Anda di halaman 1dari 25

Makalah Pendahuluan Fisika Zat Padat

IKATAN ATOM DALAM KRISTAL

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur


Dalam Mata Kuliah Pendahuluan Fisika Zat Padat

Dosen Pengampu:
Dr.Makmur Sirait,M.Si

Oleh
Kelompok I
Riski Amelia (4172121031)
Sari Siti Wahyuni (4171121033)
Sri Wahyuni Br. Ginting (4171121034)
Steven.Telaumbanua (4173321053)
Yana Novita Berutu (4173321060)
Yuni S.P. Simbolon (4171121038)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Tuhan yang maha kuasa karena berkat rahhmat-Nya
kami diberi kesehatan dan kesempatan untuk menyelesaikan tugas makalah yang
diberikan kepada kami pada Mata Kuliah Pendahuluan Fisika Zat Padat.
Dalam penyusunan tugas makalah ini kami banyak mendapat dukungan,
bimbingan, serta semangat dari banyak pihak sehingga kami bisa
menyelesaikannya tepat waktu. Untuk itulah dengan penuh rasa hormat kami
ucapkan terima kasih.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna
dan masih memerlukan pengembangan lebih lanjut. Oleh karena itu, saran dan
kritik yang membangun dari pembaca sangat kami harapkan agar nantinya dapat
diperoleh hasil yang lebih maksimal dan demi kesempurnaan tugas berikutnya.
Dalam kesempatan ini kami juga mohon maaf jika ada hal-hal yang tidak
berkenan dalam makalah ini dan proses yang dilalui dalam penyusunannya.
Akhir kata, kami ucapkan terimakasih kepada semua yang berpartisipasi
demi terselesaikannya tugas ini dan semoga kita terus dalam lindungan Tuhan
Yang Maha Esa.

Medan, 23 Maret 2020


Penulis

Kelompok 1

i
DAFTAR ISI

Kata pengantar ................................................................................................ i


Daftar isi ......................................................................................................... ii
BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................. 1
1.1 Latar Belakang Masalah .................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................ 2
1.3 Tujuan .............................................................................................. 2
BAB II. LANDASAN TEORI ....................................................................... 3
2.1 Kekristalan Zat Padat ........................................................................ 3
2.2. Ikatan Atomik dalam Kristal ............................................................ 4
2.3. Macam-macam Ikatan Atom Dalam Kristal .................................... 4
BAB III. PENUTUP .................................................................................... 18
3.1 Kesimpulan ...................................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 19
SOAL-SOAL ............................................................................................... 20

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Berkembangnya ilmu pengetahuan diera modern yang sangat pesat ini, dan
dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, kebutuhan akan efektifitas dan
efisiensi sangat diutamakan dalam bidang. Hal tersebut telah mendorong manusia
untuk berkreasi dan berinovasi dalam bidang ilmu pengetahuan untuk
menciptakan suatu ilmu pengetahun yang lebih efektif dan efisien yang dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semakin banyak munculnya berbagai
macam ilmu pengetahuan yang dapat membantu kehidupan manusia. Menambah
masuk hampir disegala bidang kehidupan, sebagai contohnya adalah dibidang
ilmu pengetahuan Fisika Zat Padat.
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melakukan
pembahasan tentang salah satu dalam bidang ilmu pegetahuan dibidang Fisika Zat
Padat. Yang akan membahas tentang :
Pembahasan Kekristalan Zat Padat, Pembahasan Ikatan Atomik dalam
Kristal, Pembahasan Gaya-gaya Antar Atom, Pembahasan Macam-macam Ikatan
Atom dalam Kristal.
Kristal atau hablur adalah suatu padatan yang atom, molekul, atau ion
penyusunnya terkemas secara teratur dan polanya berulang melebar secara tiga
dimensi. Secara umum, zat cair membentuk kristal ketika mengalami proses
pemadatan. Pada kondisi ideal, hasilnya bisa berupa kristal tunggal, yang semua
atom-atom dalam padatannya "terpasang" pada kisi atau struktur kristal yang
sama, tetapi, secara umum, kebanyakan kristal terbentuk secara simultan sehingga
menghasilkan padatan polikristalin. Misalnya, kebanyakan logam yang kita temui
sehari-hari merupakan polikristal.

1
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa itu Kekristalan Zat Padat.?
2. Bagaimana Ikatan Atomik dalam Kristal?
3. Apa Macam-macam Ikatan Atom dalam Kristal?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui apa itu kekristalan zat padat
2. Mengetahui bagaimana ikatan atomik dalam kristal
3. Mengetahui apa saja macam-macam ikatan atom dalam kristal

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Kekristalan Zat Padat


Kristal adalah suatu padatan dimana atom, molekul, atau ion penyusunnya
terkemas secara teratur dan polanya berulang melebar secara tiga dimensi.
Secara umum, zat cair membentuk kristal ketika mengalami proses
pemadatan. Pada kondisi ideal, hasilnya bisa berupa kristal tunggal, yang semua
atom-atom dalam padatannya "terpasang" pada kisi atau struktur kristal yang
sama, tapi, secara umum, kebanyakan kristal terbentuk secara simultan sehingga
menghasilkan padatan polikristalin. Misalnya, kebanyakan logam yang kita temui
sehari-hari merupakan polikristal.
Struktur kristal mana yang akan terbentuk dari suatu cairan tergantung
pada kimia cairannya sendiri, kondisi ketika terjadi pemadatan, dan tekanan
ambien. Proses terbentuknya struktur kristalin dikenal sebagai kristalisasi.
Kristal dapat terbentuk dalam;
ü Kristal tunggal
ü Polikristal
ü Mikrokristal
ü Nanokristal
Amorf yaitu zat padat yang tidak memiliki bentuk pengulangan keteraturan,
jangkauan keteraturan atom biasanya sampai tetangga kedua.

3
2.2 Ikatan Atomik dalam Kristal
Struktur spasial terbangun oleh gaya-gaya antar atom dalam kristal Dari
jarak atom dalam kristal yang berkisar sekitar 1Å bersifat listrik-magnet;
✓ Tarik-menarik (coulomb)
✓ Tolak-menolak antar lawan elektron
✓ Jarak stabil antara ion-ion tergantung dari kesetimbangan antara dua
macam gaya tadi.
✓ macam dan kekuatan ikatan atomik ditentukan oleh struktur elektron
dari atom-atom yang membentuk kristal
✓ ikatan atomik sangat ditentukan oleh kecenderungan atom-atom dalam
kristal untuk memperoleh konfigurasi elektron seperti yang dipunyai
oleh atom-atom gas mulia.

2.3 Macam-macam Ikatan Atom Dalam Kristal


Ikatan-ikatan kimia antara atom-atom dalam kristal dapat diklasifikasikan
menjadi empat ikatan utama yaitu ikatan ionik, ikatan kovalen, ikatan van der
Walls, dan ikatan logam. Pada ikatan-ikatan atom-atom tersebut gaya repulsif dan
atraktif bekerja dalam mekanisme yang berbeda.

1. Ikatan Ionik
Ikatan ionik terbentuk dari ion positif dan negatif yaitu kation (+) dan
anion (-), Hal ini sesuai dengan Hukum Coulomb. Ikatan ionik dihasilkan dari
gaya elektrostatik dari muatan ion yang berbeda, sehingga gaya yang timbul
dalam ikatannya sangat kuat yang salah satu sifat dari ikatan ionik ini adalah
membentuk padatan atau kristal. Ikatan ionik dalam kristal sama dengan ikatan
ionik dalam molekul. Ikatan ionik terjadi bila atom-atom yang memiliki energi
ionisasi rendah akan melepaskan elektron-elektronnya berinteraksi dengan atom-

4
atom lain yang memiliki afinitas elektron tinggi. Atom pertama akan menjadi ion
positip dan atom kedua akan menjadi ion negatif. Dalam kristal ionik ion-ion ini
berada bersama dalam konfigurasi keseimbangan dalam mana gaya tarik antara
kedua ion menjadi dominan dari pada gaya tolak antara kedua ion. Dalam kasus
molekul, kristal dari semua jenis ikatannya dilindungi oleh gaya kohesif yang
dihasilkan oleh prinsip eksklusi yang memerlukan keadaan energi tinggi bila shell
elektron dari atom-atom berbeda saling tumpang-tindih.
Kristal ikatan ion dapat terbentuk saat pemadatan garam, baik dari lelehan
cairan maupun kondensasi larutan. Jenis struktur kristal ionik yang biasa
ditemukan yaitu kristal NaCl, CsCl, MgO, SiO2, LiF. Konfigurasi ssusunan Na+
dan Cl- dalam kristal NaCl ditunjukan oleh gambar 1.

Gambar 1. Struktur Kristal NaC

Pada gambar 1 menunjukkan bahwa masing-masing ion memiliki enam


tetangga terdekat dari ion jenis yang lain, yang menyatakan struktur kristal pusat
muka (F). Dalam kristal NaCl jarak antara ion-ion terdekat tersebut adalah 5,62 A.
Struktur yang berbeda ditemukan pada kristal Cesium-Clorida. Salah satu ion
terletak pada pusat kubus sedangkan ion jenis lainnya berada pada posisi di titik-
titik sudut kubus. Struktur tersebut merupakan struktur kristal pusat badan (I).
Masing-masing ion akan mememiliki delapan ion tetangga terdekat. Pada kristal
CsCl jarak terdekatnya adalah 4,11 A.
Kebanyakan padatan ionik adalah sangat keras, memiliki ikatan yang kuat
antara ion-ion penyusunya, dan memilki titik lebur yang tinggi. Cairan pola
5
seperti air dapat melarutkan beberapa kristal ionik, tetapi cairan kovalen seperti
gasolin tidak dapat melarutkan kristal ionik.
Energi kohesif dari sebuah kristal ionik adalah energi yang dapat
dihasilkan dari pembentukan kristal oleh atom-atom netralnya. Energi kohesif
biasanya dinyatakan dalam ev/molekul atau kkal/mole. Kontribusi utama terhadap
energi kohesif dari sebuah kristal ionik adalah energi potensial elektrostatik
(energi potensial coulomb) dari ion-ion.
Tinjaulah ion Na+ pada gambar 1 memiliki enam ion Cl- tetangga terdekat yang
masing-masing jaraknya adalah r. Energi potensial dari ion Na+ karena enam ion
Cl- adalah;

6.e2
V1 = −
4o .r

Maka tetangga terdekat berikutnya adalah 12 ion Na+ , masing-masing


dengan jarak r√2, maka energi potensial yang dihasilkan adalah;

12.e 2
V2 = +
4o .r 2

Jika penjumlahan dilanjutkan untuk ion-ion terdekat berikutnya maka


diperoleh jumlah energi potensial dari ion Na+ untuk seluruh ion-ion terdekat
adalah:
.e2  12 
V =− 6 − + ....
4o .r  2 

.e 2
= −1,748
4o .r

.e 2
V = − ( 2.2)
4o .r
Besaran α disebut konstanta Madelung dari kristal dan memiliki nilai yang
sama untuk semua kristal sejenis. Akan tetapi untuk CsS menghasilkan nilai α

7
yang berbeda, dimana α = 1,763 dan ZnS yang memiliki struktur kristal yang
sama memiliki α = 1,638.

Sumbangan energi potensial yang dihasilkan oleh gaya tolakan akibat


prinsip eksklusi dapat dinyatakan dalam bentuk:

B
Vrep = (2.3)
rn
Tanda dari Vrep adalah positip yang berhubungan dengan sebuah interaksi
tolakan (repulsive) dan kebergantungfan pada r-n (dimana n adalah sebuah
bilangan besar) berkaitan dengan sebuah gaya dalam uinterval sangat dekat yang
berubah secara cepat terhadap penurunan jarak antar inti r.
Sehingga jumlah keseluruhan energi potensial ion karena interaksinya
dengan ion-ion yang lainnya adalah;
V = Vcoul + Vrep.

 .e2 B
V =− + (2.4)
4 . o .r r n

Pada keadaan kesetimbangan jarak terdekat ion dinyatakan ro, energi potensial
adalah minimum dan selanjutnya (dV/dr) = 0 pada r = ro.

 dV   .e2 nB
  = − =0
 dr r = ro 4 . o .ro ron +1
2

diperoleh

 .e2 n −1
B= ro ( 2.5)
4 . o .n

dengan memasukkan persamaan 2.5 ke persamaan 2.4 diperoleh energi portensial


ion dalam keadaan kesetimbangan adalah;

 .e2  1 
V =− 1 −  (2.6)
4 . o .ro  n 

8
n pada persamaan 2.6 dapat diperoleh dari pengamatan kompresibilitas dari kristal
ionik. Nilai rata-rata untuk n ≈ 9 berarti bahwa gaya tolakan (repulsive) berubah
agak tajam terhadap r. Pada jarak kesetimbangan interaksi tolakan akibat prinsip
eksklusi mengurangi energi potensial kurang lebih 11 %.

Pada sebuah kristal NaCl, jarak kesetimbangan antara ion terdekat adalah
ro = 2.81 A, karena α = 1,478 dan n = 9 maka energi potensial dari dari sebuah ion
adalah;

 .e2  1 
V =− 1 − 
4 . o .ro  n 

9 x109 x1,748 x(1,6 x10−19 ) 2  1 


=- 1 −  = - 1,27 x 10-18 joule
2,81  9

= -7,97 ev

Oleh karena itu, perhitungan tidak dapat dilakukan untuk masing-masing


ion lebih dari satu kali , maka hanya setengah bagian dari energi potensial ini atau
– 3,99 ev saja yang menjadi sumbangan energi per ion terhadap energi kohesif
kristal. Dalam perhitungan energi kohesif kristal juga harus memasukkan
sumbangan dari energi yang diperlukan untuk memindahkan elektron dari sebuah
atom Na ke sebuah atom CL yang menghasilkan pasangan ion Na+- Cl-. Energi
pemindahan elektron ini adalah selisih antara energi ionisasi +5,14 ev dan energi
afinitas elektron –3,61 ev yaitu sebesar 1,53 ev. Dengan demikian masing-masing
atom menyumbangkan 0,77 ev kepada energi kohesifnya. Oleh karena itu jumlah
energi kohesif per atomadalah

Ekohesif = (-3,99 + 0,77) ev/atom = -3,22 ev/atom

Gambaran empiris untuk energi kohesif dari sebuah kristal ionik dapat ditentukan
dari pengukuran panas penguapannya, energi disosiasi dan energi pemindahan
elektron. Untuk NaCl menghasilkan pengukuran 3,28 ev yang mendekatai hasil
perhitungan. Terdapat dua sumbangan energi kohesif dari kristal ionik yang
belum tercakup dalam perhitungan di atas yaitu; (1) energi interaksi van der Walls
9
antara ion-ion terdekat dan energi titik nol dari ossilasi ion-ion pada posisi
kesetimbangn.
Sifat kristal ionik
1. Keras dan stabil
2. Merupakan konduktor yang buruk, karena tidak ada elektron bebas
3. Suhu penguapannya tinggi sekitar 1000 sampai 2000 K
4. Tidak tembus cahaya
5. Mudah larut dalam cairan polar (air)
6. Menyerap radiasi infra merah

2. Ikatan Kovalen Pada kristal


Ikatan kovalen terjadi sebagai sebuah bentuk ikatan antara dua atom atas
dasar pemakaian elektron bersama dalam ememnuhi kesetabilan struktur
elektronik. Atom-atom yang berikatan kovalen menyumbangkan satu atau dua
elektron-elektro valensinya pada ikatan dan eketron-elektron tersebut dipakai
bersama oleh kedua atom yang berikatan. Gaya kohesif dalam kristal kovalen
muncul dari adanya interaksi elektron-elektron antara atom-atom berdekatan.
Krital-kristal dari ikatan kovalen murni relatif sedikit ditemukan di alam.
Contoh kristal dengan ikatan kovalen yang banyak ditemukan adalah intan
(diamond), Silikon, Germanium, SiC, Dalam SiC masing-masing atom dikelilingi
oleh empat atom yang lain seperti pada diamond dalam struktur tetrahedral yang
ditunjukkan oleh gambar 2. Hampir semua kristal kovalen bersifat keras, memiliki
titik lebur tinggi, dan tidak dapat larut dalam semua jenis larutan alami, serta
memilki energi kohesif antara 3 ev/atom sampai 5 ev/atom.

10
Gambar 2.(1)struktur tetrahedral dari karbon (2) struktur kisi dari intan

a. Sifat-Sifat Utama Ikatan Kovalen


Ketika dua atom didekatkan, timbul interaksi antar elektronnya dengan
akibat orbit atom serta tingkat energi masing-masing atom teralihkan menjadi
orbit molekul; dua orbit atom yang identik dari kedua atom, sewaktu terpisah
jauh, beralih menjadi dua orbit molekul yang berbeda.Pada salah satu orbit
molekul itu, fungsi gelombang elektron bertumpang tindih sedemikian rupa
sehingga energiinya lebih rendah daripada energi total kedua atom sewaktu
terpisah jauh. Inilah orbit ikat yang membentuk molekul stabil. Orbit molekul
lainnya (orbit antiikat) memiliki energi yang lebih tinggi daripada energi total
kedua atom sewaktu terpisah jauh. Karena itu, orbit ini tidak membentuk molekul
stabil. Asas larangan Pauli juga berlaku pada orbit molekul, tiap orbit molekul
paling banyak dapat didiisi oleh dua elektron yang berkaitan dengan kedua arah
berlawanan spin elektron.
b. Macam-Macam Ikatan Kovalen
1. Ikatan Kovalen Polar
Ikatan Kovalen yang terjadi antara dua atom yang berbeda, contoh HF, HF
memiliki keelektronegatifan yang berbeda

11
2. Ikatan Kovalen Non Polar
Ikatan kovalen yang terjadi diantara dua atom yang sama, dan
kelektronegatifan yang sama,, contoh O2
3. Ikatan Kovalen Koordinasi
Ikatan kovalen dengan elektron berasala dari satu atom, contoh BF3NH3.

c. Kristal kovalen
Atom-atom kristal kovalen diselenggarakan bersama dalam jaringan tiga
dimensi oleh ikatan kovalen saja. Grafit dan intan, alotrop karbon, adalah contoh
yang baik. Karena ikatan kovalen yang kuat dalam tiga dimensi, berlian memiliki
kekerasan tertentu dan titik leleh tinggi. Quartz (SiO2) adalah contoh lain dari
kristal kovalen. Distribusi dari atom silikon dalam kuarsa mirip dengan karbon
dalam berlian, tetapi dalam kuarsa atom oksigen antara setiap pasangan atom Si..
Contoh ikatan kovalen : Atom hidrogen (H) memiliki konfigurasi 1s1 akan
lebih stabil jika pemakaian bersama sepasang elektron dengan sebuah elektron
hidrogen yang lain sehingga membentuk molekul H2.

12
3. Ikatan Logam (Ikatan Metalik)
Apabila sejumlah besar atom bergabung dengan berbagi elektron masing-
masing, ini disebut ikatan logam. Logam seperti besi, tembaga, seng, aluminium,
dan lain-lain, yang membentuk materi mentah banyak perkakas dan instrumen
yang kita lihat atau gunakan sehari-hari, mendapatkan badan yang padat dan rapat
karena ikatan-ikatan logam yang terbentuk oleh atom-atomnya. Para ilmuwan
tidak mampu menjawab pertanyaan mengapa elektron-elektron pada kulit elektron
atom memiliki kecenderungan itu. Yang paling menarik, makhluk hidup menjadi
ada karena kecenderungan ini.
Dalam interaksi antar atom logam, ikatan kimia dibentuk oleh gaya tarik
menarik-menarik elektron oleh inti (nucleus) yang berbeda. Asalnya elektron
milik satu atom yang ditarik oleh inti atom tetangganya yang bermuatan +, dan
elektron ini disharing dengan gaya tarik yang sama oleh inti lain yang
mengitarinya. Akibat jumlah elektron valensi yang rendah dan terdapat jumlah
ruang kososng yang besar, maka e- memiliki banyak tempat untuk berpindah.

Keadaan demikian menyebabkan e- dapat berpindah secara bebas antar


kationkation tersebut. Elektron ini disebut “delocalized electron” dan ikatannya
juga disebut “delocalized bonding”. Elektron bebas dalam orbit ini bertindak
sebagai perekat atau lem. Kation yang tinggal berdekatan satu sama lain saling
tarik menarik dengan elektron sebagai semennya. Pada umumnya unsur dalam
sistem periodik adalah logam, atom logam dapat berikatan sambung menyambung
kesegala arah sehingga dapat menjadi molekul yang besar, akibatnya ikatanya
kuat dan menjadikan logam berbentuk padat.
Ikatan Logam adalah disebut golongan I karena bervalensi I, Pada Kristal
logam atom-atom nya membentuk suatu ikatan yang dikenal dengan nama ikatan
logam, misaln nya padan Na, Fe, Cu, dan sebagainya.
• Setiap logam mempunyai elektron valensi (elektron terluar) yang
sangat mudah bergerak.
• Elektron-elektron valensi dilukiskan sebagai lautan awan/gas
elektron yamg membungkus ion-ion positif.
13
• Ikatan antara gas elektron ini disebut ikatan logam
• Sebagai contoh, perhatikan atom natrium (11Na) dengan
konfigurasi elektron dalam orbital atom sebagai berikut :
Sebagai contoh, perhatikan atom natrium (11Na) dengan konfigurasi
elektron dalam orbital atom sebagai berikut :
2 2 6 z
11Na : 1s -2s -2p -3s

Gambar 3. Struktur ikatan logam. Ikatan antar teras atom yang


dikelilingi oleh elektron-elektron bebas
Orbital atom yang terisi penuh elektron bersama-sama inti atom
membentuk teras atom (core). Dalam kristal logam, teras-teras atom saling
berkaitan, dan elektron valensi menjadi elektron bebas (satu elektron untuk setiap
teras Na).

Gambar 4. Struktur atom dalam sebuah kristal


heksagonal terdapatkan-rapat (hcp)

14
4. Ikatan Van der Walls
Terjadinya interaksi antara momen dipole listrikdari atom bertetangga.
Terjadi tidak saja antara molekul, tapi juga antara setiapatom, termasuk gas jarang
yang hampir tidak berinteraksi, jika tidak demikian gastidak terkondensasi
manjadi zat cair atau zat padat. Kristal molekular memilikititik leleh dan titik
didih yang rendah dan kekuatan mekanis yang kecil
Kristal pada golongan VIII A (gas mulia) yakni Ne, Ar, Kr, Xe, Rn.Atom-
atom gas inert dapat mengalami distorsi yang sangat kecil pada
distribusielektronnya dalam orbital kulit penuh yang berbentuk simetri bola.
Penyimpananini cukup mengubah atom-atom menjadi dipol-dipol listrik. Interaksi
antar dipolinilah yang menghasilkan gaya tarik-menarik yang disebut gaya Van
der Waals. Mekanisme ikatan Van der Walls terjadi pada semua padatan, akan
tetapi ikatan ini lebih dominan tampak pada gas mulia.

Tabel 2.1. Energi ikat untuk padatan gas mulia dan molekul lainnya
Padatan Simbul Energi Kohesif Titik lebur
Neon Ne 0,026 ev/atom 24 K
Argon Ar 0,088 ev/atom 84 K
Krypton Kr 0,12 ev/atom 117 K
Xenon Xe 0,17 ev/atom 161 K
Hidrogen H2 0,01 ev/atom 14 K
Oksigen O2 0,09 ev/atom 54 K
Nitrogen N2 0,081 ev/atom 63 K
Clorine Cl2 0,32 ev/atom 172 K
Hidrogen HCl 0,22 ev/atom 158 K
Clorida
Energi kohesif dari beberapa padatan yang dicantumkan tabel 2.1 bila
dibandingkan dengan energi kohesif pada ikatan ionik tampak sangat kecil sekali,
yang menunjukkan bahwa ikatan Van der Walls adalah sangat lemah sekali.
15
Untuk menjelaskan energi ikat pada ilatan Van der Walls, tinjaulah kristal
dari golongan gas mulia. Pertama tinjaulah komponen energi repulsifnya.
Konfigurasi elektronik dari golongan gas mulia adalah simetri bola dan penurunan
jarak atomic akan menghasilkan meningkatkan terjadinya tumpang-tindih dari sel-
sel electron atom yang berdekatan. Pembatasan terhadap jarak keberadaan dari
fungsi gelombang electron memberi mendorong electron ke keadaan energi lebih
tinggi, karena prinsip Larangan Pauli mencegah dari dua banyak menempati
keadaan-keadaan energi lebih rendah. Peristiwa ini sama dengan gaya repulsive
inter-elektronik dan gaya ini menghasilkan energi potensial. Data eksperimen
menunjukkan bahwa energi repulsif dalam gas mulia sebanding dengan 1/r12.
Selanjutnya untuk menentukan energi ikatan dari gas mulia , maka faktor
enrgi dari gaya tarikan (attractive force) antara dua atom netral yang menyusun
kristal tersebut. Energi ini dikontribusi oleh adanya momen dipole yang
berflukstuasi antara atom-atom tetangga. Dari teori elektrostatik medan listrik
2p
pada sumbu dipole dengan momen p pada jarak r dari dipole adalah .
4 . o r 3
Dengan demikian pasangan dari atom-atom terdekat akan memiliki energi
interaksi yang bergantung pada –(p/r3)2.
Kedua energi yang dijelaskan di atas akan berkontribusi energi kristal
yang terikat oleh gaya van der Walls yang dinyatakan dengan;
A B
E = E = − 6 + 12 (2.7)
r r
yang dikenal dengan potensial Lennard-Jones

5. Ikatan Hidrogen
Ikatan Hidrogen terjadi pada molekul tertentu yang mengandung
atomhidrogen.Molekul air cenderung secara khas untuk membentuk ikatan
hidrogenkarena ke empat pasangan elektron yang mengelilingi atom O dalam H2O
tidak terdistribusi secara simetris, tetapi berpeluang besar untuk didapati dalam
daerah berkerapatan berpeluang besar.

16
Dalam ikatan hidrogen, atom H bersifat sebagai ion positif terutama bila
berikatan dengan atom-atom yang elektronegatif, seperti F, O dan N.

Gambar 5. Susunan kristal es (H2O padat), setiap atom oksigen dikelilingi


oleh 4 atom H. Jarak antar atom 0-0 terdekat 2,76 angstrom dan
antara atom-atom H-O 1,75 angstrom dan H-H 1,01 angstrom.
Bandingkan dengan jarak antar atom H-O dalam molekul air 0,96
angstrom.

Ikatan hidrogen berperanan penting dalam interaksi antar molekul H2O, dan
bersama-sama interaksi elektrostatik dari dipol-dipol listrik (H2O molekul
polar)berperanan dalam pembentukan molekul air dan kristal es; seperti gambar 5.
Sifat-sifat ikatan hidrogen antara lain :
1. Wujud cair, ikatan hidrogen antara satu molekul H2O dengan molekul H2O
yanglain mudah putus, akibat gerak termal atom-atom H dan O. Namun
dapattersambung dengan molekul H2O yang letaknya relatif lebih jauh.
2. Wujud padat, ikatan hidrogennya lebih stabil karena energi termalnya
lebih rendah dari energi ikat hidrogen (kristal es suhunya lebih rendah)
3. Titik lebur dan titik didih bahan molekul bertambah
4. Keterlarutan dalam air lebih mudah apabila dalam sesuatu molekul itu
terdapatikatan hidrogen
5. .Berlaku pemasangan molekul
6. Bentuk molekul protein menjadi lebih tegar dan sangat stabil

17
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Zat padat dapat dibedakan menjadi dua yaitu kristal dan amorf.Kristal
yaitu bila atom atau molekul penyusun tersusun dalam bentuk pengulangan
kontinu untuk rentang yang panjang, terbentuk dari larutan,lelehan, uap, atau
gabungan dari ketiganya sedangkan Amorf yaitu zat padat yang tidak memiliki
bentuk pengulangan keteraturan, jangkauan keteraturan atom biasanya sampai
tetangga kedua.
Jenis Ikatan pada zat padat ada 5 yaitu:
a.
Ikatan Ionik terjadi akibat ikatan ionik antara ion-ion dalam zat
padat.Ikatanionik terjadi karena gaya tarik elektrostatik antara ion positif
dan ion negatif..Contoh : kristal NaCl, ion Na+ dikelilingi oleh 6 ion Cl-
b. Ikatan Kovalen adalah patungan elektron valensi dari kedua atom.Contoh :A
tom hidrogen (H)
c. Ikatan Hidrogen terjadi pada molekul tertentu yang mengandung
atomhidrogen.
d. Ikatan Van Deer Wals terjadi tidak saja antara molekul, tapi juga antara
setiapatom, termasuk gas jarang yang hampir tidak berinteraksi, jika tidak
demikian gastidak terkondensasi manjadi zat cair atau zat padat.
e. Ikatan Logam terjadi bila tarikan antara ion logam positif dan gas
elektronmelebihi saling tolak-menolak antara elektron dalam gas itu; ini
berarti jikareduksi dalam energi potensial elektron melebihi pertambahan
energi kinetik yang bersangkutan.Contoh : Natrium

18
DAFTAR PUSTAKA

www.fsika zat padat.com diakses pada tanggal 23 Maret 2020

www.IkatanIonik dalam kristal.com 23 Maret 2020

https://www.slideshare.net/AhmadFaisalHarish/ikatan-kristal-fisika-zat-padat
diakses pada tanggal 23 Maret 2020

http://staffnew.uny.ac.id/upload/132319975/pendidikan/IKATAN+KRISTAL.pdf
diakses pada tanggal 23 Maret 2020

19
SOAL SOAL

1. Amorf adalah …
a. Material padat dimana atom-atomnya tersusun dalam susunan yang
berulang b.
b. Material yang memiliki ikatan ion dan ikatan kovalen.
c. Material yang memiliki ikatan logam dan ikatan campurand.
d. Material yang tidak memiliki keteraturan atom dalam jarak panjang
2. Perhatikan pernyataan berikut
1) Keras dan stabil
2) Merupakan konduktor yang buruk, karena tidak ada elektron bebas
3) Suhu penguapannya tinggi sekitar 1000 sampai 2000
4) Mudah larut dalam cairan polar (air)
5) Menyerap radiasi infra merah
6) Tidak larut dalam zat cair biasa
7) Penghantar yang buruk8
8) Tembus cahaya (contoh : intan)
Yang merupakan sifat Kristal kovalen adalah …
a. 1, 3, 7, 8
b. 6, 7, dan 8
c. 2, 4, 5, 8
d. d.1, 2 dan 5
e. e.1, 3 dan 8
3. Dalam kristal NaCl, jarak kesetimbangan r antara ion adalah 2,81Å. Maka
energi potensial totalnya adalah...
a. -5,97 eV c. -7,97 eV
b. 5,79 eV d. -9,37 eV

Penyelesaian :
Karena =1,748 dan n=9, energi potensial ion dengan tanda positif atau
negatif adalah:
20
e 2  1 
E= 1 − 
4 0 r  n

=
(9  10 9
) (
N .m 2 / C 2  1,748  1,60  10 −19 C )
2
 1
1 − 
2,81  10 −18 m  9
= −1,27  10 −18 J = −7,97eV
4. Ikatan kovalen dibentuk oleh dua atom atau lebih yang saling memberikan
….
a. Elektronnya membentuk awan elektron
b. Elektronnya membentuk elektron urunan
c. Elektron valensinya membentuk elektron urunan
d. Elektron valensinya membentuk awan elektron

5. Pada ikatan logam ….


a. Atom-atom sejenis maupun tidak sejenis memberikan elektronnya
membentuk elektron urunan
b. Ion-ion sejenis maupun tak sejenis memberikan elektronnya membentuk
elektron urunan
c. Atom-atom sejenis maupun tidak sejenis memberikan elektron valensinya
membentuk awan elektron
d. Ion-ion sejenis maupun tidak sejenis memberikan elektron valensinya
membentuk awan elektron

6 Ikatan hidrogen merupakan suatu bentuk khusus dari ikatan ….


a. Ionik yang molekul-molekul di antaranya berupa atom hidrogen
b. Logam yang molekul-molekul di antaranya berupa atom hidrogen
a. Kovalen yang molekul-molekul di antaranya berupa atom hidrogen
b. Van der walls yang molekul-molekul di antaranya berupa atom hidrogen

7) Sifat dari kristal logam adalah titik lebur ….


a. Tinggi, konduktivitas listrik dan termal tinggi
b. Rendah, konduktivitas listrik dan termal tinggi
c. Tinggi, konduktivitas listrik dan termal rendah
d. Rendah, konduktivitas listrik dan termal rendah
21
Latihan Soal
1. Tentukan Nilai konstanta kisi kristal (R0 /  ) dari unsur Ne

Jawab:

Nilai 0 2,74  Ne = 2.74  dan jarak tetangga terdekat antara atom

(R0 )Ne = 3.13  .Besar konstanta kisinya adalah:
(R0 /  )
= 3,13 / 2,47
= 1,14
2. Tentukan bentuk persamaan potensial Lennard-Jones jika jumlah kisi pada

struktur bcc adalah:  j p ij = 9,1142dan j p ij


−12 −6
= 12,2533

Jawab:
Energi potensial untuk N atom dan pij merupakan jarak antara atom acuan (i)
dengan atom lainnya (j) seperti tersebut di atas adalah
−6
  
−12
  
U = 2 Ne(9,1142)  − (12,2553) 
 R  R 

3. Berapa energi Coulomb kristal NaCl yang memiliki konstanta Madelung


1,748 dan jarak antar ion 0,4 nm?
Jawab:
e2
V = 1,748 dalam hal ini e = 1,6  10 −19 C dan 1 / 4 0 = 9.10 9 Nm 2 C −2
4R
serta
r = 0,4.10 −9 m
(
V = 1,748.9.10 9 . 1,6.10 −10 ) / (0,4.10 )J
2 −9

V = 6,3eV

22
4. Energi ionisasi atom Na sebesar 5,1 eV dan afinitas elektron Cl adalah 3,6
eV. Molekul NaCl berada pada jarak kesetimbangan 2,4A0 . Berapa energi
yang dibebaskan dalam pembentukan molekul NaCl?
Jawab :
Na + 5,1eV → Na + + e −
Cl + e − → Cl − + 3,6eV
Energi nettonya = 5,1-3,6
=1.5 eV

Molekul NaCl berada pada keadaan setimbang r0 = 2,4 

maka V = −e 2 / (4 0 r0 )

= −6eV
= (5,1 − 3,6 − 6)eV
Energi yang dibebaskan
= −4,5eV

23