Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

INTERPROFESSIONAL EDUCATION DAN INTERPROFESSIONAL


COLLABORATION

Disusun untuk memenuhi tugas mata Kuliah Konsep Dasar Keperawatan

DOSEN PENGAMPU
Lailatul Fadilah,S.Kep,Ners,M.Kep
(NIP: 197508042002122002)
DISUSUN OLEH
Ahmad Fikri Perangin Angin
(NIM: P27905118001)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANTEN


PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN PROFESI NERS
2018 / 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan rahmat dan
karunianya kepada kita semua, sehingga berkat karunianya kami dapat menyelesaikan
makalah tentang “INTERPROFESSIONAL EDUCATION DAN
INTERPROFESSIONAL COLLABORATION”

Dalam penyusunan makalah ini, penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini sehingga
penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Dalam penyusunan makalah
ini, penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan memberikan wawasan
yang lebih luas bagi pembacanya.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini terdapat kelebihan dan
kekurangannya sehingga kami mengharap kritik dan saran yang dapat memperbaiki
untuk penulisan makalah selanjutnya.

Tangerang, 21 Oktober 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar........................................................................................................................................i
Daftar Isi.................................................................................................................................................ii
BAB I (PENDAHULUAN)
A. Latar Belakang ..........................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah .....................................................................................................................1
C. Maksud dan Tujuan ...................................................................................................................1
BAB II (PEMBAHASAN)
A. Pengertian Interprofessional Education...........................................................................2
B. Tujuan Interprofessional Education.................................................................................2
C. Kompetensi Interprofessional Education.........................................................................3
D. Peran dan Tanggung Jawab Profesi Perawat Terkait Interprofessional
Education (IPE)................................................................................................................5
E. Pengertian Interprofessional Collaboration.....................................................................6

BAB III (PENUTUP)


A. Kesimpulan................................................................................................................................9
B. Saran..........................................................................................................................................9
Daftar Pustaka.........................................................................................................................................10

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Interprofessional education atau disingkat dengan IPE adalah sebuah
inovasi yang sedang dieksplorasi dalam dunia pendidikan profesi kesehatan.
Interprofessional Education is when two or more profession learn with from
an about each other to improve collaboration and the quality of Care”
(CAIPE, 2011).
Berdasarkan American Association of College of Nursing (2011)
kompetensi yang dapat dicapai dalam interprofessional education di antara
lain nilai/etik yang berkembang dalam praktek interprofessional education,
peran dan tanggung jawab, komunikasi interprofesional dan kerjasama tim.

B. Rumusan Masalah

1. Apa itu Interprofessional Education?


2. Apa tujuan Interproffesional Education?
3. Bagaimana kompetensi Interprofessional Education?
4. Sebutkan peran dan tanggung jawab profesi perawat terkait Interprofessional
Education (IPE)?
5. Apa itu Interprofessional Collaboration?

C. Maksud dan Tujuan

1. Mengetahui apa itu Interprofessional Education


2. Mengetahui tujuan Interproffesional Education
3. Mengetahui kompetensi Interprofessional Education
4. Mengetahui peran dan tanggung jawab profesi perawat terkait Interprofessional
Education (IPE)
5. Mengetahui Interprofessional Collaboration

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Interprofessional Education


Interprofessional education atau disingkat dengan IPE adalah sebuah
inovasi yang sedang dieksplorasi dalam dunia pendidikan profesi kesehatan.
Interprofessional education merupakan suatu proses dimana sekelompok
mahasiswa atau profesi kesehatan yang memiliki Perbedaan latar belakang
profesi melakukan pembelajaran bersama dalam periode tertentu, berinteraksi
sebagai tujuan utama, serta untuk berkolaborasi dalam upaya promotif,
preventif, kuratif, rehabilitatif dan jenis pelayanan kesehatan yang lain
(WHO ,1988).

B. Tujuan Interprofessional Education


Menurut CIHC ( Canadian Interprofessional Health Collaborative) (2009),
manfaat dari interprofessional education antara lain meningkatkan praktik
yang dapat meningkatkan pelayanan dan membuat hasil positif dalam
melayani klien meningkatkan pemahaman tentang pengetahuan dan
keterampilan yang memerlukan kerja secara kolaborasi membuat lebih baik
dan nyaman terhadap pengalaman dalam belajar bagi peserta didik secara
fleksibel dapat diterapkan dalam berbagai setting. Hal tersebut juga dijelaskan
oleh WHO (2010) tentang salah satu manfaat dari pelaksanaan praktik IPE
dan kolaboratif yaitu strategi ini dapat mengubah cara berinteraksi petugas
kesehatan dengan profesi lain dalam memberikan perawatan.
Tujuan interprofessional education menurut Freth dan Reeves (2004)
adalah untuk mempersiapkan profesi kesehatan dengan ilmu, keterampilan,
sikap dan perilaku profesional yang penting untuk praktik kolaborasi
interprofessional. Secara umum IPE tujuan untuk melatih mahasiswa untuk
lebih mengenal peran profesi kesehatan yang lain sehingga diharapkan
mahasiswa akan mampu untuk berkolaborasi dengan baik saat proses

2
perawatan pasien. Proses perawatan pasien secara interprofessional akan
meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan meningkatkan kepuasan
pasien. Menurut cooper (2001) tujuan pelaksanaan IPE antara lain : 1)
meningkatkan pemahaman interdisipliner dan meningkatkan kerjasama 2)
membina kerjasama yang kompeten 3) membuat penggunaan sumber daya
yang efektif dan efisien 4) meningkatkan kualitas perawatan pasien yang
komprehensif

C. Kompetensi Interprofessional Education


Berdasarkan American Association of college of Nursing 2011 kompetensi
interprofessional education meliputi :
1. Etik dan nilai terdiri dari peduli saling hormat mengakui sifat
multidisiplin dalam memberikan pelayanan kesehatan adanya
kesamaan menyadari adanya hubungan antar profesi dalam praktik
bersama pasien memberikan putusan dan kebijakan bersama saling
menghormati dan percaya menghormati keberagaman dalam keahlian
masing-masing/ budaya/ nilai-nilai peduli, tepat waktu dalam
pengambilan keputusan menempatkan kepentingan pasien dan
menjalin hubungan saling percaya, bertindak jujur, dan menjaga
kompetensi dalam profesi masing-masing sesuai dengan lingkup
praktik nya.
2. Peran dan tanggung jawab terdiri dari mampu berperan profesional
dan tanggung jawab sesuai dengan profesi masing-masing memahami
peran dan tanggung jawab orang lain dalam keberagaman profesi
koordinasi memberikan perawatan yang aman, tepat waktu, efisien,
efektif dan adil, menjalin hubungan saling tergantung dengan profesi
Line untuk meningkatkan pemberian layanan kepada pasien terlibat
dalam pengembangan profesi untuk meningkatkan kinerja tim, saling
melengkapi dari semua anggota tim untuk mengoptimalkan anggota
tim.

3
3. Komunikasi interprofesional terdiri dari 1) membina hubungan
komunikasi dengan prinsip kesetaraan antar profesi kesehatan. 2)
mampu untuk menjalin komunikasi dua arah yang efektif antar petugas
kesehatan yang berbeda profesi dalam 3) berinisiatif membahas
kepentingan pasien bersama profesi kesehatan lain. 4) pembahasan
mengenai masalah pasien dengan Tujuan keselamatan pasien bisa
dilakukan antar individu maupun antar kelompok profesi kesehatan
yang berbeda. 5) mampu menjaga etika saat menjalin hubungan kerja
dengan profesi kesehatan yang lain. 6) mampu membicarakan dengan
profesi kesehatan yang lain mengenai proses pengobatan ( termasuk
alternatif atau tradisional) 7) informasi yang bersifat komplementer/
saling melengkapi: kemampuan untuk berbagi informasi yang
appropriate dengan petugas kesehatan dari profesi yang berbeda ( baik
tertulis di medical record verbal maupun nonverbal). 8) paradigma
saling membantu dan melengkapi tugas antar profesi kesehatan sesuai
dengan tugas peran dan fungsi profesi masing-masing. 9) Negosiasi:
kemampuan untuk mencapai persetujuan bersama antar profesi
kesehatan mengenai masalah kesehatan pasien. 10) kolaborasi:
kemampuan bekerja sama dengan petugas kesehatan dari profesi yang
lain dalam menyelesaikan masalah kesehatan pasien. 11) memahami
keunikan masing-masing profesi, 12) mendengarkan secara aktif ide-
ide dan opini dari masing-masing profesi, 13) saling memberikan
umpan balik instruktif masing-masing anggota tim
4. Kerjasama tim terdiri dari:
1. Adanya peran masing-masing dari tim profesional
2. Adanya pengembangan tim dalam pelibatan tim yang efektif
3. Terlibat aktif dalam penyelesaian masalah pasien yang spesifik
yang berpusat pada pemecahan masalah
4. Mengintegrasikan pengetahuan dan pengalaman masing-masing
profesi dalam pengambilan keputusan perawatan

4
5. Terlibat dalam secara konstruktif dalam tindakan penyelesaian
masalah pasien

D. Peran dan Tanggung Jawab Profesi Perawat Terkait Interprofessional


Education (IPE)
1. Tanggung jawab perawat terhadap sesama perawat dan profesional
kesehatan lain
 Perawat senantiasa memelihara hubungan baik antara sesama
perawat dengan tenaga kesehatan lainnya baik dalam
memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun
dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara
keseluruhan.
 Perawat senantiasa menyebarluaskan pengetahuan
keterampilan dan pengalamannya kepada sesama perawat
serta menerima pengetahuan dan pengalaman kepada sesama
perawat serta menerima pengetahuan dan pengalaman dari
profesi bidang perawatan
2. Peran perawat
 Advokat pasien/klien
Menginterprestasikan berbagai informasi dari pemberi
pelayanan atau informasi lain khususnya dalam pengambilan
persetujuan atas tindakan keperawatan yang diberikan kepada
pasien mempertahankan dan melindungi hak-hak pasien.
 Pendidik/ edukator
Membantu klien dalam meningkatkan tingkat pengetahuan
kesehatan gejala penyakit bahkan tindakan yang diberikan
sehingga terjadi perubahan perilaku dari klien setelah
dilakukan pendidikan kesehatan

 Koordinator

5
Mengarahkan merencanakan serta mengorganisasi pelayanan
kesehatan dari tim kesehatan sehingga pemberi pelayanan
kesehatan dapat terarah serta sesuai dengan kebutuhan klien
 Kolaborator
Peran ini dilakukan karena perawat bekerja melalui tim
kesehatan yang terdiri dari dokter fisioterapi ahli gizi dan lain-
lain berupaya mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang
diperlukan termasuk diskusi Atau tukar pendapat dalam
penentuan bentuk pelayanan selanjutnya. (Aziz alimul Hidayat,
2010).

E. Pengertian Interprofessional Collaboration


Kolaborasi adalah hubungan timbal balik dimana pemberi pelayanan
memegang tanggung jawab paling besar untuk perawatan pasien dalam
kerangka kerja bidang respective mereka. Praktik keperawatan kolaboratif
menekankan tanggung jawab bersama dalam manajemen perawatan pasien
dengan proses pembuatan keputusan bilateral didasarkan pada masing-masing
pendidikan dan kemampuan praktisi(Siegler & Whitney, 2000).
Baily & Synder (1995) menyatakan kolaborasi sebagai hubungan kemitraan
yang bergantung satu sama lain dan memerlukan perawat, dokter, dengan
profesi lain untuk melengkapi satu sama lain ahli-ahli berperan secara
hirarki(Kemenkes RI 2012).
Kolaborasi adalah suatu hubungan yang kolegial dengan pemberi
perawatan kesehatan lain dalam pemberian perawatan pasien. Praktik
kolaboratif membutuhkan atau dapat mencakup diskusi diagnosis pasien dan
kerjasama dalam penatalaksanaan dan pemberian perawatan(Blais 2006).
Menurut Canadian Interprofessional Heealth Collaborative (CIHC)
Interprofessional Collaboration adalah kemitraan antara tim penyedia layanan
kesehatan dan klien dalam pendekatan kolaboratif untuk pengambilan
keputusan bersama seputar masalah-masalah kesehatan dan sosial

6
Manfaat kolaborasi
Kolaborasi dilakukan dengan beberapa alasan sebagai manfaat dari kolaborasi
yaitu antara lain:
1. sebagai pendekatan dalam pemberian asuhan keperawatan klien
dengan tujuan memberikan kualitas pelayanan yang terkait bagi klien
2. Sebagai penyelesaian konflik untuk menemukan penyelesaian
masalah atau isu
3. Memberikan model yang baik riset kesehatan
Penelitian yang dilakukan pada kolaborasi interprofesional pada perawat di
Yunani, di menunjukkan hasil bahwa pentingnya dilakukan kolaborasi.
Fenomena yang dipaparkan pada penelitian ini di mana perawat mengalami
ketegangan antara dokter dan perawat yang merupakan faktor yang signifikan
stres perawat di tempat kerja. Lingkungan yang tegang dan perilaku yang
kasar secara verbal menjadikan status kerja dan kondisi kerja yang buruk di
tempat kerja. Selain itu tujuan dari kolaborasi pada pelayanan kesehatan ini,
untuk perawat dan pasien yang lebih baik akan beresiko tinggi untuk
kesalahan dalam penyediaan pelayanan. Fenomena tersebut menarik minat
peneliti sehingga penelitian ini dilakukan yang menunjukkan hasil bahwa
kolaborasi di rumah sakit di Yunani sebagai tempat penelitian sangat tidak
efektif di mana dokter melihat kolaborasi sebagai kegiatan yang melibatkan
antar profesi bukan interprofessional.

Elemen-Elemen Kolaborasi Dalam Praktik Keperawatan


Praktik kolaborasi memerlukan waktu dan energi provinsi Kesehatan tidak
selalu bergerak cepat dalam 1 tim yang baik untuk mengerti praktik kolaborasi
berikut elemen kolaborasi:
1. Multiple provider: kerjasama yang meliputi satu atau lebih pemberi
pelayanan kesehatan dan dapat lebih dari satu jenis guru profesi

7
2. Service koordinasi: pendekatan umum yang digunakan untuk
menjamin asuhan dan pelayanan dalam disiplin ilmu yang sama dan
beberapa disiplin ilmu dalam bidang kesehatan
3. Communication: berkomitmen untuk saling memberikan informasi
pada group pemberi pelayanan kesehatan
Kolaborasi keperawatan merupakan bekerjasama dalam tim kesehatan dalam
upaya perawat mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang dibutuhkan
termasuk diskusi Atau tukar pendapat dalam menentukan bentuk pelayanan
keperawatan yang memiliki prinsip-prinsip kolaborasi yaitu: menguasai
memahami masalah pasien mampu melakukan komunikasi efektif, memiliki
pengetahuan yang berkaitan dengan masalah pasien, mampu berpikir kritis
dan mampu mengambil keputusan.

Komponen kompetensi sebagai dasar kolaborasi


a. Keterampilan komunikasi yang efektif
b. Saling menghargai dan rasa percaya
c. Memberi dan menerima umpan balik
d. Pengambilan keputusan
e. Manajemen konflik

Proses Kolaboratif
Proses kolaboratif dengan sifat interaksi antara perawat dengan dokter
menentukan kualitas praktik kolaborasi Ana 1998 dalam Siegler & Whitney
2000 menjabarkan kolaborasi sebagai hubungan rekan yang sejati dimana
masing-masing pihak menghargai kekuasaan pihak lain dengan mengenal dan
menerima lingkup kegiatan dan tanggung jawab masing-masing dan adanya
tujuan bersama. Sifat kolaborasi tersebut terdapat beberapa indikator yaitu
kontrol kekuasaan lingkup praktik kepentingan bersama dan tujuan bersama.

BAB III

8
PENUTUP

A. Kesimpulan
Interprofessional education atau disingkat dengan IPE adalah sebuah inovasi
yang sedang dieksplorasi dalam dunia pendidikan profesi kesehatan. Tujuan
interprofessional education menurut Freth dan Reeves (2004) adalah untuk
mempersiapkan profesi kesehatan dengan ilmu, keterampilan, sikap dan
perilaku profesional yang penting untuk praktik kolaborasi interprofessional.
Menurut Canadian Interprofessional Heealth Collaborative (CIHC)
Interprofessional Collaboration adalah kemitraan antara tim penyedia layanan
kesehatan dan klien dalam pendekatan kolaboratif untuk pengambilan
keputusan bersama seputar masalah-masalah kesehatan dan social

B. Saran
Sebagai calon perawat professional kelak kita harus memiliki pendidikan yang
professional dan berkualitas. Kita juga harus memiliki kemampuan kolaborasi
yang baik antara profesi perawat dengan dokter,bidan, dan profesi kesehatan
yang lainnya. Itulah makna dari Iterprofessional Education dan
Interprofessional Collaboration.

9
Daftar Pustaka

Triana, Neny. 2018. Interprofessional Education di Institusi dan Rumah Sakit. Yogyakarta : Deepublish.

Jurnal
https://www.google.com/url?
sa=t&source=web&rct=j&url=http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/50143/Chapter
%2520II.pdf%3Fsequence%3D4%26isAllowed
%3Dy&ved=2ahUKEwiXvoz_i5reAhUPVysKHdITCD4QFjAAegQIARAB&usg=AOvVaw1ZRaz9VsHjv5vhVcfvN
5CO

10