Anda di halaman 1dari 6

TUGAS

MANAJEMEN OPERASI LANJUTAN

DOSEN : Dr. HENDRI HESTIAWAN, ST., MM., MT

OLEH:

DWI NUGRAHA HUTAMA S.T (C2B019036)

MANAJEMEN 41

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN
UNIVERSITAS BENGKULU
2020
1. Identifikasi Kasus :

Pada musim dingin 2010, Toyota Motor Corporation mengalami krisis. Setelah sejumlah
kecelakaan yang dipublikasikan secara luas sehubungan dengan kendaraan Toyota,
perusahaan itu terpaksa menarik kembali jutaan mobil yang nyaris mati. Penarikan kendaraan
ini disebabkan oleh adanya kerusakan pada bagian pedal rem, yang berpotensi menyebabkan
kecelakaan pada penggunanya. Penarikan mobil kali ini adalah yang terbesar, dan tidak
pernah dialami sebelumnya. Manajemen krisis yang diterapkan oleh Toyota tidak ideal,
dengan tidak ditanggapinya keluhan pelanggan dengan baik. Toyota menutup produksi di
beberapa tanaman di amerika utara, menghentikan penjualan beberapa model terpopuler, dan
menyatakan permintaan maaf kepada publik. Para pelanggan melarikan diri dari ruang
pameran, dan penjualan Toyota di Amerika Serikat merosot 16 persen pada januari 2010.
Selain itu, pemerintah as berjanji akan terlibat baik administrasi dan kongres Obama
mengancam penyelidikan. Sebaiknya yang dilakukan oleh Toyota dalam menangani hal ini
adalah mengkomunikasikan kepada konsumen yang terkena dampak penarikan, bahwa
Toyota akan memberikan dukungan penuh selama kendaraan mereka sedang ditarik.
Misalnya dengan menyediakan pusat layanan konsumen 24 jam, dan menginformasikan
dengan jelas apa yang akan dilakukan oleh Toyota selama kendaraan milik konsumen sedang
ditarik. Setelah mengetahui berbagai macam persoalan yang ditimbulkan pada latar belakang
di atas, maka permasalahan yang muncul adalah :

 Bagaimana mengembalikan image Toyota pada publik?


 Bagaimana menghadapi krisis kepercayaan yang terjadi khususnya melalui media
massa?

2. Teori :

Para analis industri mobil memperkirakan bahwa ekspansi perusahaan yang pesat itu
telah menghambat kemampuan Toyota untuk mengendalikan mutunya. Dengan ekspansi
yang pesat itulah sehingga Toyota seharusnya lebih meningkatkan perhatiannya terhadap
pengendalian mutu dan kualitas produknya.
Pengaruh Kualitas

Kualitas merupakan elemen yang penting dalam operasi, ada tiga alasan kualitas itu
penting, yaitu:

-  Reputasi Perusahaan.

Kualitas akan muncul sebagai persepsi tentang produk baru perusahaan, kebiasaan
pekerjanya, dan hubungan pemasoknya.

-  Kehandalan Produk.

Pengadilan terus berusaha menghukum organisasi-organisasi yang merancang, memproduksi,


atau mengedarkan produk atau jasa yang penggunaannya mengakibatkan kerusakan atau
kecelakaan. Contohnya:Consumer Product Safety Act.

-  Keterlibatan global.

Kualitas adalah suatu perhatian internasional. Produk-produk perusahaan yang akan bersaing
di pasar internasional harus memenuhi ekspetasi akan kualitas, desain, dan harganya secara
global.

3. Alternatif Solusi :

Total Quality Management (TQM) mengacu pada penekanan kualitas yang meliputi
organisasi keseluruhan, mulai dari pemasok hingga pelanggan. TQM menekankan komitmen
manajemen untuk mendapatkan arahan perusahaan yang ingin terus meraih keunggulan
dalam semua aspek produk dan jasa penting bagi pelanggan. Ada beberapa elemen bahwa
sesuatu dikatakan berkualitas,  yaitu :

1)  Kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan

2)  Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan

3)  Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah (apa yang dianggap berkualitas saat ini
mungkin dianggap kurang berkualitas pada saat yang lain).

4)  Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa,
manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.
Manfaat Program TQM

TQM sangat bermanfaat baik bagi pelanggan, institusi, maupun bagi staf organisasi.

Manfaat TQM bagi pelanggan adalah:

1)        Sedikit atau bahkan tidak memiliki masalah dengan produk atau pelayanan.

2)        Kepedulian terhadap pelanggan lebih baik atau pelanggan lebih diperhatikan.

3)        Kepuasan pelanggan terjamin.

Peranan Inspeksi

Sebuah sistem operasi yang baik mempunyai suatu pengendalian atas proses yang dilakukan.
Tugas manajemen operasi bukan hanya membuat sistem-sistem, namun juga memastikan
sistem tersebut memenuhi standar dengan inspeksi. Inspeksi ialah suatu cara memastikan
operasi telah mencapai kualitas yang diharapkan.

Inspeksi meliputi pengukuran, perasaan, perabaan, penimbangan, atau pemeriksaan produk


dengan tujuan menemukan proses yang buruk sesegera mungkn. Perlu diingat, inspeksi tidak
memperbaiki kekurangan dalam sistem atau atau cacat pada produk atau mengubah suatu
produk dan meningkatkan nlainya. Inspeksi hanya berfungsi menemukan kekurangan atau
cacat.

Inspeksi utamanya berfokus pada dua masalah besar, yaitu (1) Kapan inspeksi dilakukan dan
(2) Dimana inspeksi dilakukan. Memutuskan kapan dan dimana inspeksi dilakukan
bergantung pada jenis proses dan nilai tambah pada setiap tahap. Inspeksi dapat dilakukan
pada salah satu tuitik berikut:

1.Di pabrik pemasok saat pemasok melakukan proses produksi


2.Saat menerima produk dari pemasok (supplier)
3.Sebelum melakukan proses yang mahal dan tidak dapat dikembalikan
4.Selama tahap-tahap proses produksi
5.Saat produk selesai dibuat
6.Sebelum pengantaran ke konsumen
7.Pada titik kontak dengan pelanggan
Meski begitu, inspeksi bukanlah solusi sempurna yang tidak memiliki kekurangan.
Pada suatu percobaan, 110 produk cacat digabungkan dengan lot produk yang sempurna
kemudian dilakukan inspeksi. Hasilnya, pada inspeksi pertama, pengawas hanya menemukan
68 barang cacat, tiga kali tahap inspeksi untuk menemukan 30 barang cacat berikutnya, dan 2
barang cacat tidak pernah ditemukan. Karena itu, proses yang baik dan pemberdayaan pekerja
merupakan solusi yang lebih baik daripada melakukan inspeksi.

Inspeksi terbaik adalah inspeksi yang dilakukan pada sumber produksi. Hal ini disebut
inspeksi sumber. Idenya adalah setiap pemasok, proses, dan pekerja memperlakukan langkah
berikutnya dalam proses sebagai pelanggan sehingga memastikan produknya tiba dengan
sempurna di pelanggan sebenarnya.

Inspeksi dapat dibantu dengan dengan penggunaan daftar periksa dan pengendalian
seperti perangkat yang aman dari kesalahan yanag disebut poka-yoke. Poka-yoke adalah alat
atau teknik bebas kesalahan yang memastikan produksi produk yang baik setiap saat.

4. Solusi Yang Diberikan :

Tanggapan saya tentang apa yang bisa dilakukan perusahaan Toyota untuk
mengembalikannya kualitas produk dan reputasinya dimata publik dan konsumen yaitu
dengan meningkatkan kualitas baik kualitas sumber saya manusia ataupun kualitas produk,
karena kualitas merupakan faktor penting penentu keberhasilan bagi perusahaan. Peningkatan
kualitas akan membantu perusahaan meningkatkan penjualan dan mengurangi biaya dengan
menurunkan rework, bahan yang terbuang, dan biaya garansi yang kemudian akan
meningkatkan keuntungan. Pada kasus tersebut perusahaan Toyota mengalami kerugian
akibat recall jutaan kendaraan, sehingga berdampak terhadap biaya kualitas yaitu biaya
akibat melakukan hal yang salah, yaitu harga yang harus dibayar karena tidak sesuai dengan
standar. Perusahaan harus mengeluarkan biaya eksternal untuk penarikan kembali produk
kendaraan dipasaran serta biaya penaksiran untuk proses evaluasi produk yang direcall.
Disisi lain, menurut saya perusahaan perlu mengeluarkan biaya pencegahan untuk mengurangi
kemungkinan hasil produksi mengalami kerusakan dengan mengadakan seminar ataupun
pelatihan terhadap karyawan agar mereka mampu bekerja sesuai standar operasional prosedur
(SOP) dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan. Selain itu perusahaan harus memiliki
sertifikat ISO yang diperoleh melalui serangkaian proses dan diaudit secara eksternal oleh badan
audit yang telah terakreditasi. Pengingkatan kualitas juga dapat dilakukan dengan menerapkan
Total Quality Management (TQM) yaitu dengan menekankan komitmen manajemen perusahaan
yang ingin terus meraih keunggulan dalam semua aspek produk yang penting bagi pelanggan.
Total Quality Management (TQM) akan memberikan manfaat bagi perusahaan diantaranya
produktifitas meningkat, produk cacat atau rusak berkurang sehingga menurunkankan biaya, serta
karyawan yang lebih terlatih dan berkemampuan.