Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PANDUAN KOMPREHENSIF PENCEGAHAN COVID-19


PANTI PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA (PPLSU) SUDAGARAN
BANYUMAS

Oleh:
Slamet Turah., S.Kep I4B019001
Tuti Hartini., S.Kep I4B019004
Nur Ahmad Yanu S., S.Kep I4B019014
Lailatul Fitra., S.Kep I4B019022
Riana Dwi Agustina., S.Kep I4B019025
Sania Kirna Khusnul K., S.Kep I4B019028
Fadilla Ika Myrina ., S.Kep I4B019031
Irma Septiani., S.Kep I4B019033
Qurrota A’yunina., S.Kep I4B019045

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN


FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM PROFESI NERS
PURWOKERTO
2020
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

1. Nama kegiatan : Panduan Komprehensif Pencegahan Covid-19


bagi
Petugas Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia
(PPLSU) Sudagaran Banyumas
2. Deskripsi singkat kegiatan : Kegiatan pembelajaran dimulai dengan
menyampaikan
materi mengenai pencegahan covid -19 oleh
mahasiswa kepada petugas panti. Penyampaian
materi dibantu dengan menggunakan media
booklet sebagai panduan komprehensif
pencegahan covid-19 yang nantinya akan
diberikan kepada pihak panti, sehingga
diharapkan dapat memudahkan petugas panti
dalam memberikan pengetahuan kepada lansia
mengenai pencegahan dan penanganan Covid
19.
3. Tujuan : Memudahkan petugas dalam memberikan
pengetahuan
tentang covid19 sesuai Panduan Komprehensif
Pencegahan Covid-19
4. Sasaran : Petugas Panti
5. Metode : Ceramah dan diskusi
6. Media : Booklet
7. Waktu : Senin, 20 April 2020 (60 menit)
8. Tempat : Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPLSU)
Sudagaran
Banyumas
9. Pengorganisasian :
a. Penyaji :
1) Fadilla Ika Mayrina, S.Kep
2) Irma Septiani, S.Kep
3) Tuti Hartini, S.Kep
b. Moderator :
1) Sania Kirna K.K, S.Kep.
c. Fasilitator :
1) Lailatul Fitra, S.Kep.
2) Qurrota A’yunina, S.Kep
3) Slamet Turah, S.Kep
d. Observer :
1) Nur Ahmad Yanu S, S.Kep.
2) Riana Dwi Agustina, S.Kep
10. Run down kegiatan (dalam bentuk tabel) :
NO. TAHAP WAKTU PEMATERI PESERTA
1. Pembukaan 5 menit a. Mengawali kegiatan a. Menjawab salam
dengan salam
pembuka
b. Memperkenalkan b. Memperhatikan
anggota pemateri c. Berpartisipasi aktif
c. Melakukan
persamaan persepsi d. Mendengarkan dan
d. Menjelaskan memperhatikan
maksud dan tujuan

2. Kegiatan inti 15 menit a. Menjelaskan materi a. Menyimak


penyuluhan tentang pencegahan penjelasan dari
covid 19 secara pemateri dengan
komprehensif cermat
b. Memberikan b. Memberikan
kesempatan kepada pertanyaan
peserta untuk mengenai materi
bertanya yang belum jelas
c. Menjawab c. Menyimak jawaban
pertanyaan peserta yang disampaikan
yang berkaitan oleh pemateri
dengan materi yang
belum jelas

3. Penutup 10 menit a. Menyimpulkan a. Menyimak


materi yang telah kesimpulan dari
disampaikan materi yang telah
b. Memberikan disampaikan
pertanyaan kepada b. Menjawab
peserta sebagai pertanyaan dari
evaluasi pemateri
c. Memberikan booklet c. Menerima booklet
kepada petugas yang diberikan
sebagai panduan
pencegahan covid 19
d. Mengakhiri kegiatan d. Menjawab salam
penyuluhan dengan
memberikan salam
penutup

11. Evaluasi :
1. Evaluasi struktur
a. Komitmen terhadap kontrak waktu, tempat dan peserta
b. Kontrak waktu dan tempat 1 hari sebelumnya
c. Ketersediaan dan kesesuaian fungsi media sesuai dengan yang
dibutuhkan
2. Evaluasi proses
a. Tim penyaji mampu memberikan informasi dengan jelas sesuai dengan
tujuan yang telah ditetapkan
b. Peserta mendengarkan dan berpartisipasi aktif sampai akhir kegiatan
c. Tidak terdapatnya distraksi yang mengganggu proses penerimaan
materi.
3. Evaluasi hasil
a. Peserta menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang
Pencegahan Covid 19 dengan benar
b. Peserta mampu menjawab pertanyaan yang diberikan penyaji.
- Bagaimana proses penyebaran Covid 19 dapat menular dari satu
orang ke orang lain?
- Bagaimana tindakan yang tepat untuk mencegah penyebaran Covid
19?
Lampiran materi

PANDUAN KOMPREHENSIF PENCEGAHAN COVID-19

1. Pendahuluan
Corona virus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit pneumonia
yang disebabkan oleh virus corona. Penyakit ini pertama kali dijumpai di Wuhan,
China pada bulan Desember 2019 (WHO, 2020). Penyebarannya yang sangat
cepat menyebabkan jumlah penderita terus bertambah setiap harinya. Berdasarkan
data dari WorldOMeter (2020). Gejala umum yang sering dijumpai dari penyakit
ini yaitu demam, rasa lelah, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin
mengalami rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan, sesak
nafas atau diare. Covid-19 menyebar dari orang ke orang melalui percikan-
percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit Covid-19
batuk atau mengeluarkan napas. Percikan kemudian jatuh ke permukaan benda
sekitar, orang yang menyentuh permukaan tersebut lalu menyentuh mata, hidung
atau mulutnya dapat terjangkit Covid-19. Sehingga, menjaga jarak lebih dari 1
meter dan selalu melakukan pola hidup bersih dan sehat dapat mencegah
penyebaran Covid-19 (WHO Indonesia, 2020).
Orang lanjut usia merupakan salah satu orang yang sangat rentan terserang
COVID-19. Hal ini disebabkan karena banyak faktor. Faktor yang pertama yaitu
kondisi kesehatan awal yang buruk seperti adanya penyakit penyerta seperti
penyakit Diabtes Mellitus, penyakit Jantung Koroner, penyakit Pneumonia dan
penyakit kronis lainnya. Akibat terserang penyakit kronis sistem imun sebagai
pelindung tubuh pun tidak bekerja secara maksimal. Hal inlah yang menyebabkan
lansia sangat rentan terserang COVID-19. Faktor yang kedua kurangnya paparan
informasi karena terbatasnya akses terhadap sumber-sumber informasi. Lansia di
panti sangat sulit menerima informasi baru terkait perkembangan sebaran Covid-
19 hal tersebut dikarenakan sumber informasi yang sulit didapatkan secara
berkala baik dari media masa maupun sumber informasi lainnya. Faktor yang ke
tiga adalah kondisi lingkungan yang kurang memungkinkan untuk pembatasan
interaksi. Lingkungan yang sangat berkeluarga antara lansia satu dengan lansia
lainnya menjadikan proses social distancing tidak bekerja secara maksimal.
Lansia akan lebih senang jika berkumpul dengan lansia yang lain untuk mengatasi
rasa kebosanan dan kesepian pada dirinya. Faktor yang ke empat adalah faktor
fisiologis seperti penurunan fungsi kognitif dan indera. Seiring pertambahan usia,
tubuh akan mengalami berbagai penurunan akibat proses penuaan, mulai dari
menurunnya produksi pigmen warna rambut, produksi hormon, kekenyalan kulit,
massa otot, kepadatan tulang, kekuatan gigi, hingga fungsi kognitif ataupun
fungsi penginderaan. Faktor itulah yang menyebabkan lansia sangat sulit
menangkap informasi baru dikarenakan lansia mengalami dimensia. Kemudian
faktor yang terakhir adalah faktor sosial dan budaya seperti kebiasaan hidup
bersih dan sehat. Masing-masing lansia mempunya budaya dan kebiasaannya
masing-masing. Dengan melekatnya kebiasaan tersebut sulit pagi petugas untuk
mengubah kebiasaan lansia. Sebagai contoh saat wabah Covid-19 ini lansia tidak
diperbolehkan untuk melakukan salaman dengan lansia lainnya, namun karena
kebiasaan dan budaya sejak dahulu lansia sering melanggar peraturan tersebut.
Oleh karena itu perlu tindakan khsusu untuk menjaga lansia agar tidak terkena
wabah Covid-19 karena lansia merupakan kelompok orang yang sangat rentan
untuk terkena wabah virus Covid-19.

2. Tata Laksana Untuk Lansia


a. Prosedur pencegahan dan pengendalian lansia isolasi diri di panti
 Physical distancing.
Tempatkan lansia di dalam asrama maksimal 2 orang dalam satu kamar
yang memiliki ventilasi yang baik (memiliki jendela terbuka, atau pintu
terbuka), jika tidak memungkinkan maka jaga jarak minimal 1 meter
antara lansia satu dengan lansia lain. Selain itu batasi pergerakan dan
minimalkan berbagi ruangan yang sama. Pastikan ruangan bersama
(seperti dapur, kamar mandi) memiliki ventilasi yang baik. Kemudian
berikan pengarahan kepada lansia agar menjaga kebersihan ruangannya
dengan baik seperti menyapu dan mengepel jika dirasa ruangan sudah
kotor, mengganti sprei tempat tidur seminggu sekali dan tidak meletakkan
pakaian kotor di dalam kamar. Serta sering membuka cendala kamar agar
udara dan sinar matahari dapat masuk ke ruangan.
 Cuci Tangan.
Anjurkan lansia untuk melakukan hand hygiene (cuci tangan) segera
setiap ada kontak dengan luar baik benda atau orang. Lakukan cuci
tangan sebelum dan setelah menyiapkan makanan, sebelum makan,
setelah dari kamar mandi, dan kapanpun tangan kelihatan kotor. Jika
tangan tidak tampak kotor dapat menggunakan hand sanitizer, dan untuk
tangan yang kelihatan kotor menggunakan air dan sabun. Jika mencuci
tangan menggunakan air dan sabun, bisa menggunakan handuk bersih
milik sendiri untuk mengeringkan dan segera ganti jika sudah basah.
 Penggunaan Maker.
Untuk mencegah penularan melalui droplet, anjurkan lansia untuk
menggunakan masker kain untuk dipakai sesering mungkin.
 Hygiene
Anjurkan lansia agar selalu menjaga kebersihan diri seperti mandi dua
kali sehari, menggunakan pakaian bersih, mencuci pakaian kotor sesegera
mungkin, mencuci alat makan milik pribadi dan menyimpannya di tempat
yang telah disediakan.
 Etika batuk dan bersin
Melakukan etika batuk dan bersin dengan benar, yaitu dengan cara
menutupi mulut dan hidung dengan tisu atau siku/ jaringan yang tertekuk
saat batuk atau bersin. Kemudian segera buang tisu bekas kedalam tempat
sampah yang sudah disediakan. Serta anjurkan lansia agar tidak
membuang ludah sembarangan. Ajarkan agar membuang ludah di kamar
mandi kemudan di siram menggunakan air bersih.
 Meningkatkan imunitas tubuh
Anjurkan lansia agar menjaga imunitas tubuh dengan cara makan
makanan yang bergizi seperti buah dan sayur, olahraga pagi seperti
senam, meditasi maupun yoga, serta istirahat yang cukup.

b. Aktivitas yang dapat dilakukan lansia saat isolasi diri di panti


 Olahraga. Ajurkan lansia untuk melakukan olahraga yang sesuai seperti
senam, meditasi, yoga, dan latihan pernapasan.
 Berjemur pagi hari selama ± 15 menit sekitar pukul 10.00 WIB (bayangan
lebih pendek dari tinggi badan) dan kulit langsung terpapar sinar
matahari. Penggunaan topi, sunscreen serta pakaian bersifat menghalangi
paparan sinar matahari ke kulit. Berjemur meningkatkan kebutuhan
vitamin D sehingga memperkuat sistem imun atau kekebalan tubuh yang
menjadi salah satu cara mencegah terjangkit virus corona (Covid-19)
 Tidur dan istirahat yang cukup untuk meningkatkan sistem kekebalan
tubuh dan mengontrol emosi lansia.
 Aktivitas keagamaan (pengajian dan tadarus) untuk meningkatkan sistem
kekebalan tubuh dan mengontrol emosi lansia
 Aktivitas pengisi waktu luang. Lansia dapat melakukan kegiatan yang
disenangi selama karantina dengan tidak melibatkan banyak lansia lain
seperti merajut, bermain catur, menyulam dan lain-lain.

c. Penatalaksanaan covi-19 pada lansia yang terdapat gejala atau suspect.


 Ketika lansia memiliki gejala yang mencurigakan seperti demam, batuk,
sakit tenggorokan, sesak dada, dispnea, kelelahan, mual dan muntah,
diare, konjungtivitis, nyeri otot, atau gejala lain yang tidak biasanya
dialami maka harus dilakukan pemeriksaan. Status kesehatan harus dinilai
oleh staf medis panti, kemudian segera melakukan konsultasi dengan
dokter rumah sakit. Lansia yang memiliki kondisi kesehatan abnormal
akan dipindahkan ke lembaga medis. Petugas yang membawa lansia ke
rumah sakit harus mengenakan masker bedah. Selain itu, tidak disarankan
untuk menggunakan kendaraan umum, gunakanlah kendaraan pribadi
panti atau menunggu instruksi dari pihak rumah sakit untuk memastikan
apakah lansia akan dijemput oleh pihak rumah sakit atau diantar oleh
pihak panti.
 Orang yang memiliki kontak dekat dengan lansia yang curiga covid-19
harus melakukan karantina mandiri dan menerima pengamatan medis
selama 14 hari.
 Melakukan desifeksi. Setelah lansia yang curiga covid-19 pergi (sudah
diantar ke rumah sakit), ruangan tempat lansia tinggal dan kemungkinan
bahan yang terkontaminasi harus dilakukan desinfeksi.

3. Tata laksana untuk petugas panti


a. Hal-hal yang perlu diperhatikan petugas dalam menjaga diri saat wabah
covid-19
Petugas panti merupakan salah satu orang yang berisiko terinfeksi COVID-19,
karena petugas lebih sering bepergian dan lebih banyak berinteraksi dengan
orang lain. Hal yang perlu dilakukan oleh petugas panti yaitu dengan tetap
menjaga diri tetap sehat dan melindungi diri dari COVID-19 di tempat kerja
atau di luar lingkungan kerja saat memberikan pelayanan kepada lansia. Hal
tersebut bertujuan untuk mencegah paparan dan penyebaran COVID-19.
 Gunakan masker ketika keluar rumah dan di panti untuk melindungi diri
dari paparan virus dan mencegah penyebaran virus ketika anda
batuk/bersin atau tidak sehat, segera periksakan diri ke pelayanan
kesehatan. Namun lebih baik tidak berada di panti atau bepergian ketika
merasa tidak sehat untuk isolasi diri.
 Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut pada saat tangan kotor atau
setelah menyentuh permukaan suatu benda atau berjabat tangan dengan
orang lain.
 Lakukan physical distancing. Physical distancing tetap diterapkan pada
saat memberikan pelayanan kepada lansia sesuai dengan protokol dan
kebijakan yang berlaku.
 Terapkan etika batuk atau bersin dengan menutup hidung dan mulut
dengan lengan atas bagian dalam atau tisu, lalu buanglah tisu ke tempat
sampah dan segera cuci tangan.
 Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan menjaga
kebersihan tangan dengan melakukan cuci tangan secara rutin dan tepat
menggunakan sabun di air mengalir atau menggunakan cairan berbasis
alkohol.
 Segera bersihkan diri (cuci tangan, mandi, ganti pakaian) saat pulang ke
rumah untuk mencegah paparan virus kepada keluarga.
 Jaga imunitas tubuh tetap terjaga dengan makan teratur, bergizi, dan
sehat; pola tidur yang teratur; menerapkan PBHBS.
 Pantau perkembangan penyebaran COVID-19 dan kebijakan pemerintah
terkait COVID-19.
 Lakukan monitoring secara berkala kesehatan lansia dan masalah-masalah
yang timbul pada lansia.

b. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat berinteraksi dengan lansia ketika wabah
covid-19
Menurut Nugroho (2009) terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika
menjalin komunikasi dengan lansia antara lain:
 Saat memberikan informasi mengenai COVID 19, tidak boleh
memberikan stigma melainkan harus memberikan pengertian/informasi
terkait physical distancing supaya lansia tidak merasa diisolasi/dikucilkan
 Memberikan perhatian pada lansia yang merasa kesepian karena tidak
boleh dikunjungi oleh siapapun
 Menempatkan diri sebagai pribadi yang menyenangkan sehingga mampu
menghibur lansia
 Memberikan dukungan/pendampingan pada lansia untuk tetap melakukan
aktivitas ringan sehingga bisa menghilangkan kebosanan
 Memberikan pelayanan secara komprehensif
 Pemenuhan kebutuhan secara tepat, dimana petugas dapat belajar
memahami kebutuhan lansia dan berusaha untuk memenuhinya
 Menghindari sikap sensitif, dimana petugas harus bersikap secara
profesional dan tidak boleh menampilkan sikap yang menyinggung
perasaan lansia.

4. Tata laksana lingkungan panti


a. Penyediaan fasilitas cuci tangan

Kebersihan tangan sangat penting, oleh sebab itu fasilitas kebersihan


tangan harus ada untuk semua petugas dan staff panti di semua tempat
wilayah panti seperti ruang pertemuan, ruangan khusus petugas. Fasilitas
kebersihan tangan fungsional harus tersedia untuk semua lansia, anggota
keluarga dan pengunjung, dan harus tersedia dalam jarak 5 m dari toilet, serta
di ruang tunggu, ruang makan dan area publik lainnya, selain itu adanya
penambahan fasilitas informasi seperti poster, banner ataupun booklet
tentang cuci tangan juga bermanfaat agar baik lansia, pengujung dan petugas
panti dapat lebih paham akan manfaat dan bagaimana teknik cuci tangan
yang baik (WHO 2020).

b. Kebersihan lingkungan
Kebersihan lingkungan dapat dilakukan dengan menerapkan praktik
pembersihan (menyapu, mengepel) dan desinfeksi secara teratur. Prosedur
pembersihan dan desinfeksi yang direkomendasikan untuk fasilitas perawatan
kesehatan termasuk panti harus diikuti secara konsisten dan benar.
Pembersihan harus dilakukan dan permukaan di semua lingkungan
setidaknya dilakukan sekali sehari dan ketika pasien keluar. Saat ini, WHO
(2020) merekomendasikan untuk menggunakan:
 Alkohol 70% untuk mendisinfeksi area kecil seperti penggunaan
peralatan khusus yang dapat digunakan kembali (misalnya termometer);
 Natrium hipoklorit 0,5% (setara dengan 5000 ppm) untuk disinfektan
suatu permukaan (misal meja/ barang di tempat umum)
Selain itu, kebersihan lingkungan juga dapat diterapkan dengan secara
teratur mencuci seprai dan pakaian pasien dan membuang limbah panti
secara aman.
c. Pembatasan kunjungan
Untuk mencegah terjadinya penyebaran covid-19, panti dapat
memberlakukan tidak menerima kunjungan sampai pandemi corona-19
mereda, namun jika ada kepentingan panti dapat memberlakukan beberapa
peraturan berdasarkan WHO (2020).
 Pengunjung harus menggunakan alat pelindung diri
 Saat berinteraksi harus berjarak minimal 1 meter
 Batasi jumlah pengujung setiap lansia
 Setiap ada kunjungan harus dicatat

DAFTAR PUSTAKA

IASC. (2020). Catatan tentang aspek kesehatan jiwa dan psikososial wabah COVID-
19. IASC MHPSS Reference Group versi 1.0.

Kementerian Dalam Negeri. (n.d.). Pedoman umum menghadapi pandemic covid-19


bagi pemerintah daerah: Pencegahan, pengendalian, diagnosis dan
manajemen.

Kementerian Kesehatan RI. 2020. Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi


Novel Coronavirus (2019-nCov). Jakarta: Kemenkes RI.
Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 19 (COVID-19). 2020.
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia

WHO. 2020. Coronaviruses (COVID 19). Diakses dari https://www.who.int/news-


room/q-a-detail/q-a-coronaviruses.

WHO. 2020. Tatalaksana klinis infeksi saluran pernapasan akut berat (SARI) suspek
penyakit COVID-19. Diakses dari https://www.who.int/docs/default-
source/searo/indonesia/covid19/tatalaksana-klinis-suspek-penyakit-covid-
1935867f18642845f1a1b8fa0a0081efcb.pdf?sfvrsn=abae3a22_2.

World Health Organization 2020, Water, sanitation, hygiene and waste management
for the COVID-19 virus, Technical brief, https://www.who.int/publications-
detail/water-sanitation-hygiene-and-waste-management-for-covid-19.

WHO. 2020. Coronaviruses (COVID 19). Diakses dari https://www.who.int/news-


room/q-a-detail/q-a-coronaviruses.