Anda di halaman 1dari 8

PERCOBAAN V

LIPIDA

I. TUJUAN PERCOBAAN
1. Mempelajari sifat-sifat lemak/minyak
2. Mempelajari pembutan sabun dan sifat-sifatnya.

II. ALAT DAN BAHAN


(AMATI VIDIO YANG DIBERIKAN)

III. CARA KERJA


 VIDIO A (VIDIO PERTAMA)
Amati vidio tersebut perhatikan alat dan bahan yang digunakan serta
prosedur kerja yang dilakukan.
Pada vidio pertama ini terdapat 5 perlakuan besar yang dilakukan Yaitu:
a. Uji Kalorimetri.
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Memasukan sampel sebanyak 1 ml
3. Menambahakan 1 ml natrium hipoklorit 2%
4. Menambahkan HCl pekat 2-3 tetes
5. Memanaskan larutan selama 1-2 menit diatas penangas listrik
6. Ditambahkan 0,5 ml alfa-naftol 0,1 %
7. Menambahkan H2SO4 Pekat sebanyak 2-3 tetes.
8. Menghomogenkan larutan hingga terbentuk warna hijau zamrud.
a. Uji Emulsifikasi
b. Uji Kelarutan Lipid
c. Uji Grease Spot
Bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa yang ada pada sampel (dalam
praktikumini bahan yang digunakan adalah minyak). Dalam percobaan Grease
Spot ( tes noda lemak) minyak ditambahkan dengan eter akan memberikan hasil
uji positif yang ditandai oleh terjadinya perubahan pada kertas saring yang
menjadi transparan, hal ini disebabkan karena adanya gliserol pada minyak.
b. Uji Acrolein
Uji Acrolein merupakan uji yang bertujuan untuk menunjukkan ada atau
tidaknya akrolein dan gliserol yang ditandai timbulnya bau tengik atau bau lemak
yang terbakar.
 Vidio kedua
UJI SAPONOFIKASI (PENYABUNAN)
 PERLAKUAN 1
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan di gunakan
2. Memasukkan minyak kelapa 2 ml kedalam gelas ukur
3. Menghaluskan padatan NAOH 1 gr menggunakan mortar
4. Memasukkan minyak kelapa 2 ml kedalam Erlenmeyer
5. Memasukkan halusan NAOH kedalam Erlenmeyer
6. Mencapurkan etanol 96% kedalam Erlenmeyer yang sudah terisi minyak
kelapa dan NaOH
7. Mengaduk agar endapan dapat terlarut merata
8. Memasukkan kedalam air mendidih selam 15 menit kemudian amati setiap
perubahan yang terjadi
9. Memasukkan kedalam air dingin selama 5 menit
10. Mengambil tabung reaksi kemudian isi dengan sedikit air
11. Mengambil ssedikit larutan tadi kemudian masukkan kedalam tabung reaksi
12. Mengocok tabung reaksi berisi larutan hingga mengasilkan buih-buih sabun
13. Mengamati perubahan yang terjadi
14. Mencatat hasil pengamatan pada table hasil pengamatan
 PERLAKUAN II
1. Memasukkan 4 gram sabun hasil perlakuan 1 ke dalam gelas kimia
2. Menambahkan 100 mL air hangat ke dalam gelas kimia tersebut.
3. Mengamati perubahan yang terjadi.
 PERLAKUAN III
1. Menyiapkan 2 buah tabung reaksi yang bersih
a. Tabung reaksi 1
1. Memasukkan 4 mL larutan sabun dari hasil perlakuan ke-2
2. Menambahkan 2 tetes indikator PP
3. Mengukur pH-nya dengan menggunakan kertas IU ( indikator Universal)
4. Mengamati dan mencatat hasil yang diperoleh.
b. Tabung reaksi 2
1. Memasukkan 1 sendok spatula sabun shinzui yang telah digerus.
2. Menambahkan 2 tetes indikator PP
3. Mengukur pH-nya dengan menggunakan kertas IU ( indikator Universal)
4. Mengamati dan mencatat hasil yang diperoleh.
 PERLAKUAN IV
1. Memasukkan 4 mL sabun dari perlakuan 2 ke dalam gelas kimia.
2. Menambahkan padatan NaCl ke dalam gelas kimia tersebut sedikit demi
sedikit
sampai terbentuk endapan.
3. Menyaring endapan yang terbentuk (Filtrat dan Residu)
a. Residu:
1. Memasukkan residu ke dalam gelas kimia.
2. Menambahkan 4 mL aquades kedalam gelas kimia yang berisi
residu.
3. Menambahkan 2 tetes indikator pp.
4. Mengukur pH-nya dengan menggunakan kertas IU.
5. Mengamati dan mencatat hasil yang diperoleh.
b. Filtrat
1. Memasukkan filtrat yang diperoleh ke dalam gelas kimia
2. Menambahkan 2 tetes indikator pp.
3. Mengukur pH-nya dengan menggunakan kertas IU.
4. Mengamati dan mencatat hasil yang diperoleh.
 PELAKUAN V
Perlakuan 5
1. Menyiapkan 3 buah tabung reaksi yang bersih.
a. Tabung reaksi 1:
1. Memasukkan 4 mL sabun hasil perlakuan 2.
2. Menambahkan 10 tetes larutan CuSO 4
3. Menghomogenkan dengan cara dikocok
4. Mengamati dan mencatat hasil yang diperoleh.
b. Tabung reaksi 2:
1. Memasukkan 4 mL sabun hasil perlakuan 2.
2. Menambahkan 10 tetes larutan MgCl 2
3. Menghomogenkan dengan cara dikocok
4. Mengamati dan mencatat hasil yang diperoleh.

c. Tabung reaksi 3:
1. Memasukkan 4 mL sabun hasil perlakuan 2.
2. Menambahkan 10 tetes larutan CaCl 3
3. Menghomogenkan dengan cara dikocok
4. Mengamati dan mencatat hasil yang diperoleh.
 PERLAKUAN VI
1. Menyiapkan 2 buah tabung reaksi bersih.
a. Tabung reaksi 1
1. Memasukkan 5 tetes minyak bimoli.
2. Menambahkan 2 mL aquades kemudian homogenkan.
3. Mengamati dan mencatat hasil yang diperoleh.
b. Tabung reaksi 2
1. Memasukkan 5 tetes minyak bimoli.
2. Menambahkan 2 Sabun hasil perlakuan 2 kemudian homogenkan
3. Mengamati dan mencatat hasil yang diperoleh.
IV. TABEL HASIL PENGAMATAN
 Vidio pertama

1.Uji kolorimetri

NO PERLAKUAN HASIL
1 1 ml + natrium hipoklorit sebanyak 1 ml + Larutan tidak menyatu
HCl pekat 2-3 tetes
2 Dipanaskan 1-2 menit Larutan tetap tidak menyatu
α naftol
3 sebanyak 0,5 ml + H2SO4 pekat lalu kocok Tidak terbentuk warna hijau
larutan hingga terbentuk warna hijau zamrud zamrud

 Vidio kedua
1. UJI SAPONOFIKASI (PENYABUNAN)
 Perlakuan 1

NO PERLAKUAN HASIL
1. minyak kelapa 2 ml kedalam gelas ukur Warna kuning

2 Dihaluskan padatan NAOH 1 gr Padatan halus


menggunakan mortar

3 minyak kelapa 2 ml kedalam Erlenmeyer -

4 .Dimasukkan halusan NAOH kedalam Tidak larut


Erlenmeyer

5 Dicampurkan etanol 96% kedalam Belum larut


Erlenmeyer yang sudah terisi minyak
kelapa dan NaOH

6 Diaduk agar endapan dapat terlarut merata larut

7 Dimasukkan kedalam air mendidih selam Menguap dan terdapat endapan


15 menit kemudian amati setiap perubahan
yang terjadi

8 Dimasukkan kedalam air dingin selama 5 Enddapan menjadi memebeku


menit

9 larut
Diambil ssedikit larutan tadi kemudian
masukkan kedalam tabung reaksi dengan di
ta,bahkan sedikit air

10 Dikocok tabung reaksi berisi larutan Terdapat buih-buih


hingga mengasilkan buih-buih sabun sabun/berbusa

 Pelakuan II Dan III

PERLAKUAN HASIL
Tabung 1. Larutan berubah dari putih
Sabun hasil perlakuan 2 + indicator pp menjadi merah muda , pH =
13

Tabung 2 Larutan berubah dari putih


Sabun shinzui + indikator pp menjadi merah muda,
pH=10

 Perlakuan IV

PERLAKUAN HASIL
Residu:
Residu+aquades+indikator pp Larutan berwarna merah muda
pH= 10
Filtrat: Larutan berwarna merah muda
Filtrat+Indikator pp pH=13

 Perlakuan V

Perlakuan Hasil pengamatan


4ml sabun hasil perlakuan 2 + 10 tetes CuSO4 Terjadi perubahan warna
pada larutan dari putih keruh
menjadi biru
4ml sabun hasil perlakuan 2 +10 tetes MgCl2 Terjadi perubahan larutan
menjadi lebih kental
4ml sabun hasil perlakuan 2 +10 tetes CaCl3 Terbentuk 2 lapisan lapisan
atas kuning lapisan bawah
terdapat endapan berwarna
putih

 Perlakuan IV

PERLAKUAN HASIL
Tabung reaksi 1 Tidak larut
5 tetes minyak bimoli + 2 ml aquades
5 tetes minyak bimoli + 2 ml sabun hasil Terbentuk emulsi
perlakuan 2

V. REAKSI REAKSI
VI. PEMBAHASAN
VII. KESIMPULAN
Kesimpulan dari percobaan ini adalah sebagai berikut:
1. Sifat-sifat lemak adalah tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa
(lemak murni) serta titik leburnya rendah
2.