Anda di halaman 1dari 8

TUGAS INDIVIDU MATA KULIAH GIZI DAN DIET

RANGKUMAN MATERI TENTANG DIET HATI

Di susun oleh :
Nama : Andini Rahmayani
Tingkat : 1B D3 Keperawatan
NIM : P27901119056

DIET HATI

A. Definisi Hati
Hati adalah organ tubuh yang sangat berperan dalam proses homeostasis,
dan merupakan organ metabolik terbesar yang tidak hanya berfungsi pada
pengolahan dan penyimpanan nutrien,namun hepar juga memiliki fungsi sebagai
detoksifikasi atau degradasi zat – zat sisa dan senyawa asing lainnya.

Penyakit hati adalah suatu istilah untuk sutau sekumpulan kondisi-kondisi,


penyakitpenyakit dan infeksi-infeksi yang mempengaruhi sel-sel, jaringan-
jaringan, srtuktur dan fungsi dari hati.
Penyakit hati adalah gangguan fungsi hati sehingga menyebabkan hati gagal atau
tidak dapat bekerja secara optimal sesuai dengan fungsi kerjanya. Umumnya
sekitar 75% atau ¾ dari jaringan hati akan terpengaruh sebelum terjadinya
penurunan fungsi hati. (setiawi,s.2014)

1. FUNGSI HATI

a. Metabolisme karbohidrat.
b. Mengubah pentosa dan heksosa yang diserap dari usus halus menjadi
glikogenmekanisme ini disebut glikogenesis.
c. Pembentukan pentose.
d. Metabolisme lemak. Hati tidak hanya membentuk/ mensintesis lemak tapi
sekaligus mengadakan katabolisis asam lemak.
e. Pembentukan dan pemecahan fosfolipid.
f. Metabolisme protein.
g. Pembentukan pembekuan darah.
h. Metabolisme vitamin. Semua vitamin disimpan di dalam hati khususnya
vitamin A, D, E, dan K.
i. Detoksikasi.
j. Fagositosis dan imunitas.
Penyakit hati adalah suatu istilah untuk sutau sekumpulan kondisi-kondisi,
penyakit-penyakit dan infeksi-infeksi yang mempengaruhi sel-sel,
jaringanjaringan, srtuktur dan fungsi dari hati.

1. Tujuan Diet
Tujuan dari penatalaksanaan nutrisi penderita penyakit hati yaitu untuk mencapai
dan mempertahankan status gizi optimal tanpa memberatkan fungsi hati, dengan
cara : Meningkatkan regenerasi jaringan hati dan mencegah kerusakan lebih lanjut
dan meningkatkan fungsi jaringan hati yang tersisa,Mencegah katabolisme
protein, Mencegah penurunan berat badan atau meningkatkan berat badan bila
kurang. Mencegah atau mengurangi asites, varises esofagus, dan hipertensi portal,
Mencegah koma hepatik.

2. Syarat-syarat Diet
Syarat-syarat diet yang perlu diperhatikan di dalam pengaturan diet pada penyakit
hati adalah sebagai berikut :
a. Energi diberikan tinggi untuk mencegah pemecahan protein, yang diberikan
secara bertahap sesuai dengan kemampuan pasien, yaitu 40-45 kkal/kg BB.
b. Lemak diberikan cukup yaitu 20-25% dari kebutuhan energi total, dalam
bentuk yang mudah dicerna atau dalam bentuk emulsi. Apabila pasien mengalami
steatorhea gunakan lemak dengan asam lemak rantai sedang ( MCT ), karena jenis
lemak ini tidak membutuhkan lipase dan asam empedu dalam proses absorpsinya.
Pemberian lemak sebanyak 45 gram dapat mempertahankan fungsi imun dan
proses sintesis lemak.
c. Protein diberikan tinggi 1,25-1,5 gram/kg BB agar terjadi anabolisme protein.
Pada kasus hepatitis fulminan dengan nekrosis dan gejala enselopati yang disertai
peningkatan amoniak dalam darah, pemberian protein harus dibatasi untuk
mencegah koma, yaitu sebanyak 30-40 gram/hari. Pada sirosis hati terkompensasi,
protein diberikan sebanyak 1,25 gram/kg BB. Asupan minimal ptotein hendaknya
0,8-1 gram/kg BB. Protei nabati memberikan keuntungan karena kandungan serat
yang dapat mempercepat pengeluaran amoniak melalui feses. Namun sering
timbul
keluhan berupa rasa kembung dan penuh. Diet ini dapat mengurangi status
ensefalopati, tetapi tidak dapat memperbaiki keseimbangan nitrogen. d. Vitamin
dan mineral diberikan sesuai dengan tingkat defisiensi. Apabila diperlukan, dapat
diberikan suplemen vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin K, serta mineral seng
dan zat besi bila ada anemia. e. Natrium diberikan rendah tergantung tingkat
edema dan asites. Bila pasien mendapatkan diuretika, garam natrium dapat
diberikan lebih leluasa. f. Cairan diberikan lebih dari biasa, kecuali bila ada
kontraindikasi. g. Bentuk makanan lunak bila ada keluhan mual dan muntah, atau
makanan biasa sesuai dengan kemampuan saluran cerna.

3. Jenis Diet Penyakit Hati

a. Diet Hati I Diet Hati I diberikan bila pasien dalam keadaan akut atau bila
prekoma sudah dapat diatasi dan pasien sudah mulai mempunyai nafsu makan.
Melihat keadaan pasien, makanan diberikan dalam bentuk cincang atau lunak.
Pemberian protein dibatasi ( 30 gram/hari ) dan lemak diberikan dalam bentuk
mudah dicerna. Formula enteral dengan asam amino rantai cabang ( Branched
Chain Amino Acid/ BCAA ) yaitu leusin, isoleusin dan valin dapat digunakan.
Bila ada asites dan diuresis belum sempurna, pemberian cairan maksimal 1
liter/hari.

b. Diet Hati II Diet Hati II diberikan sebagai makanan perpindahan dari Diet Hati
I kepada pasien yang nafsu makannya cukup. Menurut keadaan pasien, makanan
diberikan dalam bentuk lunak atau biasa. Protein diberikan 1 gram/kg BB dan
lemak sedang ( 2025% dari kebutuhan energi total ) dalam bentuk yang mudah
cerna.
Makanan ini cukup mengandung energi, zat besi, vitamin A, vitamin C, tetapi
kurang kalsium dan tiamin. Menurut beratnya retensi garam atau air, makanan
diberikan sebagai Diet Hati II Garam Rendah 1. Bila asites hebat dan diuresis
belum baik, diet mengikuti pola Diet Garam Rendah 1.

c. Diet Hati III Diet Hati III diberikan sebagai makanan perpindahan dari Diet
Hati II atau kepada pasien hepatitis akut ( Hepatitis Infeksiosa/A dan Hepatitis
Serum/B ) dan sirosis hati yang nafsu makannya telah baik, telah dapt menerima
protein, dan tidak menunjukkan gejala sirosis hati aktif. Menurut kesanggupan
pasien, makanan diberikan dalam bentuk lunak atau biasa. Makanan ini
mengandung cukup energi, protein, lemak, mineral, dan vitamin tetapi tinggi
karbohidrat. Menurut beratnya retensi garam atau air, makanan diberikan sebagi
Diet Hati III Garam Rendah 1.

4. Bahan Makanan Yang Dibatasi dan Bahan Makanan Yang Tidak Dianjurkan.
a. Bahan makanan yang dibatasi untuk Diet Hati I, II, dan III adalah dari sumber
lemak, yaitu semua makanan dan daging yang banyak mengandung lemak dan
santan serta bahan makanan yang menimbulkkan gas seperti ubi, kacang merah,
kol, sawi, lobak, ketimun, durian dan nangka. Perlu tidaknya pembatasan
makanan tergantung pada toleransi pasien ( tidak mutlak ). b. Bahan makanan
yang tidak dianjurkan untuk Diet Hati I, II, dan III adalah makanan yang
mengandung alkohol, teh, atau kopi kental.
 Manfaat Melakukan Diet Hati

Diet hati merupakan diet yang dikhususkan bagi orang dengan penyakit hati
seperti hepatitis dan sirosis untuk membantu mengelola kondisinya. Sebab,
beberapa orang dengan penyakit hati mungkin tidak mendapatkan cukup nutrisi
dan mengalami kesulitan untuk mengatur pola makannya. Nah, diet hati ini
menyediakan jumlah kalori, nutrisi, dan cairan yang Anda perlukan untuk
mengelola gejala penyakit hati agar tidak semakin memburuk.

Salah satu cara paling efektif untuk membantu kesembuhan orang dengan
penyakit hati adalah membuat perubahan besar pada pola makan. Perubahan pola
makan ini nantinya akan memberikan pengaruh yang besar juga bagi orang yang
memiliki penyakit hati. Berikut ini beberapa manfaat melakukan diet hati bagi
orang yang memiliki penyakit hati:

 Memperbaiki dan mempertahankan status gizi orang yang memiliki


penyakit hati.
 Membantu mengurangi kadar lemak di hati.
 Membantu dalam peningkatan fungsi insulin.
 Membantu menurunkan berat badan dengan lebih mudah.
 Mencegah kerusakan jaringan hati lebih lanjut.
 Menghindari komplikasi yang lebih serius.

 Cara Melakukan Diet Hati Secara umum diet ini dilakukan dengan
cara:

 Mengurangi jumlah protein yang dimakan. Cara ini dilakukan untuk


membantu membatasi penumpukan produk limbah beracun di hati. Tapi
ingat, jangan membatasi protein terlalu banyak, karena bisa berakibat pada
kekurangan asam amino tertentu yang dibutuhkan tubuh.
 Meningkatkan asupan karbohidrat yang sebanding dengan jumlah
protein yang dimakan. Konsumsilah makanan yang mengandung
karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks cenderung memiliki indeks
glikemik rendah yang dicerna lebih lambat dan tidak menyebabkan
lonjakan gula ke seluruh tubuh pasien. Sehingga dapat membantu
meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kolesterol darah pasien.
 Membatasi asupan garam. Pasalnya, garam bisa memperburuk
penumpukan cairan dan pembengkakan di hati.
 Hindari lemak jahat. Penelitian telah menemukan bahwa konsumsi
makanan yang mengandung lemak jahat akan menyebabkan penyakit hati
dengan luka pada jaringan.
 Berhenti konsumsi alkohol. Alkohol adalah zat yang berbahaya dan hati
Anda akan menggunakan banyak energi untuk mengeluarkan alkohol dari
darah. Hal tersebut akan membuat hati bekerja lebih keras sehingga
memungkinkan terjadinya kerusakan yang hati yang lebih parah.

Penyakit hati tidak dapat disembuhkan. Tapi, bukan berarti Anda tidak
mengendalikan penyakit ini. Perawatan terhadap penyakit ini hanya
mengutamakan pengendalian gejala yang ditimbulkan dan mengontrol
perkembangan penyakit sehingga bisa mencegah terjadinya komplikasi yang lebih
serius.

B. Etiologi Penyakit hati


Penyakit hati bisa terjadi dalam bentuk infeksi,  luka dan juga terkena oleh
paparan obat atau juga racun, proses dari autoimun atau juga faktor keturunan.
Efek yang terjadi adalah dakam bentuk peradangan, luka, ganggua pada fungsi
hati, pembekuan darah yang tidak normal dan penyakit gagal hati.(nurrohim.2010)

C. Macam – macam penyakit hati


1.      Hepatitis
a. Etiologi

Hepatitis ini biasanya sering terjadi lewat vecal oral .hal ini di akibatkan karena
buruknya dari tingkat kebersihan si pengguna. Yang paling utama adalah di
Negara berkembang yang sering mengalami penyakit ini dan selain itu
penyebarannya terjadi lewat air dan makanan. Penyakit hepatitis A adalah salah
satu jenis penyakit yang tidak berbahaya karena tidak akan menyebabkan
kematian bagi si penderita(Corwin 2008).
2.   Hepatitis B
Penyakit hepatitis B penularannya terjadi tidak semudah pada penyakit hepatitis A
karena penularannya yang terjadi adalah lewat darah atau juga produk darah yang
sudah terinfeksi oleh si penderita penyakit hepatitis B. misalnya penularan yang di
perantai jarum suntik yang digunakan secara bersama-sama atau bisa juga lewat
hubungan seksual. Penyakit hepatitis yang satu ini biasanya terjadi menahun atau
kronis dan merupakan salah satu penyakit yang kronis. (Alicia p.willis. 2007)
3.      Penyakit hepatitis C
Penyakit hepatitis C di akibatkan karena penularannya lewat transfusi darah dan
bisa di akibatkan karena jarum suntik di gunakan secara bersama-sama  .(mark
feitelson.2002)
4.      Penyakit hepatitis D
Penyakit hepatitis D adalah rekan dari infeksi virus hepatitis B sehingga virus
pada penyakit hepatitis ini mengakibatkan infeksi pada hepatitis B lebih ganas dan
berat. (dr. wening sari.2008)
2.      Sirosis Hati
a.    Etiologi
Ada berbagai macam penyebab sirosis  hati. Penyebab tersebut yaitu virus
hepatitis B, C, dan delta, alkohol, gangguan metabolik, kolestasis, imunologi, zat
toksik dan ob
at, serta kriptogenik. (Dalimartha  2004),
b.   Gambaran Klinis
Gambaran klinis sirosis hati adalah sebagai berikut :
 Gejala gastrointestinal yang tidak khas seperti anoreksia, mual, muntah, dan
diare.
 Demam, berat badan turun, dan lekas lelah.
 Asites, hidrotoraks, dan edema.
 Ikterus dan kadang urin menjadi lebih tua warnanya/kecoklatan
3.      Adenoma hepatoseluler
Adenoma hepatoseluler adalah tumor jinak hati yang sering di temukan terutama
terjadi pada wanita usia produktif, kemungkinan karena penggunaan pil kb
meningkatkan resiko tumor ini . Adenoma hepatoseluler biasanya tidak
menunjukkan gejala sehingga sebagian besar tidak dapat terdeteksi. Meskipun
jarang, adenoma ini bisa pecah tiba-tiba dan menyebabkan pendarahan ke bagian
perut,sehingga perlu dilakukan pembedahan darurat . (Mansjoer et al. 2009).
4.      Hemangioma
Hemangioma merupakan jenis tumor hati yang jinak yang terbentuk melalui masa
pembuluh darah yang tidak normal sekitar satu sampai 5% terjadi pada orang
dewasa memiliki hemangioma atau tumor hati yang kecil bagi penderita penyakit
hati tanpa menimbulkan gejala. Jika pada bayi, yang terdiaknosa teserang
penyakit atau tumor hati ini kemudian tumor jenis ini membesar dan
menimbulkan gejala seperti terjadi pembekuan darah yang menyebar luas dan
kegagalan hati. Maka perlu dilakukan upaya pembedahan untuk mengetahui
perkembangan tumor hati perlu dilakukan pemeriksaan USG. (kuntowijoyo.2005)
5.   Hemochromatosis
Hemochromatosis penyakit hati yang merupakan penyakit bawaan dari lahir atau
penyakit yang diturunkan dari keluarga,metabolism tubuh akan terganggu jika
seseorang menderita jenis penyakit hati seperti ini jika mengalami gangguan
penyakit ini akan membuat zat besi tidak dapat di olah dengan baik dan akhirnya
menumpuk didalam hati. (kuntowijoyo.2005)
6.   Gagal hati
Gagal hati merupakan jenis penyakit hati yang keadaanya fungsi hati tidak dapat
bekerja dengan baik,sehingga fungsi hati tidak berjalan dengan baik sehingga
banyak di kenal dengan penyakit gagal hati.(gatra.2006)
1. Kebutuhan Zat Gizi pada Penderita Penyakit Hati
Kebutuhan kalori
Kalori adalah merupakan energy yang diperoleh dari makanan dan minuman serta
penggunaan energy dalam aktivitas fisik.Energi tersebut  diperoleh
dari  hasil  oksidasi  karbohidrat,  lemak,  dan protein yang  ada
pada  makanan  serta  alkohol.  Setiap gram  karbohidrat  dan
protein  menghasilkan energi sebesar 4 Kal, lemak menghasilkan 9 Kal, dan
alkohol menghasilkan 7 Kal.
Metabolisme  karbohidrat,protein,  lemak,  dan  alkohol  diatur  oleh hati.
Komposisi energi yang dibutuhkan pada penderita penyakit hati yaitu 40-45
kkal/kg BB per hari.(Almatsier 2002).

D. Kebutuhan Karbohidrat
Karbohidrat jika asupannya ditingkatkan dapat membantu pertambahan jumlah
glikogen dalam tubuh. Glikogen tersebut dapat menjadi sumber kalori bagi orang
yang memiliki penyakit hati .secara umum laki-laki membutuhkan 2.500 kalori
per hari, sementara perempuan membutuhkan sekitar 2.200 kalori per hari.
Sedangkan karbohidrat yang dibutuhkan pada penderita penyakit hati yaitu 65-
67% dari kebutuhan energi total berupa karbohidrat komplek.. (winarno.2009)

E. Kebutuhan Lemak
Secara umum, laki-laki membutuhkan 20-30 gram per hari bagi penderita
penyakit hati. Dan 20-25% dari kebutuhan energi total. (Corwin 2001).

F. Kebutuhan Protein

Protein agak tinggi, yaitu 1,25-1,5 g/kg berat badan agar terjadi anabolisme
protein. Pada kasus hipatis fulminan dengan nekrosis dan gejala ensefalopati yang
disertai peningkatan amoniak dalam darah, pemberian protein yang dibatasi untuk
mencegah koma yaitu sebanyak 30-40 g/hari. Pada sirosis hati terkompensasi,
protein diberikan sebanyak 1,25g/kg berat badan. (Sulaiman 2005).

G. Kebutuhan mineral
Banyak minum untuk membantu pengeluaran kelebihan asam urat, 2-3 liter per
hari untuk mencegah terjadinya pengendapan asam urat dalam ginjal. Untuk
penderita sirosis hati yang berat dan hepatitis akut  prekoma. Pemberian cairan
maksimum 1 liter perhari. (Julitasari 2005)

H. Kebutuhan Vitamin
Penderita penyakit hati membutuhkan vitamin A, D, E,B-12 karena dapat
membantu menjaga fungsi hati. Beberapa suplemen tambahan dapat memberikan
tubuh antioksidan dan detoksifikasi hati. Akan tetapi jika vitamin A, E dan zat
besi dikonsumsi dengan berlebihan dapat memberikan efek yang berbahaya bagi
hati.

I. Diet pada penderita sirosis hati


Bagi penderita harus diterapkan diet seimbang yang mengandung semua nutrien
dalam jumlah yang memadai. Masukkan protein sebesar 1g/kg berat badan sudah
cukup bagi kasus ini. Pada kasus-kasus tertentu, konsumsi protein yang terlalu
tinggi dapat mencetuskan keadaan ensefalopati. Apabila selera makan pasien
kurang baik dapat diberikan minuman TKTP sebagai suplemen. Dengan demikian
parahnya penyakit,slera makan akan berubah-ubah dan mungkin terjadi gastritis.
Gejala icterus mungkin terdapat.dalam keadaaan seperti ini di perlukan perhatian
khusus terhadap pemilihan makanan pada pasien dan kesukaan serta ketidak
sukaan terhadap makanan tertentu harus tercatat. Suplementasi vitamin sangat
diperlukan. Kalau selera makan pasien sama sekali hilang, penyajian makanan
harus dalam bentuk menarik, tidak terlalu banyak dan mudah dicerna.(Mary
E.beck.2011)
    Makanan yang tidak baik untuk di konsumsi penyakit hati makanan yang
mengandung lemak sangat tinggi seperti daging babi,jeroan, es krim,susu yang
full cream,keju, mentega dan jenis makanan yang di goreng atau bersantan.
Makanan yang baik di konsumsi untuk penderita sirosi hati yaitu sayuran ,buah-
buahan  danyang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi, havermout, roti
putih dan juga jenis umbi-umbian. Makanan yang mengandung protein tinggi
misalnya adalah telur, ikan, daging ayam tanpa kulit, tempe, tahu, kacang hijau,
sayuran dan juga buah-buahah yang mengandung serat tinggi.makanan yang
mengandung hidrat arang tinggi yang bisa di cerna dengan mudah. Misalnya
adalah gula, sari buah, selai, sirup, manisan dan juga madu
murni. (Dalimartha  2004),

KESIMPULAN :

Penyakit hati adalah fungsi Hati sehingga menyebabkan hati gagal atau tidak
dapat bekerja secara optimal sesuai dengan fungsi kerjanya. Umumnya sekitar
75% atau ¾ dari jaringan hati akan terpengaruh sebelum terjadinya penurunan
fungsi hati.
Untuk mengatasi penyakit hati, pasien perlu mengatur pola dietnya.
Adapun tijian diet untuk penyakit hati yaitu untuk mencapai dan mempertahankan
status gizi optimal tanpa memberatkan fungsi hati. Adapun penyebab penyakit
hati yaitu, disebabkan karena infeksi,racun,genetic dan system imun.
Penderita penyakit hati harus banyak mengkonsusmsi buah dan sayuran
karena di dalam buah dan sayuran banyak mengandung serat. Hal ini juga baik
bagi mereka jika mereka memeluk terutama vegetarian, dan memeiliki lebih
banyak sayuran dalam diet mereka. Sayuran berdaun hijau segar, dan berbagai
jenis buah-buahan yang sangat baik untuk orang dengan penyakit hati. Ikan adalah
salah satu jenis daging yang di anggap baik untuk hati. Mereka harus benar-benar
menghindari garam dan pergi pada diet bebas garam.