel
oleh unit produk atau jasa. Sistem biaya tradisional atau historis terutama fokus pada
identifikasi dan akumulasi biaya per unit produk atau jasa. Sistem tersebut digunakan
untuk menghitung nilai persediaan dan data biaya harga pokok penjualan atau jasa
yang diberikan  untuk pelaporan keuangan eksternal namun, sistem biaya tradisional
tidaklah sesuai untuk penegendalaian manajemen yang efektif karena akumulasi biaya
historis semata-mata tanpa perbandingan dengan sasaran biaya yang telah ditentukan
sebelumnya tidak sesuai dengan konsep pengendalian kontemporer.

Untuk dapat memenuhi konsep pengendalian kontemporer serta untuk


memotivasi manajer dan karyawan, tujuan kinerja dan sasaran biaya perunit atau
untuk periode masa depan tertentu harus ditetapkan. Kinerja actual oleh pusat
pertanggungjawaban harus secara periodic dibandingkan dengan tingkat kinerja yang
diinginkan. Penyimpangan harus dicatat dan diinformasikan kembali kepada individu
yang berpkepentingan sehingga mendorong tindakan korektif yang segera. Untuk
menghindari respons yang disfungsional disarankan agar manajer segmen hanya
bertanggung jawab atas biaya yang dapat dipengaruhi oleh tindakan mereka.

4
Oleh karena itu, semakin jelas bahwa informasi yang diberikan oleh sistem
biaya tradisional tidak sesuai dengan tujuan pengendalian modern. Sistem tersebut
juga memberikan sedikit informasi yang bermanfaat untuk perencanaan dan
pengambilan keputusan manajerial. Kelemahannya yang terbesar adalah sistem
tersebut berbaha karena mendorong respons yang tidak diinginkan dan deskrtuktif
ketika digunakan dalam mengevaluasi kinerja dari individu yang ditugaskan
melaksanakan berbagai aktivitas dalam batasan anggaran tersebut.

2.3.2 Sistem Biaya Standar

Dengan mengakui kelemahan dari sistem biaya tradisional, banyak organisasi


mengadopsi" sistem biaya standar". Sistem biaya standar mencerminkan
pencampuran yang potensial efektif dari akuntansi dengan konsep pengendalian dari
teori organisasi modern. Biaya Standar adalah sasaran biaya per unit produk atau
jasa yang ditentukan sebelumnya secara ilmiah yang dikembangkan melalui studi
teknik dan akuntansi. Biaya standar mencerminkan estimasi terinci dan canggih
mengenai besarnya biaya untuk melaksanakan suatu tugas tertentu atau
menghasilkan suatu produk tertentu. Aspek pengendalian yang melekat dari
perhitungan biaya Standar adalah kapitalisnya untuk membandingkan, sebagai
bagian dari arus data reguler kinerja aktual dengan standar yang ditentukan
sebelumnya dan untuk menyoroti varian atau menguntungkan atau tidak
menguntungkan antara kedua tingkat biaya tersebut. Selainitu, Sistem biaya standar
bahkan mampu menentukan penyebab dari penyimpangan tersebut untuk
menghasilkan manfaat pengendalian yang optimal dan mempertahankan relevansi
biaya standar harus diperbarui secara berkelanjutan..

a. Sistem Biaya Standar dan Anggaran Fleksibel

Terdapat hubungan yang penting antara penggaran fleksibel dan sistem biaya standar.
Taksiran sistem biaya standar mengiventarisasi sepanjang periode pada jumlah
anggaran fleksibel. Anggaran fleksibel adalah anggaran biaya per unit dikalikan
dengan jumlah unit aktual. Oleh karena itu, sistem biaya standar menjawab pertanyaan
seperti apa laporan laba rugi dan neraca akan terlihat jika biaya-biaya dan input per
unit harus direncanakan dengan tepat pada tingkat output aktul yang dicapai.

b. Kompatibilitas dengan Konsep Teori Organisasi Modern

5
Dalam mengembangkan kerangka kerja untuk sistem biaya standar yang sesuai
dengan konsep teori organisasi modern, berikut langkah-langkah pengendalian
sebagaimana dijelaskan oleh Edwin Caplain.

 Penetapan tujuan organisasi


 Penentuan pusat pertanggungjawaban yang sesuai dan penugasan fungsi
kepada setiap organisasi.
 Pengisian staf dari pusat pertanggungjawaban dengan individu-individu yang
memiliki kemampuan, motipasi, dan pengetahuan yang mencukupi untuk
melalukan fungsinya.
 Penciptaan jalur komunikasi antara pusat pertanggungjawaban dan unit
organisasi lainnya, serta dimana perlu, lingkungan eksternal.
 Pengembangan prosedur yang memastikan bahwa informasi yang mencukupi,
relevan, dan tepat waktu sepanjang jalur komunikasi.
 Desain dan implementasi mekanisme pengendalian yang mengukur dan
mengevaluasi kinerja dalam hal tujuan organisasin dan memberikan umpan
balik mengenai penyesuaian yang diperlukan dalam tujuan/atau kinerja.

Sistem biaya standar dirancang untuk berfungsi secara simultan sebagai suatu
sumber informasi, jalur komunikasi, serta alat pengendalian dan evaluasi kinerja. Sebagai
sumber informasi untuk pusat pertanggungjawaban, sistem biaya standar
menginformasikan kepada individu yang bertanggung jawab mengenai harapan mereka
dalam hal biaya. Sebagai jalur komunikasi, sistem biaya standar menyebarkan tingkat
biaya yang diharapkan dan pencapaiannya. Pengendalian atas operasi dari pusat
pertanggungjawaban dicapai melalui laporan biaya standar periodik yang menyediakan
umpan balik mengenai hasil kinerja masalalu dan penyimpanannya dari standar kepada
individu yang tepat. Batas toleransi yang ditetapkan sebelumnya dapat didesain untuk
melalukan fungsi sebagai penyaring (filter), sehingga memungkinkan konsentrasi pada
area-area dimana varians adalah signifikan dan membenarkan perhatian segera
(menejemen berdasarkan pengecualian). Karena laporan kinerja diprogram dimuka
dengan memperhatikan kapan laporan tersebut akan disusun dan data apa yang akan
dikandung, maka sulit mengubur informasi yang penting. 

6
2.4 Perhitungan Biaya Langsung atau Biaya Variabel

2.4.1 Filosofi yang Mendasari

Semua metode akuntansi biaya tradisional yang sesuai dengan konsep biaya
membebankan bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung ke unit produk atau
jasa, sementara overhead tetap dan overhead variabel diserap berdasarkan estimasi
tarif yang didasarkan pada volume yang telah ditentukan sebelumnya. Ketika dasar
yang digunakan untuk penyerapan berbeda dengan tingkat kapasitas yang telah
ditentukan sebelumnya, maka prosedur penyerapan akan menimbulkan penyerapan
terlalu tinggi (overabsorption) atau penyerapan terlalu rendah (underabsorption)
atas overhead manufaktur (jasa).

Metode perhitungan biaya langsung atau biaya variabel dianggap memberikan


hasil yang lebih berarti bagi manajemen dan mereka yang berhadapan dengan
pengambilan keputusan sehari-hari berdasarkan hasil akuntansi biaya. Metode
tersebut menghindari terminologi akuntansi yang membingungkan yang
menjelaskan hubungan biaya volume laba.

Perhitungan biaya langsung atau biaya variabel membedakan antara biaya


produksi (bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan bagian variabel dari
overhead) dengan biaya untuk siap menghasilkan (overhead tetap atau biaya
periode). Hanya biaya yang ditimbulkan oleh produksi atau penyerahan jasa
sekarang saja (biaya variabel) yang diklasifikasikan sebagai biaya per unit produk
atau jasa dan dikapitalisasi sampai barang-barang tersebut terjual dan jasanya
diserahkan. Menurut Jhon A. Bekett, biaya yang ditimbulkan dari pemeliharaan dan
ketersediaan potensi produktif jangka panjang disebut sebagai "biaya periode".

2.4.2 Dorongan Keperilakuan

Konsep, prinsip dan praktik akuntansi memengaruhi pengukuran kinerja


manajerial; konsekuensinya, keputusan manajemen. Melalui badan yang
berwenang, profesi akuntansi sekarang ini sedang menguji ulang konsep-konsep
dasar, prinsip, dan praktik akuntansi dengan mempertimbangkan implikasi
keprilakuan yang mungkin.

7
2.5 Pengendalian Biaya
Membagi biaya ke dalam komponen variabel dan tetap memberikan dasar yang
lebih baik untuk pengendalian biaya. Biaya teknik meliputi biaya bahan baku langsung,
biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead variabel. Biaya tetap yang
dikomitmenkan atau biaya kapasitas adalah seluruh biaya organisasi dan pabrik yang terus
terjadi dan yang tidak dapat dikurangi tanpa merugikan kompetensi organisasi untuk
memenuhi tujuan jangka panjang. Biaya diskresioner adalah biaya yang muncul dari
keputusan periodik mengenai jumlah maksimum yang akan dikeluarkan dan yang tidak
memiliki hubungan optimum yang dapat ditunjukkan antara input dan output.

2.6 Pengambilan Keputusan


Pengetahuan akan biaya diferensial atau biaya variabel serta margin kontribusi
akan memengaruhi perilaku manajer dan mengarahkan mereka pada pengambilan
keputusan yang lebih baik. Beberapa situasi pengambilan keputusan yang umum adalah
sebagai berikut:
a. Keputusan bauran produk. Ketika dihadapkan dengan keputusan mengenai bauran
produk, manajer penjualan yang mengetahui margin kontribusi dari produk-produknya
akan jauh lebih mampu untuk memutuskan produk mana yang akan didorong dan
mana yang harus dikurangi atau ditolerir hanya karena penjualannya menguntungkan
produk lain.
b. Penentuan harga produk baru. Produk baru pada umumnya diterima di pasar hanya
setelah diuji coba secara ekstensif oleh perusahaan yang memiliki reputasi dalam
industri tersebut.
c. Penetrasi pasar. Manajer dapat menggunakan biaya variabel sebagai dasar untuk
penentuan harga ketika mereka bermaksud untuk memasuki pasar baru dengan produk
yang sudah ada atau ketika mereka terpaksa menghadapi persaingan yang semakin
meningkat selama periode dimana permintaan menurun.
d. Penghapusan produk. Margin kontribusi akan membantu manajemen dalam
menentukan apakah akan menghentikan suatu produk atau hanya berhenti menjualnya
di pasar tertentu.
e. Pesanan khusus. Perusahaan juga dapat dihadapkan pada dua jenis situasi pesanan
khusus. Situasi tersebut dapat melibatkan akomodasi untuk pelanggan istimewa atau
f. Kampanye iklan dan promosi. Untuk meningkatkan volume penjualan saat ini,
perusahaan dapat meluncurkan kampaye ikalan dan promosi khusus. Semakin tinggi

8
margin kontribusi dari produk yang dipromosikan atau diiklankan, maka semakin
bersar manfaat bersih potensialnya, semakin rendah margin kontribusinya, maka
semakin banyak tambahan unit yang harus dijual menutupi tambahan biaya.
g. Keputusan mengurangi biaya. Pengetahuan ini akan mendorong manajemen untuk
sangat waspada terhadap biaya dan juga memperkenalkan alat dan prosedur untuk
menghemat biaya.

2.7 Aspek Keperilakuan Dari Langkah Akuntansi Biaya yang Dipilih


2.7.1 Penetapan Standar
Elemen yang paling berpengaruh dalam menentukan keberhasilan atau
kegagalan sistem biaya adalah standar yang digunakan sebagai kriteria kinerja.
Standar yang memiliki fungsi ganda, yaitu berfungsi sebagai tujuan untuk
memotivasi pengendalian biaya dan sebagai alat evaluasi kinerja.
Hawkins menyatakan bahwa konsep, prinsip, dan praktik akuntansi adalah
bagus secara keprilakuan maupun teknis jika konsep, prinsip, atau praktik tersebut:

 Menghambat manajer dari pengambilan berbagai tindakan operasi yang tidak


menguntungkan guna membenarkan adopsi atas suatu alternatif akuntansi.
 Menghambat adopsi atas praktik akuntansi oleh perusahaan yang hanya
menciptakan ilusi kinerja.

2.7.2 Partisipasi dalam Penetapan Standar

Michael Foran dan Don DeCoster meringkas logika yang mendasari seluruh
argumen yang mendukung partisipasi menjadi “jika seseorang pekerja berpartisipasi
dalam menetapkan standar kinerjanya sendiri, maka ia akan membuat komitmen
yang tegas terhadap standar tersebut, dan oleh karena itu akan bekerja keras untuk
mencapainya.
Menurut pendapat kelompok, jika seseorang mengetahui sampai sejauh mana
kemampuannya dalam menyelesaikan tugas yang diberikan dan dia menetapkan
standar kinerjanya sendiri berdasarkan kemampuan yang dimilikinya maka dia akan
mampu untuk mencapai hasil yang maksimal. Dimana standar yang dia tetapkan
tersebut harus lebih tinggi dari standar kinerja yang ditetapkan oleh perusahaan.

9
2.7.3 Standar yang Ketat vs Standar yang Longgar
Untuk berfungsi sebagai alat motivasi, standar yang akan digunakan haruslah
tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar. Standar yang ketat akan lebih sering
tidak tercapai daripada dipenuhi.
Sementara itu, standar yang longgar tidak memberikan manfaat motivasional
apapun karena standar tesebut begitu mudah dicapai, sehingga mandor dan manajer
akan mengabaikan standar tersebut karena dianggap tidak berarti.
Standar tersebut sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan dari unit-unit
kerja yang terlibat sehingga standar tersebut tidak menjadi terlalu ketat maupun
terlalu longgar bagi unit-unit kerja tersebut.

2.7.4 Penyerapan Overhead


Bidang lain yang penuh dengan dorongan difungsional adalah penyerapan
overhead. Praktik umum untuk membebankan overhead manufaktur tetap dan
variable ke produk pada tariff estimasi yang didasarkan pada tingkat kapasitas yang
telah ditentukan sebelumnya.
Ketika dasar yang digunakan untuk penyerapan berbeda dengan yang telah
ditentukan sebelumnya, maka varians yang dibebankan terlalu tinggi atau terlalu
rendah akan terjadi. Ukuran dari varians ini juga dipengaruhi oleh tingkat kapasitas
yang dipilih sebagai penyebut dalam penentuan tarif tersebut.

2.7.5 Alokasi Biaya Tidak Langsung


Salah satu keputusan paling kontroversial yang idhadapi oleh setiap
organisasi adalah apakah akan melakukan biaya tidak langsung pada produk dan
atau pusat pertanggung jawaban dan dasar alokasi apa yang digunakan ?
Dalam riset yang didukung oleh National Association of
Accountants(NAA), James Fremgen dan Shu S. Liao menemukan bahwa
perusahaan responden membedakan dengan tegas dua jenis biaya tidak langsung,
yaitu :
 Biaya jasa korporat adalah biaya jasa yang dilakukan secara sentral untuk
manfaat korporat dan berbagai pusat pertanggungjawaban.
 Biaya administratif korporat adalah biaya yang digunakan untuk
mengoperasikan kantor korporat.

10
2.7.6 Analisis Varians
Unsur utama dari pengendalian biaya adalah perbandingan secara periodik
antara biaya aktual dengan sasaran biaya yang telah ditentukan sebelumnya, baik
dalam bentuk anggaran maupun standar.
A. Keputusan Investigasi Varians
Keputusan manajemen semata-mata bergantung pada penilaiannya atas
signifikansi diskrepansi yang diamati. Varians ini memiliki signifikansi
pengendalian hanya jika varians tersebut berasal dari penyebab yang dapat
ditentukan atau, dengan kata lain, tidak bersifat acak dan rentan terhadap
tindakan perbaikan.
Tetapi, kerumitan permasalahan yang sebenarnya terletak pada fakta
bahwa tanpa investigasi, manajemen tidak memiliki dasar untuk menentukan
apakah varians tersebut ditimbulkan dari penyalahgunaan yang dapat
diidentifikasikan dan dikendalikan, atau apakah varians tersebut bersifat acak
atau tidak dapat dikendalikan.
B.   Aspek Keperilakuan
Komponen khusus dari kebijakan pengendalian yang dapat
mempengaruhi respon manusia adalah faktor-faktor seperti :
 Batas pengendalian
Kisaran hasil kinerja yang dianggap dapat diterima oleh manajer adalah
batasan pengendalian. Batasan ini menentukan seberapa mudah atau sulit
bagi seseorang yang dikendalikan untuk berkinerja dalam kisaran yang
dapat diterima dan berapa banyak ruang yang mereka miliki untuk gagal
sekali waktu.

11
 Hasil umpan balik
Umpan balik yang positif akan memberitahu mereka bahwa mereka ada
pada jalur yang tepat dan akan memotivasi mereka untuk mengulangi
usaha yang sama.
  Keketatan pemaksaan
Pemaksaan yang ketat atas kebijakan pengendalian akan menimbulkan
tekanan dalam diri individu yang dikendalikan. Sementara tekanan dapat
menyegarkan individu-individu tertentu, tekanan tersebut dapat
mengintimidasi yang lain menurunkan kinerja mereka yang sudah buruk
lebih jauh lagi.
 Struktur penghargaan
Orang atau kelompok akan memodifikasi perilaku mereka yang tidak
diinginkan dan mengulangi perilaku yang diinginkan ketika mereka
memandang bahwa perubahan atau pengulangan perilaku tersebut
disertai dengan penghargaan intrinsik maupun ekstrinsik.

2.8 Contoh Kasus


Aspek Keprilakuan terhadap Pengakumulasian & Pengendalian Biaya
 Penekanan Biaya sehingga menghasilkan produk yang tidak
bermutu/berkualitas
Dalam menjalankan operasionalnya, sebuah perusahaan pasti mengeluarkan
berbagai macam biaya. Sayangnya, tidak semua biaya yang terjadi efektif. Padahal
jumlah pengeluaran akan berpengaruh pada keuntungan yang diperoleh. Semakin
besar biaya yang dikeluarkan perusahaan maka keuntungan atau laba yang diperoleh
menjadi semakin kecil. Dibeberapa praktek perusahaan manajer membuat keputusan
dengan melakukan penghematan biaya, tetapi dengan cara yang tidak efektif dan
efisien, dengan keputusan atau perlakuan seperti itu, kemungkinan dapat
mengorbankan kualitas produk yang dihasilkan perusahaan. Jika produk yang
dihasilkan tidak berkualitas, maka akan berpengaruh terhadap tingkat penjualan
karena berkurangnya minat dari konsumen, Jika tingkat penjualan menurun,
maka tingkat laba perusahaan juga menurun.

12
 Pemborosan Biaya Perusahaan
Beberapa tindakan yang salah dilakukan terhadap pengendalian biaya, yaitu biaya
yang seharusnya dilakukan dengan cara yang efisien supaya terhindarkan dari
kelebihan biaya, tetapi pada prakteknya diperusahaan, orang-orang yang bertanggung
jawab terhadap biaya perusahaan, mereka melakukan pemborosan biaya. Contohnya,
Dalam tahapan proses produksi pasti memerlukan biaya. Terdapat beberapa biaya
yang tidak dapat dihindari oleh perusahaan, seperti bahan baku, bahan penolong,
tenaga kerja, dan biaya-biaya produksi lainnya. Pada proses produksi, biaya yang
digunakan sering kali lebih tinggi dari standar biaya yang telah dianggarkan
sebelumnya. Penyebab utama tingginya biaya produksi antara lain pemborosan biaya
yaitu, bahan baku dan penolong, pemborosan waktu kerja diperusahaan, pemborosan
dalam penggunaan mesin dan peralatan, serta pemborosan dalam menggunakan modal
kerja. Ada juga tindakan-tindakan pemborosan biaya perusahaan, yaitu beberapa
biaya-biaya yang tidak seharusnya atau perlu dikeluarkan, tetapi dikeluarkan
perusahaan sebagai biaya, sehingga pengendalian biaya perusahaan menjadi tidak
efisien.

 Pengematan Biaya tenaga Kerja pada perusahaan distribusi di China


Perusahaan distribusi di China menciptakan inovasi robot untuk melakukan sortir 200
ribu barang setiap hari sehingga mereka bisa menekan biaya tenaga kerja human and
error dengan sangat signifikan. Pada akhirnya keuntungan perusahaan melonjak
karena cost lebih rendah dan kecepatan delivery menjadi lebih baik.

 Penghematan Biaya di Perusahaan Penerbangan RyanAir


Hemat biaya bagi RyanAir bukan berarti fasilitas yang kurang layak ataupun
pelayanan yang asal-asalan. Motto hemat biaya mereka dibarengi dengan komitmen
kepada safety dan pemeliharaan kualitas serta value bagi pelanggan. Itulah yang
membuat maskapai asal Irlandia berhasil menyedot banyak pelanggan setiap harinya,
dan menjadi maskapai terbesar di Eropa berdasarkan jumlah penumpang. Maskapai ini
melayani sekitar 1000 rute penerbangan dari 40 bandara, dan memiliki lebih dari 200
unit pesawat. Strategi bisnis yang dijalankan RyanAir dapat dijabarkan hanya dalam
satu kalimat: hemat dan tanpa embel-embel (low cost and no frills). Dengan “diet

13
ketat” yang dijalankan dengan tabah, perusahaan ini bahkan memiliki visi untuk
membuat penumpangnya terbang gratis. Maskapai ini jelas mengincar pasar
penumpang yang lebih memilih penerbangan murah yang efisien alih-alih
penerbangan first-class. RyanAir tidak berusaha untuk meraup seluruh pasar, dan itu
membuat mereka bisa tetap fokus mempertahankan pasar yang telah didapatkan.
Strategi yang dijalankan bisa dibilang “sangat fokus kepada penghematan biaya”.
Terlihat dari pilihan penerbangan point to point dari kota-kota yang tidak terlalu besar,
dan penerbangannya-pun dilakukan di bandara sekunder.

Menekan Biaya Operasional, Sisi operasional adalah bagian yang mendapat


porsi efisiensi terbanyak di RyanAir. Manajemen RyanAir yakin bahwa biaya
operasional yang dihabiskan perusahaannya adalah yang terendah dibanding maskapai
penerbangan Eropa lainnya. RyanAir sangat ketat mengurangi dan mengontrol empat
biaya utama yang harus dipenuhi sebuah perusahaan penerbangan pada umumnya:
biaya peralatan pesawat, produktifitas dan efektifitas karyawan, biaya pelayanan
pelanggan, biaya akses bandara dan handling, serta biaya marketing dan promosi.

Biaya Peralatan Pesawat Strategi RyanAir dalam menjaga biaya pengadaan


pesawat tetap rendah adalah dengan membeli harga diskon dan konsesi
dari supplier pesawat (Boeing) dan bandara. RyanAir memiliki kontrak khusus dengan
Boeing. Mereka juga hanya mengoperasikan satu jenis pesawat saja, yaitu Boeing
737-800, untuk membuat maintenance tetap sederhana dan cost effective, juga dengan
cara membeli spare-part dalam jumlah besar. Waktu turnaround pesawat di darat juga
diminimalisir.

RyanAir berusaha untuk mengendalikan biaya tenaga kerja dengan secara


konsekuen melakukan improvement dalam produktifitas dari seluruh karyawan, yang
memang sudah produktif. Pada 31 Maret 2004, tingkat produktifitas yang dihitung
berdasarkan jumlah booking tiket per-karyawan terus meningkat, menjadi 10,049
penumpang atau meningkat 21% dibandingkan tahun sebelumnya pada bulan yang
sama. Kompensasi dan insentif bagi karyawan ditentukan berdasarkan tingkat
produktifitas, termasuk komisi penjualan produk dalam katalog on-board bagi
pramugari, jumlah jam terbang bagi pilot, dan sebagainya.

14
Biaya Pelayanan Pelanggan, RyanAir telah menandatangani perjanjian dengan
beberapa pihak ketiga seperti kontraktor di setiap bandara, aircraft handling, ticketing,
dan beberapa jasa pelayanan lain yang memungkinkan mereka mengeluarkan lebih
sedikit biaya dibandingkan jika harus melakukannya sendiri. Mereka juga
memanfaatkan internet secara maksimal untuk menekan biaya booking tiket. RyanAir
juga pernah memiliki ide menyediakan seat berdiri untuk penumpang, yang harganya
jauh dibawah harga tiket dengan seat konvensional. Penumpang akan berdiri
bersandar pada sebuah rak sempit dengan sandaran berlapiskan bantalan empuk.
Namun ide ini ditolak oleh regulator yang tidak disebutkan namanya pada tahun lalu.

Biaya Akses Bandara, RyanAir berusaha mengendalikan biaya akses bandara


dan service dengan menggunakan bandara yang menawarkan cost yang kompetitif.
Manajemen berkeyakinan, dengan tingginya traffic penumpang RyanAir, mereka akan
mampu melakukan negosiasi yang lebih menguntungkan dengan pihak bandara untuk
mengakses lebih banyak fasilitas mereka. Pihak maskapai bahkan mampu menurunkan
airport charge pelanggan dengan menyewa lokasi gate yang tidak terlalu mahal atau
melalui outdoor boarding stair alih-alih dengan jetway (belalai) yang mahal.

Biaya Marketing dan Promosi Untuk menjaga biaya marketing tetap rendah,
CEO Michael O’Leary mendapatkan banyak kesempatan memasang publisitas gratis
dengan stunt dan memberlakukan strategi marketing yang agresif dan berbeda dengan
kompetitor atau otoritas. Mereka menggunakan iklan full-page untuk mempromosikan
RyanAir, yang menawarkan harga murah. RyanAir juga mempromosikan websitenya
melalui koran, radio dan iklan televisi.

Walaupun RyanAir memberlakukan strategi cost-effective dalam


operasionalnya, namun area safety, quality assurance, training, dan maintenance tidak
pernah tersentuh oleh program tersebut. Mereka patuh pada standar keamanan
penerbangan yang berlaku di Eropa. Sejauh ini, mereka telah mencatat rekor
keselamatan yang baik, yaitu selama lebih dari 20 tahun operasional tidak pernah
mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cedera berat. Sumber pendapatan lain
yang diperoleh RyanAir adalah melalui penyewaan mobil, layanan transportasi darat,
asuransi perjalanan dan hotel, juga penjualan on-board seperti makanan, minuman,
dan scratch-card. Pendapatan juga berasal dari biaya bagasi tambahan yang dibeli

15
penumpang. Pada tahun 2010 lalu, lini sekunder yang disebutkan diatas menyumbang
15-20% total revenue yang didapat RyanAir. Baru-baru ini, strategi penghematan baru
diterapkan oleh RyanAir, yaitu dengan mengurangi beban pesawat di udara sehingga
akan menghemat pemakaian bahan bakar. Caranya cukup kontroversial, yaitu meminta
para kru pesawat tetap ramping dan tidak kelebihan berat badan. Selain itu, mereka
juga menukar troli dan seat dengan jenis yang lebih ringan. Usaha penghematan
lainnya adalah memperkecil ukuran majalah dan menu dari A4 menjadi A5, dan
mengurangi jumlah es yang digunakan di pesawat.

Kesimpulannya, strategi bisnis RyanAir sangat fanatik dengan penghematan


biaya dan efisiensi, yang memungkinkan mereka menjual tiket murah, namun dengan
layanan yang dapat diandalkan, yang kini paling dicari oleh calon penumpang.

     

16
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Bab ini membahas mengenai aspek-aspek keperilakuan pada akumulasi dan
pengendalian biaya.

3.1.1 Biaya merupakan nilai kas atau setara kas yang dikeluarkan untuk mendapatkan
barang atau jasa, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi organisasi pada
saaat ini maupun di masa mendatang. Dimana biaya tersebut berupa biaya bahan
baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik serta bebrapa biaya lainnya yang
berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan. 

3.1.2 Dalam penerapan menejemen biaya itu sanglah penting. Dengan adanya anggaran
biaya dan analisis biaya adalah salah satu cara mengendalikan dan mengatur biaya
guna mempe rbaiki laba bersih.

3.1.3 Adapun sistem biaya yang digunakan dalam akuntansi terdiri atas Sistem Biaya
Tradisonal dan Sistem Biaya Standar. Sistem Biaya Tradisional tidaklah bagus
secara keperilakuan dan dapat mendorong respon yang tidak diinginkan dan
destruktif ketika digunakan dalam mengendalikan dan mengevaluasi kinerja
individual. Walaupun biaya standar berpotensi meningkatkan motivasi dan
keselarasan tujuan, sistem tersebut juga dapat digunakan untuk mencapai tingkat
pengendalian otokratis dan koersif yang tinggi.

3.1.4 Metode yang unggul secara keperilakuan adalah sistem perhitungan biaya langsung
(Variabel) yang dengan mengalokasikan biaya produk dan biaya periode,
memberikan informasi yang lebih relevan untuk mengendalikan berbagai jenis
biaya, dan mengarahkan manajemen kepada keputusan yang lebih menguntungkan.

3.1.5 Dengan membagi biaya ke dalam komponen variabel dan tetap memberikan dasar
yang lebih baik untuk pengendalian biaya.

17
3.1.6 Pengetahuan akan biaya oleh manajer akan mempengaruhi dalam pengambilan
suatu keputusan. Beberapa situasi pengambilan keputusan yang umum adalah
Keputusan bauran produk, Penentuan harga produk baru, Penetrasi pasar,
Penghapusan produk, Pesanan khusus, Kampanye iklan dan promosi, Keputusan
mengurangi biaya.

3.1.7 Elemen yang paling berpengaruh dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan
sistem biaya yaitu Penetapan Standar, Partisipasi dalam Penetapan Standar, Standar
yang Ketat atau Standar yang Longgar, Penyerapan Overhead, Alokasi Biaya Tidak
Langsung, dan Analisis Varians.

18
DAFTAR PUSTAKA

Arfan Ikhsan Lubis, 2011, Akuntansi Keprilakuan . Edisi II. Salemba Empat ; Jakarta.

Siegel, G.; Marconi, dan Helena R. Behavioral Accounting. South-Western Publishing Co.
1989.

http://shiftindonesia.com/contoh-kasus-hemat-biaya-di-perusahaan-penerbangan/

https://www.coursehero.com/file/p6g6cpa/Perhitungan-Biaya-Langsung-atau-Variabel-a-
Filosofi-yang-Mendasari-Perhitungan/

https://www.wartaekonomi.co.id/read188187/5-cara-warunk-upnormal-raup-profit-tanpa-
naikkan penjualan

https://www.jurnal.id/id/blog/2018-ketahui-strategi-jitu-mengurangi-biaya-untuk-bisnis-anda/

https://www.pawoon.com/tips-jitu-meminimalkan-biaya-tanpa-mengurangi-kualitas-produk-
anda/

https://www.kompasiana.com/fauzulfah/565b27a32623bd0d1efd3f86/langkahlangkah-
mudah-untuk-melakukan-efisiensi-biaya-produksi?page=all

19