Anda di halaman 1dari 10

IJCETS 7 (1) (2019): 27-36

Indonesian Journal of Curriculum


and Educational Technology Studies
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jktp

Pengembangan Desain Kurikulum Maritim di Jepara


Achmad Farchan,1 Ali Muhtadi1

Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta,


1

Yogyakarta, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.15294/ijcets.v6i2.25328

Article History Abstrak


Received : January 2019 Penelitian ini bertujuan mengembangkan desain kurikulum bidang kemaritiman
Accepted : March 2019 yang relevan dengan kebutuhan masyarakat maritim di pesisir pantai Jepara. Mod-
Published : April 2019 el pengembangan desain kurikulum yang digunakan adalah model D.K Wheeler.
Langkah penelitian pengembangan ini meliputi seleksi tujuan, seleksi pengala-
Keywords man belajar, seleksi konten, pengorganisasian pengalaman belajar, dan evaluasi.
Teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Analisis data yang
Curriculum deisgn; maritime digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, setidaknya
community; coast of Jepara desain kurikulum bidang kemaritiman memuat lima indikator yaitu; (1) bertujuan
mengembangkan potensi kelautan; (2) konten kurikulum berdasarkan pada re-
alitas kehidupan masyarakat; (3) menggunakan pendekatan pemecahan masalah;
(4) mengembangkan keterampilan hidup peserta didik; dan (5) mendorong par-
tisipasi masyarakat. Sedangkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutu-
han masyarakat maritim diantaranya teknik melaut berbasis teknologi, pengola-
han hasil tangkap, teknik pengawetan hasil tangkap, pengolahan tambak garam,
teknik mesin kapal, dan inovasi alat tangkap.

Abstract
This research aims to develop maritime curriculum design in accordance with the
needs of the maritime community on the coast of Jepara. The curriculum model
used in this research was the D.K. Wheeler by employing several steps including
selecting the goals, selecting the learning experiences, selecting the content, orga-
nizing the learning experiences and evaluating the process. The techniques of data
collection in this research were observations and interviews. Data were analyzed
using descriptive-qualitative. Based on the results of the study, curriculum design
based on maritime consist of five indicators that need to be considered, the curri-
culum design should (1) aiming to develop marine potential; (2) based the content
on the reality of people’s lives; (3) using a problem solving approach; (4) developing
students’ life skills and (5) encouraging community participation. The learning ex-
perinces that need of the maritime community are technology-based fishing techni-
ques, processing of catches, catching preservation techniques, management of salt
ponds, ship engine engineering and fishing gear innovations.


Corresponding author : © 2019 Universitas Negeri Semarang
Address: Universitas Negeri Yogyakarta, Jl. Colombo, No. 1, p-ISSN 2252-6447
Yogyakarta, Indonesia, 55281 e-ISSN 2527-4597
E-mail: achmadfarchan10@gmail.com
A. Farchan et al/Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies 7(1) (2019): 27-36

PENDAHULUAN Berdasarkan Global Creativity Index,


tingkat kreativitas masyarakat Indonesia me-
Dalam praktek pendidikan di Indonesia,
nempati peringkat 115 dari 139 negara. Salah satu
kurikulum nasional sudah mengalami beberapa
variabel yang digunakan dalam mengukur ting-
kali perubahan. Menurut Idi (2013, p. 17) terhi-
kat kreativitas tersebut adalah creative class po-
tung sejak Indonesia merdeka, kurikulum per-
pulation, yaitu porsi produktivitas masyarakat di
tama adalah Rencana Pelajaran 1947, kemudian
berbagai sektor kehidupan yang memiliki atau
mengalami perubahan menjadi Rencana Pelaja-
menuntut kemampuan pemecahan masalah.
ran 1950, 1958, dan 1964. Setelah itu rencana pe-
Maka selayaknya tingkat kreativitas masyarakat
lajaran mulai berganti menjadi Kurikulum 1968.
Indonesia dalam Global Creativity Index patut
Kurikulum ini kemudian diubah lagi menjadi
dijadikan bahan evaluasi dan motivasi sebagai
Kurikulum 1975, 1984, 1994, Kurikulum Berbasis
upaya perbaikan kualitas sumber daya manusia,
Kompetensi (KBK) 2004, Kurikulum Tingkat Sa-
salah satunya melalui penataan sektor pendidi-
tuan Pendidikan (KTSP) 2006, dan terbaru Ku-
kan yang tepat.
rikulum 2013.
Pendidikan sebagai salah satu sektor
Namun dari sekian banyak perubahan ku-
pembangunan nasional harus mewujudkan
rikulum di Indonesia terutama sebelum era re-
proses berkembangnya kualitas peserta didik
formasi, pendekatan perubahan kurikulum yang
sebagai generasi penerus, yang menjadi faktor
digunakan adalah pendekatan top-down hal ini
determinan bagi tumbuh kembangnya suatu
dipengaruhi oleh sistem pemerintahan yang
bangsa. Sariono (2013, p. 2) menyatakan bahwa
tersentralisasi. Kurikulum yang dikembangkan
keberadaan kurikulum berperan menyiapkan
dengan pendekatan top-down cenderung tidak
kompetensi peserta didik dalam menghadapi
menunjukkan kebutuhan riil masyarakat. Hal
tantangan di masa depan. Kurikulum tidak cu-
ini menjadikan kurikulum belum memberikan
kup hanya mengarahkan peserta didik pada pen-
ruang inovasi dan kreativitas bagi pendidik atau
guasaan materi pembelajaran, melainkan perlu
peserta didik dalam mengembangkan pembela-
dikembangkan dengan berorientasi pada nilai
jaran.
kehidupan, potensi lingkungan, perkem-bangan
Berbeda dengan pendekatan grassroot ilmu pengetahuan dan teknologi.
yang melibatkan peran masyarakat terutama
Upaya menciptakan konsep pendidikan
para pendidik, sebagai pihak yang memahami
yang demikian, merupakan bagian untuk me-
potensi peserta didik serta lingkungannya. Me-
menuhi hak pendidikan yang mengakomodir
nurut Sukmadinata (2000, p. 51) pengemban-
peserta didik untuk memahami nilai-nilai kehi-
gan kurikulum dengan pendekatan grassroot
dupan, belajar dari pengalaman, dan terlibat da-
memungkinkan terjadinya kompetisi dalam pe-
lam masyarakat. Sebagaimana yang termaktub
ningkatan mutu pendidikan yang pada giliran-
dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
nya akan melahirkan pribadi-pribadi yang lebih
tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36
mandiri dan kreatif. Hal ini perlu dijadikan sua-
ayat (3) menyebutkan bahwa
tu pertimbangan, mengingat tingkat kreativitas
masyarakat Indonesia masih pada level rendah. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang
Berikut disajikan tingkat kreativitas masyarakat pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan
Indonesia dalam Global Creativity Index (Mar- Republik Indonesia dengan memperhatikan;
peningkatan iman dan taqwa, akhlaq mulia,
tin Prosperity Institue, 2015, p. 42).
potensi kecerdasan, dan minat peserta didik,
keragaman potensi daerah dan lingkungan,
tuntutan pembangunan daerah dan nasional,
tuntutan dunia kerja, perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, dan agama.
Mengingat sudah banyaknya perubahan
kurikulum, tetapi konten kurikulum belum
menunjukkan proporsi yang maksimal dalam
upaya mengakomodir keragaman potensi dan
lingkungan tempat peserta didik hidup dan ber-
kembang. Menurut Basari (2004, p. 17) muatan
kurikulum yang mempersiapkan peserta didik
Gambar 1 Indeks Kreativitas Global untuk mengembangkan potensi daerah atau ke-

28
A. Farchan et al/Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies 7(1) (2019): 27-36

wilayahan belum berjalan secara baik di setiap Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman
satuan pendidikan. Hal ini tampak pada banya- bersama Kementerian Pendidikan dan Kebu-
knya muatan lokal yang seragam antara sekolah dayaan menggagas perlunya suatu pengem-ban-
yang satu dengan yang lain, padahal sekolah- gan dan penerapan kurikulum yang bertujuan
sekolah tersebut berada pada daerah dengan untuk mengembangkan potensi kemaritiman.
karakteristik yang berbeda. Sejalan dengan hal Sebagaimana yang dimuat oleh Junida (2017),
tersebut, dalam penelitian Rudi (2008, p. 6) upaya pengembangan dan penerapan kurikulum
mengungkapkan bahwa konten mata pelajaran di bidang kemaritiman tersebut, meliputi kegia-
muatan lokal belum menunjukkan adanya rele- tan pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi
vansi siginifikan yang sesuai dengan kebutuhan kurikulum pendidikan di bidang kemaritiman
masyarakat, dunia industri, dan potensi daerah yang dilaksanakan pada semua jalur, jenjang,
atau lingkungan. dan jenis pendidikan sebagai wahana mengem-
bangkan pengetahuan, nilai (value), keterampi-
Demikian pula kurikulum yang berlaku
lan, dan sikap yang mendukung pembangunan
belum mencerminkan relevansi atau kesesuaian
kemaritiman.
dengan kebutuhan masyarakat terutama pada
sektor industri. Berdasarkan data Badan Pusat Selayaknya potensi kemaritiman di wila-
Statistik (BPS), jumlah pengangguran Agustus yah pesisir Indonesia merupakan suatu kawasan
2017 sebanyak 7,04 juta jiwa atau 5,50 persen dari yang perlu dikembangkan salah satunya melalui
jumlah angkatan kerja. Penyumbang tingginya sektor pendidikan bidang kemaritiman. Men-
angka pengangguran tersebut justru berlatar gingat tingkat pendidikan masyarakat pesisir
belakang pendidikan vokasi, baik pada sekolah pantai utara jawa khususnya Kabupaten Jepa-
kejuruan maupun diploma, membengkak dalam ra pada tahun 2015 masih cukup rendah. Ang-
setahun terakhir menyentuh angka 11,41 persen ka Partisipasi Murni (APM) pada jenjang SMP
(Lulusan Vokasi Menganggur, 2017). hanya 83,26 persen, sedangkan pada Jenjang
SMA hanya 54,54 persen (Suvey Ekonomi Nasio-
nal, 2015).
Selain itu, adanya fakta bahwa anak-anak
pesisir yang mampu melanjutkan ke jenjang
pendidikan menengah justru tidak memiliki
minat untuk bekerja di wilayah pesisir dalam
rangka mengembangkan potensi kemaritiman.
Anak-anak muda cenderung memilih untuk
melakukan urbanisasi. Hal ini terlihat pada
tingkat urbanisasi masyarakat Kabupaten Jepara
tergolong tinggi, nilai entropi mendekati rata-
rata provinsi yaitu 0,901. Realitas ini disebabkan
pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari
Gambar 2 Pengangguran Terbuka Menurut
peserta didik tidak berkesinambungan dengan
Tingkat Pendidikan.
kebutuhan kecakapan hidup di lingkungan pe-
Pada kebijakan pemerintah, melalui Pera- sisir (Saputra et al., 2015, p. 746).
turan Presiden Nomor 16 Tahun 2017 tentang
Dengan demikian, peneliti berpandan-
kebijakan kelautan Indonesia, sebagai upaya
gan bahwa perlu dikembangkan suatu desain
penguatan wilayah kemaritiman khususnya
kurikulum yang relevan dengan tantangan dan
pada sektor peningkatan kualitas sumber daya
kebutuhan masyarakat maritim, kepentingan
manusia patut diapresiasi. Kebijakan tersebut
nasional, serta dunia industri. Dalam upaya
meliputi pembangunan pendidikan maritim,
pengembangan desain kurikulum, harus mem-
penguasaan bidang kemaritiman, dan pengem-
perhatikan tujuan pendidikan nasional, tahap
bangan serta pemanfaatan teknologi kelautan.
perkembangan peserta didik, kesesuain dengan
Hal ini menunjukkan adanya perhatian yang
lingkungan, perkembangan ilmu pengetahuan,
serius terhadap perencanaan, pengelolaan, dan
teknologi dan kebudayaan. Oleh karena itu pen-
peningkatan kualitas sumber daya manusia ber-
ting untuk dilakukan penelitian pengembangan
wawasan kemaritiman sekaligus pengembangan
desain kurikulum bidang kemaritiman pada ka-
potensi sumber daya alam.
wasan pesisir khusunya di wilayah Kabupaten
Merespons kebijakan tersebut, melalui Jepara.

29
A. Farchan et al/Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies 7(1) (2019): 27-36

METODE rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka


desain kurikulum bidang kemaritiman harus
Metode yang digunakan dalam penelitian
memperhatikan kebutuhan atau kepentingan
ini yaitu penelitian dan pengembangan dengan
masyarakat, tantangan perkembangan zaman
mengacu pada model pengembangan kuriku-
dan kondisi sosio-kultur masyarakat maritim.
lum D. K Wheeler. Prosedur pengembangan ku-
Melalui proses pendidikan inilah, berbagai pen-
ri-kulum model D. K. Wheeler, meliputi; (a) se-
getahuan, keterampilan dan nilai (value) diajar-
leksi tujuan kurikulum; (b) seleksi pengalaman
kan, dikaji, dan dikembangkan menjadi suatu
belajar; (c) seleksi konten; (d) pengorganisasian
kompetensi individu yang mengarah pada ter-
pengalaman belajar; dan (e) evaluasi. Penelitian
bentuknya kompetensi masyarakat yang relavan
ini dilakukan pada masyarakat maritim di wila-
dengan kepentingan masyarakat, pemerintah,
yah pesisir pantai Desa Kedungmalang, Kecama-
maupun dunia industri yang diinterpretasikan
tan Kedung, Kabupaten Jepara.
dalam diri peserta didik untuk tumbuh dan
Pada penelitian ini, teknik pengumpu- mengembangkan diri.
lan data yang digunakan yaitu teknik observasi
dan wawancara untuk mengeksplorasi indikator Perkembangan ilmu pengetahuan dan
desain kurikulum. Obyek penelitian ini adalah teknologi dalam berbagai segi kehidupan ma-
masyarakat maritim di pesisir pantai Jepara yang nusia, dikemas sebagai konten pendidikan yang
digunakan sebagai pijakan merumuskan desain termuat dalam desain kurikulum bidang ke-
kurikulum bidang kemaritiman dengan meli- maritiman. Muatan desain kurikulum bidang
batkan tokoh masyarakat, nelayan, ahli, praktisi kemaritiman berupa cakupan pengetahuan,
pendidikan, dan Lembaga Swadaya Masyarakat keterampilan, dan sikap yang harus berkesi-
(LSM). nambungan dan relevan dengan kepentingan
kehidupan masyarakat dalam membangun ke-
Teknik analisis data menggunakan analisis
hidupan bangsa yang lebih baik, dan menem-
deskriptif kualitatif dalam mengeks-plorasi in-
patkan proses pedidikan yang tidak lepas dari
dikator desain kurikulum bidang kemaritiman.
lingkungan sosial, budaya, dan alam semesta.
Analisis data tersebut diawali dengan menggu-
Pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai
nakan rational judgement. Rational judgement
muatan desain kurikulum bidang kemaritiman
merupakan proses merangkum, memilih hal-hal
diarahkan untuk menjawab tantangan serta ke-
pokok, memfokuskan informasi, mengklasifika-
butuhan masyarakat, baik pada masa kini mau-
si pola, dan mengeliminasi informasi atau data
pun masa yang akan datang.
yang tidak diperlukan.
Pelaksanaan penelitian berlangsung sela- Di sisi lain, karakter peserta didik yang
ma lima bulan sejak Februari hingga Juni 2018. mandiri, tangguh, kreatif, ulet, jujur, dan ber-
Informan dalam penelitian ini terdiri atas unsur daya pikir pemecah masalah (problem solver)
tokoh masyarakat, nelayan dan petambak, ahli sangat diperlukan untuk memantapkan per-
pengembang kurikulum, praktisi pendidikan tumbuhan dan pembangunan seluruh sektor
(pendidik), pihak pemerintah dan Lembaga kehidupan. Peserta didik seperti ini selayaknya
Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak pada tidak muncul karena seleksi alam, melainkan
pemberdayaan masyarakat maritim. karena hasil gemblengan secara terencana serta
terstruktur pada tiap jenjang pendidikan dengan
keberadaan kurikulum sebagai pengarahnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam merumuskan desain kurikulum bi-
Hasil penelitian dan pembahasan ini ter-
dang kemaritiman peneliti melibatkan nelayan
diri dari (1) eksplorasi indikator desain kuriku-
dan petambak, tokoh masyarakat, ahli pengem-
lum bidang kemaritiman, dan (2) rumusan de-
bang kurikulum, praktisi pendidikan (pendidik,
sain kurikulum bidang kemaritiman. Penjelasan
Lembaga Swadaya Masyarakat [LSM]) yang ber-
lebih rinci dari setiap bagian tersebut diuraikan
gerak di bidang pemberdayaan masyarakat mai-
sebagai berikut.
ritim, dan pihak pemerintah. Berdasarkan hasil
eksplorasi, setidaknya terdapat lima indikator
A. Eksplorasi Indikator Desain Kurikulum
dalam desain kurikulum bidang kemaritiman,
Bidang Kemaritiman
yaitu; a) kurikulum bertujuan mengembangkan
Kurikulum diarahkan untuk mengem- potensi kelautan; b) konten kurikulum berdas-
bangkan dan membentuk karakter serta pe- arkan pada realitas kehidupan masyarakat; c)
radaban masyarakat yang bermartabat dalam menggunakan pendekatan pemecahan masalah;

30
A. Farchan et al/Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies 7(1) (2019): 27-36

d) mengem-bangkan keterampilan atau kecaka- kemaritiman yang mengarah pada upaya pen-
pan hidup peserta didik; dan e) mendorong par- gembangan potensi kelautan, dikembangkan
tisipasi publik atau masyarakat. dalam enam sub-indikator. Sub-indikator terse-
but tersaji dalam tabel 1.
Lima indikator tersebut merupakan hasil
analisis peneliti terhadap data yang telah dikum-
pulkan melalui teknik wawancara dan observa- 2. Konten kurikulum berdasarkan pada realitas
si. Dari setiap indikator dikembangkan dalam kehidupan masyarakat
bentuk sub-indikator dan setiap sub-indikator Kurikulum harus relevan dengan realitas
dikembangkan menjadi rumusan desain kuriku- kehidupan, tuntutan dan kebutuhan masya-ra-
lum bidang kemaritiman. Berikut ini dijabarkan kat. Proses pendidikan tidak boleh memisahkan
hasil analisis indikator desain kurikulum bidang peserta didik dari lingkungannya, melainkan
kemaritiman. harus erat dan berkesinambungan dengan ling-
kungannya sebagai tempat tumbuh dan ber-
1. Kurikulum bertujuan mengembangkan potensi kembang. Maka kurikulum harus memberikan
kelautan kesempatan dan ruang kepada peserta didik
untuk mempelajari permasalahan di lingkun-
Potensi kekayaan alam berupa laut dan
gan masyarakatnya sebagai konten kurikulum
isinya merupakan salah satu modal dalam me-
dan kesempatan untuk memecahkan masalah
nunjang kebutuhan hidup masyarakat terutama
sekaligus mengaplikasikannya dalam kehidupan
bagi masyarakat maritim di wilayah pesisir pan-
masyarakat.
tai. Maka selayaknya desain kurikulum bidang
kemaritiman diarahkan untuk mengembangkan Konten kurikulum yang berdasar pada
potensi kelautan melalui pelestarian, pengelo- realitas kehidupan masyarakat, dikembangkan
laan, pemanfaatan, perlindungan, dan pemban- dalam empat sub-indikator. Sub-indikator ter-
gunan secara berkelanjutan. Karena itu harus di- sebut tersaji dalam tabel 2.
persiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang
Tabel 2 Sub-indikator Konten Kurikulum Ber-
memahami, menguasai, dan mencintai terhadap
dasarkan Realitas Kehidupan Masyarakat
potensi kelautan.
Tabel 1 Sub-indikator Kurikulum Bertujuan No. Sub-indikator
Mengembangkan Ppotensi Kelautan 1. Mengakomodasi kepentingan masyarakat
dan memahami potensi lingkungan.
No. Sub-indikator 2. Menjawab kebutuhan masyarakat berdasar-
1. Desain kurikulum memuat program pengo- kan hasil analisis kebutuhan.
lahan hasil tangkap. 3. Memberikan fasilitasi belajar secara terbuka
2. Desain kurikulum memuat program pen- dengan siapapun dan dimanapun.
gelolaan tambak garam dan upaya peningka- 4. Menjadikan lingkungan alam dan kehidupan
tan produktivitas tambak garam. masyarakat sebagai salah satu pusat sumber
3. Desain kurikulum memuat program perbai- belajar peserta didik.
kan mesin kapal.
4. Desain kurikulum memuat program pening- 3. Menggunakan pendekatan pemecahan masa-
katan keterampilan teknik melaut berbasis lah
teknologi.
Kurikulum bidang kemaritiman lebih
5. Desain kurikulum memuat program peraki-
tan alat tangkap. memusatkan perhatian pada permasalahan atau
persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Maka
6. Desain kurikulum memuat program promosi
melalui interaksi dan kolaborasi, peserta didik
hasil laut dan budaya kelautan.
didorong untuk berupaya memecahkan masa-
lah yang dihadapi dalam kehidupan masyarakat.
Tujuan desain kurikulum bidang kema-
Pendekatan pemecahan masalah ditandai den-
ritiman yang mengarah pada upaya mengem-
gan pengembangan dan penguasaan kompe-
bangkan potensi kelautan, harus memuat suatu
tensi berupa sikap, pengetahuan, keterampilan
indikator yang dapat terukur. Selain itu indika-
berfikir, dan keterampilan psikomotorik yang
tor harus bersifat berkesinambungan dengan
dikemas dalam berbagai pengalaman belajar.
indikator yang lain, sehingga upaya pengem-
bangan potensi kelautan dapat berjalan secara Pendekatan pemecahan masalah dalam
komprehensif. Tujuan desain kurikulum bidang desain kurikulum bidang kemaritiman, dikem-

31
A. Farchan et al/Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies 7(1) (2019): 27-36

bangkan dalam lima sub-indikator. Sub-indika- 5. Mendorong partisipasi publik atau masyara-
tor tersebut tersaji dalam tabel 3 berikut. kat.
Tabel 3 Sub-indikator Pendekatan Pemecahan Desain kurikulum bidang kemaritiman
Masalah. memerlukan partisipasi masyarakat. Hal ini ka-
rena keberadaan praktik pendidikan tidak bisa
No. Sub-indikator dilepaskan dari kehidupan masyarakat. Desain
1. Mendorong kemampuan peserta didik dalam kurikulum bidang kemaritiman memberi ruang
menunjukkan pemahaman masalah. kolaborasi, dan partisipasi berbagai pihak mulai
2. Memuat data dan menyajikan informasi yang dari orang tua, masyarakat, pemerintah, lemba-
relevan dalam pemecahan masalah. ga swasta, hingga pegiat pendidikan maritim un-
3. Menyajikan masalah secara sistematis. tuk terlibat mengembangkan potensi kelautan.
4. Mengembangkan strategi pemecahan Dalam prinsip mendorong partisipasi ma-
masalah. syarakat, desain kurikulum bidang kemaritiman
5. Meningkatkan kemampuan peserta didik dikembangkan dalam empat sub-indikator. Sub-
dalam menyelesaikan masalah secara kom- indikator tersebut tersaji dalam tabel 5 di bawah
prehensif. ini.
Tabel 5 Sub-indikator Mendorong Partisipasi
4. Mengembangkan keterampilan atau kecaka- Publik atau Masyarakat.
pan hidup peserta didik
No. Sub-indikator
Desain kurikulum bidang kemaritiman
berpusat pada potensi, perkembangan, kebu- 1. Memberikan ruang keterlibatan orang tua
tuhan dan kepentingan peserta didik. Prinsip peserta didik baik dalam kegiatan pembela-
bahwa peserta didik berada pada posisi sentral jaran maupun di luar pembelajaran.
dan aktif dalam belajar sekaligus sebagai totali- 2. Memfasilitasi peran masyarakat sebagai
tas pengalaman belajar, maka peserta didik se- salah satu sumber belajar.
layaknya memperoleh fasilitas untuk menguasai 3. Berkolaborasi dengan pemerintah dan
konten atau pengalaman belajar secara keselu- pihak swasta dalam pengembangan konten
ruhan dalam bentuk bekal kecakapan hidup, kurikulum.
dan diarahkan mampu mengaplikasikan dalam 4. Mendayagunakan outcome peserta didik
kehidupan masyarakat. bagi kepentingan masyarakat, pemerintah,
maupun pihak swasta.
Muatan keterampilan dan kecakapan hi-
dup pada desain kurikulum bidang kemaritiman
dikembangkan dalam enam subindikator. Su- B. Rumusan Desain Kurikulum Bidang Ke-
bindikator tersebut tersaji dalam tabel 4 di ba- maritiman
wah ini.
Hasil eksplorasi terhadap indikator de-
Tabel 4. Sub-indikator Mengembangkan Kete- sain kurikulum bidang kemaritiman selanjutnya
rampilan atau Kecakapan Hidup Peserta Didik ditelaah oleh ahli. Masukan dan pendapat dari
ahli tersebut kemudian dianalisis oleh peneliti
No. Sub-indikator sebagai rumusan desain kurikulum bidang ke-
1. Memuat keterampilan melaut berbasis maritiman. Berikut diuraikan rumusan desain
teknologi. kurikulum bidang kemaritiman, meliputi; tuju-
2. Memuat ketermapilan pengolahan hasil an kurikulum bidang kemaritiman, pengalaman
tangkap. belajar, konten kurikulum bidang kemaritiman,
3. Memuat keterampilan pengawetan hasil organisasi pengalaman belajar, dan evaluasi.
tangkap.
4. Memuat keterampilan pengelolaan tambak 1. Tujuan kurikulum
garam dan upaya meningkatkan produktivi-
tas. Tujuan desain kurikulum bidang kema-
ritiman didasari berbagai aspek sudut pandang,
5. Memuat keterampilan teknik mesin kapal.
baik dari aspek peserta didik sebagai individu
6. Memuat keterampilan inovasi alat tangkap. yang menjalaninya maupun dari aspek pendi-

32
A. Farchan et al/Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies 7(1) (2019): 27-36

dikan sebagai bagian dari kehidupan peserta Desain kurikulum bidang kemaritiman
didik. Maka pengembangan desain kurikulum juga memberikan pengalaman belajar berupa
bidang kemaritiman menekankan peran peserta ruang komunikasi antar orang tua peserta di-
didik sebagaik subjek belajar. dik berupa forum paguyuban orang tua. Melalui
forum ini, orang tua dapat saling berkoordinasi
Desain kurikulum bidang kemaritiman
baik dengan sesama orang tua maupun dengan
hakikatnya bertujuan mengembalikan esensi
pendidik terkait proses pembelajaran yang dila-
pendidikan, yaitu mengutamakan kepentingan
lui peserta didik. Dengan demikian, pengalaman
peserta didik dengan berpusat pada potensi,
belajar semakin kaya, dan peran serta orang tua
minat, dan kebutuhan peserta didik yang sesu-
dalam pendidikan menjadi makin optimal yang
ai dengan lingkungan kehidupan peserta didik.
mengarah pada pengaruh positif terhadap pro-
Sehingga peserta didik tidak terasing dengan
ses dan hasil pembelajaran. Selain itu desain ku-
lingkungannya, melainkan erat dengan realitas
rikulum bidang kemaritiman juga memberikan
kehidupan, memahami persoalan, mampu men-
ruang keterlibatan atau kolaborasi dengan ma-
gaplikasikan keterampilan dalam memecahkan
syarakat, pemerintah maupun pihak swasta di
persoalan kehidupan masyarakat.
lapangan. Dalam proses pendidikan, keterliba-
Upaya tersebut diarahkan untuk meng- tan masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta
hasilkan profil kompetensi peserta didik yang merupakan komponen penting yang tidak bisa
memiliki keunggulan karakter yang selaras den- dipisahkan.
gan peran dan tanggung jawab dalam kehidupan
sehari-hari. Memiliki kemampuan bergaul dan Desain kurikulum bidang kemaritiman
bersosialisasi dalam pertukaran pengetahuan juga memberikan kegiatan penunjang untuk
dan pengalaman bersama masyarakat. Memili- memberikan pengalaman belajar yang optimal
ki keahlian yang berdaya guna dalam pemeca- yaitu berupa kegiatan gelar karya. Gelar karya
han masalah-masalah kehidupan masyarakat adalah wahana belajar peserta didik untuk me-
maritim, serta mampu mengimplementasikan nyelenggarakan kegiatan yang memberi nilai
keahlian atau keterampilan yang dikuasai dalam tambah bagi lingkungan masyarakat terutama
upaya pemecahan masalah-masalah kehidupan di wilayah pesisir pantai. Pelaku utama dalam
masyarakat maritim. kegiatan ini adalah peserta didik. Kegiatan gelar
karya ini bertujuan untuk membangun kola-
Dalam memberikan pengetahuan dan ke-
borasi, menanamkan rasa tanggungjawab, dan
terampilan sebagai upaya mencapai tujuan ter-
memupuk rasa saling menghargai. Selain itu,
sebut, kurikulum bidang kemaritiman membe-
kegiatan gelar karya ini memiliki tujuan utama
rikan pengalaman belajar yang relevan dengan
yaitu mempromosikan hasil laut dan kebuda-
potensi kemaritan dan mengintegrasikan den-
yaan masyarakat pesisir secara lebih luas.
gan nilai-nilai kehidupan riil yang peserta di-
dik temui dalam kehidupan sehari-hari sebagai
bagian dari stimulus. Dengan demikian peserta 3. Konten kurikulum
didik dapat mengalami sendiri proses pembela-
jaran dan upaya memposisikan peserta didik se- Konten kurikulum bidang kemaritiman
bagai subjek belajar dapat terwujud. memuat pengalaman belajar yang menekankan
pada pendekatan pemecahan masalah. Peserta
didik didorong untuk memiliki inisiatif dalam
2. Pengalaman belajar
mengkontruksi pengetahuan, mengumpulkan
Desain kurikulum kemaritiman memuat dan mengolah informasi dari berbagai sumber
pengalaman belajar yang relevan dengan kebu- belajar yang relevan. Sumber belajar pada desain
tuhan masyarakat maritim, yaitu keterampilan kurikulum bidang kemaritiman tidak membata-
melaut berbasis teknologi, keterampilan pengo- si hanya pada pendidik, buku teks, internet, atau
lahan hasil tangkap, pengawetan hasil tangkap, film, tetapi juga diarahkan untuk belajar dengan
pengelolaan tambak garam, teknik mesin kapal, lingkungan, masyarakat, nelayan, dan praktisi
dan inovasi alat tangkap. Selain itu desain ku- bidang terkait secara langsung. Sehingga peserta
rikulum bidang kemaritiman tetap memberikan didik diharapkan memiliki kemampuan untuk
pengalaman belajar yang merujuk pada kuri- memahami masalah, memilih informasi yang
kulum nasional. Namun, rujukan kurikulum relevan, menyajikan masalah secara sistematis,
nasional hanya cukup pada pencapaian standar mengembangkan strategi pemecahan masalah,
kompetensi dan dikembangkan berdasarkan pe- dan kemampuan menyelesaikan masalah secara
ristiwa belajar dan lingkungan peserta didik. komprehensif.

33
A. Farchan et al/Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies 7(1) (2019): 27-36

Pendidik dapat memberikan stimulus ke- suatu model pembelajaran yang berpusat pada
pada peserta didik dengan memanfaatkan me- keterampilan pemecahan masalah, yang diikuti
dia, berdasarkan pada realita yang ada di ling- dengan penguatan kreativitas. Ada banyak ke-
kungan sekitarnya. Pemberian stimulus dengan giatan yang melibatkan kreativitas dalam peme-
lingkungan secara alamiah diharapkan mampu cahan masalah, seperti riset dokumen, penga-
memunculkan inisiatif dan daya tarik bagi pe- matan, dan penulisan kreatif.
serta didik untuk mengikuti proses pembelaja-
ran yang hendak dilaksanakan. Meski demikian, Tabel 6 Rancangan Pengalaman Belajar dan
desain kurikulum bidang kemaritiman tetap Deskripsi
mengakomodasi media yang umum digunakan,
misalnya; buku teks, multimedia pembelajaran No. Sub-indikator
interaktif, internet, proyektor, media permainan 1. Teknik Melaut Berbasis Teknologi
edukatif, dan sejenisnya. Deskripsi: memuat kajian tentang peman-
faatan teknologi dalam kegiatan melaut,
yaitu; penguasaan pemanfaatan fishing
4. Organisasi pengalaman belajar ground satellite, global positioning system,
satellite oceanografi, echo sounder, dan net
Organisasi pengalaman belajar terdiri recorder.
atas sejumlah nama pelajaran, ruang lingkup pe-
2. Pengolahan Hasil Tangkap
lajaran, bobot belajar, dan strategi penyampaian
Deskripsi: memuat kajian tentang keter-
konten. Tahap pengorganisasian pengalaman ampilan pengolahan hasil laut, yaitu; pengo-
belajar merupakan bagian integrasi konten ku- lahan gelatin ikan, udang beku, surimi ikan,
rikulum dan pengalaman belajar dengan proses dan pengalengan ikan tambak.
pembelajaran. Muatan konten dan pengalaman
3. Teknik Pengawetan Hasil Tangkap
belajar memberikan orientasi secara menyelu- Deskripsi: memuat kajian tentang keter-
ruh, meliputi; penguasaan aspek kognitif, afektif ampilan pengawetan hasil tangkap, yaitu;
dan psikomotorik. Berikut diuraikan pengorga- pengawetan dengan metode pemanasan,
nisasian pengalaman belajar pada jenjang pen- pembekuan, penggaraman, pengasapan,
didikan menengah. metode fermentasi dan pemindangan.

Strategi penyampaian konten atau pen- 4. Pengelolaan dan Produktivitas Tambak


Garam
galaman belajar disusun berdasarkan prinsip
Deskripsi: memuat kajian tentang keter-
bahwa belajar adalah suatu proses. Belajar me- ampilan pengelolaan dan produksi garam,
rupakan rangkaian menganalisis, mengolah yaitu; penyiapan lahan tambak garam,
data, mengungkapkan, menarik simpulan dan pengendalian air laut, kristalisasi, pungutan
menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Da- garam, iodisasi, dan pemasaran produk.
lam upaya mencapai tujuan pembelajaran, kuri- 5. Teknik Mesin Kapal
kulum bidang kemaritiman menyajikan pilihan Deskripsi: memuat kajian tentang pengua-
model-model pembelajaran yang diterapkan saan teknik mesin kapal, diantaranya; per-
dalam proses memfasilitasi peserta didik untuk baikan mesin kapal, perawatan mesin kapal,
menguasai konten dengan optimal. dan rekayasa sederhana mesin kapal.

Model pembelajaran yang digunakan da- 6. Inovasi Alat Tangkap


Deskripsi: memuat kajian mengenai inovasi
lam kurikulum bidang kemaritiman, diantara-
dan rekayasa alat tangkap, yaitu; perakitan
nya; (a) action learning, model pembelajaran ini dan perawatan alat tangkap, rekayasa alat
didasarkan pada pemahaman bahwa cara bela- tangkap ramah lingkungan.
jar yang terbaik yaitu jika peserta didik terlibat
7 Mata Pelajaran Kurikulum Nasional
langsung. Proses belajar sambil berbuat untuk Deskripsi: memuat mata pelajaran pokok
menemukan atau mengkonstruksi pengetahuan berdasarkan kurikulum nasional.
baru sesuai dengan kematangan dan tahap per-
kembangan kognitif, fisik, dan psikologis peserta
5. Evaluasi
didik yang disajikan secara menarik dan kreatif;
(b) progressive inquiry learning, model pembe- Evaluasi yang digunakan dalam desain
lajaran ini adalah kegiatan pembelajaran yang kurikulum bidang kemaritiman ini adalah eva-
menekankan pada proses berpikir secara kritis luasi model formatif yang berorientasi pada
dan analitis untuk mencari dan menemukan ja- proses pembelajaran. Pendidik melakukan eva-
waban dari suatu masalah; (c) problem solving luasi kepada peserta didik saat berlangsungnya
learning, model pembelajaran ini merupakan kegiatan pembelajaran. Jadi evaluasi yang dila-

34
A. Farchan et al/Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies 7(1) (2019): 27-36

kukan tidak hanya terpaku pada akhir semester, tangkap, pengelolaan dan produktivitas tam-
melainkan bisa dilakukan setiap hari dengan bak garam, teknik mesin kapal, dan inovasi alat
memberikan review pencapaian atau peningka- tangkap.
tan kemampuan peserta didik. Evaluasi pada ku-
Sebagai upaya pengembangan lebih lan-
rikulum ini tidak hanya menghargai hasil, me-
jut mengenai desain kurikulum bidang kema-
lainkan juga mengutamakan proses. Setiap akhir
ritiman, peneliti perlu menyampaikan beberapa
pembelajaran pendidik mencatat atau mendo-
saran sebagai berikut, (1) perlu adanya konsep
kumentasikan proses pembelajaran yang telah
pendidikan yang mengakomodir kebutuhan
berlangsung terutama pada perkembangan ke-
masyarakat terutama dalam pengembangan
mampuan peserta didik. Pendidik mengamati
potensi lingkungan. Desain kurikulum bidang
bagaimana perkembangan peserta didik dalam
kemaritiman dapat digunakan sebagai alternatif
lingkup sikap, pengetahuan, dan keterampilan,
kurikulum pendidikan menengah dalam men-
serta bagaimana proses dan inisiatif peserta di-
gembangkan potensi kemaritiman, (2) dalam
dik selama proses pembelajaran.
pengembangan kurikulum pendidikan perlu
Metode evaluasi berikutnya adalah dalam mempertimbangkan penggunaan pendekatan
bentuk review, yaitu meninjau kembali apa saja grassroot sehingga konsep kurikulum yang dipe-
yang telah diperoleh peserta didik selama pro- roleh atau dihasilkan sesuai dengan kebutuhan
ses pembelajaran dalam satu semester. Bentuk dan dekat dengan realitas kehidupan masyara-
review tidak terbatas pada satu pilihan metode kat, (3) perlu pengembangan lebih lanjut dalam
evaluasi, pendidik dan peserta didik dapat men- bentuk uji coba desain kurikulum bidang kema-
gadakan review dalam bentuk essay, pameran ritiman pada jenjang pendidikan menengah te-
produk, presentasi, praktikum, dan lain seba- rutama pada jalur pendidikan vokasi di kawasan
gaianya. pesisir. Sehingga dapat mengetahui tingkat ke-
layakan desain kurikulum bidang kemaritiman
Semua hasil evaluasi pembelajaran dan
pada tataran implementasi.
pencapaian perkembangan peserta didik sela-
ma satu semester disampaikan kepada orang
tua dalam bentuk laporan evaluasi yang berisi UCAPAN TERIMA KASIH
penjabaran deskriptif. Susunan laporan evaluasi
Kepada Lembaga Pengelola Dana Pendi-
terdiri dari catatan sikap, tahapan riset seder-
dikan (LPDP) Kementerian Keuangan Repub-
hana dalam proses pembelajaran, dan praktik
lik Indonesia, sebagai penyandang dana dalam
langsung. Pada desain kurikulum bidang kema-
penelitian pengembangan desain kurikulum bi-
ritiman ini, tidak menggunakan idikator Kriteria
dang kemaritiman ini.
Ketuntasan Minimal (KKM), karena menyadari
bahwa peserta didik memiliki kemampuan dan
bakat yang berbeda-beda. Hal yang terpenting DAFTAR PUSTAKA
adalah inisiatif dan usaha peserta didik dalam
proses pembelajaran untuk memperoleh penge- Basari, A. (2014). Penguatan Kurikulum Muatan Lokal
tahuan, pengalaman dan keterampilan baru. dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar. Prosid-
ing Seminar Nasional Ilmu Pendidikan, UNS,
17-26.
SIMPULAN Idi, A. (2013). Pengembangan Kurikulum Teori & Prak-
tik. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Desain kurikulum bidang kemaritiman Junida, A. I. (2017, 4 Mei). Kemendikbud-Kemenko
memuat lima indikator, yaitu; (1) kurikulum bi- Maritim Kerjasama Terapkan Kurikulum Ke-
dang kemaritiman bertujuan mengembangkan maritiman. Diunduh 29 April 2017 dari anta-
potensi kelautan; (2) konten kurikulum ber- ranews.com.: http://m.antaranews.com/amp/
dasar pada realitas kehidupan masyarakat; (3) berita/627472.
menggunakan pendekatan pemecahan masalah; Lulusan Vokasi Menganggur. (2017, 14 November).
(4) mengembangkan keterampilan atau keca- Diunduh 11 Desember 2017 dari Kompas.id.:
https://kompas.id/baca/ekonomi/2017/11/14/
kapan hiudp peserta didik; dan (5) mendorong
lulusan-vokasi-menganggur/.
partisipasi publik atau masyarakat. Sedangkan, Martin Prosperity Institute. (2015). The Global Cre-
kemampuan yang dikembangkan sebagai upaya ativity Index 2015. Canada: University of To-
membekali kecakapan hidup peserta didik yang ronto’s Rotman School of Management.
relevan dengan kebutuhan masyarakat maritim, Presiden Republik Indonesia. (2017). Peraturan Pres-
yaitu; teknik melaut berbasis teknologi, pengo- iden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2017
lahan hasil tangkap, teknik pengawetan hasil tentang Kebijakan Kelautan Indonesia. Jakarta.

35
A. Farchan et al/Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies 7(1) (2019): 27-36

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor Sariono. (2013). Kurikulum 2013: Kurikulum Generasi
20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Na- Emas. E-Jurnal Dinas Pendidikan Kota Sura-
sional. Jakarta. baya, 3(1), 1-9.
Rudi, L. (2008). Relevansi Potensi dan Kebutuhan Dae- Sukmadinata, N. S. (2000). Pengembangan Kuriku-
rah dengan Muatan Lokal. Bandung: Universi- lum. Bandung: Remaja Rosda Karya.
tas Pendidikan Indonesia Press. Survey Sosial Ekonomi Nasional. (2015, Maret). Angka
Saputra, H. & Rahayu, S. (2015). Hubungan Tingkat Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisi-
Urbanisasi dan Tingkat Ketimpangan Wilayah pasi Kasar (APK) Menurut Jenjang Pendidikan
di Daerah Pantura Jawa Tengah. Jurnal Teknik di Kabupaten Jepara. Diunduh 25 Oktober 2017
Perencanaan Wilayah dan Kota, 4(4), 746-759. dari Jeparakab.bps.go.id.: http://jeparakab.
bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/369.

36