Anda di halaman 1dari 13

Universitas Pamulang Akuntansi S-1

PERTEMUAN 9
UKURAN LETAK (KUARTIL, DESIL DAN PERSENTIL)

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Setelah mahasiswa menyelesaikan materi pertemuan 9 ini, mahasiswa
diharapkan mampu untuk menghitung ukuran letak meliputi kuartil, desil dan
persentil, baik dalam data tunggal maupun dalam data kelompok.

B. URAIAN MATERI
Setelah memahami dengan baik mengenai ukuran pemusatan data, maka
materi berikutnya adalah ukuran letak. Ukuran letak merupakan ukuran yang
menunjukkan bagian mana data tersebut terletak, dengan data yang sudah
diurutkan terlebih dahulu. Ukuran letak ini dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu letak
kuartil, letak desil dan letak persentil. Ukuran letak ini juga terjadi pada tunggal dan
data kelompok, adapun penjabaran dari masing-masing adalah sebagai beirkut :

1. Kuartil

Ukuran letak yang pertama adalah kuartil, artinya nilai yang membagi dari
suatu distribusi data yang sudah diurutkan, menjadi empat bagian yang sama
nilainya, sehingga pada gugus data didapatkan 3 bagian kuartil, yaitu kuartil 1,
2 dan 3. Untuk lebih jelas mengenai penafsiran dair kuartil, silahkan pahami
gambar berikut ini :

Langkah-langkah dalam menentukan kuartil yaitu :


1. Menyusun data sesuai dengan nilainya.
2. Kemudian menentukkan letak kuartilnya.
3. Terakhir adalah menentukkan nilai dari kuartil tersebut.

Statistik Deskriptif Page |1


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

a. Kuartil Data Tunggal

Rumus untuk mencari Nilai Letak Kuartil (Qi) data tunggal yaitu sebagai
berikut :

Dimana :
Qi = Kuartil ke-i

i = 1, 2, 3

N = Jumlah data

Contoh Soal 1 :
Tentukan letak dari Q1, Q2, dan Q3, dari data berikut ini : 70, 80, 35, 40,
25, 95, 91, 50, 61, 88.
Penyelesaian :
Setelah data diurutkan menjadi = 25, 35, 40, 50, 61, 70, 80, 88, 91, 95
X1 = 25, X2 = 35, X3 = 40 dan seterusnya sampai X10 = 95, sehingga
perhitungan untuk letak kuartil adalah :

a. Letak Kuartil 1 (Q1) =

= 2,45
Artinya letak Q1 di antara data ke – 2 (X2 = 35) dan data ke – 3 (X3 =
40), maka nilai dari Q1 adalah :
Q1 = X2 + 0,45 (X3 – X2)

= 35 + 0,45 (40 -35)


= 35 + 0,45 (5)
= 35 + 2,25
= 37,25

Statistik Deskriptif Page |2


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

b. Letak Kuartil 2 (Q2) =

= 5,5
Artinya letak Q2 pada data ke – 5 (X5 = 61) dan data ke – 6 (X6 =
70), maka nilai dari Q2 adalah :
Q1 = X5 + 0,5 (X6 – X5)

= 61 + 0,5 (70 - 61)


= 61 + 0,5 (9)
= 61 + 4,5
= 65,5

c. Letak Kuartil 3 (Q1) =

= 8,25
Artinya letak Q3 pada data ke – 8 (X8 = 88) dan data ke – 9 (X9 =
91), maka nilai dari Q3 adalah :
Q3 = X8 + 0,25 (X9 – X8)

= 88 + 0,25 (91 - 88)


= 88 + 0,25 (3)
= 88 + 0,75
= 88,75

b. Kuartil Data Kelompok


Pada kuartil untuk data kelompok, maka rumus yang akan digunakan
yaitu sebagai berikut dengan syarat data sudah dikelompokkan terlebih
dahulu pada distribusi frekuensi :

Statistik Deskriptif Page |3


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

Dimana :

Qi = kuartil ke-i
i = 1, 2, 3
TBK= tepi bawah kelas Qi
fkq = frekuensi kumulatif sebelum kelas Qi yang dicari.
fq = frekuensi kelas Qi
n = jumlah observasi (banyak data)
Ci = panjang kelas interval

Contoh Soal 2 :

Tentukan letak beserta nilai dari Q1, Q2, dan Q3, jika datanya adalah
sebagai berikut :

Tepi Frekuensi
Gaji Jumlah Kumulatif
Kelas “Kurang Dari”
karyawan Karyawan
Bawah
29,5 0
30 – 39 4
39,5 4
40 – 49 6
49,5 10
50 – 59 8
59,5 18
60 – 69 12
69,5 30
70 – 79 9
79,5 39
80 – 89 7
89,5 46
90 - 99 4
99,5 50

Penyelesaian :
a. Q1 = =

Maka letak Q1 terletak pada data 12,5 yaitu dalam kelas 50-59,
sehingga diperoleh data berikut :
TBK = 49,9 ; Ci = 10 ; fkq = 10 dan fq = 8

Statistik Deskriptif Page |4


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

Q1 =

=
= 52,625
Sehingga bisa disimpulkan bahwa Q1 = 52,625

b. Q2 = =

Maka letak Q2 terletak pada data 25 yaitu dalam kelas 60-69,


sehingga diperoleh data berikut :
TBK = 59,9 ; Ci = 10 ; fkq = 18 dan fq = 12

Q2 =

=
= 64,067
Sehingga bisa disimpulkan bahwa Q2 = 64,067

c. Q3 = =

Maka letak Q3 terletak pada data ke 37,5 yaitu pada kelas 70-79,
sehingga diperoleh data berikut :
TBK = 69,5 ; Ci = 10 ; fkq = 30 dan fq = 9

Q3 =

=
= 77,833

Statistik Deskriptif Page |5


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

Sehingga bisa disimpulkan bahwa Q3 = 77,833

2. Desil
Apa bedanya desil dengan kuartil?. Apabila dalam kelompok data bisa
dibagi menjadi 10 bagian, yang nilainya adalah sama, kemudian didapatkan 9
pembagi maka bisa dikatakan dalam desil (desil ke-1 sampai desil ke-9).
Artinya desil membagi menjadi 10 bagian, yang nilainya sama, sehingga dalam
sekelompok data, bisa dibuatkan desil dari data tunggal atau pun data
kelompok.

a. Data Tunggal
Rumus untuk desil pada data tunggal yaitu :

Dimana :

Di = Desil ke-i
I = 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
N = Jumlah data

Contoh Soal 3:

Carilah nilai dari desil ke-6 (D6), dengan data pengamatan pada jumlah
pengunjung pada toko gramedia, data adalah sebagai berikut: 13, 14, 17, 23,
9, 9, 10, 25, 27, 29, 19, 19, 21, 22, 39, 43, 47, 33, 35, 35.

Penyelesaian :
Pertama dengan mengurtkan data terlebih dahulu, menjadi :

9, 9, 10, 13, 14, 17, 19, 19, 21, 22, 23, 25, 27, 29, 33, 35, 35, 39, 43, 47.
Dengan ( n = 20)
Kemudian mencari nilai letak D6, dengan cara:

Letak desil 6 (D6) =

Statistik Deskriptif Page |6


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

Sehingga letak dari D6 yaitu antara data ke 12 (X12 = 25) dan data ke 13
(X13 = 27), sehingga nilai dari D6 adalah :

D6 = X12 + 0,6 (X13 – X12)


= 25 + 0,6(27 - 25)
= 25 + 0,6 (2)
= 25 + 1,2
= 25,2

b. Data Kelompok
Untuk data kelompok, maka rumus untuk mencari nilai Desil (Di) dalam
distribusi frekuensi adalah :

Dimana :
= letak desil ke – i pada kelas interval

Di = desil ke-i
i = 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, 9
TBK = Tepi bawah kelas yang mengandung Di
fkq = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung Di yang dicari.
fq = frekuensi kelas yang mengandung Di
n = banyak observasi (banyak data)
Ci = Panjang kelas interval

Statistik Deskriptif Page |7


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

Contoh Soal 4:
Tentukan letak dan nilai D3 dan D7 dari data berikut ini :

Tepi Frekuensi
Gaji Jumlah
Kelas Kumulatif
karyawan Karyawan
Bawah “Kurang Dari”
29,5 0
30 – 39 4
39,5 4
40 – 49 6
49,5 10
50 – 59 8
59,5 18
60 – 69 12
69,5 30
70 – 79 9
79,5 39
80 – 89 7
89,5 46
90 - 99 4
99,5 50

Penyelesaian :
a. Desil ke-3 (D3)
Letak D3 adalah =

Jadi D3 terletak pada data ke 15 yaitu kelas 50-59, sehingga diperoleh data
sebagai berikut :
TBK = 49,5 ; Ci = 10 ; fkq = 10 dan fq = 8
Maka nilai dari D3 adalah :

D3 =

=
= 54,75
Sehingga bisa disimpulkan bahwa D3 adalah 54,75

Statistik Deskriptif Page |8


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

b. Desil ke-7 (D7)


Letak D7 adalah =

Jadi D7 terletak pada data ke 35 yaitu kelas 70-79, sehingga diperoleh data
sebagai berikut :
TBK = 69,5 ; Ci = 10 ; fkq = 30 dan fq = 9
Maka nilai dari D7 adalah :

D3 =

=
= 75,06
Sehingga bisa disimpulkan bahwa D7 adalah 75,06

3. Persentil
Selain kuartil dan desil, ternyata masih ada yang namanya adalah
persentil. Dikatakan persentil yaitu apaila suatu data dibagi menjadi 100
bagian yang sama didapat 99 pembagi, dan setiap pembagi disebut persentil.
Persentil juga dibagi menjadi dua, yaitu persentil untuk data tunggal, dan
persentil untuk data kelompok.

a. Persentil Data Tunggal


Rumus untuk mencari nilai letak persentil (Pi) pada data tunggal adalah
sebagai berikut :

Dimana :
Pi = persentil ke – i
i = 1,2,3,4,5 …., 99
N = banyaknya data/observasi

Statistik Deskriptif Page |9


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

Contoh Soal 4:

Tentukan letak P11 dan P90 serta nilainya dari data berikut ini : 35, 40, 70,
80, 91, 50, 61, 25, 95,88

Penyelesaian :
Data setelah diurutkan adalah :
25, 35, 40, 50, 61, 70, 80, 88, 91, 95 dan N = 10
1. Letak Persentil 11 (P11) =

=
Jadi letak P11 diantara data ke-1 (X1=25) dan data ke 2 (X2=35),
sehingga nilai dari P11 adalah sebagai berikut :

P11 = X1 + 0,21 (X2 – X1)

= 25 + 0,21 (35 - 25)


= 25 + 0,21 (10)
= 25 + 2,1
= 27,1

2. Letak Persentil 90 (P90) =

=
Jadi letak P90 diantara data ke-9 (X9=91) dan data ke-10 (X10=95),
sehingga nilai dari P90 adalah sebagai berikut :

P11 = X9 + 0,90 (X10 – X11)

= 91 + 0,90 (95 - 91)


= 91 + 0,90 (4)

Statistik Deskriptif P a g e | 10
Universitas Pamulang Akuntansi S-1

= 91 + 3,6
= 94,6

b. Persentil Data Kelompok


Sedangkan rumus untuk mencari nilai Persentil (P i) dalam data yang telah
dikelompokkan dalam distribusi frekuensi adalah sebagai berikut:

Dimana :
= letak persentil ke-i pada kelas interval

Pi = Persenti ke-i
i = 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, 9, … 99
TBK = Tepi bawah kelas yang mengandung Pi
fkp = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung P i yang dicari.
fp = frekuensi kelas yang mengandung P i
n = banyak observasi (banyak data)
Ci = Panjang kelas interval

Contoh Soal 5:
Jika diketahui data sebagai berikut, maka tentukan letak dan nilai P90 dari
data sebagai berikut :
Tepi Frekuensi
Gaji Jumlah
Kelas Kumulatif
karyawan Karyawan
Bawah “Kurang Dari”
29,5 0
30 – 39 4
39,5 4
40 – 49 6
49,5 10
50 – 59 8
59,5 18
60 – 69 12
69,5 30
70 – 79 9
79,5 39
80 – 89 7
89,5 46
90 - 99 4
99,5 50

Statistik Deskriptif P a g e | 11
Universitas Pamulang Akuntansi S-1

Penyelesaian :
Persentil 90 (P90)
Letak P90 =

Maka P90 terletak pada data ke 45 yaitu pada kelas 80-89, sehingga
diperoleh data sebagai berikut :
TBK = 79,5 ; Ci = 10 ; fkp = 39 dan fp = 7
Maka nilai P90 adalah :

P90 =

=
= 88,07

C. LATIHAN SOAL

1. Diketahui data yang dikumpulkan adalah 30, 42, 76, 80, 90, 55, 66, 26, 95,80
Tentukanlah nilai dari:

a. Quartil-1 (Q1) dan Quartil-3 (Q3)


b. Desil-4 (D4) dan Desil-6 (D6)
c. Persentil-20 (P20) dan Persentil-60 (P60)

2. Hasil evaluasi UTS MK Statistik dari 80 orang mahasiswa diperoleh data yang
disajikan dalam table berikut ini:

Kelas Interval Frekuensi


41 – 50 4
51 – 60 7
61 – 70 15
71 – 80 20
81 – 90 10
91 - 100 6
Jumlah 60

Statistik Deskriptif P a g e | 12
Universitas Pamulang Akuntansi S-1

Berdasarkan data tersebut, tentukanlah nilai dari:


a. Quartil-1 (Q1) dan Quartil-3 (Q3)
b. Desil-3 (D3) dan Desil-8 (D8)
c. Persentil-30 (P30) dan Persentil-70 (P70)

3. Jika diketahui data adalah :

Kelas Interval Frekuensi


51 – 60 6
61 – 70 8
71 – 80 16
81 – 90 12
91 – 100 8
Jumlah 50

Dari data di atas, tentukanlah nilai dari:


a. Quartil-2 (Q2) dan Quartil-3 (Q3)
b. Desil-4 (D4) dan Desil-9 (D9)
c. Persentil-77 (P77) dan Persentil-90 (P90)

D. DAFTAR PUSTAKA

Mangkuatmodjo. (2015). Statistik Deskriptif. Jakarta: Rineka Cipta.

Nasution Masnidar. (2017). Statistik Deskriptif. Jurnal Vol.12 No.1 ISSN :1829-8419.

Walpole. (1992). Pengantar Statistika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Wirawan Nata. (2012). Cara Mudah Memahami Statistika ekonomi dan Bisnis. Bali:
Keraras Emas.

Statistik Deskriptif P a g e | 13