Anda di halaman 1dari 3

TUGAS INDIVIDU

KMB II

Hormon MSH

OVERLINDA LIMBONG

183145105049

UNIVERSITAS MEGA REZKY MAKASSAR

FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN

PRODI S1 KEPERAWATAN

TAHUN AJARAN 2019/2020


APA ITU HORMON MSH?

Hormon perangsang melanosit , dikenal secara kolektif sebagai MSH , juga dikenal


sebagai melanotropin atau intermedin, adalah keluarga hormon peptida dan neuropeptida
yang terdiri dari hormon perangsang α-melanosit (α-MSH), hormon perangsang-
melanosit (β-MSH) ), dan hormon perangsang an-melanosit (γ-MSH) yang diproduksi oleh
sel-sel dalam pars intermedia dari lobus anterior kelenjar hipofisis .

Berbagai bentuk MSH dihasilkan dari pembelahan yang berbeda dari


protein proopiomelanocortin , yang juga menghasilkan neuropeptida penting lainnya
seperti hormon adrenokortikotropik . 

Melanosit dalam kulit membuat dan mengeluarkan MSH sebagai respons terhadap sinar


ultraviolet , di mana ia meningkatkan sintesis melanin . Beberapa neuron dalam nukleus
arkuata hipotalamus membuat dan mengeluarkan α-MSH sebagai respons terhadap leptin, α-
MSH juga dibuat dan disekresikan di lobus anterior kelenjar hipofisis .

FUNGSI

 Merangsang produksi pigmen melanin

 Mengatur perilaku makan, suasana (mood), siklus tidur-bangun dan keseimbangan


energi

Pembahasan:

Melanocyte-stimulating hormone (Hormon MSH) atau Hormon perangsang melanosit


adalah sekelompok hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis, hipotalamus, dan sel
kulit. Hormon MSH sangat penting untuk menjaga kulit dari sinar ultraviolet, dengan
merangsang pembentukan pigmen melanin.  

Pigmen melamin adalah pigmen yang menentukan hitam atau terangnya kulit
seseorang. Semakin banyak jumlah melamin maka semakin semakin gelap warna kulit.
Melamin pada kulit berguna untuk melindungi kulit dari radiasi sinar matahari yang
berbahaya, terutama sinar ultraviolet

Melanin bermanfaat untuk melindungi diri dari bahaya sinar ultraviolet matahari,
yang dapat menyebabkan kanker kulit berbahaya. Karena radiasi sinar ultraviolet ini paling
banyak berada di daerah Tropis dekat garis Khatulistiwa (Equator) maka hormon MSH dan
pigmen melanin juga paling banyak ditemui pada orang yang hidup di daerah Tropis ini,
termasuk di Indonesia. Selain merangsang dihasilkannya pigmen melanin, hormon MSH juga
mengatur perilaku makan, suasana (mood), siklus tidur-bangun dan keseimbangan energi.
Akibatnya, pada orang dengan hormon MSH rendah, sering terjadi gangguan seperti suasana
(mood) yang buruk, mudah marah dan gangguan sulit tidur dan sulit makan. Kondisi ini
misalnya dialami oleh orang di daerah lintang tinggi (seperti di benua ropa dan Amerika
Utara) pada Musim Dingin, yang menyebabkan terjadinya penyakit demam kabin (cabin
fever), serta pada orang yang terlalu anyak tingal di dalam ruangan. Untuk mengatasi
kekurangan hormon MSH, maka dianjurkan untuk sering berjemur matahari pagi, serta dapt
juga mengonsumsi suplemen.

Peningkatan MSH akan menyebabkan kulit lebih gelap pada manusia juga. MSH
meningkat pada manusia selama kehamilan . Ini, bersama dengan peningkatan estrogen ,
menyebabkan peningkatan pigmentasi pada wanita hamil. Penyakit Cushing karena
kelebihan hormon adrenokortikotropik (ACTH) juga dapat menyebabkan hiperpigmentasi,
seperti acanthosis nigricans di aksila . Kebanyakan orang dengan penyakit Addison primer
mengalami penggelapan ( hiperpigmentasi ) kulit, termasuk area yang tidak terpapar sinar
matahari; situs karakteristik adalah lipatan kulit (misalnya tangan), puting, dan bagian dalam
pipi (mukosa bukal), bekas luka baru menjadi hiperpigmentasi, sedangkan yang lebih tua
tidak menggelap. Ini terjadi karena MSH dan ACTH memiliki molekul prekursor yang
sama, proopiomelanocortin (POMC).

Kadar MSH yang berbeda bukanlah penyebab utama variasi warna kulit . Namun, pada
banyak orang berkepala merah , dan orang lain yang tidak memiliki kulit yang baik, ada
variasi dalam reseptor hormon mereka, menyebabkan mereka tidak merespon MSH dalam
darah.