Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN LENGKAP

PERCOBAAN IV
ASAM AMINO DAN PROTEIN

Nama : Rai Windari


Stambuk : A251 18 001
Kelas :C
Kelompok : 3
Asisten : Yeskripen Julius

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2020
LEMBAR KOREKSI
PERCOBAAN IV
ASAM AMINO DAN PROTEIN

Nama RAI WINDARI


Stambuk : A251 18 001
Kelas :C
Asisten : Yeskripen Julius
No Hari/Tanggal Koreksi Paraf
PERCOBAAN IV
ASAM AMINO DAN PROTEIN
I. Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut :
1. Sebelum melakukan percobaan mahasiswa harus memahami lebih dahulu
struktur protein selama melakukan percobaan ini
2. Harus membuktikan adanya ikatan peptida.
3. Harus dapat memahami reaksi xanthoproteat, uji biuret, uji belerang
terhadap bermacam-macam kandungan protein.

II. Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah sebagai berikut:
A. Alat
1. Pembakar spirtus
2. Kaki tiga
3. Kasa asbes
4. Beaker glass
5. Pipet tetes
6. Tabung reaksi
7. Rak tabung reaksi

B. Bahan
1. Larutan NaOH 10 %
2. Larutan Tembaga sulfat
3. Asam nitrat pekat
4. Asam cuka
5. Kertas saring
6. Sampel Susu
III. Prosedur Kerja
Prosedur kerja pada percobaan ini adalah sebagai berikut:
A. Uji Biuret
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Memasukkan 1 ml sampel ke dalam tabung reaksi.
3. Menambahkan 2-3 tetes Tembaga Sulfat 0,1 N dan 1 ml NaOH 10 %
ke dalam tabung reaksi.
4. Mengamati perubahan yang terjadi.
5. Mencatat hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan.

B. Uji Xanthoproteat
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Memasukkan 1 ml sampel ke dalam tabung reaksi.
3. Menambahkan beberapa tetes asam nitrat pekat dan NaOH 10 % ke
dalam tabung reaksi.
4. Memanaskan tabung reaksi dalam penangas air selama 10 menit.
5. Mengamati perubahan warnanya.
6. Mancatat hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan.

C. Uji Belerang
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Memasukkan 1 ml sampel ke dalam tabung reaksi.
3. Menambahkan 10 tetes NaOH 10 % ke dalam tabung reaksi.
4. Menutup tabung reaksi dengan kertas saring.
5. Memanaskan tabung reaksi dalam penangas air selama 10 menit.
6. Mendinginkan, lalu menambahkan 2 ml asam cuka.
7. Mengamati perubahan yang terjadi.
8. Mencatat hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan.
IV. Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan pada percobaan ini adalah sebagai berikut.
No Uji Analisis Perubahan Warna Mengandung Protein/Tidak
1 Uji Biuret Putih – Ungu Mengandung protein
2 Uji Xanthoproteat Putih – Kuning Mengandung protein
3 Uji Belerang Putih – Coklat tua Mengandung protein

V. Reaksi – Reaksi

VI. Pembahasan
Asam amino mengandung dua gugus fungsi yang berlainan yakni gugus
amina (NH2) dan gugus karboksil (COOH), selain itu juga mengandung gugus –R
dan H. Protein merupakan polimer alam yang terbentuk dari unit-unit asam amino
yang berikatan satu dengan yang lain melalui ikatan peptida. Oleh karena itu,
pada hidrolisa protein akan menghasilkan asam-asam amino yang mencapai 25
jenis asam amino (Tim Penyusun Kimia Organik Lanjut, 2020).
Tujuan dari percobaan ini adalah sebelum melakukan percobaan mahasiswa
harus memahami lebih dahulu struktur protein selama melakukan percobaan ini,
harus membuktikan adanya ikatan peptida dan harus dapat memahami reaksi
xanthoproteat, uji biuret, uji belerang terhadap bermacam-macam kandungan
protein(Tim Penyusun Kimia Organik Lanjut, 2020).
Prinsip dasar dari percobaan ini adalah Mengidentifikasi ada tidaknya
kandungan protein pada sampel susu melalui uji biuret, uji xantoproteat dan uji
belerang(Tim Penyusun Kimia Organik Lanjut, 2020).
Prinsip kerja pada percobaan ini adalah melakukan pengujian terhadap
sampel susu yakni mereaksikanya dengan tembaga sulfat 0,1 N dan natrium
hidroksida 10% pada uji biuret, mereaksikan dengan asam nitrat pekat dan
natrium hidroksida 10% pada uji xantopotreat, serta mereaksikannya dengan
natrium hidroksida 10% dan asam cuka pad uji belerang (Tim Penyusun Kimia
Organik Lanjut, 2020).
Perlakuan-perlakuan pada percobaan ini adalah sebagai berikut:
1. Uji Biuret
Uji biuret bertujuan untuk membuktikan adanya iakatan peptida pada sampel.
Langakah pertama yaitu menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan,
kemudian mengambil 1 ml sampel susu menggunakan pipet tetes dan
memasukanya kedalam tabung reaksi. fungsi susu adalah sebagai sampel yang
akan diidentifikasi kandungan proten, selanjutnya menambahakn 2-3 tetes CuSO4
O,1 N dan 1 ml NaOH 10% kedalam tabung reaksi, Fungsi NaOH adalah sebagai
katalis yang akan memecahakn protein. Larutan CuSO4 Yang bersifat basa
bereaksi dengan polipeptida, sedangkan polipeptida merupakan penyusun protein.
Hasil yang didapatkan adalah susu berubah warna menjadi ungu, warna ungu
tersebut adalah CuN, yang merupakan reaksi antara Cu dan CuSO4 dengan N
yang dilepaskan dari ikatan peptida pada protein dengan basa kuat NaOH (Tim
Penyusun Kimia Organik Lanjut, 2020).
2. Uji Xanthoproteat
Uji xanthoproteat ini bertujuan untuk menunjukan adanya inti benzena pada suatu
sampel protein,langkah pertama yang dilakukan adalah menyiapkan alat dan
bahan yang akan digunakan , kemudian mengambil 1 ml sampel susu
menggunakan pipet tetes dan memasukan kedalam tabung reaksi. Fungsi susu
adalah sebagai sampel yang akan diuji inti benzenanya, selanjutnya
menambahakan beberapa tetes HNO3 pekat dan NaOH 10% kedalam tabung
reaksi ,fungsi penambahan HNO3 adalah sebagai penyebab terjadinya reaksi
nitrasi karena inti benzena dari asam amino akan bereaksi dengan HNO3,HNO3
akan memecah protein menjafi gugus benzena, fungsi NaOH 10% adalah sebagai
penetral dan katalis untuk menghancurkan atau memecahkan protein hasil yang
diperoleh adalah terbentuknya endapan putih (Tim Penyusun Kimia Organik
Lanjut, 2020).
Selanjutnya memanaskan tabung reaksi yang berisi larutan diatas penangas
listrik, fungsi dari perlakuan ini adalah untuk mempercepatt reaksi hasil yang
diperoleh adalah larutan berubah menjadi warna kuning. Uji positif terhadap
reagen xanthoproteat ditandai dengan terbentuknya komplek berwarna kuning
tua/kuning muda ketika berada dalam suasana asan (ditambahakn HNO3) dan
terbentuknya kompleks berwarna jingga kuning/kuning ketika berada dalam
suasana basa ditambahakan NaOH Hasil uji ini juga menandakan bahwa susu
mengandung asam amino jenis fenilalanil atau tirosin yang gugus sampingnya
berupa cincin benzena (Tim Penyusun Kimia Organik Lanjut, 2020).
3. Uji Belerang
Uji belerang bertujuan untuk membuktikan bahwa sampel susu tersebut
mengandung asam amino yang mempunyai ikatan sulfida atau rantai sampinya
mempunyai senyawa belerang. Langkah pertama yang dilakukan adalah
menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, kemudian mengambi 1 ml
sampel susu menggunakan pipet tetes dan memasukannya kedalam tabung reaksi.
Fungsi susu adalah sebagai sampel yang akan diidentifikasi ikatan sulfidanya.
Selanjutnya menambahkan 10 tetes NaOH 10% Ke dalam tabung reaksi, Fungsi
NaOH adalah sebagai penetral dan katalis untuk menghancurkan atau
memecahkan protein kemudian menutup tabung reaksi dengsn kertas saring, dan
dipanaskan dalam penangas air selama 10 menit . fungsi ditutupnya tabung reaksi
dengan kertas saring adalah agar bau busuk senyawa Na2S Yang dihasilakan Dari
reaksi susu dan NaOH tidak menyebar dan dapat diidentifikasi endapan belerang
berwarna hitam yang melekat pada kertas saring. Fungsi pemanasan adalah untuk
mempercepat reaksi. Hasil yang didapatkan adalah larutan berubah menjadi warna
orange (Tim Penyusun Kimia Organik Lanjut, 2020).
Selanjutnya mendinginkan larutan pada suhu ruang lalu menambahakan 2
ml asam cuka. Fungsi perlakuan ini yaitu untuk menunjukan adanya ikatan sulfida
pada protein susu. Hasil yang diperoleh larutan berwarna coklat tua. Hasil ini
menunjukan bahwa sampel mengandung protein yang gugus samping pada asam
aminonya adalah belerang atau mengandung ikatan sulfida. Hasil dari uji ini juga
menandakan bahwa susu mengandung asam amino jenis sistein dan
metionin,yaitu asam amino mengandung belerang (S) pada gugus sampingnya
(Tim Penyusun Kimia Organik Lanjut, 2020).
Berdasarkan literatur hasil yang kami peroleh telah sesuai dengan literatur.
Dimana pada uji biuret, sampel berubah warna dari putih menjadi ungu uang
mengandung sampel tersebut mengandung protein atau ikatan peptida. Pada uji
xanthopreteat,sampel berubah warna dari putih menjadi kuning yang menandakan
bahwa sampel mengandung inti benzena. Dan pada uji belerang sampel berubah
warna dari putih menjadi coklat tua yang menandakan adnanya belerang pada
gugus samping amino pada sampel susu tersebut.(Poedjiadi,2007).

VII.Kesimpulan
Kesimpulan pada percobaan Ini yaitu :
1. Uji beuret uji positif ditandai dengan perubahan warna dari putih berubah
menjadi ungu.
2. Uji xanthoproteat uji positif ditandai dengan perubahan warna dari putih
menjadi kuning.
3. Uji belerang uji positif ditandai dengan perubahan warna dari putih menjadi
coklat.

Daftar pustaka
Poedijiadi.(2007).Dasar-Dasar Biokimia.edisi revisi.UI Press. Jakarta.

Tim penyusun kimia organik lanjut (2020). Penuntun Praktikum Kimia


Organik Lajut.Universitas Tadulako.Palu.