Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MANAJEMEN KEPERAWATAN

ANALISA HANDOVER DENGAN METODE SBAR


(KESENJANGAN TEORI DAN GAGASAN KELOMPOK)

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Stase Manajemen Keperawatan


Program Pendidikan Profesi Ners

DISUSUN OLEH :

CAHYA TRI UTAMI (P1337420919052)


APRILIA ALDILA E (P1337420919059)
FIRA DEWI CAHYANI (P1337420919075)
HIDAYATUL F (P1337420919094)
TSANIYA SALSABILA (P1337420919099)
LUQMAN MULYA N (P1337420919090)
NOVIA PUTRI UTAMI (P1337420919073)
FITRIA ANNISA R (P1337420919112)
SEKAR AYUNINGTYAS (P1337420919124)
LEDWI WISI DAELY (P1337420919063)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG


JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
2020
1) Analisa Konteks (SWOT)
 Strength
1) Pada setiap tim terdapat buku khusus untuk mencatat hasil timbang terima, sesuai
dengan klien yang dikelola. Sehingga hal ini memudahkan perawat untuk
mengetahui semua program, dan tindakan yang telah dan akan dilakukan.
2) Timbang terima dilakukan dengan komunikasi dua arah, perawat satu dan
perawat yang lain berdiskusi, dan menyelesaikan masalah sampai menemukan
solusi yang ditemukan untuk mengatasi masalah setiap klien.
 Weakness
1) Waktu handover dapat melebihi jadwal shift perawat yang telah selesai,
dikarenakan padatnya program / kegiatan yang harus dikerjakan sehingga perawat
pulang terlambat ke rumah
 Opportunity
1) Dengan adanya keaktifan dari masing-masing perawat, hal ini dapat
meminimalisir terjadinya miss perception
2) Memudahkan perawat yang bertugas shift selanjutnya untuk merumuskan
diagnosa keperawatan dan rencana keperawatan baru sesuai kondisi klien, agar
tidak terpaku dengan yang sebelumnya
3) Handover yang dilakukan sesuai aturan dan SOP, dapat meningkatkan patient
safety
 Treathened
1) Masyarakat yang semakin kritis dan membutuhkan asuhan keperawatan secara
optimal.
2) Handover yang tidak berjalan dengan baik dan tidak efektif dapat mempengaruhi
perawatan serta dapat berkontribusi terhadap kesalahan dan pelanggaran dalam
keselamatan perawatan pasien, termasuk kesalahan pengobatan dan kematian
pasien.
2) Analisa Perbedaan
Handover yang dilakukan dengan komunikasi SBAR dapat meningkatkan
komunikasi yang efektif saat mentransfer informasi di pergantian shift dibandingkan
dengan handover yang dilakukan tanpa komunikasi SBAR. Hal ini dikarenkan
handover yang dilakukan dengan komunikasi SBAR memberikan informasi yang jelas
pada tim perawat setiap pergantian shift karena semua informasi yang telah tercatat
dalam status pasien, disampaikan secara berurutan dan ringkas.
Sehingga handover menggunakan komunikasi SBAR efektif dalam
meningkatkan patient safety dimana terdapat proses monitor, evaluasi keselamatan
pasien dan terbukti dapat meningkatkan mutu patient safety di rumah sakit. Penerapan
komunikasi SBAR ini, dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap citra
rumah sakit sebagai pelayanan kesehatan (Astuti, 2019).
3) Pembahasan
Nursalam (2011), menyatakan timbang terima adalah suatu cara dalam
menyampaikan sesuatu (laporan) yang berkaitan dengan keadaan klien. Handover
adalah waktu dimana terjadi perpindahan atau transfer tanggungjawab tentang klien
dari perawat yang satu ke perawat yang lain. Tujuan dari handover adalah menyediakan
waktu, informasi yang akurat tentang rencana perawatan klien, terapi, kondisi terbaru,
dan perubahan yang akan terjadi dan antisipasinya.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Juliadi (2019), ditemukan bahwa
ada hubungan yang signifikan antara faktor-faktor yang mempengaruhi handover, salah
satunya adalah pendidikan. Dalam penelitiannya juga menunjukkan bahwa tingkat
pendidikan dalam hal hubungan pelaksanaan handover di ruang perawatan itu terkait.
Semakin spesialis tingkat pendidikan seseorang, semakin banyak yang menambah
pengetahuan seseorang. Peningkatan pengetahuan akan menyebabkan kesadaran
seseorang yang akan menyebabkan orang berperilaku, sedangkan untuk tingkat
pengetahuan perawat yang lebih tinggi, hal itu akan menghasilkan motivasi yang lebih
positif dan lebih tinggi pada mereka yang melakukan handover.
Menurut penelitian Triwibowo (2018), komunikasi yang diberikan perawat
dalam pertukaran shift (operan) sangat membantu dalam perawatan pasien, dan
buruknya komunikasi dapat mengakibatkan kematian atau cedera yang serius di rumah
sakit. Handover yang tidak berjalan dengan baik dan tidak efektif dapat mempengaruhi
perawatan serta dapat berkontribusi terhadap kesalahan dan pelanggaran dalam
keselamatan perawatan pasien, termasuk kesalahan pengobatan, salah operasi, dan
kematian pasien.
Komunikasi SBAR merupakan suatu tekhnik informasi dan komunikasi yang
sangat efektif dalam pelaksanaan handover yang membantu perawat dalam
melaksanakan pekerjaan dan memudahkan mengidentifikasi kesalahan serta
memfasilitasi perawatan pasien yang berkesinambungan sehingga memberikan
informasi yang jelas pada tim perawat setiap pergantian shift karena semua informasi
yang telah tercatat dalam status pasien, disampaikan secara berurutan dan ringkas.
Komunikasi SBAR dapat meningkatkan informasi, meningkatkan keefektifan
pemberian pelayanan, dan dapat meningkatkan keselamatan pasien dan mencakup
semua aspek dalam asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien. SBAR
merupakan alat komunikasi yang efektif dalam meningkatkan patient safety dimana
terdapat proses memonitor, mengevaluasi keselamatan pasien dan terbukti dapat
meningkatkan mutu patient safety di rumah sakit, dengan penerapan komunikasi SBAR
ini kepercayaan masyarakat terhadap citra rumah sakit sebagai pelayanan kesehatan
juga semakin baik. (Astuti, 2019).
Keselamatan pasien terlindungi melalui standar keselamatan pasien dan
peningkatan penerapan keselamatan pasien oleh perawat dikarenakan adanya penerapan
keselamatan diantaranya pengidentifikasian pasien, komunikasi efektif pada saat
timbang terima, menghindari kesalahan pemberian obat, meniadakan kesalahan
prosedur tindakan, mencegah infeksi nosokomial, serta pencegahan pasien jatuh.
Adanya prosedur handover yang efektif dalam meningkatkan kesinambungan, kualitas
serta keselamatan dalam memberikan pelayanan pada pasien (Triwibowo, 2018).
DAFTAR PUSTAKA

Astuti, N., & Ilmi, B. (2019). Penerapan Komunikasi Situation, Background, Assesment,
Recomendation (SBAR) Pada Perawat Dalam Melaksanakan Handover. IJNP
(Indonesian Journal of Nursing Practices), 3(1), 42-51.
Juliadi, A., Ilmi, B., & Hiryadi, H. (2019). Related Factors of a Nurse Handover
Implementation in the Inpatient Ward of Ulin Hospital, Banjarmasin. Jurnal Ners,
14(3 (si)), 13-20.
Triwibowo, C., Yuliawati, S., & Husna, N. A. (2018). Handover Sebagai Upaya Peningkatan
Keselamatan Pasien (Patient Safety) di Rumah Sakit. Jurnal Keperawatan Soedirman,
11(2), 76-80.