Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN KEGIATAN OUTING DOOR CLASS

DI PT. JASA RAHARJA CABANG KALIMANTAN TENGAH

UNTUK MATA KULIAH AKUNTANSI EMKM & KOPERASI

TANGGAL, 20 DESEMBER 2018

Drs. H. ISKANDAR

DISUSUN OLEH :

GABRIELA WINONAKIYANI ANGELIKA BCA 116 286

NELLY ANGRAINI BCA 116 314

NICKY PATRICIA YOLANDA BCA 116 037

NANDA DIWA PRATAMA BCA 116 152

M. JUNHABI EFFENDI BCA 116 142

DOSEN PENGAMPU :

CHRISTIAN ETHER,M.Ak

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS PALANGKARAYA (UPR)
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
JURUSAN AKUNTANSI
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ....................................................................................................... i


BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................. 1

BAB II TINJAUAN TEORITIS............................................................................ 2


2.1 Sifat dan Contoh Surat Berharga ..................................................... 2
2.2 Tujuan Pemeriksaan Surat Berharga ............................................... 7
2.3 Prosedur Pemeriksaan Surat Berharga Yang Disarankan .............. 7

BAB III PENUTUP ............................................................................................. 9


3.1 Kesimpulan ....................................................................................... 9

Daftar Pustaka ................................................................................................... 10


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

PT. Jasa Raharja merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
di bawah Departemen Keuangan adalah badan usaha yang bergerak dalam bidang
asuransi sosial. Sebagai lembaga di bidang asuransi sosial, PT. Jasa Raharja tidak
pernah berhenti dalam memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Selain
melayani pembayaran klaim santunan atas kecelakaan lalu lintas dan asuransi
tanggung jawab menurut hukum pada pihak ketiga (asuransi perjanjian). Adapun
masyarakat yang dapat menerima santunan asuransi kecelakaan jasa raharja
adalah penumpang kendaraan umum, korban kecelakaan lalu lintas, dan lainnya.
Jumlah atau besaran asuransi yang ditanggung jasa raharja bervariasi mulai dari
Rp. 500.000 untuk biaya ambulance hingga Rp. 50 juta untuk korban meninggal,
Jasa Raharja juga wajib membina kemitraan dengan pelaku Usaha Mikro Kecil dan
Menengah (UMKM) yang ada di lingkungan sekitarnya. Salah satu wujud kemitraan
tersebut adalah dengan adanya Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL).
Melalui program ini, PT. Jasa Raharja Cabang Kalimantan Tengah menyalurkan
dana kemitraan sebagai modal usaha kepada beberapa pelaku Entitas Mikro Kecil
dan Menengah (EMKM) sekaligus memfasilitasi mereka agar lebih kreatif, inovatif
dan tetap produktif dalam mengembangkan usahanya.

Melalui kecanggihan teknologi informasi, kita dapat memperoleh suatu


kemudahan dalam visualisasi, seperti halnya menggunakan Sistem Informasi
Pengolahan Data Mitra Binaan Program Kemitraan Bina Lingkungan untuk
mencatat dan mengolah data mitra binaan, dimana teknologi informasi merupakan
alat bantu yang mempunyai kemampuan, salah satunya dalam bidang mengolah
data agar menjadi efektif dan efisien, serta memberikan informasi yang cepat dan
akurat yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Saat ini proses pengolahan data pada PT. Jasa Raharja Cabang Kalimantan
Tengah sudah dikategorikan baik karena sudah terkomputerisasi dengan
menggunakan program Ms. Excel, dan Ms. Word,
BAB II

TINJAUAN TEORITIS

1.2 Pengertian UMKM

Dewan Standar Akuntansi – IAI mengeluarkan Standar Akuntansi Entitas Mikro


Kecil dan Menengah. SAK EMKM dirancang sebagai standar akuntansi yang
sederhana yang dapat digunakan untuk entitas mikro kecil dan menengah, sehinga
UMK dapat menyusun laporan keuangan untuk tujuan akuntabilitas dan
pengambilan keputusan. Laporan keungan tersebut dapat juga digunakan oleh
entitas untuk memperoleh pendanaan dari pihak lain serta lampiran pelaporan pajak.

SAK EMKM akan digunakan oleh ETAP yang memenuhi definisi UMKM sesuai
dengan regulasi. Pengertian UMKM – UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro
Kecil dan Menengah. UMKM diatur berdasarkan Undang Undang Nomor 20 tahun
2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Berikut ini adalah ilustrasi dari
isi Undang Undang Nomor 20 tahun 2008.

Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan / atau badan
usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam
Undang-Undang ini.

Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang
dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak
perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi
bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha
besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-
Undang ini.

Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang
dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak
perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian
baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau usaha besar
dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur
dalam Undang-Undang ini.

Secara umum ciri ciri UMKM adalah : manajemen berdiri sendiri, modal
disediakan sendiri, daerah pemasarannya lokal, aset perusahaannya kecil, dan
jumlah karyawan yang dipekerjakan terbatas. Asas pelaksanaan UMKM adalah
kebersamaan, ekonomi yang demokratis, kemandirian, keseimbangan kemajuan,
berkelanjutan, efesiensi keadilan, serta kesatuan ekonomi nasional.