Anda di halaman 1dari 5

Asuhan Keperawatan Jiwa pada Dewasa

A. Kesiapan peningkatan perkembangan dewasa


Kesiapan peningkatan perkembangan dewasa muda adalah tahab perkembangan pada usia 18-40,
sedangkan pada dewasa tua pada usia 40-65. Perkembangan psikososial dewasa muda adalah
keintiman dengan orang lain, individu mencoba untuk mandiri, mempunyai pekerjaan membangun
keluarga, dan mencukupi kebutuhan dirinya, sedangkan perkembangan pada dewasa tua meningkatkan
keberhasilan dalam keluarga, pekerjaan dan kepedulian terhadap masyarakat. (keliat,dkk,2015)
B. Tanda dan gejala

Pada dewasa muda Pada dewasa tua

Subjektif: Subjektif :
1. Melakukan hal-hal positif 1. Melakukan hal-hal positif
2. Menolong orang lain 2. Menyayakan keluarga
3. Berinteraksi dengan orang lain 3. Mendorong orang lain
terutama lawan jenis 4. Rajin beribadah
4. Memiliki motivasi yang tinggi 5. Memiliki motivasi yang tinggi

Objektif: Objektif:
1. Memiliki pekerjaan dan keluarga 1. Mempunyai pekerjaan
2. Mengembangkan bakat 2. Mempunyai keluarga
3. Mempunyai keluarga 3. Mempunyai kelompok sosial
4. Bersosialisasi dalam masyarakat 4. Mempunyai bakat
5. Berpartisipasi dalam kegiatan di
masyarakat
6. Memiliki ide yang kreatif dan
inisiatif

C. Tujuan asuhan keperawatan

Dewasa muda Dewasa tua

1. Kognitif, dewasa muda mampu: 1. Kognitif, dewasa tua mampu:


a. Mengetahui perkembangan a. Ciri perkembangan usia
dewasa muda dewasa tua
b. Mempunyai pengetahuan b. Perlunya pekerjaan

1
untuk bekerja c. Perlunya berkeluarga
c. Memahami pentingnya d. Perlunya peduli dan berperan
kelompok sosial aktif dalam keluarga dan
masyarakat

2. Psikomotor, dewasa muda 2. Psikomotor, dewasa tua mampu:


mampu: a. Melakukan pekerjaan dengan
a. Mampu bekerja tekun dan kreatif
b. Mempunyai hubungan intim b. Merawat keluarga dengan
dengan lawan jenis harmonis
c. Aktif dalam kegiatan c. Melakukan kegiatan bersama
masyarakat masyarakat

3. Afektif, dewasa muda mampu: 3. Afektif, dewasa tua mampu:


a. Mengendalikan emosi a. Mengendalikan emosi
b. Memiliki rasa kepercayaan diri b. Memiliki rasa kepercayaan diri
c. Memiliki jiwa penolong c. Memiliki jiwa penolong
d. Mencintai keluarga dan d. Berguna bagi banyak orang
pekerjaan

D. Diagnosis Risiko (Risk)

1. Berduka (grieving)
2. Keputusasaan (Hopelessness)
3. Ansietas (anxiety)
4. Ketidakberdayaan (Powerlessness)
5. Risiko penyimpangan perilaku sehat (Risk for prone
health behavior)
6. Gangguan citra tubuh (body image disturb)
7. Koping tidak efektif (infective coping)
8. Koping keluarga tidak efektif (Disable family coping
9. Sindroma post trauma
10. Penamnpilan peran tidak efektif (ineffective role
performance)

2
11. HDR Situasional (Situational Low Self Esteem)

Diagnosis Gangguan (Actual)

1. Gg sensori persepsi : Halusinasi (disturb sensory percention)


2. Berduka kompleks (Grieving Coplicated)
3. Defisit perawatan diri (self care deficit)
4. Isolasi social (Social isolation)
5. Regiment terapetik tidak efektif (infective therapeutic
regiment)
6. Waham (Disturb throught of procces)
7. Risiko bunuh diri (Risk for suicide)
8. Harga diri rendah kronik ( Cronic Low Self Esteem)
9. Kerusakan komunikasi verbal (Impaired Verbal Disturbance)
10. Resiko Perilaku kekerasan (Risk for other directed)
11. Tidak efektif regiment terapetik keluarga (Ineffective family
regiment therapeutic)

E. Tindakan keperawatan
Tindakan pada dewasa muda:
1. Diskusikan tentang perkembangan psikososial yang normal dan menyimpang
2. Diskusikan cara mencapai perkembangan psikososial yang normal
a. Menetapkan tujuan hidup
b. Menetapkan karier/pekerjaan
c. Berinteraksi dengan banyak oranf termasuk lawan jenis
d. Memilih calon pasangan hidup
e. Mempunyai pekerjaan
f. Berperan serta/melibatkan diri dalam kegiatan dimasyarakat.
3. Diskusikan penyimpangan perkembangan dan cara mengatasinya melalui pelayanan kesehatan

Tindakan pada keluarga:

1. Jelaskan perkembangan yang harus dicapai dewasa muda


2. Diskusikan cara memfasilitasi usia dewasa muda untuk bekerja dan mendapat pasangan hidup:
a. Memberi pendapat dan ide tentang pekerjaan
b. Memberi motivasi dan dukungan untuk bekerja
c. Memberi pendapat dan ide tentang pasangan hidup dan keluarga
3
d. Memberi motivasi dan dukungan untuk keluarga
3. Diskusikan dan motivasi peran serta dalam masyarakat
4. Memberi dukungaan dan pujian atas keberhasilan dalam bekerja dan kehidupan keluarga

Tindakan pada kelompok:

1. Edukasi kelompok dewasa muda ditempat kerja sebagau bagian dari kesehatan jiwa ditempat kerja
2. Tindakan keperawatan spesialis. Terapi kelompok terapeutik dewasa muda
a. Sesi 1 : stimulasi perkembangan aspek biologis dan psikoseksual
b. Sesi 2: stimulasi perkembangan aspek kognitif
c. Sesi 3: stimulasi perkembangan aspek emosional
d. Sesi 4: stimulasi perkembangan aspek sosial
e. Sesi 5: stimulasi perkembangan aspek spiritual
f. Sesi 6: monitoring dan evaluasi pengalaman dan manfaat latihan

Tindakan pada dewasa tua:

1. Diskusikan tentang perkembangan usia dewasa tua yang normal dan menyimpang
2. Diskusikan cara mencapai perkembangan usia dewasa tua
a. Menetapkan tujuan hidup
b. Mempunyai pekerjaan
c. Merawat keluarga dengan baik
d. Berinteraksi dengan banyak orang
e. Berperan serta/melibatkan diri dalam kegiatan di masyarakat
3. Diskusikan penyimpangan perkembangan dan cara mengatasinya melalui pelayanan kesehatan.

Tindakan pada keluarga:

1. Jelaskan tahab perkembangan yang harus dicapai usia dewasa tua


2. Mendiskusikan cara memfasilitasi dewasa tua mencintai keluarga:
a. Memperhatikan pasangan dan anak
b. Menyediakan waktu untuk keluarga
c. Berkomunikasi terbuka dan saling menghargai
3. Mendiskusikan cara bekerja agar berhasil
a. Bekerja disiplin dan tekun
b. Membangun hubungan baik ditempat kerja
4. Diskusikan peran serta dimasyarakat
a. Ikut serta kegiatan sosial
b. Ikut serta kegiatan nasional, spiritual yang berguna bagi masyarakat.
4
Tindakan pada kelompok:

1. Edukasi kelompok dewasa tua ditempat kera sebagai bagian kesehatan jiwa ditempat kerja
2. Tindakan keperawatan spesialis : terapi kelompok terapeutik dewasa tua :
a. Sesi 1 : stimulasi perkembangan aspek biologis dan psikoseksual
b. Sesi 2: stimulasi perkembangan aspek kognitif
c. Sesi 3: stimulasi perkembangan aspek emosional
d. Sesi 4: stimulasi perkembangan aspek sosial
e. Sesi 5: stimulasi perkembangan aspek spiritual
f. Sesi 6: monitoring dan evaluasi pengalaman dan manfaat latihan

Daftar pustaka

Keliat, B. A., & Pasaribu, J. (2016). prinsip dan praktek keperawatan kesehatan jiwa Stuart. Singapore:
elsevier.

Keliat, B. A. 2019.Asuhan Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC

Stuart. (2018). buku keperawatan jiwa.

Yosep, H. I., & Sutini, T. (2016). Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Bandung.

Herdman, T. Heater. 2017. Nanda-1 Diagnosis Keperawatan :Definisi dan Klasifikasi 2018-2020, Ed. 11.
Jakarta: EGC

Yusuf, A. H. 2019. Kesehatan Jiwa Pendekatan Holistik Dalam Asuhan Keperawatan. Jakarta: MitraWacana
Media