Anda di halaman 1dari 15

PERCOBAAN KE-6

PELENGKUNGAN BATANG

6.1 Tujuan
Pada praktikum percobaan ke-6 “Penentuan Nilai Modulus Elastisitas Besi
dan Kuningan dengan Pelengkungan Batang” bertujuan anatara lain :
1. Praktikan diharapkan mampu menejelaskan definisi modulus elastisitaas
(E).
2. Praktikan diharapkan mampu menentukan nilai modulus elastisitas (E)
pada besi dan kuningan dengan menggunakan metode pelengkungan
batang.
3. Praktikan diharapkan mampu memahami konsep dan teori dari modulus
elastisitas (E).

6.2 Landasan Teori


Pada dasarnya tiap benda yang ada di alam semesta dapat
mengalami perubahan bentuk apabila kepadanya diberikan suatu gaya.
Mungkin saja, benda tersebut, setelah gayannya dihilangkan, bentuk benda
akan kembali ke bentuk semula atau jadi bersifat permanen. Pada
persamaan Hukum Hooke dinyatakan bahwa pada daerah elastisitas benda,
gaya yang bekerja pada benda sebanding dengan pertambahan panjang
benda.

F = k. Δl

Keterangan :
F = Gaya (N)
k = Konstanta gaya (N/m)
Δl = Pertambahan panjang (m)

Menurtu Tippler (1998) jika sebuah benda padat berada dalam


keadaan setimbang tetapi dipengaruhi oleh gaya-gaya yeng berusaha
menarik, menggeser, atau menekannya, maka benda itu akan berubah. Jika
benda kembali ke bentuk semula bila gaya-gayannya dihilangkan, benda
tersebut dikatakan elastik. Pada benda yang elastis, perbandingan tegangan
dengan regangannya adalah konstan Kebanyakan benda adalah elastik
terhadap gaya-gaya sampai ke suatu batas tertentu yang dinamakan batas
elastik. Jika gaya-gaya terlalu besar dan batas elastik dilampaui, benda
tidak akan kembali ke bentuk semulanya..
Dalam bidang keteknikan, pengetahuan tentang elastisitas dan
plastisitas memegang peranan penting. Elastisitas suatu bahan dapat
diketahui dengan membandingkan hubungan antara tegangan dan
regangan.

Tegangan (stress) pada benda, misalnya kawat besi, didefinisikan


sebagai gaya persatuan luas penampang benda tersebut. Tegangan diberi
simbol σ (dibaca sigma). Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut.

F
Ꝺ=
A

Keterangan :
Ꝺ = Tegangan (N/m2)
F = Gaya (N)
A = Luas penampang (m2)

Bila dua buah kawat dari bahan yang sama tetapi luas penampangnya
berbeda diberi gaya, maka kedua kawat tersebut akan mengalami tegangan
yang berbeda. Kawat dengan penampang kecil mengalami tegangan yang
lebih besar dibandingkan kawat dengan penampang lebih besar. Tegangan
benda sangat diperhitungkan dalam menentukan ukuran dan jenis bahan
penyangga atau penopang suatu beban, misalnya penyangga jembatan
gantung dan bangunan bertingkat.

Regangan (strain) didefinisikan sebagai perbandingan antara


penambahan panjang benda ΔX terhadap panjang mula-mula
X. Regangan dirumuskan sebagai berikut.

Δl
ε=

Keterangan :
ε = Regangan (tanpa satuan)
l = Pertambahan panjang (m)
l˳= Panjang mula-mula (m)

Makin besar tegangan pada sebuah benda, makin besar juga regangannya.
Jadi, hubungan antara tegangan dan regangan adalah sebanding atau
berbanding lurus. Berdasarkan bebrapa percobaan di laboratorium
diperoleh hubungan antara tegangan dan regangan pada baja dan
aluminium.

Gambar 6.1 Grafik Tegangan dan Regangan Pada Baja dan Aluminium

Menurut Hooke perbandingan antara tegangan dan regangan


disebut modulus elastisitas atau young. Modulus elastisitas atau young
adalah elastisitas tarik atau kecenderungan suatu benda untuk berubah
bentuk sepanjang sumbu ketika stress berlawanan diaplikasikan sepanjang
sumbu itu dan didefinisikan sebagai rasio tegangan tarik terhadap
regangan tarik.

Ꝺ Fl ˳
E= =
ε A Δl

E = modulus elastisitas (N/m2 atau Pa)

Tabel 6.1 Modulus Elastisitas


Bahan Modulus young (N/m2 atau Pa)
Aluminium 7 x 1010
Besi 20 x 1010
Baja 21 x 1010
Karet 0.05 x 1010
Kuningan 9 x 1010
Nikel 21 x 1010
Tembaga 11 x 1010
Timah 1.6 x 1010
Beton 2.3 x 1010
Kaca 5.5 x 1010
Wolfram 41 x 1010
6.3 Hipotesis
Dari percobaan yang dilakukan, dapat diambil bebrapa hipotesis, yaitu :
1. Modulus elastisitas pada batang besi lebih besar daripada modulus
elastisitas pada kuningan.
2. Penambahan dan pengurangan simpangan kelenturan pada besi lebih kecil
daripada kuningan.
3. Penambahan beban akan menambah panjang simpangan suatu batang,
sebaliknya pengurangan beban akan mengurangi panjang simpangan suatu
batang.
6.4 Analisis Perhitungan
LEMBAR DATA HASIL PERCOBAAN

Jenis Praktikum : Kelengkungan Batang

Hari/Tanggal Praktikum : Minggu, 1 April 2020

Fakulutas/Jurusan : Teknik/Teknik Industri

No
NAMA PESERTA NIM TANDA TANGAN
.
1. D600190029 1.
2. D600190030 2.
3. Afifah Nur.F D600190031 3.
4.
4. Tasya Febriana D600190032
Tabel 6.3 Data Hasil Percobaan Kelengkungan Batang

SIMPANGAN (cm)
PERCOBAANJENIS BERAT Panjang Panjang

BATANG BEBAN setelah  setelah
(Pengu
(B) (Kg) diberi (Penambahan) dikurangi
rangan)
beban beban
0 23,94 0 23,88 0,06
Besi
0,05 23,62 0,32 23,37 0,56
1
L=40,5 cm 0,10 23,23 0,71 23,37 0,57
.
b=1,649 cm 0,15 22,09 0,85 23,06 0,88
h=0,201 cm 0,20 22,78 1,16 22,78 1,16
0 25,91 0 25,8 0,11
Kuningan
0,0 25 0,91 24,94 0,99
2
L=40,5 cm 0,10 24,95 0,96 24,85 1,06
.
b=1,655 cm 0,15 24,64 1,27 24,65 1,2
h=0,196 cm 0,20 24,44 1,47 24,44 1,47

Toleransi

ΔL = 0,02 cm

Δb = 0,02 cm

Δh = 0,018 cm Asisten Pengampu

ΔB = 0,018 cm

( Rama
6.5 Analisis Data dan Pembahasan
Pada praktikum penentuan nilai modulus elastisitas besi dan
kuningan dengan pelengkungan batang diharapkan dapat menjelaskan
definisi dari modulus elastisitas. Setiap benda memiliki sifat lentur dan
atau elastisitas. Sifat ini emrupakan sifat bawaan dari setiap benda. Sifat
benda yang berusaha menghambat perubahan bentuk benda ke bentuk
semula ketika gaya yang mempengaruhi dihilangkan, disebut elastisitas.
Pada praktikum pelengkungan batang ini dapat diketahui bahwa
modulus elastisitas besi lebih besar daripada kuningan. Nilai modulus
elastisitas yang diperoleh besi yaitu E = 203.982,38767239 kg/cm 3
sedangkan pada kuningan yaitu E = 144.546,62145363 kg/Cm3. Hal ini
menunjukkan bahwa hipotesis modulus elastisitas pada batang besi lebih
besar daripada modulus elastisitas pada kuningan adalah benar.
Pada praktikum pelengkungan batang ini juga dapat diketahui
bahwa pemilihan jenis logam dalam sistem juga memepengaruhi besar
simpangan kelengkungan. Pada pembebanan sebesar 0.20 kg penggunaan
batang pada besi (penambahan) memperoleh simpangan sebesar 1.16 cm
sedangkan pada kuningan (penambahan) memeperoleh simpangan sebesar
1.47. Dengan demikian, hipotesis penambahan dan pengurangan
simpangan kelenturan pada besi lebih kecil daripada kuningan adalah
benar.
Pada praktikum ini dapat dirumuskan sebuah hipotesis bahwa
semakin berat beban yang diberikan kepada sistem, maka simpangan
kelenturan yang dihasilkan akan semakin besar dan begitu sebaliknya. Hal
ini dapat dibuktikan dengan besi yang diberi beban 0.10 kg mengasilkan
simpangan sebesar 0,71 cm sedangkan besi yang diberi beban 0.15 kg
menghasilkan simpangan sebesar 0.85 cm. Hal tersebut, juga dapat
dibuktikan pada kuningan. Ketika kuningan diberi beban 0.10 kg
menghasilkan simpangan sebesar 0.96 cm sedangkan kuningan yang diberi
beban 0.15 kg menghasilkan simpangan sebesar 1.27 cm.

6.6 Kesimpulan dan Saran


6.6.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan pelengkungan batang, maka dapat
ditarik kesimpulan :
1. Sifat benda yang berusaha menghambat perubahan bentuk benda
ke bentuk semula ketika gaya yang mempengaruhi dihilangkan,
disebut elastisitas.
2. Modulus elastisitas pada batang besi lebih besar daripada modulus
elastisitas pada kuningan.
3. Penambahan dan pengurangan simpangan kelenturan pada besi
lebih kecil daripada kuningan.
4. Penambahan beban akan menambah panjang simpangan suatu
batang, sebaliknya pengurangan beban akan mengurangi panjang
simpangan suatu batang.

6.6.2. Saran
Hal-hal yang perlu diperhhatikan saaat praktikum berlangsung
diantaranya :
1. Sebelum melakukan percobaaan, praktikan harus memahamu dan
mengetahui hal yang akan dilakukan.
2. Mengetahui fungsi dari setiap alat ukur oleh setiap praktikan.
3. Menghitung hasil percobaan dengan teliti dan tepat.