Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PENELETIAN KIMIA

ELEKTROLISIS

Dibuat oleh kelompok :

1. Arnesya Mutiara Johan (04)


2. Desta Nurrachmawati Said (07)
3. Ilham Perdana Putra (13)
4. Tiara Megalia (26)
5. Tulus Wira Bhakti (27)

XII IPA 4
PRAKTIKUM REAKSI ELEKTROLISIS

I. TUJUAN
Mempelajari perubahan perubahan yang terjadi pada elektrolisis larutan
tembaga II Sulfat (CUSO4) dan kalium iodida (KI).

II. RUMUSAN MASALAH


Adakah perbedaan larutan sebelum di elektrolisis dan setelah di elektrolisis?

III. HIPOTESIS
Setelah di elektrolisis larutan warnanya berubah dengan sebelum di elektrolisis.

IV.DASAR TEORI

A.   Elektrolisis
Elektrolisis merupakan proses kimia yang mengubah energi listrik menjadi
energi kimia. Komponen yang terpenting dari proses elektrolisis ini adalah elektroda
dan elektrolit.Elektroda yang digunakan dalam proses elektolisis dapat digolongkan
menjadi dua, yaitu:
Elektroda inert, seperti kalsium (Ca), potasium, grafit (C), Platina (Pt), dan emas (Au).
Elektroda aktif, seperti seng (Zn), tembaga (Cu), dan perak (Ag)
Elektrolitnya dapat berupa larutan berupa asam, basa, atau garam, dapat pula leburan
garam halida atau leburan oksida. Kombinasi antara elektrolit dan elektroda
menghasilkan tiga kategori penting elektrolisis, yaitu:
~ Elektrolisis larutan dengan elektroda inert
~ Elektrolisis larutan dengan elektroda aktif
~ Elektrolisis leburan dengan elektroda inert
Pada elektrolisis, katoda merupakan kutub negatif dan anoda merupakan kutub positif.
Pada katoda akan terjadi reaksi reduksi dan pada anoda terjadi reaksi oksidasi.

B.   Sel elektrolisis


Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia yang menimbulkan terjadinya reaksi
redoks yang tidak spontan dengan adanya energi listrik dari luar.Contohnya adalah
elektrolisis lelehan NaCl dengan elektroda platina. Contoh lainnya adalah pada sel
Daniell jika diterapkan beda potensial listrik dari luar yang besarnya melebihi potensial
sel Daniell. Sel eleltrolisis memiliki 3 ciri utama,yaitu :
a. Ada larutan elektrolit yang mengandung ion bebas. Ion – ion ini dapat memberikan atau
menerima electron sehingga electron dapat mengalir melalui larutan.
b. Ada 2 elektroda dalam sel elektrolisis.
c. Ada sumber arus listrik dari luar,seperti baterai yang mengalirkan arus listrik searah
( DC ).
Elektroda yang menerima electron dari sumber arus listrik luar disebut Katoda,
sedangkan elektroda yang mengalirkan electron kembali ke sumber arus listrik luar
disebut Anoda. Katoda adalah tempat terjadinya reaksi reduksi dan anoda adalah
tempat terjadinya reaksi oksidasi. Katoda merupakan elektroda negative karena
menangkap electron sedangakn anoda merupakan elektroda positif karena melepas
electron. Dalam sel, reaksi oksidasi reduksi berlangsung dengan spontan, dan energi
kimia yang menyertai reaksi kimia diubah menjadi energi listrik. Bila potensial
diberikan pada sel dalam arah kebalikan dengan arah potensial sel, reaksi sel yang
berkaitan dengan negatif potensial sel akan diinduksi. Dengan kata lain, reaksi yang
tidak berlangsung spontan kini diinduksi dengan energi listrik. Proses ini disebut
elektrolisis. Pengecasan baterai timbal adalah contoh elektrolisis.
Faktor yang Mempengaruhi Proses Elektrolisis
1. Jenis elektroda yang digunakan
2. Kedudukan ion dalam siri elektrokimia
3. Kepekatan ion
Perbedaan Antara Sel Elektrolisis / Sel Kimia
Sel Elektrolisis dialirkan melalui elektrolit, ion-ion akan terurai dan bergerak ke
masing-masing anoda dan katoda. Penguraian elektrolit dilakukan oleh arus
elektrik.Anion bergerak menuju ke elektroda anoda manakala Kation bergerak menuju
ke elektroda katoda.Sel Kimia Sel kimia ialah sel yang menghasilkan tenaga elektrik
melalui tindakbalas kimia.Sel kimia dibina daripada dua logam (elektrod) yang
berlainan dicelupkan kedalam suatu larutan masing- masing elektrolit.Elektroda Zn
dicelupkan ke dalam larutan ZnSO4, Elektroda Cu dicelupkan ke dalam larutan CuSO4
dan dihubungkan oleh satu jembatan garam.Arus yang terhasil ialah sebanyak 1.10A.
Hukum faraday pertama tentang tentang elektrolisis menyatakan bahwa “jumlah
perubahan kimia yang dihasilkan sebanding dengan besarnya muatan listrik yang
melewati suatu elektrolisis”. Hukum kedua tentang elektrolisis menyatakan bahwa :
“Sejumlah tertentu arus listrik menghasilkan jumlah ekivalen yang sama dari benda apa
saja dalam suatu elektrolisis” (Petrucci, 1985).

V.                VARIABEL
a.Variabel manipulasi :
1) Larutan CuSO4  (1 M)
2) Larutan H2O (100ml)
3) Larutan KI (0,5 M)

b.Variabel kontrol
1) Alat percobaan
2) Tempat praktikum
VI.ALAT DAN BAHAN

ALAT :
a) Kaca arloji
b) Timbangan digital
c) Corong
d) Gelas ukur
e) Labu ukur 100ml
f) Pipa U
g) Power Supply
h) Kabel listrik
i) Elektrode
j) Stopwatch
k) Timbangan manual
l) Statif
m) Spatula
n) Stopwacth
o) Kamera hp

BAHAN :
1. Larutan H2O (100ml)
2. Larutan CuSO4  (0,1 M)
3. Larutan kalium iodida (KI) 0,5 M
4. Indikator fenolftalein (PP)
5. Larutan Amilum (tepung / roti)
VII.GAMBAR PERANGKAT PERCOBAAN

VIII.LANGKAH KERJA
A. Langkah kerja elektrolisis larutan CuSO4
1) Mencari berapa massa larutan yang dibutuhkan.
CuSO4,5H2O0,1Msebanyak100ml
Mol(n) =M×liter
=0,1×0,1
=0,01mol
Mol =gram÷Mr
Gram =Mol×Mr
=0,01×251
=2,51gr
2) Mencari berat timbangan.
Berat kaca arloji 40,7
Larutan 2,51
Jumlah 43,21
3) Membuat larutan.
a. Memasukkan CuSO4( larutan ) ke gelas beker
b. Memasukkan H2O sebanyak 100ml
4) Memasukkan kelabu ukur menggunakan corong jika kurang 100ml gelas ukur dicuci
pakai akuades mungkin masih tertinggal.
5) Memasang pipa U dahulu.
6) Memasukkan larutan ke pipa U.
7) Memasang kabel soket ke elektrode lalu di masukkan ke pipa U.
8) Kabelnya di colokkan ke Power Supply.
9) Lalu dihidupkan ke saklar.
10) Di tunggu hingga 20 menit. Selama menunggu membersihkan alat yang sudah tidak
terpakai.
11) Memasukkan data yang diperoleh ke tabel pengamatan.
12) Mendokumentasikan hasil praktikum.
B. Langkah kerja elektrolisis larutan KI
1. Mencari massa larutan
Mol = M × liter
= 0,5 × 0,1
= 0,05 mol
Gram = mol × Mr
= 0,05 × 165
= 8,25 gram
2. Menimbang berat
Berat kaca arloji 40,8
Berat larutan 8,25
= 40,8 + 8,25
= 49,05
3. Menuangkan akuades sebanyak 100ml ke gelas ukur.
4. Memasukkan larutan ke gelas beker.
5. Memasukkan air larutan ke labu ukur melalui corong hingga batas pada garis.
6. Memasang pipa U pada penyangga.
7. Memasukkan larutan ke pipa U.
8. Memasang kabel listrik pada elektrode carbon.
9. Memasukkan eletrode tadi ke pipa U lalu dihubungkan ke PS.
10. Mencolokkan PS ke aliran listrik (saklar) lalu nyalakan PS.
11. Tunggu hingga 1 menit 25 detik.
12. Membersihkan tabung reaksi sebelum dipakai.
13. Memberi label pada pipa U.
14. Teteskan larutan Anoda dan Katoda hasil elektrolisis sebanyak 20 tetes di
tabung reaksi.
15. Memasukkan PP sebanyak 2 -3 tetes ke 2 tabung reaksi.
16. Memasukkan amilum ke tabung reaksi.
IX.TABEL PENGAMATAN
A. Tabel pengamatan elektrolisis larutan CuSO4

Perubahan selama Perubahan setelah


Cairan dari
elektrolisis elektrolisis
Warna larutan menjadi
Katoda (+) Berwarna tembaga
kekuningan
Waktu di elektrolisis Pada elektrode terdapat
Anoda (-)
banyak gelembung endapan putih keruh

B. Tabel pengamatan elektrolisis larutan KI

Perubahan selama Perubahan setelah Perubahan setelah


Cairan dari
elektrolisis +PP +amilum
Ada banyak
Warna menjadi Warna menjadi putih
Katoda (+) gelembung di
ungu pekat
elektroda
Terjadi perubahan
Warna menjadi Warna menjadi ungu
Anoda (-) warna pada larutan
kunig memudar kehitaman
menjadi kecoklatan

III.              ANALISA DATA


Pengamatan pada anoda dihasilkan sedikit gelembung dan pada katoda
dihasilkan banyak gelembung. Hal tersebut menunjukkan pada katoda terjadi reduksi
Cu2+ yang menghasilkan endapan Cu dan pada anoda terjadi oksidasi H2O yang
menhasilkan O2 .

Pada percobaan pertama yaitu memasukkan KI pada tabung U menambahkan


indikator PP pada katoda dan amilum pada anoda, kemudian menghubungkan ke dua
elektroda seperti pada gambar perangkat percobaan dengan arus searah selama
5menit.Menghasilkan perubahan warna menjadi kuning kecoklatan pada katoda dan
ungu pada anoda. Reaksi yang terjadi pada katoda yaitu 2H 2O + 2e  2OH- + H2 dan
reaksi yan terjadi pada anoda yaitu 2 I -  I2 + 2e . zat yang dihasilkan pada katoda yaitu
H2 dan pada anoda dihasilkan I2 .  pengamatan lain pada katoda dihasilkan banyak
gelembung dan pada anoda dihasilkan sedikit gelembung. Bau yang dihasilkan pada
katoda yaitu seperti betadine, dan tidak ada bau pada anoda.

                                                
IV.PERTANYAAN
1. Zat apakah yang terjadi di ruang anoda dari hasil elektrolisis pada larutan CuSO 4
maupun pada larutan KI?
2. Jelaskan perrsamaan reaksi yang terjadi di anoda dan katoda!
3. Berikan penjelasan mengenai hasil elektrolisis tersebut!
4. Kesimpulan apakah yang dapat dituliskan setelah melakukan kedua percobaan
diatas?

JAWABAN
1. Pada larutan KI zat yang terjadi di ruang anoda I - dan pada larutan CuSO4 zat yang
terjadi di ruang anoda adalah SO42-
2. ~Larutan CuSO4
2CuSO4à 2 Cu2+ + 2SO42-
Anoda : 2H2O à O2 + 4H+ +4e
Katoda :2Cu2++4e à 2Cu
2CuSO4 + 2H2O à O2 + 4H+ + 2Cu + 2SO42-
2CuSO4 + 2H2O à O2 + 2H2SO4 + 2CuSO4
~Larutan KI
2KI à 2K+ + 2I-
Anoda : 2I-àI2 + 2e
Katoda : 2H2O +2e à H2 + 2OH-
2KI + 2H2O à 2K+ + I2+ H2+2OH-
2KI+ 2H2O à 2KI+ I2+ 2HI+2KOH
3. Pada larutan KI, Hasil pengamatan menunjukkan perubahan warna pada larutan.
Anoda (+) berwarna kuning. Pada elektroda, katoda dan anoda memiliki banyak
gelembung. Hal ini menunjukkan ada gas yang dihasilkan oleh katoda ataupun anoda.
Katoda menghasilkan gas hydrogen (reduksi H2O) dan anoda menghasilkan gas Iodin
(Oksidasi 2I -).
Sebagaimana reaksinya :
Katoda      :  2H2O + 2e à 2OH - + H2
Anoda     :   2I - à I2 + 2e
2H2O + 2I - 2OH - + I2
Pada elektrolisis CuSO4 hasil pengamatan menunjukkan perubahan warna pada larutan.
Katoda (-) berwarna kekuning – kuningan. pada elektroda ruang katoda terdapat
endapan dan anoda tidak terdapat endapan (namun banyak gelembung). Hal tersebut
menunjukkan, pada katoda terjadi reduksi Cu2+ yang menghasilkan endapan Cu dan
pada anoda terjadi oksidasi  H2O yang menghasilkan gas oksigen (O2).
Sebagaimana reaksinya :
Katoda    : 2Cu2+ + 4e  à 2Cu
Anoda     :  2H2Oà 4H+ + O2 + 4e
2Cu2++ 2H2Oà2Cu+ 4H+ + O2
4. Melalui percobaan diatas dapat disimpulkan :
 Endapan yang terjadi pada elektrolisis larutan CuSO 4 diruang anoda adalah
endapan SO42-
 Endapan yang terjadi pada elektrolisis larutan KI diruang anoda adalah endapan
I-
 Pada elektrolisis KI terhadap elektroda C pada elektroda di ruang anoda
terbentuk gelembung O2.
 Pada larutan KI,di elektroda, katoda dan anoda memiliki banyak gelembung.
Hal ini menunjukkan ada gas yang dihasilkan oleh katoda ataupun anoda.
Katoda menghasilkan gas hydrogen (reduksi H2O) dan anoda menghasilkan gas
Iodin (Oksidasi 2I -).
 Pada elektrolisis CuSO4di elektroda ruangnkatoda terdapat endapan dan anoda
tidak terdapat endapan (namun banyak gelembung). Hal tersebut menunjukkan,
pada katoda terjadi reduksi Cu2+ yang menghasilkan endapan Cu dan pada
anoda terjadi oksidasi  H2O yang menghasilkan gas oksigen (O2).
V. KESIMPULAN
a) Pada saat larutan KI dielektrolisiskan terhadap elektroda C pada elektroda di
ruang anoda terbentuk gelembung O2.
b) Endapan yang terjadi pada elektrolisis larutan CuSO4 diruang anoda adalah
endapan SO42-
c) Endapan yang terjadi pada elektrolisis larutan KI diruang anoda adalah endapan
I-
d) Pada larutan KI,di elektroda, katoda dan anoda memiliki banyak gelembung.
Hal ini menunjukkan ada gas yang dihasilkan oleh katoda ataupun anoda.
Katoda menghasilkan gas hydrogen (reduksi H 2O) dan anoda menghasilkan gas
Iodin (Oksidasi 2I -).
e) Pada elektrolisis CuSO4di elektroda ruangnkatoda terdapat endapan dan anoda
tidak terdapat endapan (namun banyak gelembung). Hal tersebut menunjukkan,
pada katoda terjadi reduksi Cu2+ yang menghasilkan endapan Cu dan pada
anoda terjadi oksidasi  H2O yang menghasilkan gas oksigen (O2).
VI. LAMPIRAN
Kegiatan elektrolisis larutan CuSO4
 Cara menimbang zat terlarut (CuSO4)

 Isi gelas beker dengan akuades sebanyak 100ml

 Masukan CuSO4 yang sudah diukur pada gelas beker yang berisi
akuades tadi lalu larutkan.

 Masukan larutan tersebut pada labu ukur,lalu bersihkan gelas


dengan air dan masukan ke labu ukur. Tambah akuades sampai
labu ukur menunjukkan vol 100ml.
 Masukkan larutan tersebut setelah diukur di labu ukur ke dalam
Pipa U, lalu masukan elektrode dan kaitkan dengan kabel soket
sedemikian rupa. Nyalakan PS dan tunggu hasilnya selama 20mnt.

 Berikut hasil setelah proses elektrolisis selama 20mnt. Warna


berubah menjadi putih kebiru-biruan dan elektrodenya berubah
menjadi warna tembaga.