Anda di halaman 1dari 16

KONSEPSI DAN PERKEMBANGAN JANIN

DISUSUN OLEH

KELOMPOK 2

1. Hairul Akbar Adolo 9. Miftahul Zannah Ntobuo


2. Rahmona Monengo 10. Nurain Rasid
3. Dhea Ananda Mokodongan 11. Muharman Napu
4. Fitrian Maku 12. Sri Ayun Supu
5. Irma NovriantI Mawikere 13. Nur ain Hasan Ngabito
6. Erik Rajak 14. Delviyansyah Pou
7. Fansirto A. Molo 15. Azizah Oktaviana Pontoh
8. Vivi oktaviani Goma

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GORONTALO

2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada allah swt karena dengan ridhonya,kami
dapat menyusun serta dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul
“konsepsi dan perkembangan janin”. penyusun makalah ini bertujuan untuk
menyelesaikan tugas mata kuliah Maternitas 1.

kami menyadari, bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, oleh karena
itu kami mohon kritik dan saran yang membangun, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah yang lebih baik, dan kami berharap makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi seluruh pembaca khususnya mahasiswa keperawatan.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan

BAB II PEMBAHASAN

A. Proses Konsepsi
B. Perkembangan janin

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pembuahan (Konsepsi) adalah merupakan awal dari kehamilan, dimana satu


sel telur dibuahi oleh satu sperma. Sel telur atau ovum manusia diproduksi oleh
indung telur (ovarium) sejak masa janin. Sel bakal telur (sel promordial) mulai
berkembang dengan mengadakan pembelahan pada usia kehamilan 3 bulan.
Pembelahan terhenti pada suatu fase yang tertahan hingga akil balik dan menjadi
sempurna pada saat sel telur dibuahi (Khumaira, 2012 ; hal. 19).
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin mulai
sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan (Khumaira, 2012 ; hal.
3). Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnnya janin, lamanya
kehamilan normal 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari pertama
haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 trimester, yaitu trimester pertama,
dimulai dari hasil konsepsi sampai 3 bulan, trimester kedua dari bulan keempat
sampai 6 bulan, trimester ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan (Khumairah,
2012 ; hal.3). Kehamilan mempengaruhi perubahan fisik dan mental emosi ibu.
Pada masa kehamilan, emosi muadaj naik dan turun. Muncul rasa cemas dan
takut menghadapi persalinan dan kondisi bayi dalam kandungan. Hal tersebut
bisa diakibatkan perubahan hormon dalam tubuh serta ada keinginan ibu
mendapatkan perhatian suami dan lingkungannya,karenanya ibu perlu
memantau perkembangan kesejahteraan janin dengan konsultasi pada bada
kedokteran.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa itu konsepsi dan bagaimana proses konsepsi ?


2. Apa itu perkembangan janin ?
3. Bagaimana fase – fase perkembangan janin ?
4. Bagaimana tahap – tahap perkembangan janin ?
C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui konsepsi dan proses terjadinya konsepsi
2. Untuk mengetaui bagaimana perkembangan janin
3. Untuk mengetahui fase dan tahap perkembangan janin
BAB II
PEMBAHASAN

A. PROSES KONSEPSI
1. Pengertian konsepsi
Konsepsi disebut juga dengan fertilisasi atau pembuahan. Pengertian
konsepsi adalah peristiwa bertemunya sel telur (ovum) dengan sel sperma.
Pembuahan atau konsepsi merupakan awal dari kehamilan , dimana satu sel
telur dibuahi oleh satu sperma. Ovulasi (Pelepasan sel telur) adalah
merupakan bagian dari siklus menstruasi normal, yang terjadi sekitar 14 hari
sebelum menstruasi . Sel telur yang dilepaskan bergerak ke ujung tuba
fallopi (saluran telur) yang berbentuk corong , yang merupakan tempat
terjadinya pembuahan. Jika tidak terjadi pembuahan , sel telur akan
mengalami kemunduran (degenerasi) dan dibuang melalui vagina
bersamaan dengan darah menstruasi. Jika terjadi pembuahan maka sel telur
yang telah dibuahi oleh sperma ini akan mengalami serangkaian
pembelahan dan tumbuh menjadi embrio (bakal janin). (Marjati dan Yulifah
R. 2010)

Persiapan Ovum Untuk Konsepsi

Proses penghasil telur terjadi di dalam ovarium, khususnya folikel


ovarium. Setiap bulan 1 ovum matang menjadi matur dengan sebuah
penjamu yang mengelilingi sel pendukung.

Saat ovulasi , ovum keluuar dari folikel ovarium yang pecah karena kadar
estrogen yang tinggi mengakibatkan meningkatnya gerakan silia tuba
tersebut untuk dapat menangkap ovum dan menggerakkannya sepanjang
tuba , menuju rongga rahim (kavum uteri).

Ada 2 lapisan pelindung yang mengelilingi ovum yaitu lapisan pertama


berupa membran tebal tidak berbentuk yang disebut zona pellusida,
lingkaran luar disebut corona radiata yang terdiri dari sel – sel oval yang
disatukan oleh asam hialuronidase.

Ovum dianggap subur selama 24 jam setelah ovulasi. Apabila tidak


difertilisasi oleh sperma ovum akan berdegenerasi dan direabsorbsi.

2. Persiapan Sperma untuk konsepsi


Ejakulasi pada hubungan seksual dalam kondisi normal mengakibatkan
pengeluaran semen yang mengandung 200 – 500 juta sperma ke dalam
vagina. Sperma bergerak den gan gerakan flagel pada ekornya. Beberapa
sperma dapat mencapai tempat fertilisasi dalam lima menit tetapi rata – rata
waktu yang dibutuhkan ialah 4 – 6 jam.

Sperma akan tetapa hidup dalam sistem reproduksi wanita selama 2 – 3 hari.
Kebanyakan sperma akan hilang divagina di dalam lendir serviks,
diendometrium atau sperma memasuki saluran yang tidak memiliki ovum.
Sewaktu sperma berjalan melalui tuba uterine , enzim – enzim yang
dihasilkan disana akan membantu kapasitas sperma.

Kapasitas adalah perubahan fisiologis yang membuat lapisan pelindung


lepas dari kepala sperma (akrosom) sehingga terbentuk lubang kecil di
akrosom yang memungkinkan enzim seperti hialuronidase keluar.

Enzim hialuronidase dibutuhkan agar sperma dapat menembus lapisan


pelindung ovum (corona radiata) sebelum fertilisasi.

3. Proses fertilisasi
a. Fertilisasi berlangsung diampulla tuba.
b. Apabila sebuah sperma berhasil menembus membran yang
mengelilingi ovum, baik sperma maupun ovum akan berada dalam
membran dan membran tidak lagi dapat ditembus olehy sperma lain
yang diseb ut reaksi zona.
c. Pembelahan meosis kedua oosit selesai dan nucleus ovum menjadi
pronukleus ovum, kemudian kepala sperma membesar dan menjadi
pronukleus pria sedangkan ekornya berdegenerasi.
d. Nucleus akan menyatu dan kromosom bergabung sehingga dicapai
jumlah yang diploid (46) dengan demikian konsepsi berlangsung
maka terbentuklah zigot (ovum) dibuahi sperma/sel pertama individu
baru.
e. Replikasi sel mitosis yang disebut pembelahan dimulai saat zigot
berjalan sepanjang tuba uterine menuju uterus , perjalanan
membutuhkan waktu 3-4 hari karena telur yang difertilisasi
membelah dengan sangat cepat sedangkan ukurannya tidak
bertambah kemudian terbentuk sel – sel kecil yang dinamakan
blastomer yang terbentuk pada tiap pembelahan.
f. Morula terdiri atas 16 sel , berupa bola sel padat yang dihasilkan
selama dalam 3 hari. Morula masih dikelilingi oleh lapisan
pelindung zona pellusida. 1 sel 2 sel 4 sel sampai 16 Sel
Morula
g. Perkembangan selanjutnya terjadi sewaktu morula mengapung bebas
didalam uterus sehingga cairan masuk ke dalam zona pellusida dan
menyusup ke dalam ruang interseluler di antara blastomer
selanjutnya terbentuk ruang di dalam masa sel karena ruangan
interseluler itu menyatu dan terbentuklah struktur yang disebut
blastosit.
h. Pembentukan blastosit menandai diferensiasi utama pertama embrio.
i. Masa sel padat sel bagian dalam berkembang menjadi embrio dan
membran embrio disebut amnion.
j. Lapisan sel luar yang mengelilingi rongga disebut trofoblas akan
berkembang menjadi membran embrio lain yaitu korion, bagian
embrionik plasenta.

4. Nidasi / Implantasi
Implantasi adalah penempelan blastosis ke dinding rahim , yaitu pada
tempatnya tertanam.
Zona pellusida berdegenerasi dan trofoblas melekatkan dirinya pada
endometrium rahim biasanya pada daerah fundus anterior atau posterior .
antara 7 – 10 hari setelah konsepsi trofoblas mensekresi enzim yang
membantunya membenamkan diri ke dalam endometrium sampai seluruh
bagian blastosis tertutup , proses ini dikenal sebagai nidasi. Pembuluh darah
endometrium pecah dan sebagian wanita akan mengalami pendarahan
ringan akibat nidasi (bercak darah).

5. Plasentani
Setelah implantasi endometrium disebut desidua. Desidua terdiri atas
desidua basalis, desidua kapsularis, dan desidua vera.

Desidua basalis adalah bagian yang langsung berada di bawah blastosit


tempat villi korion mengetuk pembuluh darah disebut juga sebagai tempat
plasentasi atau terletak antara hasil konsepsi dan dinding rahim.

Desidua Kapsularis adalah bagian yang menutupi blastosis atau


meliputi hasilm konsepsi ke arah rongga rahim, lama – kelamaan bersatu
dengan desidua vera.

Desidua vera meliputi lapisan dalam dinding rahim lainnya atau bagian
yang melapisi sisa uterus.

B. PERKEMBANGAN JANIN
1. Definisi perkembangan janin
Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang progresif dan
kontinyu (berkesinambungan) dalam diri individu dari mulai lahir sampai
mati (The progressive and continue in the organism from birth to death).
Pengertian lain dari perkembangan adalah perubahan– perubahan yang
dialami individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya atau
kematangannya (maturation) yang berlangsung secara sistematis,
progresifdan berkesinambungan, baik menyangkut fisik (jasmaniah)
maupun psikis (rohaniah) (Yusuf, 2011). Perkembangan (development)
adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh
yang lebih kompleks, mengikuti pola yang teratur dan dapat diramalkan,
sebagai hasil dari proses pematangan (Mansur, 2009)
Prinsip – prinsip perkembangan menurut Yusuf (2011) yaitu:
a. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti (Never
Ending Process Manusia secara terus-menerus berkembang atau
berubah yang dipengaruhi oleh pengalaman atau belajar sepanjang
hidupnya. Perkembangan berlangsung secara terus-menerus sejak
masa konsepsi sampai mencapai kematangan atau masa tua.
b. Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi Setiap aspek
perkembangan individu, baik fisik, emosi, intelegensi, maupun
sosial, satu sama lainnya saling mempengaruhi. Terdapat korelasi
yang positif diantara aspek- aspek tersebut
c. Perkembangan itu mengikuti pola atau arah tertentu Setiap tahap
perkembangan merupakan hasil perkembangan dari tahap
sebelumnya yang merupakan syarat bagi perkembangan selanjutnya.
d. Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan Perkembangan
fisik dan mental mencapi kematangannya terjadi pada waktu dan
tempo yang berbeda (ada yang cepat dan ada yang lambat).
e. Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas Setiap individu
yang normal akan mengalami tahap / fase perkembangan.Prinsip ini
berarti bahwa dalam menjalani hidupnya yang normal dan berusia
panjang individu akan mengalami fase– fase perkembangan : janin,
bayi, kanak – kanak, anak, remaja, dewasa dan masa tua.

2. Fase–fase perkembangan
Fase perkembangan dapat diartikan sebagai penahapan atau
pembabakan rentang perjalanan kehidupan individu yang diwarnai ciriciri
khusus atau pola tingkah laku tertentu. Mengenai masalah pembabakan atau
periodisasi perkembangan ini, para ahli berbeda pendapat.Pendapat–
pendapat itu secara garis besar dapat digolongkan menjadi tiga yaitu
berdasarkan analisis biologis, didaktisdan psikologi(Yusuf, 2011)
a. Tahap perkembangan berdasarkan analisis biologis Menurut
Elizabeth Hurlock yang dikutip dari Yusuf (2011)
mengemukakan penahapan perkembangan individu, yakni
sebagi berikut :
Tahap I :FasePrenatal (sebelum lahir), mulai masa konsepsi
sampai proses kelahiran, yaitu sekitar 9 bulan atau
280 hari.
Tahap II : Infancy (orok), mulai lahir sampai usia 10 atau 14
hari.
Tahap III: Babyhood (bayi), mulai dari 2 minggu sampai usia 2
tahun.
Tahap IV: Childhood (kanakkanak), mulai 2 tahun sampai masa
remaja (puber).
Tahap V : Adolesence / puberty, mulai usia 11 atau 13 tahun
sampai usia 21 tahun
b. Tahap perkembangan berdasarkan didaktis Yang dapat
digolongkan kedalam penahapan berdasarkan didaktis atau
instruksional antara lain pendapat dari Comenius dan pendapat
Rosseau (Yusuf, 2011). Comenius : Dipandang dari segi
pendidikan, pendidikan yang lengkap bagi seseorang itu
berlangsung dalam empat jenjang yaitu :
 Sekolah ibu (Scola Maternal) untuk anak usia 0-6 tahun.
 Sekolah bahasa ibu (Scola Vernaculan) untuk anak usia 6-
12 tahun.
 Sekolah latin ( Scola Latina) untuk remaja usia 12-18 tahun.
 Akademi (Academica) untuk pemuda-pemudi usia 18-24
tahun.
Rosseau : Perkembangan ini berupa :
Tahap I : 0-2 tahun, usia asuhan.
Tahap II: 2-12 tahun, masa pendidikan jasmani dan latihan
panca indera.
Tahap III : 12-15 tahun, periode pendidikan akal.
Tahap IV:15-20 tahun, periode pendidikan watak dan
pendidikan agama.
c. Tahap perkembangan berdasarkan psikologis Menurut Yusuf
(2011) perkembangan individu dapat digambarkan melewati tiga
periode atau masa yaitu : Dari lahir sampai kegoncangan
pertama (tahun kedua atau keempat yang biasa disebut masa
kanak-kanak). Dari masa kegoncangan pertama sampai masa
kegoncangan kedua yang disebut dengan keserasian bersekolah.
Dari masa kegoncangan kedua sampai akhir masa remaja yang
biasa disebut masa kematangan.

3. Tahap perkembangan janin


Kehamilan normal biasanya berlangsung kira-kira 10 bulan atau 9 bulan
kalender, atau 40 minggu, atau 280 hari. Lama kehamilan dihitung dari hari
pertama menstruasi terakhir (HPMT). Akan tetapi sebenarnya konsepsi
terjadi sekitar 2 minggu setelah hari pertama menstruasi terakhir.Dengan
demikian umur janin pasca konsepsi ada selisih kira-kira dua minggu, yakni
266 hari atau 38 minggu. Usia pasca konsepsi ini akan digunakan untuk
mengetahui perkembangan janin (Kusmiati Y. Wahyuningsih H.P dan
Sujiyatini, 2009). Pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim
sangat dipengaruhi oleh kesehatan ibu, keadaan janin itu sendiri dan
plasenta sebagai akar yang akan memberikan nutrisi. Umur janin yang
sebenarnya dihitung dari saat fertilisasi atau sekurang-kurangnya dari saat
ovulasi.
Menurut Kusmiati Y. Wahyuningsih H.P dan Sujiyatini (2009),
pertumbuhan hasil konsepsi dibedakan menjadi tiga tahap penting yaitu:
a. Tingkat ovum (telur) umur 0-2 minggu, dimana hasil konsepsi
belum tampak berbentuk dalam pertumbuhan.
b. Tingkat embrio (mudiqah) antara umur 3-5 minggu dan sudah
terdapat rancangan bentuk alatalat tubuh.
c. Tingkat janin (fetus) sudah berbentuk manusia dan berumur
diatas 5 minggu
Masa kehidupan intra uterin manusia secara umum menurut Yuliakhah
(2006), dibagi menjadi 2 tahap yaitu :
a. Masa embrional Masa embrional, meliputi masa pertumbuhan
intrauterin sampai usia kehamilan 8 minggu, ketika ovum yang
dibuahi (zigot) mengadakan pembelahan dan diferensiasi sel-
sel menjadi organorgan yang hampir lengkap sampai terbentuk
struktur yang akan berkembang menjadi bentuk manusia.
Proses pembentukan organ dari tidak ada menjadi ada
(organogenesis) pada beberapa sistem organ, misalnya sistem
sirkulasi, berlanjut terus sampai minggu ke-12 sehingga
beberapa sumber mengklasifikasikan pertumbuhan masa
embrional sampai dengan minggu ke-12 (trimester pertama
kehamilan).
b. Masa fetal Meliputi masa pertumbuhan intrauterin antara usia
kehamilan minggu ke 8-12 sampai dengan sekitar minggu ke-
40 (pada kehamilan normal / aterm), ketika organisme yang
telah memiliki struktur lengkap tersebut mengalami
pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sampai pada
keadaan yang memungkinkan untuk hidup dan berfungsi di
dunia luar (ekstra uterin).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

1. Konsepsi disebut juga dengan fertilisasi atau pembuahan. Pengertian


konsepsi adalah peristiwa bertemunya sel telur (ovum) dengan sel
sperma. Jika terjadi pembuahan maka sel telur yang telah dibuahi oleh
sperma ini akan mengalami serangkaian pembelahan dan tumbuh
menjadi embrio (bakal janin).
2. Perkembangan janin adalah perkembangan adalah perubahan–
perubahan yang dialami individu atau organisme menuju tingkat
kedewasaannya atau kematangannya (maturation) yang berlangsung
secara sistematis, progresifdan berkesinambungan, baik menyangkut
fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah) yang memiliki fase dan
tahapan.

B. SARAN
Proses konsepsi, kehamilan dan melahirkan merupakan hal yang sangat
penting untuk diketahui, oleh karena itu diharapkan kepada para pembaca
untuk meningkatkan pemahaman mengenai proses terjadinya konsepsi,
kehamilan hingga kelahiran.
DAFTAR PUSTAKA

Hani U, Kusbandiyah J, Marjati dan Yulifah R. 2010. Asuhan Kebidanan pada


Kehamilan Fisiologis.Jakarta : Salemba Medika

Khumiyati Y, Wahyuningsih H.P dan Sujiyatini. 2009. perawatan ibu hamil.


Yogyakarta: fitramaya

khumairah marsha. 2012 ilmu kebidanan. yogyakarta: citra pustaka

Mansur H. 2009. Psikologi Ibu dan Anak untuk Kebidanan.Jakarta : Salemba

Yusuf, Syamsu. Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: PT remaja


Rosdakarya, 2011

Sumber : Jurnar Internasional (Academia. edu. com)