Anda di halaman 1dari 1

erpinggirkan, oleh karena itu, pendidikan oleh Freire dan Giroux sebag a emansipasi atau pembebasan

kaum tertindas. Mengkritisi di bagi keadaan yang melakukan minasi dan dikonstruksi oleh ideologi kelas
elit-borjuis dalam masyarakat kapitalis. Dalam pandangan Freire dan Giroux juga terbantu Karl Marx,
keadaan timpang ini harus diubah, Hanya saja Freire dan Giroux tidak ada revolusi sosial, dilatih dengan
cara menumbuhkan kesadaran krititme melalu pendidikan dan peran intelektual guru bagi kelompok
masyarakat Yang tidak berdaya dari bahasa dan rekonstruksi wacana kesataraan, kemungkinan-
kemungkinan aksi sebagai jalan keluar bebas pemberdayaan diri dalam suatu masyarakat demokratis
yang sejati. Budava kritis menjadi upaya pencerahan diri sefringga tercipta masyarakat yang
emansipatoris. Budaya kritis dapat ditumbuhkan aalam proses pendidikan yang didalamnya guru
berperan sentral sebagai ntelektual yang formatif. Perubahan radikal d tawarkan olph ivan lllich.
Tatacara llich sangat peduli pada pendidikan, tapi ia pantas agar lembaga sekolah saja. Sebab, sekolah
telah menciptakan sesuatu yang lebih dalam antara kelompok atas dan kelompok bawah, Fakta
menunjukkan bahwa sekolah adalah salah satu bentuk dominasi kelom ok atas dalam berLdgai bidang
kehidupan. Orang butuh belaar, gan tidak perlu ada sekolah, orang bisa belajar dalam kelompok-
kelompok atau sanggar- sanggat untuk saling berbagi dan belajar bersama agar bisa dimiliki oleh semua
orang tanpa ada moropoli kelas atas sehingga nengetahuan lebih berdimensi Sosial anak Eksistensial
memandang negatif sekloah sehingga tahan agar tidak bisa bersekolah saja. Formalitas calam sekolah
telah mereduksi autentisitas seorang manusia dalam berbagai hentuk hipokrdsl. bksistensi manusia yang
bebas tidak diganggu-gugat sehingga pendidikan yang baik adalah yang bisa mewujudkan seorang anak
manusia bereksistensi dengan membuat pilihan hidup yang bertanggungjawab. Mereka menilai selama
ini tidak ada yang disebut pendidikan, hanya bentuk propaganda untuk menikat orang lain. Pendidikan
memunculkan bahaya yang nyata, sejak penyalah murid sebaga lonsumen sampai ke penggerak mesin
pada teknologi industri dan birokrasi modern. Pendidikan tidak membantu memhentuk kepribadian dan
kreativitas, sehingga para eksistensialis kata sebagian besar sekolah melemahkan kemanusiaan itu
sendiri. Itulah isi kaum eksistensialis memandang penting ilmu ilmu humaniora bagi peserta didik