Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

PANDEMI COVID-19 SEBAGAI ALTERNATIF PENDEKATAN


PEMBELAJARAN POLA HIDUP BERSIH,SEHAT,INDAH,DAN
HARMONI

Disusun Sebagai syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah pendidikan jasmani olahraga
dan kesehatan

Dosen pengampu :

Drs.Sutaryono ,M.Pd.

Disusun oleh:

Nama : Markamah

NIM : 1401419018

No :

ROMBEL A

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG


2020

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan Kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat,
taufik serta karunia-Nya kepada kita. Sehingga kami bisa menyelesaikan makalah  ini
tepat pada waktunya, yang berjudul “Pandemi Covid-19 sebagai alternatif pembelajaran
pola hidup bersih,sehat ,indah dan harmoni ( PBHSI).Kami berharap makalah  ini dapat
memberikan informasi dan pengetahuan bagi pembaca.Sehingga mampu menambah
wawasan pengetahuan kita semakin luas. Semoga menjadikan ilmu yang bermanfaat
bagi orang lain.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan karena


keterbatasan pengetahuan kami. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang
bersifat membangun selalu kami harapkan demi terciptanya kesempurnaan
dalammakalah.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan dalam makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga
Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Semarang,9 April 2020

Penulis
i

Daftar isi

Kata pengantar........................................................................................................i

Daftar isi.................................................................................................................ii

BAB I Pendahuluan.................................................................................................1

A. Latar Belakang.............................................................................................1
B. Rumusan Masalah........................................................................................2
C. Tujuan..........................................................................................................2

BAB II Pembahasan................................................................................................3

A. Pengertian Pandemi Covid-19.....................................................................3


B. Gejala Covid-19..........................................................................................4
C. Upaya yang dilakukan Pemerintah dalam mengatasi Covid-19...................5
D. Tindakan Pencegahan terhadap Covid-19...................................................7
E. Dampak positif dan dampak negatif pandemi Covid-19.............................9
F. pandemi covid-19 itu sebagai pendekatan Pembelajaran PHBSIH....................12

BAB III Penutup...................................................................................................13

A. Simpulan....................................................................................................13
B. Saran.........................................................................................................13

Daftar pustaka......................................................................................................14
ii

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

Saat  ini ,dunia dikejutkan dengan mewabahnya suatu penyakit yang disebabkan
oleh sebuah virus  yang bernama corona atau dikenal dengan istilah covid-19 (Corona
Virus diseases-19).Virus yang disinyalir mulai mewabah 31 Desember 2019 di Kota
Wuhan Provinsi Hubei Tiongkok, saat ini menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia
dengan sangat cepat, sehingga WHO tanggal 11 Maret 2020 menetapkan wabah ini
sebagai pandemi global.
Ratusan ribu manusia terpapar virus ini di seluruh dunia, bahkan puluhan ribu
menjadi korban meninggal. Tercatat negara-negara yang memiliki kasus tinggi terpapar
covid-19 saat ini adalah Italia, Tiongkok, Spanyol, Amerika Serikat, dan Iran dengan
tingkat kematian mencapai ribuan orang. Penularan yang sangat cepat dan sulitnya
mendeteksi orang yang terpapar karena masa inkubasi covid-19 kurang lebih dua
minggu menjadi penyebab banyaknya korban berjatuhan.

Penularan lewat kontak antar manusia yang sulit diprediksi karena kegiatan
sosial merupakan penyebab terbesar menyebarnya covid-19 ini. Obat penawar yang
belum bisa ditemukan dan membludaknya jumlah pasien terpapar covid-19 menjadi
penyebab kematian yang paling tinggi. Rumah sakit dan paramedis yang menagani
merasa kewalahan sehingga banyaknpasien yang tidak tertangani dengan baik. Sulitnya
Alat Pelindung Diri bagi paramedis menjadi penyebab pasien berjatuhan termasuk
dokter dan paramedis lainnya yang juga terpaparcovid-19 sehingga akhirnya meninggal.

Rumitnya penanganan wabah ini membuat para pemimpin dunia menerapkan


kebijakan yang super ketat untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Social
distancing menjadi pilihan berat bagi setiap negara dalam menerapkan kebijakan untuk
pencegahan penyebaran covid-19, karena kebijakan ini berdampak negatif terhadap
segala aspek kehidupan.Dalam hal ini,Pemerintah menghimbau kepada masyarakat
guna menerapkan pola hidup bersih,sehat,indah dan harmoni dalam kehidupannya.
1

B.Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Pandemi Covid-19?


2. Apa saja tanda atau gejala bila seseorang terinfeksi Covid-19?
3. Bagaimana Upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi Covid-19 yang
semakin meningkat?
4. Bagaimana cara seseorang dalam melakukan tindakan pencegahan terhadap
covid-19?
5. Bagaimana dampak positif dan dampak negatif dengan adanya Covid-19 dalam
aspek kehidupan ?
6. Apakah dengan adanya pandemi covid-19 itu sebagai pendekatan Pembelajaran
Pola hidup Bersih,sehat,indah dan Harmoni dalam kehidupan sehari-hari?

C.Tujuan Penulisan

1. Guna mengetahui dan memahami Pandemi Covid-19.


2. Guna mengetahui tanda bila seseorang terinfeksi Covid-19.
3. Guna mengetahui,memahami dan menerapkan Tindakan pencegahan terhadap
Covid-19.
4. Guna mengetahui dampak positif ataupun negatif dengan adanya pandemi
Covid-19 dalam aspek kehidupan.
5. Guna mampu mengetahui,memahami dan menerapkan Pola Hidup
Bersih,Sehat,Indah,dan Harmoni dalam kehidupan sehari-hari.

BAB III

PEMBAHASAN
A.Pengertian Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 merupakan virus corona yang berasal dan pertama kali
muncul dari kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Di duga Covid-19 ini
berasal dari hewan kelewar dan setelah di telusuri, orang-orang yang terinfeksi virus
ini merupakan orang-orang yang memiliki riwayat telah mengunjungi pasar basah
makanan laut dan hewan lokal di Wuhan, China.

Manusia merupakan mahluk sosial yang memungkinkan saling berinteraksi


secara langsung sehingga tingkat penyebaran pandemi Covid-19 semakin pesat,
hingga Kamis, 26 maret 2020 tercatat 198 negara yang terinfeksi oleh Covid-
19.Indonesia merupakan salah satu negara yang terinfeksi pandemi Covid-19, pada 26
Maret 2020 tercatat 893 orang positif virus Corona. Diantaranya, 35 orang sembuh,
780 orang di rawat, dan 78 orang meninggal.

Salah satu penyebab virus corona mudah menyebar di Indonesia adalah karena
Indonesia merupakan negara dengan Sektor pariwisata. Sektor pariwisata merupakan
salah satu faktor yang berperan penting dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia
dan memiliki kontribusi devisa terbesar kedua di Indonesia setelah devisa hasil ekspor
Kelapa Sawit.Sektor pariwisata memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang
pada perekonomian Indonesia. Dampak jangka pendek dapat di rasakan secara
langsung, sedangkan dampak jangka Panjang dapat dilihat dengan bertambahnya
pendapatan nasional, namun dengan adanya Covid-19 semuanya tak lagi sama.

Selain itu,Penularan lewat kontak antar manusia yang sulit diprediksi karena
kegiatan sosial merupakan penyebab terbesar menyebarnya covid-19 ini. Obat
penawar yang belum bisa menjadi penyebab kematian yang paling tinggi. Rumah sakit
dan paramedis yang menangani merasa kewalahan sehingga banyak pasien yang tidak
tertangani dengan baik

Rumitnya penanganan wabah ini membuat para pemimpin dunia menerapkan


kebijakan yang super ketat untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Social
distancing menjadi pilihan berat bagi setiap negara dalam menerapkan kebijakan untuk
pencegahan penyebaran covid-19, karena kebijakan ini berdampak negatif terhadap
segala aspek kehidupan.Dalam hal ini,Pemerintah menghimbau kepada masyarakat
guna menerapkan pola hidup bersih,sehat,indah dan harmoni dalam kehidupannya

B.Gejala atau Tanda Seseorang Terinfeksi Covid-19

Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa berupa gejala flu, seperti
demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala
bisa memberat. Pasien bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan
berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh
bereaksi melawan virus Corona.

Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi
virus Corona, yaitu:

 Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius)


 Batuk
 Sesak napas

Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu
setelah terpapar virus Corona.

C.Upaya yang dilakukan Pemerintah dalam menangani Pandemic Covid-19

1. Pemerintah Indonesia telah membentuk dan mengaktifkan Tim Gerak Cepat


(TGC) di wilayah otoritas pintu masuk negara di bandara/pelabuhan/Pos Lintas
Batas Darat Negara (PLBDN). Tim dapat terdiri atas petugas Kantor Kesehatan
Pelabuhan (KKP), Imigrasi, Bea Cukai, Karantina Hewan dan unit lain yang
relevan di wilayah otoritas pintu masuk negara yang memiliki kompetensi yang
diperlukan dalam pencegahan importasi penyakit.

4
2. Tim bertugas melakukan pengawasan alat angkut, orang, barang, dan lingkungan
di pintu masuk negara. Menyediakan ruang wawancara, ruang observasi, dan
ruang karantina untuk penumpang.
3. Dalam menghadapi situasi pandemic virus Novel Corona 2019 (n-COV), sejak
tanggal 18 Januari 2020 Indonesia telah melakukan pemeriksaan kesehatan di
sekitar 135 titik di bandar udara, di darat dan pelabuhan, dengan menggunakan
alat pemindai suhu tubuh bagi siapa pun yang memasuki wilayah Indonesia,
sesuai regulasi kesehatan internasional, Pemerintah Indonesia juga telah
mengerahkan personil tambahan di bandar udara serta meningkatkan kesiagaan
rumah sakit.
4. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah melakukan tiga langkah
pencegahan masuknya virus Corona ke wilayah Indonesia, yaitu:
 Menerbitkan Surat Edaran kepada seluruh Dinas Kesehatan Provinsi dan
Kab/Kota, RS Rujukan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Balai
Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) untuk meningkatkan kewaspadaan
dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan masuknya penyakit ini.
 Menempatkan 135 thermal scanner di seluruh bandar udara di Indonesia
terutama yang mempunyai penerbangan langsung ke Tiongkok
 Memberikan health alert card dan Komunikasi, informasi, dan Edukasi
(KIE) pada penumpang

5.Kementerian Kesehatan juga telah menunjuk 100 Rumah Sakit rujukan, yang
sebelumnya dipakai pada kasus flu burung. Selain itu, Kementerian Kesehatan juga
telah menyiapkan 21 kapsul evakuasi (meja dorong isolasi pasien) terkait
penyebaran virus corona sebagai bentuk tindak pencegahaan.

6.  Kementerian Kesehatan telah mengembangkan pedoman kesiapsiagaan


mengacu pada pedoman sementara yang disusun oleh WHO, menyusun panduan
bagaimana mengurangi risiko terjangkit n-Cov, seperti mencuci tangan dan
menjauhi orang-orang yang sakit.

5
7.Kementerian Kesehatan membuka kontak layanan yang dapat diakses masyarakat
untuk mencari informasi perihal virus corona. Nomor layanan informasi yang dapat
dihubungi adalah 0215210411 dan 081212123119. Layanan ini diisi oleh petugas
dari Direktorat Turbulen dan Karantina Kesehatan untuk mengomunikasikan hal-
hal yang berkaitan dengan informasi dan rumor terkait virus corona.  

8. Pada tanggal 2 Februari pemerintah Indonesia mengumumkan penundaan seluruh


penerbangan dari dan ke RRT daratan yang berlaku mulai tanggal 5 Februari 2020
pukul 00.00 WIB, melarang seluruh orang masuk dan transit ke Indonesia apabila
selama 14 hari terakhir berada di RRT daratan, serta mencabut sementara bebas
visa dan visa on arrival untuk warga negara RRT. Pada tanggal 4 Februari 2020,
melalui Menteri Perdagangan, Pemerintah Indonesia juga telah menghentikan
impor live animal dari RRT daratan.

9.Penilaian Perwakilan WHO di Indonesia mengenai kesiapan Indonesia


menghadapi n-COV:

 Indonesia memiliki sistem peringatan dan respons dini yang berfungsi,


Indonesia memiliki ratusan fasilitas di berbagai daerah yang dapat mengakses
kasus rujukan dan mengelola kasus ini dengan cara yang sangat tepat, dengan
ukuran pengendalian pencegahan infeksi yang sangat tepat.
 Dengan kesiapan sistem yang sudah ada, Indonesia dinilai siap untuk merspons
situasi ini
 WHO menilai Indonesia sudah berada di jalan yang benar dalam hal kesiapan
dan menyiapkan kegiatan persiapan

10.Pemerintah menghimbau masyarakat untuk melakukan social distancing guna


memutus rantai penyebaran Covid-19 dan menghimbau masyarakat melalui iklan
layanan masyarakat guna menerapkan pola hidup bersih,sehat,indah dan Harmoni
dalam kehidupan sehari-hari dengan cara rajin mencuci tangan dan memakai masker
saat keluar dari rumah.

6
D.cara seseorang dalam melakukan tindakan pencegahan terhadap covid-19

1. Cuci Tangan

Tindakan pertama yang dapat dilakukan untuk menangkal virus corona adalah
dengan rajin mencuci tangan. Sebab, tangan adalah salah satu anggota tubuh
yang menjadi sumber penyakit.Cuci tangan dengan durasi minimal 20 detik
untuk membunuh virus corona menggunakan sabun dan air bersih yang
mengalir. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan kain yang bersih atau
tisu.Tindakan pencegahan yang satu ini dianggap lebih efektif untuk membunuh
kuman, bakteri, termasuk virus corona. Cuci tangan merupakan langkah yang
disarankan oleh banyak pihak, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia.

2. Hindari Sentuh Wajah

Telah diketahui bahwa tangan dapat menjadi sumber penyakit sebab sering
terjadi kontak dengan benda maupun orang lain. Sementara itu, virus corona
disinyalir dapat masuk tubuh manusia melalui segitiga wajah yakni mata,
hidung, dan mulut.Maka dari itu, hindari untuk menyentuh wajah menggunakan
tangan. Apabila terpaksa harus menyentuh wajah, maka pastikan untuk mencuci
tangan terlebih dahulu dengan sabun.

3. Etika Bersin dan Batuk


Terapkan etika bersin dan batuk dengan benar menggunakan siku tangan bagian
dalam atau tisu bersih. Sebab, cairan yang diproduksi pada saat batuk dan bersin
tersebut dapat menjadi media penularan virus corona.Apabila Anda
menggunakan tisu, maka segera buang ke tempat sampah dan cuci tangan
menggunakan sabun hingga bersih dan kering kembali.
4. Memakai Masker
Virus corona tidak menyebar melalui udara. Namun, penggunaan masker dapat
meminimalisir penularan virus corona. Sebab, virus corona dapat menyebar
melalui droplets dan dapat masuk ke dalam tubuh melalui selaput lender seperti
mata, mulut, dan hidung.
7
5. Hindari Interaksi Langsung
Cara sederhana guna menangkal virus corona yang kelima adalah hindari
interaksi secara langsung seperti berpelukan, berjabat tangan, dan lain
sebagainya.Dengan menghindari kontak kulit dengan orang lain, maka Anda
dapat mengurangi penyebaran virus corona.
6. Hindari Berbagi Barang Pribadi
Barang pribadi milik orang lain dapat saja meningkatkan risiko penularan virus
corona. Sebab meskipun tidak nampak gejala, virus ini dapat menginfeksi tubuh
manusia hingga berstatus sebagai silent carrier yang membawa dan menularkan
virus corona covid-19 kepada orang lain.Maka dari itu, selalu gunakan barang
sendiri dan hindari untuk meminjam barang pada orang lain. Hal tersebut
merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk menekan laju penyebaran virus
corona yang berbahaya.
7. Social atau physical distancing
adalah salah satu imbauan yang sering digemakan oleh berbagai pihak. Sebab,
dengan menjaga jarak antara satu sama lain dipercaya dapat mengurangi risiko
penyebaran virus corona.Selalu perhatikan jarak fisik dengan orang lain yakni
minimal 1 meter. Langkah ini dapat diterapkan saat berada di tempat umum
ataupun saat di luar rumah guna menangkal virus masuk ke dalam tubuh dan
menyebabkan masalah kesehatan yang serius.
8. Cuci Bahan Makanan
Cuci selalu bahan makanan yang diperoleh sebelum mengolahnya. Sebab, pada
bahan makanan selalu saja terdapat kemungkinan adanya kuman, bakteri, hingga
virus corona.Kita dapat mencuci bahan makanan sebelum disimpan di dalam
lemari pendingin dengan menggunakan larutan hidrogen peroksida ataupun cuka
yang dapat membunuh bakteri, kuman, dan virus dengan cukup efektif.
9. Bersihkan perabot rumah
Virus corona dapat menempel pada permukaan benda yang sering terjadi
interaksi. Maka dari itu, bersihkan selalu perabotan rumah secara rutin.Bila
perlu, semprotkan cairan disinfektan setiap pagi dan sore hari yakni sebelum dan
setelah beraktivitas guna membunuh virus corona.

8
E.Dampak Positif dan Dampak Negatif dengan adanya Covid-19

 Dampak Positif;
1) Lebih peduli dengan kesehatan

karena wabah tersebut kita sekarang lebih memperhatikan kesehatan dan lebih
menjaga kebersihan.Kita juga jadi mengingat untuk peduli dengan sesama dan
memaksa diri untuk bisa bekerja sama secara global dengan kompak melakukan
social distancing juga isolasi mandiri. Dengan mengingat bahwa hidup manusia
secara tidak langsung saling terhubung, kita diingatkan betapa berharganya kita
satu sama lain.
2) Seluruh dunia bekerjasama

Situasi penanganan virus corona di salah satu rumah sakti di Italia, dokter
mengenakan alat pelindung diri lengkap dan masker. Dunia seakan sedang
berbondong-bondong untuk mengalahkan musuh bersama yakni virus
corona. Kerja sama dalam skala global itu belum pernah terjadi.Sebelum
kepanikan mengenai Covid-19 menyita perhatian, setiap orang menghadapi
masalahnya masing-masing.
9
3) Manusia saling membantu
Bencana alam biasanya menyatukan orang dan memicu tindakan solidaritas
di antara sesama. Sementara ancaman pandemi, bagaimana pun telah
menyatukan seluruh umat manusia melawan ancaman nyata. Manusia saling
membantu tanpa perlu melihat suku, ras, atau kepercayaan.
4) Kualitas udara membaik

Kesehatan mental yang buruk hingga polusi dan polarisasi yang meningkat,
seakan menjadi bukti bahwa masyarakat terlalu sibuk bekerja, konsumsi
berlebihan, dan terlalu individulisme. Ketika sosial distancing sedang
dilaksanakan di seluruh dunia, kualitas udara menjadi
membaik.Didokumentasikan dari China ke Italia, dengan emisi karbon
mencapai titik terendah baru setiap hari karena berkurangnya perjalanan
udara.
5) Hobi tertunda bisa terlaksana saat isolasi mandiri

10
mungkin sulit untuk melakukan segala aktivitas hanya dari rumah. Tapi perlu
dilakukan untuk menyelamatkan kesehatan pribadi dan saling menjaga satu sama
lain.Kebijakan isolasi mandiri juga memberi kita kesempatan untuk bekerja
lebih sedikit, menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih, dan
menemukan waktu untuk mengobrol, membaca, memainkan musik, memasak,

 Dampak Negatif Covid-19


1. Kalap menimbun makanan;
2. Harga barang naik terutama masker, sanitizer, pengukur suhu hingga obat
dan sereh;
3. Daya beli turun, hutang meroket;
4. Tingkat pengembalian investasi rendah;
5. Omset bisnis banyak menurun, pendapatan menurun;
6. Tidak bisa bayar cicilan ke bank tepat waktu;
7. Biaya sekolah dan kuliah bertambah untuk menunjang belajar dengan
teknologi.
8. Membuat nilai tukar Rupiah melemah
9. Berbagai ajang olahraga batal diselenggarakan
10. Harga bahan pokok jadi melambung

Sejak kemunculan virus Corona menggemparkan Tiongkok dan dunia,


kebutuhan akan masker menjadi meningkat. Pasalnya, setiap orang ingin
melindungi diri dari berbagai kemungkinan penularan virus Corona tersebut.
Namun sayangnya jumlah stok yang tak mampu memadai tingginya permintaan
lantas membuat harga masker menjadi melonjak.

11
F.Pandemi covid-19 sebagai pendekatan Pembelajaran Pola hidup
Bersih,sehat,indah dan Harmoni dalam kehidupan sehari-hari

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan bahwa dengan


adanya pandemi COVID-19, orangtua dapat mengajarkan anak untuk menerapkan
pola hidup bersih dan sehat.Rita Pranawati, Wakil Ketua KPAI mengatakan bahwa
orangtua bisa memulai mengajarkan anak dengan membiasakan diri mencuci tangan
dengan benar, mengganti baju dan mandi usai bepergian, serta bersin dengan cara
yang benar.

Selain itu, membiasakan pola makan sehat dan gizi seimbang juga bagian dari
menjaga kesehatan. Olahraga dan berjemur tanpa harus bereksplorasi di luar juga
penting dilakukan anak-anak. KPAI juga meminta agar orangtua bisa menjelaskan soal
situasi pandemi COVID-19 kepada anak-anak sesuai usianya, agar mereka merasa
tenang dan tidak panik.

Di sini, orangtua perlu sadar bahwa momen ini juga menjadi wadah bagi mereka
untuk memperkuat kembali komunikasi dengan anak secara terbuka, menjadi
pendengar yang baik, melatih anak keterampilan mengurus diri dan pekerjaan rumah
sehari-hari, serta mendampingi mereka menyelesaikan tugas-tugas sekolah.PHBSIH
dengan cara;

Cuci Tangan

Pencegahan yang cukup efektif adalah dengan sesering mungkin mencuci


tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir, minimal 20 detik. Sebaiknya,
jangan menyentuh hidung, mulut dan mata sebelum mencuci tangan. Jika tidak ada
sabun dan air mengalir, bisa menggunakan cairan pembersih tangan (minimal 70
persen alkohol).

Kebersihan Rumah

S Namun desinfektan hanyalah solusi sesaat yang tidak bisa berkelanjutan karena ada
dampak negative pada tubuh manusia. Langkah yang tepat adalah kebiasaan
membersihkan rumah secara rutin. 12
BAB III

PENUTUP

A.Simpulan

Rumitnya penanganan wabah ini membuat para pemimpin dunia menerapkan


kebijakan yang super ketat untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Social
distancing menjadi pilihan berat bagi setiap negara dalam menerapkan kebijakan
untuk pencegahan penyebaran covid-19, karena kebijakan ini berdampak negatif
terhadap segala aspek kehidupan.Dalam hal ini,Pemerintah menghimbau kepada
masyarakat guna menerapkan pola hidup bersih,sehat,indah dan harmoni dalam
kehidupannya.Hal ini dilakukan guna memutus penyebaran Covid-19.Selain
itu,dengan adanya pandemi Covid-19 mengajarkan manusia untuk saling peduli dan
membantu sesama serta Pandemi Covid-19 sebagai pendekatan pembelajaran Pola
Hidup Bersih,Sehat,Indah dan Harmoni dalam kehidupannya.

B.Saran

Dalam hal ini,Pandemi Covid-19 mengajarkan kepada kita semua guna


senantiasa menjaga kebersihan serta kita harus mampu menerapkan Pola hidup
bersih,sehat,indah dan harmoni dalam kehidupan sehari-hari seperti mencuci tangan
dengan sabun,makan-makanan bergizi,Olahraga yang teratur.

13
Daftar Pustaka

https://kabar-priangan.com/dampak-pandemi-covid-19-terhadap-dunia-pendidikan/
https://www.alodokter.com/virus-corona
https://kemlu.go.id/pretoria/id/news/4771/langkah-dan-upaya-pemerintah-indonesia-
dalam-menangani-dan-menghadapi-virus-novel-corona-2019-n-cov
https://www.liputan6.com/bola/read/4219236/10-cara-sederhana-mencegah-virus-
corona-covid-19-wajib-dilakukan
https://www.suara.com/health/2020/03/20/185500/5-sisi-positif-wabah-virus-corona-
covid-19-salah-satunya-kerjasama-dunia
https://republika.co.id/berita/q7nji6396/dampak-covid19-pada-ekonomi-dan-keuangan-
keluarga-kita
https://www.idntimes.com/news/indonesia/rahardian-shandy/dampak-ekonomi-corona-
c1c2/6
https://www.liputan6.com/health/read/4217316/pandemi-covid-19-jadi-saat-tepat-
ajarkan-pola-hidup-bersih-dan-sehat-pada-anak

14
Lampiran