Anda di halaman 1dari 2

Epidemiologi

Sebagian besar anak yang meninggal karena cedera obstruksi jalan napas berusia
empat tahun atau lebih muda. Pada orang dewasa, obstruksi jalan napas lebih sering terjadi
pada peradangan, infeksi, dan trauma. Obstruksi jalan nafas adalah penyebab umum dari
kunjungan gawat darurat, di Amerika sendiri kira kira 35 juta warganya mengalami
gangguan respirasi obstruktif. Gangguan ini menyebabkan angka morbitas yang tinggi,
gangguan ini merupakan penyebab kematian ke-tiga tersering di dunia, setelah gangguan
jantung dan kanker dan angka ini terus naik. Pada tahun 2008 insiden mortalitasnya hingga
135.5/100.000 kematian.1 Kasusnya di Indonesia sebagian besar penderita berjenis kelamin
laki- laki (55.4%) dan jumlah kasus terbanyak pada tahun 2011 & 2012 (33.9%).2

Algoritma Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan hasil pemeriksaan fisik, serta
pemeriksaan penunjang.
Gejala dan tanda sumbatan yang tampak adalah :
· Serak (disfoni) sampai afoni
· Sesak napas (dispnea)
· Stridor (nafas berbunyi) yang terdengar pada waktu inspirasi.
· Cekungan yang terdapat pada waktu inspirasi di suprasternal, epigastrium,
supraklavikula dan interkostal. Cekungan itu terjadi sebagai upaya dari otot-otot
pernapasan untuk mendapatkan oksigen yang adekuat.
· Gelisah karena pasien haus udara (air hunger)
· Warna muka pucat dan terakhir menjadi sianosis karena hipoksia.
Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk mengetahui letak sumbatan,
diantaranya adalah :
· Laringoskop. Dilakukan bila terdapat sumbatan pada laring. Laringoskop dapat
dilakukan secara direk dan indirek.
· Nasoendoskopi
· X-ray. Dilakukan pada foto torak yang mencakup saluran nafas bagian atas. Apabila
sumbatan berupa benda logam maka akan tampak gambaran radiolusen. Pada
epiglotitis didapatkan gambaran thumb like.
· Foto polos sinus paranasal
· CT-Scan kepala dan leher
· Biopsi1

1. Yildirim E. Principles of Urgent Management of Acute Airway Obstruction. Thorac


Surg Clin. 2018 Aug;28(3):415-428
2. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2010: Laporan Nasional 2010. Jakarta: Badan
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI; 2011.