Anda di halaman 1dari 53

MAKALAH,CBR,CJR,MR

Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Operasi Riset

Dosen Pengampu:
Dr.Nerli Khairani,M.Si

Oleh kelompok 7:
1. Dina Sinaga (4173530015)
2. Febbry Ayu Anjani (4172230002)
3. Hafizah Miranda Putri Hrp (4173530022)

Kelas : PSM A 2017

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini untuk memenuhi tugas
kelompok mata kuliah Operasi Riset.
Oleh karena itu, kami mengucapkan terimakasih kepada Ibu Dr.Nerli Khairani,M.Si
selaku dosen Operasi Riset di Universitas Negeri Medan atas bimbingan dan segala
kesempatan yang telah di berikan.
Kami menyadari bahwa di dalam tugas ini masih terdapat kekurangan, oleh karena itu
kami mohon ma’af dan juga mengharap kritik dan saran guna membangun pengetahuan dan
demi karya yang lebih baik dimasa mendatang.
Akhir kata kami ucapkan terimakasih dan semoga dapat memberi manfaat serta
menambah wawasan bagi kita bersama.

Medan, 21 April 2020

Kelompok 7
DAFTAR ISI

Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB I PENDAHULUAN 1
I.1 Latar Belakang 1
I.2 Rumusan Masalah 1
I.3 Tujuan 1
BAB II PEMBAHASAN 2
LAMPIRAN 27
Laporan Hasil Cbr 27
Laporan Hasil Cjr 29
Studi Kasus 41
Soal-soal Latihan 44
DAFTAR PUSTAKA 49

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Metode transportasi merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengatur distribusi
dari sumber-sumber yang menyediakan produk yang sama, ketempat – tempat yang
membutuhkan secara optimal. Alokasi produk ini harus sedemikian rupa, karena terdapat
perbedaan biaya-biaya alokasi dari suatu sumber ke tempat – tempat tujuan berbeda –
beda, dan dari beberapa sumber ke suatu tempat tujuan juga berbeda – beda. Disamping
itu, metode transportasi juga dapat digunakan untuk memecahkan masalah – masalah
dunia usaha (bisnis) lainnya, modal (capital finanching) dan alokasi dana untuk investasi,
analisis lokasi, keseimbangan lini perakitan dan perencanaan serta scheduling produksi.
Ada beberapa macam merode transportasi, yang semuanya terarah pada penyelesaian
optimal dari masalah – masalah transportasi yang terjadi .F.L Hitchcock (1941), T.C.
Koopmans (1949), dan G.B Dantziq (1951) adalah orang – orang pertama sebagai
kontributor yang mengembangkan teknik-teknik transportasi.

B. RUMUSAN MASALAH
Permasalahan yang muncul adalah apakah persoalan transportasi dan formulasi program
linier, metode stepping-stone, metode modi, metode vogel’s approximation?

C. TUJUAN
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui persoalan transportasi dan
formulasi program linier, metode stepping-stone, metode modi, metode vogel’s
approximation.

1
BAB II
PEMBAHASAN
Metode transportasi adalah suatu metode yang digunakan untuk mengatur distribusi dari
sumber – sumber yang menyediakan produk – produk yang sama di tempat- tempat yang
membutuhkan secara optimal. Alokasi produk ini harus diatur sedemikian rupa karena
terdapat perbedaan biaya transportasi (alokasi) dari suatu sumber ke beberapa tujuan yang
berbeda – beda dan dari beberapa sumber ke suatu tujuan juga berbeda – beda. Penerapan
metode transportasi ini diantaranya adalah untuk :
  Pembelanjaan modal.
  Alokasi dana untuk investasi
  Pengiklanan
  Analisis lokasi
  Menjaga keseimbangan perencanaan dan perakitan.
Pada umumnya masalah transportasi berhubungan dengan distribusi suatu produk tunggal
dari beberapa sumber, dengan penawaran terbatas, menuju beberapa tujuan, dengan
permintaan tertentu, pada biaya transport minimum. Karena hanya ada satu macam barang,
suatu tempat tujuan dapat memenuhi permintaanya dari satu atau lebih sumber. Asumsi dasar
model ini adalah bahwa biaya transport pada suatu rute tertentu proporsional dengan
banyaknya unit yang dikirimkan. Unit yang dikirimkan sangat tergantung pada jenis produk
yang diangkut. Yang penting, satuan penawaran dan permintaan akan barang yang diangkut
harus konsisten.
Contoh
Sebuah perusahaan Negara berkepentingan mengangkut pupuk dari tiga pabrik ke tiga pasar.
Kapasitas penawaran ketiga pabrik, permintaan pada ketiga pasar dan biaya transport perunit
adalah sebagai berikut:

Masalah diatas diilustrasikan sebagai suatu model jaringan pada gambar sebagai berikut:

2
Masalah diatas juga dapat dirumuskan sebagai suatu masalah LP sebagai berikut:

Table Transportasi :

Terdapat tiga macam metode transportasi:


1. Metode stepping stone
2. Metode modi (modified distribution)
3. MetodeVam (Vogel's apporximation method)

1. Metode stepping stone


Metode ini dalam merubah alokasi produk untuk mendapatkan alokasi produksi yang optimal
menggunakan cara trial and error atau coba – coba. Walaupun merubah alokasi dengan cara
coba- coba, namun ada syarat yang harus diperhatikan yaitu dengan melihat pengurangan
biaya per unit yang lebih besar dari pada penambahan biaya per unitnya.

3
Beberapa hal penting perlu disebutkan dalam kaitannya dengan penyusunan jalur stepping
stone.
1. Arah yang diambil, baik searah maupun berlawanan arah dengan jarum jam adalah
tidak penting dalam membuat jalur tertutup.
2. Hanya ada satu jalur tertutup untuk setiap kotak kosong.
3. Jalur harus hanya mengikuti kotak terisi (di mana terjadi perubahan arah), kecuali
pada kotak kosong yang sedang dievaluasi.
4. Namun, baik kotak terisi maupun kosong dapat dilewati dalam penyusunan jalur
tertutup .

2. Metode Modi (modified distribution)


Metode ini merubah alokasi produk untuk mendapatkan alokasi yang optimal dengan
menggunakan suatu indeks perbaikan yang berdasarkan pada nilai baris dan nilai kolom.
Metode modi ini memiliki syarat yang harus terpenuhi, yaitu banyaknya kotak terisi harus
sama dengan banyaknya baris ditambah banyaknya kolom dikurang satu. Cara untuk
menentukan nilai baris dan nilai kolom menggunakan persamaan :

  U i  + V j =C ij

Dimana : 

U i   = nilai baris ke i

V j   = nilai baris ke j

C ij  = biaya pengangkutan 1 unit barang dari sumber i ke tujuan j


Untuk metode MODI ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu banyaknya kotak terisi
harus sama dengan banyaknya baris ditambah banyaknya kolom dikurang satu.
Metode MODI dapat diringkas dalam langkah-langkah berikut:

1. Tentukan nilai U i untuk setiap baris dan nilai-nilai V j untuk setiap kolom

dengan menggunakan hubungan C ij = U i  + V j untuk semua variable basis

dan tetapkan nilai nol untuk U 1 .

2. Hitung perubahan biaya C ij untuk setiap variable non basis dengan menggunakan

rumus C ij =C ij -U i -V j .

4
3. Jika terdapat nilai C ij negatif, solusi belum optimal. Pilih variable X ij dengan

nilai C ij negative terbesar sebagai entering variable .

4. Alokasikan barang ke entering variable, X ij , sesuai proses stepping stone. Kembali


ke langkah 1.

3. Metode VAM (Vogel’s Approximation Method)


Teknik pengerjaan pada metode ini berbeda dengan dua metode sebelumnya yaitu metode
transportasi Stepping Stone dan MODI dimana untuk mendapatkan solusi yang optimal
dilakukan berulang-ulang sampai kondisi optimal tersebut terpenuhi.  Sedangkan pada
metoda VAM ini, sekali kita menentukan alokasi pada satu cell maka alokasi tersebut tidak
berubah lagi.
VAM melakukan alokasi dalam suatu cara yang akan meminimumkan penalty (apportunity
cost) dalam memilih kotak yang salah untuk suatu alokasi. Proses VAM dapat diringkas
sebagai berikut :
1. Hitung Opportunity cost untuk setiap baris dan kolom. Opportunity cost untuk setiap

baris I dihitung dengan mengurangkan nilai C ij terkecil pada baris itu dari nilai C

ij satu tingkat lebih besarpada baris yang sama.


Opportunity cost kolom diperoleh dengan cara yang serupa. Biaya-biaya ini adalah
penalty karena tidak memilih kotak dengan biaya minimum.
2. Pilih baris atau kolom dengan opportunity cost terbesar (jika terdapat nilai kembar,

pilih secara sembarang). Alokasikan sebanyak mungkin ke kotak dengan nilai C ij

minimum pada baris atau kolom yang dipilih. Untuk C ij terkecil, X ij =minimum

[S i ,D j ]. Artinya penalty terbesar dihindari.


3. Sesuaikan penawaran dan permintaan untuk menunjukkan alokasi yang sudah
dilakukan. Hilangkan semua baris dan kolom di mana penawaran dan permintaan
telah dihabiskan.
4. Jika semua penawaran dan permintaan belum dipenuhi, kembali ke langkah 1 dan
hitung lagi opportunity cost yang baru. Jika semua penawaran dan permintaan telah
dipenuhi, solusi awal telah diperoleh.

5
BUKU I
1. Pengertian Metoda Transportasi
Metoda Transporatsi adalah merupakan suatu metode yang dapat digunakan untuk
memecahkan masalah transportasi atau pengiriman barang atau bahan dari beberapa sumber,
ke beberapa tempat tujuan dengan prinsip biaya yang paling minimum. Masing-masing
sumber mempunyai kapasitas pengiriman tertentu, sedangkan masing-masing tempat tujuan
memiliki batasan-batasan permintaan (demand) tertentu pula.
Masalah transportasi dapat diilustrasikan seperti gambar 3.1 sebagai berikut:

Berdasarkan ilustrasi gambar 3.1. di atas, nampak sebuah perusahaan memiliki 3 buah pabrik
yang terletak di Makasar dengan kapasitas produksi sebanyak 100 unit, pabrik
Balikpapandengan kapasitas produksi sebanyak 75 unit dan pabrik yang ketiga yaitu terletak
di Belawan dengan kapasitas produksi sebesar 125 unit. Pihak manajemen perusahaan
menemukan masalah dalam mentrasfer produk-produknya ke 3 agen yang terletak di Jakarta,
Semarang dan Surabaya dengan permintaan masing-masing yaitu sebanyak 80 unit, 100 unit
dan 120 unit. Permasalahan di atas dapat diselesaikan dengan metoda transportasi dengan
catatan bahwa biaya-biaya transportasi masing-masing dari pabrik (sumber) ke gudang
(tujuan) dapat diketahui
2. Formulasi (Rumus Umum) Metoda Transportasi

6
Formula, atau rumus umum untuk memecahkan masalah transportasi adalah sebagai berikut:
Fungsi Tujuan:
Minimumkan:
m m
C=∑ ∑ C ij X ij
j=1 i=1

Fungsi Batasan
n

∑ X ij=ai ¿
i=1

∑ X ij=b j ¿
j=1

Keterangan Notasi :
C: Biaya Transportasi Total
C ij : Biaya Transportasi perunit barang dari sumber i ke tujuanj.
X ij : Jumlah barang yang akan dikirim dari sumber i ke tujuan j
a i: jumlah barang yang tersedia di sumberi
b j: jumlah barang yang dibutuhkan di tujuan j
n: jumlah tempat tujuan j
m: jumlah tempat sumber i
3. Langkah-Langkah Pemecahan Masalah Transportasi
Adapun langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam menyelesaikan permasalahan
transportasi adalah sebagai berikut:
1. Perumusan masalah
2. Penentuan alokasi pengiriman
3. Test optimasi, jika belum optimal, maka lakukan alokasi pengiriman lain
4. Realokasi sampai optimal
Langkah ini dapat dilustrasikan melalui gambar sebagai berikut:

7
4. Metode-Metode Dalam Metoda Transportasi
Ada 3 pendekatan yang dapat digunakan dalam menyelesaikan masalah transportasi yaitu:
1. Metode Stepping Stone (SS)
2. Metode Modified Disıribution (MOD)
3. Metode Vogel's Approximation (VAM)

 Metode Stepping Stone (SS)


Metode SS adalah suatu metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan problem
transportasi dengan cara "coba-coba" dan pedoman alokasinya adalah sudut barat laut (sudut
kiri atas) dari tabel permasalahan dengan menyesuaikan kapasitas pabrik dan kebutuhan atau
permintaan.

 Metode Modified Distribution (MODI)


Metode MODI adalah merupakan perkembangan dari metode SS. Perbedaannya terletak pada
pelaksanaanya yang lebih cepat dan lebih tepat jika dibandingkan metode SS. Rumusan
umum dari metode MODI adalah sebagai berikut:
Ri +k j=C ij
dimana:
Ri : Nilai baris I
k j: Nilai kolom j
C ij: Biaya transport/unit dari sumber (i) ke tujuan ( j)

Langkah-langkah pemecahan masalah dengan menggunakan metode MODI adalah


sebebagai berikut:

8
1. Menyusun matriks sumber-sumber (baris m) dan tujuan (kolom n). Pengisian
alokasidilakukan dengan mengikuti prosedur SS, yaitu dimulai dari sudut barat laut
(sudut kiri atas)
2. Mencari nilai-nilai tiap baris dan tiap-tiap kolom (k) dengan menggunakan rumus
umum,yaitu Ri+ kj=C ij. Nilai baris pertama diberi nilai = 0, kemudian dihubungkan
dengan segi empat batu yang terisi alokasi (Stone Square).
3. Menghitung Indeks Perbaikan dengan berpatokan pada segi empat air yang tidak
terisialokasi (Water Square) dengan persamaan: C ij−Ri−kj.
4. Memilih titik tolak perubahan yang didasarkan pada angka negatif maksimum
5. Mengulangi langkah b, hingga diperoleh biaya paling optimal.

 Metode Vogel's Approximation (VAM)


Metode VAM merupakan pengembangan dari metode-metode sebelumnya (SS dan MOD).
perbedaannya terlatak pada kemudahan, kecepatan dan ketepatan perhitungan. Langkah-
langkah yang dapat ditempuh dalam penelesaian masalah transportasi dengan menggunakan
metode VAM ini adalah sebagai berikut:
1. Formulasi masalah
2. Mencari perbedaan-perbedaan antara dua biaya pada kotak minimum dan urutan
minimum berikutnya.
3. Mencari perbedaan terbesar sebuah baris atau kolom
4. Mencari titik tolak alokasi berdasarkan biaya paling minimum pada baris atau
kolomperbedaan terbesar (maksimum)
5. Alokasi pada baris atau kolom dari titik tolak alokasi yang terpilih dan sisesuaikan
denganjumlah batasan baik kapasitas maupun kebutuhan/ demand
6. Tentukan kembali perbedaan biaya pada langkah kedua (poin 2).

BUKU II
Masalah transportasi adalah masalah pemrograman linier khusus yang dapat
dikatakan paling penting. Dasar masalah transportasi ini pertama kali dicetuskan oleh
Hitchcock dan kemudian dijelaskan dengan lebih mendetail oleh Koopmans. Pendekatan
pertama diberikan oleh Kantorovich. Formulasi pemrograman linierdanmetoda sistematisnya
pertama kali diberikan oleh Dantzig
Model Masalah Transportasi

9
Masalah transportasi secara umum berhubungan dengan masalah pendistribusian
barang dari beberapa kelompok tempat penyediaan yang disebut dengan SUMBER ke
beberapa kelompok tempat penerimaan yang disebut dengan TUJUAN, dalamsuatu cara
tertentu yang dapat meminimumkan total biaya distribusi.
Jadi, secara umum sumber i(i=1,2 , ., m) mempunyai penawaran sejumlah s, unit
untuk didistribusikan ke sejumlah tempat tujuan, dan tujuan j( j=1 , 2 ,. n) mempunyai
permintaan sejumlah d, unit yang dapat diterima dari sejumlah sumber. Asumsi dasarnya
adalah biáya distribusi dari sumber i ke tujuan j berbanding lunus dengan jumlah barang yang
didistribusikan, dimana C ij adalah biaya distribusi per-unit.
Untuk Z sebagai total biaya distribusi dan x, ii ¿
sebagai jumlah unit barang yang didistribusikan dari sumber i ke tujuan j, formulasi
pemrograman linier dari masalah tersebut adalah sebagai berikut.

Minimumkan
m m
C=∑ ∑ C ij X ij
j=1 i=1

dengan kendala :
n

∑ X ij=ai ¿
i=1

∑ X ij=b j ¿
j=1

Tabel 5.2. Bentuk Umum Tabel Transportasi


Biaya pengiriman per unit komoditi

Beberapa Property Masalah Transportasi1.

10
1. Property solusi integer (integer solutions property);
Pada masalah transportasi dimana setiap S, dan dan d mempunyai nilai integer, semua
peubah basis dalam setiap solusi layak basis juga mempunyai nilai integer.
2. Property solusi layak (feasible solutions property);
Keadaan yang dibutuhkan oleh suatu masalah transportasi untuk mendapatkan solusi
yang layak adalah
m n

∑ S i =∑ d j
i=1 j=1

Property kedua mensyaratkan bahwa jumlah penawaran harus sama dengan Jumlah
pemintaan atau sistem dalam keadaan sembang (balance). Bila dalam Suatu kasus jumlah
penawaran tidak sama dengan jumlah permintaan, maka ditambahkan sumber atau tujuan
fiktif yang disebut dengan sumber dummy atau tujuan dummy.

Metoda Transportasi
Metoda transportasi yang biasa digunakan untuk menyelesaikan masalah transportasi adalah
suatu hasil modifikasi dari metoda simpleks dengan memperhatikan pola khusus dari nilai
kocfisien pada fungsi pembatasnya. Seperti juga pada metoda simpleks, langkah pertama
dalam menyelesaikan masalah transportasi adalah mencari solusi awal yang layak. Kemudian
menguji apakah solusi awal tersebut telah optimal, bila belum dilakukan perbaikan-perbaikan
yaitu dengan adanya leaving variable dan entering variable (perubahan variabel basis
dan non basis) hingga diperoleh solusi yang optimal.

Prosedur Umum Untuk Memperoleh Solusi Awal Yang Layak


Langkah awal :Semua baris sumber dan kolom tujuan pada tabel transportasidapat dijadikan
variabel basis (daerah pengalokasian = masih kosong).
Langkah 1 :Diantara baris dan kolom yang masih dapat dijadikan variable basis, pilihlah
variabel basis berikutnya berdasarkan pada beberapa kriteria (tergantung pada
metoda yang dipergunakan).
Langkah 2 :Pengalokasian dibuat sebanyak mungkin untuk memenuhi nilaipenawaran
atau permintaan (tergantung yang mana yang terkecil).
Langkah 3 :Menghilangkan baris/kolom yang telah terpenuhi penawaran/ permintaannya
dari pengalokasian berikutnya.

11
Langkah 4 :Bila hanya tersisa satu baris/kolom yang bisa menerima pengalokasian, maka
pengalokasian diberikan pada kotak pada baris/kolom tersebut, dan prosedur
selesai; selain itu kembali ke langkah 1

Kriteria Alternatif Untuk Langkah 1


Metoda Northwest Corner
Pengalokasian dimulai dari pojok barat laut (northwest comer). Selanjutnya pengalokasian
dilakukan pada kotak X ij+1 bila permintaan ke j telah terpenuhi atau pada kotak X i +1 j bila
penawaran ke i telah terpenuhi.
Metoda Least Cost
Pengalokasian dimulai pada kotak variabel dengan biaya terendah. Selanjutnya pengalokasian
dilakukan pada kotak variabel terendah berikutnya dengan memperhatikan nilai penawaran
dan permintaan.
Metoda Aproksimasi Vogel (Vam)
Untuk setiap baris dan kolom dilakukan perhitungan nilai selisih antara kotak variabel dengan
biaya terendah dengan kotak variabel dengan biaya terendah berikutnya (smallest and next to
smallest). Kemudian pilih baris/kolom dengan nilai selisih terbesar. Pengalokasian dilakukan
pada kotak variabel dengan biaya terendah pada baris/kolom yang terpilih.
Metoda Aproksimasi Russell
Untuk setiap baris ditentukan nilai ui , yang merupakan biaya tertinggi pada baris tersebut.
Sedangkan untuk setiap kolom ditentukan nilai v j, yang merupakan biaya tertinggi pada
kolom tersebut. Untuk setiap kotak variabel X ij , dilakukan perhitungan nilai ∆ ij =c ij −uij −v ij
Pengalokasian dilakukan pada kotak variable dengan nilai ∆ ij negatir terbesar.

12
CONTOH SOAL
1. Suatu perusahaan mempunyai  pabrik W, H, O dengan kapasitas produksi tiap bulan
masing-masing 90 ton, 60 ton, dan 50 ton.; dan mempunyai 3 gudang penjualan di A,
B, C dengan kebutuhan tiap bulan masing-masing 50 ton, 110 ton, dan 40 ton.
Jawab:
Langkah-langkah penyelesaian :
1. Susunlah kebutuhan, kapasitas masing-masing sumber dan biaya pengangkutan ke
dalam matriks transportasi:

2. Carilah perbedaan dari 2 biaya terkecil, yaitu biaya terkecil dan terkecil ke dua untuk
setiap baris dan kolom
3. Pilihlah 1 nilai perbedaan- perbedaan yang terbesar diantara semua nilai perbedaaan
pada kolom   dan baris. Baris O mempunyai nilai perbedaan terbesar yaitu 9.  Bila
nilai perbedaan biaya ada 2 yang besarnya sama, maka pilihlah baris atau kolom yang
mempunyai biaya terendah.
4. isilah pada salah satu segi empat yang termasuk dalam kolom atau baris terpilih,
yaitu pada segi empat yang mempunyai biaya terendah. Isikan sebanyak mungkin
yang bisa dilakukan.

5. Karena baris O sudah diisi penuh sesuai dengan kapasitas, maka selanjutnya
hilangkan baris O karena baris O sudah tidak mungkin diisi lagi. Kemudian tentukan

13
kembali perbedaan biaya untuk kolom dan baris yang belum terisi. Ulangi langkah-
langkah ini sampai semua baris dan kolom sepenuhnya teralokasi.

Karena B mempunyai perbedaan terbesar yaitu 15, maka isilah sebanyak mungkin
yang bisa diangkut pada kolom B yang mempunyai biaya terendah.

Baris W mempunyai perbedaan terbesar yaitu 12 dan langkah selanjutnya adalah


sebagai berikut:

14
Jadi biaya transportasi yang harus dikeluarkan:  60 (3) +30 (8) + 50 (15) + 10 (10) + 50
(10) = 1890

2. Suatu perusahaan mempunyai tiga pabrik di W, H, O.  Dengan  kapasitas produksi


tiap bulan masing- masing 90 ton, 60 ton, dan 50 ton; dan mempunyai tiga gudang
penjualan di A, B, C dengan kebutuhan tiap bulan masing- masing 50 ton, 110 ton,
dan 40 ton.  Biaya pengangkutan setiap ton produk dari pabrik W, H, O ke gudang A,
B, C adalah sebagai berikut:

Tentukan alokasi hasil produksi dari pabrik – pabrik tersebut ke gudang – gudang penjualan
dengan biaya pengangkutan terendah.
Jawab:
Solusi
1. Isilah tabel pertama dari sudut kiri atas

15
Biaya pengangkutan untuk alokasi tahap pertama sebesar =  50 (20) + 40 (5) +60 (20) +10
(10) + 40 (19) = 3260.

2. Menentukan nilai baris dan kolom


–          Baris pertama selalu diberi nilai nol
Nilai baris W = Rw = 0
–          Nilai baris yang lain dan nilai semua kolom ditentukan berdasarkan persamaan

3. Menghitung indeks perbaikan dan memilih titik tolak perbaikan.


Indeks perbaikan adalah nilai dari kotak yang kosong.

Memilih titik tolak perubahan:


 Kotak yang mempunyai indeks perbaikan negatif berarti bila diberi alokasi akan
mengurangi jumlah biaya pengangkutan. Bila nilainya positif berarti pengisian akan
menyebabkan kenaikan biaya pengangkutan

16
 Kotak yang merupakan titik tolak perubahan adalah kotak yang indeksnya bertanda
negatif dan angkanya besar. Dalam contoh ternyata yang memenuhi syarat adalah
kotak HA dengan nilai -20.

Biaya pengangkutan untuk alokasi tahap kedua sebesar = 90 (5) + 50 (15) + 10 (20) +10 (10)
+ 40 (19) = 2260

4. Ulangi langkah – langkah tersebut diatas, mulai langkah  2.2 sampai diperolehnya
biaya terendah, yaitu bila sudah tidak ada lagi indeks yang negatif.

17
Biaya pengangkutan untuk alokasi tahap ketiga sebesar = 90 (5) + 50 (15) + 10 (10) +20 (10)
+ 30 (19) = 2070

Biaya pengangkutan untuk alokasi tahap keempat sebesar = 60 (5) + 30 (8) + 50 (15) + 10
(10) + 50 (10) = 1890

18
Alokasi tahap keempat merupakan alokasi optimal karena indeks perbaikan pada kotak
kosong sudah tidak ada yang bernilai negatif.

3. Sebuah Perusahaan Negara berkepentingan mengangkut pupuk dari tiga pabrik ke


tiga pasar. Kapasitas supply ketiga pabrik, permintaan pada ketiga pasar dan biaya
transpor per unit disajikan pada Tabel .

Jawab:
Solusi Awal Masalah Pupuk dengan Metode VAM

19
Untuk perhitungan penalty cost, pikirkan baris pertama. Nilai C ij terkecil adalah 5 untuk C

12 . Kemudian yang satu tingkat lebih besar adalah C 13 = 6 sehingga penalty cost adalah
beda antara dua nilai ini, 6-5 = 1. Semua baris dan kolom yang lain dihitung dengan cara
serupa.
Penalty cost terbesar adalah 6 yang terdapat pada baris 3. Alokasi pada baris ini dibuat pada

kotak dengan nilai C ij terkecil, dalam hal ini X 31 = minimum [80, 150] = 80. Sekarang
tabel harus disesuaikan untuk menunjukkan sumber ke 3 telah terpakai habis dengan cara
menghapus baris 3. Di samping itu, permintaan yang belum terpenuhi pada tujuan 1 menjadi
70 bukan lagi 150. Tabel yang disesuaikan dengan perhitungan ulang penalty cost dan alokasi
kedua diyunjukkan pada tabel dibawah ini.
Tabel Transportasi Kedua Masalah Pupuk dengan Metode VAM:

4. Perusahaan makanan ringan ingin mendistribusikan produk terbarunya ke 4 agen


yang menjadi pelanggan perusahaan makanan ringan tersebut dan ingin
mendistribusikannya ke beberapa kota di Indonesia dengan biaya antar kepada para
agen di hitung dengan jarak tempat agen tersebut setiap per packnya. Berikut biaya
pengiriman produk tersebut dalam bentuk rupiah(Rp):
Tabel data transportasi :

20
Selesaikan dengan menggunakan metode :
a. Metode North West Corner  (NWC)
b. Metode Least Cost
c. Metode Aproksimasi Vogel (VAM)
Perhitungan Manual
Menyelesaikan masalah biaya tranportasi pengantaran air mineral setiap galonnya
dengan menggunkan empat metode, dengan menggunkan metode north west corner, least
cost, metode aproksimasi vogel (VAM), dan metode aproksimasi Russel (RAM), sebagai
berikut :
A. Metode North West Corner
Pengalokasian dimulai dari pojok barat laut (pojok kiri atas) Selanjutnya
pengalokasian dilakukan pada kotak Xi+1j bila penawaran ke i telah terpenuhi.

Z=5200(110)+1100(90)+4400(75)+350(120)+5450(65)+200(75)+6300(90)
= 572000+99000+330000+42000+354250+15000+567000
= Rp.1979250
Perhitungan manual dengan menggunakan metode northwest cornerbiaya pendistribusian
air mineral dari pabrik air mineral kepada empat agen yang terdapat di empat kota sebesar
Rp.1979250

21
Cara perhitungan North West Corner sebagai berikut:
North West Corner perhitungannya dimulai dari pojok kanan atas table, lalu pilih
jumlah supply atau demand yang terkecil setelah didapat simpan di kiri angka yang dicari,
selanjutnya dilakukan pada kotak yang berikutna jika supplydan demand telah terpenuhi.

B. Metode Least Cost
Pengalokasian dimulai pada kotak variabel dengan biaya terendah. Selanjutnya
pengalokasian dilakukan pada kotak variabel terendah berikutnya. Berikut adalah perhitungan
dengan metode Least Cost.

Z = 5200(70)+4750(75)+750(85)+5450(65)+550(75)+6300(75)
= 364000+356250+63750+354250+41250+472500
= Rp.1652000
Perhitungan manual dengan menggunakan metode Least Cost biaya pendistribusian air
mineral dari pabrik air mineral kepada empat agen yang terdapat di empat kota sebesar
Rp.1652000
Cara perhitungan Least Cost sebagai berikut:
Mencari nilai terendah dari table, dan pengalokasian supply dan demandterkecil pula.
C. Metode Aproksimasi Vogel (VAM)
Metode aproksimasi vogel adalah merupakan metode yang paling baik dari tingkat
ketelitiannya. Adapun perhitungan manual dengan menggunakan metode aproksimasi vogel
adalah sebagai berikut:
Tabel Metode VAM :

22
Z = 5200(70)+4750(75)+750(85)+5450(65)+550(75)+6300(75)
= 364000+356250+63750+354250+41250+472500
= Rp.1652000
Perhitungan manual dengan menggunakan metode Metode Aproksimasi Vogel biaya
pendistribusian air mineral dari pabrik air mineral kepada empat agen yang terdapat di empat
kota sebesar Rp.1652000
Cara perhitungan Metode Aproksimasi Vogel sebagai berikut:
Dengan melihat nilai selisih antara veriabel dengan biaya terendah setelah itu memilih
baris atau kolom dengan nilai terbesar. Pengalokasian dengan biaya terendah pada baris atau
kolom dalam table.
5. Suatu perusahaan kopi mempunyai 4 pabrik produksi dan 6 gudang penyimpanan
hasil produksi. Jumlah barang yang disimpan digudang harus ditentukan jumlah
minimumnya agar gudang tidak kosong. Tabel matriks berikut menunjukan jumlah
produksi paling banyak bisa diangkut, jumlah minimum yang disimpan digudang dan
biaya angkut per unit barang dalam smu (satuan mata uang).
PABRIK\G G G2 G3 G4 G5 G6 S
UDANG 1
P1 10 50 70 30 50 40 15
0 00
P2 50 60 90 100 90 60 70
0
P3 80 40 50 90 50 70 10
00
P4 60 90 40 50 70 80 80
0
d 15 600 500 400 700 300 40
00 00

23
JAWABAN

1. Metode NWC (North West Corner)

2. Metode Inpeksi (Matriks Minimum)

24
3. Metode VAM (Vogel Approkximation Method)

6. Diketahui :Table transportasi sebagai berikut :

Ditanya :
Tentukan total biaya table diatas dengan menggunakan metode solusi awal sampai dengan
metode solusi optimal :

 Solusi Awal

1. Metode North West Corner Rule

2. Metode Least Cost Rule

3. Metode Aproksimasi Vogel (VAM)

Penyelesaian :

1. Metode Sudut Barat Laut (North West Corner Rule)

25
Dijawab :
(54.0*70)+(31.2*55)+(36.0*55)+(33.6*5)+(33.6*75)
= 3780 + 1716 + 1980 + 168 + 2520
= 10.164
2. Metode Biaya Terendah (Least Cost Rule)

Dijawab :
(54.0*70)+(31.2*35)+(52.8*20)+(33.6*60)+(25.0*75)
= 3780 + 1092 + 1056 + 2016 + 1875
= 9.819
3. Metode Aproksimasi Vogel (VAM)

Dijawab :
(70*27.6) + (110*31.0) + (15*52.8) + (60*33.6) + (5*33.6)

=1932 + 3410 + 792 + 2016 + 168

= 8.318

26
LAMPIRAN
LAPORAN HASIL CBR
ASPE BUKU I BUKU II
K
Cover

IDENT  Judul Buku: Riset Operasi  Judul Buku : Penghantar Riset

27
ITAS (Aplikasi Quantitatyve Operasional
BUKU Analysis for Management)  Penulis : Media Anugrah
 Penulis : Prof. Dr. Ayu
Dedy Syaifuddin, S.E., M.S.,  Tahun :-
 Tahun : 2011  Penerbit : Gunadarma
 Penerbit : CV Citra  Tempat Terbit : -
Malang
 Tempat Terbit : Malang

KELE  Materi di dalam  Materi pada buku


BIHA buku ini, terperinci dan lengkap
N lengkap.  Tampilan buku menarik
BUKU  Bahasa yang  Bahasa yang digunakan
digunakan mudah di mudah dimengerti
mengerti  Terdapatnya contoh
 Terdapatnya soal
contoh soal yang cukup
banyak pada buku ini
untuk melatih pembaca
agar lebih paham
 Model-model
yang dipaparkan pada
buku ini sudah sangat
jelas

KEKU  Pada beberapa  Kurangnya contoh


RANG tulisan, terdapat soal
AN kesalahan dalam  Penjelasan tidak
BUKU penulisan model disertai contoh
 Kurangnya
penjelasan rumus
BukuBerdasarkan hasil review, buku yang paling mudah dipahami adalah buku
yang pertama, Namun kedua buku ini memiliki kekurangan dan kelebihan
Lebih masing-masing. Disarankan dalam mempelajari sesuatu agar

28
Mudah menggunakan buku lebih dari 1. Supaya buku satu dengan yang lainnya
Dipaha dapat saling melengkapi.
mi

29
LAPORAN HASIL CJR
IDENTITAS JURNAL
a) Identitas Jurnal 1
Judul : Optimasi Distribusi Roti Menggunakan Model Stepping Stone
Penulis : Cici Padillah, Egi Adelia, Hada Muspirah, Andy Sapta
Jurnal : Journal of Science and Social Research
Volume & Hal : Vol I (2): 148 – 152
Tahun : 2018
ISSN : 2615 – 4307
b) Identitas Jurnal 2
Judul : Optimalisasi Biaya Transportasi Pendistribusian Keramik
Menggunakan Model Transportasi Metode Stepping Stone
Penulis : N. M. A. Pranati, A. I. Jaya, dan A. Sahari
Jurnal : Jurnal Ilmiah Matematika dan Terapan
Volume & Hal : Volume 15 Nomor 1
Tahun : 2018
ISSN : 2450 – 766X

RINGKASAN ISI JURNAL


1. Jurnal 1
I. Latar Belakang
Masalah transportasi adalah bagian dari “operation research” yang membahas tentang
meminimumkan biaya transportasi dari suatu tempat ketempat lain. Khusus transportasi
timbul ketika seseorang mencoba menentukan cara pengiriman (pendistribusian) suatu jenis
barang dari beberapa sumber (lokasi penawaran) ke beberapa tujuan (lokasi permintaan).
Untuk itu perusahaan harus mampu mengatur biaya ope rasional yauitu biaya yang digunakan
antara pengeluaran dan pemasukan perusahaan. Semakin besar rentang antar pemasukan dan
pengeluaran, maka semakin besar pula keuntungan yang diperoleh dengan harapan
pemasukan lebih besar dari pengeluaran.
Metode transportasi diharapkan mampu meminimumkan biaya transportasi karena
metode transportasi dirancang untuk melakukan optimalisasi variabel-variabel yang
digunakan untuk memecahkan masalah transportasi, termasuk diantaranya masalah
pengiriman barang atau bahan baku dari beberapa sumber ke beberapa tempat tujuan
dengan biaya yang minimum. Masingmasing sumber tersebut mempunyai

30
kapasitas pengiriman tertentu, sedangkan masing-masing tempat tujuan ini
mempunyai permintaan dalam jumlah tertentu pula. Penerapan metode transportasi yang
tepat selain berguna untuk memperlancar pendistribusian, juga untuk memaksimalkan
pengalokasian dari tempat sumber ke tempat tujuan, juga berguna dalam usaha
menekan total biaya transportasi.
II. Tujuan Penilitian
Dengan diterapkannya suatu metode transportasi, biaya-biaya yang tidak perlu dapat
dihilangkan, pengiriman barang dapat dengan lancar, penghematan tenaga dan waktu,
serta meningkatkan efisiensi perusahaan. Dengan demikian, pada dasarnya perhitungan
biaya transportasi dengan menggunakan metode transportasi berupaya untuk
memecahkan persoalan dari sumber mana barang dikirim ke tempat tujuan yang mana
sehingga akan dapat diperoleh jumlah biaya angkut yang paling minimal dan
memaksimalkan keuntungan.
III. Metode Penelitian
Metode transportasi yang digunakan dalam kasus ini adalah model stepping stone.
Pengumpulan data dalam penelitian di Toko Roti ini dilakukan dengan cara tiga cara, yaitu:
1. Observasi
Observasi adalah metode pe ngumpulan data ang dilakukan dengan cara mengamati
langsung dengan cara melihat dan mengambil data yang dibutuhkan di tempat penelitian itu
dilakukan. Pengumpulan data dilakukan di Bagus Bakery, Dini Bakery Dan Arya Bakery
secara langsung, seperti melihat data tentang jumlah kapasitas persediaan roti pada masing-
masing toko dan data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini.
2. Wawancara
Wawancara adalah metode yag dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan langsung
dengan pihak toko roti Bagus Bakery, Dini Bakery dan Arya Bakery yang berhubungan
langsung dengan data yang di perlukan terkait penelitian tentang pendistribusian Roti.
IV. Hasil Dan Pembahasan
Hasil penghitungan biaya transportasi secara konvensional pada toko roti Bagus Bakery,
Dini Bakery dan Arya Bakery sebesar Rp. 150.000,-.
Biaya Transportasi

31
Dari hasil penghitungan dapat disimpulkan solusi awal biaya transportasi distribusi roti
menggunakan model Least Cost adalah sebesar Rp. 94.850. Memiliki selisih Rp. 55.150
dengan biaya transportasi distribusi roti sebelumnya yaitu Rp. 150.000.

32
Total biaya transportasi distribusi Roti dari toko ke wholeseller dengan menerapkan
model transporttasi stepping stone sebesar Rp. 64.800. Penerapan stepping stone dapat
meminimumkan biaya transportasi distribusi roti dari Rp 150.000 menjadi Rp 68.550. Terjadi
penurunan biaya sebesar Rp. 81.450.

33
2. Jurnal 2
I. Latar Belakang
Seiring dengan berkembangnya zaman dan persaingan perusahaandalam menawarkan
produknya agar dapat menarik minat para konsumen, maka perusahaan harus bisa menjaga
eksistensinya agar dapat memenuhi kebutuhan para pelanggan serta dapat mempertahankan
kepuasan dari pelanggannya. Penurunan tingkat kepuasan pelanggan dapat mengakibatkan
penurunan kepercayaan pelanggan, bahkan dapat pula menyebabkan hilangnya pelanggan
perusahaan tersebut. Agar hal ini tidak terjadi, perusahaan perlu melakukan analisa faktor-
faktor penentu tingkat kepuasan pelanggan (Sutapa,2007).
Dalam hal pengangkutan dan pengalokasian barang agar sampai ketangan konsumen
biaya distribusi yang optimal adalah salah satu faktor yang menentukan tingkat kepuasan
pelanggan terhadap pembeli. Untuk memecahkan masalahdiatas maka dirancang suatu model
transportasi yang tepat dan efisien. Tujuan dari model transportasi ini adalah menentukan
jumlah barang yang harus dikirimkan dari setiap sumber ke setiap tujuan sedemikian rupa
sehingga biaya transportasi total minimum (Taha, 1996).
Masalah transportasi membicarakan cara pendistribusian suatu barang dari sejumlah
sumber ( origin ) ke sejumlah tujuan ( destination ). Sasarannya adalah mencari pola
pendistribusian dan banyaknya barang yang diangkut dari masing-masing sumber ke
masingmasing tujuan yang meminimalkan ongkos angkut secara keseluruhan, dengan
kendalakendala yang ada (Ali, 2013).
Setiap perusahaan akan mengalami masalah dalam hal pendistribusian barang, untuk itu
perusahaan harus mampu mengatur biaya transportasi yang digunakan untuk pendistribusian
barang tersebut agar tetap terjadi rentang antara pengeluaran dan pemasukan perusahaan.
Sejalan dengan hal tersebut, perusahaan memerlukan rencana pendistribusian produk yang
tepat agar terhindar dari kurang optimalnya pemasaran yang akan berdampak pada kerugian
perusahaan.Salah satunya adalah perusahaan PT. Indah Bangunan yang mendistribusikan
produk bangunan yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah.Perusahaan PT. Indah Banguan
yang didirikan pada tahun 2008 oleh bapak Harto B, SE dan mulai penjualan bahan bangunan
pada tahun 2008 yang berlokasi di Jln. Adam Malik Provinsi Sulawesi Tengah Palu,
melayani permintaan para agen, layanan pendistribusian bahan banguanan (keramik) untuk
para agen dibatasi oleh kapasitas gudang dari masing-masing agen. Layanan pendistribusian
bahan bangunan untuk toko tujuan agen dibatasi oleh kapasitas dari masingmasing toko
tujuan agen.

34
II. Tujuan Penilitian
Untuk pemecahan solusi ini, maka dapat diterapkan metode Vogel’s Approximation
(VAM) untuk mendapatkan solusi awal dan metode Stepping Stone untuk mencari solusi
Optiamal, metode ini diharapkan dapat memberikan solusi untuk mendapatkan biaya
transportasi yang optimal.
III. Metode Penelitian
Penelitian dilakukan sesuai prosedur dibawah ini :
 Mulai penelitian
 Studi literatur dengan mengumpulkan materi dari buku, artikel dan jurnal
 Pengambilan data
 Membuat matriks transportasi
 Menentukan masalah transportasi dari berbagai sumber dan berbagi tujuan
 Penerapan metode Vogel’s Approximation (VAM)pada masalah transportasi
 Menentukan solusi optimal dari Metode Stepping Stone
 Kesimpulan
 Selesai
IV. Hasil Dan Pembahasan
PT. Indah Bangunan Palu mendistribusikan keramik melalui tiga agen. Masing-masing
agen memiliki persediaan yang berbeda-beda yang dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1 :
Data persediaan Keramik pada PT. Indah Bangunan Palu ditigaagen pada bulan September
2016

Setiap agen tersebut mendistribusikan Keramik kepada pelanggannya dengan jumlah


keramik sesuai dengan permintaan dari masing-masing toko pelanggan. Data permintaan
keramik dari masing-masing toko pelanggan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2 : Data permintaan pelanggan Keramik pada setiap agen pada bulan September 2016

35
Dari data permintaan pelanggan diatas, kesepuluh toko pelanggan juga memiliki jumlah
penawaran yang berbeda-beda, yang dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3 : Data penawaran Keramik kesepuluh toko dari masing-masing agen pada bulan
September 2016

Penawaran keramik kesepuluh toko dari masing-masing agen memiliki biaya transportasi
yang berbeda-beda disesuaikan dengan jarak dalam setiap kali pengiriman. Berikut data biaya
tranportasi pendistribusian keramik untuk setiap unit dari agen menuju masing-masing
pelanggan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4 : Biaya transportasi

36
Dari seluruh data yang diperoleh, bentuk model transportasi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 5 : Model Transportasi

Dari tabel diatas, 𝑋11 sampai 𝑋3.10 menggambarkan pengiriman sejumlah keramik dari
agen 𝑆𝑖 ke pelanggan 𝑃𝑗. Kapasitas ditiap-tiap agen ditempatkan pada kolom penawaran (𝑆𝑖),
sedangkan permintaan pelanggan ditempatkan pada baris permintaan (𝑃𝑗). Sel kecil (dalam
kotak) pada setiap elemen matrik merupakan besar satuan biaya transportasi yang harus
dilakukan disetiap pengiriman keramik. Dari model transportasi diatas, untuk menentukan
solusi awal data yang diperoleh dikelola dengan menggunakan metode Vogel’s
Aproximation. Adapun matriks transportasi yang terbentuk setelah dilakukan langkah-
langkah untuk menentukan solusi awal adalah sebagai berikut:
Tabel 6 : Tabel solusi awal masalah transportasi

Dalam bentuk matriks transportasi diatas dapat dilihat bahwa permintaaan dan penawaran
telah terpenuhi, sehingga selesai pula langkah-langkah untuk mendapatkan solusi awal
dengan metode Vogel’s Approximation . Sehingga solusi awal dengan metode Vogel’s Appr
oximation sebagai berikut :

37
Setelah diperoleh solusi awal dengan metode Vogel’s Approximation , selanjutnya untuk
menentukan solusi optimal digunakan metode stepping stone. Adapun langkah-langkah yang
dilakukan dalam metode stepping stone yaitu dengan menentukan jalur tertutup pada
kotakkotak kosong yang terdapat pada matriks transportasi solusi awal, kemudian setelah itu
akan diberikan perubahan biaya yang dihasilkan dari masing-masing jalur tersebut sebagai
berikut:

Terlihat dari tabel diatas bahwa perubahan biaya dari jalur penambahan dan pengurangan
memiliki perubahan biaya yang positif. Karena diperoleh perubahan biaya yang positif maka
hal tersebut dikatakan optimal. Sehingga dari nilai perubahan iterasi 1 diatas, didapatkan
analisis bahwa hasil solusi optimal sebagai berikut:

3.2. Pembahasan
PT. Indah Bangunan Palu mendistribusikan keramik melalui tiga agen dengan persediaan
keramik dari masing-masing agen tersebut yaitu Agen 1 sebanyak 2520 dos, Agen 2
sebanyak 1497 dos dan Agen 3 sebanyak 983 dos sehingga jumlah semua persediaan
sebanyak 5.000. Ketiga agen tersebut mendistribusikan keramik kepada sepuluh toko
bangunan yang merupakan pelanggan dari ketiga agen tersebut. Permintaan keramik dari

38
masing-masing toko pelanggan tersebut yaitu, untuk 𝑇1 = 540 dos, 𝑇2 = 635 dos, 𝑇3 = 520
dos, 𝑇4 = 570 dos, 𝑇5 = 440 dos, 𝑇6 = 425 dos, 𝑇7 = 590 dos, 𝑇8 = 400, 𝑇9 = 420 dos, 𝑇10 = 460
dos dengan jumlah semua permintaan sebanyak 5.000 dos. Masing-masing agen tersebut
mendistribusikan keramik kepada pelanggannya dengan biaya transportasi yang berbedabeda
disesuaikan dengan jarak dalam setiap kali pengiriman. Biaya transportasi pendistribusian
keramik pada PT Indah Bangunan Palu pada bulan September 2016 yaitu sebesar Rp.
62.126.000 per bulan. Untuk mengoptimalkan biaya transportasi pendistribusian keramik
pada PT. Indah Bangunan Palu maka dilakukan perhitungan dengan menggunakan model
transportasi.
Hasil pendistribusian dari table 6 diatas menunjukkan bahwa dari kesepuluh toko tujuan,
yaitu: Toko Sinar Prima (𝑇1), Toko Adil (𝑇2), Toko Sujaya (𝑇3), Toko Agung (𝑇4), Toko
Usaha Jaya (𝑇5), Toko Showroom keramik (𝑇6), Toko Aneka Maju (𝑇7), Toko Cahaya Prima
(𝑇8), Toko Mulia (𝑇9), Toko Prima Bangunan (𝑇10). Agen 1 mengirimkan sejumlah barang
kelima toko tujuan (𝑇2, 𝑇3, 𝑇4, 𝑇6, dan 𝑇7) dengan jumlah penawaran sebanyak 2520 dos yang
jumlahnya sesuai dengan persediaan dari Agen 1. Agen 2 mengirimkan sejumlah barang
keempat toko tujuan (𝑇1, 𝑇5, 𝑇6, dan ) dengan jumlah penawan sebanyak 1497 dos yang
10

jumlahnya sesuai dengan persediaan agen 2. Agen 3 mengirimkan sejumlah barang ketiga
toko tujuan (𝑇6, 𝑇8, dan 9) dengan jumlah penawaran sebanyak 983 dos yang jumlahnya
sesuai dengan persediaan dari agen 3.
Pendistribusian dari Agen 1, 2, dan 3 ke sepuluh toko tujuan menghasilkan jumlah
penawaran dan permintaan sebesar 5.000 dos yang jumlahnya sesuai dengan persediaan dari
ke tiga Agen tersebut. Karena jumlah penawaran dan permintaan telah terpenuhi sehingga
diperoleh total biaya transportasi untuk pendistribusian keramik pada PT. Indah Bangunan
Palu sebesar 𝑅𝑝.53.756.000 per bulan.
Berdasarkan Tabel pendistribusian 4 terlihat perbedaan dengan distribusi yang dilakukan
menggunakan metode transportasi. Hal ini terlihat dari distribusi toko-toko tujuan oleh agen-
agen, dimana pada tabel 3 seluruh agen mendistribusikan barang keseluruh toko tujuan,
sedangkan berdasarkan metode transportasi masing-masing agen mendistribusikan ke
beberapa toko tujuan saja. Ditinjau dari biaya distribusi yang digunakan berdasarkan tabel 3
dan hasil metode transportasi menunjukkan bahwa skala pendistribusian menggunakkan hasil
metode transportasi merupakan solusi optimal dalam menekan biaya distribusi yang
sebelumnya sebesar Rp. 62.126.000 menjadi Rp. 53.756.000 atau mengalami penghematan
sebesar Rp. 8.370.000 per bulan.

39
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JURNAL
Keter Jurnal 1 Jurnal 2
angan
Keleb  Pada jurnal ini  Pada jurnal ini juga isi
ihan lengkap membahas nya lengkap membahas
optimasi distribusi roti optimalisasi biaya transportasi
menggunakan model pendistribusian keramik
stepping stone menggunakan model
 Pada jurnal ini transportasi metode stepping
juga dijelaskan proses stone.
pengoptimalan biaya  Pada junal ini juga
dengan model diberitahukan secara rinci
transportasi metode pengoptimalan biaya dengan
stepping stone. model transportasi metode
stepping stone.

Keku  Pada jurnal ini  Pada jurnal ini bahasa


ranga tidak ada kekurangan yang digunakan sulit
n dimengerti.

KESIMPULAN JURNAL
1). Jurnal 1
Penerapan model transportasi distribusi dengan menggunakan model Stepping Stone
dapat memberikan solusi pada Toko Roti dalam pengoptimalan biaya distribusi roti. Biaya
transportasi pendistribusian roti pada perusahaan sebelumnya mencapai Rp 150.000. Setelah
dihitung dengan model Stepping Stone hasil perhitungan yang diperoleh menunjukan bahwa
biaya transportasi distribusi yang optimal adalah sebesar Rp 68.550. Dengan demikian pada
proses perhitungan dengan menggunakan Stepping Stone ternyata dapat meminimumkan
biaya transportasi dari Rp 150.000 menjadi Rp 68.550 Terjadi selisih biaya sebesar Rp
81.450.
2). Jurnal 2
Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, hasil dari penelitian pada gudang PT.
Indah Bangunan Palu pada bulan September 2016 dapat disimpulkan bahwa biaya

40
transportasi pendistribusian keramik dengan model Transportasi yaitu menggunakan metode
Vogel’s Aproximatiaon untuk solusi awal sebesar 𝑅𝑝.53.756.000 dan metode Stepping Stone
untuk solusi optimal diperoleh biaya transportasi optimal yang sama yaitu sebesar
𝑅𝑝.53.756.000 perbulan. Sedangkan biaya transportasi dari perusahaan sebelum dilakukan
pengoptimalan sebesar 𝑅𝑝.62.126.000 perbulan.Dalam hal ini PT. Indah Bangunan Palu
dapat mengoptimalkan biaya transportasi untuk pendistribusian keramik pada bulan
September 2016, dengan penghematan biaya sebesar 𝑅𝑝.8.370.000 per bulan atau 13%.

41
MINI RISET
STUDI KASUS
Sebuah penelitian dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan biaya transportasi
produsen Bagus Bakery dan Dini Bakery yang ada di desa Gedangan. Pada proses ini jumlah
produksi dan jumlah permintaan akan saling berpengaruh dengan menggunakan metode
transportasi model Stepping Stone. Langkah pertama dalam menyelesaikan biaya transportasi
yang minimum adalah membentuk biaya pendistribusian, jumlah produksi dan permintaan
kedalam model transportasi. Selanjutnya model transportasi dianalisis menggunakan model
stepping stone. Penerapan model transportasi distribusi dengan menggunakan model stepping
stone dapat memberikan solusi pada toko roti dalam pengoptimalan biaya distribusi roti.
Metode transportasi yang digunakan dalam kasus ini adalah model stepping stone.
Pengumpulan data dalam penelitian di Toko Roti ini dilakukan dengan observasi dan
wawancara.
Hasil penghitungan biaya transportasi secara konvensional pada toko roti Bagus
Bakery, Dini Bakery dan Arya Bakery sebesar Rp. 150.000,-.
Biaya Transportasi:

42
Dari hasil penghitungan dapat disimpulkan solusi awal biaya transportasi distribusi
roti menggunakan model Least Cost adalah sebesar Rp. 94.850. Memiliki selisih Rp. 55.150
dengan biaya transportasi distribusi roti sebelumnya yaitu Rp. 150.000.

Total biaya transportasi distribusi Roti dari toko ke wholeseller dengan menerapkan
model transporttasi stepping stone sebesar Rp. 64.800. Penerapan stepping stone dapat
meminimumkan biaya transportasi distribusi roti dari Rp 150.000 menjadi Rp 68.550. Terjadi
penurunan biaya sebesar Rp. 81.450.
Implementasi:

43
Jadi, Penerapan model transportasi distribusi dengan menggunakan model Stepping Stone
dapat memberikan solusi pada Toko Roti dalam pengoptimalan biaya distribusi roti. Biaya
transportasi pendistribusian roti pada perusahaan sebelumnya mencapai Rp 150.000. Setelah
dihitung dengan model Stepping Stone hasil perhitungan yang diperoleh menunjukan bahwa
biaya transportasi distribusi yang optimal adalah sebesar Rp 68.550. Dengan demikian pada
proses perhitungan dengan menggunakan Stepping Stone ternyata dapat meminimumkan
biaya transportasi dari Rp 150.000 menjadi Rp 68.550 Terjadi selisih biaya sebesar Rp
81.450.

44
SOAL-SOAL LATIHAN
1. Tempat peleburan baja Yasmine Steel, ada di tiga kota, E, B, dan G memproduksi baja
sejumlah 150,210,260. Baja tersebut dipasok ke kota D, S, C, N yang membutuhkan
130,70,180,240 ton per minggu. Biaya pengiriman per ton adalah?

Tentukan pengalokasian baja yang dapat meminimumkan biaya!


2. Perusahaan komputer akan menjual komputer ke beberapa PTS yang dikirim melalui tiga
gudang R, A, W dengan kapasitas 420, 610, dan 340 unit. PTS yang memesan adalah T,
M, S, C dengan pemesanan 520, 250, 400, dan 200 unit. Biaya pengiriman per unit
adalah:

Tentukan pengalokasian komputer dari gudang ke setiap PTS untuk meminimumkan


biaya!
3. Tempat peleburan baja Aladin Steel, ada di tiga kota, A, B, dan C memproduksi baja
sejumlah 46, 20, 34 ton per bulan. Baja tersebut dipasok ke kota V, W, X, Y, dan Z yang
membutuhkan 250, 150, 180, 100, dan 270 ton per sepuluh bulan. Biaya pengiriman per
ton adalah :

Tentukan pengalokasian baja yang dapat meminimumkan biaya!


4. Tempat peleburan baja yang ada di 3 kota memproduksi sejumlah baja sbb:

45
Ketiga tempat peleburan tersebut memasok baja ke 4 kota dimana pabrikpabriknya
mempunyai permintaan sbb:

Biaya pengiriman per ton baja adalah sbb:

Tentukan alokasi yang memberikan biaya transportasi yang paling minimum!


5. Hewled Packcard menjual komputer mikro ke beberapa perguruan tinggi Yogyakarta dan
mengirimkan komputer-komputer tersebut ke 3 gudang distribusi. Pada awal tahun ajaran
baru perusahaan sanggup menyalurkan sejumlah komputer mikro berikut ini ke beberapa
perguruan tinggi

46
Adapun 4 perguruan tinggi telah memesan computer mikro yang harus dikirim dan
dipasang paling lambat pada awal tahun ajaran baru.

Biaya pengiriman dan pemasangan per satu computer mikro dari masing –masing
distributor ke masing-masing universitas adalah sbb:

Tentukan alokasi yang memberikan biaya transportasi yang paling minimum!


6. Perusahaan mempunyai pabrik pengolahan A,B,C,D,E, dan gudang F, G, H,I. Kapasitas
pabrik bulanan masing-masing sebesar 10, 20, 30, 40, dan 50 unit. Kebutuhan gudang
bulanan masing-masing sebesar 60, 60, 20, dan 10 unit. Biaya pengiriman per unit
(Ribuan rupiah) sebagai berikut:

47
Tentukan dari pabrik mana akan dikirim ke gudang mana, dan berapa biaya total
pengiriman minimumnya!
7.  Perusahaan air mineral ingin mendistribusikan produk terbarunya ke empat agen yang
menjadi pelanggan perusahaan air mineral tersebut dan ingin mendistribusikannya ke
beberapa kota di Indonesia dengan biaya atar kepada para agen di hitung dengan jarak
tempat agen tersebut setiap per galonnya. Berikut biaya pengiriman produk tersebut
dalam bentuk rupiah(Rp):
Tabel 3.1 Data Transportasi

Selesaikan dengan menggunakan :


 
a. Metode North West Corner (NWC)
 
b. Metode Least Cost
 
c. Metode Aproksimasi Vogel (VAM)
 
d. Metode Aproksimasi Russel (RAM)

8. Tabel Transportasi Sebagai Berikut :

48
Tentukan total biaya transportasi dengan penentuanpemecahan awal (solusi awal)
menggunakan Metode Aproksimasi Vogel (Vogel Approximation Method – VAM)

9. Tabel Transportasi sebagai berikut:

Ditanyakan:
Tentukan total biaya transportasi dengan penentuan pemecahan awal (solusi awal)
menggunakan:

1. Metode Sudut Barat Laut (North West Corner Rule)


2. Metode Biaya Terendah (Least Cost Rule)
3. Metode Aproksimasi Vogel (Vogel Approximation Method – VAM)

10. Tabel Transportasi sebagai berikut:


                         Tujuan (pemasaran) K
Tujuan Cirebo Bandu Sukabu a
Sumber n ng mi p
as
it
as
(S
u
p
pl
y)
Sumber  Ja   8   4   7 5
(pabrik) kar       6
ta
Be   2   1   1 8
ka 4 5 6 2
si      
Ta   1   9   2 7
ng 6 4 7
era      
ng
Permintaan (Demand) 102 72 41 2
1
5

49
 Ditanyakan: Tentukan total biaya transportasi dengan penentuan pemecahan optimal (solusi
optimal) menggunakan:
1. Metode Batu Loncatan (Stepping Stone Rule)
2. Metode MODI ( Modified Distribution Method)

DAFTAR PUSTAKA
Eliyani.2007.Modul 10 Penelitian Operasional.Jakarta:Universitas Mercu Buana.
P. Siagian.1987.Penelitian Operasional Teori dan Praktek.Jakarta:Penerbit Universitas
Indonesia(UI Press).
Takdir Syaifullah, Dedy.2011. Riset Operasi. Malang : Penerbit Percetakan CV Citra
Malang.

50

Anda mungkin juga menyukai