Anda di halaman 1dari 16

Makalah Pengendalian Kualitas Biaya dan Rekayasa

Kualitas Biasa Konstruksi


Judul:
Metode dan Prosedur Estimasi Biaya Konstruksi

Dosen Pengajar:

Dr.Ir. Grace Y. Malingkas, ST.,MT;


Dr.Ir. H.Tarore, M.T
Dr.Ir.Lintong Elisabeth,M.Si

Disusun Oleh :

Ficky M.Oroh

UNIVERSITAS SAM RATULANGI

FAKULTAS TEKNIK

TEKNIK SIPIL

MANADO

2020
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas rahmat
dan anugerah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini
dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.

Pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terimakasih kepada Dosen


Pengajar mata kuliah Pengendalian Kualitas Biaya dan Rekayasa Kualitas Biasa
Konstruksi yang telah memberikan kami tanggung jawab untuk membuat makalah ini
serta telah membimbing saya untuk menyelesaikan makalah ini.

Saya berharap makalah yang telah Saya buat ini dapat membantu menambah
pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca. Saya menyusun makalah ini
semaksimal mungkin namun saya menyadari bahwa makalah yang telah saya buat ini
masih memiliki banyak kesalahan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, saya
meminta maaf yang sebesar-besarnya dan menerima segala kritik dan saran dari
pembaca agar kami dapat menyusun makalah yang lebih baik lagi.

Penyusun

Ficky M.Oroh

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................ii

DAFTAR ISI...........................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang............................................................................................1


1.2. Rumusan Masalah......................................................................................2
1.3. Tujuan Penulisan.......................................................................................3
1.4. Manfaat Penulisan.....................................................................................3

BAB II PEMBAHASAN

2.1. . Pengertian Estimasi..................................................................................3


2.2. . Pengertian Biaya.......................................................................................3
2.3. Pengertian Estimasi Biaya..........................................................................3
2.3.1. Kompetensi ........................................................................................
2.3.2. Motivasi..............................................................................................
2.3.3. Loyalitas.............................................................................................
2.3.4. Disiplin Kerja......................................................................................
2.4. Perencanaan Sumber Daya Tenaga Kerja...................................................3

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan.................................................................................................14

3.2 Saran............................................................................................................14

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................15

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Faktor biaya adalah bahan pertimbangan utama dalam penyelenggaraan


konstruksi, karena menyangkut jumlah investasi yang besar dan harus ditanamkan
oleh kontraktor yang rentan terhadap resiko kegagalan. Kegiatan pelaksanaan
proyek konstruksi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan sementara, yang
berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan alokasi sumber daya tertentu
dan dimaksudkan untuk menghasilkan produk dengan kriteria-kriteria yang telah
digariskan secara jelas dalam kontrak. Sumber daya proyek konstruksi merupakan
kemampuan dan kapasitas potensi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan
konstruksi. Sumber daya proyek konstruksi terdiri dari beberapa jenis dimana
dalam mengoperasionalkan sumber daya-sumber daya tersebut perlu dilakukan
dalam suatu sistem manajemen yang baik, sehingga dapat dimanfaatkan secara
optimal Semua unsur input pada proyek konstruksi perlu diatur sedemikian rupa
sehingga proporsi unsur-unsur yang menjadi kebutuhan dalam proyek konstruksi
tersebut dapat tepat dalam penggunaannya dan proyek dapat berjalan secara
efisien. Ketepatan perhitungan kebutuhan tersebut sangat dibutuhkan dalam
perencanaan. Ketidaktepatan perhitungan akan menyebabkan pembengkakkan
biaya sehingga efisiensi proyek sulit dicapai (Hermiati, 2007).

Pengendalian secara terpadu untuk keseluruhan proses konstruksi harus ditunjang


dengan upaya koordinasi dan pengorganisasian yang baik agar tidak terjadi
kesimpangsiuran. Ketepatan perhitungan proporsi sumber daya yang harus
dikeluarkan oleh suatu proyek konstruksi, akan terorganisasi apabila terdapat
suatu standar yang digunakan sebagai acuan sehingga penggunaan cost secara
efisien akan tercapai.Perencana proyek membutuhkan suatu metoda yang tepat
dan akurat dalam menganalisis proporsi komposisi yang diinginkan.

1
Hal tersebut harus dilaksanakan dalam perencanaan awal sebelum masa
konstruksi dimulai sehingga perlu dilakukan suatu penelitian yang detail terhadap
faktor pembiayaan, terkait dengan komposisi sumber daya seperti upah tenaga
kerja, material, dan alat ,Salah satu faktor yang menunjang keberhasilan proyek
konstruksi adalah terjaminnya berbagai sumber daya penunjang dan salah satunya
adalah sumber daya manusia atau tenaga kerja. Jika sumber daya manusianya
bagus maka perusahaan jasa konstruksi itu juga menguntungkan atau
mendapatkan profit oriented yang bagus. Banyak aspek yang harus dimiliki oleh
setipa tenaga kerja dan harus dibudayakan agar dapat mendukung tercapainya
tujuan organisasi aspek-apek tersebut meliputi aspek
kompetensi,motivasi,loyalitas,dan disiplin kerja.jika aspke sumber daya manusia
tersebeut dapat dipenuhi diharapkan kinerja pekerja meningkat sehingga
produktifitas juga meningkat.

1.2. Rumusan Masalah

1. Apa definisi dan kegunaan sumber daya dan biaya?

2. Apa metode-metode yang ada dalam sumber daya dan biaya ?

2
.3 TUJUAN PENULISAN

1. Untuk Mengetahui definisi dan kegunaan Sumber daya dan Biaya.

2.Untuk Mengetahui Metode-metode apa yang ada dalam Sumber daya dan Biaya.

.4 MANFAAT PENULISAN

Dari penulisan makalah ini diharapkan dapat membuat semua orang yang membaca
makalah ini dapat bertambah ilmu pengetahuannya dan memberikan manfaat positif
ke semua orang kedepannya.

3
BAB II

PEMBAHASAN

.1 Pengertian Sumber Daya

Sumber daya adalah merupakan sebuah komponen atau alat yang dibutuhkan sebagai
sarana untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan, atau sumber daya adalah
merupakan unsur berupa sarana yang tersedia dalam organisasi ( toal of management
atau toal of administratioan) yaitu manusia (man), bahan (material), mesin-mesin
(machine), uang (money), metode kerja (method) dan pasar sebagai hasil produksi
(market). Ini dikenal dengan sebutan 6 M (A.W. Widjaya 1987:40)

.2 Pengertian Biaya

Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi,
yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang
sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya terbagi menjadi dua, yaitu biaya
eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya yang terlihat secara fisik,
misalnya berupa uang. Sementara itu, yang dimaksud dengan biaya implisit adalah
biaya yang tidak terlihat secara langsung, misalnya biaya kesempatan dan penyusutan
barang modal

.3 Aspek Sumber Daya Manusia

2.3.1. Kompetensi adalah Kompetensi hanya merupakan aspek – aspek pribadi yang
dapat diukur dan esensial untuk pencapaian kinerja yang berhasil.
Adapun indikator - indikator yang mempengaruhi kompetensi seperti :

2.3.1.1. Pengetahuan (Knowledge) adalah informasi yang dimiliki seseorang


untuk bidang tertentu dalam melaksanakan pekerjaan berdasarkan
pengetahuan yang dimiliki.

4
2.3.1.1.2. Keterampilan (skill) adalah kemampuan dan penguasaan
teknis operasional mengenai bidang tertentu yang bersifat kekaryaan
c. Prilaku (attitude)

2.3.1.1.3. Prilaku Attitude adalah hal ini erat hubungannya dengan


kebiasaan dan prilaku. Jika kebiasaan yang terpolakan tersebut
memiliki implikasi positif dengan hubungan dengan prilaku pekerja
seseorang maka akan menguntungkan. Artinya jika kebiasaan pegawai
adalah baik, seperti tepat waktu, displin, simple, maka prilaku kerja
juga baik.

.3.2. Motivasi yaitu energi untuk membangkitkan dorongan dari dalam diri pegawai
yang berpengaruh, membangkitkan, mengarahkan dan memelihara perilaku,
tenaga dan waktunya berdasarkan lingkungan kerja..

Adapun indikator – indikator yang mempengaruhi motivasi seperti :


2.3.2.1. Pemberian penghargaan atau reward merupakan salah satu
metode dalam memotivasi seseorang untuk terus melakukan yang
terbaik demi kemajuan perusahaan, dalam konsep manajemen secara
umum, metode ini bisa mengarahkan perbuatan pegawai ke arah
perasaan yang senang sehingga pegawai akan melakukan perbuatan
yang baik secara berulang-ulang dan membuat sorang pegawai lebih
giat dalam memperbaiki atau meningkatkan prestasi yang telah
diterimanya.
2.3.2.2. Situasi pekerjaan disini yang dimaksud adalah kondisi hubungan
pekerja dalam manajemen baik secara hirarki horizontal, maupun
vertikal, sehingga mampu menciptakan iklim tau situasi kerja yang
baik.

5
2.3.2.3. Pekerjaan yang dikerjakan:Yang ditekankan pada bagian ini
adalah sejauh mana seorang pekerja memiki pemahaman dan
tanggung jawab terhadap pekerjaan yang mereka lakukan. Seorang
pekerja dengan kualitas SDM yang baik tentunya akan memiliki
pemahaman dan tanggung jawab yang baik dengan tugasnya.
2.3.2.4. kebijakan organisasi yang dimaksud adalah bagaimana sebuah
perusahaan mendukung untuk kemajuan dan pencapaian prestasi
tenaga kerja dalam berkarier, dengan saling berkoordinasi agar
sebuah tugas dapat diselesaikan tepat waktu.

.3.3. Loyalitas yaitu sikap dan perbuatan mencurahkan kemampuan dan keahlian
yang dimiliki melaksanakan tugas dengan tanggung jawab, disiplin serta jujur
dalam bekerja, menciptakan hubungan yang baik dengan atasan, rekan kerja
serta bawahan dalam menyelesaikan tugas, menjaga citra perusahaan dan
bersedia bekerja dengan jangka waktu yang panjang.
Adapun indikator – indikator yang mempengaruhi loyalitas seperti :
2.3.3.1. Ketaatan dan kepatuhan:Ketaatan yaitu kesanggupan seorang
pegawai untuk mentaati segala peraturan yang berlaku dan mentaati
perintah yang diberikan atasan yang berwenang, serta sanggup tidak
melanggar larangan yang ditentukan.

2.3.3.2. Tanggung jawab:Tanggung jawab dalam hal ini adalah dimana


seorang pegawai seharusnya dapat menyelesaikan tugas dan
kewenanganya dengan baik, mempu bekerja secara optimal, efektif,
dan efesien, profesional dan mampu memprioritaskan kepentingn
perusahaan dibandingkan kepentingan pribadi atau golongan tertentu.

2.3.3.3. Pengabdian:Pengabdian disini diartikan sebagai sikappegawai untuk


senantiasa loyal atau memberikanSepenuhnya waktu, tenaga, dan

6
pikiran sesuai dengan tanggung jawab dan hak yang pantas Diterima
oleh seorang pegawai kepada perusahaanya.

2.3.3.4. Kejujuran: Kejujuran lebih pada prihal terkait etika dan moral dari
seorang pegawai, dimana seorang pegawai bekerja sesuai keadaan
dan tanggung jawab yang sebenarnya.
.3.4. Disiplin Kerja Disiplin Kerja, yaitu suatu sikap menghormati, menghargai,
patuh, dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku baik yang tertulis
maupun tidak tertulis.
Adapun indikator – indikator yang mempengaruhi displin kerja
seperti:
2.3.4.1. Ketaatan terhadap peraturan Pada bagian ini, setiap pekerja
hendaknya dapat bersikap dan bertindak secara profesional, hal ini
dilaksanakan oleh seluruh lapisan dan posisi pada manajemen.
2.3.4.2. Ketaatan terhadap jam kerja Ketaatan pada jam kerja
menyangkut aspek kedisplinan waktu pekerja, antarai lain apakah
para pekerja datang tepat pada watunya, apakah para pekerja juga
pulang sesuai dengan waktu yang telah di tentukan.
2.3.4.3. Bekerja sesuai prosedur Pada umumnya setiap pekerja dalam
melakukan seluruh rangkaian aktivitasnya telah memiliki klarifikasi
kerja dengan batasan prosedural yang jelas.
2.3.4.4. Kepatuhan dalam penggunakan dan pemeliharaan sarana dan
prasarana perusahaan.Sarana dan perasarana merupakan aspek
utama dalam rangkaian suatu pekerjaan, hasil dari kinerja sangat
dipengaruhi oleh sarana dan prasarana penunjangnya.
2.4 Perencanaan Sumber Daya Manusia
Perencanaan sumber daya manusia digunakan untuk menentukan dan
mengidentifikasi sumber daya manusia dengan keahlian yang diisyaratkan untuk
kesuksesan proyek. Rencana sumber daya manusia:

7
2.4.1 Peran dan tanggung jawab personil
2.4.2 Hubungan Pelaporan
2.4.3 Manajemen karyawan proyek
2.4.4 schedule karyawan berupa proses untuk mendapatkan dan merealisasikan
karyawan tersebut
2.4.5 rencana pengelolaan karyawan terhadap organsasi

2.5 Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Tenaga Kerja

Dalam penyelenggaraan proyek, sumber daya yang menjadi faktor penentu


keberhasilannya adalah tenaga kerja. Jenis dan kegiatan proyek berubah cepat
sepanjang siklusnya, sehingga penyediaan tenaga keterampilan, dan keahlian
harus mengikuti tuntutan perubahan kegiatan yang sedang berlangsung. Bertolak
dari kenyataan tersebut, maka suatu perencanaan tenaga kerja proyek yang
menyeluruh dan terinci meliputi jenis dan kapan keperluan tenaga kerja. (Iman
Soeharto, 1995:161-162)

Untuk menyusun perencanaan jumlah tenaga kerja dalam pelaksanaan pekerjaan


hendaknya diperhatikan faktor-faktor terpenting, yaitu sebagai berikut:

1. Produktivitas tenaga kerja


2. Tenaga kerja periode puncak (peak).
3. Jumlah tenaga kerja kantor pusat
4. Perkiraan jumlah tenaga kerja konstruksi di lapangan
5. Meratakan jumlah tenaga kerja guna mencegah gejolak (fluctuation).

Produktivitas suatu kegiatan, juga sangat berkaitan dengan biaya kegiatan


tersebut. Karena produktivitas menunjukan berapa output/hasil pekerjaan
persatuan waktu, untuk setiap sumber daya yang digunakan. Dengan demikian
bila produktivitasnya tinggi, maka akan menjamin turunnya biaya per satuan
output yang dihasilkan (Asiyanto, 2002: 78).

8
Kemampuan produktifitas dari sumber daya, dapat dibedakan dalam dua jenis,
(Asiyanto, 2002: 79), yaitu:
1. Produktifitas Individu, yang dipengaruhi oleh kualitas sumber daya yang
bersangkutan.
2. Produktfitas Kelompok, yang dipengaruhi tidak hanya oleh kualitas sumber daya
secara individu saja,tetapi juga komposisi dari anggota kelompok.

Gambar2.1Flowchart Seleksi kebutuhan sumber daya manusia

Untuk menentukan besarnya produktivitas (P1) yang harus dihasilkan berdasarkan


durasi (d) yang diperlukan (ditentukan) dan untuk menyelesaikan keseluruhan volume
pekerjaan serta kebutuhan komposisi sumber daya manusia (KSDM) untuk masing-
masing pekerjaan yang akan dikerjakan, dapat digunakan persamaan berikut ini:

P.1 = Produktivitas berdasarkan durasi (d) yang diperlukan (ditentukan)


V = Volume
d = Durasi yang diperlukan utuk menyelesaikan keseluruhan volume
pekerjaan (berdasarkan jadwal pelaksanaan yang normal)

KSDM = Kebutuhan komposisi sumber daya (manusia) untuk masing-masing


pekerjaan yang akan dikerjakan

9
= Kebutuhan komposisi sumber daya tenaga per satuan volume, sesuai
dengan daftar analisa BOW (Burgerlijike Openbare Werken).

Jenis dan tipe sumber daya


Permasalahan :
Indikator penentu pemilihan sumber

Gambar 2.2 Contoh Diagram Proses


Perhitungan proporsi sumberdaya
Ketidaktepatan proporsi sumberdaya
daya dan manusia sehubungan
dan manusia menyebabkan
dengan kondisi proyek
pemborosan biaya konstruksi
Belum terdapat suatu acuan yang

proyek
dapat digunakan untuk menghitung

yang tepat
Selesai
Studi Literatur

proporsi sumber daya


Mulai

10
Memodelkan proporsi sumberdaya
Kt
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
3.1.1 Sumber Daya Manusia (kompetensi, motivasi, loyalitas, disiplin kerja) secara
parsial berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada perusahaan jasa
konstruksi Sehingga memang benar Sumber Daya Manusia (kompetensi,
motivasi, loyalitas, disiplin kerja) secara parsial ada pengaruh positif dan nyata
terhadap kinerja karyawan.
3.1.1.2. Perencanaan jadwal pelaksanaan harus mengikuti hasil dari hasil perataan
kebutuhan sumber daya manusia (tenaga kerja).
3.1.1.3. Hubungan proporsi sumberdaya proyek dengan tingkat laju inflasi
mempunyai hubungan yang cukup signifikan. Terutama pada sumberdaya
material, dimana proporsinya mengalami kenaikan, sedangkan sumberdaya
lainnya seperti manusia dan peralatan mengalami penurunan.Hal tersebut
sejalan dengan nilai inflasinya.

3.2 SARAN

Mengingat batasan-batasan yang ada dalam penelitian ini, maka saran yang dapat
diberikan sebagai tindak lanjut dari penelitian ini :

3.2.1. Perlu dilakukan kajian dengan membedakan pengaruh domisili proyek yang
memungkinkan adanya perbedaan proporsi sumberdaya karena masing-
masing daerah mempunyai harga satuan yang berbeda.
3.2.2. Dapat dilakukan pemodelan dengan membandingkan antara beberapa jenis
proyek konstruksi, seperti jalan, jembatan, atau konstruksi lainnya. Sebab
proporsi biaya untuk sumberdaya pada tiap jenis proyek tidak sama.
3.2.3. Analisis mengenai proporsi sumberdaya ini perlu dikaji lebih luas lagi
dengan mempertimbangkan aspek teknis maupun non teknis.
3.2.4. Terkait dengan adanya pengaruh inflasi terhadap proporsi biaya proyek,
maka dalam perencanaan awal sebelum masa konstruksi dimulai, pihak
terkait harus melakukan penelitian detail terhadap faktor pembiayaan seperti
kondisi perekonomian secara makro ke depan dengan memperhitungkan
kenaikan harga akibat inflasi.

11
DAFTAR PUSTAKA

B Clocher,Edward dan Stout, David dan Cokins Gary. 2010. Cost Management:
A Strategic Emphasis. JAKARTA: Penerbit Salemba Empat

https://tekniksipildopp.blogspot.com/2018/12/estimasi-biaya-proyek-konstruksi.html

SoedrajatA. (1984). Analisa AnggaranBiaya Pelaksanaan. NOVA. Bandung.

Sutjipto, R & Paul Nugroho & Ishak Natan.1985. Manajemen Proyek


Konstruksi. Kartika Yudha. Jakarta.

Bilal, Ahmad, 2004, Analisis Perencanaan Sumber daya Tenaga pada Proyek
Konstruksi, UII, Yogyakarta.

Djatmika, S.S., dkk, 2005, Peningkatan Kinerja Tenaga Kerja konstruksi dengan
Melakukan Restrukturisasi Kerangka Klasifikasi, kualifikasi dan Bakuan kompetensi
Kerja, Proceeding Seminar Nasional Peringatan 25 tahun Pendidikan MRK di
Indonesia, Fakultas Teknik Institut Teknologi bandung, Bandung.

Alwi, S, 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia Strategi Keunggulan


Kompetitif, BPFE, Yogyakarta.

Amstrong, Michael & Baron, A. 1998. Performance


Management: The new Realities, Institute of Personnel and
Development, New York. Catano,V.M. 1998. Competencies:A Review of
the Literature and Bibiliography. Craclin, MC., J. & Carrol, A. 1998. The
Competent Use of Competency-Based strategies for Selection and
Development Performance Improvement Quarterly. Volume II, Number 3. Dharma,S.
2002. Paradigma Baru: Manajemen Sumber Daya Manusia.

12
13